IV. METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
IV. METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN. terhitung sejak pembuatan proposal penelitian. Pengambilan data dilakukan pada bulan April hingga Mei 2011.

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Tipe Data dan Sumber Data 4.3. Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN. Tabel 5. Data Produsen Bromelia di Indonesia Tahun 2008

III. KERANGKA PEMIKIRAN

IV METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

ANALISIS RISIKO PRODUKSI

III KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

III KERANGKA PEMIKIRAN

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Gambar 2. Rangkaian Kejadian Risiko-Ketidakpastian

IV METODE PENELITIAN 4.1. Pemilihan Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Komoditi Melon

III KERANGKA PEMIKIRAN

ANALISIS RISIKO HARGA, RISIKO PENJUALAN DAN RISIKO PENDAPATAN PADA USAHA PEMOTONGAN AYAM NASKAH PUBLIKASI

VI RISIKO PRODUKSI SAYURAN ORGANIK

ANALISIS RISIKO PRODUKSI SAYURAN ORGANIK PADA PT MASADA ORGANIK INDONESIA DI BOGOR JAWA BARAT

BAB IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data

III. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

IV METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. jangka waktu yang relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Investasi

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Metode Pengambilan Responden 4.3. Desain Penelitian

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA TIGA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN TEORI PORTOFOLIO. (STUDI KASUS PADA SAHAM PT GUDANG GARAM Tbk,

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Return Portofolio. Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya pada

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

METODE PENELITIAN. untuk menjawab tujuan penelitian berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis.

TINJAUAN PUSTAKA. 4 Pengertian Manajemen Risiko [26 Juli 2011]

III. METODE PENELITIAN. memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian,

RISIKO USAHA DIVERSIFIKASI MELON HIDROPONIK PADA PT REJO SARI BUMI UNIT TAPOS DI KABUPATEN BOGOR BRAIN ROBSON ULUAN

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.

ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAUN POTONG Di PT PESONA DAUN MAS ASRI, CIAWI KABUPATEN BOGOR, JAWABARAT

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS RISIKO PRODUKSI TANAMAN HIAS ADENIUM DI PERUSAHAAN ANISA ADENIUM, BEKASI TIMUR PROVINSI JAWA BARAT

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak ada prestasi, tidak ada kemajuan dan tidak ada imbalan.

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sumber-Sumber Risiko Produksi pada Pertanian

IV. METODE PENELITIAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang akan menginvestasikan dananya (investor). Prinsip-prinsip

IV. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengolahan data. Dalam pengolahan data menggunakan program Microsoft Excel

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 1.1 Analisis Portofolio Pada Aktiva Berisiko (Saham dan Emas)

BAB I PENDAHULUAN. keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tabel 1. Hortikultura

RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTFOLIO ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM.

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Umum Tomat Cherry 2.2 Penelitian Terdahulu

RANGKUMAN MATERI KULIAH TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI BAB 9: RETURN DAN RESIKO PORTOFOLIO

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Metode Pengambilan Sampel

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Peran Kemitraan Dalam Pengelolaan Risiko

MATERI 5 PEMILIHAN PORTFOLIO. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

AKTIVA TUNGGAL. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.

METODE PENELITIAN. Struktur, Perilaku, dan Kinerja Industri Kakao di Indonesia. Kegiatan penelitian ini

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif.

IV. METODE PENELITIAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rancabungur, Desa Pasirgaok, Bogor,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 3 Risiko dan Hasil pada Aset

RETURN DAN RISIKO AKTIVA TUNGGAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III METODE PENELITIAN. seperti situs Bank Syariah yang terkait dalam penelitian ini. Penelitian ini

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Penentuan Narasumber

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan ekonomi saat ini dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengumpulan Data

II. TINJAUAN PUSTAKA Agribisnis Cabai Merah

(Sanusi, 2004). Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan batasan operasional merupakan pengertian dan petunjuk

IV METODE PENELITIAN

RISIKO & RETURN PADA ASSET

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

Transkripsi:

IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di perusahaan Anisa Adenium, yang berada di Bekasi Timur, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilaksanakan secara sengaja (purposive), dikarenakan daerah Bekasi Timur merupakan salah satu daerah sentra tanaman hias adenium di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus November 2011. Pemilihan lokasi penelitian di perusahaan Anisa Adenium berdasarkan pengalaman dan kinerja perusahaan dalam melakukan budidaya tanaman hias adenium. Kinerja Perusahaan Anisa Adenium telah terbukti dengan perkembangan perusahaan yang terus menerus berkembang. Dimana perusahaan Anisa Adenium merupakan usaha budidaya tanaman hias adenium yang memiliki prestasi dan cukup dikenal di provinsi Jawa Barat. Perusahaan Anisa Adenium juga penyuplai tanaman hias ke beberapa daerah di sekitar Jawa, Sumatera dan juga Kalimantan. Beberapa perusahaan serupa di sekitar lokasi penelitian melakukan usaha budidaya tanaman hias, akan tetapi perusahaan selain perusahaan Anisa Adenium melakukan usaha budidaya beberapa tanaman hias secara bersamaan, dan hasil produksinya hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar di daerah sekitar. 4.2. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui hasil pengamatan dan wawancara dengan pihak perusahaan meliputi keadaan umum perusahaan seperti strategi penanganan risiko yang diterapkan di perusahaan, dan kegiatan usaha tanaman hias yang dijalankan oleh perusahaan Anisa Adenium. Data sekunder diperoleh dari data historis perusahaan Anisa Adenium berupa data produksi 2009-2010, data yang diperoleh dari literatur-literatur dan instansi terkait yang mendukung penelitian ini seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Perpustakaan LSI Institut Pertanian Bogor, internet dan literatur yang relevan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah produksi tanaman hias adenium. 28

4.3. Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan diskusi dengan pemilik usaha. Teknik observasi dilakukan untuk melakukan pengamatan tentang aktivitas produksi dan pemasaran tanaman hias yang dilakukan oleh perusahaan Anisa Adenium serta berbagai kendala risiko yang dihadapi. Teknik wawancara dan diskusi dilakukan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang biasa muncul terkait dengan kegiatan produksi dan pemasaran. Sumber data sekunder diperoleh dari pihak perusahaan berupa informasi yang berupa data produksi, penggunaan input dan tenaga kerja serta data-data terkait yang mendukung penelitian. 4.4. Metode Pengolahan Data dan Analisis Data Semua data yang dikumpulkan akan diolah dan dianalisis dengan Microsoft Excel 2007 dan kalkulator untuk mengetahui besarnya risiko yang dihadapi dan strategi penanganan risiko yang diterapkan di perusahaan Anisa Adenium. Adapun metode analisis yang digunakan meliputi analisis risiko baik kualitatif maupun kuantitatif. Analisis risiko dilakukan dengan melihat penyimpangan yang terjadi antara nilai yang diharapkan dengan nilai yang terjadi. Untuk menilai tingkat risiko tersebut beberapa ukuran yang digunakan antara lain nilai Variance, Standard Deviation, dan Coefficient Variation. Nilai Variance menunjukkan adanya penyimpangan, Standard Deviation diperoleh dari nilai kuadrat Variance, dan Coefficient Variation diperoleh dari rasio Standard Deviation dengan Expected Return. 4.4.1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran maupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis strategi penanganan risiko perusahaan, baik risiko operasional maupun risiko pasar yang diterapkan 29

oleh Perusahaan Anisa Adenium. Analisis deskripif juga dilakukan untuk mengetahui sumber-sumber yang menjadi penyebab terjadinya risiko yang muncul pada aspek teknis maupun aspek ekonomis perusahaan. Analisis dilakukan berdasarkan penilaian pengambil keputusan di perusahaan secara subjektif yang dilakukan untuk melihat apakah manejeman risiko yang diterapkan efektif untuk meminimalkan risiko. Metode analisis deskriptif untuk menganalisis strategi penanganan risiko yang diterapkan perusahaan dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan diskusi dengan pemilik usaha tanaman hias. 4.4.2. Analisis Risiko Komoditas Tunggal Analisis kuantitatif diawali dengan menentukan besarnya peluang. Peluang merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Peluang hanya suatu kemungkinan, jadi nilai dari suatu peluang bukan merupakan harga mutlak dalam suatu kondisi. Nilai peluang ditentukan berdasarkan pengalaman dan faktor dari variabel-variabel yang mempengaruhi suatu kejadian yang akan dihitung nilai peluangnya. Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan usaha. Nilai peluang ditentukan dengan mengobservasi kejadian yang sudah terjadi. Kejadian-kejadian tersebut kemudian diekspresikan sebagai persentase dari total exposure dalam rangka mendapatkan estimasi empiris dari probabilitas. Menurut Kountur (2008), dari sudut pandang empiris maka probabilitas dapat dipandang sebagai frekuensi terjadinya event dalam jangka panjang yang dinyatakan dalam persentase. Probabilitas adalah nilai/angka yang terletak antara 0 dan 1 yang diberikan kepada masing-masing event. Apabila nilai suatu peluang adalah 1, maka hal tersebut merupakan sebuah kepastian. Berarti, peristiwa yang diperkirakan pasti terjadi. Untuk menentukan berapa besar peluang yang akan terjadi maka perlu ditetapkan kisaran persentase keberhasilan tanaman hias adenium yang ada. Menurut manajemen perusahaan Anisa Adenium, keberhasilan tanaman hias adenium yang diusahakan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan, serangan hama dan penyakit dan pemeliharaan adenium. Peluang dari masing- 30

