1 PENDAHULUAN Latar Belakang
|
|
|
- Susanto Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dampak globalisasi di bidang ekonomi memungkinkan adanya hubungan saling terkait dan saling memengaruhi antara pasar modal di dunia. Dampak globalisasi di bidang ekonomi diikuti oleh adanya liberalisasi dalam bidang perekonomian yang berarti bahwa dalam pasar global ini setiap investor dapat berinvestasi di manapun yang dia inginkan (Mie dan Agustina 2014). Investasi melalui pasar modal sebagai bentuk investasi bisa langsung dilakukan dimana saja diseluruh dunia termasuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Hasibuan dan Hidayat 2011). Pasar modal di Indonesia menawarkan berbagai macam instrumen keuangan sebagai produk investasi dengan berbagai tingkat resiko dan keuntungan. Instrumen keuangan yang menarik dan sudah umum untuk dijadikan alternatif investasi di pasar modal salah satunya adalah saham. Tingkat keuntungan saham dapat direfleksikan dari fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi determinan penting sebagai indikator return market. Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham (Hidayah 2012). Indeks Harga Saham Gabungan mencatat pergerakan harga saham dari semua sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan menjadi perhatian bagi semua investor di Bursa Efek Indonesia, sebab pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ini akan memengaruhi sikap para investor apakah akan membeli, menahan ataukah menjual sahamnya (Mie dan Agustina 2014). Terkait mengenai pasar modal di Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa pasar modal di Indonesia merupakan pasar yang sedang berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat dari kinerja IHSG, dimana pada akhir triwulan I-2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada posisi 5.518,8 atau mengalami peningkatan sebesar 5,6% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan IV-2014 (OJK 2015). Hal ini menunjukan optimisme investor untuk masuk ke pasar saham domestik. Pada Gambar 1 juga dapat dilihat bahawa kinerja IHSG lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yaitu, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sumber : Otoritas Jasa Keuangan (2015). Gambar 1 Kinerja indeks di beberapa bursa utama triwulan I 2015
2 2 Produk utama dari bursa efek adalah saham. Saham yang diperdagangkan mengalami fluktuasi tergantung transaksi yang dilakukan. Dalam berinvestasi, para investor tentunya akan memperhatikan kondisi pasar modal setempat. Salah satu indikator utama yang mencerminkan kondisi pasar modal apakah sedang mengalami peningkatan (bullish) ataukah sedang mengalami penurunan (bearish) adalah Indeks Harga Saham Gabungan (Imbayani 2015). Oleh karena itu, para investor harus mampu memperkirakan pergerakan indeks harga saham di bursa efek (Kurniadi et al. 2014). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan kondisi harga saham dari seluruh perusahaan tercatat. Berbagai perusahaan tercatat yang diperjual belikan pada Bursa Efek Indoesia (BEI) dibagi kedalam beberapa sektor, yaitu sektor pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, barang konsumsi, properti dan real estate, transportasi dan infrastruktur, keuangan, perdagangan, jasa dan investasi, dan manufaktur (BEI 2010). Pergerakan fluktuatif dari indeks harga saham sektoral menentukan pergerakan kinerja IHSG. Pergerakan indeks harga saham tiap sektor digambarkan kedalam Indeks Harga Saham Sektoral (IHSS). Sumber : Yahoo Finance (2015), diolah. Gambar 2 Pergerakan nilai IHSG dan IHSS Januari-Desember 2015 Kegiatan ekonomi di dunia saat ini menjadi makin berkait dan bergantung satu sama lain. Hampir tidak ada negara yang tidak mempunyai interaksi dengan dunia luar (Husnan 2001). Hal ini dapat dilihat dari adanya kejadian krisis moneter yang melanda kawasan Asia pada tahun 1997, yang mengakibatkan guncangan terhadap perekonomian kawasan Asia. Krisis ekonomi Thailand bermula dari krisis moneter yang ditandai dengan turunnya nilai tukar bath Thailand terhadap mata uang Amerika Serikat. Krisis di Thailand ini menimbulkan efek domino ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia yang diikuti dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Dampak buruk dari krisis ekonomi yang melanda negara-negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara adalah terdepresiasinya nilai tukar mata uang negara-negara
