Pert 11. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

dokumen-dokumen yang mirip
Akuntansi Biaya. Angela Dirman, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen.

Akuntansi Biaya. Costing By-Product and Joint Product. Ellis Venissa, MBA. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

AKUNTANSI BIAYA Penentuan Harga Pokok Produk Bersama Dan Produk Sampingan Costing By-Product and Joint Product

COST ACCOUNTING COSTING BY-PRODUCTS AND JOINT PRODUCTS Fakultas Ekonomi dan Bisnis

B A B V I I P R O D U K G A B U N G A N D A N P R O D U K S A M P I N G A N L U K I T A T R I P E R M A T A, S E., M S I., A K.

Joint Produk dan By Product merupakan produk-produk berbeda yang dihasilkan secara simultan melalui joint cost dari serangkaian proses produksi.

Akuntansi Biaya. By Product and Joint Product (Produk Sampingan dan Produk Gabungan) Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB

BAB II LANDASAN TEORI

Akuntansi Biaya. Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan dan Gabungan. Yulis Diana Alfia, SE., MSA., Ak., CPAI. Modul ke:

Joint Produk dan By Product merupakan produk-produk berbeda yang dihasilkan secara simultan melalui joint cost dari serangkaian proses produksi.

MAKALAH HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

Joint Produk dan By Product merupakan produk-produk berbeda yang dihasilkan secara simultan melalui joint cost dari serangkaian proses produksi.

Akuntansi Biaya. Review. Ellis Venissa, MBA. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen.

Akuntansi Biaya. Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan dan Produk Gabungan (Costing By-Products and Joint Products) Rista Bintara, SE., M.

PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN (Joint. dan By Product)

TERMINOLOGI, KONSEP & KLASIFIKASI BIAYA

Kalkulasi Biaya Produk Sampingan dan Produk Gabungan. Elty Sarvia Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung

Cost Allocation : Joint Product & By Product Chapter 16

AKUNTANSI BIAYA. Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan (By Product) dan Produk Gabungan (Joint Product) VENY, SE.MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN. mulai dari perusahaan manufaktur skala besar sampai kecil. Sekarang ini,

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini persaingan dalam dunia bisnis terasa semakin ketat, hal tersebut juga dapat

TERMINOLOGI, KONSEP & KLASIFIKASI BIAYA

ANGGARAN LABA DAN PERAN PENTINGNYA

Pert 4. Team Teaching

ANALISIS DATA. 4.1 Deskripsi Pelanggan Pelanggan Home Industry Aryani Art selama tahun 2011 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini.

BAB II BAHAN RUJUKAN

ANALISIS BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PENDEK AKUNTANSI MANAJERIAL ANDRI HELMI M, S.E., M.M.

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya

Pert 12. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI BARANG DAGANG PADA CV. SATRIA MANUNGGAL

Handout Akuntansi Manajemen

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II LANDASAN TEORI. adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap

NALISIS PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN METODE NORMAL PRICING PADA PT. DAMRAH PERKASA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Joint Cost untuk Produk Besama dalam Menentukan Laba/ Rugi Kotor pada UD. Kharisma Tahun 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENENTUAN ALOKASI BIAYA BERSAMA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA PRODUK PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN DUTA GRAPHIA OLEH Puteri Ekasari

BAB II LANDASAN TEORI. membantu manajer dalam membuat keputusan yang lebih baik. Secara luas

Akuntansi Biaya. Review : Joint Product, Material, Labor, Factory Overhead, Activity-Based Costing. Rista Bintara, SE., M.Ak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PEMBAHASAN. ekonomi, dan pihak lainnya yang telah dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan

BAB II BAHAN RUJUKAN

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING

MATERI PRAKTIKUM MINGGU KE

SISTEM BIAYA TAKSIRAN A. PENGERTIAN DAN TUJUAN SISTEM BIAYA TAKSIRAN Pengertian Sistem Biaya Taksiran Sistem biaya taksiran adalah salah satu harga

Unit yang diproduksi Biaya bahan baku total ( Rp) Per unit ( Rp )

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

Akuntansi Persediaan (INVENTORY)

BAB VII HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

Pert 5. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini ditandai dengan menjamurnya

Akuntansi Biaya. Cost Systems and Cost Accumulation. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen.

ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PERUSAHAAN ROTI UD. SHANIA BAKERY

VARIABLE COSTING. Penentuan Harga Pokok Variabel

PERENCANAAN PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. semakin tinggi, menuntut perusahaan untuk dapat bertindak secara efektif, efesien

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional meliputi pengertian yang digunakan

PERTEMUAN KE-1 PENDAHULUAN

ALOKASI BIAYA BERSAMA PADA PRODUK SAMPINGAN DALAM MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI PADA PABRIK TAHU LEGOWO Oleh : NUR AHMAD SYAEFUL MUJAB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

12/05/2015. Pelaporan Keuangan. Metode yang digunakan dalam Full Cost

ANALISIS BEBAN DIFFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA CV. KERAMIK KENCANA

BAB I HARGA POKOK PRODUKSI

Materi: AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

PERSEDIAAN (Penilaian Berdasar Harga Pokok)

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra 2011

ANALISA PRODUK SAMPINGAN DALAM MENENTUKAN TINGKAT PENDAPATAN PRODUK UTAMA Studi kasus pada Perusahaan Tahu YUN - YI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

VOLUME PENJUALAN, HARGA JUAL DAN HARGA POKOK PENJUALAN MINYAK MENTAH KELAPA SAWIT TERHADAP LABA KOTOR PADA PT. TRIPUTRA AGRO PERSADA

Pertemuan 1. Pengertian biaya dan konsep biaya Klasifikasi biaya Karakteristik Kinerja Metode pengumpulan biaya Metode penentuan biaya produksi

COST ACCOUNTING. Material, Labor, FOH, ABC. SOAL /QUIS : Joint product, Riaty Handayani, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 10, No. 1, Mei 2017, Jurnal Politeknik Caltex Riau

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DALAM PERENCANAAN LABA PADA HOME INDUSTRI TEMPE SETIA BUDI MEDAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT. DANAPERSADARAYA MOTOR INDUSTRY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INFORMASI AKUNTANSI PENUH

BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) PADA CV MAR DONUTS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KARAKTERISTIK. Akuntansi Manajemen. oleh: ani hidayati

Penilaian Persediaan Pada Home industri Tempe Pak Nurhadi

BAB I PENDAHULUAN. apalagi memisahkan penggunaan keduanya. Oleh karenanya ada yang

Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Harga Pokok Pesanan Pada CV. Intan Abadi Di Samarinda

BAB II LANDASAN TEORI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 PERSEDIAAN

Transkripsi:

Pert 11 Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

Produk bersama (joint product) adalah dua produk atau lebih yang diproduksi secara serentak dengan serangkaian proses atau dengan proses bersama. Produk bersama dapat dikelompokkan menjadi dua jenis produk, yaitu: Produk utama (main product) adalah produk yang mempunyai nilai jual relatif lebih tinggi daripada nilai jual produk sampingan. Produk sampingan (by-product) adalah produk yang mempunyai nilai jual relatif lebih rendah daripada nilai jual produk utama.

Produk utama memiliki beberapa karakteristik berikut ini: 1. Produk utama merupakan tujuan utama kegiatan produksi. 2. Harga jual produk utama relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan produk sampingan yang dihasilkan pada saat yang sama. 3. Dalam mengolah produk bersama, produsen tidak dapat menghindari untuk menghasilkan semua jenis produk bersama.

Produk sampingan memiliki beberapa karakteristik berikut ini. 1. Produk sampingan bukan merupakan tujuan utama kegiatan produksi. 2. Harga jual produk sampingan relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan produk utama yang dihasilkan pada saat yang sama.

