Sistem Kristal Hexagonal

dokumen-dokumen yang mirip
Sistem Kristal dan Kisi Bravais

KRISTAL DAN KRISTALOGRAFI I

BAB 2. KEDUDUKAN KRISTAL DALAM TIGA DIMENSI Kedudukan Utama Bidang terhadap Ketiga Sumbu Kristalografi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. grup kristalografi, dan Graphical User Interface (GUI) untuk pembentukan

4. Buku teks: Introduction to solid state physics, Charles Kittel, John Willey & Sons, Inc.

Konsep Dasar Geometri

KIMIA FISIKA KESETIMBANGAN CAIR-UAP & PADAT-UAP. Prof. Heru Setyawan Jurusan Teknik Kimia FTI ITS

Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

SURVEI POLA GRUP KRISTALOGRAFI BIDANG RAGAM BATIK TRADISIONAL


POLA ABSTRAK KRISTALOGRAFI DALAM ANYAMAN BAMBU

Ringkasan Materi Soal-soal dan Pembahasan MATEMATIKA. SD Kelas 4, 5, 6

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA KISI-KISI ULANGAN KENAIKAN KELAS (SEMESTER GENAP) TAHUN PELAJARAN 2012/2013

FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA

MAKALAH FISIKA BAHAN STRUKTUR & GEOMETRI KRISTAL (BCC, FCC, HCP) : KERAPATAN KRISTAL

empat8geometri - - GEOMETRI - - Geometri 4108 Matematika BANGUN RUANG DAN BANGUN DATAR

PEMBANGKITAN RAGAM BATIK KONTEMPORER DENGAN POLA MENGIKUTI GRUP KRISTALOGRAFI BIDANG

Simetri. Operasi Simetri 13/03/2015. Pertemuan ke-5 Kristalografi (Simetri: Simbol & Operasinya) Nurun Nayiroh, M.Si

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERSEGI // O. Persegi merupakan belah ketupat yang setiap sudutnya siku-siku Sisi Sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan semua sisinya sama panjang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.

BAB III PENGURAIAN GAYA

Pencerminan dan Simetri Lipat

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

SD kelas 6 - MATEMATIKA BAB 11. BIDANG DATARLatihan Soal 11.1

Pola (1) (2) (3) Banyak segilima pada pola ke-15 adalah. A. 235 C. 255 B. 250 D Yang merupakan bilangan terbesar adalah. A. C. B. D.

Geometri Bangun Datar. Suprih Widodo, S.Si., M.T.

M-5 PENENTUAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA TAMPAK

1. Target: mahasiswa undergraduate menjelang tingkat akhir atau mahasiswa graduate tanpa latar belakang fisika zat padat.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

matematika K-13 PERSAMAAN GARIS LURUS K e l a s

Menggambar Lendutan Portal Statis Tertentu

Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK)

BANGUN RUANG BAHAN BELAJAR MANDIRI 5

PETUNJUK UMUM PETUNJUK KHUSUS

1. BARISAN ARITMATIKA

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0

MATEMATIKA NALARIA REALISTIK

KISI-KISI PENULISAN SOAL DAN URAIAN ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP

GEOGEBRA UNTUK GEOMETRI RUANG

RINGKASAN MATERI MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SEMESTER 2 PEMBELAJARAN 1 PECAHAN SEDERHANA

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

. A.M. A. Titik, Garis, dan Bidang BANGUN GEOMETRI

Dengan makalah ini diharapkan para siswa dapat mengetahui tentang sudut, macam-macam sudut, bangun datar dan sifat-sifat bangun datar.