3 tersebut dengan mata uang internasional, yakni dolar Amerika hingga lebih dari 30%. 3 Krisis ini kemudian mendorong terjadinya perubahan pada pola kerja sama negara-negara Asia Timur. Pasca krisis tersebut, tercipta begitu banyak kesepakatan, serta upaya-upaya pembentukan institusi yang mengarah pada kerja sama multilateral di bidang perekonomian, yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dampak integrasi ekonomi regional yang terbentuk. Melalui kombinasi ASEAN+3 (ASEAN, Republik Rakyat China, Jepang, dan Republik Korea) dan East Asia Summit (ASEAN, Republik Rakyat China, Jepang, Republik Korea, Australia, India, dan Selandia Baru) atau yang lebih dikenal dengan ASEAN+6, integrasi ekonomi Asia Timur telah berkembang seiring tiga kategori besar: perdagangan, pembiayaan krisis, dan pengembangan pasar keuangan. Liberalisasi keuangan diperlukan untuk mendukung kegiatan perdagangan antar negara melalui peningkatan peranan pasar keuangan, khususnya pasar saham. Proses liberalisasi keuangan membawa implikasi semakin terintegrasinya pasar saham diantara negara-negara ASEAN jaringan FTA yang telah ada (World Bank 2011). Pasar modal Indonesia masih dianggap sedang berkembang dengan baik, sehingga tidak dipungkiri bahwa investor asing ternyata tertarik untuk menginvestasikan dananya di pasar modal Indonesia, khususnya yang bergerak dalam pasar saham. Gejolak harga saham di pasar saham domestik tidak terlepas dari cukup tingginya proporsi asing dalam perdagangan saham selama ini. Berdasarkan pada Gambar 3 dapat dilihat bahwa investasi portofolio dalam bentuk saham yang berasal dari investor asing rata-rata mengalami peningkatan di setiap tahun nya. Sumber: Bank Indonesia (2015), diolah. Gambar 3 Investasi portofolio saham di Indonesia Kondisi ini tentunya semakin menegaskan bahwa kondisi global memungkinkan untuk memengaruhi pasar modal di Indonesia. Selain itu, biasanya untuk bursa-bursa saham yang berdekatan lokasinya, seringkali memiliki investor yang sama (Mansur 2005) dan perubahan di satu bursa juga akan ditransmisikan ke bursa negara lain. Di sisi lain, pasar saham yang terintegrasi dapat membantu memberikan informasi yang lebih lengkap dan mutakhir akan peluang investasi. Secara teori hubungan dengan pasar global dapat menyediakan seluruh manfaat integrasi keuangan, memberikan peluang bagi peningkatan modal, beragam pilihan produk investasi, dan diversifikasi risiko. Pasar saham menjadi lebih efisien, dan mampu membuat saling tergantung antar negara,
4 4 khususnya dalam satu kawasan. Sehingga mendorong masuknya modal asing (capital inflow) (Musrizal 2013). Perumusan Masalah Efek dari adanya hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain, menyebabkan pasar modal Indonesia terintegrasi. Adanya guncangan yang berasal dari satu pasar tidak hanya memengaruhi pasar sendiri tetapi juga menular ke pasar modal lainnya. Menurut Sakthivel et al. (2012), informasi mengenai ekonomi fundamental suatu negara akan menular ke pasar lain, sehingga memengaruhi pasar saham lainnya. Integrasi pasar modal dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi antar pasar modal dua atau lebih negara negara dimana jika salah satu pasar mengalami shocks baik berupa perubahan indeks harga saham gabungan, atau yang lain akan memberikan pengaruh dalam jangka panjang pasar modal negara yang terintegrasi. Pengaruh yang ditimbulkannya bisa positif atau negatif. Korelasi indeks harga saham gabungan dalam jangka panjang antar pasar modal antar negara digunakan untuk mengetahui tingkat dan perkembangan integrasi pasar modal (Nurhayati 2012). Kerjasama pasar modal yang lebih erat dengan suatu negara tentunya akan meningkatkan ketergantungan dan peran pasar modal dalam pembangunan ekonomi negara-negara tersebut. Pada Gambar 4 terlihat adanya trend arah gerak umum (comovement) antara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dengan indeks harga saham negara ASEAN+6. Persoalan kesalingtergantungan dan pergerakan umum tersebut menunjuk kepada konsep kointegrasi (cointegration) (Nurhayati 2012). Permasalahan yang terjadi adalah seberapa dekat keterkaitan antar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dengan indeks harga saham negara ASEAN+6 dan atau secara spesifik masalahnya adalah bagaimana tingkat integrasi jangka panjang antara pasar saham Indonesia dengan anggota negara ASEAN+6. Tahun Sumber: Yahoo finance (2015), diolah. Gambar 4 Pergerakan Indeks harga saham ASEAN+6 Tahun Keterkaitan antar bursa yang direpresentasikan oleh hubungan antar indeks harga saham dapat terjadi karena investor menjadikan pergerakan indeks harga
5 saham di bursa lain sebagai salah satu informasi dalam proses pengambilan keputusan investasi (Tamara 2013). Indeks harga saham merupakan 5 salah satu pedoman bagi investor dalam berinvestasi, terutama dalam hal untuk mengetahui kapan seorang investor akan menjual atau membeli saham. Pergerakan nilai indeks harga saham gabungan akan menunjukkan perubahan situasi pasar yang terjadi. IHSG merupakan peubah penting dalam bidang keuangan yang pergerakan nilainya perlu diperhatikan dari waktu ke waktu. Pergerakan yang fluktuatif yang terjadi pada indeks ini terkait dengan perubahan yang terjadi pada indeks-indeks saham lainnya. Indeks ini mencakup pergerakan indeks komposit seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sub indeks dari IHSG, dimana pergerakan fluktuatif dari indeks harga saham sektoral menentukan pergerakan kinerja IHSG. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas maka perumusan masalah yang dapat diteliti, adalah: 1) Bagaimanakah hubungan integrasi jangka panjang pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia? 2) Bagaimanakah pengaruh guncangan pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia? 3) Bagaimanakah pengaruh guncangan indeks harga saham sektoral terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia? 4) Indeks harga saham sektoral apakah yang paling memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia? Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan yang ingin dicapai adalah: 1) Menganalisis hubungan integrasi jangka panjang pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. 2) Menguji pengaruh guncangan pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. 3) Menguji pengaruh guncangan indeks harga saham sektoral terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. 4) Menerangkan indeks harga saham sektoral yang paling memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna baik bagi penulis maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Manfaat yang diharapkan tersebut antara lain, yaitu: 1) Bagi regulator, diharapkan dapat memberikan masukan agar dapat mengambil keputusan atau kebijakan yang tidak merugikan bagi investor. 2) Bagi investor, diharapkan dapat memberikan penjelasan dan pemahaman agar dapat menggunakan informasi yang tersedia dalam pengambilan keputusan dalam investasi.
6 6 3) Bagi penulis, diharapkan dapat menjadi media untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan selama menuntut ilmu di Manajemen Bisnis-IPB (Institut Pertanian Bogor). 4) Bagi pembaca, diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan masukan masukan dalam penelitian selanjutnya. Ruang Lingkup Penelitian Negara ASEAN+6 yang diteliti dalam penelitian ini meliputi negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Republik Rakyat China, Jepang, Republik Korea, India, dan Selandia Baru. Data yang digunakan dalam permodelan yaitu data indeks harga saham masing-masing negara dan dinyatakan dalam bentuk mata uang domestik (local currency). Indeks harga saham sektoral yang digunakan meliputi sektor pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, barang konsumsi, properti dan real estate, transportasi dan inftrastruktur, keuangan, dan perdagangan, jasa, serta investasi dan manufaktur. 2 TINJAUAN PUSTAKA Integrasi Pasar Modal ASEAN Landasan Teori ASEAN merupakan organisasi kerjasama regional Asia Tenggara yang dideklarasikan di Bangkok 8 Agustus 1967, atas inisiatif Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura. Dasar pembentukan ASEAN adalah memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial serta menjamin stabilitas keamanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan ekonomi, sosial dan budaya. Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967, negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu agenda utama yang perlu dikembangkan. Pada awalnya kerjasama ekonomi difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential trade), usaha patungan (joint ventures), dan skema saling melengkapi (complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak swasta di kawasan ASEAN, seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976), Preferential Trading Arrangement (1977), ASEAN Industrial Complementation scheme (1981), ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983), dan Enhanced Preferential Trading arrangement (1987). Pada dekade 80- an dan 90-an, ketika negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi, negara-negara anggota ASEAN menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka perekonomian mereka, guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan. Kerja sama ekonomi yang kuat dan hubungan yang erat antara negaranegara anggota ASEAN juga telah memberikan kontribusi terhadap keterkaitan yang kuat dengan pasar saham mereka. ASEAN bercita-cita untuk menghilangkan hambatan perdagangan di antara negara-negara anggota dan mendekatkan
7 Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan SB-IPB
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki awal abad 21 dunia ditandai dengan terjadinya proses integrasi ekonomi di berbagai belahan dunia. Proses integrasi ini penting dilakukan masing-masing kawasan
I. PENDAHULUAN. ASEAN sebagai organisasi regional, kerjasama ekonomi dijadikan sebagai salah
17 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ASEAN terbentuk pada tahun 1967 melalui Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh Wakil Perdana Menteri merangkap
BAB I PENDAHULUAN. Asosiasi negara- negara Asia Tenggara (ASEAN) didirikan pada tanggal 8
BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Asosiasi negara- negara Asia Tenggara (ASEAN) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dengan ditandatanganinya deklarasi Bangkok
BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi membuka gerbang untuk masuknya teknologi informasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi membuka gerbang untuk masuknya teknologi informasi dan komunikasi dari suatu negara ke negara lainnya. Dengan adanya globalisasi batasan geografis antar
