Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. segi kuantitas dan kualitasnya. Penambahan jumlah konsumen yang tidak di ikuti

DAFTAR ISI. RINGKASAN... v ABSTRACT... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN...

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN Maksud dantujuan Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan pembuatan perencanaan peremuk andesit adalah sebagai berikut :

Dampak Pembangunan SMPN 3 Blitar Terhadap Kinerja Lalu Lintas Sekitarnya

A. Macam macamalat Size Reduction MenurutProduk

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING

Jl. Tamansari No.1 Bandung

Evaluasi Kinerja Crushing Plant untuk Meningkatkan Produksi Batu Andesit di PT Tarabatuh Manunggal Tbk. Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Sperisa Distantina

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

RANCANGAN ALAT SISTEM PEMIPAAN DENGAN CARA TEORITIS UNTUK UJI POMPA SKALA LABORATORIUM. Oleh : Aprizal (1)

BAB III DASAR TEORI. sudah pasti melakukan proses reduksi ukuran butir (Comminution) sebagai bagian

PENGARUH VARIASI TABUNG UDARA TERHHADAP DEBIT PEMOMPAAN POMPA HIDRAM

ABSTRAK. Keywords: Economic Quantity Production, Nasution, A.H, Perencanaan dan Pengendalian Persediaan. ABSTRACT

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB II TAHAPAN UMUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

Penentuan Energi Ball Mill dengan Menggunakan Metode Indeks Kerja Bond. Jl. Tamansari No. 1 Bandung

BAB V FONDASI RAKIT. Fondasi rakit merupakan bagian bawah struktur yang berbentuk rakit melebar keseluruh bagian dasar bangunan.

BAB II METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH GEOMETRI TERAS TERHADAP KINERJA NEUTRONIK PADA REAKTOR PEMBIAK CEPAT DENGAN SIKLUS BAHAN BAKAR TERTUTUP

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di bidang-bidang lain, seperti sosial, politik, dan budaya. perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin.

III HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH POSISI BEBAN DAN MOMEN INERSIA TERHADAP PUTARAN KRITIS PADA MODEL POROS MESIN KAPAL

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN PENGUAT COMMON SOURCE

BAB II TINJAUAN UMUM

Analisis Kinerja Alat Crushing Plant dan Hubungannya dengan Produksi

Implementasi Histogram Thresholding Fuzzy C-Means untuk Segmentasi Citra Berwarna

Penerapan Metode Simpleks Untuk Optimalisasi Produksi Pada UKM Gerabah

ANALISA PENGGUNAAN GENEATOR INDUKSI TIGA FASA PENGUATAN SENDIRI UNTUK SUPLAI SISTEM SATU FASA

Lampiran 1 - Prosedur pemodelan struktur gedung (SRPMK) untuk kontrol simpangan antar tingkat menggunakan program ETABS V9.04

BAB V PERENCANAAN STRUKTUR

PENGGUNAAN METODE HOMOTOPI PADA MASALAH PERAMBATAN GELOMBANG INTERFACIAL

Analisis Persentase Fraksi Massa Lolos Ayakan Batu Granit Hasil Peremukan Jaw Crusher dan Double Roll Crusher

BAB II. HAMMER MILL. 2.1 Landasan Teori

PERHITUNGAN INTEGRAL FUNGSI REAL MENGGUNAKAN TEKNIK RESIDU

Prosiding TeknikPertambangan ISSN:

Metode Tambang Batubara

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP NILAI CBR MATERIAL CRUSHED LIMESTONE ABSTRAK

PEMBENTUKAN SEL-SEL MESIN UNTUK MENDAPATKAN PENGURANGAN JARAK DAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIK DI PT. BENGKEL COKRO BERSAUDARA

BAB I PENDAHULUAN. daya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demokrasi, dan

PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDARA BLIMBINGSARI, KABUPATEN BANYUWANGI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN CALON ASISTEN PRAKTIKUM MENGGUNAKAN METODE SMART

PROSEDUR DAN PERCOBAAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dalam skala prioritas pembangunan nasional dan daerah di Indonesia

