BAB 3 METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit

BAB 3 METODE PENELITIAN. dalam buku Riduwan dan Kuncoro (2008:208) penelitian survei dapat digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3. 1 Tabel Desain Penelitian. T-1 Asosiatif Individual-Pelanggan. T-2 Asosiatif Individual-Pelanggan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan terhadap karyawan, khususnya karyawan PT Pabrik Kaos Aseli

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Unit analisis yang dituju adalah individu. Serta Time horizon yang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif

BAB 3 METODE PENELITIAN. penelitian asosiatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendefinisikan berbagai

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

BAB III METODE PENELITIAN. ialah penelitian deskriptif asosiatif. Melalui penelitian asosiatif, dapat diketahui

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini bersifat asosiatif, penelitian asosiatif adalah penelitian yang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian dilaksanakan melalui

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif karena penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ini dapat diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Unit

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3. Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODLOGI PENELITIAN. berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian asosiatif. Menurut

BAB IV METODE PENELITIAN. hubungan hubungan antar variabel yang disusun sedemikian rupa sehingga hasil

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III. Metodologi penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian komparatif dan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Riset atau penelitian pada dasarnya merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka penelitian ini

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode riset yang akan dipakai adalah metode asosiatif pendekatan studi kasus yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif. Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan asosiatif. Menurut Nazir

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3. MetedologiPenelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif.

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada para karyawan PT Bintang Kharisma Jaya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. No Unit Kerja Jumlah Karyawan. 1 Haurpugur 8. 2 Cipaku Cicalengka Cibereum 7.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Statistika merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tabungan Negara Syariah Cabang Malang yang berada di jalan Bandung No. 40

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian assosiatif. Menurut Sugiyono (2008:

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3. Metode Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. alasan praktis, keinginan untuk mengetahui yang bertujuan agar dapat

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan memberikan gambaran tentang detail-detail sebuah situasi, lingkungan

Desain Penelitian. Metode yang Digunakan. Deskriptif. Asosiatif. Deskriptif. Asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai metode dan jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap organizational citizenship behavior dan dampaknya pada efektivitas

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3. Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan penelitian survey. Metode survey menurut

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Analisis jalur dikenal dengan path analysis dikembangkan pertama tahun 1920-an

Kathryn Sunarko Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia. Abstrak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil populasi pada karyawan PT Kereta Api Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan benar serta terarah dan fokus

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan menggunakan alat ukur

BAB 3 METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendifinisikan berbagai kriteria serta mendefinisikan nilai-nilai variabelvariabel yang diteliti. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih. Disain dari penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut. Tabel 3.1 Desain Penelitian Disain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Metode Penelitian Penelitian Unit Analisis Individu: Staf T-1 Asosiatif Survey karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa Individu: Staf T-2 Asosiatif Survey karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa Time Horizon Cross Sectional Cross Sectional Keterangan: T-1 Untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kepuasan kerja, loyalitas karyawan dan perilaku organisasi karyawan terhadap Organizational Citizenship Behavior pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa secara individual maupun simultan T-2 Untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kepuasan kerja, loyalitas karyawan dan perilaku organisasi karyawan, serta Organizational Citizenship Behavior 43

44 terhadap efektivitas organisasi pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa secara individual maupun simultan 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Ada lima variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu variabel Kepuasan Kerja, Loyalitas Karyawan, Perilaku Organisasi, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan Efektivitas Organisasi. Pada Tabel 3.2 berikut akan diuraikan dimensi dan indikator dari masingmasing variabel, beserta instrumen pengukuran, skala, dan model pengukuran dari kelima variabel tersebut. Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Dimensi Indikator Instrumen Skala Model Pekerjaan itu sendiri Rasa suka karyawan terhadap pekerjaannya Task significance bagi karyawan Feedback atas hasil kerja Kepuasan Kerja (X 1 ) Imbalan Kesempatan promosi Gaji yang diterima sesuai dengan tuntutan pekerjaan Gaji sesuai keterampilan dan kemampuan individu Promosi jabatan diberikan atas dasar prestasi karyawan Proses kenaikan jabatan yang terbuka Pengawasan (penyelia) Adanya hubungan fungsional yang positif Adanya hubungan keseluruhan yang serupa Rekan kerja Terpenuhinya kebutuhan sosial karyawan

