BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Umum

BAB IV ANALISA DAN PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA RENCANA SISTEM DISTRIBUSI DAN SISTEM PEMBUMIAN

BAB IV JATUH TEGANGAN PADA PANEL DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB II LANDASAN TEORI

SKRIPSI PERENCANAAN SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG DINAS TEKNIS - KUNINGAN

BAB II DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK

STANDAR KONSTRUKSI GARDU DISTRIBUSI DAN KUBIKEL TM 20 KV

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA

BAB IV PEMBAHASAN. Gardu beton (tembok) Gardu kios Gardu portal

BAB III KEBUTUHAN GENSET

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun hasil studi yang dikaji oleh penulis dari pemasangan gardu portal type

BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB II SISTEM TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH

PEKERJAAN PANEL. INSTALASI P-PLN MCCB 3P, 63 A Accessories & Termination Box Panel PEKERJAAN MDP

BAB II LANDASAN TEORI

Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan

III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

LAPORAN AKHIR PEMELIHARAN GARDU DISTRIBUSI

MENGENAL ALAT UKUR. Amper meter adalah alat untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam penghantar ( kawat )

MAKALAH OBSERVASI DISTRIBUSI LISTRIK di Perumahan Pogung Baru. Oleh :

BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL

Kelompok 7 : 1. Herianto A S Purba 2. Winner 3. Elman

12 Gambar 3.1 Sistem Penyaluran Tenaga Listrik gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran tenaga listrik dilakukan ol

BAB III. Tinjauan Pustaka

BAB III DASAR TEORI.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV PEMBAHASAN KONSTRUKSI CORE PADA TRANSFORMATOR. DISTRIBUSI 20/0,4 kv, 315 kva. (Aplikasi Di PT Trafoindo Prima Perkasa)

BUKU PETUNJUK PENERiMAAN DAN PENGOPERASiAN TRANSFORMER

BAB III PERANCANGAN GENSET. Genset yang akan dipasang di PT. Aichitex Indonesia sebagai sumber energi

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE

L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK

TUGAS AKHIR EVALUASI PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PADA BANGUNAN KANTOR 25 LANTAI. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat

DASAR SISTEM PROTEKSI PETIR

UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA. Veronika Widi Prabawasari

Solar PV System Users Maintenance Guide

SOP Memelihara Transformator Distribusi Gardu Tiang

BAB III METODE PENENTUAN VECTOR GROUP

BAB II STRUKTUR JARINGAN DAN PERALATAN GARDU INDUK SISI 20 KV

Laporan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) BAB III TINJAUAN PUSTAKA. 3.1 Pengertian PMCB (Pole Mounted Circuit Breaker)

BAB III CAPACITOR BANK. Daya Semu (S, VA, Volt Ampere) Daya Aktif (P, W, Watt) Daya Reaktif (Q, VAR, Volt Ampere Reactive)

Pengujian Transformator

BAB III METODOLOGI DAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK

BAB III LANDASAN TEORI

LAPORAN AKHIR GANGGUAN OVERLOAD PADA GARDU DISTRBUSI ASRAMA KIWAL

BAB III SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT.STRA GRAPHIA TBK

UTILITAS BANGUNAN. Tjahyani Busono

D. Relay Arus Lebih Berarah E. Koordinasi Proteksi Distribusi Tenaga Listrik BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN...

BAB II LANDASAN TEORI. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). b. Letak titik sumber (pembangkit) dengan titik beban tidak selalu berdekatan.

2. KLASIFIKASI PMT Berdasarkan besar / kelas tegangan (Um)

Pemeliharaan Trafo Distribusi

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

BAB IV IMPLEMENTASI. Pada bab ini akan dibahas tentang aplikasi dari teknik perancangan yang

PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)

PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK. Pusat tenaga listrik umumnya terletak jauh dari pusat bebannya. Energi listrik

BAB II TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DAN SISTEM PENGAMANNYA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB III KRITERIA PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA DATA. Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

TES TERTULIS LEVEL : JUDUL UNIT : Memelihara Instalasi Listrik Tegangan Rendah (1) NAMA : JABATAN : UNIT KERJA : TANDA TANGAN :

Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

BAB IV GROUND FAULT DETECTOR (GFD)

PEMELIHARAAN TRAFO ARUS (CT) PADA PADA GARDU INDUK 150 KV PT. PLN (PERSERO) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UNIT PELAYANAN TRANSMISI SEMARANG

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN GENSET

BAB IV HASIL PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN

Percobaan 5 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan

Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)

PERALATAN PEMUTUS DAYA YANG FUNGSI UTAMANYA MENCATAT DAN MEMUTUSKAN DAYA LISTRIK KE PERALATAN / BEBAN.