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA Sperisa Distantina

THE CAUSALITY AVAILABILITY OF FOOD AND ECONOMIC GROWTH IN CENTRAL JAVA

PERENCANAAN DIMENSI SALURAN DRAINASE KAWASAN PABRIK PT. SINAR ALAM PERMAI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN

Analisis Pengaruh Pipa Kapiler yang Dililitkan pada Line Suction Terhadap Performansi Mesin Pendingin 1)

BAB I PENDAHULUAN. sumber untuk membiayai dirinya dan keluarganya, dan bagi tenaga kerja yang

LAMPIRAN B PERHITUNGAN

PERANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BATUGAMPING UNTUK KEBUTUHAN PABRIK SEMEN DI PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH

Jurnal Teknologi Informasi, Volume 6 Nomor 1, April 2010, ISSN

PERANCANGAN SISTEM KOMPUTERISASI PROSES PINJAMAN DAN ANGSURAN PINJAMAN ANGGOTA KOPERASI ( STUDI KASUS PADA KOPERASI AMANAH SEJAHTERA SEMARANG )

USULAN PERBAIKAN RANCANGAN TATA LETAK MESIN MENGGUNAKAN GROUP TECHNOLOGY DENGAN METODE RANK ORDER CLUSTERING 2 (ROC2) (STUDI KASUS DI PT.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III SIZE REDUCTION

Perencanaan Konstruksi Dinding Penahan Tanah pada Underpass PTC, Surabaya ABSTRAK PENDAHULUAN

BAB II PENYEARAH DAYA

ANALISIS PENGARUH GANGGUAN HEAT TRANSFER KONDENSOR TERHADAP PERFORMANSI AIR CONDITIONING. Puji Saksono 1) ABSTRAK

Penentuan Akar-Akar Sistem Persamaan Tak Linier dengan Kombinasi Differential Evolution dan Clustering

Konstruksi Kode Cross Bifix Bebas Ternair Untuk Panjang Ganjil

PENGARUH BENTUK PILAR TERHADAP PENGGERUSAN LOKAL DI SEKITAR PILAR JEMBATAN DENGAN MODEL DUA DIMENSI. Vinia Kaulika Karmaputeri

KAJIAN TEKNIS PENGARUH KETEBALAN LAPISAN BED PADA PAN AMERICAN JIG TERHADAP RECOVERY TIMAH DI TB 1.42 PEMALI PT TIMAH (PERSERO) TBK, BANGKA BELITUNG

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Proses produksi di bidang pertanian secara umum merupakan kegiatan

Berikut ini sedikit informasi beberapa macam jenis mesin stone crusher dan fungsi/ kegunaannya :

PENYEARAH TERKENDALI SATU FASA BERUMPAN BALIK DENGAN PERUBAHAN GAIN PENGENDALI PI (PROPORSIONAL INTEGRAL)

Pengendalian Kualitas Proses Produksi Teh Hitam di PT. Perkebunan Nusantara XII Unit Sirah Kencong

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Preparasi dan Laboratorim

ANALISIS KECEPATAN LARI 400 METER PUTRI FINAL PADA KEJUARAAN NASIONAL ATLETIK JAWA TIMUR TERBUKA DI SURABAYA TAHUN 2016

Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas Indonesia. Pendahuluan

APLIKASI INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PEMINDAHAN BARANG DI PT RST

Serba-serbi Lengkap Mesin Pemecah atau Penghancur Batu/Stone Crusher Machine

ANALISIS KINERJA MESIN PENGAYAK SERAT COCOFIBER Performance Analysis of Sieving Machine for Cocofiber

INSTANTON. Casmika Saputra Institut Teknologi Bandung

PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG MIPA CENTER (TAHAP I) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG JURNAL

TERMODINAMIKA TEKNIK II

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

KUANTIFIKASI JENIS KAYU BERDASARKAN SIFAT ELEKTRIK QUANTIFICATION THE TYPES OF WOOD BASED ELECTRICAL PROPERTIES

BAB III. METODE PENELITIAN. Tabel 1. Indikator/ Indikasi Penelitian

PENINGKATAN PRODUKSI PABRIK PEREMUK BATU ANDESIT PT. PERWITA KARYA DI DESA BEBER KECAMATAN SUMBER CIREBON JAWA BARAT SKRIPSI