45 Rekan kerja yang kooperatif Kondisi kerja Kondisi ruang kerja Ketersediaan fasilitas-fasilitas yang menunjang aktivitas kerja Variabel Dimensi Indikator Instrumen Skala Model Penyampaian informasi dan Transparansi pengkomunikasian kebijaksanaan dalam perusahaan sudah terbuka Pengutaraan pendapat Penyesuaian pekerjaan Loyalitas Job Description dengan kemampuan Durasi waktu yang diberikan sesuai dengan kemampuan karyawan. Karyawan (X 2 ) Tingkat Kepercayaan Perusahaan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada karyawan Adanya ketergantungan karyawan terhadap perusahaan Dukungan dan motivasi dari Motivasi perusahaan. Pemaksimalan dan penyelesaian pekerjaan akibat motivasi. Variabel Dimensi Indikator Instrumen Skala Model

46 Etika Kerja Tata tertib Kerja dan Peraturan internal perusahaan Ketepatan waktu dalam kerja dan proses pekerjaan Perilaku Organisasi (X 3 ) Komunikasi Komunikasi vertikal dan horizontal yang berjalan lancar Efektivitas Komunikasi yang frequently Budaya Organisasi Suasana dan budaya kekeluargaan di kantor Adaptasi terhadap budaya organisasi. Variabel Dimensi Indikator Instrumen Skala Model Bersedia membantu Altruism meringankan pekerjaan rekan kerjayang overload Membantu pelanggan dan tamu yang perlu bantuan Organizational Citizenship Behavior (Y) Courtesy Bersedia membantu karyawan baru beradaptasi Memberikan informasi pada rekan kerja berhubungan dengan pekerjaan Bersedia dengan lapang dada menerima kritikan Sportsmanship Toleransi pada situasi yang kurang ideal di tempat kerja Tidak menyalahkan orang lain atas kegagalan tim

47 Civic virtue Membantu menjaga citra organisasi Menaruh perhatian pada keberlangsungan organisasi Bersedia bekerja melebihi Conscientiousness prasyarat minimum (Kerja Lembur) Memakai jam kerja secara maksimal untuk bekerja Variabel Dimensi Indikator Instrumen Skala Model Adanya penetapan sasaran sebagai tolak ukur karyawan dalam bekerja Adanya keinginan anggota Efektivitas Sasaran Organisasi organisasi untuk mencapai sasaran organisasi Tercapainya sasaran yang telah ditetapkan atas hasil Organisasi (Z) kontribusi anggota organisasi Perusahaan melibatkan karyawan dalam proses penetapan sasaran Sistem kontrol yang efektif Proses Internal Melaksanakan operasi secara lancar dan efisien Perusahaan bisa minimalisasi konflik internal 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan sumber data berasal dari data primer maupun sekunder, seperti dapat dilihat pada Tabel 3.3 di bawah ini.

48 Tabel 3.3 Data dan Sumber Data Penelitian Data Jenis Data Sumber Data Tujuan Penelitian T-1 T-2 Dasar pengukuran variabel-variabel dalam penelitian ini Kualitatif Data sekunder dari studi kepustakaan dan wawancara dengan dosen Kepuasan yang dimiki karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa Kualitatif Data primer dari kuesioner karyawan terhadap pekerjaannya Tingkat Loyalitas yang dimiki karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa terhadap Kualitatif Data primer dari kuesioner karyawan organisasi Sejauh mana karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa menerapkan perilaku Organisasi Kualitatif Data primer dari kuesioner karyawan yang baik Organizational Citizenship Behaviour yang dimiliki karyawan PT Wirajaya Anugrah Kualitatif Data primer dari kuesioner karyawan Perkasa Sejauh mana PT Wirajaya Anugrah Perkasa mencapai efektivitas organisasi Kualitatif Data primer dari kuesioner karyawan dari sudut pandang karyawan