MANAGEMENT PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PHBTR

BAB IV PERAKITAN DAN PENGUJIAN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF)

DTG1I1. Bengkel Instalasi Catu Daya dan Perangkat Pendukung KWH METER DAN ACPDB. By Dwi Andi Nurmantris

Sistem Listrik Idustri

BAB IV AUDIT THERMOGRAPHY PERMATA BANK. Tujuan dengan pendekatan HSE (Health Safety and Environment)

BAB III METODE PENELITIAN. Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

BAB III LANDASAN TEORI

TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK

ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB

BAB III ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP)

EVALUASI POWER PLANT UNTUK PEMASTIAN KEHANDALAN SISTEM OPERASIONAL LOKATOR DI KAMAL BANDARA SOEKARNO HATTA TANGERANG

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

INSTALASI CAHAYA. HASBULLAH, S.Pd. MT TEKNIK ELEKTRO FPTK UPI

Percobaan 6 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)

BAB II LANDASAN TEORI GROUND FAULT DETECTOR

UPS PLTU Labuhan Angin 2x115 MW

TUGAS AKHIR ANALISA SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK PADA PT. TELKOMSEL BSD-TANGERANG

RANCANGAN BUS BAR PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB) LISTRIK BANGUNAN IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kci-prfn.

makalah tentang kubikel 20 kv

BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA

Transkripsi:

29 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Sistem Distribusi Elektrikal Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik.sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah: 1. pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (konsumen) 2. merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban dilayani langsung melalui jaringan distribusi. Gambar 4.1 Pendistribusian Tegangan Dari Pembangkit sampai ke konsumen.

30 Yang dimaksud dengan sistem distribusi elektrikal disini adalah suatu sistem yang didesain dan dibangun untuk memasok daya listrik bagi sekelompok beban, dan hal tersebut merupakan suatu sistem yang cukup kompleks,dimulai dari instalasi sumber / source sampai instalasi beban/load). Sesuai dengan batasan, sistem distribusi elektrikal yang dibahas adalah instalasi listrik dalam gedung,dengan pasokan tegangan menegah dari sumber PLN dengan sumber tengan genset. Gambar 4.2 Diagram Skematik Elektrikal

31 4.2 Instalasi Panel Tegangan Menengah 20 KV ( TM ) Supply Daya Tegangan Menengah pada gedung Apartement MENTENG PARK JAKARTA disupply dari Gardu Induk (GI) Konsument PLN yang berada di Lt. Ground Tower 2. Dari Gardu Induk ( GI ) ke Incoming Main Panel Tegangan Menengah yang berada di Lt. Basement 1 ( Tower 2 ) menggunakan penghubung Kabel TM 20 kv jenis XLPE type N2XSEBY 3 x 1C x 240 mm2 sedangkan dari Main Panel tegangan Menengah 20 KV ( MVDP ) ke Sub Panel Tegangan Menengah 20Kv pada Tower 3 menggunakan penghubung kabel N2XSY 3 x 1C x 120 mm2 dan untuk Trafo 2500 KVA Tower 3 Ke Sub Tegangan Menengah 3 menggunakan penghubung kabel N2XSY 3 x 1C x 120 mm2. Gambar 4.3 Panel Tegangan Menengah 20 KV ( TM ) 4.3 Panel Tegangan Menengah 20 KV ( MVDP ) Instalasi tegangan menengah (20 kv) menggunakan penghantar N2XSEFGBY ( 3 x 300 ) mm2 yang merupakan jaringan (kabel) penyalur tegangan menengah dari gardu distribusi PLN ke kubikel incoming MVDP (Main Voltage Distribudi Panel). MVDP (Main Voltage Distribusi Panel) yang di gunakan di sini pabrikan dari Schneider. dari 4 unit kubikel outgoing MVDP masing-masing ke sisi primer transformer, yang meliputi :