masing kegiatan budidaya akan diperoleh pada tiga kondisi yaitu tertinggi, normal dan terendah. Kisaran persentase keberhasilan yang ditetapkan perusahaan Anisa Adenium untuk tanaman hias adenium varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco yang diusahakan dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Persentase Keberhasilan pada Tanaman Hias Adenium Varietas Arabicum, Obesum, dan Taisoco Tahun 2009-2010 No. Kondisi Keberhasilan (%) 1 Tertinggi 80 2 Normal 61-79 3 Terendah 60 Sumber : Perusahaan Anisa Adenium (2011) Dalam menganalisis risiko produksi dilakukan analisis mengenai faktorfaktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh pelaku usaha. Faktor-faktor eksternal yang dimaksud antara lain faktor iklim dan cuaca, peristiwa alam seperti bencana alam yang mempengaruhi produksi dan serangan hama penyakit. Analisis terhadap faktor eksternal ini dilakukan dengan melihat dari seberapa besar kemungkinan terjadinya (probabilitas kejadian) dari faktor-faktor eksternal yang dianalisis dan seberapa besar kerugian yang disebabkannya. Semakin besar probabilitas kejadian eksternal yang merugikan maka semakin besar pula tingkat risiko yang mungkin dihadapi oleh pelaku usaha. Pengukuran probabilitas pada setiap kejadian diperoleh dari frekuensi setiap kejadian yang dibagi dengan jumlah periode waktu proses produksi. Penentuan persentase keberhasilan untuk kondisi tertinggi, normal dan terendah diperoleh berdasarkan hasil produksi yang dicapai oleh perusahaan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Tingkat keberhasilan 80 persen merupakan kondisi tertinggi yang dicapai oleh perusahaan. Hal ini juga didukung oleh prinsip yang diterapkan dalam budidaya tanaman. Dimana apabila daya tumbuh dari tanaman mencapai 80 persen dari jumlah yang ditanam, berarti perusahaan mencapai tingkat keberhasilan maksimum, dan perusahaan akan memperoleh keuntungan di atas target yang diharapkan. Sedangkan untuk kondisi normal merupakan kondisi perusahaan dalam range yang stabil yaitu diantara kondisi tertinggi dan kondisi terendah, dimana perusahaan memperoleh keberhasilan tanaman sesuai dengan target yang diharapkan, dan juga perusahaan 31

memperoleh keuntungan sesuai dengan target yang diharapkan. Untuk kondisi terendah yaitu dibawah 60 persen merupakan kondisi yang tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan. Pada kondisi ini perusahan tidak dapat menutupi biaya produksi dari hasil penjualan output, sehingga perusahaan akan mengalami kerugian. Pengukuran peluang (P) pada setiap kondisi diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung dan secara sistematis dapat dituliskan: P = f = frekuensi kejadian (kondisi tertinggi, normal dan rendah) T = periode waktu proses produksi Pengukuran peluang (P) pada setiap kondisi diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung. Total peluang dari beberapa kejadian berjumlah satu dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut: Penyelesaian pengambilan keputusan yang mengandung risiko dapat dilakukan dengan menggunakan Expected return. Expected return adalah jumlah dari nilai-nilai yang diharapkan terjadi peluang masing-masing dari suatu kegiatan tidak pasti. Secara matematis dapat dituliskan sebagi berikut: E(R i ) = Expected return P i = Peluang pada kondisi tertinggi, normal dan rendah pada adenium varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco = Return (Produktivitas dan Pendapatan) R i Untuk mengukur sejauh mana risiko yang dihadapi dalam menjalankan usaha terhadap hasil atau pendapatan yang diperoleh perusahaan digunakan pendekatan sebagai berikut: 32

