BAB 2 DESKRPSI SEWELLS GROUP

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN. PT. Samudera Indonesia adalah sebuah perusahaan nasional yang bergerak di

PRUDENTIAL INDONESIA MENUNJUKKAN KINERJA BISNIS TENGAH TAHUN 2009 YANG TANGGUH

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia yang berkualitas merupakan modal dasar bagi pembangunan

Pernyataan Kemampuan Toll

V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS

Profil. Yayasan Swiss untuk kerjasama Teknis

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Industri global adalah industri di mana posisi-posisi strategis pesaing dalam pasar geografis atau nasional utama pada dasarnya dipengaruhi posisi

Investor Indonesia Sangat Mendukung Dinaikkannya Usia Pensiun Resmi dari 55 Tahun Survei Manulife

Pengembangan keterampilan melalui publicprivate partnership (PPP)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Grafik Kinerja Investasi

Desain Struktur Organisasi: Spesialisasi dan Koordinasi

ASEAN DAN KERJASAMA EKONOMI REGIONAL. [Dewi Triwahyuni]

Membangun bank super regional

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dapat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. industri tercepat dan terbesar yang menggerakkan perekonomian. Menurut World

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Deskripsi PT Proxsis Manajemen Internasional

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. konsultasi, pelatihan, penilaian independen dan outsourcing untuk perbaikan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. : Gambar 4.1 Logo Prudential Life Assurance

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Multi Finance Tbk ( Adira Finance atau Perusahaan ) yang didirikan sejak tahun

HASIL BISNIS KUARTAL PRUDENTIAL INDONESIA MEMPERTAHANKAN FONDASI KOKOH UNTUK TERUS BERTUMBUH

Fokus Negara IMF. Fokus Negara IMF. Ekonomi Asia yang Dinamis Terus Memimpin Pertumbuhan Global

BAB 1 PENDAHULUAN. Riset pemasaran sangat penting untuk dilakukan sehingga perusahaan

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan

EASTSPRING SYARIAH EQUITY ISLAMIC ASIA PACIFIC USD

BAB I PENDAHULUAN. tetap terbuka pada persaingan domestik. Daya saing daerah mencakup aspek yang

Studi Kasus tentang merancang intervensi tingkat perusahaan untuk mempromosikan produktivitas dan kondisi kerja di UKM Program Kluster Tirisano UNIDO

BAB II SEJARAH PT. INDONESIA STANLEY ELECTRIC

BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. semakin terintegrasi tanpa rintangan dan batas teritorial negara. Hal ini membuat

Isu Prioritas - Standar (SNI)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan

BAB I PENDAHULUAN. perubahan di bidang pemasaran. Produsen yang dulunya berkonsep product

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun.

BAB I PENDAHULUAN. dicapai karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Profil. Yayasan Swiss untuk Kerja Sama Teknis

memberikan kepada peradaban manusia hidup berdampingan dengan

Fokus pada Pelanggan Penerimaan Produk Global

Survey Bisnis Keluarga 2014 Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. (subsidiary) dari PT. Pertamina (Persero). Ada dua sektor yang menjadi target

Proyek TPSA Terus Memberikan Pelatihan Bisnis Internasional untuk Memperkuat Pelayanan Ekspor Pemerintah Indonesia

AGENDA Kegiatan Divisi ASEPSW

MUFG, grup jasa keuangan terbesar di Jepang, akan membuat investasi strategis di Bank Danamon di Indonesia

BAB IV KESIMPULAN. Perkembangan pada konstalasi politik internasional pasca-perang Dingin

BAB 1 PENDAHULUAN. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan juga perkembangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Outline Presentasi. PRB dan API dalam Draft Sasaran Pembangunan Berkelanjutan Pasca 2015 dan HFA II. Proses Penyusunan SDGs. Proses Penyusunan SDGs

Perluas ke Asuransi Mikro, Prudential Luncurkan PRUaman

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

NEWS UPDATE 7 September

TERM OF REFERENCE (TOR) PENUNJUKAN LANGSUNG TENAGA PENDUKUNG PERENCANAAN PENGEMBANGAN PENANAMAN MODAL DI BIDANG AGRIBISNIS TAHUN ANGGARAN 2012

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PARIWISATA

2017, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8)

RENCANA KINERJA TAHUNAN

E-Government di Indonesia dan Dunia

BAB 1 PENDAHULUAN. mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, atau dengan kata lain

