PERBEDAAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ULASAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN JURISPRUDENTIAL INQUIRY DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTsN 5 SOLOK SELATAN Dia Fitri 1, Dina Ramadhanti 2, Yulia Pebriani 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat dia.fitri5@gmail.com ABSTRACT This research is based on the following background. This research type is quantitative research by using experiment method. The design of this study is a 2x2 factorial group. The data in this research is the score of performance test of writing skill writing skill after studying with GI model and after studying with JI student learning model of class VIII MTsN 5 Solok Selatan.The results of this research are (a) the skill of writing the text of the students of grade VIII class experiment I which has the average of 83 (B), and the skill of writing the text of the grade VIII experimental class II is 79 B), (b) the result of the high motivation review writing skill of the study, 85 (B), writing the text of high motivation study reviews in the experimental class II that is, 81 (B); (c) the result of the writing skill of the motivated student review low in the experimental class I, 80 (B), the result of writing a low student motivation review text in the experimental class II is 78 (B). (D) there is no interaction between the learning model and the students' learning motivation for the writing of review text between students taught using GI learning model with JI because Fh <Ft (0,10 <4,00). Keywords: Writing, Review Text, Group Investigation, Jurisprudential Inquiry PENDAHULUAN Implementasi Kurikulum 2013 membuat pembelajaran bahasa Indonesia mengalami pembaharuan. Salah satu paradigma baru pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 adalah pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Salah satu teks yang dipelajari oleh siswa SMP/MTs kelas VIII adalah teks ulasan. Teks ulasan adalah sebuah teks yang dihasilkan dari sebuah analisis terhadap berbagai hal. Analisis itu bisa berbentuk buku, novel, berita, laporan, atau dongeng. Teks tersebut memberikan tanggapan atau analisis yang berhubungan dengan latar, waktu, tempat, serta karakter yang ada di dalam teks tersebut. Pada dasarnya teks ulasan adalah tinjauan atau ringkasan buku atau yang lain untuk koran atau penerbitan. Teks ulasan (review) atau laporan buku merupakan suatu teks yang
memiliki tujuan sosial untuk menilai daya tarik dari suatu karya. Dalam pembelajaran teks ulasan di SMP/MTs kelas VIII, siswa menilai berbagai jenis karya sastra, baik karya sastra dalam bentuk prosa, puisi, maupun drama. Hasil penilaian terhadap suatu karya sastra tersebut dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk memahami teks ulasan, siswa harus mengetahui struktur teks ulasan serta unsur-unsur kebahasaan yang mendukung teks tersebut. Menulis teks ulasan merupakan salah satu kompetensi dasar (KD) yang terdapat di kelas VIII pada Kurikulum 2013. Materi menulis teks ulasan ini tertera pada KI 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori, dengan KD 4.2 menyusun teks cerita moral/fabel, ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Materi teks ulasan adalah materi baru, yang ada pada Kurikulum 2013. Teks ulasan merupakan teks yang cukup sulit dibandingkan dengan materi yang lainnya karena menuntut siswa untuk dapat menilai karya orang lain. Hasil observasi terhadap salah seorang guru bahasa Indonesia MTsN 5 Solok Selatan bernama Martawizela, S.Pd. dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran menulis yang dilakukan guru bahasa Indonesia kelas VIII di MTsN 5 Solok Selatan dalam pembelajaran kurang efektif. Model pembelajaran yang diterapkan guru dalam pembelajaran menulis siswa kelas VIII 5 MTsN 5 Solok Selatan menggunakan model pembelajaran konvesional. Model pembelajaran konvesional yang dimaksud adalah model pembelajaran presentasi atau ceramah dan penugasan melalui pengerjaan soal-soal yang terdapat dalam LKS. Hasil wawancara dengan salah seorang guru bahasa Indonesia di kelas VIII 5 MTsN 5 Solok Selatan bernama Martawizela, S.Pd. Wawancara tersebut di lakukan secara non formal pada tanggal 05 Januari 2017. Pertama, fenomena pada saat pembelajaran menulis berlangsung siswa kurang aktif. Kedua, siswa bosan dan tidak tertarik untuk belajar. Ketiga, kesulitan yang ditemui siswa adalah menuangkan ide cerita dari bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. Keempat, rendahnya keterampilan menulis siswa juga dapat diperkirakan banyak faktor yang