49 3.4 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik, yaitu: - Wawancara Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai, tetapi dapat juga secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain (Umar, 2008, p51). Dalam penelitian ini, penulis melakukan wawancara langsung dengan pihak pimpinan PT Wirajaya Anugrah Perkasa secara semi-terstruktur mengenai 6 C (Customer, Competitor, Center, Channel, Company, dan Lingkungan Bisnis), jumlah karyawan, serta job description dari masing-masing pekerjaan. - Teknik angket (kuesioner) merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respons atas daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2008, p49).dalam penelitian ini, kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa sebagai responden, dibuat dalam bentuk pernyataan dalam skala likert. yang dijawab responden digunakan untuk mengetahui kepuasan kerja, loyalitas karyawan, perilaku organisasi, Organizational Citizenship Behaviour pada karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa, serta efektivitas organisasi yang dimiliki PT Wirajaya Anugrah Perkasa. - Studi kepustakaan Studi kepustakaan digunakan untuk memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan penelitian ini sebagai landasan teori.penulis melakukan studi kepustakaan melalui buku-buku, jurnal-jurnal, dan artikel-artikel di Internet.

50 3.5 Teknik Pengambilan Data Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih anggota sampel. Sedangkan, sampel merupakan bagian kecil dari suatu populasi.(umar, 2008, p77). Teknik Sampling atau teknik pengambilan sampel adalah suatu cara mengambil sampel yang respresentatif dari populasi dimana pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili dan dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya (Riduwan dan Engkos, 2008, pp40).. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling insidental yang mana teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2009, p67) 3.6 Teknik Pengolahan Sample Dalam penelitian ini menggunakan rumus berdasarkan pendapat Surakhmad (Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro, 2008, p45) yang mengatakan bahwa apabila ukuran populasi sebanyak kurang lebih dari 100, maka pengambilan sampel sekurang-kurangnya 50% dari ukuran populasi. Apabila ukuran populasi sama dengan atau lebih dari 1000, ukuran sampel diharapkan sekurang-kurangnya 15% dari ukuran populasi, yang dirumuskan sebagai berikut:

51 S = 15% + 1000 n. (50% - 15%) Keterangan : 1000-100 S = Jumlah sampel yang diambil n = Jumlah anggota populasi Diketahui jumlah populasi karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa sebesar n= 112 orang. Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel yang diambil (S)sebagai berikut: S = 15% + 1000 n (50% - 15%) 1000-100 S = 15% + 1000 112 (50% - 15%) 1000 100 S = 15% + 0.99 (35%) S = 15% + 34.53% S = 49.53% Jadi, jumlah sampel sebesar 112 x 49.53% = 55.47 = 56 responden 3.7 Metode Analisis Setelah data dikumpulkan, maka dilakukan uji validitas-reliabilitas terhadap data yang ada. Setelah data dipastikan valid dan reliabel, maka dilakukan analisis dengan menggunakan:

52 Tabel 3.4 Metode Analisis Data Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Metode Analisis Teknik Analisis T-1 Asosiatif Path Analysis dan Pearson Correlation T-2 Asosiatif Path Analysis dan Pearson Correlation 3.7.1 Path Analysis Path analysis basically examines the direction of relationships through the postulation of some theoretical relationship between variables and then a test to see if the direction of these relationships is substantiated by the data (Salkind, 2009, p326). Berdasarkan Wicaksono (2006, p152), analisis jalur (path analysis) merupakan alat analisis yang digunakan untuk menelusuri pengaruh (baik langsung maupun tidak langsung) variable bebas (independen) terhadap variabel tergantung (dependen). Sedangkan berdasarkan Riduwan dan Kuncoro (2007, p2), model path analysis digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar-variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Model path analysis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model trimming. Model trimming adalah model yang digunakan untuk memperbaiki suatu model struktur analisis jalur dengan cara mengeluarkan dari model variabel eksogen yang koefisien jalurnya tidak signifikan (Riduwan dan Kuncoro, 2007, p127). 3.7.1.1 Asumsi-asumsi Path Analysis Asumsi-asumsi dalam path analysis berdasarkan Riduwan dan Kuncoro (2007, p2-3): 1. Hubungan antar-variabel adalah bersifat linier, adaptif, dan bersifat normal 2. Hanya sistem aliran kausal ke satu arah, artinya tidak ada arah kausalitas yang berbalik 3. Variabel terikat (endogen) minimal dalam skala ukur dan rasio