32 a. Kubikel outgoing 1 ke sisi primer transformer 1 (2500 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. b. Kubikel outgoing 2 ke sisi primer transformer 2 (2500 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. c. Kubikel outgoing 3 ke sisi primer transformer 3 (2000 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. d. Kubikel outgoing 4 ke sisi primer transformer 4 (2000 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. Untuk jalur instalasi pengkabelan dari masing-masing kubikel outgoing MVDP ke transformer mengunakan rak kabel / kabel lader, yang di pasang di bawah plat lantai sisi atas panel agar instalasi pengkabelan aman dan terlihat rapi. Gambar 4.4 Pemasangan Kabel Ladder

33 4.4 Transfomer Sesuai kebutuhan dari gedung Apartement MENTENG PARK JAKARTA, Menggunkan Transformator yang berfungsi untuk merubah / Menurunkan tegangan dari tegangan menengah (20 kv) menjadi tegangan rendah (220/380 volt) karena menyesuaikan kebutuhan peralatan yang ada di dalam gedung tersebut. Di unit transformer tersebut dilengkapi pula dengan pengaman DGPT yaitu sensor pengaman bila terjadi Suhu berlebihan pada Transformator, gas yang berlebihan dan tekanan oli yang berlebihan. Sensor ini terintegrasi dengan Cubicle TM. Transformer yang dipergunakan adalah Product PT. Trafoindo Prima Perkasa dengan Type Oil Immersed/Full Hermattically Sealed High Volatage 20 kv Low Voltage 400 V. Insulation Class HV/LV adalah 24kV/1kV, Applied Test Voltage HV/LV adalah 50 kv Vector Group Dyn 5 dan Proteksi DGPT 2 / DMCR Relay. Transformer yang dipergunakan di Gedung MENTENG PARK JAKARTA terdiri dari : a. Trafo 2500 kva sebanyak 1 Unit, untuk melayani Tower 3 Gambar 4.5 Travo Distribusi

34 4.4.1 Pengoperasian Transformer A. Periksalah tahanan isolasi antara kumparan primer dan sekunder dengan titik pertanahan (grounding), dan antara kedua kumparan primer dan sekunder tersebut dengan menggunakan megger. Sebelum dimegger, bersihkanlah bushing dengan lap. Jika hasil megger terlampau rendah, ikutilah langkah-langkah berikut ini: 1. Bersihkanlah bushing dan terminalnya dengan baik. Gunakan cairan pembersih jika perlu. 2. Keringkan bushing dan terminal tersebut dengan angin panas/kering. A. Tap Changer Trafo 1. Dengan menggunakan ohm-meter, periksa kesempurnaan kontak dari masing-masing sadapan (tapping). 2. Periksalah masing-masing posisi sadapan (tapping), yang ditandai dengan angka 1 hingga 5. Masing-masing menunjukkan tingkat tegangan sesuai dengan yang tercantum di name plate trafo. Posisi sadapan harus disesuaikan dengan tegangan kerja yang diinginkan. 3. Untuk merubah posisi sadapan, cara pengoperasian tap changer adalah sebagai berikut: a. Buka kunci tap changer dengan mengendorkan sekrup pengamannya (warna merah). b. Angkat sekrup utama (warna hitam), dan putar ke posisi yang diinginkan.

35 c. Turunkan kembali sekrup utama dan pastikan posisinya telah pas. d. Kunci kembali tap changer dengan mengencangkan sekrup pengamannya (warna merah). Note: Trafo anda mungkin dilengkapi dengan tap changer yang modelnya berbeda. Jika butuh panduan dalam mengoperasikan tap changer, harap hubungi PT. Trafoindo Prima Perkasa. 4. Dalam hal sisi primer yang bertegangan ganda, maka terdapat 2 buah tap changer. Untuk pengaturan tegangan sadapan yang diinginkan, gunakan tap changer dengan 5 posisi tegangan sadapan. Untuk pengaturan tegangan kerja yang diinginkan, gunakan tap changer dengan 2 posisi tegangan kerja. 5. Untuk memastikan bahwa posisi sadapan sudah sesuai (yaitu: adanya rasio yang sesuai antara tegangan primer dan tegangan sekunder), periksalah rasio tersebut dengan jalan memberi tegangan 380V atau 220V pada sisi tegangan tinggi dan ukurlah tegangan pada sisi tegangan rendah. Rasio yang terukur akan membuktikan sesuai tidaknya posisi sadapan tersebut. 6. Bila dua atau lebih trafo akan dipararel, perhatikanlah hal-hal di bawah ini: a. Vector group kedua trafo harus sama b. Rasio tegangan harus sama c. Polaritas dan rotasi harus sama d. Impendasi tegangan harus sama 7. Periksalah kondisi dan setting HH fuse/oil Circuit Breaker/LBS pada sisi tegangan primer, dan periksa kondisi circuit breaker/nfb/mccb/n fuse di sisi tegangan rendah. B. Instalasi Penyambungan Trafo 1. Jika trafo ditempatkan di dalam ruangan, perhatikan hal-hal berikut: a. Hindari trafo dari tetesan/curahan air.

