15 BAB 2 DESKRPSI SEWELLS GROUP 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sewells group memiliki suatu rangkaian sejarah yang mengalami perkembangan secara signifikan dari tahun ke tahunnya. Perkembangan yang terjadi oleh Sewells group memiliki aspek terukur pada klien yang telah bekerja sama dari setiap proses pelatihan yang dilakukan. Sewells group didirikan pertama kali oleh Ronald Sewells di Inggris pada tahun 1970-an sebagai suatu lembaga atau unit bisnis dari konsultasi jasa keuangan, lalu mengalami perkembangan pada tahun 1980-an dengan perluasan bisnis dibidang konsultasi jasa keuangan didaerah Afrika Selatan. WesBank pada tahun 1986 yang merupakan salah satu lembaga keuangan utama yang berinvestasi pada Sewells group memiliki keinginan untuk bekerja sama secara independen didalam jasa konsultasi keuangan dan asuransi pada pasar global. Perkembangan tersebut sekitar tahun 1988 mengubah Sewells group berubah unit bisnisnya dari jasa konsultasi keuangan menjadi konsultan didalam hal peningkatan kinerja sumber daya manusia dari industri otomotif. Sekitar tahun 1900 awal, Sewells group wilayah Afrika Selatan dan Inggris menyetujui untuk dapat beroperasi sebagai suatu lembaga independen dan berkembang kearah konsultasi manajemen bisnis, dengan membangun tiga tingkatan dukungan utama mereka, antra lain : manajemen bisnis; konsultasi; pelatihan.
16 Sewells Group melakukan perluasan global bisnis mereka dengan melakukan studi internasional serta membangun hubungan di Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Sekitar tahun 1990 1991, Sewells Group memulainya dengan menawarkan jasa konsultasi keuangan otomotif terlebih dahulu kepada lima dealer di Afrika Selatan hingga membangun 500 kerja sama jasa konsultasi keuangan pada akhir tahun 1990-an. Sekitar tahun 1992 1998, Sewells group semakin diakui dan dikenal sebagai lembaga otoritas untuk pemantauan konsultasi keuangan otomotif di Afrika Selatan dengan lebih dari 700 program kerja sama dengan dealer. Suatu hubungan yang kuat muncul dibeberapa dealer yang bekerja sama tersebut sehingga menimbulkan dampak dari model pembangunan ritel Sewells group sampai sekarang ini. Sewells group pada tahun 1998 memberikan pengembangan model bisnisnya yang berfokus pada pengembangan jaringan bisnis dan sumber daya manusia, sehingga pada saat itu dealer otomotif memperoleh manfaat sangat besar dari pengembangan bisnis bersama Sewells group. Sewells group Afrika Selatan pada tahun 1999 2000 melakukan perluasan bisnis dengan membuka cabang di Selandia baru, lalu dilanjutkan dengan perluasan bisnis dikawasan Australia sekitar tahun 2000 dengan memberikan kontribusi terhadap proyek-proyek klien utama mereka, dan pada saat itu Sewells Group Australia mendapatkan keuntungan maksimal dari momentum konsultasi otomotif. Sewells Group pada tahun 2004 2005 melakukan perluasan bisnisnya dikawasan Asia Tenggara dengan tujuan untuk membangun kehadiran peluang di wilayah tersebut dan sekitar tahun 2006 Sewells Group Thailand didirikan dengan membuka kantor di