53 4. Menggunakan sampel probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih anggota sampel 5. Observed variables diukur tanpa kesalahan (instrumen pengukuran valid dan reliable), artinya variable yang diteliti dapat diobservasi secara langsung 6. Model yang dianalisis dispesifikasikan (diidentifikasi) dengan benar berdasarkan teoriteori dan konsep-konsep yang relevan, artinya model teori yang dikaji atau diuji dibangun berdasarkan kerangka teoritis tertentu yang mampu menjelaskan hubungan kausalitas antar variabel yang diteliti. 3.7.1.2 Model dan Persamaan Struktural Path Analysis Model struktural yaitu bila setiap variabel endogen (Y) secara unik keadaannya ditentukan oleh seperangkat variabel eksogen (X). Diagram jalur berikut menunjukkan struktur hubungan kausal antar variabel. X1 ρ ZX1 r 13 r 12 X2 ρ YX1 Y ρ ZY Z ρ YX2 r 23 ρ YX3 ρ ZX3 X3 Sumber: Riduwan dan Kuncoro, 2007, p5 Persamaan struktural untuk diagram jalur yaitu: Gambar 3.1Diagram Jalur

54 Y = ρ YX1 X1 + ρ YX2 X2 + ρ YX3 X3 + ε 1 Z = ρ ZX1 X1 + ρ ZX3 X3 + ρ ZY Y + ε 2 Keterangan: ρ= koefisien jalur (path coefficient), yang menunjukkan pengaruh langsung variabel eksogen terhadap variabel endogen ε = faktor residual, yang menunjukkan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti atau kekeliruan pengukuran variabel Kategori seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam Path Analysis dilihat dari nilai koefisien beta akan diuraikan pada Tabel 3.5 berikut ini: Tabel 3.5 Kategori Pengaruh Variabel Dalam Path Analysis Nilai Koefisien Beta Kategori Pengaruh Sumber: Riduwan dan Sunarto, 2007 0,05 0,09 Lemah 0,10 0,29 Sedang >0,30 Kuat 3.7.2 Korelasi Pearson Berdasarkan Sugiarto (2000, p269), koefisien korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui tingkat (derajat) keeratan hubungan linier antara dua atau lebih variabel yang minimal berskala ukur. Bila variabel yang terlibat hanya dua, maka analisis korelasinya disebut korelasi sederhana.bila variabel yang terlibat lebih dari dua, disebut analisis korelasi berganda. Teknik korelasi Pearson Product Moment (PPM) termasuk teknik statistik parametrik yang menggunakan data dan ratio dengan persyaratan tertentu, misalnya data dipilih secara random, datanya berdistribusi normal, data yang dihubungkan berpola linier, dan data yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama sesuai dengan subjek yang sama (Riduwan dan Kuncoro, 2007, p61).

55 sebagai berikut: Berdasarkan Supranto Jilid 2 (2001, p201), koefisien korelasi Pearson dapat dihitung Korelasi Pearson dilambangkan (r) dengan ketentuan r -1 dan r +1. Bila nilai r=-1, maka korelasinya negatif sempurna, sebaliknya, bila nilai r = +1, maka korelasinya positif sempurna. Sedangkan apabila nilai r=0, maka artinya tidak ada korelasi. Arti harga r akan diperlihatkan pada Tabel 3.6 berikut. Tabel 3.6 Arti Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,80 1,000 Sangat kuat 0,60 0,799 Kuat 0,40 0,599 Cukup kuat 0,20 0,399 Rendah 0,00 0,199 Sangat rendah Sumber: Riduwan dan Kuncoro, 2007, p62 Besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus Koefisien Determinan sebagai berikut: KP = r 2 x 100% di mana KP adalah nilai koefisien determinasi, dan r adalah nilai koefisien korelasi (Riduwan dan Kuncoro, 2007, p62).

