39 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Dalam penelitian kuantitatif, yang diilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala dapat diklasifikasikan dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Pola hubungan yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. (Sugiyono, 2013: 42) Jadi, paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti. (Sugiyono, 2013: 42) Paradigma penelitian ini adalah paradigma sederhana, terdiri atas satu variabel independen dan dependen. X YY CSR Gambar : 3.1 SWP X : Program CSR Y : Persepsi Kesejahteraan Masyarakat 3.2 Tipe Jenis Penelitian Jenis penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang datanya berbentuk angka. Penelitian ini mengukur seberapa besar pengaruh Program CSR terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini dikategorikan kepada penelitian korelasi. Menurut Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar (2011: 5), Penelitian korelasi adalah penelitian untuk mendeteksi seberapa jauh variabel berhubungan dengan variabel lain berdasarkan koefisien korelasinya. (Usman, Akbar, 2011: 5)
40 Menurut Siregar (2013), penelitian korelasi dinamakan dengan penilitan asosiatif/ hubungan yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. (Siregar, 2013: 7) Dengan penelitian ini maka kan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, memprediksi dan mengontrol suatu gejala. 3.3 Metode Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis. (Usman, Asman, 2011:41) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksplanatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang sarat dengan nuansa angka-angka dalam teknik pengumpulan data di lapangan. Dalam analisis data, metode kuantitatif memerlukan bantuan perhitungan statistik. (Siregar: 2013, 17) Menurut Kriyantono Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang menghubungkan sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel yang akan diteliti). Peneliti membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual dan kerangka teori. Peneliti perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis) antara variabel yang satu dengan yang lainnya. Variabel adalah konsep yang bisa diukur. Kegiatan berteori ini ada dalam kerangka teori. Sering pula disebut sebagai jenis penelitian korelasional dan komparatif. (Kriyantono, 2010: 69) 3.4 Variabel Penelitian Variabel adalah konstruk yang sifatnya-sifatnya telah diberi angka (kuantitatif) atau dapat juga diartikan variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai, berupa kuantitatif maupun kualitatif yang dapat berubah-ubah nilainya. (Siregar, 2013: 10) Terdapat dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (independent) yaitu Program CSR sebagai variabel (X) dan variabel terikat (dependent) yaitu Kesejahteraan Masyarakat sebagai variabel (Y). berikut adalah uraian mengenai
41 dimensi dan indikator dari masing-masing variabel, beserta pengukuran, skala dan model pengukuran dari kedua variabel tersebut. Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Variabel (X) dan Variabel (Y) VARIABEL Dimensi Indikator Deskriptor Skala Development 1. Pengembangan sesuai kebutuhan 1. Penilaian terhadap pengembangan konsep sesuai dengan tujuan dan sasaran program berdasarkan hasil community need analysis Involve 1. Pengikutsertaan 1. Penilaian terhadap pengikutsertaan masyarakat yang menjadi sasaran pengembangan Variabel Socialize 1. Sosialisasi / 1. Penilaian terhadap (X) musyawarah musyawarah. Musyawarah 2. Sosialisasi program pengembangan adalah salah satu cara mendapatkan hasil community need analysis 2. Penilaian terhadap sosialisasi. Mensosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat sehingga mereka merasa memiliki program ini
42 Cater 1. Komitmen 1. Penilaiain mengenai 2. Community Need Analysis (analisis komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat kebutuhan 2. Penilaian terhadap program masyarakat) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Program CSR Utilize 1. Keterlibatan 1. Penilaian terhadap keterlibatan. Melibatkan tenaga kerja setempat untuk melaksanakan proyek Senstivity 1. Pemahaman 1. Penilaian terhadap perasaan pemahaman mengenai 2. Pemahaman situasi perasaan masyarakat untuk mempertahankan dan mengembangkan program 2. Penilaian terhadap pemahaman mengenai situasi psikologis, sosial dan budaya yang tengah berkembang dalam masyarakat Socialize 1. Sosialisi/promosi 1. Penilaian terhadap sosialisasi program kepada pihak luar Variabel Ekonomi 1. Pengembangan 1. Penilaian terhadap (Y) dan pengembangan komunitas pemberdayaan dan pemberdayaan Persepsi masyarakat dengan
43 Kesejahteraan Masyarakat 2. Pengembangan fasilitas usaha 3. Kualitas hidup 4. Tingkat ekonomi implementasi program 2. Penilaian terhadap pemberian bantuan untuk pengembangan fasilitas usaha 3. Penilaian terhadap kualitas hidup dalam artian kondisi atau tingkat pemenuhan kebutuhan hidup manusia untuk hidup layak 4. Penilaian terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat sehingga kebutuhannya mudah untuk dipenuhi Sosial 1. Pelatihan untuk 1. Penilaian terhadap kemandirian pemberian pelatihan dan 2. Kemampuan dalam aktifitas ekonomi pengembangan kewirausahaan untuk dapat meningkatkan kemandirian masyarakat 3. Kepuasan (kesejahteraan) 2. Penilaian terhadap pemberian pelatihan 4. Penerimaan manajemen keuangan untuk keluhan meningkatkan kemampuan 5. Respon terhadap keluhan dalam melakukan aktivitas ekonomi 3. Penilaian terhadap kepuasan
44 mengenai program (berdampak pada kesejahteraan masyarakat 4. Penilaian terhadap kesempatan untuk menerima keluhan 5. Penilaian terhadap tindak lanjut mengenai keluhan Lingkungan 1. Pemanfaatan dan 1. Penilaian terhadap dukungan penyehatan mengenai peningkatan lingkungan kualitas pemanfaatan dan penyehatan lingkungan 3.5 Populasi dan Sample 3.5.1 Populasi Menurut Bungin (2006: 99) Populasi berasal dari bahasa Inggris yaitu population yang berarti jumlah penduduk. Dalam metode penelitian, kata populasi amat popular dipakai untuk menyebutkan serumpun/ sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya. Sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian (Siregar, 2013:30) Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Masyarakat Cilawu Pasar Sehat Genteng Garut yang menjadi mitra penerima Program Community Development Program MBM - CSR Bank Mandiri.
