Prosiding Teknik Pertabangan ISSN: 2460-6499 Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke dan Diaeter Wire pada Vibrating Screen untuk Mencapai Produksi yang Optial pada Penabangan Batu Andesit di PT Mandiri Sejahtera Kp. Cikakak Desa Sukaulya Kec. Tegalwaru Kab. Purwakarta Provinisi Jawa Barat Screen Efficiency Analysis Effected by Stroke and Wire Diaeter on Vibrating Screen to Achieve Optial Production in Andesit Mining in PT Mandiri Sejahtera Kp. Cikakak Sukaulya Village Tegalwaru Residence Kab. Purwakarta West Java Province 1 GalihRinaldi, 2 Linda Pulungan, 3 Dono Guntoro 1,2,3 Prodi Teknik Pertabangan, Fakultas Teknik, Universitas Isla Bandung, Jl. Taansari No. 1 Bandung 40116 e-ail: 1 galihrinaldi12@gail.co, 2 linda.lindahas@gail.co, 3 guntoro_ining@yahoo.co Abstract. This research entitled Screen Efficiency Analysis Effected By Stroke And Wire Diaeter On Vibrating Screen To Achieve Optial Production In Andesite Mining PT Mandiri Sejahtera Sentra has ining production license and perission in Kecaatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta West Java Province. PT Mandiri Sejahtera Sentra has an area of 41.19 hectares, with reserves of 60.4 illion LCM andesite. The production of split and ash on deseber obtained 400 ton per hour, the target production is 550 ton per hour, not achieving the production target has becoe one of the background of this research was conducted priarily related to the processing of inerals that is sizing. The purpose of this research is to deterine the factors that becoe the obstacles in the productivity of the vibrating screen, deterine the differences in the production of variable stroke on the vibrating screen used by PT Mandiri Sejahtera Sentra, knowing the efficiency of the vibrating screen that effected by stroke variable at PT Mandiri Sejahtera Sentra. The boundaries of the proble are liited on analyzing a vibrating screen types TRIO (TIO8243), gives soe strokes variables, naely 10, 11 and 12, the process of screening using the second screen unit which consists of three decks. On the first screen size : the first 30 deck, a second deck 12 and 6.5 on the third deck. On the second screen unit first deck with 30 size, 12 and the second deck third deck is 6.5. Paraeters that give significant ipacts on the productivity of the vibrating screen include stroke, speed, and bed depth. Fro these paraeters it can be seen that the stroke will have an influence according with the aterial that get through or retained by the screen. At the speed paraeter influence on the large aterial need slow speed, while the sall size aterials need fast speed. On the bed depth paraeters effect for the equalization aterial on the body of the screen. Fro this research, couple of points can be conclude : (1) Stroke that 10 size produce 458.06 Tph, 11 size produce 584.19 Tph, 12 size produce 698.44 Tph. (2) Screen efficiency : G-Force 3.3 obtained 46%, G-Force 3.6 obtained 43%, G-Force 4 obtained 53% Keywords : Screen, Deck, Stroke Abstrak. Penelitian ini berjudul Analisis Efisiensi Screen Yang Dipengaruhi Stroke Dan Diaeter Wire Pada Vibrating Screen Untuk Mencapai Produksi Yang Optial Pada Penabangan Batu Andesit. PT Mandiri Sejahtera Sentra eiliki wilayah ijin Usaha Pertabangan Produksi di Kecaatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta Provinisi Jawa Barat. Wilayah IUP PT Mandiri Sejahtera Sentra luas wilayahnya adalah 41,19 Ha, dengan julah cadangan sebesar 60,4 juta LCM andesit. Pada bulan deseber produksi split dan abu didapatkan sebanyak 400 ton/ja sedangkan target produksi