Metode Penelitian: Understand & Follow the rules

dokumen-dokumen yang mirip
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan mahasiswa mampu:

Contoh topik penelitian manajemen rumahsakit

Situasi Pengembangan Patient Safety dan Pelayanan Kesehatan di Indonesia

STRATEGI DESAIN PENELITIAN

Masalah dan Tujuan Penelitian. Adi Utarini

STRATEGI DESAIN PENELITIAN. Adi Utarini

Pendekatan Interprofessional Collaborative Practice dalam Perawatan Pasien Katastropik

PANDUAN EVALUASI PRAKTEK DOKTER BERKESINAMBUNGAN (ON GOING PROFESSIONAL PRACTICE EVALUATION/OPPE) BAB I PENDAHULUAN

mendapatkan 5,7% KTD, 50% diantaranya berhubungan dengan prosedur operasi (Zegers et al., 2009). Penelitian oleh (Wilson et al.

DRAF PEDOMAN AUDIT KEPERAWATAN

PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)

Penerapan Clinical Governance di Rumah Sakit melalui Sistem Manajemen Mutu ISO 9000

Pengalaman RSUP Dr. Sardjito dalam Pengorganisasian Tim Akreditasi. Sri Mulatsih RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2012

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Yoyo Mulyana. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

pelayanan tetap bermutu (Thakur, et al., 2008). Menurut Donabedian (1966), terdapat tiga aspek penting dalam meningkatkan mutu fasilitas pelayanan

Pelaksanaan Audit Medik/Klinik

Microsystems Approach. Bedah buku

PENINGKATAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI KOMUNITAS

BAB I PENDAHULUAN. sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi risiko, identifikasi

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya

DIVISI BIOETIKA DAN HUMANIORA

: Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas. Topik : Keperawatan Komunitas : Kunjungan Rumah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Kesiapan (readiness) terhadapinteprofesional Education (IPE)

BAB 1 PENDAHULUAN. (Permenkes RI, 2011). Institusi yang kompleks memiliki arti bahwa rumah sakit

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian tindakan ( classroom action research) yang bersifat

Pengawasan dan Perijinan Tenaga Kesehatan: Peran berbagai stakeholder dengan studi kasus di Yogyakarta Konsultan Regulasi PHP-1, Bank Dunia

PANDUAN PELAKSANAAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (HOSPITAL CASE MANAGER)

KERANGKA ACUAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS PUJON

Pasien dan Masyarakat sebagai Mitra Menuju Rumah Sakit Berstandar Internasional

STRATEGI DESAIN PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian

Shirley Fakultas Psikologi Universitas Medan Area

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.

PANDUAN PENUNTUN SURVEI AKREDITASI UNTUK BAB PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN ====================================== ==========================

Dikembangkan dari publikasi di JMPK yang ditulis oleh Alex Prasudi 1 dan Adi Utarini 2

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Pada dekade terakhir, organisasi (perusahaan) yang sebelumnya lebih

BAB I PENDAHULUAN orang meninggal pertahun akibat medication error. Medication error

BAB I PENDAHULUAN. akan melanjutkan pada tingkat pendidikan profesi dokter gigi. Dalam tahap

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

RS dan JKN T O N A N G D W I A R D Y A N T O

Welcome back to Campus.. Blok 6B: Analisis dan komunikasi hasil penelitian

Strategi menggerakkan klinisi sebagai ujung tombak patient-centered care. dr. Pudji Sri Rasmiati, SpB, MPH. RS Bethesda Yogyakarta

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

Menuju ke mana sistem pengawasan/pengendalian mutu eksternal dan internal. mutu pelayanan kesehatan. Bagaimana peran jaringan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. diambil kesimpulan sebagai berikut: b. Dalam pelaksanaan clinical pathway, rumah sakit

Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik

2. Dr. Djoni Darmadjaja, SpB., MARS., FInaCS 3. Dr. Dewi Basmala, MARS

BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan pasien (patient safety) menjadi suatu prioritas utama dalam setiap

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati

KEBIJAKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati

PRINSIP PENGEMBANGAN KARIR BIDAN

Oleh: Prof. Dr. H. Suryana, M.Si

PENINGKATAN PROGRAM PATIENT SAFETY

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif

Hospital Management Training & Consulting

Kode: NAMA MATA KULIAH. BUKU BLOK PSIK FKUB Semester, Program A Reguler TIM FASILITATOR:

ABSTRAK MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN SEHARI HARI DI POLIKLINIK UMUM MARANATHA

KASYFI HARTATI Disampaikan pada ASM 2014

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR TAHUN

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt

2. Dr. Djoni Darmadjaja, SpB., MARS., FInaCS 3. Dr. Dewi Basmala, MARS

BAB III METODE PENELITIAN

INSTRUMEN SUPERVISI ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN SECARA LANGSUNG PADA PERAWAT ASOSIET

MODUL 1 IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN. Disajikan Bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Semester VII

HARMONISASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 DAN ISO DI TAHUN 2015

UPAYA PENINGKATAN KINERJA TIM PATIENT SAFETY BERDASARKAN STANDAR SIX GOAL INTERNATIONAL PATIENT SAFETY DARI JOINT COMMISSION INTERNATIONAL

8.1. PENGENALAN EVALUASI EMPIRIS

Metode Penugasan. Sumijatun Maret 2008

KEGIATAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Drs. Mulyo Wiharto, MM

DASAR- DASAR PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Oleh: Nurhidayati, M. Hum. FBS UNY

PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN PASIEN DALAM USAHA PENCEGAHAN KEJADIAN PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT ISLAM KLATEN

A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berdampak terhadap pelayanan kesehatan, dimana dimasa lalu pelayanan. diharapkan terjadi penekanan / penurunan insiden.

