KEY PERFORMANCE INDIKATOR NSUP IDB 2016-2020 NO INDIKATOR SATUAN TARGET KINERJA (TAHUN) 2016 2017 2018 2019 2020 STRATEGI OPERASIONAL KOMPONEN PENDUKUNG PENCAPAIAN TARGET 2 Key Performance Indicator NSUP-IDB A. IMPACT 1 Mengurangi jumlah penduduk yang tinggal di permukiman kumuh perkotaan dari 10 % menjadi kurang dari 6 %. % 10% 8% 7% 6% 5% jiwa 3,676,407 2,941,126 2,573,485 2,205,844 1,838,204 2 Meningkatnya akses terhadap air bersih untuk masyarakat perkotaan dari 70.5 % menjadi lebih dari 90%. % 70.50% 80% 85% 87% 91% Rumah tangga 613,657 696,348 739,870 757,278 792,096 3 Meningkatnya akses sanitasi yang layak untuk masyarakat perkotaan dari 62 % menjadi lebih dari 90 %. % 62% 70% 80% 90% 91% Rumah tangga 539,670 609,305 696,348 783,392 792,096 B. OUTCOMES 1a. Jumlah kelurahan kumuh yang dikurangi dari 1.174 kelurahan menjadi kurang dari 200 kelurahan berdasarkan 8 indikator kumuh. Wilayah kumuh berkurang 60%, dari 11.218 ha menjadi 4.518 ha. Desa/ kelurahan komulatif Hektar (Ha) - 317 318 187 152 Penyusunan perencanaan Memorandum program penanganan kumuh terintegrasi penanganan kumuh tingkat kota antara perencanaan kota (RP2KP- KP) dan komunitas (RPLP) 1,174 857 539 352 Penetapan lokasi alokasi sasaran 199 berdasarkan tahun intervensi Seleksi lokasi berbasis prioritas dan kesiapan kota program Perencanaan Teknis oleh konsultan perencanaan Kualifikasi konsultan perencana - 2,184 2,186 1,283 1,047 Memastikan terwujudnya kolaborasi penanganan kumuh Ketersediaan anggaran 1b. komulatif 11,218 9,034 6,849 5,565 4,517 Pengendalian pencapaian target kegiatan di lokasi sasaran Pengendalian ketepatan kegiatan sesuai kebutuhan penanganan kumuh. Memastikan terwujudnya integrasi SIAP/RP2KPKP dengan RPJMD dalam perencanaan dan pelaksanaan penanganan kumuh
60% penerima manfaat yang disurvey pada saat penyelesaian proyek puas terhadap kualitas infrastruktur dasar dan pelayanan dasar perkotaan di wilayah kumuh yang ditargetkan. % 0% 20% 40% 50% 60% Memastikan seluruh perencanaan Rencana kegiatan dan Instrumen teknis, pelaksanaan konstruksi Survey dan pemeliharaan mengacu pada standar teknis yang ditetapkan oleh PUPR 1c. Rumah tangga - 174,087 348,174 435,218 522,261 Melakukan sertifikasi hasil pekerjaan infrastruktur Memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat program Sekurang-kurangnya 90 % kota telah membentuk dan menjalankan Pokja PKP. Penyusunan instrumen survey Pelaksanaan survey tingkat kepuasan penerima manfaat % 10% 50% 65% 75% 90% Melakukan identifikasi keberadaan Pokja PKP/lembaga sejenis di tingkat kota termasuk keterlibatan pihak swasta PP 14 tahun 2016 tentang Penyelenggaran Perumahan dan Kawasan Permukiman Pasal 54 2a. kab/kota 12 58 75 87 104 Fasilitasi pembentukan Pokja PKP/lembaga sejenis bagi Kota/Kab yang belum memiliki 2b. 3a. Sekurang-kurangnya 15% dari alokasi dana kegiatan proyek pada tingkat kabupaten kota dipenuhi (secara tunai atau dalam bentuk sharing) dari pemerintah daerah, pihak swasta dan/atau sumbangan. 