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat ditunjang oleh indikator tabungan dan investasi domestik yang digunakan untuk menentukan tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi, salah satunya adalah dengan melakukan investasi di Pasar Modal. Dalam hal ini Pasar
BAB 1 PENDAHULUAN. suatu negara dan sebagai tujuan alternatif investasi yang menguntungkan. Pasar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini hampir semua negara menaruh perhatian besar terhadap pasar modal karena memiliki peranan strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara, karena pasar modal merupakan lembaga intermediasi dana dari pihak yang kelebihan dana
BAB I PENDAHULUAN. maupun sektor keuangan. Interaksi kegiatan ekonomi sektor rill bisa dilihat dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kegiatan ekonomi di dunia saat ini menjadi semakin berkait dan bergantung satu sama lain. Hampir tidak ada negara yang tidak mempunyai interaksi dengan dunia luar.
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia Visi Bursa Efek Indonesia yaitu Menjadi bursa Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. Misi Bursa Efek Indonesia
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan ekonomi yang semakin luas dari setiap negara di dunia, baik keterbukaan dalam perdagangan luar negeri (trade openness) maupun
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian suatu negara tidak lepas dari peran para pemegang. dana, dan memang erat hubungannya dengan investasi, tentunya dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perekonomian suatu negara tidak lepas dari peran para pemegang dana, dan memang erat hubungannya dengan investasi, tentunya dengan investasi para pemegang dana
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan terhadap Objek Studi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan terhadap Objek Studi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dalam Bahasa Inggris disebut juga Jakarta Composite Index, JCI, atau JSX Composite merupakan salah satu indeks pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Indeks Sektoral BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan sub indeks dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifikasikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Objek studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks bursa saham yang terdapat di beberapa negara yang berada di kawasan ASEAN, yaitu negara
I. PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah memasuki era globalisasi yang memberikan pengaruh
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perekonomian dunia telah memasuki era globalisasi yang memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan modal asing yang akan masuk ke dalam pasar keuangan di negara-negara
BAB 1 PENDAHULUAN. kondisi perekonomian dalam aktivitas-aktivitas ekonomi, membuat negara ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi di Indonesia saat ini, perkembangan situasi dan kondisi perekonomian dalam aktivitas-aktivitas ekonomi, membuat negara ini mengalami keadaan
I. PENDAHULUAN. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah sebuah indikator yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah sebuah indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini mencakup pergerakan seluruh
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 24 28 mulai menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian dunia. Tabel 1 menunjukkan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam mewujudkan pembangunannya, suatu negara membutuhkan biaya yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam mewujudkan pembangunannya, suatu negara membutuhkan biaya yang besar. Biaya biaya tersebut dapat diperoleh melalui pembiayaan dalam negeri maupun pembiayaan
I. PENDAHULUAN. Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun Globalisasi
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun 1980. Globalisasi selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak yang mengkhawatirkan bagi negara yang
BAB 1 PENDAHULUAN. (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) / ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini merupakan agenda utama negara
BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan adanya pasar modal (capital market), pemodal sebagai pihak yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal di Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Dengan adanya pasar modal (capital market), pemodal sebagai pihak yang memiliki kelebihan
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup. besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Pasar modal memiliki beberapa daya
BAB I PENDAHULUAN. aktiva produktif selama periode tertentu (Jogiyanto, 2010:5). Dengan kata lain
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode tertentu (Jogiyanto, 2010:5). Dengan kata lain mengorbankan sesuatu
BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang semakin pesat pula. Perkembangan tersebut juga dibarengi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penelitian Perkembangan perekonomian yang pesat selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat pula. Perkembangan tersebut juga dibarengi dengan pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian A. Pasar Valuta Asing Pasar Valuta Asing menyediakan mekanisme bagi transfer daya beli dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Pasar ini bukan entitas
BAB I PENDAHULUAN. alternatif pendanaan dan investasi bagi masyarakat. menyebabkan pertumbuhan pasar modal melambat dan penundaan Initial Public
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal merupakan wahana yang mempertemukan pihak yang kelebihan dana (investor) dan pihak yang membutuhkan dana (peminjam) dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Ekonomi dunia telah mengalami perubahan radikal dalam dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ekonomi dunia telah mengalami perubahan radikal dalam dua dasawarsa terakhir ini dimana jarak geografis dan budaya suatu negara dengan negara lainnya semakin
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor penggerak perekonomian dunia saat ini adalah minyak mentah. Kinerja dari harga minyak mentah dunia menjadi tolok ukur bagi kinerja perekonomian dunia
BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh di dunia. Bursa saham New York (New York Stock Exchange)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Amerika Serikat memiliki salah satu pasar keuangan terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Bursa saham New York (New York Stock Exchange) merupakan bursa terbesar
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal memiliki peranan penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Menurut Usman dkk (1997), pasar modal didefinisikan sebagai perdagangan instrumen keuangan
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Pasar modal memiliki beberapa daya
BAB 1 PENDAHULUAN. 2010:26), dengan adanya pasar modal (capital market), investor sebagai pihak
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi sebagai alat ukur dalam menganalisa seberapa besar perkembangan perekonomian di suatu negara. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi
BAB 1 PENDAHULUAN. Grafik 1.1 Perkembangan NFA periode 1997 s.d 2009 (sumber : International Financial Statistics, IMF, diolah)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa dekade terakhir, perekonomian Indonesia telah menunjukkan integrasi yang semakin kuat dengan perekonomian global. Keterkaitan integrasi ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. pihak yang membutuhkan dana. Menurut Fahmi dan Hadi (2009:41), pasar modal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran aktif lembaga pasar modal merupakan sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal dengan mempertemukan kepentingan investor selaku pihak
BAB I PENDAHULUAN. dari negara-negara maju, baik di kawasan regional maupun kawasan global.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam perjalanan menuju negara maju, Indonesia memerlukan dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan pembangunan nasional. Kebutuhan dana yang besar disebabkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian yang akan dicapai, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan penelitian. 1.1 Latar Belakang Sektor keuangan
BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu negara, terutama untuk negara-negara yang sedang berkembang. Peningkatan kesejahteraan
PENGARUH KURS VALUTA ASING DAN DOW JONES
PENGARUH KURS VALUTA ASING DAN DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada
BAB 1 PENDAHULUAN. Globalisasi dalam bidang ekonomi menyebabkan berkembangnya sistem
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi dalam bidang ekonomi menyebabkan berkembangnya sistem perekonomian ke arah yang lebih terbuka antar negara.perekonomian terbuka membawa suatu dampak ekonomis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dewasa ini kita melihat dunia pasar modal semakin cukup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dewasa ini kita melihat dunia pasar modal semakin cukup berpengaruh terhadap perekonomian negara. Dan adanya ketergantungan yang diharapkan bahwa pasar
BAB I PENDAHULUAN. penawaran asset keuangan jangka panjang (Long-term financial asset).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai negara yang berkembang dalam pertumbuhan perekonomian, maka indonesia memerlukan dana dalam jumlah besar atau adanya dana. Dalam perekonomian indonesia
I. PENDAHULUAN. moneter terus mengalami perkembangan. Inisiatif kerjasama mulai dikembangkan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses integrasi di berbagai belahan dunia telah terjadi selama beberapa dekade terakhir, terutama dalam bidang ekonomi. Proses integrasi ini penting dilakukan oleh masing-masing