36 b. ediakan ruang dan sarana untuk pemasangan, perbaikan dan pemindahan. c. Sediakan cukup ruang di atas trafo, minimal setinggi trafo tersebut, sehingga memungkinkan mengangkat core-coil keluar trafo untuk keperluan pemeriksaan. d. Harus ada ventilasi yang cukup. Suhu di dalam ruang tersebut dilarang melebihi 40 C. e. Trafo harus diletakkan pada posisi rata. 2. Penyambungan kabel-kabel terminal trafo harus menggunakan sepatu kabel (cable lug) yang sesuai, untuk menghindari timbulnya panas dan kontak tak sempurna dengan terminal-terminal trafo tersebut. Baut dan mur pada sepatu kabel harus dikencangkan dengan sempurna*. Perhatikan wiring diagram dan connection diagram yang tercantum pada name plate. Perhatikan torque pada kekencangan baut: a. Kekencangan baut & mur 10mm dianjurkan 35 Nm b. Kekencangan baut & mur 12mm dianjurkan 55 Nm c. Kekencangan baut & mur 16mm dianjurkan 65 Nm d. Kekencangan baut & mur 20mm dianjurkan 80 Nm 3. Tanki trafo harus dihubungkan ke tanah dengan baik 4. Switching in-rush current (arus) yang terjadi dalam trafo berkisar antara 3 hingga dengan 5 kali arus nominal trafo. Untuk mengurangi switching inrush current ini, hindari penempatan trafo di mana terdapat medan magnet yang besar, misalnya jika di bawah trafo terdapat kabel dengan arus besar. Jika penempatan trafo tidak mungkin dihindari dari medan magnet, 5. letakkan plat stainless steel di antara trafo dan medan magnet demi menyekat medan magnet tersebut.

37 6. Setelah dialirkan tegangan penuh, trafo sebaiknya diawasi selama beberapa jam setelah dibebani. Setelah beberapa hari, periksa suhu dan tinggi oli. 4.4.2 Perawatan / pemeliharaan Traforsmer Agar selalu beroperasi dengan baik, trafo anda sebaiknya selalu dirawat dengan teratur. Harus ada perhatian khusus jika trafo beroperasi dengan beban penuh dan/atau di kondisi-kondisi tertentu yang berbahaya. A. Pemeliharaan Berkala 1 Tahun Harus diadakan perawatan tahunan, yang mencakup: 1. Pemeriksaan bagian luar a. Periksa kondisi tanki trafo, termasuk semua baut, mur, dan bagian yang dilas. Pastikan tidak ada kebocoran. b. Periksa sambungan kabel/konduktor pada terminal-terminal dan pentanahan. c. Periksa keadaan silica gel dalam breather. Sedikitnya ¾ dari silicagel harus masih berwarna biru. Jika kurang dari itu, silica gel harus diganti seluruhnya atau diaktifkan kembali (Lihat Item 6.2). d. Periksa tinggi permukaan oli, pastikan masih berada di atas batas yang ditunjukkan di oil level indicator/gauge. e. Jika dilengkapi dengan nitrogen, periksa tekanan nitrogen tersebut, seharusnya di antara +2 PSI dan +3 PSI.