116 Fasilitasi SK kepala daerah, BOP, rencana kerja dan pertemuan rutin % 5% 7.50% 10% 12.50% 15% Program Peningkatan Livelihood digulirkan sedikitnya di 50 kelurahan/desa di tahun ke-2 dan 90 kelurahan/desa di akhir proyek. (wilayah Aceh dan kaltara) / desa - 50 70 90 90 Fasilitasi penguatan kapasitas bagi anggota Pokja PKP/lembaga sejenis Melakukan identifikasi potensi kolaborasi dari APBD, swasta dan sumber lainnya Memastikan terwujudnya kemitraan para pihak untuk penanganan kumuh dan dibuktikan dengan MoU Seleksi dan penetapan lokasi kelurahan Memastikan pelaksanaan kegiatan livelihood (PPMK) di 90 kelurahan yang baru (Aceh dan Kaltara) dapat berjalan dengan baik RAPBD, APBD & CSR Kriteria dan Instrumen seleksi Penguatan kapasitas KMW, Korkot dan Tim Faskel ttg konsep, pelaksanaan dan strategi pendampingan PPMK (Aceh dan Kaltara) laporan pelaksanaan kegiatan livelihood (PPMK) di 90 kelurahan yang baru (Aceh dan Kaltara)
3b. 3c. Akses terhadap rekening tabungan di kelurahan/desa meningkat dari 5% menjadi 20%. Lebih dari 50% KSM Ekonomi telah melaporkan peningkatan/perluasan usaha mereka. % 5% 9% 13% 17% 20% Memastikan ketentuan dalam skim pinjaman bergulir mewajibkan KSM memiliki rekening tabungan KSM 6,000 10,800 15,600 20,400 24,000 Memastikan pelaksanaan skim pinjaman bergulir dengan persyaratan KSM memiliki rekening tabungan dapat berjalan. 120,000 jumlah KSM yang memiliki rekening tabungan % 5% 15% 30% 40% 50% Melakukan pemetaan kondisi awal usaha dan kebutuhan peningkatan pengembangan usaha KSM KSM 6,000 18,000 36,000 48,000 60,000 Melakukan penguatan kapasitas usaha sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha KSM POS PPMK yang berisi tentang skim KM kinerja bulanan Intrumen pemetaan pelaksanaan penguatan kapasitas KSM 120,000 usaha KSM terinput dalam SIM/Manual Lebih dari 50% BDC yang dibentuk berjalan secara berkelanjutan dalam waktu 2 tahun beroperasi. % - 30% 50% 60% 60% Melakukan pemetaan kondisi BDC dan kebutuhan peningkatan pengembangan kapasitas BDC 1) Data perkembangan kegiatan/ usaha BDC; 2) Hasil penilaian kinerja keuangan BDC 3d. Keterangan: Indikator berjalan secara berkelanjutan adalah: 1) BDC masih melakukan kegiatan fasilitasi pengembangan usaha KSM (seperti pemasaran produk KSM dll), kegiatan penguatan kapasitas KSM dan kegiatan advokasi; 2) Kinerja keuangan BDC minimal kategori "minimum". BDC - 5 8 9 18 Melakukan penguatan kapasitas pengelolaan dan peran BDC pelaksanaan kegiatan/usaha dan penguatan kapasitas BDC BDC terinput dalam SIM/Manual Aplikasi SIM BDC 3e. Sekitar 50% KSM memiliki usaha kecil yang potensial dilayani oleh BDC. Keterangan: Indikator KSM yang memiliki usaha kecil yang potensial dilayani oleh BDC adalah: 1) Usaha KSM yang memiliki potensi produk dan pasar yang dapat dikembangkan; 2) Usaha KSM yang memiliki potensi keberlanjutan bahan baku; 3) Usaha KSM yang memiliki potensi pengembangan tenaga kerja % 10% 20% 30% 40% 50% Melakukan pemetaan potensi produk dan pasar usaha KSM Instrumen pemetaan KSM potensial KSM (395) 300 600 900 1,200 1,500 Memastikan peran dan fungsi Intrumen pengendalian kegiatan BDC berjalan (intermediary bisnis, dan usah BDC penguatan kapasitas dan advokasi) sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha KSM KSM yang sudah mendapat fasilitasi BDC diinput dalam SIM/Manual Aplikasi SIM BDC dan SIM PPMK
