LAMPIRAN-LAMPIRAN 47

dokumen-dokumen yang mirip
Bab III Metodologi Penelitian

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab III Metodologi. III. 2 Rancangan Eksperimen

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA DASAR II Elektrolisis Disusun Oleh:

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II SEL ELEKTROLISIS (PENGARUH SUHU TERHADAP SELASA, 6 MEI 2014 DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha

PERCOBAAN IV ANODASI ALUMINIUM

MODUL SEL ELEKTROLISIS

Sel Elektrolisis: Pengaruh Suhu Terhadap ΔH, ΔG dan ΔS NARYANTO* ( ), FIKA RAHMALINDA, FIKRI SHOLIHA

Tinjauan Pustaka. Sel elektrokimia adalah tempat terjadinya reaksi reduksi-oksidasi. Sel elektrokimia terdiri dari (Achmad, 2001):

Penelitian ini akan menggunakan langkah-langkah seperti yang tercantum dalam Gambar III-1. Studi pustaka dan jurnal

PENGAMBILAN TEMBAGA DARI BATUAN BORNIT (Cu5FeS4) VARIASI RAPAT ARUS DAN PENGOMPLEKS EDTA SECARA ELEKTROKIMIA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan kerja untuk masing-masing

PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

LEMBAR AKTIVITAS SISWA

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Proses akhir logam (metal finishing) merupakan bidang yang sangat luas,

I. Tujuan. Dasar Teori

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II SEL GALVANI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

ELEKTROKIMIA. VURI AYU SETYOWATI, S.T., M.Sc TEKNIK MESIN - ITATS

ELEKTROLISIS AIR (ELS)

Metodologi Penelitian

Petunjuk Pengembangan Course dalam Elearning berbasis Moodle

Pembuatan Larutan CuSO 4. Widya Kusumaningrum ( ), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati.

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Penyisihan Besi (Fe) Dalam Air Dengan Proses Elektrokoagulasi. Satriananda *) ABSTRAK

KIMIA ELEKTROLISIS

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengembangkan prosedur praktikum sel volta yang efektif dilakukan

SEL ELEKTROLISIS. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Suhu Terhadap ΔH, ΔG, dan ΔS. Widya Kusumanngrum ( ) Program Studi Pendidikan Kimia

Petunjuk Penggunaan e-learning untuk Dosen Versi Dokumen Workshop E-Learning

Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif

Hand Out HUKUM FARADAY. PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna. Oleh: LAURENSIUS E. SERAN.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

LAPORAN PENGAMATAN PENYEPUHAN LOGAM

PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI

KIMIA FISIKA I. Disusun oleh : Dr. Isana SYL, M.Si

Petunjuk Penggunaan Moodle Bagi Pengajar

Metodologi Penelitian

DAFTAR PUSTAKA. Atkins, P. W. (1999), Kimia Fisik Jilid I. Erlangga. Jakarta. 275

LAPORAN PENELITIAN PROSES PENYEPUHAN EMAS

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

berat yang terkandung dalam larutan secara elektrokimia atau elektrolisis; (2). membekali mahasiswa dalam hal mengkaji mekanisme reaksi reduksi dan

Bab 3 Metodologi Penelitian

Dibangun dengan menggunakan Course Management System Tutorial singkat bagi Pengajar

Laporan Praktikum Kimia Dasar II. Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit

Sulistyani, M.Si.

Pelatihan Penggunaan Aplikasi E-Learning Moodle 2

Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP

LABORATORIUM ANALITIK INSTRUMEN

Elektrokimia. Tim Kimia FTP

13. Gilbert, G. L., (1976), A Buffer solution and its action, J.Chem.Ed, 53, Wiger, G. R., de la Comp, U., (1978), Conjugate acid base

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK DASAR PENENTUAN KADAR NIKEL SECARA GRAVIMETRI. Pembimbing : Dra. Ari Marlina M,Si. Oleh.