Penyelesaian Algortima Pattern Generation dengan Model Arc-Flow pada Cutting Stock Problem (CSP) Satu Dimensi

KAJIAN METODE ZILLMER, FULL PRELIMINARY TERM, DAN PREMIUM SUFFICIENCY DALAM MENENTUKAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembekuan

Abstrak

I. PENDAHULUAN. Jurnal Teknika ATW_Edisi 08 1

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertabangan ISSN: 2460-6499 Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke dan Diaeter Wire pada Vibrating Screen untuk Mencapai Produksi yang Optial pada Penabangan Batu Andesit di PT Mandiri Sejahtera Kp. Cikakak Desa Sukaulya Kec. Tegalwaru Kab. Purwakarta Provinisi Jawa Barat Screen Efficiency Analysis Effected by Stroke and Wire Diaeter on Vibrating Screen to Achieve Optial Production in Andesit Mining in PT Mandiri Sejahtera Kp. Cikakak Sukaulya Village Tegalwaru Residence Kab. Purwakarta West Java Province 1 GalihRinaldi, 2 Linda Pulungan, 3 Dono Guntoro 1,2,3 Prodi Teknik Pertabangan, Fakultas Teknik, Universitas Isla Bandung, Jl. Taansari No. 1 Bandung 40116 e-ail: 1 galihrinaldi12@gail.co, 2 linda.lindahas@gail.co, 3 guntoro_ining@yahoo.co Abstract. This research entitled Screen Efficiency Analysis Effected By Stroke And Wire Diaeter On Vibrating Screen To Achieve Optial Production In Andesite Mining PT Mandiri Sejahtera Sentra has ining production license and perission in Kecaatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta West Java Province. PT Mandiri Sejahtera Sentra has an area of 41.19 hectares, with reserves of 60.4 illion LCM andesite. The production of split and ash on deseber obtained 400 ton per hour, the target production is 550 ton per hour, not achieving the production target has becoe one of the background of this research was conducted priarily related to the processing of inerals that is sizing. The purpose of this research is to deterine the factors that becoe the obstacles in the productivity of the vibrating screen, deterine the differences in the production of variable stroke on the vibrating screen used by PT Mandiri Sejahtera Sentra, knowing the efficiency of the vibrating screen that effected by stroke variable at PT Mandiri Sejahtera Sentra. The boundaries of the proble are liited on analyzing a vibrating screen types TRIO (TIO8243), gives soe strokes variables, naely 10, 11 and 12, the process of screening using the second screen unit which consists of three decks. On the first screen size : the first 30 deck, a second deck 12 and 6.5 on the third deck. On the second screen unit first deck with 30 size, 12 and the second deck third deck is 6.5. Paraeters that give significant ipacts on the productivity of the vibrating screen include stroke, speed, and bed depth. Fro these paraeters it can be seen that the stroke will have an influence according with the aterial that get through or retained by the screen. At the speed paraeter influence on the large aterial need slow speed, while the sall size aterials need fast speed. On the bed depth paraeters effect for the equalization aterial on the body of the screen. Fro this research, couple of points can be conclude : (1) Stroke that 10 size produce 458.06 Tph, 11 size produce 584.19 Tph, 12 size produce 698.44 Tph. (2) Screen efficiency : G-Force 3.3 obtained 46%, G-Force 3.6 obtained 43%, G-Force 4 obtained 53% Keywords : Screen, Deck, Stroke Abstrak. Penelitian ini berjudul Analisis Efisiensi Screen Yang Dipengaruhi Stroke Dan Diaeter Wire Pada Vibrating Screen Untuk Mencapai Produksi Yang Optial Pada Penabangan Batu Andesit. PT Mandiri Sejahtera Sentra eiliki wilayah ijin Usaha Pertabangan Produksi di Kecaatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta Provinisi Jawa Barat. Wilayah IUP PT Mandiri Sejahtera Sentra luas wilayahnya adalah 41,19 Ha, dengan julah cadangan sebesar 60,4 juta LCM andesit. Pada bulan deseber produksi split dan abu didapatkan sebanyak 400 ton/ja sedangkan target produksi yang dibutuhkan perusahaan sebanyak 550 ton/ja, tidak tercapainya target produksi tersebut enjadi salah satu hal yang elatar belakangi penelitian ini dilakukan terutaa yang berkaitan dengan proses pengolahan bahan galian yaitu penyeragaaan ukuran. Tujuan Penelitian ini adalah engetahui faktor faktor yang enjadi kendala dala produktifitas dari alat vibratingscreen, engetahui perbedaan produksi dari variabel stroke pada vibratingscreen yang digunakan di PT Mandiri Sejahtera Sentra, engetahui efisiensi alat vibratingscreen yang dipengaruhi variabel stroke di PT Mandiri Sejahtera Sentra. Batasan asalah dibatasi pada enganalisis alat screening yaitu vibrating screen jenis TRIO (TIO8243), eberikan beberapa variabel stroke, yaitu 10, 11 dan 12, elakukan proses screening enggunakan 2 unit screen yang terdiri dari 3 deck. Pada screen pertaa berukuran : deck pertaa 30, deck kedua 12 dan deck ketiga 6,5. Pada unit screen kedua berukuran deck pertaa 30, deck kedua 12 dan deck ketiga 6,5. Paraeter yang eberikan pengaruh besar pada produktifitas alat vibrating screen antara lain stroke, speed, dan bed depth. Dari paraeter tersebut dapat dilihat bahwa stroke akan eberikan pengaruh yang besar sesuai dengan aterial yang akan lolos atau tertahan pada screen. Pada paraeter speed berpengaruh pada aterial yang ukuran besar eperlukan speed yang pelan, sedangkan aterial yang ukuran kecil eperlukan speed yang cepat. Pada paraeter bed depth berpengaruh untuk peerataan aterial pada badan screen. Dari hasil penelitian ini dapat disipulkan untuk paraeter : (1) Stroke yaitu stroke 10 produksi sebesar 458,06 Tph, stroke 11 produksi sebesar 584,19 Tph, stroke 12 produksi sebesar 698,44 Tph. (2)Efesiensi screen yaitu G-Force 3.3 didapat sebesar 46%, G-Force 3.6 sebesar 43%, G-Force 4 sebesar 53% Kata Kunci : Screen, Deck, Stroke 652

Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 653 A. Pendahuluan PT Mandiri Sejahtera Sentra, bahan galian yang diolah berupa batu andesit yang eproduksi produk split berbentuk cubical (berbentuk kubik) dan dust (abu batu), dikarenakan perintaan perusahaan PT Pioneer Betonyang enginginkan hasil produk yang eenuhi spesifikasi perusahaan yang akan dipasarkan kepada konsuen, terutaa pebuatan konstruksi bangunan, insfrastruktur dan lain lain. Pada saat ini kebutuhan akan produk batuan andesit di Indonesia sangat tinggi, sehingga dengan kebutuhan pasar tersebut, para perusahaan tabang bahan galian andesit sangat berpotensi tinggi dala bisnis pengolahan batu andesit yang bernilai ekonois. Pada saat ini produksi split dan abu didapatkan sebanyak 400 ton/ja sedangkan target produksi yang dibutuhkan sebanyak 550 ton/ja. Maka dari itu produksi yang dihasilkan tidak encapai target produksi. Sehingga harus dilakukan penelitian pada proses pengolahan bahan galian tersebut. Perasalahan di proses pengolahan batuan andesit PT Mandiri Sejahtera Sentra adalah penyeragaan ukuran, sehingga penelitian ini enilai paraeter paraeter yang berhubungan dengan penyeragaan ukuran. Penyeragaan ukuran di PT Mandiri Sejahtera Sentra enggunakan alat screen jenis vibrating screen.. Adapun tujuannya yaitu Mengetahui faktor faktor yang enjadi kendala dala produktifitas dari alat vibrating screen, Mengetahui perbedaan produksi dari variabel stroke dengan vibrating screen yang digunakan di PT Mandiri Sejahtera Sentra, Mengetahui efisiensi alat vibrating screen yang dipengaruhi variabel stroke di PT Mandiri Sejahtera Sentra B. LandasanTeori Koinusi atau pengecilan ukuran (size reduction) erupakan proses peecahan batuan secara ekanis, sebagai langkah pertaa yang biasa dilakukan dala proses pengolahan bahan galian, yaitu eperkecil ukuran bongkah bongkah batuan yang diperoleh dari tabang enjadi pecahan pecahan yang berukuran lebih kecil sesuai dengan ukuran butiran yang diperlukan dengan cara ecahkan/ereukkan dan keudian enggerus bongkah bongkah batuan tersebut. Dilihat dari fragen yang dihasilkan aka koinusi dapat dibagi dala dua tingkat : 1. Crushing, biasanya dilakukan dala keadaan kering enggunakan Crusher. 2. Grinding, dapat dilakukan dala kering dan basah dengan enggunakan Grinder. Peisahan aterial erupakan etode uu dan penting dala suatu industri pertabangan. Peisahan ini digunakan untuk eperoleh bahan dengan bentuk, ukuran, atau fraksi tertentu yang diinginkan. Screening erupakan salah satu proses yang bertujuan untuk engelopokkan ineral yang berdasarkan pada ukuran lubang ayakan sehingga akan eperoleh ukuran yang seraga. Screening ini nantinya akan berhubungan dengan alat crusher, diana alat untuk elakukan screening disebut dengan screen. Screesendiri erupakan alat yang digunakan untuk proses peilahan ukuran butir aterial dengan cara elewatkan aterial dari atas ayakan,sehingga aterial yang eiliki ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan yang ada aka aterial dapat lolos kebawah ayakan aka akan bertindak sebagai produk halus (undersize), sedangkan untuk partikel yang lebih kasar dari ukuran ayakan aka akan tertahan di atas ayakan dan bertindak sebagai produk kasar (oversize). Tujuan dilakukannya proses screening enurut Taggart,1927 antara lain : Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016