Bab 5. Simpulan. membentuk sebuah mesin yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS PELUANG INTERNASIONAL

Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Penjualan Mobil dan Sepeda Motor Indonesia. Sumber : APBI, Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing

Perancangan dan Pengendalian Organisasi Internasional

Kode etik bisnis Direvisi Februari 2017

Pengalaman ICA Cooptrade Project & Potensi Cooptrade 1978 to Rajiv I.D. Mehta Director Development, ICA AP Mantan Technical Officer Cooptrade

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mewujudkan pembangunannya, suatu negara membutuhkan biaya yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Peningkatan mutu pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar

DEKLARASI BANGKOK MENGENAI AKTIVITAS FISIK UNTUK KESEHATAN GLOBAL DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Perkembangan Ekspor Impor Oktober 2017 Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

6 Semua negara di Oceania, kecuali Australia dan Selandia Baru (New Zealand).

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)

Meningkatnya Impor Barang Modal Dukung Industri dan Adanya Peningkatan Ekspor ke Pasar Nontradisional

RESUME BUKU MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS 10/E (O BRIEN/MARAKAS) CHAPTER 14: ENTERPRISE AND GLOBAL MANAGEMENT OF INFORMATION TECHNOLOGY

KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi adalah suatu fenomena yang tidak bisa dielakkan. Globalisasi

Transkripsi:

15 BAB 2 DESKRPSI SEWELLS GROUP 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sewells group memiliki suatu rangkaian sejarah yang mengalami perkembangan secara signifikan dari tahun ke tahunnya. Perkembangan yang terjadi oleh Sewells group memiliki aspek terukur pada klien yang telah bekerja sama dari setiap proses pelatihan yang dilakukan. Sewells group didirikan pertama kali oleh Ronald Sewells di Inggris pada tahun 1970-an sebagai suatu lembaga atau unit bisnis dari konsultasi jasa keuangan, lalu mengalami perkembangan pada tahun 1980-an dengan perluasan bisnis dibidang konsultasi jasa keuangan didaerah Afrika Selatan. WesBank pada tahun 1986 yang merupakan salah satu lembaga keuangan utama yang berinvestasi pada Sewells group memiliki keinginan untuk bekerja sama secara independen didalam jasa konsultasi keuangan dan asuransi pada pasar global. Perkembangan tersebut sekitar tahun 1988 mengubah Sewells group berubah unit bisnisnya dari jasa konsultasi keuangan menjadi konsultan didalam hal peningkatan kinerja sumber daya manusia dari industri otomotif. Sekitar tahun 1900 awal, Sewells group wilayah Afrika Selatan dan Inggris menyetujui untuk dapat beroperasi sebagai suatu lembaga independen dan berkembang kearah konsultasi manajemen bisnis, dengan membangun tiga tingkatan dukungan utama mereka, antra lain : manajemen bisnis; konsultasi; pelatihan.

16 Sewells Group melakukan perluasan global bisnis mereka dengan melakukan studi internasional serta membangun hubungan di Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Sekitar tahun 1990 1991, Sewells Group memulainya dengan menawarkan jasa konsultasi keuangan otomotif terlebih dahulu kepada lima dealer di Afrika Selatan hingga membangun 500 kerja sama jasa konsultasi keuangan pada akhir tahun 1990-an. Sekitar tahun 1992 1998, Sewells group semakin diakui dan dikenal sebagai lembaga otoritas untuk pemantauan konsultasi keuangan otomotif di Afrika Selatan dengan lebih dari 700 program kerja sama dengan dealer. Suatu hubungan yang kuat muncul dibeberapa dealer yang bekerja sama tersebut sehingga menimbulkan dampak dari model pembangunan ritel Sewells group sampai sekarang ini. Sewells group pada tahun 1998 memberikan pengembangan model bisnisnya yang berfokus pada pengembangan jaringan bisnis dan sumber daya manusia, sehingga pada saat itu dealer otomotif memperoleh manfaat sangat besar dari pengembangan bisnis bersama Sewells group. Sewells group Afrika Selatan pada tahun 1999 2000 melakukan perluasan bisnis dengan membuka cabang di Selandia baru, lalu dilanjutkan dengan perluasan bisnis dikawasan Australia sekitar tahun 2000 dengan memberikan kontribusi terhadap proyek-proyek klien utama mereka, dan pada saat itu Sewells Group Australia mendapatkan keuntungan maksimal dari momentum konsultasi otomotif. Sewells Group pada tahun 2004 2005 melakukan perluasan bisnisnya dikawasan Asia Tenggara dengan tujuan untuk membangun kehadiran peluang di wilayah tersebut dan sekitar tahun 2006 Sewells Group Thailand didirikan dengan membuka kantor di