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA ELEKTROKIMIA

PERCOBAAN VII PENENTUAN DAYA HANTAR SUATU SENYAWA

PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II

TESIS. Karya tulis sebagai salah syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh SITI SOPIAH NIM:

PENGARUH WAKTU PADA ELEKTROPLATING KROM DEKORATIF DENGAN LOGAM BASIS TEMBAGA TERHADAP LAJU KOROSI

STUDI ELEKTROLISIS LARUTAN KALIUM IODIDA. Oleh : Aceng Haetami ABSTRAK

Diperiksa Oleh : Dr. H. Wahyu Sopandi, M.A. (Ketua Program Studi Pend. Kimia)

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian

PENGARUH BAHAN ELEKTRODE PADA PENGAMBILAN Cu DAN Cd SECARA ELEKTROKIMIA

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB III METODE PENELITIAN

Elektroda Cu (katoda): o 2. o 2

Modul 3 Ujian Praktikum. KI2121 Dasar Dasar Kimia Analitik PENENTUAN KADAR TEMBAGA DALAM KAWAT TEMBAGA

ABSTRAK. Penghantaran arus listrik dalam larutan elektrolit dilakukan oleh ion-ion, baik ion positip

logam-logam berat diantaranya adalah logam berat tembaga yang terdapat pada limbah

PANDUAN PEMBUATAN KONTEN E LEARNING LENGKAP

ABSTRAK. yang disebabkan oleh terjadinya reaksi redoks yang spontan. sebesar 46,14 volt.

Studi Efektifitas pada Penurunan Kadmium (Cd) terhadap Seng (Zn) dan Tembaga (Cu) dengan Metode Elektrolisis

DAFTAR PUSTAKA. Achmad, H., (2001), Elektrokimia dan Kinetika Kimia, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.

Kegiatan Belajar 3: Sel Elektrolisis. 1. Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis

1. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencemaran logam berat... A. Hg B. Ag C. Pb Kunci : A. D. Cu E. Zn

Hubungan Kuat Arus Listrik dengan Keasaman Buah Jeruk dan Mangga

REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

MODUL I Pembuatan Larutan

Peningkatan Kualitas Air Tanah Gambut dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Rasidah a, Boni P. Lapanporo* a, Nurhasanah a

PENGARUH SUHU LARUTAN ELEKTROLIT DAN WAKTU PELAPISAN TEMBAGA PADA PLAT BAJA LUNAK TERHADAP NILAI KETEBALAN ABSTRACT

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 3 PENENTUAN BILANGAN KOORDINAI KOMPLEKS TEMBAGA (II)

Petunjuk Singkat Penggunaan Kuantum Gama bagi Pengajar. Yudi Wibisono Yohanes Suyanto versi dokumen: 30 Maret 2008

3. Metodologi Penelitian

KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA ABSTRAK ABSTRACT

Hasil dan Pembahasan

Tabel 4.1. Materi Kimia dalam KTSP yang Dilakukan dengan Praktikum

Kata kunci : pemahaman konsep, reaksi redoks, sel Volta, sel elektrolisis, tes diagnostik two tier.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KIMIA DASAR 2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan prosedur praktikum hukum kekekalan massa yang efektif

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA BEDA POTENSIAL SEL VOLTA

PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II KI1201

PENENTUAN KADAR CuSO 4. Dengan Titrasi Iodometri

E-Learning SMKN 2 Kediri PRAKTEK

Petunjuk Singkat Penggunaan E-Learning Politeknik Negeri Batam

Pengaruh Rapat Arus Terhadap Ketebalan Dan Struktur Kristal Lapisan Nikel pada Tembaga

Tetapan Ionisasi Asam 03 Desember 2014 Wiji Dwi Utami Abstrak

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENTUAN KADAR KLORIDA. Senin, 21 April Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH KELOMPOK 1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penyamakan kulit dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Mini

Transkripsi:

DAFTAR PUSTAKA Achmad, H. (2001), Elektrokimia dan Kinetika Kimia, Citra Aditya Bakti, Bandung, 45-103. Bowen, C. W., (1998), Item Design Consideration for Computer-Based Testing of Student Learning in Chemistry, Journal of Chemical Education, 75 (9), 1172-1175. Bockris, J. O. M., and Reddy, A. K. N., (2002), Modern Electrochemistry 1, 2 nd, Kluwer Academic Publishers, New York, 1-32. Basset, J., Denny, R. C, Jeffrey, G. H, and Mendham, J., (1994), Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Buku Ajar Vogel Edisi 4, Alih Bahasa Pudjaatmaka, H., Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, 605-616. Buchari, (1990), Analisis Instrumental Bagian 1: Tinjauan Umum Dan Analisis Elektrometri, Jurusan Kimia FMIPA ITB, 103-130. www. Bamboomedia.net, Membangun e-learning dengan Moodle, Bamboo media Flexible Training. Chang, R., (2005), Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti, Jilid 2, edisi ketiga, Alih Bahasa Achmadi, S.S., Erlangga, Jakarta, 193-226. Day, R. A., Jr. and Underwood, A. L., (1988), Analisa Kimia Kuantitatif, Edisi ke 4, Alih Bahasa Soendoro, R., Erlangga, Jakarta, 337-347 dan 650-651. Dogra, S. K., dan Dogra S., (1990), Kimia Fisik Dan Soal-Soal, Alih Bahasa Mansyur, U., UI-Press, Jakarta, 511-532. Depdiknas, (2008), Pengembangan Pembelajaran Kontekstual. Effendi, E., dan Zhuang H., (2005), e-learning Konsep dan Aplikasi, Andi Yogyakarta. Freasier, B., Collins G., and Newitt P., (2003), A Web-Based Interactive Homework Quiz and Tutorial Package To Motivate Undergraduate Chemistry Students and Improve Learning. Journal of Chemical Education, 80(11), p. 1344-1346. Holil, B., (2007), Kimia Larutan dan Elektrokimia, Departemen Kimia FMIPA ITB, 32. Hartomo, A. J., dan Kaneko, T., (1995), Mengenal Pelapisan Logam (Elektroplating), Andi Offset, Yogyakarta. Kridanto, S., (2005), Pengembangan Learning Content Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh, Jurnal Teknik Elektro, 1(45) 52, Laboratorium Sistem Informasi, Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung. 45

Lowry R., (2005), Computer aided self assessment-an effective tool, Journal The Royal Society of Chemistry, 6(4), p.198-203. Lower, S. K., (2004), Electrochemistry Chemical reaction at an electrode, galvanic and electrolytic cells, A Chem 1 Reference Text, http://www.chem1.com/acad pdf/elchem, Diakses 31 Oktober 2007. Nurhadi, (2002), Pendekatan Kontekstual, Penerbit Universitas Negeri Malang, Malang. Ozkaya, A. R., (2002), Conceptual Difficulties Experienced by Prospective Teachers in Electrochemistry: Half-cell Potential, Cell Potential, and Chemical and Electrochemical Equilibrium in Galvanic Cell, Journal of Chemical Education, 79(6), 735-738. Ozkaya, A. R., (2003), Uce, M., and Sahih, M., Prospective Teachers Conceptual Understanding of Electrochemistry: Galvanic and Electrolytic Cells, Journal The Royal Society of Chemistry, 1-12. Purbo, O. W., (2007), Pedoman Membangun Server Linux Untuk Sekolah dan Usaha Kecil Menengah, Dian Rakyat, Jakarta, 93-110. Petrucci, R. H., (1999), Kimia Dasar, Alih Bahasa Achmadi, S., Erlangga, Jakarta, 31-35. Rukaesih, (2004), Peranan Laboratorium Dalam Mengajarkan dan Mengaplikasikan Metode Ilmiah, Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium Kimia, Wisma UNJ, Jakarta. Rochliadi, A., (2007), Catatan Bahan Kuliah Elektrokimia, Prodi Kimia FMIPA ITB, Bandung. Seiglie, C. A., (2003), Determination of Avogadro s Number by Improved Electroplating, Journal of Chemical Education, 80 (6), 668-669. Syukri, S. (1999), Kimia Dasar 3, Penerbit ITB, Bandung, 513-561. Wilbraham, A. C., Stanley, A. C., and Matta, M. S., (1995), Chemistry, 4 th Edition, Adison-Wesley, New York, 641-647. White, D. P., (1999), Electrochemistry, Chapter 20, University of North Caroline, Prentice Hall, Wilmington,1-59. 46