mempengaruhinya, seperti rendahnya minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis. Kelima, faktor yang menyebabkan rendahnya keterampilan menulis dilihat dari pihak guru dapat diidentifikasi melalui kurang optimalnya proses belajar menulis yang diajarkan. Setelah diadakan wawancara lebih lanjut dengan beberapa siswa, dapat diketahui permasalahan siswa tersebut dalam pembelajaran menulis sebagai berikut. Pertama, rendahnya motivasi belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar menulis siswa dikarenakan model pembelajaran yang diterapkan guru dalam keterampilan menulis kurang menarik perhatian siswa. Kedua, siswa merasa bosan atau jenuh dalam belajar. Ketiga, siswa kurang memahami unsur-unsur dalam menulis dan kurang memahami tujuan dari pembelajaran menulis. Keempat, siswa menyatakan bahwa pelajaran menulis sangat rumit, sulit, dan kurang menarik, hal ini menyebabkan kebanyakan siswa tidak mau bertanya kepada guru meskipun tidak memahami materi menulis tersebut. Untuk menghadapi persoalan tersebut, maka perlu diterapkan sebuah model pembelajaran yang mampu menarik minat dan memotivasi agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis, yaitu melalui penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran group investigation dengan model pembelajaran jurisprudential inquiry. Menurut Suprijono (2010:93) pembelajaran dengan model group investigation dimulai dengan pembagian kelompok. Selanjutnya, guru beserta peserta memilih topik-topik tertentu dengan permasalahan-permasalahan yang dapat dikembangkan dari topik-topik itu. Sesudah topik beserta permasalahannya disepakati, peserta didik beserta guru menentukan metode penelitian yang dikembangkan untuk memecahkan masalah. Sejalan dengan itu menurut Sani (2014:128) model pembelajaran jurisprudential inquiry didasarkan pada konsepsi masyarakat yang bebas memiliki pandangan, prioritas, dan nilai-nilai sosial yang berbeda satu sama lain. Isu-isu kontroversial dalam konteks tatanan sosial yang produktif dapat dikaji, misalnya: masalah ras dan konflik etnis, konflik keagamaan dan ideologis, permasalahan keamanan individu, ekonomi, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan sebagainya. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini penting untuk mengetahui bagaimana perbedaan hasil belajar menulis
teks ulasan menggunakan model pembelajaran group investigation dengan jurisprudential inquiry siswa kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain factorial 2x2. Menurut Sugiyono (2012:113) desain faktorial yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Eksperimen tersebut direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam pengujian hipotesisi penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan ajaran 2016/2017. Jumlah siswa 134 orang tersebar pada 4 kelas. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simpel random sampling. yaitu teknik penentuan sampel secara undian berdasarkan normalitas dan homogenitas. Sampel dalam penelitian ini kelas VIII.1 (kelas eksperimen I) dan kelas VIII.3 (kelas eksperimen II) Variabel dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut. Pertama, variabel bebas, variabel terikat dan variabel moderator. Skor dari hasil tes kemampuan menulis teks ulasan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Pertama,angket digunakan sebagai alat mengukur motivasi belajar siswa. Kedua,tes unjuk kerja yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks ulasan. Pengumpulan data angket dilakukan dengan beberapa tahap yaitu angket dan tes unjuk kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji-t disimpulkan bahwa terdapat kesimpulan bahwa model pembelajaran group investigation (dengan nilai menulis teks ulasan rata-rata 83) dan model pembelajaran Jurisprudential Inquiry (dengan nilai menulis teks ulasan rata-rata 79) dapat disimpulkan bahwa kedua model tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks ulasan karena dari rata-rata kelas siswa yang meskipun berbeda tetapi samasama melebihi KKM, yaitu 75. tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap keterampilan menulis teks ulasan antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran GI dengan JI karena F h < F t (0,10 < 4,00). 1. Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas Eksperimen I Pada bagian analisis data akan diuraikan tentang keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I. Nilai yang