654 Galih Rinaldi, et al. 1. Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding 2. Mencegah oversize asuk ke dala proses pengolahan pada tahap selanjutnya 3. Mencegah undersize asuk ke dala esin crusher 4. Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya. Pereukan batu pada prinsipnya bertujuan ereduksi aterial untuk eperoleh ukuran butir tertentu elalui alat pereuk. Dala eperkecil ukuran pada uunya dilakukan dengan 3 tahap yaitu : a. Priary Crushing Merupakan pereukan tahap awal biasanya dilakukan terhadap bongkahbatuan yang dating daritepatpenabangan (run of ine) denganukuranbesar besarantara 12 60 inci, untukdireduksiukurannyaenjadiproduk yang berukuran 4 6 inci. Produkdari Priary Crushing sudahlebihsesuaiuntukditransportatausebagaiupan (feed) untuk Secondary Crushing. Ada 2 jenisyaitu Jaw Crusher dan Gyratory Crusher (A) (B) Suber :Metso Corporation Mining, 2015 Gabar 1. Jaw Crusher (A), Gyratory Crusher (B) b. Secondary Crushing Merupakanpereukantahapkedua yang epunyaibeban yang lebihringandari priary crushing yang terasuk heavy-duty achine. Produkdari priary crushing enjadiupan (feed) bagi secondary crushing denganukuran diaeter biasanyakurangdari 15 c. Secondary crushing dapatdilakukandenganenggunakanalat : 1) Cone Crusher 2) Roll crusher 3) Ipact Crusher 4) Haer ills Screening erupakan salah satu proses yang bertujuan untuk engelopokkan ineral yang berdasarkan pada ukuran lubang ayakan sehingga akan eperoleh ukuran yang seraga. Screening ini nantinya akan berhubungan dengan alat crusher, diana alat untuk elakukan screening disebut dengan screen. Screen sendiri erupakan alat yang digunakan untuk proses peilahan ukuran butir aterial dengan cara elewatkan aterial dari atas ayakan,sehingga aterial yang eiliki ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan yang ada aka aterial dapat lolos kebawah ayakan aka akan bertindak sebagai produk halus (undersize), sedangkan untuk partikel yang lebih kasar dari ukuran ayakan aka akan tertahan di atas ayakan dan Volue 2, No.2, Tahun 2016

Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 655 bertindak sebagai produk kasar (oversize). Tujuan dilakukannya proses screeningenurut Taggart,1927 antara lain : Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding Mencegah oversize asuk ke dala proses pengolahan pada tahap selanjutnya Mencegah undersize asuk ke dala esin crusher Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya. Sedangkan produk yang nantinya akan dihasilkan dari proses pengayakan / penyaringan terbagi enjadi dua yaitu : Ukuran aterial lebih besar daripada ukuran lubang ayakan (oversize) Ukuran aterial lebih kecil daripada ukuran lubang ayakan (undersize) C. HasilPenelitian Diaeter Wire Suber: DokuentasiTugasAkhir PT Mandiri Sejahtera Sentra, 2015 Gabar 2. Vibrating Screen PT Mandiri Sejahtera Sentra telah elakukan percobaan peilihan diaeter wire dengan beberapa kali percobaan yang dilakukan dengan data sebagai berikut : Tabel 1. HasilPengolahan Data Diaeter Wire No Diaeter Actual Open () Area (%) 1 6 67 2 8 60 3 10 54 Suber :HasilPengolahan Data, 2015 Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016

656 Galih Rinaldi, et al. Gabar 3. Hubungan Wire Terhadap Persentase Actual Open Area Dari gabar diatas, dapat dilihat grafik perbandingan antara diaeter wire terhadap persentase actual open area yang eperlihatkan perubahan seakin kecil diaeter wire aka seakin besar persentase actual open area. Screen Acceleration (G-Force) Screen Acceleration erupakansuatunilaiperbandinganantara stroke dengan speed dilihatdarikecepatan jatuhbutirdalaelewatilubangsaringan.padapengaatan yang dilakukanbahwaadabeberapafaktor yang epengaruhipadaefisiensiscreen yang dihasilkanyaitustrokedan speed. BerikutadalahperhitunganuntukencarinilaiScreen Acceleration (G-Force) denganpenggunaanstroke 10 : G-Force 3,3 Volue 2, No.2, Tahun 2016 Stroke 2 x Speed x Speed 30 30 10 2 x 770 x 770 30 30 Tabel2. RekapitulasiHasilPerhitunganG-ForcedenganStroke 10 Screen Size & Specification Screen 2 Screen 3 Iperial size Metric size Iperial size Metric size Deck length 8 feet 2.44 8 feet 2.44 Deck width 24 feet 7.32 24 feet 7.32 Nuber of decks 3 3 3 3 Angle of inclination 20 degre de degre 20 20 es g es 20 Stroke 10 10 Speed 770 rp 770 rp 770 rp 770 Incline Screen Travel / 75 fp 0.442 Speed s 75 fp 0.414 Horizontal Screen Travel / 45 fp 0.442 Speed s 45 fp 0.414 G-Force on screen 3.3 3.3 de g rp / s / s

Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 657 Berdasarkanpada data Stroke yang telahada, dapatdilihatdarihasilperbandinganantarastrokedengang Force yang telahdidapat : Tabel3. PerbandinganStrokedenganG - Force Stroke () 10 11 12 G - Force on Screen 3,3 3,6 4 Suber :HasilPengolahan Data, 2015 Strokeeilikiprinsipkerjayaituapabilaukuran aterial yang besarakadiperlukan pula stroke yang besar, sebaliknyaapabilaukuran aterial yang kecilakadiperlukanstroke yang kecil. ProduktivitasScreen UntukengetahuiproduktivitasscreendapatdihitungdariBelt Cut yang terdapatpadascreen, diana data-data untukperhitunganproduktivitasyaitubeltspeed (/s), Total Belt Cut Weight (kg) danlength of Belt Cut (). Berikutadalahsalahsatucontohperhitunganproduktivitasbelt cutdenganstroke G-Force 3,3 : Produktivitas(Scalping) 1 245,322 tph Produktivitas(Split) Belt Speed (/s) 1,77 /s 314,64tph Produktivitas(Dust) x 38,5 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 2,3 /s 1 1 143,424 tph Produktivitas(Over Size) Produktivitas(Input) x 38 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 1,66 /s x 24 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 1,66 /s x 90 kg x 60 x 60 1 537,84tph Belt Speed (/s) 2,33 /s 1 x 140,7 kg x 60 x 60 1180,19tph BerikutadalahrekapitulasihasilperhitunganproduktivitasscreendariBelt Cut yang terdapatpadascreen: Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016