LAMPIRAN-LAMPIRAN 47

Lampiran 1. Data Pengaruh Besarnya Arus Listrik Terhadap Hasil Elektrolisis No. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu berkurang di anoda mengendap di katoda Massa endapan teoritis Efisiensi Awal Akhir Awal Akhir 1. 0,115 20 0,1 1,5006 1,5458 0,9951 0,9435 0,0516 0,0452 0,0454 99,5504 2. 0,285 20 0,1 1,5850 1,6955 0,8479 0,7234 0,1245 0,1105 0,1125 98,2019 3. 0,645 20 0,1 1,5270 1,6844 0,9609 0,7040 0,2569 0,1574 0,2547 61,8084 4. 0,705 20 0,1 1,2898 1,4539 1,5987 1,3154 0,2833 0,1641 0,2783 58,9552 5. 0,885 20 0,1 1,5432 1,7200 1,3161 0,9558 0,3603 0,1768 0,3494 50,5989 6. 0,995 20 0,1 1,4875 1,6885 1,2536 0,8477 0,4059 0,2010 0,3928 51,1653 7. 1,185 20 0,1 1,5278 1,7853 1,4854 0,9950 0,4904 0,2575 0,4679 55,0378 8. 1,335 20 0,1 1,3916 1,6988 1,3984 0,8588 0,5396 0,3072 0,5271 58,2831 48

Lampiran 2. Data Pengaruh Lamanya Elektrolisis Terhadap Hasil Elektrolisis No. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu berkurang di anoda mengendap di katoda Massa endapan teoritis Efisiensi Awal Akhir Awal Akhir 1. 0,645 3 0,1 1,3993 1,4371 1,2567 1,2019 0,0548 0,0378 0,0382 98,9562 2. 0,645 15 0,1 1,3402 1,4517 1,2026 0,9996 0,2030 0,1115 0,1910 58,3789 3. 0,645 20 0,1 1,5270 1,6844 0,9609 0,7040 0,2569 0,1574 0,2547 61,8084 4. 0,645 25 0,1 1,4358 1,6567 21,7477 21,4251 0,3226 0,2209 0,3183 69,3950 5. 0,645 30 0,1 1,2857 1,5197 21,4250 21,0389 0,3861 0,2340 0,3820 61,2586 6. 0,645 35 0,1 1,3910 1,6605 21,0389 20,5854 0,4535 0,2695 0,4457 60,4733 7. 0,645 40 0,1 1,1480 1,4998 20,5849 20,0653 0,5196 0,3518 0,5093 69,0730 8. 0,645 45 0,1 1,3532 1,7323 20,0650 20,0650 0,0000 0,3791 0,5730 66,1628 49

Lampiran 3. Data Pengaruh Suhu Elektrolisis Terhadap Hasil Elektrolisis No. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Suhu (oc) Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu Awal Akhir Awal Akhir berkurang di anoda mengendap di katoda Massa endapan teoritis Efisiensi 1. 0,645 20 0,1 31 1,2590 1,3140 23,8048 23,5521 0,2527 0,0550 0,2547 21,5976 2. 0,645 20 0,1 38 1,3161 1,3915 23,5509 23,2914 0,2595 0,0754 0,2547 29,6083 3. 0,645 20 0,1 42 1,2736 1,3502 23,0312 22,7688 0,2624 0,0766 0,2547 30,0796 4. 0,645 20 0,1 45 1,4493 1,5422 23,2923 23,0315 0,2608 0,0929 0,2547 36,4803 5. 0,645 20 0,1 48 1,2513 1,3453 22,7685 22,5140 0,2545 0,0940 0,2547 36,9122 6. 0,645 20 0,1 53 1,3066 1,4360 22,5143 22,2598 0,2545 0,1294 0,2547 50,8132 7. 0,645 20 0,1 61 1,6003 1,7554 22,2612 22,0001 0,2611 0,1551 0,2547 60,9052 8. 0,645 20 0,1 67 1,2931 1,3977 22,0003 21,7478 0,2525 0,1046 0,2547 41,0747 50

