RING NOETHER DAN TEOREMA BASIS HILBERT

dokumen-dokumen yang mirip
PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT

SKRIPSI. untuk memenuhi sebagian persyaratan. mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Matematika

SISTEM SCHREIER PADA FREE GROUP. Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Matematika

DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

STRUKTUR ALJABAR: RING

SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan. mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1. DOSEN PENGAMPU RINA AGUSTINA, S. Pd., M. Pd. NIDN

0,1,2,3,4. (e) Perhatikan jawabmu pada (a) (d). Tuliskan kembali sifat-sifat yang kamu temukan dalam. 5. a b c d

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... II HALAMAN PENGESAHAN... III KATA PENGANTAR... IV DAFTAR ISI... V BAB I PENDAHULUAN...

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

PROSES PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA MANTAN PECANDU NARKOBA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Diberikan himpunan dan operasi biner disebut grup yang dinotasikan. (i), untuk setiap ( bersifat assosiatif);

2 G R U P. 1 Struktur Aljabar Grup Aswad 2013 Blog: aswhat.wordpress.com

TEORI GRUP SUMANANG MUHTAR GOZALI KBK ALJABAR & ANALISIS

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

ANALISIS SOAL-SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATEMATIKA KELAS IX SMP NEGERI 2 WONOSARI DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF TAHUN AJARAN 2010/2011 DAN 2011/2012

APLIKASI KRIPTOGRAFI HILL CIPHER DENGAN MATRIKS m n

PENGARUH HARGA, PELAYANAN DAN LOKASI TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA TOKO OLI SUMBER REJEKI SUKOHARJO SKRIPSI

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

STIGMATISASI NAMA SAPAAN ANAK KOS DI DAERAH MENDUNGAN. SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Struktur aljabar merupakan suatu himpunan tidak kosong yang dilengkapi

PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN SAINS DI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

CHRISTINA INDAH PUSPITA SARI A

SITI GUSLIYANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2015 M/1437 H

HUBUNGAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI PESERTA DIDIK DI SDN GEBANGSARI 03 SEMARANG

HUBUNGAN KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ( SLB-C Bagaskara Sragen ) SKRIPSI

STUDI ANALITIK DAN GEOMETRIK FUNGSI EKSPONENSIAL PANGKAT LINEAR TESIS. Oleh SUDIWINOTO NIM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

FUNGSI BERVARIASI TERBATAS DAN SIFAT-SIFATNYA SKRIPSI

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEER LESSON

BAB III. Standard Kompetensi. 3. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian homomorfisma ring dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

II. TINJAUAN PUSTAKA. modul yang akan digunakan dalam pembahasan hasil penelitian.

KARAKTERISTIK FUNGSI GAMMA DAN FUNGSI BETA PADA PEUBAH KOMPLEKS

DESY NUR ROHMAWATI A

MOTIVASI SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU KEAGAMAAN SISWA DI SMP NURIS JEMBER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jelas. Ada tiga cara untuk menyatakan himpunan, yaitu: a. dengan mendaftar anggota-anggotanya;

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

KEMAMPUAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS II MIS NURUL ISLAM BANJARMASIN OLEH MUHIDIN

MENENTUKAN EIGEN PROBLEM ALJABAR MAX-PLUS

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE ITERASI GAUSS-SEIDEL TUGAS AKHIR

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini diberikan beberapa definisi mengenai teori grup yang mendukung. ke. Untuk setiap, dinotasikan sebagai di

ISOMORFISMA JUMLAH LANGSUNG DAN DARAP LANGSUNG DUA MODUL. (Skripsi) Oleh ALI ABDUL JABAR

SKRIPSI. Oleh: Bayu Endah Lestari NIM

PENGEMBANGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TPS POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS

ORDER UNSUR DARI GRUP S 4

MODIFIKASI ALGORITMA GUERZHOY DAN LAURITZEN SERTA STUDI SIFAT-SIFAT TRANSFORMASI BARISAN PECAHAN KE PECAHAN KONTINYU

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBASIS LESSON STUDY

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

PERBANDINGAN SIFAT FISIK HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI ANALISIS DATA (FDA) TUGAS AKHIR

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN SPLDV DENGAN STRATEGI CTL BAGI SISWA KELAS VIII D

SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA. ABSTRAK Suatu gelanggang R disebut gelanggang Noetherian jika memenuhi sifat :

PENINGKATAN KREATIVITASS BELAJAR IPA MELALUI KELAS V SDN KARANGANYAR 2 DEMAK TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA SISWA KELAS X DI SMAN 2 KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR ARNI YUNITA

FAKULTAS AGAMA ISLAM JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( TARBIYAH ) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PENGARUH MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA SMP NEGERI 1 EROMOKO KELAS VIII TAHUN AJARAN 2012/ 2013

ANALISIS PENGARUH HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PRODUK NATASHA SKIN CARE DI SOLO

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagai persyaratan Dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Bidang Psikologi. Disusun Oleh : BAYUAJI BUDIHARGO NIM :

A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif

SISTEM PENCAIRAN PINJAMAN UANG PADA KOPKAR PURA GROUP KUDUS

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI...

Teorema-Teorema Utama Isomorphisma pada Near-Ring

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

EKUIVALENSI TOPOLOGI PADA RUANG TOPOLOGI

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA GARIS SINGGUNG LINGKARAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE

KATA PENGANTAR. Semarang, Desember Penulis

SKRIPSI EKO B FAKULTAS. Disusun Oleh:

BAB III PERLUASAN INTEGRAL

SKRIPSI PELAKSANAAN DAN PEMABYARAN NAFKAH ANAK DI PENGADILAN AGAMA

ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KEMBARAN MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan

ANALISIS PENENTUAN PERENCANAAN PRODUKSI DAN PERENCANAAN PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN LABA PADA PT. MUTU GADING TEKSTIL GONDANGREJO KARANGANYAR SKRIPSI

METODE PEMBELAJARAN ALQURAN HADIS DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI PANDAK DAUN KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN OLEH SALMIAH

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI DOOLITTLE TUGAS AKHIR

PERAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN PASIEN RAWAT INAP AKAN HIKMAH SAKIT DI RSI KENDAL SKRIPSI

SKRIPSI OLEH CHOIRUL ANAM FIRMAN THOHARI NIM

UJI KARBOHIDRAT DAN PROTEIN PADA NATA DARI BUAH KERSEN (Muntingia calabura) DENGAN PEMBERIAN GULA JAWA DAN GULA PASIR SKRIPSI

BAB II KERANGKA TEORITIS. komposisi biner atau lebih dan bersifat tertutup. A = {x / x bilangan asli} dengan operasi +

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

PENERAPAN PEMBELAJARAN CLASS CONCERN

PENGARUH KECERDASAN INTERPERSONAL DAN MEDIA PEMBELAJARAN MACROMEDIA FLASH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh

PENERAPAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 TEGALOMBO

MODEL KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN IBADAH UMRAH PADA PT AN-NAMIRA ALMA MULIA KOTA SEMARANG

Transkripsi:

RING NOETHER DAN TEOREMA BASIS HILBERT Skripsi Untuk memenuhi sebagai persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika Diajukan Oleh Estri Yunita Sari 09610016 PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013 i

ii

iii

iv

HALAMAN MOTTO Alloh lebih mengetaui yang terbaik untuk hamba-nya إ م ن أ ا أ م ر ر ا إ أ ا أ أ أ اا أ م ئ ا أ م وا أ ي ر أوا أ ر ا ر م ا أ ي أ ر روا Sesungguhnya perintah-nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (Q.S Yassin:82) Ketika kekalahan menghampirimu jangan biarkan ia meghentikanmu. Percayalah selalu ada jalan disetiap rintangan. (Anonim) v

HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan kepada: Almamater Tercinta Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Bapakku Ngadiyono dan Ibuku Tuminah, S.Pd Adikku Wahyu Dwi Prasety0 dan Destri Prasetyaningtyas vi

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, penulis memanjatkan segala puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam atas limpahan rahmat serta hidayah-nya sehingga tulisan ini dapat terselesaikan. Sholawat serta salam tak lupa tercurahkan kepada nabi Muhamad SAW, yang telah menuntun umatnya menuju jalan yang terang. Skripsi ini disusun guna memperoleh gelar Sarjana Sains (Matematika). Isi dari tugas akhir ini membahas mengenai RING NOETHER DAN TEOREMA BASIS HILBERT. Penyelesaian tugas akhir ini tidak terlepas dari do a, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, M.A, Ph.D selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. 2. Bapak M. Farhan Qudratullah, M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik, atas nasehat dan bimbingan selama perkuliahan. 3. Ibu Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si selaku pembimbing pertama, atas bimbingan, motivasi dan ilmu yang telah diberikan kepada penulis. 4. Ibu Malahayati, M.Sc selaku pembimbing kedua sekaligus penguji kedua, atas bimbingan, motivasi, dan ilmu yang telah diberikan. 5. Bapak Muhamad Zaky Riyanto, M.Sc selaku penguji pertama, atas kritik dan masukannya dalam perbaikan vii

6. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. 6. Bapakku Ngadiyono, Ibu Tuminah, S.Pd, serta adik-adikku Wahyu Dwi Prasetyo dan Destri Prasetyaningtyas, atas do a, motivasi, dan dukungannya baik secara moral ataupun material sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. 7. Sahabat-sahabatku Matematika 2009, Tyas, Eki, Ulfa, Anis, Widi, Dodo, Mahfudzoh, Hinung, dan Pendidikan Matematika 2009, serta tak lupa juga teman-teman angkatan 2008, 2010, atas ide yang telah diberikan pada saat penulis mengajak diskusi. 8. Sahabat Kos Rolling Dor, Ita, Tutut, Dheah dan Kos Wisma Asri, Hajar, Siti, Irma, Indah, Dede Estri, atas motivasi dan dukungannya. Semoga segala bantuan dan motivasi yang penulis terima bermanfaat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Semoga atas budi baiknya dari semua pihak mendapat balasan yang setimpal dari Alloh SWT. Amin. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna, penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca. Semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca terutama teman-teman di bidang matematika. Yogyakarta, 13 September 2013 Penulis viii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR LAMBANG... ABSTRAK... i ii iii iv v vi vii ix xi xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Batasan Masalah... 2 1.3 Rumusan Masalah... 3 1.4 Tujuan Masalah... 3 1.5 Manfaat Penelitian... 3 1.6 Tinjauan Pustaka... 4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ring... 6 2.2 Ring Polinomial... 16 2.2 Ideal... 26 ix

2.4 Ring Faktor... 35 2.4 Homomorfisma Ring... 38 BAB III Metode Penelitian... 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Rantai Naik... 48 4.2 Ring Noether... 54 4.3 Teorema Basis Hilbert... 60 BAB V PENUTUP 5.2 Kesimpulan... 67 5.2 Saran-Saran... 68 DAFTAR PUSTAKA... 69 x

DATFTAR LAMBANG Z : himpunan semua bilangan bulat Q : himpunan semua bilangan rasional R : himpunan semua bilangan real N : himpunan semua bilangan asli x A : x elemen himpunan A y B : y bukan elemen himpunan B A B : A subset sejati dari B A B : A subset dari B : himpunan kosong : irisan himpunan : gabungan himpunan : biimplikasi : pembuktian syarat perlu : pembuktian syarat cukup xi