Frekuensi diperoleh untuk keterampilan menulis teks, yaitu siswa yang memperoleh nilai 59 sebanyak 1 siswa (6%). Siswa yang memperoleh nilai 67 sebanyak 1 siswa (6%). Siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 1 siswa (6%). Siswa yang memperoleh 74 sebanyak 3 siswa (18%). Siswa yang memperoleh 78 sebanyak 1 siswa (6%). Siswa yang memperoleh nilai 81 sebanyak 3 siswa (18%). Siswa yang memperoleh nilai 85 sebanyak 2 siswa (13%). Siswa yang memperoleh nilai 89 sebanyak 1 siswa (6%). Siswa yang memperoleh nilai 93 sebanyak 2 siswa (13%). Siswa yang memperoleh nilai 96 sebanyak 1 siswa (6%). Jumlah nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I, yaitu 2640. Selanjutnya dihitung nilai rata-rata siswa dengan rumus berikut ini. FX M N = = 83 Dari data di atas, diperoleh rata-rata hitung (M), yaitu 83. Berdasarkan rata-rata hitung tersebut disimpulkan bahwa tingkat keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperiemen I berada pada rentang 76%-85% dengan kualifikasi baik (B). Untuk lebih jelasnya pengelompokan penguasaan keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I dapat dilihat pada tabel 19 di bawah ini. frekuensi tertinggi terdapat pada kelas interval 76-85% dengan kategori baik yang berjumlah 13 siswa (40%). Frekuensi terendah terdapat pada kelas interval 56-65% dengan kategori cukup yang berjumlah 1 siswa (3%). Distribusi frekuensi hasil keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I dapat dilihat pada histogram 1 di bawah ini Histogram 1 31 28 25 22 19 16 13 10 7 4 1 Kualifikasi Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas Eksperimen 2. Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas Eksperimen II Pada bagian analisis data akan diuraikan tentang keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen II. Nilai yang diperoleh untuk keterampilan menulis teks, yaitu siswa yang memperoleh nilai 63
sebanyak 2 siswa (6,25%). Siswa yang memperoleh nilai 67 sebanyak 4 siswa (12,50%). Siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 2 siswa (6,25%). Siswa yang memperoleh 74 sebanyak 3 siswa (9,38%). Siswa yang memperoleh 78 sebanyak 4 siswa (12,50%). Siswa yang memperoleh nilai 81 sebanyak 6 siswa (18,75%). Siswa yang memperoleh nilai 85 sebanyak 4 siswa (12,50%). Siswa yang memperoleh nilai 89 sebanyak 3 siswa (9,38%). Siswa yang memperoleh nilai 93 sebanyak 2 siswa (6,25%).Siswa yang memperoleh nilai 96 sebanyak 2 siswa (6,25%). Jumlah nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen II, yaitu 2539. Selanjutnya dihitung nilai rata-rata siswa dengan rumus berikut ini. FX M N = = 79 Dari data di atas, diperoleh rata-rata hitung (M), yaitu 79. Berdasarkan rata-rata hitung tersebut disimpulkan bahwa tingkat keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperiemen II berada pada rentang 76-85% dengan kualifikasi baik (B). frekuensi tertinggi terdapat pada kelas interval 76-85% dengan kategori baik yang berjumlah 14 siswa (43,75%). Frekuensi terendah terdapat pada kelas interval 56-65% dengan kategori cukup yang berjumlah 2 siswa (6,25%). Distribusi frekuensi hasil keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I dapat dilihat pada histogram 11 di bawah ini. Histogram 2 Keterampilan Menulis Tes Ulasan Siswa Kelas Eksperimen II 28 25 22 19 16 13 10 7 4 1 Frekuensi 31 Kualifikasi 1. Perbedaan Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa yang Diajarkan dengan Menggunakan Model Pembelajaran GI dengan Model Pembelajaran JI Pada dasarnya, model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI merupakan model pembelajaran yang sama-sama menuntut siswa untuk sel;alu berfikir tentang suatu persoalan dan mereka membahas persoalan tersebut dengan mencari sendiri cara pemecahannya. Kedua model pembelajaran ini juga sama-
sama mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna. Dengan model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI ini, siswa akan terlatih untuk selalu menggunakan pengetahuannya sehingga pengalaman belajar siswa akan tertanam untuk jangka waktu yang cukup lama. Sani (2014:138) mengemukakan investigasi berkelompok fokus pada penyelesaian masalah secara berkelompok. Peserta didik memperoleh informasi, menganalisis informasi, memberikan ide, dan secara bersama menyelesaikan masalah aatau menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan oleh suatu kelompok mungkin berbeda kelompok yang lain. Setiap kelompok menyajikan hasil temuannya di depan kelas. Jumlah anggota kelompok biasanya teerdiri dari dua