Lampiran 4. Data Pengaruh Konsentrasi Elektrolit Terhadap Hasil Elektrolisis Massa Elektroda (gram) No. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Katoda Cu Anoda Cu berkurangdi anoda mengendap di katoda Massa endapan teoritis Efisiensi Awal Akhir Awal Akhir 1. 0,645 20 0,05 1,2915 1,3891 1,1205 0,8483 0,2722 0,0976 0,2547 38,3259 2. 0,645 20 0,1 1,5270 1,6832 0,9609 0,7040 0,2569 0,1562 0,2547 61,3372 3. 0,645 20 0,2 1,5159 1,6848 1,2072 0,9472 0,2600 0,1689 0,2547 66,3164 4. 0,645 20 0,3 1,5538 1,7694 1,0750 0,8124 0,2626 0,2156 0,2547 84,6626 5. 0,645 20 0,5 1,4701 1,7003 1,3447 1,0763 0,2684 0,2302 0,2547 90,3957 6. 0,645 20 0,6 1,3362 1,5769 1,2285 0,9607 0,2678 0,2407 0,2547 94,5189 7. 0,645 20 0,8 1,4590 1,7121 1,3916 1,1208 0,2708 0,2531 0,2547 99,3882 8. 0,645 20 1 1,4172 1,6717 1,4687 1,2072 0,2615 0,2545 0,2547 99,9379 51

Lampiran 5. Modul Praktikum Elektrolisis I. Tujuan percobaan (1) Membuktikan hukum Faraday 1. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses elektrolisis. II. Latar Belakang Teori Elektrolisis adalah proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi reaksi kimia menggunakan energi listrik dari luar. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi dan berfungsi sebagai kutub positif, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi dan berfungsi sebagai kutub negatif. Untuk mengetahui jenis zat yang dihasilkan pada anoda dan katoda, maka harus diketahui ion apa saja yang terdapat dalam larutan elektrolit dan jenis elektroda yang digunakan. Jumlah zat yang dihasilkan pada elektroda dapat dihitung dengan hukum Faraday. Faraday memberikan hubungan kuantitatif antara besarnya energi listrik dengan banyaknya zat yang bereaksi dan dirumuskan dalam hukum Faraday I dan II. Hukum Faraday I berbunyi: jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang melewati suatu sel elektrolisis. W e. i. t = F Dengan: W e = massa zat yang dihasilkan = bobot ekivalen = Ar atau Mr / n n = jumlah elektron yang diikat atau dilepaskan i t F = arus dalam amper = waktu dalam satuan detik = tetapan Faraday, 1F = 96500 C i.t/f = arus dalam satuan Faraday Hukum Faraday II berbunyi: Sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa saja dalam suatu elektrolisis. 52

III. Alat Yang Digunakan 1. Labu ukur 100 ml 1 buah 2. Batang pengaduk 1 buah 3. Spatula 1 buah 4. Pipet tetes 3 buah 5. Botol semprot 1 buah 6. Kaca arloji 1 buah 7. Gelas kimia 100 ml 1 buah 8. Pengaduk magnetik 1 buah 9. Termometer 1 buah 10. Pipet ukur 1 buah 11. Sumber arus DC 1 buah 12. Multimeter 1 buah 13. Stirer 1 buah 14. Oven listrik 1 buah 15. Desikator 1 buah 16. Neraca analitik 1 buah 17. Mikroskop 1 buah IV. Zat Yang Digunakan Tembaga (II) sulfat, CuSO 4 Asam sulfat pekat, H 2 SO 4 Asam nitrat pekat, HNO 3 Urea, (NH 2 ) 2 CO Aseton, CH 3 COCH 3 Aquades, H 2 O Asam asetat, CH 3 COOH 53