45 Menurut data perusahaan, total jumlah mitra program MBM-CSR Bank Mandiri Garut saat ini sebanyak 96 orang. Mitra CSR Bank Mandiri dipilih sebagai populasi penelitian karena mitra CSR Bank Mandiri Garut adalah pihak yang terkena dampak langsung program CSR (Community Development) di Garut yang dijalankan perusahaan. 3.5.2 Sampel Sampel adalah suatu prosedur pengambilan data dimana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi. (Siregar, 2013: 30) Dalam teknik menentukan ukuran atau jumlah sampel dari suatu populasi bisa dilakukan dengan penghitungan statistik. Penelitian ini menggunakan cara menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya dengan menggunakan rumus Slovin. (Siregar, 2013: 34) Rumus Slovin sebagai berikut : Keterangan : n = sampel N = populasi e = perkiraan tingkat kesalahan n = N 1+ Ne 2 Berdasarkan rumus diatas dan persen perkiraan tingkat kesalahan dalam penelitian ini adalah 5%, artinya tingkat keyakinan bahwa sampel mewakili populasi adalah 95%, maka besar sampel yang dibutuhkan sebagai responden dalam penelitian ini sebesar, 96 n = 1+ (96 5% 2 )
46 96 n = 1+ 0, 24 n = 96 1, 24 n = 77, 41= 77 Dengan menggunakan rumus pengukuran sampel diatas, maka diketahui jumlah sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 77 responden. 3.5.3 Teknik Pengambilan Sampel (Teknik Sampling) Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu simple random sampling. Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam populasi untuk dijadikan. (Siregar, 2013: 31) Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah : a. Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relative homogen. b. Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Data-data tersebut dibagi menjadi data primer dan data sekunder. 1. Data Primer Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner atau angket. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada Masyarakat Cilawu, Garut. Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap, keyakinan,
47 perilaku dan karakteristik orang-orang. Kuesioner berupa daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis untuk diisi oleh responden. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup yaitu pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan ganda. Responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang telah tersedia, yang menurutnya sesuai dengan pendapat atau realitas yang dialaminya. (Siregar, 2013:21). Peneliti menyebarkan kuesioner tersebut secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat memperoleh data yang akurat. 2. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi kepustakaan, buku-buku, jurnal, dan data-data perusahaan yang berhubungan dengan penelitian ini, untuk mendukung data primer. 3.7 Metode Pengumpulan data Dalam penelitian kuantitatif terdapat empat jenis skala pengukuran data, yaitu skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. (Siregar, 2013: 22-24) a. Skala Nominal adalah skala yang diberikan pada suatu objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode saja. b. Skala Ordinal adalah data yang berasal dari kategori yang disusun secara berjenjang mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak yang tidak harus sama. c. Skala Interval adalah suatu skala dimana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak/interval setiap objek/kategori sama. d. Skala Rasio adalah suatu skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal, skala ordinal dan skala interval dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris.