sampai enam peserta didik. Guru mengevaluasi kontribusi setiaap peserta didik dan menilai penyajian kelompok. Penggunaan model pembelajaran menulis teks ulasan dapat meuntut siswa untuk seelalu berpikir kritis tentang suatu kesalahan dalam tulisan. Oleh karena itu, model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI sangat dibutuhkan karena dengan kedua model pembelajaran tersebut, siswa dilatih untuk memecahkan kesalahankesalahan yang terdapat dalam sebuah tulisan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI sama-sama memiliki keefektifan dalam pembelajaran menulis teks ulasan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan, diketahui bahwa model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI efektif dalam pembelajaran menulis teks ulasan. Berdasarkan hasil analisis deskritif diketahui bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis teks ulasan pada siswa kelas eksperimen I yang diajarkan dengan model pembelajaran GI berbeda daripada siswa kelas eksperimen II yang diajarkan dengan model pembelajaran JI, yaitu 83 kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II, yaitu 79. Rata-rata siswa kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II telah berada diatas KKM (standar KKM yang ditetapkan sekolah untuk mata peajaran bahasa Indonesia kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan adalah 75). Dari analisis data yang dilakukan terhadap sampel penelitian kelas eksperimen I yang berjumlah 32 orang siswa, dapat diketahui bahwa 75% siswa nilainya berada di atas KKM, sedangkan 25% siswa lainnya masih berada di bawah KKM. Pada kelas eksperimen II, 63% siswa nilainya berada
diatas KKM, sedangkan 37 % siswa lainnya masih belum tuntas atau beum memenuhi standar dari KKM. Dapat dikatakan bahwa kemampuan kedua kelas sampel penelitian tidak sama dengan selisih tingkat ketuntasan yang jauh berbeda. Adapun nilai rata-rata kelas eksperimen I, yaitu 82 dan nilai rataratakelas eksperimen II, yaitu 79. Bedasarkan hasil pengujian hipotesis pertama, diperoleh t hitung sebesar 4,29 dengan harga yang lebih besar dari t tabel (4,29>1,671). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan menulis teks ulasan antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran GI dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran JI. Siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran GI memiliki rata-rata nilai berbeda dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran JI, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran GI lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis teks ulasan daripada model pembelajaran JI. Pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan, informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan struktur teks ulasan dan kebahasaan teks ulasan, mudah dipahami dan dicerna oleh siswa kelas eksperimen I dan eksperimen II karena adanya keberagaman kemampuan berpikir dan kerja sama antarsiswa. Selain itu, pembelajaran dengan model pembelajaran GI dan JI tidak hanya membuat siswa mendengarkan atau melihat saja, tetapi juga membuat siswa mendiskusikan, mengerjakan dan mengajarkan apa yang diketahui kepada siswa-siswa lainnya. Keunggulan lainnya dari model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI terletak pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran menulis teks ulasan dengan menggunakan model pembelajaran GI, siswa dilibatkan dalam menyelidiki topik yang akan dipelajari. Dalam model ini, kedudukan guru adalah sebagai fasilitator yang mengarahkan proses yang terjadi dalam kelompok. Guru juga berfungsi sebagai pembimbing akademik. Sedangkan pada pembelajaran dengan model JI, guru dituntut untuk aktif memberikan arahan dan pernyataan untuk menggali pengetahuan siswa terkait pembelajaran menulis teks ulasan dari awal hingga akhir pembelajaran. Tugas utama guru dalam pembelajaran dengan model JI adalah memonitor bagaimana siswa memproses informasi dan kemudian mengajukan pernyataan-pernyataan yang relevan. Pembelajaran dengan model JI membuat siswa tergantung kepada kemampuan berpikir kritisnya karena dalam pembelajaran ini, siswa dituntut aktif. Selain