V. Cara Kerja A. Persiapan elektrolisis (1) Penyiapan larutan elektrolit Buatlah 100 ml larutan CuSO 4 0,1M. Tambahkan kira-kira 2 ml asam sulfat, 1 ml asam nitrat dan 0,5 gram urea. Tutup beker gelas yang berisi larutan elektrolit dengan kaca arloji. (2) Penyiapan elektroda tembaga Bersihkan elektroda tembaga dengan cara mencucinya dengan air kemudian seka dengan asam asetat menggunakan kain. Bilas dengan air kran dan dengan air suling, kemudian dengan aseton. Simpan elektroda tembaga di atas kaca arloji, keringkan dalam oven yang bersuhu 105 o C kira-kira empat menit, dinginkan dalam desikator. Timbang katoda dan anoda dalam neraca analitik. (3) Penyiapan rangkaian alat elektrolisis Gunakan sumber arus DC yang dirancang khusus supaya dapat mengatur arus listrik dengan tetap. Rangkailah alat elektrolisis seperti Gambar 1. Gambar 1. Rangkaian alat elektrolisis dengan rangkaian pengukuran. 54

B. Proses elektrolisis (1) Letakkan gelas kimia yang berisi larutan elektrolit dan pengaduk magnet di atas motor pengaduk magnet dan celupkan katode Cu dan anode Cu ke dalam larutan tersebut. (2) Hubungkan katode dengan kutub negatif dari sumber tegangan, dan anode dengan kutub positif. (3) Jalankan pengaduknya. Lakukan elektrolisis menggunakan arus yang berbeda-beda, misalnya 0,2 A. 0,6 A dan seterusnya masing-masing selama 20 menit. C. Penghentian proses elektrolisis (1) Hentikan elektrolisis dengan cara matikan pengaduk. Angkat pasangan katode dan anode ke atas larutan, tetapi arus jangan dihentikan. Segera cuci katode yang mengandung endapan Cu dengan air, kemudian baru arusnya dimatikan. (2) Cuci katode lebih lanjut dengan aseton, tempatkan pada kaca arloji, keringkan dalam oven pada suhu sekitar 105 o C selama 4 menit, lalu dinginkan di udara selama 5 menit, kemudian katoda dan anoda ditimbang dalam neraca analitik. (3) Hitung berat endapan Cu di katoda. D. Tahap Pengulangan Elektrolisis Ulangi proses elektrolisis seperti cara diatas, tetapi parameter arus listrik, lamanya elektrolisis, suhu elektrolisis, dan konsentrasi elektrolit divariasikan.. E. Tahap Pemotretan Endapan tembaga di katoda hasil elektrolisis diamati menggunakan mikroskop, kemudian difoto. 55

VI. Tabel Pengamatan 1. Pengaruh Besarnya Rapat Arus Listrik No 1. 2. 3. 4. 5. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu Awal Akhir Awal Akhir berkurang di anoda mengendap di katoda 2. Pengaruh Waktu (Lamanya) Elektrolisis No 1. 2. 3. 4. 5. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu Awal Akhir Awa Akhir berkurang di anoda mengendap di katoda 3. Pengaruh Konsentrasi Larutan elektrolit No 1. 2. 3. 4. 5. Arus (A) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu Awal Akhir Awal Akhir berkurang di anoda mengendap di katoda 4. Pengaruh Suhu No Arus (A) Suhu (oc) Waktu (menit) [CuSO4] M Massa Elektroda (gram) Katoda Cu Anoda Cu Awal Akhir Awal Akhir berkurang di anoda mengendap di katoda 1. 2. 3. 4. 5. 56

V.III. Pertanyaan (1) Tentukan berat endapan di katoda untuk masing-masing proses elektrolisis! (2) Bagaimana pengaruh arus listrik, waktu, konsentrasi elektrolit, dan temperatur terhadap hasil elektrolisis? Jelaskan! (3) Hitung efisiensi arus dari hasil elektrolisis! IX. Tugas Pendahuluan (1) Apa yang dimaksud dengan elektrolisis? (2) Sebutkan bunyi hukum Faraday! (3) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi elektrolisis? Jelaskan! Daftar Pustaka Basset, J., Denny, R. C., Jeffrey, G.H, and Mendham, J, Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Buku Ajar Vogel Edisi 4, Alih Bahasa Pudjaatmaka, H., Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, 1994. Day, R. A.,Jr and Underwood, A. L, Analisa Kimia Kuantitatif, Edisi ke 4, Alih Bahasa Soendoro, R., Erlangga, Jakarta, 1988. Chang, R., Kimia Dasar, Edisi Ketiga, Alih Bahasa Achmadi, S.S., Erlangga Jakarta, 2003. Holil B., Kimia Larutan dan Elektrokimia, Departemen Kimia FMIPA ITB, 20007 57