38 2. Pembersihan a. Bersihkan isolator terminal dengan kain pembersihan yang kering. b. Bersihkan tanki dan radiator trafo. Gunakan angin atau udara bertekanan untuk menghembuskan debu dari radiator. Jika sulit dibersihkan, gunakan cairan pembersih dan keringkan kembali dengan angin. 3. Pemeriksaan Perlengkapan Trafo a. Periksa apakah perlengkapan-perlengkapan trafo masih bekerja dengan baik. b. Jika dilengkapi dengan relay pengaman, periksa kondisi dari contact point. 4.5 Panel Utama Tegangan Rendah ( LVDP ) Panel LVDP-T3 merupakan sistem hubung bagi utama dari sebuah sistem kelistrikan dari tegangan rendah, di mana semua beban bersumber dari panel LVDP-T3 ini. Pada panel LVDP-T3 terdapat circuit breaker yang berfungsi sebagai alat proteksi, measuring unit untuk mengukur berapa beban yang dipakai, lampu indikasi dan ATS (Automatic Transfer Switch). Dimana Dari Trafo 2500KVA ke LVDP/T3 menggunakan penghubung Busbuct AL 4Wire 3phasa 4000A sedangakan dari sisi Incoming PKG menggunakan penghubung Busbuct AL 4Wire 3phasa 4000A. 4.5.1 Pengoperasian Panel LVDP 3 / T3 ( Tower 3 ) 1. INCOMING DARI TRAFO (PLN) Pada panel No.1 (1Q0 & 3Q01), merupakan incoming dari Trafo (PLN) dengan menggunakan ACB (Air Circuit Breaker) 4 pole 4000A 65kA & MCCB

39 (Moulded Case Circuit Breaker) 4 Pole 252-630A 70 ka, yang berfungsi untuk menyuplay daya dari PLN (normal). 2. INCOMING DARI GENERATOR (EMERGENCY) Pada panel No.2 (2Q0 & 3Q02), merupakan incoming dari generator (EMERGENCY) dengan menggunakan ACB (Air Circuit Breaker) 4 pole 4000A 65kA & MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) 4 Pole 252-630A 70 ka, yang berfungsi untuk menyuplay daya apabila PLN padam (Failure). 3. OUTGOING CUBLICLE NO.3 ( PINTU 3 ) Pada pintu.3 merupakan sisi outgoing pada panel LVDP / T3 berfungsi untuk melayani kebutuhan sbb : a. Riser 1 Lt.6 s/d Lt.11 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 800A 50 ka dengan menggunakan Branch Cable AL 4 x 1C x 630 mm2 dengan Branch CU 4 x 1C x 70 mm2. b. Riser 2 Lt.12 s/d Lt.17 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 800A 50 ka dengan menggunakan Branch Cable AL 4 x 1C x 630 mm2 dengan Branch CU 4 x 1C x 70 mm2. c. Riser 3 Lt.18 s/d Lt.22 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 800A 50 ka dengan menggunakan Branch Cable AL 4 x 1C x 630 mm2 dengan Branch CU 4 x 1C x 70 mm2. 4. OUTGOING CUBLICLE NO.4 ( PINTU 4 ) Pada pintu.4 merupakan sisi outgoing pada panel LVDP / T3 berfungsi untuk melayani kebutuhan sbb : a. DP EMG/RF.T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 140-200A 50 ka dengan menggunakan Kabel FRC 4x1Cx120mm2 b. DP-FAN.T3/B1 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 140-200A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x1Cx120mm2 c. DP-EMG.T3/B3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 70-100A 50 ka dengan menggunakan Kabel FRC 4x1Cx35mm2

40 d. Spare MCCB 3Phasa 140-200A 50kA = 2 bh e. Spare MCCB 3Phasa 70-100A 50kA = 1 bh f. DP-LIFT/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 280-400A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 2(4x1Cx150)mm2 g. DP-L5/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 140-200A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x1Cx120mm2 h. DP-DS/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 140-200A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x1Cx120mm2 i. DP-DS/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 140-200A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x1Cx120mm2 j. DP-ATAP/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 112-160A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x70mm2 k. DP-PUMP/T3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 112-160A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x70mm2 5. OUTGOING CUBLICLE NO.5 ( PINTU 5 ) Pada pintu.5 merupakan sisi outgoing pada panel LVDP / T3 berfungsi untuk melayani kebutuhan sbb : a. Spare MCCB 3Phasa 112-160A 50kA = 1 bh b. DP-PARK.T3/B1 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 87-125A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x50mm2 c. DP-PARK.T3/P3 dengan menggunakan MCCB 3Phasa 87-125A 50 ka dengan menggunakan Kabel NYY 4x50mm2 d. Spare MCCB 3Phasa 87-125A 50kA = 2 bh e. Spare MCCB 3Phasa 56-80A 50kA = 3 bh f. Spare MCCB 3Phasa 44-63A 50kA = 1 bh