a. Variance Pengukuran variance dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dengan expected return dikalikan dengan peluang dari setiap kejadian. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber, 1995). = Variance dari return P ij = Peluang pada kondisi tertinggi, normal dan rendah pada masing-masing varietas adenium R ij = Return atau penerimaan masing-masing varietas adenium Ř i = Expected return dari masing-masing varietas adenium Dari nilai variance dapat ditunjukkan bahwa semakin kecil nilai variance maka semakin kecil penyimpangannya sehingga semakin kecil risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha tersebut. b. Standard Deviation Standard Deviation dapat diukur dari akar kuadrat dari nilai variance. Risiko dalam penelitian ini berarti besarnya fluktuasi pendapatan, sehingga semakin kecil nilai Standard Deviation maka semakin rendah risiko yang dihadapi dalam kegiatan usaha. Rumus Standard Deviation adalah sebagai berikut: Keterangan : = Variance masing-masing varietas adenium = Standard deviation masing-masing varietas adenium c. Coefficient Variation Coefficient variation diukur dari rasio standard deviation dengan return yang diharapkan atau ekspektasi return (expected return). Semakin kecil nilai coefficient variation maka akan semakin rendah risiko yang dihadapi. Rumus coefficient variation adalah: 33

CV = Coefficient variation masing-masing varietas adenium = Standard deviation masing-masing varietas adenium = Expected return masing-masing varietas adenium Ř i 4.4.3. Analisis Risiko Diversifikasi Kegiatan usaha diversifikasi juga tidak terlepas dari risiko usaha seperti halnya kegiatan spesialisasi. Risiko yang terdapat dalam kegiatan diversifikasi dinamakan risiko portofolio. Untuk mengukur risiko portofolio dapat dilakukan dengan menghitung variance gabungan dari beberapa varietas adenium. Diversifikasi yang dilakukan pada perusahaan adalah dengan membudidayakan varietas berbeda jenis yang sistem budidayanya cenderung sama. Komoditi yang dianalisis dalam kegiatan diversifikasi adalah kombinasi antara adenium varietas Taisoco, Arabicum, dan Obesum. Kombinasi yang dilakukan berdasarkan kriteria pola produksi tanaman hias adenium yang ditetapkan oleh perusahaan. Jika adenium digunakan untuk dua varietas maka variance gabungan dapat dituliskan sebagai berikut (Elton dan Gruber, 1995): = α 2 σi 2 +(1- α) 2 σj 2 +2α (1- α) σij = Variance portofolio untuk varietas i dan j σi = Standard Deviation varietas i σj = Standard Deviation varietas j σij = Covariance varietas i dan j α = Fraction portofolio pada varietas i (1- α) = Fraction portofolio pada varietas j Covariance antara kedua investasi i dan j dihitung dengan menggunakan persamaan berikut (Elton dan Gruber 1995): σ ij = Covariance varietas i dan j = Nilai koefisien korelasi antara varietas i dan j Menurut Diether (2009) jika terdapat 3 aset yaitu A, B dan C. Bobot untuk ketiga asset adalah wa, wb dan wc dimana jumlah ketiga bobot adalah satu (wa + 34

wb + wc = 1). Maka besarnya expected return gabungan kombinasi tiga komoditas dapat dituliskan sebagai berikut (Diether 2009): E(rp) = wa E(ra) + wbe(rb) + wce(rc ) E(rp) = Expected return gabungan ketiga investasi (A, B dan C) w a = bobot atau fraction portofolio pada investasi asset A w b = bobot atau fraction portofolio pada investasi asset B w c = bobot atau fraction portofolio pada investasi asset C E(ra) = expected return dari investasi asset A E(rb) = expected return dari investasi asset B E(rc) = expected return dari investasi asset C Dalam penelitian ini koefisien korelasi diasumsikan memiliki nilai (+1) atau memiliki korelasi positif diantara kedua varietas yang digabungkan. Penilaian berupa peningkatan varietas dalam produksi tanaman hias adenium berupa peningkatan luas lahan dan upaya pengendalian hama dan penyakit. Hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima dengan harapan risiko yang ditimbulkan akan menjadi lebih kecil. Besarnya variance gabungan ketiga varietas dapat dituliskan sebagai berikut (Diether 2009): σ 2 (r p ) = w a 2 σ 2 (r a ) + w b 2 σ 2 (r b )+ w c 2 σ 2 (r c ) +2w a w b covar (r a, r b )+ 2w a w c covar (r a, r c ) + 2w b w c covar (r b, r c ) σ 2 (r p ) = Variance portofolio untuk adenium varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco σ 2 (r a ) = Variance varietas Arabicum σ 2 (r b ) = Variance varietas Obesum σ 2 (r c ) = Variance varietas Taisoco w a = bobot atau fraction portofolio pada varietas Arabicum w b = bobot atau fraction portofolio pada varietas Obesum w c = bobot atau fraction portofolio pada varietas Taisoco covar (r a, r b ) = covariance antara Arabicum dan Obesum, diperoleh dengan rumus: dimana diasumsikan nilainya +1. covar (r a, r c ) = covar (r b, r c ) = covariance antara investasi Arabicum dan Taisoco, diperoleh dengan rumus: dimana diasumsikan nilainya +1. covar (r b, r c ) = covariance antara investasi Obesum dan Taisoco, diperoleh dengan rumus: dimana diasumsikan nilainya +1. 35