yang dibutuhkan perusahaan sebanyak 550 ton/ja, tidak tercapainya target produksi tersebut enjadi salah satu hal yang elatar belakangi penelitian ini dilakukan terutaa yang berkaitan dengan proses pengolahan bahan galian yaitu penyeragaaan ukuran. Tujuan Penelitian ini adalah engetahui faktor faktor yang enjadi kendala dala produktifitas dari alat vibratingscreen, engetahui perbedaan produksi dari variabel stroke pada vibratingscreen yang digunakan di PT Mandiri Sejahtera Sentra, engetahui efisiensi alat vibratingscreen yang dipengaruhi variabel stroke di PT Mandiri Sejahtera Sentra. Batasan asalah dibatasi pada enganalisis alat screening yaitu vibrating screen jenis TRIO (TIO8243), eberikan beberapa variabel stroke, yaitu 10, 11 dan 12, elakukan proses screening enggunakan 2 unit screen yang terdiri dari 3 deck. Pada screen pertaa berukuran : deck pertaa 30, deck kedua 12 dan deck ketiga 6,5. Pada unit screen kedua berukuran deck pertaa 30, deck kedua 12 dan deck ketiga 6,5. Paraeter yang eberikan pengaruh besar pada produktifitas alat vibrating screen antara lain stroke, speed, dan bed depth. Dari paraeter tersebut dapat dilihat bahwa stroke akan eberikan pengaruh yang besar sesuai dengan aterial yang akan lolos atau tertahan pada screen. Pada paraeter speed berpengaruh pada aterial yang ukuran besar eperlukan speed yang pelan, sedangkan aterial yang ukuran kecil eperlukan speed yang cepat. Pada paraeter bed depth berpengaruh untuk peerataan aterial pada badan screen. Dari hasil penelitian ini dapat disipulkan untuk paraeter : (1) Stroke yaitu stroke 10 produksi sebesar 458,06 Tph, stroke 11 produksi sebesar 584,19 Tph, stroke 12 produksi sebesar 698,44 Tph. (2)Efesiensi screen yaitu G-Force 3.3 didapat sebesar 46%, G-Force 3.6 sebesar 43%, G-Force 4 sebesar 53% Kata Kunci : Screen, Deck, Stroke 652
Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 653 A. Pendahuluan PT Mandiri Sejahtera Sentra, bahan galian yang diolah berupa batu andesit yang eproduksi produk split berbentuk cubical (berbentuk kubik) dan dust (abu batu), dikarenakan perintaan perusahaan PT Pioneer Betonyang enginginkan hasil produk yang eenuhi spesifikasi perusahaan yang akan dipasarkan kepada konsuen, terutaa pebuatan konstruksi bangunan, insfrastruktur dan lain lain. Pada saat ini kebutuhan akan produk batuan andesit di Indonesia sangat tinggi, sehingga dengan kebutuhan pasar tersebut, para perusahaan tabang bahan galian andesit sangat berpotensi tinggi dala bisnis pengolahan batu andesit yang bernilai ekonois. Pada saat ini produksi split dan abu didapatkan sebanyak 400 ton/ja sedangkan target produksi yang dibutuhkan sebanyak 550 ton/ja. Maka dari itu produksi yang dihasilkan tidak encapai target produksi. Sehingga harus dilakukan penelitian pada proses pengolahan bahan galian tersebut. Perasalahan di proses pengolahan batuan andesit PT Mandiri Sejahtera Sentra adalah penyeragaan ukuran, sehingga penelitian ini enilai paraeter paraeter yang berhubungan dengan penyeragaan ukuran. Penyeragaan ukuran di PT Mandiri Sejahtera Sentra enggunakan alat screen jenis vibrating screen.. Adapun tujuannya yaitu Mengetahui faktor faktor yang enjadi kendala dala produktifitas dari alat vibrating screen, Mengetahui perbedaan produksi dari variabel stroke dengan vibrating screen yang digunakan di PT Mandiri Sejahtera Sentra, Mengetahui efisiensi alat vibrating screen yang dipengaruhi variabel stroke di PT Mandiri Sejahtera Sentra B. LandasanTeori Koinusi atau pengecilan ukuran (size reduction) erupakan proses peecahan batuan secara ekanis, sebagai langkah pertaa yang biasa dilakukan dala proses pengolahan bahan galian, yaitu eperkecil ukuran bongkah bongkah batuan yang diperoleh dari tabang enjadi pecahan pecahan yang berukuran lebih kecil sesuai dengan ukuran butiran yang diperlukan dengan cara ecahkan/ereukkan dan keudian enggerus bongkah bongkah batuan tersebut. Dilihat dari fragen yang dihasilkan aka koinusi dapat dibagi dala dua tingkat : 1. Crushing, biasanya dilakukan dala keadaan kering enggunakan Crusher. 