48 Penelitian ini menggunakan jenis data interval karena menggunakan Skala. Skala digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan dari variabel menjadi dimensi, dari dimensi menjadi indikator dan dari indikator menjadi sub-indikator yang dapat diukur. Akhirnya sub-indikator dapat dijadikan tolak ukur untuk membuat suatu pertanyaanpertanyaan yang perlu dijawab oleh responden. (Siregar, 2013: 25) Peneliti menggunakan skala 1 sampai 5 yang meliputi: Skala SKOR PENILAIAN 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 2 Tidak Setuju (TS) 3 Agak Setuju (AS) 4 Setuju (S) 5 Sangat Setuju (SS) Tabel 3.2 3.8 Teknik Analisis Data Pada penelitian kuantitatif kegiatan analisis datanya meliputi pngolahan data dari penyajian data dan melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik. (Siregar, 2013: 86). Untuk untuk uji statistik dilakukan pengujian dnengan menggunakan instrumen penelitian. Instrumen penelitian adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah, dan menginterpretasikan informasi yang
49 diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama. Untuk menguji instrumen penelitian, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3.8.1 Uji Validitas Validitas adalah menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (a valid measure if it successfully measure the phenomenon). (Siregar, 2013: 46). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk. Validitas konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, yang mana dalam validitas konstruk adanya kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R. Fraenkel validasi konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validasi lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validasi isi dan validasi kriteria. (Siregar, 2013:47). Dalam penelitian ini untuk pengolahan data menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 21.0 Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode Corrected Item Total Correlation dengan cara mengkorelasikan masing-masing indikator dengan skor total indikator. Uji signifikansi dalam uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n 2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Untuk menguji apakah masing-masing indikator valid atau tidak, dapat dilihat dari tampilan output Croanbach Alpha pada kolom Correlated Item Total Correlation dari setiap indikator. Lalu bandingkan nilai indikator yang terdapat pada output Croanbach Alpha pada kolom Correlated Item Total Correlation dari setiap indikator dengan hasil dari r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka indikator tersebut dikatakan valid, sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka dikatakan tidak valid (Priyatno, 2013: 19). Kesimpulannya adalah : 1. Jika r hitung > r tabel, maka dikatakan valid. 2. Jika r hitung < r tabel, maka dikatakan tidak valid. 3.8.2 Uji Reliabilitas
50 Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Teknik ini dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu instrument penelitian reabel atau tidak, bila jawaban yang diberikan responden berbentuk skala seperti 1-3 dan 1-5 serta 1-7 atau jawaban responden yang menginterpretasikan penilaian sikap. (Siregar, 2013: 57) Suatu instrumen dinyatakan reliabel jika koefisien reliabilitas r hitung >r tabel (df = n-2). Sebuah alat ukur dikatakan reliabel jika (Priyatno, 2013: 30): 1. Cronbach s Alpha < 0,60 = reliabilitas buruk 2. Cronbach s Alpha 0,60 0,79 = reliabilitas diterima 3. Cronbach s Alpha 0,8 = reliabilitas baik 3.8.3 Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat tingkat kenormalan data yang digunakan, apakah data berdistribusi normal atau tidak. Tingkat kenormalan data sangat penting, karena dengan data yang berdistribusi normal, maka data tersebut dianggap dapat mewakili populasi. (Priyatno, 2013: 34). Metode yang digunakan dalam uji normalitas penelitian ini adalah Uji Normalitas dengan Metode One Sample Kolmogorov Smirnov, data yang dikatakan normal jika signifikansi > 0,05 (Ghozali, 2011: 164). Kesimpulannya adalah : 1. Jika nilai signifikansi (Asym Sig 2 tailed) > 0,05, maka berdistribusi normal. 2. Jika nilai signifikansi (Asym Sig 2 tailed) < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. 3.8.4 Koefisien Korelasi Penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment yaitu korelasi untuk mencari arah dan kekuatan hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel
51 tak bebas (Y) dan data berbentuk interval dan rasio. (Siregar, 2013: 252). Data yang digunakan dalam korelasi Pearson berskala interval atau rasio. Nilai korelasi (r) adalah 0 sampai 1 (untuk hubungan positif) atau 0 sampai -1 (untuk hubungan negatif), semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan semakin kuat positif atau semakin kuat negative. Sebaliknya, jika nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. (Priyatno, 2013: 100). Dalam penelitian ini korelasi yang digunakan adalah korelasi pearson (Product Moment Pearson). Menurut Sugiyono (2010) Pedoman untuk menginterpretasikan hasil koefisien korelasi sebagai berikut (Priyatno, 2013: 100) : 1. 0,00 0,119 = sangat rendah 2. 0,20 0,399 = rendah 3. 0,40 0,599 = sedang 4. 0,60 0,79 = kuat 5. 0,80 1,000 = sangat kuat Jika dikaitkan dengan hasil SPSS nilai korelasi positif artinya terjadi hubungan positif, yaitu jika variabel independen meningkat maka variabel dependen pun meningkat. 3.8.5 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besar kecilnya sumbangan variabel X bebas terhadap variabel Y yang dinyatakan dalam bentuk presentase, rumus yang dapat digunakan untuk menyatakannya (Sugiyono, 2008: 277) : KD = r 2 x 100 % Dimana KD adalah kofisien determinasi, dan R adalah koefisien korelasi Pearson. 3.8.6 Regresi Linier Sederhana Penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana. Regresi linier sederhana digunakan hanya untuk satu variabel bebas (independent) dan satu variabel tak bebas (dependent). Tujuan pengujian regresi adalah untuk meramalkan atau memprediksi
52 besaran nilai variabel tak bebas (dependent) yang dipengaruhi oleh variabel bebas (independent). (Siregar, 2013: 284) Dimana : Y = Variabel tak bebas/ terikat (dependent) X = Variabel bebas (independent) a dan b = Konstanta 3.8.7 Uji t atau Uji Hipotesis Uji t atau uji hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y. Signifikan artinya nyata dan dapat digeneralisasikan atau berlaku pada seluruh populasi. (Sugiyono, 2012: 243). Kriteria pengujian dalam uji t, yaitu (Priyatno, 2013: 92): 1. Ho diterima jika t tabel t hitung t tabel. 2. Ho ditolak jika t hitung < - t tabel atau t hitung > t tabel.