itu, pada pembelajaran ini siswa dapat mencari informasi dari beberapa sumber, adanya pembagian tugas dan berani menyampaikan ide-ide, serta adanya rasa tanggung jawab menyelesaika tugas kelompok. Model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI sama-sama merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada keaktifan siswa dalam proses pembelajarannya, akan tetapi model tersebt juga mempunyai karateristik yang berbeda. Model pembelajaran GI memerlukan interaksi siswa dengan anggota kelompoknya untu kenemukan kesalahan-kesalahan dalam menulis. sedangkan model pembelajaran lebih menekankan kemandirian siswa untuk melaksanakan tugas yang dibebankan, di mana setiap anggota membutuhkan informasi yang ditimbulkan dari kesadaran diri sendiri untuk memperoleh informasi atau pengetahuan sehingga kemampuan belajar yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran lebih luas dan mampu memberikan tanggapan luas. Pada pembelajaran menulis teks ulasan dengan memggunakan model JI, kegiatan siswa tidak hanya sebatas menerima informasi dari guru, tetapi siswa juga ikut memproses informasi tersebut secara efektif sehingga siswa dapat belajar secara aktif. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tindakan siswa yang mempertanyakan informasi-informasi mengenai penggunaan diksi yang telah dijelaskan oleh guru. Kemudian, guru memberikan kesempatan kepada siswa lainnya untuk mejawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa secara bersama-sama, guru dan siswa menyimpulkan pendapat akhir tentang persoalan yang dibahas. Dalam pembelajaran ini, siswa dituntut mencari sesuatu sehingga dalam pembelajaran menuis teks ulasan seluruh potensi siswa akan terlibat secara optimal. Dalam proses pembelajarannya, siswa memperlihatkan beberapa hal : a) tingginya rasa ingin berbagi pada siswa yang berkemampuan tinggi sehingga siswa yang berkemampuan rendah menjadi percaya diri; b) tingginya rasa tanggung jawab dan kemadirian siswa dalam mencari sumber informasi; dan c) pada saat dilakukan tanya jawab atau diskusi kelas, siswa yang pintar memancing temannya untuk aktif. 2. Perbedaan Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi yang Diajarkan dengan Menggunakan Model Pembelajaran GI dan Model Pembelajaran JI Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukan bahwa keterampilan menulis teks ulasan siswa memiliki motivasi tinggi yang diajarkan dengan model pembelajaran GI berbeda dengan siswa yang memiliki motivasi
belajar tinggi yang diajarkan dengan model pembelajaran JI. Perbedaan keterampilan menulis teks ulasan pada siswa kelas eksperimen I dan eksperimen II yang memiliki motivasi belajar tinggi ini juga ditunjukan oleh nili rata-rata keterampilan menulis teks ulasan siswa. Rata-rata nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I yang memiliki motivasi belajar tinggi adalah 85, sedangkan rata-rata nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen II yang memiiki motivai belajar tinggi 81. Motivasi belajar yang tinggi pada siswa ditandai dengan adanya sikap antusias siswa dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran. Pertanya-pertanyaan yang diajukan dapat merangsang iswa untuk berpikir mencari jawababn yang akan mebentuk konsep baru dalam diri siswa sehingga akan menarik perhatian siswa yang mempeajari pengetahuan yang lebih lagi. Oleh karena itu, siswa yang memilki motivasi beajar tinggi membutuhkan sebuah metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa selalu berpikir kritis dan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya. Wena (2009:33) menyebutkan bahwa motivasi belajar dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku siswa yang menyangkut minat, ketajaman perhatian, konsentrasi dan ketekunan dalam kegiatan belajar. Di samping itu, motivasi belajar dapat dilihat dari indikator-indikator seperti keantusiasan dalam belajar, minat atau perhatian pada pembelajaran, ketekunan dalam belajar, selalu berusaha dalam mencoba, dan aktif mengatasi tantangan yang ada dalam pembelajaran. 3. Perbedaan Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah yang Diajarkan dengan Menggunakan Model Pembelajaran GI dan Model Pembelajaran JI Hasil pengujian hipotesis ketiga menunujukan bahwa keterampilan menulis teks ulasan siswa memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan model pembelajaran GI berbeda dari siswa memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan model pembelajaran JI. Hal ini dapat terlihat rata-rata nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah kelas eksperimen I dengan siswa kelas eksperimen II. Rata-rata nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen I yang memiliki motivasi belajar rendah adalah 80, sementara rata-rata nilai keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas eksperimen II yang memiliki motivasi belajar rendah adalah 78.