17 Bangkok. Proyek-proyek besar telah dilakukan oleh Sewells Group pada tahun 2007 dengan melakukan kesempatan pengembangan layanan terhadap jasa konsultasi otomotif di beberapa negara berkembang termasuk Timur Tengah, Chili, Taiwan, Singapura, dan Meksiko, sehingga pada tahun 2008 Sewells Group terus berkembang dengan pelayanan inti di seluruh Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia dan di seluruh kawasan Asia Pasifik dengan bermitra kepada beberapa klien utama untuk membangun visi dari 'meningkatkan kinerja otomotif dealer. Sewells Group pada tahun 2009 menetapkan kemitraan dengan Idea7 di India untuk melayani salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut, lalu pada tahun 2010, Sewells Group Cina didirikan dengan membuka kantor di Shanghai. Beberapa langkah kemudian Sewells Group telah dikenal diseluruh dunia sehubungan dengan keunggulan mereka dalam lingkungan konsultasi ritel otomotif, dan sekitar tahun 2011 Idea7 dibeli oleh Sewells Group. Sewells Group Indonesia didirikan pada tahun 2012 dengan membuka kantor diwilayah Jakarta dan Tangerang. - ASIA PACIFIC - AFRICA - MIDDLE EAST Gambar 2.1. Wilayah Perluasan Bisnis Sewells Group Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015
18 2.2. Lingkup Bidang Usaha Lingkup bidang usaha yang dilakukan oleh Sewells Group Indoensia adalah dengan melakukan kerja sama kepada perusahaan-perusahaan otomotif dalam membantu meningkatkan kinerja dari proses bisnis mereka. Beberapa hal yang dijadikan suatu pengukuran oleh Sewells Group, antara lain : peningkatan laba dealer, perbaikan operasional dealer bersama dengan pelatihan dan kompetensi pengembangan dealer dan sumber daya manusia. Sewells Group Indonesia juga melakukan pelatihan kepada para teknisi produsen kendaraan bermotor di dealer dan juga bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan pendidikan kejuruan otomotif di Indonesia, serta melakukan proses pembelajaran keprodusen-produsen kendaraan bermotor di beberapa negara serta wilayah perluasan bisnisnya. Sewells Group Indonesia lebih berfokus kepada jasa konsultasi dan outsourcing perusahaan secara global yang yang mengkhususkan diri dalam industri ritel otomotif. Pengukuran keberhasilan proses yang dilakukan oleh Sewells Group Indonesia ini berada pada peningkatan semua kinerja individu dan organisasi yang terlibat dalam ritel otomotif. Gambar 2.2. Daftar Klien Sewells Group Indonesia Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015
19 2.3. Sumber Daya Sewells Group memiliki sumber daya manusia yang handal dengan beberapa penghargaan dan pengalaman didalamnya, sehingga kedudukan tertinggi di Sewells Group juga ditempati oleh orang-orang yang tersebar dari seluruh penjuru dunia sebagai pelatih serta berprofesi sebagai manajemen sumber daya manusia. Penelitian yang dilakukan juga memiliki sumber data serta informasi yang didapatkan melalui Bapak. Suhendra selaku CEO Sewells Group Indonesia yang sarat dengan penghargaan dan pengalaman. Lingkup teknologi yang dimiliki oleh Sewells Group juga memiliki daya saing yang kompeten, dimana aplikasi serta pemanfaatan teknologi juga mengandung unsur-unsur teknologi kelas atas didalam pemanfaatan untuk penyelenggaraan pelatihan yang dilakukan. Gambar. 2.3. Pemegang Jabatan CEO Sewells Group Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015
20 Proses keunggulan yang didapati dalam langkah bisnis perusahaan Sewells Group Indonesia adalah karena Sewells Group Indonesia memiliki beberapa model kinerja berbasis teknologi yang disertai dengan pelatih handal tersertifikasi internasional yang penulis pilih dari keseluruhan model yang ada, antara lain : 1) Gambar 2.4. PDG Performance & development Groups memberikan wadah berupa suatu forum diskusi untuk membahas pengelolaan keuangan, proses bisnis, dan pelatihan kedalam hasil dengan metode mentoring. 2) Gambar 2.5 DBC Dealer business consulting memberikan penawaran konsultasi kepada delaer dengan kurikulum praktis yang sesuai antara keahlian serta kompetensi sumber daya manusia yang spesifik disesuaikan dengan kebutuhan klien.