4. Kompetensi Dasar Matematika KELAS: I

Kajian Matematika SMP Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd Semester/Kelas : 3A3 Tanggal Pengumpulan : 14 Desember 2015

UKURAN RUAS-RUAS GARIS PADA SEGITIGA SKRIPSI

Sifat-Sifat Bangun Datar dan Bangun Ruang

GERAK ROTASI. Hoga saragih. hogasaragih.wordpress.com

Lampiran 1 DATA NILAI HASIL EVALUASI SISWA KELAS V SD NEGERI 3 REJOSARI PRA SIKLUS. Nilai. Nama

SUSUNAN ATOM BENDA PADAT

Crystallography (Kristallografi) Oleh: Siti K. Chaerun

PERTEMUAN 6 PENYAJIAN GAMBAR KHUSUS

01 : STRUKTUR MIKRO. perilaku gugus-gugus atom tersebut (mungkin mempunyai struktur kristalin yang teratur);

Untuk memudahkan buat segitiga yang memuat titik A dan garis k. Puncak segitiga adalah titik A dan alasnya garis k

KATALOG MATEMATIKA ALAT PERAGA PENDIDIKAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

BAB I Geometri dan Prinsip Dasar Kristal

Matematika Semester IV

SILABUS. 8 Silabus Matematika Kelas 5. Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. desimal dan sebaliknya.

TRY OUT UN MATEMATIKA SMA IPA 2013

GAMBAR TEKNIK PROYEKSI ISOMETRI. Gambar Teknik Proyeksi Isometri

Identitas, bilangan identitas : adalah bilangan 0 pada penjumlahan dan 1 pada perkalian.

Geometri Ruang (Dimensi 3)

PEMBELAJARAN BANGUN DATAR (2)

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMP Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN IV

PREDIKSI UJIAN NASIONAL 2009

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

BAB I : KONSEP PEMANTULAN

Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis ICT : Penerapan Cabri

Copyright Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang

GEOMETRI DIMENSI DUA. B. Keliling dan Luas Bangun Datar. 1. Persegi. A s

Gambar dibawah memperlihatkan sebuah image dari mineral Beryl (kiri) dan enzim Rubisco (kanan) yang ditembak dengan menggunakan sinar X.

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Direktur Pembinaan SMK. iii

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987

5.1 KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR

DESKRIPSI PEMELAJARAN

D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI

GARIS DAN SUDUT. (Materi SMP Kelas VII Semester1)

SIMETRI BAHAN BELAJAR MANDIRI 3

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran

SOAL PR ONLINE IX SMP MATA UJIAN: MATEMATIKA (KODE: P18) 1. Alas sebuah limas berbentuk segi-6. Banyak rusuk dan sisi limas berturutturut

SUSUNAN ATOM DALAM. 1. Irfa Hambali 2. Rezki Al Khairi. 4. Junedi Ramdoner 5. Priselort D. 7. Venti Nuryati

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. B. Tujuan. D. Rumusan Masalah

- Segitiga dengan dua sisinya sama panjang dan terbentuk dari dua segitiga siku-siku yang kongruen disebut segitiga samakaki

fungsi Dan Grafik fungsi

PELATIHAN GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

d) Sistem Trigonal e) Sistem Orthorombic f) Sistem Triclinic g) Sistem Monoclin

BAB II MATERI. sejajar dengan garis CD. B

BAB III PEMBAHASAN. Pada bab pembahasan ini akan dibahas mengenai Geometri Hiperbolik yang

Pengenalan Geogebra. Oleh: Hazrul Iswadi. Disampaikan pada seminar internal Departemen MIPA. Tanggal 10 September 2011

A. LATIHAN SOAL UNTUK KELAS 9A

Handout Materi Ikatan Kimia


SD V BANGUN DATAR. Pengertian bangun datar. Luas bangun datar. Keliling bangun datar SD V

Siswa dapat menyebutkan dan mengidentifikasi bagian-bagian lingkaran

TRY OUT UJIAN NASIONAL SMA/MA MATEMATIKA IPA 01 MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) MATEMATIKA KOTA BATAM

PERSAMAAN GARIS LURUS

No Gambar Nama bangun Banyaknya simetri lipat

Transkripsi:

Sistem Kristal Hexagonal A. Pengertian Sistem Kristal Hexagonal Sistem heksagonal adalah uniaksial, yang berarti itu didasarkan pada satu sumbu utama, dalam hal ini sumbu rotasi enam kali lipat, yang unik untuk sumbu lainnya. Sistem heksagonal adalah analog dengan sistem tetragonal. Sistem heksagonal mengandung kelas yang mencerminkan kelas sistem tetragonal dengan perbedaan yang jelas menjadi sumbu lipatan enam bukannya sumbu lipat empat. Namun, sistem heksagonal dan sistem trigonal serupa seperti salah satu dari lima sistem lain dalam hal sumbu kristalografi. Sementara sistem lain menggunakan tiga sumbu kristalografi, sistem heksagonal dan trigonal menggunakan total empat sumbu. Sumbu enam besar atau prinsip lipat untuk sistem heksagonal, tentu saja, salah satu sumbu. Tiga lainnya terletak pada sumbu yang tegak lurus dengan sumbu prinsip dan diberi label a 1, a 2 dan a 3. Ini sumbu simetris menyebar ke 120 derajat antara ujung positif dari setiap sumbu, membuat bintang diperiksa dengan sinar enam bila dilihat ke sumbu prinsip. Dalam sistem heksagonal tidak ada perbedaan antara kutub positif dan negatif dari setiap sumbu yang membuat sudut hanya 60 derajat antara sumbu. Namun, Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 1

jika terdapat perbedaan antara kutub sumbu, maka ini akan membuat sistem trigonal, dengan sumbu prinsip tiga kali lipat, sebagai lawan heksagonal. Salah satu item yang perlu diperhatikan, sekarang praktek umum di kalangan kristalografi untuk mengabaikan salah satu dari tiga sumbu tegak lurus. Diskusi fakta ini mungkin lebih membingungkan daripada membantu, tapi here goes. Karena ada tiga sumbu yang sama, sistem benar-benar dapat didefinisikan secara matematis dengan hanya dua sumbu tegak lurus pada 120 dan 60 derajat sudut. Tegak lurus pola yang dihasilkan dengan sumbu c adalah mosaik ubin belah ketupat yang terlihat ortorombik, tidak heksagonal. Namun, jika sumbu ketiga menempatkan menghubungkan setiap persimpangan dari dua sumbu pertama dan membelah menjadi dua belah ketupat segitiga sama sisi, maka pola jelas menjadi heksagonal. Di bawah ini adalah struktur dan model dari system Kristal hexagonal. Axial Configuration Paper Model B. Kisi Bravais Sistem Kristal Hexagonal Pada system kristal ini, sesuai dengan namanya heksagonal (heksa = enam), maka system ini memiliki 6 sisi yang sama. System kristal ini memiliki dua nilai sudut yaitu 90 dan 120 (α = β = 90 dan γ =120 ), sedangkan pajang rusuk-rusuknya adalah a = b c. semua atom berada pada sudut- Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 2

sudut (pojok) heksagonal dan terdapat masing-masing atom berpusat muka pada dua sisi heksagonal (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau). Sistem Kristal Kisi Bravais Panjang Rusuk Besar Sudut Hexagonal Sederhana a = b = d c α = β = 90 γ = 120 Di bawah ini adalah gambar struktur dari model kisi bravais yang di miliki oleh system kristal hexagonal. Gambar kisi bravais dari system kristal hexagonal Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 3