Uno (2012:27) menyebutkan bahwa motivasi dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi, di antaranya (a) menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, (b) memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, (c) menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar, dan (d) menentukan ketekunan belajar. Baik model pembelajaran GI maupun model pembelajaran JI, keduanya sama-sama mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam membahas atau mengkaji persoalan yang terdapat dalam sebuah tulisan. Dalam pembelajaran menulis teks ulasan yang menggunakan model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI. Kegiatan yang samasama dilakukan siswa adalah menyelidiki struktur dan kebahasaan teks ulasan. Inti dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu mengaplikasikannya dalam menulis yang benar. 4. Interaksi antara Model Pembelajaran GI dan Model Pembelajaran JI dengan Motivasi Belajar dalam Mempengaruhi Keterampilan Menulis Teks ulasan. Struktur interaksi terjadi manakala efek faktor yang satu tergantung pada faktor lain dalam mempengaruhi sesuatu (Irianto, 2004:255). Hal ini berarti masing-masing faktor antara model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI dengan motivasi belajar tidak saling tergantung satu sama lainnya dalam mempengaruhi keterampilan menulis teks ulasan. Proses interaksi antara variabel-variabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan uji annava terhadap hipotesis keempat dapat diketahui bahwa tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI dengan motivasi belajar terhadap keterampilan menulis teks ulasan. Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa interaksi merupakan efek perlakuan model pembelajaran tertentu terhadap kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tertentu. Motivasi belajar dapat menentukan keberhasilan dalam keterampilan menulis teks ulasan. Banyak faktor lain sebagai penunjang seperti intelegensi, minat, dan lain sebagainya. Selain itu, faktor kesiapan guru dalam menggunakan model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI dalam pembelajaran menulis teks ulasan juga akan berpengaruh dalam keterampilan menulis teks ulasan siswa. Tidak adanya interaksi antara model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI dengan motivasi belajar juga dapat dilihat dari
hasil rata-rata tes keterampilan menulis teks ulasan. Seperti yang terlihat dalam diagram interaksi berikut. B 80 75 70 65 60 55 Gambar 2 Motivasi Belajar Tinggi Motivasi Belajar Rendah Eksperime n I Eksperime n II Interaksi antara Model Pembelajaran GI dengan Model Pembelajaran JI dengan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Teks Ulasan Di lihat dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap keterampilan menulis teks ulasan siswa kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kerterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Artinya, siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dapat diajarkan dengan model B pembelajaran GI dan model pembelajaran JI. Kedua model pembelajaran, baik model pembelajaran GI maupun model pembelajaran JI sama-sama efektif dalam mempengaruhi keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan memiliki motivasi belajar rendah. Selanjutnya, hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus analisis anava dua jalur, diperoleh F AB sebesar 0,10. F t pada taraf α = 0,05 dengan dk untuk pembilang = 1 (db AB) dan dk untuk penyebut = 60 (n-ab) adalah 4,00. Oleh karena F h < F t (0,10 < 4,00), maka H 0 diterima dan H 1 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi yang siginifikan antara model pembelajaran GI dan model pembelajaran JI dengan motivasi belajar siswa terhadap keterampilan menulis teks ulasan siswa. KESIMPULAN Pertama, keterampilan menulis teks ulasan yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran GI lebih tinggi nilai rata-rata yang di peroleh siswa daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran JI siswa kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan. Kedua, keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan model pembelajaran GI lebih
tinggi nilai rata-rata yang dipeloreh siswa daripada keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi tinggi yang diajar dengan model pembelajaran JI. Ketiga, keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran GI tinggi nilai rata-rata yang diperoleh siswa daripada keterampilan menulis teks ulasan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran JI. Keempat, tidak adanya interaksi antara model pembelajaran GI dengan motivasi belajar dalam mempengaruhi keterampilan menulis teks ulasan. temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi maupun motivasi belajar rendah, apabila diajar dengan model pembelajaran GI tidak memberikan pengaruh terhadap hasil keterampilan menulis teks ulasan pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II. Walaupun demikian, model pembelajaran GI terlihat lebih efektif diterapkan pada kedua tingkatan motivasi belajar tersebut. Dengan kata lain, model pembelajaran GI tepat diterapkan untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan tepat diterapkan pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang diperoleh dari hasil penelitian maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut. Pertama, disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII MTsN 5 Solok Selatan untuk menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi dalam pembelajaran menulis teks ulasan. Model pembelajaran GI dan JI dapat digunakan guru sebagai alternatif pilihan dalam pembelajaran menulis teks ulasan. Kedua, Kedua, disarankan kepada siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis teks ulasan, yaitu dengan membiasakan diri untuk mempertanyakan hal-hal yang sedang dibahas, dan berusaha menjawab setiap pertanyaanpertanyaan yang muncul baik dari guru maupun dari teman-teman. DAFTAR PUSTAKA Slavin, R.E. 2010. Cooperative Learning, Teori, Riset dan Praktik (Alih Bahasa: Nurulita Yusron). Bandung : Penerbit Nusa Media. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suryabrata, Sumadi. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Press. Thahar, Harris Effendi. 2008. Menulis Kreatif Panduan Bagi Pemula. Padang: UNP Press. Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.