BAB I PENDAHULUAN. negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang penting terhadap perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
IV. GAMBARAN UMUM INDIKATOR FUNDAMENTAL MAKRO EKONOMI NEGARA ASEAN+3
IV. GAMBARAN UMUM INDIKATOR FUNDAMENTAL MAKRO EKONOMI NEGARA ASEAN+3 4.1 Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN+3 Potret ekonomi dikawasan ASEAN+3 hingga tahun 199-an secara umum dinilai sangat fenomenal. Hal
BAB I PENDAHULUAN. Investasi merupakan suatu bentuk kegiatan penanaman dana dalam suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi merupakan suatu bentuk kegiatan penanaman dana dalam suatu aset tertentu dan dalam jangka waktu tertentu yang akan memberikan imbal hasil di masa yang akan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, nilai serta norma masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, nilai serta norma masyarakat, dan institusi-institusi
BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan hal yang tidak asing lagi di Indonesia khususnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan hal yang tidak asing lagi di Indonesia khususnya bagi para pelaku ekonomi. Dewasa ini pasar modal merupakan indikator kemajuan perekonomian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian (KOJA Container Terminal :2008)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Krisis ekonomi yg melanda Amerika Serikat telah memberikan dampaknya ke hampir seluruh dunia dan hampir di seluruh sektor. Krisis keuangan global menyebabkan
BAB I PENDAHULUAN. Investasi dapat dilakukan dibanyak sektor, salah satunya adalah sektor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi dapat dilakukan dibanyak sektor, salah satunya adalah sektor properti. Pada umumnya banyak masyarakat yang tertarik menginvestasikan dananya di sektor properti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sektor Properti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sektor Properti Sektor properti merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan dalam perekonomian, sebab sektor properti menjual produk yang
BAB I PENDAHULUAN. terpuruk. Konsekuensi dari terjadinya krisis di Amerika tersebut berdampak pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kredit macet sektor perumahan di Amerika Serikat menjadi awal terjadinya krisis ekonomi global. Krisis tersebut menjadi penyebab ambruknya pasar modal Amerika
I. PENDAHULUAN. Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang yang berguna untuk mengantisipasi adanya inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Investasi
BAB I PENDAHULUAN. komitmen untuk mengorbankan konsumsi sekarang (sacrifice current
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap individu selalu dihadapkan dalam beberapa pilihan dalam hidupnya, misalnya saja pilihan dalam menentukan proporsi dana dan sumber daya yang dimiliki untuk konsumsi
I. PENDAHULUAN. bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat menjual hak
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saham merupakan bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam
BAB I PENDAHULUAN. Pada awal tahun 2008 terjadi krisis energi yang membayangi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awal tahun 2008 terjadi krisis energi yang membayangi perekonomian global, ditandai dengan meningkatnya harga minyak dunia sampai menyentuh harga tertinggi $170
BAB I PENDAHULUAN. karena itu, arah dan besarnya pergerakan pasar modal menjadi topik yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar Modal merupakan salah satu tempat (media) yang memberikan kesempatan berinvestasi bagi investor perorangan maupun institusional. Oleh karena itu, arah
I. PENDAHULUAN. menguntungkan bagi pemulihan perekonomian pasca krisis seperti isu terorisme
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekonomi Indonesia selama tahun 2003 ternyata mampu bertahan dan mengalami pertumbuhan walaupun menghadapi situasi yang kurang menguntungkan bagi pemulihan perekonomian
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan dapat dengan bebas bergerak ke setiap Negara di penjuru dunia. yang secara langsung berpengaruh
1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan suatu bentuk prilaku untuk menambahkan nilai dari dana yang didapatkan oleh seseorang, investasi banyak beragam bentuknya sebagai contoh menyimpan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan salah satu penggerak perekonomian di suatu negara, karena pasar modal merupakan sarana pembentuk modal dan akumulasi dana jangka panjang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Proses tersebut adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang
BAB 1 PENDAHULUAN. kredit properti (subprime mortgage), yaitu sejenis kredit kepemilikan rumah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat terjadi akibat macetnya kredit properti (subprime mortgage), yaitu sejenis kredit kepemilikan rumah (KPR) di Indonesia.