17 Bangkok. Proyek-proyek besar telah dilakukan oleh Sewells Group pada tahun 2007 dengan melakukan kesempatan pengembangan layanan terhadap jasa konsultasi otomotif di beberapa negara berkembang termasuk Timur Tengah, Chili, Taiwan, Singapura, dan Meksiko, sehingga pada tahun 2008 Sewells Group terus berkembang dengan pelayanan inti di seluruh Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia dan di seluruh kawasan Asia Pasifik dengan bermitra kepada beberapa klien utama untuk membangun visi dari 'meningkatkan kinerja otomotif dealer. Sewells Group pada tahun 2009 menetapkan kemitraan dengan Idea7 di India untuk melayani salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut, lalu pada tahun 2010, Sewells Group Cina didirikan dengan membuka kantor di Shanghai. Beberapa langkah kemudian Sewells Group telah dikenal diseluruh dunia sehubungan dengan keunggulan mereka dalam lingkungan konsultasi ritel otomotif, dan sekitar tahun 2011 Idea7 dibeli oleh Sewells Group. Sewells Group Indonesia didirikan pada tahun 2012 dengan membuka kantor diwilayah Jakarta dan Tangerang. - ASIA PACIFIC - AFRICA - MIDDLE EAST Gambar 2.1. Wilayah Perluasan Bisnis Sewells Group Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015

18 2.2. Lingkup Bidang Usaha Lingkup bidang usaha yang dilakukan oleh Sewells Group Indoensia adalah dengan melakukan kerja sama kepada perusahaan-perusahaan otomotif dalam membantu meningkatkan kinerja dari proses bisnis mereka. Beberapa hal yang dijadikan suatu pengukuran oleh Sewells Group, antara lain : peningkatan laba dealer, perbaikan operasional dealer bersama dengan pelatihan dan kompetensi pengembangan dealer dan sumber daya manusia. Sewells Group Indonesia juga melakukan pelatihan kepada para teknisi produsen kendaraan bermotor di dealer dan juga bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan pendidikan kejuruan otomotif di Indonesia, serta melakukan proses pembelajaran keprodusen-produsen kendaraan bermotor di beberapa negara serta wilayah perluasan bisnisnya. Sewells Group Indonesia lebih berfokus kepada jasa konsultasi dan outsourcing perusahaan secara global yang yang mengkhususkan diri dalam industri ritel otomotif. Pengukuran keberhasilan proses yang dilakukan oleh Sewells Group Indonesia ini berada pada peningkatan semua kinerja individu dan organisasi yang terlibat dalam ritel otomotif. Gambar 2.2. Daftar Klien Sewells Group Indonesia Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015

19 2.3. Sumber Daya Sewells Group memiliki sumber daya manusia yang handal dengan beberapa penghargaan dan pengalaman didalamnya, sehingga kedudukan tertinggi di Sewells Group juga ditempati oleh orang-orang yang tersebar dari seluruh penjuru dunia sebagai pelatih serta berprofesi sebagai manajemen sumber daya manusia. Penelitian yang dilakukan juga memiliki sumber data serta informasi yang didapatkan melalui Bapak. Suhendra selaku CEO Sewells Group Indonesia yang sarat dengan penghargaan dan pengalaman. Lingkup teknologi yang dimiliki oleh Sewells Group juga memiliki daya saing yang kompeten, dimana aplikasi serta pemanfaatan teknologi juga mengandung unsur-unsur teknologi kelas atas didalam pemanfaatan untuk penyelenggaraan pelatihan yang dilakukan. Gambar. 2.3. Pemegang Jabatan CEO Sewells Group Sumber : Divisi HRD dan Administrasi Sewells Group Indonesia 2015

20 Proses keunggulan yang didapati dalam langkah bisnis perusahaan Sewells Group Indonesia adalah karena Sewells Group Indonesia memiliki beberapa model kinerja berbasis teknologi yang disertai dengan pelatih handal tersertifikasi internasional yang penulis pilih dari keseluruhan model yang ada, antara lain : 1) Gambar 2.4. PDG Performance & development Groups memberikan wadah berupa suatu forum diskusi untuk membahas pengelolaan keuangan, proses bisnis, dan pelatihan kedalam hasil dengan metode mentoring. 2) Gambar 2.5 DBC Dealer business consulting memberikan penawaran konsultasi kepada delaer dengan kurikulum praktis yang sesuai antara keahlian serta kompetensi sumber daya manusia yang spesifik disesuaikan dengan kebutuhan klien.