C. Kelas-kelas Dalam Sistem Kristal Hexagonal Hexagonal merupakan satu dari tujuh sistem kristal dan mempunyai tujuh buah kelas. Semua kelasnya mempunyai simetri yang sama dengan bentuk dasar dari hexagonal. Sistem kristal ini mencakup semua kristal yang mempunyai empat buah sumbu. Tiga di antaranya sama panjang dan terletak di bidang horizontal serta perpotongan antara masing masing sumbu membentuk sudut 60. Mereka dinamai sumbu lateral dan diberi tanda huruf a dan dapat saling ditukar tukar. Sumbu keempat tegak lurus terhadap bidang yang terbentuk dari sumbu lateral dan disebut dengan sumbu c, panjang nya bisa lebih panjang atau lebih pendek dari sumbu lateral. Kelompok dalam sistem kristal hexagonal tercantum di bawah ini, dengan nomor internasional dan notasi, kelompok ruang mereka dalam kristal nama dan contoh. Sistem kristal hexagonal ini dibagi menjadi 7 kelas yaitu sebagai berikut : Hexagonal Dihexagonal Dipyramidal Hexagonal Trapezohedral Hexagonal Dihexagonal Pyramidal Hexagonal Ditrigonal Dipyramidal Hexagonal Dipyramidal Hexagonal Trigonal Dipyramidal Hexagonal Pyramidal dan di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai pengertian masingmasing, ciri-ciri dan contoh mineral yang ada dari ketiga system kristal hexagonal. 1. Hexagonal Dihexagonal Dipyramidal Kelas simetri tertinggi dari sistem heksagonal adalah Kelas Hexagonal Dihexagonal Dipyramidal. Selain sumbu enam kali lipat, ada 6 sumbu dari dua kali lipat rotasi tegak lurus dengan sumbu prinsip, 7 pesawat cermin dan Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 4

pusat. Ketiga sumbu kristalografi planar mewakili tiga dari dua sumbu lipat dan tiga lainnya dua sumbu lipat diposisikan antara sumbu kristalografi. Dengan demikian hanya ada 30 derajat memisahkan setiap sumbu lipat dua. Ada pesawat cermin 6 yang semuanya sejajar dengan sumbu prinsip dan satu dua sumbu lipatan dan tegak lurus satu dua sumbu lipatan. Pesawat cermin lain terletak pada bidang diduduki oleh dua sumbu lipat. Selain itu ada pusat simetri. Hal ini boleh jadi bisa disebut kelas yang paling kompleks dari semua kelas yang berbeda simetri 32. Beberapa mineral crystalize di kelas ini dan membentuk beberapa kristal yang luar biasa simetris. Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Dihexagonal Dipyramidal Kelas : 20 Simetri Elemen simetri : 6 / m 2 / m 2 / m : Ada 1 enam sumbu lipatan, 6 kali lipat dua sumbu, pesawat cermin 7 masing-masing tegak lurus terhadap salah satu sumbu rotasi dan pusat. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 5

Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles Bentuk umum Mineral umum : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. : The dihexagonal dipyramidal, heksagonal dipyramid, prisma dihexagonal, prisma heksagonal dan pinacoid basal. : Beryl, molibdenit, pirhotit, nickeline, cancrinite, covellite, grafit cacoxenite, coquimbite, cordylite- (Ce), ettringite, fluocerite-(ce), gmelinite, hauckite, osumilite, poudretteite, sjogrenite, sudburyite, sugilite, troilite, vaterite, seng dan bahkan es, di antara banyak lainnya. Contoh Mineral dari Hexagonal Dihexagonal Dipyramidal (Beryl) Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 6

2. Hexagonal Trapezohedral Kelas Hexagonal Trapezohedral memiliki semua sumbu rotasi Kelas Dihexagonal Dipyramidal tetapi tidak memiliki pesawat cermin dan pusat. Bentuk yang khas terlihat seperti dipyramidal, tapi, tanpa cermin, wajah tidak merata berbaris di mana mereka bertemu di tengah kristal. Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Trapezohedral Kelas : 19 Simetri : 6 2 2 Elemen simetri : Ada 1 enam sumbu lipatan dan 6 kali lipat dua sumbu. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 7