658 Galih Rinaldi, et al. Tabel 4. RekapitulasiHasilPerhitunganProduktivitasScreendenganG-Force 3.3 CV 4 (Scalping) Belt Cut ( G-Force) 3.3 CV 14 CV 16 (Split) (Dust) CV 10 (Over Size) CV 5 (input) Belt Speed (/s) 1.77 2.3 1.66 1.66 2.33 Total belt cut weight (kg) 38.5 38 24 90 140.7 Length of belt cut () 1 1 1 1 1 Tonnes per hour (Tph) 245.322 314.64 143.424 537.84 1180.19 EfisiensiScreen EfisiensiScreenbertujuanuntukengetahuiseberapabesarefektifitaspenggunaans creenuntukencapaiproduksi. Efisiensipadapenelitianinidiujidenganpenggunaanstroke yang berbeda-beda yang nantinyaakanepengaruhinilaiakselerasig- Forcedariscreen, sehinggaenghasilkanproduktivitas yang berbeda-beda. Berikutadalahsalahsatucontohperhitunganuntukenghitungefisiensiscreen: 1. Efisiensi Screen untuk G-Force 3,3 Oversize Screen EffisiensiScreen (%) Input Screen 537,84 x 100% 1180,1916 46% 2. Efisiensi Screen untuk G-Force 3,6 Oversize Screen EffisiensiScreen (%) Input Screen 507,96 x 100% 1180,1916 43% 3. Efisiensi Screen untuk G-Force 4 Oversize Screen Efisiensi Screen (%) D. Kesipulan Input Screen 621,50 x 100% 1180,1916 53% Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disipulkan bahwa : 1. Dala pencapaian produktifitas ada beberapa faktor yang eberikan pengaruh besar pada produktifitas alat vibrating screen antara lain stroke, speed, dan bed depth. Stroke yang di butuhkan untuk enghasilkan produktifitas yang optial yaitu stroke yang besar karena seakin besar ukuran dari aterial aka stroke yang di berikan harus besar, dala penelitian ini stroke yang digunakan untuk encapai produksi yang optial yaitu stroke 11, selain stroke terdapat faktor lain yang berpengaruh yaitu speed, dala penelitian yang dilakukan yaitu enggunakan speed 770 rp untuk encapai produksi yang optiu. Volue 2, No.2, Tahun 2016

Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 659 2. PT Mandiri Sejahtera Sentra elakukan penelitian pada 3 stroke diana dari asing asing stroke enghasilkan produksi yang berbeda beda pada stroke 10 produksi yang dihasilkan 458,06 Tph, pada stroke 11 dihasilkan produksi sebesar 584,19 Tph dan pada stroke 12 dihasilkan produksi sebesar 698,44 Tph. Dala penelitian ini stroke yang digunakan yaitu stroke 11 dengan produksi yang dihasilkan 584,19Tph. 3. Dari 3 G-Force hasil penelitian enghasilkan effesiensi screen yang berbeda beda pada G-Force 3.3 didapat effesiensi screen sebesar 46%, pada G-Force 3.6 didapat effesiensi screen sebesar 43% dan pada G-Force 4 di dapat effesiensi screen sebesar 53%, dari ke 3 G Force tersebut yang enjadi rekoendasi untuk encapai target yang optial sesuai dengan target perusahaan yaitu pada G Force 3.6 dengan effesiensi screen yang dihasilkan yaitu 43%. Daftar Pustaka B.A. Wills, 1979. Mineral Processing Technology. Coborne School Of Mines, Cornwall, England E.J. Pryor, 1974. Mineral Processing. University of London Keith Murphy, 2014. Screening Basics Guidebook. Heidelbergceent Agregates Acadey. N.L. Weiss,. 1985. SME Mineral Processing Handbook. Aerican Institue Of Mining, Metallurgical And Petroleu Engineers,Inc. Prabowo, Herjun,. 2009. Perlakuan Mekanik Neraca Bahan pada Pengayakan., Akadei Teknologi Industri Padang Fuehrer, Sang,. 2009. Pengolahan Bahan Galian. http://sangfuehrer.blogspot.co. Diakses pada tanggal 11 Maret 2015 pukul 18.45 WIB Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016