21 3) Gambar 2.6. MRA MRA Analytical Model memberikan analisa model penggunaan dan perencanaan keuangan dengan panduan strategi penentuan keputusan didalamnya. 4) Gambar 2.7 TNA Training Needs Analysis menidentifikasi kebutuhan pelatihan yang menjadikan arahan kunci praktis dari pelatihan yang berarti serta efektif bagi kerja sama yang dilakukan oleh Sewells Group dengan klien atau mitra kerja samanya.

22 2.4. Tantangan Bisnis Perusahaan Pentingnya suatu pengukuran didalam berbagai aspek pelatihan yang dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan suatu pelatihan melalui suatu filosofi dari Sewells Group Indonesia yang menyatakan bahwa pengukuran adalah komponen penting dari setiap perbaikan atau pengembangan strategi, apakah itu adalah program pelatihan atau latihan konsultasi. Tantangan bisnis bagi Sewells Group Indonesia timbul dengan cara bagaimana kita tahu tingkat keberhasilan pelatihan klien tersebut jika kita tidak mengukur titik awal dan hasil atau bahkan output setelah pelatihan dilaksanakan secara kualitatif ataupun kuantitatif. Oleh karena adanya tantangan bisnis tersebut, maka dilakukan suatu pendekatan oleh Sewells Group Indonesia dengan memiliki persetujuan bersama klien yang didasarkan pada kebijakan yang paling tepat dari keberhasilan dan kemudian melacak hasil melalui setiap proyek pelatihan dengan memeriksa poin penilaian untuk mengevaluasi berbagai tahap proyek pelatihan dari sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan. 2.5 Proses Bisnis Perusahaaan Sewells Group Indonesia menyediakan layanan agen outsourcing untuk klien, yang membahas tantangan dalam mengelola jaringan ritel otomotif, dan juga memastikan keberlanjutan dari penyediaan keahlian tenaga profesional. Layanan outsourcing mengintegrasikan pada strategi, manajemen, dan operasional didalam pelaksanaan berbagai tingkatan dengan dibawah satu institusi yang kemudian menyediakan berbagai produk dan layanan dalam peningkatan kinerja

23 agen sehingga dapat memastikan bahwa fokus yang intens dapat diberikan bagi optimalisasi bisnis dealaer sebagai stabilitas jaringan bisnis mereka. Proses pelaksanaan pelatihan, dealer didorong untuk aktif didalam mengejar keadaan yang stabil sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja serta nilai didalam bisnis mereka oleh Sewells Group Indonesia. Sewells Group Indonesia juga terus meningkatkan dan memperbaiki unsur-unsur pokok dari model pembangunan untuk memastikan bahwa jaringan dari dealer dapat dan sedang dikembangkan sejalan dengan kondisi pasar dan pemikiran pembangunan sebelumnya. Rantai proses bisnis Sewells Group Indonesia, antara lain : 1) Pengembangan kinerja agen berkelanjutan, pertumbuhan dan kompetensinya. 2) Strategi peningkatan nilai merek klien. 3) Meningkatkan kepuasan pelanggan. 4) Peningkatan produktivitas di dealer. 5) Peningkatan profitabilitas di dealer. 6) Pencapaian tujuan strategis klien. Prinsip utama yang terkandung didalam rantai proses bisnis Sewells Group Indonesia adalah: 1) Penerimaan kerja sama dengan dealer dalam hal bertanggung jawab untuk setiap pengembangannya 2) Memastikan semua kegiatan harus memberikan kontribusi untuk integrasi usaha dealer.

24 3) Penggunaan proses dan data kinerja untuk mendorong tindakan perbaikan dan pengambilan keputusan oleh dealer dalam melakukan perbaikan dan pengembangan. 4) Model keterlibatan Sewells membutuhkan kemampuan dalam pasar untuk melakukan pelaksanaan unsur-unsur dari setiap model pengembangan dealer.