Biaya bersama dapat dialokasikan kepada tiaptiap produk bersama dengan menggunakan salah satu dari empat metode berikut ini: 1. Metode nilai pasar atau metode nilai jual relatif 2. Metode rata-rata biaya per satuan 3. Metode rata-rata tertimbang 4. Metode unit kuantitatif atau metode satuan fisik

Metode Nilai Pasar Metode ini digunakan oleh perusahaan untuk mengalokasikan biaya bersama kepada produk bersama karena harga jual atau nilai jual produk merupakan perwujudan dari biaya-biaya yang dikeluarkan dalam mengolah produk tersebut.

Contoh: PT Abadi Buana Citra adalah sebuah perushaan pengilangan minyak. Biaya bersama yang diperlukan untuk proses pengilangan minyak tersebut adalah sebesar Rp. 1.000.000. Proses produksi bersama yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bensin sebanyak 40.000 liter, minyak pelumas 35.000 liter, dan minyak tanah 25.000 liter. Harga jual masing-masing produk per liter setelah titik terpisah adalah bensin Rp.1.000, minyak pelumas Rp.750, dan minyak tanah Rp.500. Buatlah alokasi biaya bersama terhadap produk tersebut.

Produk Bersama Jumlah Produk (1) Harga Jual/Unit (2) Nilai Jual (3)=(1)x(2) Nilai Jual Relatif (4) Alokasi Biaya Bersama (5)=(4)xRp.1Jt Biaya/Unit (6)=(5)/(1) Bensin 40.000 Rp.1.000 Rp.40.000.000 50,80% Rp.508.000 Rp.12,70 Pelumas 35.000 Rp.750 Rp.26.250.000 33,33% Rp.333.300 Rp.9,25 Minyak Tanah 25.000 Rp.500 Rp.12.500.000 15,87% Rp.158.700 Rp.6,35 Total 100.000 Rp.78.750.000 100% Rp.1.000.000

Metode Rata-Rata Biaya Per Satuan Metode ini digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk dari satu proses bersama.

Contoh: PT Abadi Buana Citra adalah sebuah perushaan pengilangan minyak. Biaya bersama yang diperlukan untuk proses pengilangan minyak tersebut adalah sebesar Rp. 1.000.000. Proses produksi bersama yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bensin sebanyak 40.000 liter, minyak pelumas 35.000 liter, dan minyak tanah 25.000 liter. Total biaya produksi secara keseluruhan sebanyak 100.000 liter. Berdasarkan data tersebut, dapat dihitung biaya produksi rata-rata per liter sebesar Rp.10 (Rp.1.000.000/100.000 liter). Buatlah alokasi biaya bersama terhadap produk tersebut.

Produk Kuantitas Rata-Rata Biaya Per Satuan Alokasi Biaya Bersama Bensin 40.000 Liter Rp.10 Rp.400.000 Pelumas 35.000 Liter Rp.10 Rp.350.000 Minyak Tanah 25.000 Liter Rp.10 Rp.250.000 Total 100.000 Liter Rp.1.000.000

Metode Rata-Rata Tertimbang Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa masing-masing produk yang dihasilkan dalam proses produksi bersama memiliki faktor penimbang yang berbeda, antara lain disebabkan oleh tingkat kesulitan pembuatan produk, waktu yang dikonsumsi, keahlian tenaga kerja, kualitas produk yang dihasilkan, dan faktor penimbang lain yang relevan.

Contoh: PT Abadi Buana Citra adalah sebuah perushaan pengilangan minyak. Biaya bersama yang diperlukan untuk proses pengilangan minyak tersebut adalah sebesar Rp. 1.000.000. Proses produksi bersama yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bensin sebanyak 40.000 liter, minyak pelumas 35.000 liter, dan minyak tanah 25.000 liter. Angka penimbang untuk masingmasing produk, yaitu: bensin 3, minyak pelumas 2, dan minyak tanah 1. Berdasarkan data tersebut, buatlah alokasi biaya bersama.