21 3) Gambar 2.6. MRA MRA Analytical Model memberikan analisa model penggunaan dan perencanaan keuangan dengan panduan strategi penentuan keputusan didalamnya. 4) Gambar 2.7 TNA Training Needs Analysis menidentifikasi kebutuhan pelatihan yang menjadikan arahan kunci praktis dari pelatihan yang berarti serta efektif bagi kerja sama yang dilakukan oleh Sewells Group dengan klien atau mitra kerja samanya.
22 2.4. Tantangan Bisnis Perusahaan Pentingnya suatu pengukuran didalam berbagai aspek pelatihan yang dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan suatu pelatihan melalui suatu filosofi dari Sewells Group Indonesia yang menyatakan bahwa pengukuran adalah komponen penting dari setiap perbaikan atau pengembangan strategi, apakah itu adalah program pelatihan atau latihan konsultasi. Tantangan bisnis bagi Sewells Group Indonesia timbul dengan cara bagaimana kita tahu tingkat keberhasilan pelatihan klien tersebut jika kita tidak mengukur titik awal dan hasil atau bahkan output setelah pelatihan dilaksanakan secara kualitatif ataupun kuantitatif. Oleh karena adanya tantangan bisnis tersebut, maka dilakukan suatu pendekatan oleh Sewells Group Indonesia dengan memiliki persetujuan bersama klien yang didasarkan pada kebijakan yang paling tepat dari keberhasilan dan kemudian melacak hasil melalui setiap proyek pelatihan dengan memeriksa poin penilaian untuk mengevaluasi berbagai tahap proyek pelatihan dari sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan. 2.5 Proses Bisnis Perusahaaan Sewells Group Indonesia menyediakan layanan agen outsourcing untuk klien, yang membahas tantangan dalam mengelola jaringan ritel otomotif, dan juga memastikan keberlanjutan dari penyediaan keahlian tenaga profesional. Layanan outsourcing mengintegrasikan pada strategi, manajemen, dan operasional didalam pelaksanaan berbagai tingkatan dengan dibawah satu institusi yang kemudian menyediakan berbagai produk dan layanan dalam peningkatan kinerja
23 agen sehingga dapat memastikan bahwa fokus yang intens dapat diberikan bagi optimalisasi bisnis dealaer sebagai stabilitas jaringan bisnis mereka. Proses pelaksanaan pelatihan, dealer didorong untuk aktif didalam mengejar keadaan yang stabil sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja serta nilai didalam bisnis mereka oleh Sewells Group Indonesia. Sewells Group Indonesia juga terus meningkatkan dan memperbaiki unsur-unsur pokok dari model pembangunan untuk memastikan bahwa jaringan dari dealer dapat dan sedang dikembangkan sejalan dengan kondisi pasar dan pemikiran pembangunan sebelumnya. Rantai proses bisnis Sewells Group Indonesia, antara lain : 1) Pengembangan kinerja agen berkelanjutan, pertumbuhan dan kompetensinya. 2) Strategi peningkatan nilai merek klien. 3) Meningkatkan kepuasan pelanggan. 4) Peningkatan produktivitas di dealer. 5) Peningkatan profitabilitas di dealer. 6) Pencapaian tujuan strategis klien. Prinsip utama yang terkandung didalam rantai proses bisnis Sewells Group Indonesia adalah: 1) Penerimaan kerja sama dengan dealer dalam hal bertanggung jawab untuk setiap pengembangannya 2) Memastikan semua kegiatan harus memberikan kontribusi untuk integrasi usaha dealer.
24 3) Penggunaan proses dan data kinerja untuk mendorong tindakan perbaikan dan pengambilan keputusan oleh dealer dalam melakukan perbaikan dan pengembangan. 4) Model keterlibatan Sewells membutuhkan kemampuan dalam pasar untuk melakukan pelaksanaan unsur-unsur dari setiap model pengembangan dealer.