C. OUTPUT 1a. Seluruh kelurahan/desa sasaran melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan yang tercantum dalam RPLP ( open menu activities, misalnya 2.000 km jalan lingkungan/ desa dibangun, ditingkatkan atau diperbaiki, 1.500 km drainase dibangun, peningkatan atau rehabilitasi, 1500 unit fasilitas umum dibangun/ditingkatkan/dilengkapi, gambaran target dimaksud berbasis pada gambaran indikasi kegiatan pada open menu sebagaimana yang telah diselesaikan pada 2 phase sebelumnya) pada akhir proyek. / desa - 1,605 3,212 4,155 4,924 Memastikan usulan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan open menu - Jalan lingkungan 509 km, Drainase 164 km, Jembatan 4 km, rehab RTLH 1.687 unit, MCK/Jamban 980 unit, Persampahan 653 unit, Air bersih 500 unit, perpipaan 37 km, Saluran Limbah 54 km. Jalan lingkungan 1.018 km, Drainase 328 km, Jembatan 8 km, rehab RTLH 3.375 unit, MCK/Jamban 1.961 unit, Persampahan 1.306 unit, Air bersih 1.000 unit, perpipaan 75 km, Saluran Limbah 109 km. Jalan lingkungan 1.317 km, Drainase 424 km, Jembatan 10 km, rehab RTLH 4.366 unit, MCK/Jamban 2.537 unit, Persampahan 1.689 unit, Air bersih 1.293 unit, perpipaan 97 km, Saluran Limbah 141 km. Jalan lingkungan 1.561 km, Drainase 503 km, Jembatan 12 km, rehab RTLH 5.175 unit, MCK/Jamban 3.007 unit, Persampahan 2.002 unit, Air bersih 1.533 unit, perpipaan 115 km, Saluran Limbah 167 km. Pedoman Pencairan BDI, Juklak, POS Infrastruktur, SIM Dok. RPLP, Prioritas Kegiatan & DED SK Lokasi Memastikan seluruh kegiatan investasi selesai 100% mutu pekerjaan 1b. 1c. Jumlah aset infrastruktur yang dibangun 3-5 tahun sebelumnya disurvey dalam kondisi baik meningkat dari 50% menjadi 70% sebagai hasil kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi yang memadai Sekurang-kurangnya 2 juta orang menerima manfaat langsung dari Blok Investasi pada saat selesainya proyek. % 50% 55% 60% 65% 70% Jiwa - 500 ribu 1 jt 1,5 jt 2 jt Memastikan seluruh perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan mengacu pada standar teknis yang ditetapkan oleh PUPR Memfasilitasi penguatan kapasitas KPP Memfasilitasi serah terima asset ke pemda kabupaten / kota dan masyarakat Memfasiltasi prioritas kegiatan infrastruktur skala komunal POS Infrastuktur, Instrumen Verifikasi/Sertifikasi/Survey Kepuasan SIM 2a. Seluruh kota terpilih (50 Kab / Kota) telah membentuk dan menjalankan Pokja PKP untuk penanganan kumuh dan telah menyelesaikan dokumen RP2KP-KP (SIAP) di tingkat kota / kabupaten pada tahun ke-3. Kab/kota - 20 50 Memfasilitasi pemanfaatan BDI Pemetaan Progres 100% Fasilitasi penguatan kapasitas Data identifikasi keberadaan bagi anggota Pokja PKP/lembaga Pokja PKP Tingkat sejenis terkait penyusunan Kota/Kabupaten dokumen perencanaan tingkat Kota (RP2KP-KP/SIAP) Penyusunan perencanaan Kota/Kabupaten yang telah penanganan kumuh terintegrasi menyelesaikan dokumen antara perencanaan kota (RP2KP- RP2KPKP/SIAP KP) dan komunitas (RPLP) 2b. Lebih dari 95% infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas baik pada tahun ke-4. % - 35% 65% 95% Memastikan seluruh perencanaan POS Infrastuktur, Instrumen teknis, pelaksanaan konstruksi Verifikasi Proposal/Sertifikasi dan pemeliharaan mengacu pada Hasil Pembangunan, Penilaian standar teknis yang ditetapkan Kinerja OP oleh PUPR Melakukan sartifikasi hasil pekerjaan infrastruktur