2. Grinding, dapat dilakukan dala kering dan basah dengan enggunakan Grinder. Peisahan aterial erupakan etode uu dan penting dala suatu industri pertabangan. Peisahan ini digunakan untuk eperoleh bahan dengan bentuk, ukuran, atau fraksi tertentu yang diinginkan. Screening erupakan salah satu proses yang bertujuan untuk engelopokkan ineral yang berdasarkan pada ukuran lubang ayakan sehingga akan eperoleh ukuran yang seraga. Screening ini nantinya akan berhubungan dengan alat crusher, diana alat untuk elakukan screening disebut dengan screen. Screesendiri erupakan alat yang digunakan untuk proses peilahan ukuran butir aterial dengan cara elewatkan aterial dari atas ayakan,sehingga aterial yang eiliki ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan yang ada aka aterial dapat lolos kebawah ayakan aka akan bertindak sebagai produk halus (undersize), sedangkan untuk partikel yang lebih kasar dari ukuran ayakan aka akan tertahan di atas ayakan dan bertindak sebagai produk kasar (oversize). Tujuan dilakukannya proses screening enurut Taggart,1927 antara lain : Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016
654 Galih Rinaldi, et al. 1. Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding 2. Mencegah oversize asuk ke dala proses pengolahan pada tahap selanjutnya 3. Mencegah undersize asuk ke dala esin crusher 4. Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya. Pereukan batu pada prinsipnya bertujuan ereduksi aterial untuk eperoleh ukuran butir tertentu elalui alat pereuk. Dala eperkecil ukuran pada uunya dilakukan dengan 3 tahap yaitu : a. Priary Crushing Merupakan pereukan tahap awal biasanya dilakukan terhadap bongkahbatuan yang dating daritepatpenabangan (run of ine) denganukuranbesar besarantara 12 60 inci, untukdireduksiukurannyaenjadiproduk yang berukuran 4 6 inci. Produkdari Priary Crushing sudahlebihsesuaiuntukditransportatausebagaiupan (feed) untuk Secondary Crushing. Ada 2 jenisyaitu Jaw Crusher dan Gyratory Crusher (A) (B) Suber :Metso Corporation Mining, 2015 Gabar 1. Jaw Crusher (A), Gyratory Crusher (B) b. Secondary Crushing Merupakanpereukantahapkedua yang epunyaibeban yang lebihringandari priary crushing yang terasuk heavy-duty achine. Produkdari priary crushing enjadiupan (feed) bagi secondary crushing denganukuran diaeter biasanyakurangdari 15 c. Secondary crushing dapatdilakukandenganenggunakanalat : 1) Cone Crusher 2) Roll crusher 3) Ipact Crusher 4) Haer ills Screening erupakan salah satu proses yang bertujuan untuk engelopokkan ineral yang berdasarkan pada ukuran lubang ayakan sehingga akan eperoleh ukuran yang seraga. Screening ini nantinya akan berhubungan dengan alat crusher, diana alat untuk elakukan screening disebut dengan screen. Screen sendiri erupakan alat yang digunakan untuk proses peilahan ukuran butir aterial dengan cara elewatkan aterial dari atas ayakan,sehingga aterial yang eiliki ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan yang ada aka aterial dapat lolos kebawah ayakan aka akan bertindak sebagai produk halus (undersize), sedangkan untuk partikel yang lebih kasar dari ukuran ayakan aka akan tertahan di atas ayakan dan Volue 2, No.2, Tahun 2016
Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 655 bertindak sebagai produk kasar (oversize). Tujuan dilakukannya proses screeningenurut Taggart,1927 antara lain : Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding Mencegah oversize asuk ke dala proses pengolahan pada tahap selanjutnya Mencegah undersize asuk ke dala esin crusher Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya. Sedangkan produk yang nantinya akan dihasilkan dari proses pengayakan / penyaringan terbagi enjadi dua yaitu : Ukuran aterial lebih besar daripada ukuran lubang ayakan (oversize) Ukuran aterial lebih kecil daripada ukuran lubang ayakan (undersize) C. HasilPenelitian Diaeter Wire Suber: DokuentasiTugasAkhir PT Mandiri Sejahtera Sentra, 2015 Gabar 2. Vibrating Screen PT Mandiri Sejahtera Sentra telah elakukan percobaan peilihan diaeter wire dengan beberapa kali percobaan yang dilakukan dengan data sebagai berikut : Tabel 1. HasilPengolahan Data Diaeter Wire No Diaeter Actual Open () Area (%) 1 6 67 2 8 60 3 10 54 Suber :HasilPengolahan Data, 2015 Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016
656 Galih Rinaldi, et al. Gabar 3. Hubungan Wire Terhadap Persentase Actual Open Area Dari gabar diatas, dapat dilihat grafik perbandingan antara diaeter wire terhadap persentase actual open area yang eperlihatkan perubahan seakin kecil diaeter wire aka seakin besar persentase actual open area. Screen Acceleration (G-Force) Screen Acceleration erupakansuatunilaiperbandinganantara stroke dengan speed dilihatdarikecepatan jatuhbutirdalaelewatilubangsaringan.padapengaatan yang dilakukanbahwaadabeberapafaktor yang epengaruhipadaefisiensiscreen yang dihasilkanyaitustrokedan speed. BerikutadalahperhitunganuntukencarinilaiScreen Acceleration (G-Force) denganpenggunaanstroke 10 : G-Force 3,3 Volue 2, No.2, Tahun 2016 Stroke 2 x Speed x Speed 30 30 10 2 x 770 x 770 30 30 Tabel2. RekapitulasiHasilPerhitunganG-ForcedenganStroke 10 Screen Size & Specification Screen 2 Screen 3 Iperial size Metric size Iperial size Metric size Deck length 8 feet 2.44 8 feet 2.44 Deck width 24 feet 7.32 24 feet 7.32 Nuber of decks 3 3 3 3 Angle of inclination 20 degre de degre 20 20 es g es 20 Stroke 10 10 Speed 770 rp 770 rp 770 rp 770 Incline Screen Travel / 75 fp 0.442 Speed s 75 fp 0.414 Horizontal Screen Travel / 45 fp 0.442 Speed s 45 fp 0.414 G-Force on screen 3.3 3.3 de g rp / s / s
Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 657 Berdasarkanpada data Stroke yang telahada, dapatdilihatdarihasilperbandinganantarastrokedengang Force yang telahdidapat : Tabel3. PerbandinganStrokedenganG - Force Stroke () 10 11 12 G - Force on Screen 3,3 3,6 4 Suber :HasilPengolahan Data, 2015 Strokeeilikiprinsipkerjayaituapabilaukuran aterial yang besarakadiperlukan pula stroke yang besar, sebaliknyaapabilaukuran aterial yang kecilakadiperlukanstroke yang kecil. ProduktivitasScreen UntukengetahuiproduktivitasscreendapatdihitungdariBelt Cut yang terdapatpadascreen, diana data-data untukperhitunganproduktivitasyaitubeltspeed (/s), Total Belt Cut Weight (kg) danlength of Belt Cut (). Berikutadalahsalahsatucontohperhitunganproduktivitasbelt cutdenganstroke G-Force 3,3 : Produktivitas(Scalping) 1 245,322 tph Produktivitas(Split) Belt Speed (/s) 1,77 /s 314,64tph Produktivitas(Dust) x 38,5 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 2,3 /s 1 1 143,424 tph Produktivitas(Over Size) Produktivitas(Input) x 38 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 1,66 /s x 24 kg x 60 x 60 Belt Speed (/s) 1,66 /s x 90 kg x 60 x 60 1 537,84tph Belt Speed (/s) 2,33 /s 1 x 140,7 kg x 60 x 60 1180,19tph BerikutadalahrekapitulasihasilperhitunganproduktivitasscreendariBelt Cut yang terdapatpadascreen: Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016