Lampiran 6. Penulisan Modul Praktikum Dalam Moodle Untuk memulai kursus, klik chemistry. Kursus yang dibuat masih dalam tahap pengembangan sehingga diberi nama indepelopment seperti tampilan Gambar 1. Gambar 1. Kursus kimia dalam pengembangan. Ada beberapa kategori kursus kimia yang dikembangkan (Gambar 2), salah satunya adalah elektrolisis. 58

Gambar 2. Kategori kursus yang dikembangkan. Untuk masuk sebagai pengguna maka diharuskan mendaftar terlebih dahulu dengan cara masukkan nama pengguna dan password kemudian klik login. Jika belum terdaftar, dapat menghubungi administrator untuk memulai pendaftaran baru (Gambar 3). 59

Gambar 3. Halaman pendaftaran sebagai pengguna. Untuk pengaturan materi terdapat beberapa pilihan diantaranya format mingguan dan format pertopik. Contoh isian materi dalam format mingguan terlihat pada Gambar 4. 60

Gambar 4. Materi pembelajaran dalam format mingguan. Untuk memperbaharui materi maka dapat dihidupkan mode ubah dengan mengklik Turn editing on yang ada pada layar kanan atas dan akan muncul tampilan Gambar 5. Gambar 5. Materi pembelajaran yang dapat diperbaharui. 61

Untuk menambahkan materi pembelajaran, maka dapat dimulai dengan meng-klik Add a resource. Ada dua cara menambah materi pembelajaran dalam Moodle. Pertama dengan mengetikkan langsung melalui situs, kedua dengan mengupload file Word, PowerPoint, pdf, atau yang lainnya. Pilihan aplikasi bentuk materi yang ditambahkan dalam Moodle adalah: (a) Compose a text page: Pilihan ini digunakan untuk membuat materi yang hanya berisikan teks sederhana pada isi pembelajaran. (b) Compose a web page: Pilihan ini digunakan untuk membuat isi materi yang lebih kompleks dalam format halaman web (HTML Hyper Text Markup Language). (c) Link to a file or website : Pilihan ini digunakan bila sumber materi pembelajaran terhubung ke file ataupun suatu halaman web yang lain. (d) Display a directory : Pilihan ini digunakan bila sumber materi pembelajaran akan dihubungkan ke dalam directory / sub directory tertentu. (e) Add an IMS Content Package : Dengan pilihan ini maka memungkinkan kita untuk menambahkan bentuk sumber materi dengan format IMS (Instructional Management Systems) Content Package. Format ini dikembangkan oleh Global Learning Consortium, Inc yang selama ini mengembangkan sistem pembelajaran terdistribusi (distributed learning). Contoh materi yang diketikkan langsung melalui situs. Langkah-langkahnya adalah pilih Add a resource kemudian klik Compose a web page (Gambar 6). Isi kolom untuk judul materi, penjelasan, dan materi lengkap seperti tampilan pada Gambar 7. Setelah menambahkan materi kemudian simpan perubahan dengan cara mengklik save changes (Gambar 8). 62

Gambar 6. Halaman untuk menambah materi secara langsung. Gambar 7. Kolom untuk judul dan isi materi. 63

Gambar 8. Kolom untuk menyimpan perubahan. Materi dapat ditambahkan dalam bentuk file MS Word, power Point, Excel, dan lain-lain. Langkah-langkahnya adalah pilih Add a resource, klik Link to a file or website (Gambar 9). Gambar 9. Halaman untuk menambah materi berbentuk file. 64

Materi yang telah selesai ditambahkan dan diperbaharui, tampilannya dapat terlihat seperti pada Gambar 10. Gambar 10. Tampilan materi yang sudah ditambahkan dan diperbaharui. 65