41 Gambar 4.6 Instalasi Busduct Alumunium 4.6 Panel Distribusi (DP) dan Lighting Panel (LP) Panel Distribusi yang terpasang pada APARTEMENT MENTENG PARK JAKARTA, dibagi menjadi 2 bagian yang meliputi : 4.6.1 Petunjuk Pengoperasian Distribusi Panel ( DP ) Panel DP berfungsi sebagai panel distribusi untuk supply power Equipment dan Power Panel Penerangan. Secara teknis cara pengoperasian panel DP adalah sebagai berikut : a. Pastikan Supply Power dari induk LVDP ke DP yang dimaksud pada posisi ON. b. Posisikan Incoming Breaker DP yang akan dioperasionalkan pada posisi OFF. Indikasi power sudah tersupply ke DP dapat dilihat pada Indicator Lamp di masing-masing DP. c. Jika Power sudah stand by di masing-masing DP maka Incoming pada posisi ON dan Outgoing masing-masing breaker di DP siap untuk difungsikan/ ON.

42 Panel Distribusi daya untuk Supply Daya Panel untuk Equipment dan Power Penerangan yang meliputi : a. DP FAN T3/B2 panel untuk suplay daya power Exhaust Fan Lt. Basement 1 s/d 3 dan Panel AC Lt. basement 1. b. DP EMG T3/B1 Panel untuk suplay daya power untuk Fan dan Panel Stair ( Tangga Darurat ) c. DP EMG T3/RF Panel untuk Suplay power panel Smoke Fan, AC dan Lift Servce. d. DP PUMP T3/B3 Panel untuk Suplay power pompa Sumpit dan Sewage PIT. e. DP PARK T3/B1 & P3 Panel untuk suplay power panel penerangan area parkir Lt. Basement 1 s/d Lt. P7. f. D DS /T3 Panel untuk suplay panel retail dan special ligting area Lt. GF g. D L5 /T3 Panel untuk suplay panel kolam renang dan special lighting Lt.5 h. D LIFT/T3 Panel untuk suplay lift Presenger i. DP ATAP /T3 Panel untuk Suplay Panel penerangan, Gondola dan Special Lighting Lt. Atap 4.6.2 Petunjuk Pengoperasian Lighting Panel ( LP ) Panel LP berfusing sebagai panel Penerangan Area parkir dan Special Lighting Area Lt. GF, Site Plant, Lt. 5 dan Lt. Atap yang mana melayanin penerangan dan Stop kontak. 1. Pastikan Supply Power dari Outgoing Dp ke Panel LP yang dimaksud pada posisi ON. 2. Posisikan Incoming Breaker Panel LP yang akan dioperasionalkan pada posisi OFF. Indikasi power sudah tersupply ke Panel LP dapat dilihat pada Indicator Lamp di masing-masing LP. 3. Jika Power sudah stand by di masing-masing Panel LP maka Incoming Breaker di Posisi ON dan Outgoing masing-masing MCB siap untuk difungsikan/ ON.

43 4. Pada panel LP yang sebagian area melayanin power untuk lampu penerangan area Drive Way dan Area Site Plat dengan mengunakan pengaturan TIMER, cara pengoperasiannya Posisikan MCB pada posisi ON dan setting TIMER sesuai dengan waktu yang di tentukan dan secara AUTO dan Manual Gambar 4.7 Panel type Outdoor (Panel Taman) 4.7 Instalasi Penerangan dan Stop Kontak Instalasi Penerangan & Stop kontak Pada Apartement MENTENG PARK JAKARTA di bagi menjadi : 1. Instalasi penerangan dan stop kontak arean koridor Tower 2 lt.6-32 (typical) menggunakan power langsung dari MCB 1P Melalui TIMER pada masing-masing panel Lantai tersebut untuk instalasi penerangan menggunakan MCB 1P 10A 6kA dan untuk instalasi stop kontak menggunakan MCB 1P 16A 6kA. Sedangkan untuk power instalasi penerangan area balkon menggunakan MCB 1P 10A 6kA lengkap dengan TIMER 24 Hour. Dengan menggunakan kebel instalasi NYA 3x1,5x2,5mm2 di dalam pipa counduit 20mm2 dengan warna kabel Hitam ( Phasa ), Biru ( Netral ) dan Kuning belang ( Grounding ), Merah ( power EMG ). 2. Instalasi Penerangan dan stop area parkir podium mengunakan pemutus TIMER 24 Hour pada area drive way sebagai pemutus aliran listrik pada instalasi