Produk Jumlah Produk (1) Angka Penimbang (2) Jml Produk x A Penimbang (3)=(1)x(2) Alokasi Biaya Bersama (4)=(3)/215.000 ltr x Rp.1Jt Bensin 40.000 ltr 3 120.000 ltr Rp.558.140 Pelumas 35.000 ltr 2 70.000 ltr Rp.325.581 Minyak Tanah 25.000 ltr 1 25.000 ltr Rp.116.279 Total 100.000 ltr 215.000 ltr Rp.1.000.000

Metode Unit Kuantitatif Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa masing-masing produk yang dihasilkan dalam proses produksi bersama menggunakan sejumlah bahan baku sesuai dengan tingkat koefisien pemanfaatan bahan baku yang terdapat pada masing-masing produk yang dihasilkan.

Contoh: PT Abadi Buana Citra adalah sebuah perushaan pengilangan minyak. Biaya bersama yang diperlukan untuk proses pengilangan minyak tersebut adalah sebesar Rp. 1.000.000. Dalam Proses produksinya, perusahaan menggunakan bahan minyak mentah sebanyak 100.000 liter untuk diolah menjadi bensin, minyak pelumas, dan minyak tanah. Bensin menggunakan minyak mentah sebanyak 40.000 liter, minyak pelumas 35.000 liter, dan minyak tanah 25.000 liter. Berdasarkan data tersebut, buatlah alokasi biaya bersama.

Produk Kuantitas Pemakaian Bahan Baku (1) Persentase (2) Alokasi Biaya Bersama (3)=(2)xRp.1Jt Bensin 40.000 liter 40% Rp.400.000 Pelumas 35.000 liter 35% Rp.350.000 Minyak Tanah 25.000 liter 25% Rp.250.000 Total 100.000 liter 100% Rp.1.000.000

Metode perlakuan terhadap biaya produk sampingan ada dua cara sbb: Biaya produksi bersama tidak dialokasikan ke produk sampingan (tanpa alokasi). a. Metode pengakuan pendapatan kotor b. Metode pengakuan pendapatan bersih Biaya produksi bersama dialokasikan kepada produk sampingan (dengan alokasi).

Metode Pengakuan Pendapatan Kotor Dalam metode ini tidak dilakukan alokasi biaya bersama kepada produk sampingan sehingga semua biaya bersama dibebankan seluruhnya kepada produk utama. Jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan produk sampingan akan disajikan di dalam laporan laba rugi sbb: 1. Pendapatan lain-lain 2. Tambahan pendapatan penjualan utama 3. Pengurangan hpp produk utama 4. Pengurangan biaya total produksi produk utama

Penjualan (Produk utama, 10.000 unit @Rp.60) Harga Pokok Penjualan: Persediaan awal (1.000 @Rp.45) Rp.45.000 B. Produksi (11.000 @Rp.45) Rp.495.000 Barang tersedia dijual Rp.540.000 Persediaan akhir (2.000 @Rp.45) (Rp.90.000) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Pemasaran & Admin Laba Operasi Rp.600.000 (Rp.450.000) Rp.150.000 (Rp.60.000) Rp.90.000

Penjualan (Produk utama, 10.000 unit @Rp.60) Harga Pokok Penjualan: Persediaan awal (1.000 @Rp.45) Rp.45.000 B. Produksi (11.000 @Rp.45) Rp.495.000 Barang tersedia dijual Rp.540.000 Persediaan akhir (2.000 @Rp.45) (Rp.90.000) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Pemasaran & Admin Laba Operasi Pendapatan lain-lain: Pendapatan dari hasil penjualan produk sampingan Laba sebelum pajak Rp.600.000 (Rp.450.000) Rp.150.000 (Rp.60.000) Rp.90.000 Rp.45.000 Rp.135.000