: isomorfis a b : a membagi habis b : kuantor universal : kuantor eksistensial a : invers terhadap penjumlahan a 1 : invers terhadap penggandaan ker f :kernel homomorfisma f im f : bayangan dari homomorfisma xii

ABSTRAK Ring komutatif disebut ring Noether apabila setiap idealnya dapat dibangun secara berhingga. Ring Noether juga dapat didefinisikan dengan kondisi rantai naik dari ideal-idealnya. Kondisi rantai naik adalah rantai naik yang bersifat stasioner. Sifat lain yang dapat mendefinisikan ring Noether adalah ring yang memenuhi kondisi maksimal. Akibanya setiap ring Noether memiliki ideal maksimal. Salah satu sifat ring Noether adalah setiap bayangan homomorfisma dari ring Noether juga ring Noether. Pernyataan tersebut berlaku lebih khhusus pada homomorfisma natural bahwa ring faktor dari ring Noether merupakan ring Noether. Diberikan ring polinomial atas suatu ring. Jika suatu ring tersebut merupakan ring Noether maka ring polinomialnya juga merupakan ring Noether. Pernyataan inilah yang lebih dikenal dengan Teorema Basis Hilbert. Teorema tersebut mengakibatkan ring multinomial atas ring Noether juga ring Noether. Kata kunci : ideal maksimal, kondisi rantai naik, ring Noether, Teorema Basis Hilbert xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika dibagi dalam berbagai rumpun keilmuan, antara lain rumpun aljabar, analisis, terapan, dan statistik. Rumpun aljabar sendiri terbagi dalam berbagai bidang misal aljabar abstrak, aljabar linear, aljabar geometri dan lain sebagainya. Aljabar abstrak merupakan bidang yang mempelajari struktur aljabar antara lain grup, ring, modul, dan ruang vektor. Salah satu materi aljabar abstrak yang telah dipelajari adalah konsep ring. Ring adalah suatu himpunan tak kosong yang dilengkapi dua operasi biner yaitu penjumlahan dan penggandaan yang memenuhi aksioma-aksioma ring. Ring yang memenuhi sifat komutatif terhadap penggandaan disebut ring komutatif. Sebarang ring R paling tidak memiliki ideal {0} dan R itu sendiri. Dengan kata lain, suatu ring mempunyai lebih dari satu ideal sehingga akan ada rantai dari ideal-idealnya yaitu I 1 I 2 I 3 I n, dengan I i untuk setiap i adalah ideal. Rantai ideal dari ring sangat berkaitan dengan kondisi rantainya. Salah satu kondisi rantai ideal adalah kondisi rantai naik. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh ilmuwan Jerman, yaitu Emy Noether (1882-1935). Noether mengemukakan bahwa kondisi rantai naik sangat penting dalam teori ideal, yaitu suatu ring memenuhi kondisi rantai naik jika rantai idealnya berhingga. Salah satu contoh ring yang telah dipelajari penulis adalah ring himpunan bilangan bulat Z,, +. Ring Z adalah ring komutatif yang idealnya selalu berupa 1

2 ideal utama, yaitu dapat dibangun oleh satu elemen. Artinya ideal dari Z dapat dibangun secara berhingga. Dari ring Z, diberikan ring polinomial atas bilangan bulat Z x, +,. Meskipun struktur baru atas Z, tetapi ideal dari Z x dapat tidak berupa ideal utama. Sebagai contoh, diambil suatu ideal dalam Z x yaitu ideal I 2, x {2a bx a, b Z x }. Perhatikan bahwa I merupakan ideal yang dibangun oleh elemen 2 dan x. Terdapat dua elemen pembangun dalam ideal I, dengan kata lain ideal I bukan merupakan ideal utama. Hal yang menarik dari Z x adalah idealnya dapat dibangun secara berhingga. Jadi terdapat sifat dari Z yang tetap dibawa dalam Z x, yaitu idealnya dibangun secara berhingga. Berdasar dua hal tersebut, penulis tertarik mempelajari struktur ring yang rantai idealnya memenuhi kondisi rantai urutan naik serta ring yang setiap idealnya dibangun secara hingga. Selanjutnya ring tersebut dinamakan ring Noether. Berdasarkan contoh tersebut di atas dapat diketahui bahwa suatu ring apabila dibentuk struktur baru atas ring tersebut maka ada sifat-sifat yang diawetkan dalam struktur baru. Berdasar hal tersebut, pada skripsi ini penulis diharapkan dapat mengkaji hubungan antara ring Noether dengan polinomialnya, yang dinyatakan dalam Teorema Basis Hilbert. 1.2 Batasan Masalah Pembatasan masalah diperlukan dalam penelitian ilmiah karena dapat membantu penulis fokus pada objek penelitian. Demikian juga dengan penelitian yang penulis lakukan. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah

3 ring Noether. Konsep dari teori ring masih mencakup ruang lingkup yang cukup luas yang meliputi ring komutatif, ring polinomial, ideal dan ring faktor. Dari setiap bahasan tersebut masih mencakup subbahasan yang menarik untuk dikaji. Batasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada ring komutatif. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah yang diuraikan penulis maka rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana konsep tentang ring Noether? 2. Bagaimana sifat ring faktor dari ring Noether? 3. Bagaimana keberadaan ideal maksimal dalam ring Noether? 4. Bagaimana hubungan ring Noether dengan ring polinomialnya? 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui tentang konsep ring Noether 2. Mengetahui sifat ring faktor dari ring Noether 3. Mengetahui keberadaan ideal maksimal dalam ring Noether 4. Mengetahui hubungan ring Noether dengan ring polinomialnya. 1.5 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya: 1. Dapat menyatakan bahwa setiap ideal dari ring multinomial atas ring Noether dibangun secara berhingga sehingga pembangunnya dapat diplikasikan dalam ilmu kompusati terutama pada basis komputasi.

4 2. Memberikan motivasi kepada peneliti-peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian tentang ring Noether 1.6 Tinjauan Pustaka Pembahasan mengenai ring Noether telah dikaji oleh Dominicus Ponco Wibowo (2001). Ring Noether yang didefinisikan oleh Wibowo sebagai suatu ring yang memenuhi kondisi rantai naik dari idealnya. Definisi ideal yang diberikan Wibowo menggunakan ideal kiri. Sebarang ring mempunyai ideal sehingga dapat dibentuk ring faktornya sehingga dijelaskan oleh Wibowo bahwa ring faktor merupakan ring Noether apabila ring dan idealnya merupakan ring Noether. Selanjutnya jika diberikan ring polinomial atas ring Noether R maka ring polinomial atas ring R juga merupakan ring Noether. Teorema ini dibuktikan oleh wibowo dengan bukti langsung serta induksi pada pangkat dari polinomialpolinomial pembangun sebarang idealnya. Secara sederhana jika I n ideal dalam R[x] untuk suatu n bilangan asli dan f r I n dengan degree r suatu r bilangan asli maka f s polinomial dengan degrre lebih besar dari r, maka mengakibatkan f s I n+1. Pada tahun 2002 Joseph. J. Rotman menjelaskan mengenai ring R yang kemudian ring R merupakan ring komutatif dengan elemen satuan. Selanjutnya kondisi rantai naik dari idealnya juga dibahas Rotman, hal ini sudah berlaku pada ring komutatif. Sedangkan ring Noether yang didefinisikan Rotman merupakan suatu ring yang setiap idealnya dibangun oleh elemen secara berhingga. Selain mendefinisikan ring Noether, Rotman (2002) juga memberikan sifat bahwa sebarang ring Noether mempunyai ideal maksimal. Selanjutnya dari suatu ring

