67 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perhitungan Tingkat Pengembalian Investasi Reksa dana Populasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah reksa dana jenis pendapatan tetap periode Januari 2008 sampai dengan Desember 2010. Dalam menganalisis reksa dana pendapatan tetap, perlu untuk mengadakan perhitungan parameter reksa dana pendapatan tetap tersebut. Untuk itu maka dibutuhkan data berupa Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari masing masing reksa dana. Setelah dilakukan perhitungan tingkat pengembalian dari masing masing reksa dana, dimana tingkat pengembalian diperoleh dari NAB periode t dikurangi NAB periode t-1 dan hasilnya dibagi dengan NAB periode t-1, dan hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 2 sampai dengan lampiran 3, maka dapat dicari total pengembalian (total return). Total return ini di dapat dengan menjumlahkan seluruh tingkat pengembalian masing masing reksa dana per bulan dalam periode Januari 2008 sampai dengan Desember 2010. Dari total pengembalian tersebut dapat diketahui tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan cara membagi total pengembalian dengan jumlah bulan penelitian. Untuk lengkapnya perhitungan total
68 pengembalian dan tingkat pengembalian yang diharapkan dapat dilihat dalam lampiran 2 sampai dengan lampiran 3. Berikut ini hasil keseluruhan dari perhitungan terhadap reksa dana pendapatan tetap yang dirangkum dalam bentuk tabel berikut. Tabel 4.1 Analisa Tingkat Pengembalian Reksa Dana Peringkat Reksa Dana Total Return (Ri) Expected Return E(Ri) 1. PNM Amanah Syariah 0.289727 0.008048 2. PNM Syariah 0.167738 0.004659 Sumber : lampiran 2-3 diolah. Dari hasil perhitungan total pengembalian dan tingkat pengembalian yang diharapkan diketahui bahwa jenis reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki tingkat keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana PNM Syariah, dimana tingkat pengembaliannya adalah 0.289727. B. Perhitungan Varians dan Standar Deviasi Investasi Reksa Dana Berdasarkan perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan dapat diperoleh hasil perhitungan varians dari masing masing reksa dana. Varians didapat dari perhitungan atas jumlah total setiap kuadrat dari tingkat pengembalian per bulan dikurangi tingkat pengembalian yang diharapkan
69 dibagi dengan jumlah bulan penelitian (lamanya periode observasi). Sedangkan standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians. Untuk lengkapnya perhitungan varians dan standar deviasi dapat dilihat pada lampiran 2 sampai lampiran 3. Berikut adalah hasil keseluruhan dari perhitungan terhadap reksa dana PNM Syariah dan reksa dana PNM Amanah Syariah yang dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.2 Analisis Varians dan Standar Deviasi Reksa Dana Saham Periode Januari 2008 - Desember 2010 Peringkat Reksa Dana Varians Standar Deviasi 1. PNM Syariah 0.000119 0.010908 2. PNM Amanah Syariah 0.000001 0.001000 Sumber : lampiran 2-3 diolah. Perhitungan varians menunjukkan berapa besar kuadrat penyimpangan setiap tingkat pengembalian terhadap penyimpangan rata rata pengembalian dalam periode tertentu. Tabel diatas dibuat berdasarkan urutan varians dan standar deviasi (penyimpangan baku) dari nilai terbesar kenilai yang terkecil. Dari perhitungan varians terhadap masing masing reksa dana diatas maka terlihat bahwa reksa dana PNM Syariah memiliki varians terbesar yaitu 0.000119 sedangkan peringkat kedua adalah reksa dana PNM Amanah Syariah sebesar 0.000001.