Penjualan (Produk utama, 10.000 unit @Rp.60) Pendapatan dari hasil penjualan produk sampingan Total Penjualan Harga Pokok Penjualan: Persediaan awal (1.000 @Rp.45) Rp.45.000 B. Produksi (11.000 @Rp.45) Rp.495.000 Barang tersedia dijual Rp.540.000 Persediaan akhir (2.000 @Rp.45) (Rp.90.000) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Pemasaran & Admin Laba Operasi Rp.600.000 Rp.45.000 Rp.645.000 (Rp.450.000) Rp.195.000 (Rp.60.000) Rp.135.000

Penjualan (Produk utama, 10.000 unit @Rp.60) Harga Pokok Penjualan: Persediaan awal (1.000 @Rp.45) Rp.45.000 B. Produksi (11.000 @Rp.45) Rp.495.000 Barang tersedia dijual Rp.540.000 Persediaan akhir (2.000 @Rp.45) (Rp.90.000) Harga Pokok Penjualan Rp.450.000 Penjualan produk sampingan (Rp.45.000) Laba Kotor Biaya Pemasaran & Admin Laba Operasi Rp.600.000 (Rp.405.000) Rp.195.000 (Rp.60.000) Rp.135.000

Penjualan (Produk utama, 10.000 unit @Rp.60) Rp.600.000 Harga Pokok Penjualan: Persediaan awal (1.000 @Rp.45) Rp.45.000 B. Produksi (11.000 @Rp.45) Rp.495.000 Penjualan produk sampingan (Rp.45.000) Biaya produksi neto Rp.450.000 Barang tersedia dijual Rp.495.000 Persediaan akhir (2.000 @Rp.45) (Rp.90.000) Harga Pokok Penjualan (Rp.405.000) Laba Kotor Rp.195.000 Biaya Pemasaran & Admin (Rp.60.000) Laba Operasi Rp.135.000

Metode Pengakuan Pendapatan Bersih Dalam metode ini, jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan produk sampingan akan dikurangi dengan seluruh biaya yang terjadi setelah titik terpisah.

Dalam metode ini, sebagian biaya produksi bersama akan dialokasikan kepada produk sampingan. Untuk menentukan jumlah biaya bersama yang dialokasikan kepada produk sampingan dapat digunakan 2 metode, yaitu: 1. Metode biaya pengganti (replacement cost) 2. Metode biaya reversal (reversal cost)

Metode biaya pengganti Metode ini diterapkan pada perusahaan yang produk sampingannya digunakan sebagai bahan dalam proses produksinya sehingga perusahaan tidak perlu membeli bahan baku dan/atau penolong tertentu dari pemasok luar.

Metode Biaya Reversal Metode ini, jumlah biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan dengan cara yang berbeda. Dalam metode ini,biaya bersama yang dialokasikan kepada produk sampingan adalah sebesar taksiran biaya produk sampingan pada saat titik terpisah. Perhitungannya adalah: Nilai pasar produk sampingan xxx Dikurang: taksiran laba kotor xxx taksiran biaya pemasaran xxx taksiran biaya admin xxx taksiran biaya proses lanjut xxx (xxx) Taksiran biaya produk sampingan xxx

Proses produksi produk bersama sebagian besar dipengaruhi oleh karakteristik teknologi pemrosesan dan ketersediaan produk tersebut di pasar. Penetapan kombinasi produk yang sesuai dengan permintaan konsumen akan menghasilkan keuntungan terbesar bagi perusahaan. Untuk kepentingan perencanaan laba, umumnya manajemen perusahaan menggunakan margin kontribusi masing-masing produk sebagai salah satu ukurannya. Dengan menggunakan ukuran margin kontribusi, memungkinkan manajemen perusahaan memprediksi jumlah unit masing-masing produk yang akan diproduksi dan diharapkan dapat menambah laba perusahaan.