658 Galih Rinaldi, et al. Tabel 4. RekapitulasiHasilPerhitunganProduktivitasScreendenganG-Force 3.3 CV 4 (Scalping) Belt Cut ( G-Force) 3.3 CV 14 CV 16 (Split) (Dust) CV 10 (Over Size) CV 5 (input) Belt Speed (/s) 1.77 2.3 1.66 1.66 2.33 Total belt cut weight (kg) 38.5 38 24 90 140.7 Length of belt cut () 1 1 1 1 1 Tonnes per hour (Tph) 245.322 314.64 143.424 537.84 1180.19 EfisiensiScreen EfisiensiScreenbertujuanuntukengetahuiseberapabesarefektifitaspenggunaans creenuntukencapaiproduksi. Efisiensipadapenelitianinidiujidenganpenggunaanstroke yang berbeda-beda yang nantinyaakanepengaruhinilaiakselerasig- Forcedariscreen, sehinggaenghasilkanproduktivitas yang berbeda-beda. Berikutadalahsalahsatucontohperhitunganuntukenghitungefisiensiscreen: 1. Efisiensi Screen untuk G-Force 3,3 Oversize Screen EffisiensiScreen (%) Input Screen 537,84 x 100% 1180,1916 46% 2. Efisiensi Screen untuk G-Force 3,6 Oversize Screen EffisiensiScreen (%) Input Screen 507,96 x 100% 1180,1916 43% 3. Efisiensi Screen untuk G-Force 4 Oversize Screen Efisiensi Screen (%) D. Kesipulan Input Screen 621,50 x 100% 1180,1916 53% Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disipulkan bahwa : 1. Dala pencapaian produktifitas ada beberapa faktor yang eberikan pengaruh besar pada produktifitas alat vibrating screen antara lain stroke, speed, dan bed depth. Stroke yang di butuhkan untuk enghasilkan produktifitas yang optial yaitu stroke yang besar karena seakin besar ukuran dari aterial aka stroke yang di berikan harus besar, dala penelitian ini stroke yang digunakan untuk encapai produksi yang optial yaitu stroke 11, selain stroke terdapat faktor lain yang berpengaruh yaitu speed, dala penelitian yang dilakukan yaitu enggunakan speed 770 rp untuk encapai produksi yang optiu. Volue 2, No.2, Tahun 2016
Analisis Efisiensi Screen yang Dipengaruhi Stroke 659 2. PT Mandiri Sejahtera Sentra elakukan penelitian pada 3 stroke diana dari asing asing stroke enghasilkan produksi yang berbeda beda pada stroke 10 produksi yang dihasilkan 458,06 Tph, pada stroke 11 dihasilkan produksi sebesar 584,19 Tph dan pada stroke 12 dihasilkan produksi sebesar 698,44 Tph. Dala penelitian ini stroke yang digunakan yaitu stroke 11 dengan produksi yang dihasilkan 584,19Tph. 3. Dari 3 G-Force hasil penelitian enghasilkan effesiensi screen yang berbeda beda pada G-Force 3.3 didapat effesiensi screen sebesar 46%, pada G-Force 3.6 didapat effesiensi screen sebesar 43% dan pada G-Force 4 di dapat effesiensi screen sebesar 53%, dari ke 3 G Force tersebut yang enjadi rekoendasi untuk encapai target yang optial sesuai dengan target perusahaan yaitu pada G Force 3.6 dengan effesiensi screen yang dihasilkan yaitu 43%. Daftar Pustaka B.A. Wills, 1979. Mineral Processing Technology. Coborne School Of Mines, Cornwall, England E.J. Pryor, 1974. Mineral Processing. University of London Keith Murphy, 2014. Screening Basics Guidebook. Heidelbergceent Agregates Acadey. N.L. Weiss,. 1985. SME Mineral Processing Handbook. Aerican Institue Of Mining, Metallurgical And Petroleu Engineers,Inc. Prabowo, Herjun,. 2009. Perlakuan Mekanik Neraca Bahan pada Pengayakan., Akadei Teknologi Industri Padang Fuehrer, Sang,. 2009. Pengolahan Bahan Galian. http://sangfuehrer.blogspot.co. Diakses pada tanggal 11 Maret 2015 pukul 18.45 WIB Teknik Pertabangan,Gelobang 2, Tahun Akadeik 2015-2016