70 Selanjutnya dari hasil perhitungan varians diatas tadi, dapat dihitung standar deviasi (penyimpangan baku) yang merupakan resiko dari masing masing reksa dana. Reksa dana PNM Syariah memiliki tingkat resiko yang lebih besar dengan standar deviasi sebesar 0.010908 ( 1.09%) dan reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki tingkat resiko lebih rendah dengan standar deviasi sebesar 0.001000 ( 0.1%). C. Perhitungan Risk Free Return Dengan mempergunakan data data SBI dari Bank Indonesia maka penulis dapat menentukan Risk Free Return dengan menggunakan rumus sebagai berikut : n SBI R f = i 1 n Sehingga Risk Free Return dari tahun 2008 sampai dengan 2010 adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Risk Free Return Periode 2008-2010 No Bulan Suku Bunga 1 Jan 08 8.00% 2 Feb 08 8.00% 3 Mar 08 8.00%
71 4 Apr 08 8.00% 5 Mei 08 8.25% 6 Jun 08 8.50% 7 Jul 08 8.75% 8 Agt 08 9.00% 9 Sept 08 9.25% 10 Okt 08 9.50% 11 Nov 08 9.50% 12 Des 08 9.25% 13 Jan 09 8.75% 14 Feb 09 8.25% 15 Mar 09 7.75% 16 Apr 09 7.50% 17 Mei 09 7.25% 18 Jun 09 7.00% 19 Jul 09 6.75% 20 Agt 09 6.50% 21 Sept 09 6.50% 22 Okt 09 6.50% 23 Nov 09 6.50% 24 Des 09 6.50%
72 25 Jan 10 6.50% 26 Feb 10 6.50% 27 Mar 10 6.50% 28 Apr 10 6.50% 29 Mei 10 6.50% 30 Jun 10 6.50% 31 Jul 10 6.50% 32 Agt 10 6.50% 33 Sept 10 6.50% 34 Okt 10 6.50% 35 Nov 10 6.50% 36 Des 10 6.50% Total Average 261,25% 0.072569 Sumber : www.bi.go.id Berdasarkan hasil perhitungan Risk Free Return pada tabel diatas, bila dibandingkan dengan tingkat rata rata pengembalian dari masing masing reksa dana PNM Amanah Syariah dan PNM Syariah pada periode Januari 2008 Desember 2010 dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah dan PNM Syariah berada diatas pembandingnya (deposito) dengan nilai Rf sebesar 0.072569 ( 7.26 %)
73 D. Perhitungan Parameter Pasar Tolak ukur dari reksa dana pendapatan tetap adalah dengan Jakarta Islamic Index (JII). Untuk itu diperlukan perhitungan tingkat pengembalian dari parameter pasar yang diperoleh dari JII periode t dikurangi JII periode t 1. Hasil perhitungan tingkat rata rata pengembalian parameter pasar yang dirangkum dalam tabel berikut. Tabel 4.4 Perhitungan Nilai Tingkat Rata rata Pengembalian Parameter Pasar Parameter Pasar Expected Return E(Rm) JII 0.007214 Sumber : Lampiran 1 diolah Dari hasil perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan pada perhitungan parameter pasar dapat diperoleh hasil perhitungan varians. Varians didapat dari perhitungan atas jumlah total setiap kuadrat dari tingkat pengembalian perbulan dikurangi tingkat pengembalian yang diharapkan dibagi lamanya periode observasi. Kemudian dari hasil perhitungan varians tersebut dapat diketahui standar deviasi (penyimpangan baku) yang merupakan resiko dari parameter pasar yang didapat dari akar kuadrat varians pasar. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 1. Berikut ini hasil perhitungan varians dan deviasi standar parameter pasar yang dirangkum dalam tabel berikut :
74 Tabel 4.5 Perhitungan Nilai Varians dan Standar Deviasi Parameter Pasar Parameter Pasar Varians Standar Deviasi JII 0.009312 0.096499 Sumber : Lampiran 1 diolah Perhitungan nilai tingkat rata rata pengembalian pasar pada tabel 4.4 diatas bila dibandingkan dengan tingkat rata rata pengembalian reksa dana, maka terlihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki expected return lebih tinggi dibanding dengan tolak ukurnya. E. Perhitungan Kovarians dan Beta Investasi Reksa Dana Perhitungan nilai kovarians dan beta reksa dana ini ditujukan untuk keperluan perhitungan kinerja reksa dana dengan metode Treynor. Kovarians menunjukkan pergerakan dua buah variable yang berhubungan. Kovarians dihitung berdasarkan atas jumlah perkalian antara deviasi reksa dana dengan deviasi pasar dibagi dengan jumlah bulan penelitian. Untuk lengkapnya perhitungan kovarians dapat dilihat pada lampiran 2 sampai 3. Berikut ini adalah hasil keseluruhan dari perhitungan kovarians yang dirangkum dalam tabel berikut :
75 Tabel 4.6 Perhitungan Nilai Kovarians Periode 2008 2010 Peringkat Reksa dana Kovarians (Ri,Rm) 1 PNM Amanah Syariah 0.005731 2 PNM Syariah 0.003709 Sumber : lampiran 2 3 diolah Kemudian dari perhitungan kovarians investasi reksa dana diatas dapat dihitung resiko sistematis yang dicerminkan dalam nilai beta. Nilai beta dapat diketahui dengan membagi kovarians investasi reksa dana dengan varians pasar. Dari tabel 4.6 diatas dibuat berdasarkan urutan dari kovarians terbesar sampai terkecil. Reksa dana yang memiliki kovarians terbesar adalah reksa dana PNM Amanah Syariah sedangkan yang terkecil adalah reksa dana PNM Syariah. Nilai beta masing masing reksa dana dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 4.7 Perhitungan Nilai Beta Reksa dana Peringkat Reksa dana Beta 1 PNM Amanah Syariah 0.615399 2 PNM Syariah 0.398318 Sumber : data yang diolah