2c. Lebih dari 40% anggota Pokja PKP atau kelembagaan sejenis setidaknya berasal dari pihak swasta pada tahun ke-4. % - 20% 30% 40% - Melakukan identifikasi keberadaan Pokja PKP/lembaga sejenis di tingkat kota termasuk keterlibatan pihak swasta Fasilitasi pembentukan Pokja PKP/lembaga sejenis bagi Kota/Kab yang belum memiliki dan mendorong keterlibatan pihak swasta dalam keanggotaan Pokja PKP SK Pokja PKP Daftar anggota Pokja PKP Fasilitasi penguatan kapasitas bagi anggota Pokja PKP/lembaga sejenis 3a. Program Peningkatan Livelihood digulirkan sedikitnya di 50 kelurahan/desa di tahun ke-2 dan 90 kelurahan /desa di akhir proyek. (wilayah Aceh dan kaltara) / desa - 50 70 80 90 Seleksi dan penetapan lokasi kelurahan Memastikan pelaksanaan kegiatan livelihood (PPMK) di 90 kelurahan yang baru (Aceh dan Kaltara) dapat berjalan dengan baik Kriteria dan Instrumen seleksi Penguatan kapasitas KMW, Korkot dan Tim Faskel ttg konsep, pelaksanaan dan strategi pendampingan PPMK (Aceh dan Kaltara) laporan pelaksanaan kegiatan livelihood (PPMK) di 90 kelurahan yang baru (Aceh dan Kaltara) Sedikitnya 25.000 orang menerima pembiayaan dari Program Peningkatan Penghidupan di akhir proyek. orang 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 Memetakan seluruh potensi KSM reguler yang memenuhi skim PPMK Memfasilitasi kesiapan KSM yang akan dilayani skim PPMK Instrumen pemetaan Data KSM yang siap dilayani skim PPMK 3b. Memastikan pelaksanaan pebiayaan UPK terhadap KSM dengan skim PPMK dapat berjalan dengan baik perkembangan KSM yang dilayani UPK dengan skim PPMK Aplikasi SIM PPMK dan RLF 15 studi kelayakan untuk membangun BDC baru seluruhnya selesai pada Tahun ke-2. dokumen - 15 - - - Seleksi dan penetapan kabupaten/kota lokasi BDC baru Kriteria dan Instrumen seleksi Menyiapkan TOR dan persiapan TOR FS dan Konsultan FS pelaksanaan Feasibility Study (FS) 3c. Memastikan pelaksanaan FS di 15 kabupaten/kota terselski dapat berjalan sesuai dengan TOR Instrumen Pengendalian Pelaksanaan FS Memastikan kesiapan pembentukan BDC di 15 kabupaten/kota terseleksi POS BDC
Sedikitnya 15 Pusat Pengembangan Usaha (BDC) yang baru didirikan dan beroperasi pada Tahun ke-3 BDC - - 15 - - Pembentukan BDC di 15 kabupaten/kota terseleksi KAK Lokakarya Pembentukan BDC 3d. Keterangan: Indikator beroperasi adalah: 1) BDC masih melakukan kegiatan fasilitasi pengembangan usaha KSM (seperti pemasaran produk KSM dll), kegiatan penguatan kapasitas KSM dan kegiatan advokasi; 2) Kinerja keuangan BDC minimal kategori "minimum". Melakukan pemetaan kebutuhan peningkatan pengembangan kapasitas BDC Melakukan penguatan kapasitas pengelolaan dan peran BDC Intrumen pemetaan KAK Penguatan kapasitas BDC Memastikan peran dan fungsi Intrumen pengendalian kegiatan BDC berjalan (intermediary bisnis, dan usah BDC penguatan kapasitas dan advokasi) sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha KSM dan potensi pasar BDC terinput dalam SIM/Manual Aplikasi SIM BDC 3e. 4a. Pelatihan keterampilan diberikan kepada sedikitnya 500 KSM potensial yang difasilitasi oleh 15 BDC ICDD III pada tahun ke-2. Pelatihan keterampilan diberikan kepada sedikitnya 1000 KSM potensial yang difasilitasi oleh 15 BDC baru pada akhir proyek. Strategi pelayanan keuangan digital diselesaikan pada tahun ke-1. Setidaknya 165.000 orang (33.000 KSM) membuka rekening tabungan pada akhir proyek KSM - >500 700 900 1,000 Dokumen - 1 - - - Orang dan KSM 33.000 (6.600 KSM) 50.000 (10.000 KSM) 100.000 (20.000 KSM) 150.000 (30.000 KSM) 165.000 (33.000 KSM) Pemetaan kebutuhan vocational training bagi KSM di kabupaten/kota lokasi BDC Memastikan pelaksanaan vocational training sesuai dengan kebutuhan KSM di kabupaten/kota