56 3.8 Rancangan Uji Hipotesis Untuk T-1 Pengujian secara keseluruhan Ho = Kepuasan Kerja Karyawan (X1),Loyalitas Karyawan (x2), dan Perilaku Organisasi (X3) karyawan tidak memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap OCB(Y) pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha = Kepuasan Kerja Karyawan (X1),Loyalitas Karyawan (x2), dan Perilaku Organisasi (X3) karyawan memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap OCB(Y) pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara Kepuasan Kerja Karyawan (X1) dengan OCB (Y) Ho: Variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X1) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X1) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara Loyalitas Karyawan (X2) dengan OCB (Y) Ho: Variabel Loyalitas Karyawan (X2) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel Loyalitas Karyawan (X2) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara Perilaku Organisasi (X3) dengan OCB (Y) Ho: Variabel Perilaku Organisasi (X3) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa

57 Ha: Variabel Perilaku Organisasi (X3) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel OCB (Y) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Untuk T-2 Pengujian secara keseluruhan Ho = Kepuasan Kerja Karyawan (X1),Loyalitas Karyawan (X2), Perilaku Organisasi (X3), serta OCB(Y) karyawan tidak memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap Efektivitas Organisasi (Z) pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha = Kepuasan Kerja Karyawan (X1),Loyalitas Karyawan (X2), Perilaku Organisasi (X3),serta OCB(Y) karyawan memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap Efektivitas Organisasi (Z) pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara Kepuasan Kerja Karyawan (X1) dengan efektivitas organisasi (Z) Ho: Variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X1) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X1) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara Loyalitas Karyawan (X2) dengan efektivitas organisasi (Z) Ho: Variabel Loyalitas Karyawan (X2) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel Loyalitas Karyawan (X2) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa\

58 Pengujian secara individual antaraperilaku Organisasi (X3) dengan efektivitas organisasi (Z) Ho:Variabel Perilaku Organisasi (X3) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel Perilaku Organisasi (X3) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Pengujian secara individual antara OCB (Y) dengan efektivitas organisasi (Z) Ho:Variabel OCB (Y) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Ha: Variabel OCB (Y) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Organisasi (Z) karyawan pada PT Wirajaya Anugrah Perkasa Dasar Pengambilan Keputusan Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, sehingga tingkat kesalahan (α) sebesar 5% atau 0.05. Bila sig 0.05 maka Ho diterima Bila sig < 0.05 maka Ho ditolak 3.9 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian Setelah semua data selesai diolah, maka diperoleh gambaran mengenai bagaimana tingkat kepuasan kerja karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa, Loyalitas Karyawan, perilaku organisasi, dan apakah karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa telah memiliki tingkat Organizational Citizenship Behaviour (OCB) yang tinggi, serta sejauh mana PT Wirajaya Anugrah Perkasa mencapai efektivitas organisasi. Bila hasilnya menunjukkan bahwa factor kepuasan kerja, loyalitas karyawan, perilaku organisasi, dan OCB karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa masih rendah, perlu dicari penyebabnya dan diadakan usaha untuk memperbaikinya.

59 Setelah itu, dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada staf karyawan PT Wirajaya Anugrah Perkasa, untuk mengetahui apakah faktor kepribadian kepuasan kerja, loyalitas karyawan, dan perilaku organisasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat OCB karyawan serta berdampak pada efektivitas organisasi. Bila didapatkan ternyata variabel-variabel tersebut berkontribusi terhadap OCB karyawan di PT Wirajaya Anugrah Perkasa, maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan OCB karyawan dan kemudian efektivitas organisasi melalui faktor-faktor tersebut, dilihat dari aspek-aspek yang merupakan indikator dari setiap variabel.