44 penerangan. Dengan menggunakan MCB 1P 10A 6kA pada instalasi penerangan dan MCB 1P 10A 6kA pada instalasi stop kontak dan untuk Emergency Batt pada lampu menggunakan MCB 1P 10A 6kA grouping tersendiri. Dengan menggunakan kebel instalasi NYA 3x1,5x2,5mm2 di dalam pipa counduit 20mm2 dengan warna kabel Hitam ( Phasa ), Biru ( Netral ) dan Kuning belang ( Grounding ), Merah ( power EMG ). 3. Instalasi Penerangan area site plant/external menggunakan power langsung dari MCB 1P 10A 10kA lengkap dengan TIMER 24 Hour. Untuk instalasi penerangan menggunakana kabel NYFGBY 4x2,5mm2, dan untuk instalasi lampu special lighting menggunanakan kebel NYFGBY 3x2,5mm2 Instalasi penerangan special ligting lt. atap ( crown ) menggunakan power langsung ke MCB 10A 10kA lengkap dengan TIMER 24 Hour. Instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5mm2 di dalam pipa counduit 20mm2. 4.8 Instalasi Penangkal Petir dan Petanahan ( Grounding ) Penangkal petir adalah perangkat yang di gunakan untuk menyalurkan listrik dari petir ke tanah. 4.8.1 Lingkup Pekerjaan Penyalur Petir Instalasi Penangkal petir pada Apartement MENTENG PARK JAKARTA terpasang 1 titik penangkal petir pada Tower 3 yang mana pada masing masing tower di lengkapi dengan system penangkal petir dengan dengan menggunakan kabel Coaxial 2 x 35mm2 yang mana instalasi risernya melalui shaft elektrikal dan tiang penyangga dengan ketinggian 12 Meter dan menpunyai jangkauan radius 100M yang di lengkapi dengan :

45 1. Obtruction Light ( OBS ) yang berfungsi sebagai cahaya untuk menandakan adanya objek yang membahayakan pada penerbangan. Pengaturan ON/Off melalui Photo Elektric Shell. 2. Kabel Coaxial 2x35 mm2 berfungsi sebagai konduktor/ penghubung ke tanah (grounding) 3. Fasher Counter Strike berfungsi sebagai alat penghitung sambaran petir. 4. Busbar berfungsi sebagai konduktor/ penghubung antara kabel dengan copper rod 5. Copper Rod 25mm2 berfungsi sebagai penetral / pelepas muatan listrik ke tanah. Gambar 4.8 Tiang Penangkal Petir 4.8.2 Lingkup Pekerjaan Petanahan ( Grounding ) Petanahan ( Grounding ) pada gedung Apartement MENTENG PARK JAKARTA. Menggunakan system riser pada shaft elektrikal dan di beri Busbar pada masing-masing prelima lantai untuk kearah panel lantainya. Fungsi petanahan ( Grounding) yaitu untuk meniadakan beda potensial sehingga bila ada kebocoran

46 tegangan atau arus bocor maka ke bocoran tersebut akan di buang ke bumi (tanah). Kebocoran yang dimaksut adalah adanya arus / tegangan yang pada keadaan normal bagian tersebut tidak bertegangan hal ini untuk memberikan perlindungan kepada pekerja listrik selain untuk mengamankan peralatan listrik. Grounding mempuyai 4 fungsi yaitu : 1. Pelindungan dari tegangan tinggi 2. Penstabil Tegangan 3. Mengatasi arus Yang lebih 4. Pengaman Peralatan Lingkup Pekerjaan Petanahan (Grounding) pada gedung Apartement MENTENG PARK JAKARTA Tower 3 Meliputi : 1. Grounding Box MVDP 2. Grounding Box Riser MC ( Unit ) 3. Grounding Box Netral Trafo 4. Grounding Box LVDP