lokasi BDC Memastikan laporan pelaksanaan pelatihan terinput dalam SIM/Manual Menyusun KAK dan RAB pengadaan DFS Melakukan rekruitmen tenaga ahli DFS Menyusun strategi DFS Pengendalian pelaksanaan kegiatan pilot DFS Memastikan skim pinjaman mewajibkan KSM memiliki rekening tabungan Intrumen pemetaan pelaksanaan vocational training bagi KSM Aplikasi SIM BDC dan Pelatihan Workshop sharing DFS dari beberapa best practises di Indoensia Networking dengan para pelaku DFS di Indonesia Partisipasi para TA SIM KMW POS DFS POS PPMK yang berisi tentang skim KM 4b. Memastikan pelaksanaan skim pinjaman bergulir dengan persyaratan KSM memiliki rekening tabungan dapat berjalan. kinerja bulanan Melakukan updating jumlah KSM yang memiliki rekening tabungan 5. Pelatihan tingkat Menengah dan tingkat lanjutan diberikan kepada seluruh kelurahan/ desa pada akhir proyek sedikitnya diikuti oleh 49.500 peserta orang 10,000 15,000 20,000 40,000 49,500 memastikan terdapat paket pelatihan open menu tingkat kelurahan/desa memastikan masyarakat yang terlibat dalam setiap pelatihan terlaporkan POS CB tingkat Strategi CB 2017-2020
6. 7a. Review terhadap kurikulum yang ada, mengembangkan modul dan pelaksanaan TOT sampai akhir proyek Material cetak dan materi audio visual proyek dibuat dan disosialisasikan secara nasional dan internal sampai akhir proyek Dokumen dan aktivitas (%) Dokumen dan aktivitas (%) 30% 60% 90% 100% 20% 40% 60% 80% 100% Melakukan training needs asessment (tna) ke daerah Mereview kurikulum berdasarkan hasil TNA Menyusun materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan Melakukan pemetaan jenis dan kebutuhan kegiatan dan media sosialisasi Menyusun desain media dan kegiatan sosialisasi Melakukan produksi media sosialisasi dan disosialisasikan secara nasional dan internal POS CB tingkat Kota dan tingkat Strategi CB 2017-2020 level Kabupaten/ Kota dan Desa / POS CB tingkat Kota dan tingkat Strategi CB 2017-2020 level Kabupaten/ Kota dan Desa / Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan sosialisasi Memastikan pemda melakukan sosialisasi mandiri dan produksi media lokal 7b. Evaluasi Antara (Pada tahun ke-2) dan evaluasi akhir serta 3 kajian tematik lainnya yang dilakukan pada akhir proyek Sedikitnya 5 dokumen buku best practices pada program NSUP diproduksi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Arab dan Perancis pada tahun ke 5. Dokumen dan aktivitas - 1 - - 5 Dokumen - - - 5 - Memastikan menyusun RAB dan KAK Melakukan pengadaan konsultan evaluasi Pengendalian pelaksanaan evaluasi Melakukan identifikasi kegiatan yang bisa menjadi best practices dan manual yang perlu diterjemahkan Mendorong kabupaten/kota memiliki kegiatan unggulan yang menjadi prioritas dampingan sebagai kegiatan best practices POS CB tingkat Kota dan tingkat Strategi CB 2017-2020 level Kabupaten/ Kota dan Desa / 7c. 8. Misi review IDB dan studi banding ke luar negeri berjalan sampai tahun ke 3 Aktivitas (%) - 50% 100% - - Memastikan tersedianya dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto yang berkualitas Menyusun KAK dan RAB pengadaan penyusun buku best practices Menyusun dokumen / buku dan menterjemahkan ke dalam 3 bahasa (inggris, perancis dan arab) Menyusun RAB dan KAK study banding ke luar negeri Studi banding terkait dengan penanganan kumuh dan Digital Financial Services (DFS)