5 dapat dibentuk ring polinomialnya, Jika R ring Noether maka ring polinomialnya juga merupakan ring Noether. Perbedaan antara skripsi Wibowo dengan penulisan ini adalah pada penulisan ini definisi ring telah dikhususkan pada ring komutatif sedangkan skripsi Wibowo masih menggunakan ring yang ideal memehuni ideal kiri. Pembuktian-pembuktian di dalam skripsi Wibowo secara umum menggunakan ideal kiri tanpa membuktikan ideal kanan. Sifat ring Noether dengan ring faktornya penulis jelaskan sebagai akibat dari bayangan homomorfisma ring Noether, kasus khusus pada homomorfisma natural. Sedangkan sifat tersebut dijelaskan Wibowo sebagai sebarang ring dapat dibentuk ring faktornya. Perbedaan pembuktian pada teorema basis Hilbert dilakukan penulis menggunakan pembuktian tidak langsung pada sebarang ideal yang dibangun berhingga. Selain itu hubungan antara ring Noether dan ideal maksimal akan dibahas penulis yang merupakan satu-satunya sifat yang tidak terdapat dalam skripsi Wibowo.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan studi literatur yang penulis lakukan mengenai ring Noether dan Teorema Basis Hilbert, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Diberikan ring R dan I 1 I 2 I 3 I n sebarang rantai naik ideal-ideal R. Ring R dikatakan memenuhi kondisi rantai naik apabila rantai naik stasioner. 2. Suatu ring memenuhi kondisi maksimal apabila setiap keluarga idealidealnya memiliki elemen maksimal. 3. Diberikan ring R, ketiga kondisi berikut ekuivalen 3.1 R memenuhi rantai urutan naik 3.2 R memenuhi kondisi maksimal 3.3 Setiap ideal dalam R dibangun secara hingga 4. Suatu ring Rdisebut ring Noether jika setiap idealnya dibangun secara berhingga. 5. Setiap bayangan homomorfisma dari ring Noether merupakan ring Noether. Sebagai akibatnya diberikan homomorfisma natural maka R/I ring faktor juga merupakan ring Noether. 6. Diberikan R ring Noether, jika I adalah ideal dari R, maka terdapat ideal maksimal M dalam R yang memuat I. Dengan kata lain, setiap ring Noether memiliki ideal maksimal 67

68 7. Terdapat hubungan antara ring Noether dengan ring polinomialnya yaitu jika R ring Noether maka R x adalah ring Noether. Pernyataan tersebut yang dinamakan Teorema Basis Hilbert. 8. Akibat dari teorema tersebut menyatakan bahwa jika R ring Noether maka R x 1, x 2,, x n adalah ring Noether. 5.2 Saran-saran Beberapa saran yang dapat saya sampaikan berdasar studi literatur yang penulis lakukan, sebagai berikut: 1. Penelitian yang dilakukan penulis pada ideal yang memenuhi kondisi rantai naik sehingga dimungkinkan ada penelitian lebih lanjut menengenai ring yang rantai idealnya memenuhi kondisi rantai turun. 2. Penelitian ini dibatasi pada ring polinomial dengan koefisien berhingga, sehingga dimungkinkan penelitian mengenai teorema basis hilbert pada ring polinomial dengan koefisien tak berhingga. Semoga tugas akhir ini dapat menginspirasi pembaca untuk mengembangkan lebih lanjut mengenai ring Noether dan Teorema Basis Hilbert pada khususnya dan aljabar abstrak pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA Dummit, David. S. dan Richard. M. Foote. 2004. Abstract Algebra. Thrird Edition. John Willey and Sons, inc. Gallian, Joseph A. 1996. Contemporary Abstract Algebra. Toronto: D.C.Haeath Company Grillet, Pierre A. 2000. Abstract Algebra. Second Edition. USA: Springer. Rotman, Joseph J. 2002. Anvanced Modern Algebra. English: Prentice Hall. Wibowo, Dominucus P. 2001. Ring Noether Dan Ring Artin. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma 69