76 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Syariah dan PNM Amanah Syariah memiliki beta kurang dari 1 (ß<1) yang menunjukan bahwa reksa dana tersebut peka terhadap perubahan pasar dan merupakan reksa dana yang defensif. F. Perhitungan Kinerja Reksa dana dengan Metode Sharpe Pengukuran kinerja reksa dana berdasarkan metode Sharpe dapat dihitung dengan membandingkan antara axcess return yaitu selisih antara return reksa dana dengan asset bebas resiko dengan standar deviasi portofolio reksa dana. Berikut tabel pengukuran kinerja Reksa dana berdasarkan metode Sharpe. Tabel 4.8 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Sharpe No. Reksa dana 1 PNM Amanah Expected Return E(Ri) Rf Standar Deviasi Sharpe (Si) 0.289727 0.072569 0.010908 19.908 Syariah 2 PNM Syariah 0.167738 0.072569 0.001000 95.169 Sumber : data yang diolah
77 Tabel 4.9 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Sharpe Peringkat Tertinggi dan Peringkat Terendah No. Reksa dana Sharpe (Si) 1 PNM Syariah 95.169 2 PNM Amanah Syariah 19.908 Sumber : Tabel 4.8 Dari hasil pengukuran kinerja masing masing portofolio adalah berdasarkan atas resiko total masing masing reksa dana, maka dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Syariah memiliki kinerja baik karena memiliki perhitungan sharpe positif lebih tinggi dibandingkan reksa dana PNM Amanah Syariah yang artinya investasi pada reksa dana saham tersebut memiliki return lebih besar dari pada return investasi bebas resiko. Reksa dana yang memiliki kinerja terbaik adalah reksa dana PNM Syariah dengan nilai perhitungan Sharpe sebesar (95.169) artinya bahwa bila resiko investasi bertambah satu satuan maka risk premium reksa dana tersebut akan bertambah 95.169, apabila resiko investasi bertambah satu satuan maka risk premium reksa dana tersebut akan bertambah sebesar nilai rationya.
78 G. Pengukuran Kinerja Reksa dana Dengan Metode Terynor Pengukuran kinerja reksa dana dengan metode Treynor dapat dihitung dengan membandingkan antara excess return yaitu selisih antara return reksa dana dengan asset bebas resiko dengan resiko sistematis reksa dana. Berikut tabel pengukuran kinerja reksa dana berdasarkan metode treynor. Tabel 4.10 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Treynor No. Reksa dana 1 PNM Amanah Expected Return E(Ri) Rf Beta Treynor (Ti) 0.289727 0.72569 0.615399-0.708423 Syariah 2 PNM Syariah 0.167738 0.72569 0.398318-1.400770 Sumber : Data yang diolah Tabel 4.11 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Treynor Peringkat Tertinggi dan Peringkat Terendah No. Reksa dana Treynor (Ti) 1 PNM Amanah Syariah - 0.708423 2 PNM Syariah - 1.400770 Sumber : Tabel 4.8
79 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah dan reksa dana PNM Syariah memiliki perhitungan treynor negatif yang artinya investasi pada reksa dana tersebut memiliki return lebih kecil dari pada return investasi bebas resiko. A. Perhitungan Perbandingan Kinerja Reksa dana Antara Metode Sharpe dan Metode Treynor Pengukuran kinerja secara Sharpe dan Treynor merupakan komplemen (pelengkap) satu terhadap yang lain, namun memberikan informasi peringkat yang berbeda. Berikut tabel perbandingan pengukuran dengan menggunakan kedua metode tersebut. Tabel 4.12 Perbandingan Pengukuran Kinerja Reksa dana Dengan Menggunakan Metode Sharpe dan Metode Treynor No Reksa dana Sharpe (Si) No Reksa dana Treynor (Ti) 1 PNM Syariah 95.169 1 PNM Amanah Syariah -0.708423 2 PNM Amanah 19.908 2 PNM Syariah -1.400770 Syariah Sumber : Data yang diolah
80 Berdasarkan tabel diatas kita dapat melihat adanya perbedaan antara peringkat kinerja reksa dana dengan menggunakan metode Sharpe dibandingkan menggunakan metode Treynor. Hal ini dikarenakan besarnya σ dan ß reksa dana yang berbeda. Dengan menggunakan metode Sharpe yang memiliki peringkat tertinggi adalah reksa dana PNM Syariah dengan nilai Si = 95.169 berarti memiliki kinerja terbaik (positif) sedangkan dengan menggunakan metode Treynor yang memiliki peringkat tertinggi adalah reksa dana PNM Amanah Syariah dengan nilai Ti = - 0.708423. Perbedaan peringkat pada kedua metode pengukuran tersebut menunjukkan perbedaan baik buruknya diversifikasi portofolio tersebut relatif terhadap portofolio sejenis. Jika suatu portofolio dianggap telah terdiversifikasi dengan baik berarti return portofolio tersebut hampir semuanya dipengaruhi oleh return pasar. Untuk portofolio tersebut tentu saja lebih tepat jika kita menggunakan metode Treynor. Namun, sebaliknya jika return suatu portofolio hanya sebagian kecil saja yang dipengaruhi return pasar, tentu saja lebih tepat jika digunakan metode Sharpe sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kinerja portofolio reksa dana tersebut. Semakin besar rasio imbal hasil dan resiko, maka semakin baik kinerja reksa dana tersebut.