Bentuk umum : The trapezohedron heksagonal, dipyramid heksagonal, prisma dihexagonal, prisma heksagonal dan pinacoid tersebut. Mineral umum Catatan : Rhabdophane, quetzalcoatlite, quintinite-2h dan beta kuarsa atau kuarsa tinggi dan sekitar selusin mineral langka lainnya. : Kristal dapat dibiarkan atau tangan kanan. Contoh Mineral dari Hexagonal Trapezohedral (Rhabdophane) 3. Hexagonal Dihexagonal Pyramidal Kelas Hexagonal Dihexagonal Pyramidal tidak memiliki cermin tegak lurus dan dua sumbu lipat. Ini adalah salah satu dari beberapa kelas yang menghasilkan kristal hemimorphic, salah satu yang memiliki atas berbentuk berbeda dan bawah. Hal ini terjadi karena ada unsur simetri tidak mengulangi wajah dari atas ke bawah. Sebuah kristal dari kelas ini, seperti dari zincite, Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 8

dapat memiliki piramida simetris pada bagian atas dan pinacoid basal di bagian bawah. Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Dihexagonal Pyramidal Kelas : 18 Simetri Elemen simetri : 6 m m : Ada 1 enam sumbu lipatan dan 6 pesawat cermin. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles Bentuk umum : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. : Dihexagonal Piramida, piramida heksagonal, prisma dihexagonal, prisma heksagonal dan pedion tersebut. Mineral umum : Zincite, Moissanite, taaffeite, greenockite dan wurtzite serta hanya handfull mineral langka lainnya. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 9

Catatan : Kristal kelompok ini adalah hemimorphic, yaitu. yang berbeda atas dan bawah. Contoh Mineral dari Hexagonal Dihexagonal Pyramidal (Wurtzite) 4. Hexagonal Ditrigonal Dipyramidal Kelas Hexagonal Ditrigonal Dipyramidal memiliki enam sumbu 1 rotoinversion kali lipat (yang muncul sebagai tiga sumbu kali lipat). Sumbu rotoinversion mengambil wajah, berputar itu 60 derajat (seperenam dari rotasi) dan kemudian membalikkan itu (sampai bawah & kanan ke kiri) melalui kristal ke sisi lain. Kemudian berputar lagi 60 derajat dan membalikkan lagi melalui kristal. Empat kali melalui operasi rotoinversion (enam di semua) dan itu kembali persis di mana itu dimulai. Hasilnya adalah kristal mencari trigonal, meskipun diproduksi oleh operasi rotasi enam kali lipat, sehingga dua kelas termasuk dalam sistem heksagonal. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 10

Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Ditrigonal Dipyramidal Kelas : 17 Simetri : Bar 6 m 2 Elemen simetri : Ada 1 rotoinversion enam sumbu lipatan (muncul sebagai tiga sumbu kali lipat), 3 kali lipat dua sumbu dan pesawat cermin 4 masing-masing tegak lurus terhadap salah satu sumbu rotasi. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles Bentuk umum : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. : Piramida dihexagonal, piramida heksagonal, prisma dihexagonal, prisma heksagonal dan pedion tersebut. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 11

Mineral umum : Benitoite, belkovite, connellite, barringerite, bastnasit, hydroxylbastnasite, offretite dan sekitar sepuluh bahkan jarang mineral. Catatan : Crystals dari kelas ini tampaknya trigonal. Contoh Mineral dari Hexagonal Ditrigonal Dipyramidal (Benitoite) 5. Hexagonal Dipyramidal Kelas Hexagonal Dipyramidal Ini hanya berisi sumbu lipatan enam rotasi yang diperlukan untuk sistem ini, sebuah pesawat cermin tegak lurus dan pusat. Kristal dari kelas ini biasanya diwakili oleh anggota kelompok apatit. Mineral ini menunjukkan klasik enam simetri lipat dan hanya sesekali menunjukkan wajah offset dipyramid 12 heksagonal sisi. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 12

Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Dipyramidal Kelas : 16 Simetri Elemen simetri : 6 / m : Ada 1 enam sumbu lipatan, 1 cermin pesawat tegak lurus terhadap sumbu rotasi utama dan pusat. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles Bentuk umum Mineral umum : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. : The dipyramid heksagonal, prisma heksagonal dan pinacoid basal. : Agardite, hanksite, hedyphane, mixite, thaumasite dan sebagian besar anggota kelompok apatit yang meliputi mineral apatit, mimetite, vanadinite dan pyromorphite serta mineral langka beberapa. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 13

Contoh Mineral dari Hexagonal Dipyramidal (Apatite) 6. Hexagonal Trigonal Dipyramidal Kelas Hexagonal Trigonal Dipyramidal memiliki enam sumbu 1 rotoinversion kali lipat (yang muncul sebagai tiga sumbu kali lipat). Sumbu rotoinversion mengambil wajah, berputar itu 60 derajat (seperenam dari rotasi) dan kemudian membalikkan itu (sampai bawah & kanan ke kiri) melalui kristal ke sisi lain. Kemudian berputar lagi 60 derajat dan membalikkan lagi melalui kristal. Empat kali melalui operasi rotoinversion (enam di semua) dan itu kembali persis di mana itu dimulai. Hasilnya adalah kristal mencari trigonal, meskipun Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 14

diproduksi oleh operasi rotasi enam kali lipat, sehingga dua kelas termasuk dalam sistem heksagonal. Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Trigonal Dipyramidal Kelas : 15 Simetri Elemen simetri : Bar 6, setara dengan 3 / m : Ada 1 rotoinversion enam sumbu lipatan (muncul sebagai tiga sumbu kali lipat) dan 1 cermin tegak lurus dengan sumbu rotasi. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles Bentuk umum : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. : The dipyramid trigonal, prisma trigonal dan pinacoid basal. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 15

Mineral umum Catatan : Hanya mineral sangat jarang Laurelite, liottite dan reederite-(y). : Kristal dari kelas ini tampaknya trigonal. Contoh Mineral dari Hexagonal Trigonal Dipyramidal (Laurelite) 7. Hexagonal Pyramidal Dalam geometri, Hexagonal Pyramidal adalah piramida dengan dasar heksagonal pada yang didirikan enam wajah segitiga yang bertemu di satu titik (puncak). Hexagonal Pyramidal juga disebut sebagai Heptahedron. Hexagonal Pyramidal Seperti piramida apapun, itu adalah self-ganda. Sebuah piramida heksagonal yang tepat dengan basis hexagon biasa memiliki simetri C6v. Sebuah piramida rutin yang tepat adalah salah satu yang memiliki poligon beraturan sebagai dasar dan yang puncaknya adalah "di atas" pusat dasar, sehingga puncak, pusat dasar dan bentuk titik lainnya segitiga siku-siku. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 16

Axial Configuration Paper Model Ciri-ciri Hexagonal Pyramidal Kelas : 14 Simetri : 6 Elemen simetri : Hanya ada 1 enam sumbu lipatan. Axes kristalografi : Tiga sumbu, semua dalam satu pesawat, disebut a1, a2 dan a3 sama satu sama lain, tetapi mereka baik lebih pendek atau lebih panjang dari sumbu c. Angles : Semua sudut antara ujung positif dari suatu sumbu = 120 derajat. Sudut antara semua yang sumbu dan sumbu c = 90 derajat. Bentuk umum : Piramida heksagonal, prisma heksagonal dan pedion tersebut. Mineral umum : Nepheline, cancrinite, erionit, berthierite dan gyrolite adalah mineral hanya agak umum diketahui kelas ini. Sekitar 20 mineral yang sangat langka lainnya juga berada di kelas ini. Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 17

Catatan : Kristal kelompok ini adalah hemimorphic, yaitu. yang berbeda atas dan bawah. Contoh Mineral dari Hexagonal Pyramidal (Nepheline) Praktikum Kristal dan Mineral Sistem Kristal Hexagonal 18