σ a = Standard Deviation asset Arabicum σ b = Standard Deviation asset Obesum σ c = Standard Deviation asset Taisoco Perhitungan besarnya fraksi portofolio pada penelitian ini adalah berdasarkan alokasi investasi perusahaan yaitu penggunaan lahan pada ketiga varietas adenium yang diusahakan. Total luas lahan yang digunakan adalah 330 M 2. Pembagian lahan untuk ketiga varietas adenium yaitu 80 M 2 untuk varietas Arabicum, 200 M 2 untuk varietas Obesum dan 50 M 2 untuk varietas Taisoco. Adapun nilai fraksi untuk ketiga gabungan varietas adenium dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Nilai Fraksi Untuk Setiap Gabungan Varietas Adenium No Varietas Adenium Fraksi (%) Arabicum Obesum Taisoco 1 Arab+Obes 28,6 71,4-2 Arab+Tais 61,5-38,5 3 Obes+Tais - 80,0 20,0 4 Arab+Obes+Tais 24,0 61,0 15,0 Tabel 10 merupakan nilai fraksi dari ketiga varietas adenium yaitu Arabicum, Obesum dan Taisoco. Nilai fraksi diatas diperoleh dari luas lahan masing-masing varietas dibagi dengan total luas lahan varietas adenium yang akan digabungkan, hasil dari pembagian tersebut dikalikan dengan 100 persen. Sehingga diperoleh pembagian fraksi untuk setiap gabungan varietas adenium. Misalnya untuk gabungan dua varietas yaitu Arabicum dan Obesum, luas lahan untuk masing-masing varietas yaitu 80 M 2 dan 200 M 2, sehingga total dari gabungan kedua varietas yaitu 280 M 2. Untuk varietas Arabicum luas lahan 80 M 2 dibagi dengan total luas lahan 280 M 2, sehingga diperoleh hasil 0, 286. Hasil tersebut kemudian dikalikan dengan 100 persen sehingga diperoleh nilai fraksi yaitu 28,6 persen. Hal yang sama juga dilakukan untuk menghitung nilai fraksi varietas Obesum, dimana luas lahan 200 M 2 dibagi dengan total luas lahan kedua varietas yaitu 280 M 2, sehingga diperoleh hasil 71,4. Hasil tersebut kemudian dikalikan dengan 100 persen sehingga diperoleh nilai fraksi untuk varietas Obesum yaitu 71,4 persen. Perhitungan diatas berlaku juga untuk gabungan 36

varietas Arabicum dan Taisoco, Obesum dan Taisoco dan juga gabungan ketiga varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco. 4.5. Defenisi Operasional 1. Peluang (P) merupakan frekuensi kejadian setiap kondisi dibagi dengan periode waktu selama kegiatan produksi tanaman hias 2. Expected return adalah jumlah dari pendapatan yang diharapkan pada komoditas tanaman hias 3. Variance merupakan ragam atau variasi dari peluang ketiga kondisi pendapatan tanaman hias. 4. Return yang digunakan berdasarkan penerimaan yang diterima perusahaan dari tanaman hias (rupiah). 5. Standard deviation merupakan penyimpangan dari return yang diharapkan dari memproduksi tanaman hias. 6. Coefficient variation diukur dari rasio Standard deviation dengan return yang di harapkan. 7. Diversifikasi merupakan suatu kebijakan untuk menyalurkan modal kearah berbagai macam investasi dengan tujuan menekan resiko dan menjamin tingkat pendapatan seaman mungkin. 8. Koefisien korelasi pada penelitian ini diasumsikan nilainya sebesar (+1). 37