TATA KELOLA KEPERAWATAN INTENSIF

PRINSIP-PRINSIP KEDOKTERAN. dr. Isti Ilmiati Fujiati, MSc. (CM-FM), MPd.Ked.

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RS (...) NOMOR :002/RSTAB/PER-DIR/VII/2017 TENTANG PANDUAN EVALUASI STAF MEDIS DOKTER BAB I DEFINISI

Sigit Sanyata. Disampaikan pada Worshop PTK dalam Layanan BK-MGP SMP Kabupaten Gunungkidul, 28 Mei 2009

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada mata pelajaran TIK di MTs Al-

LIST DOKUMEN GLD. GLD 1: Tanggung jawab dan akuntabilitas. Struktur organisasi:

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

ABSTRAK TATALAKSANA FARMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CIANJUR

BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Perumusan Masalah 4 C. Tujuan Penelitian 5 D. Manfaat Penelitian 5 E. Keaslian Penelitian 5

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN (POE)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas atau yang lebih dikenal dengan classroom action

METODE PENUGASAN TIM DALAM ASUHAN KEPERAWATAN. Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep.

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

B AB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Hospital Management Training & Consulting

BAB 1 PENDAHULUAN. standar professional dan hukum (College of registered nurses of British. pasien, keluarga serta masyarakat (Aditama, 2010).

Transkripsi:

Metode Penelitian: Understand & Follow the rules

Action Research Adi Utarini Hospital Management Graduate Program Faculty of Medicine, GMU adiutarini@gmail.com

Setting: Anda bekerja sebagai kepala ruang di ICU sebuah RS dengan 8 TT. Tim patient safety RS baru saja melaporkan tingkat decubitus di ICU, yaitu 30% dari pasien ICU Tingkat stres perawat dan keluarga pasien di ICU tinggi

Kemungkinan Pertanyaan : Deskriptif: Pasien ICU yang mana yang mengalami decubitus? Korelasi-kausatif: Faktor apa yang menyebabkan tingginya decubitus di ICU? Intervensi: Apakah intervensi X dapat menurunkan kejadian decubitus? Action research: Bagaimana kita dapat menurunkan decubitus tanpa meningkatkan beban kerja perawat ICU?

Lihat kasus Action Research Baca kasus tersebut secara individual Diskusikan apa karakteristik Action Research?

Histori dan Perbedaan Action Research, Basic Research and Consultancy Pastor Urban JL & Whiddett RJ. An interpretive approach to the development of patient management information system. Health Informatics J 1997;3;27-36.

Tahap Action Research Penelitian Dasar Konsultan Siapa yg mengidentifikasi problem? Siapa yang memilih kerangka teori Siapa yg menetapkan tujuan? Siapa yang menetapkan strategi? Siapa yang mengusulkan model konseptual? Siapa yang melakukan action? Siapa yang mengevaluasi? Subyek atau Peneliti. Ada kesepakatan. Peneliti. Dapat diterima oleh subyek. Bersama Peneliti. Ada kesepakatan. Peneliti, feedback dari subyek pada setiap tahap penelitian. Bersama, ada feedback Bersama. Dpt muncul masalah baru. Generalisasi terbatasa. Peneliti Peneliti. Subyek tetap happy. Peneliti. Kesepakatan minimal. Peneliti. Kesepakatan minimal. Peneliti, keterlibatan subyek hanya agar happy. Peneliti. Subyek memberikan data. Peneliti mengevaluasi, melaporkan agar subyek terkesan. Publikasi. Klien konsultan. Ada kesepatan Konsultan. Klien tidak perlu tahu. Konsultan. Ada kesepakatan. Konsultan. Ada kesepakatan. Konsultan memberikan dan menawarkan model. Konsultan mengevaluasi hasilnya. Konsultan memberikan feedback dan menawarkan ke pihak lain.

Stages: Siapa yang.. Menetapkan masalah? Memilih teori? Menetapkan tujuan? Menetapkan strategi? Mengusulkan model konseptual? Melakukan action? AR Peneliti atau subyek (yg diteliti). Ada kesepakatan. Peneliti. Subyek menerima. Studi Experimental Peneliti Peneliti Konsultan Klien. Ada kesepakatan Konsultan. Klien tidak perlu tahu. Bersama Peneliti Konsultan. Ada kesepakatan. Peneliti. Ada kesepakatan Peneliti, ada umpan balik dari subyek di setiap tahapan studi Bersama. Ada feedback. Peneliti Peneliti Peneliti. Subyek hanya memberi data. Mengevaluasi? Bersama Peneliti. Juga melaporkan agar subyek terkesan. Publikasi. Konsultan. Ada kesepakatan. Konsultan. Konsultan, dgn melibatkan klien. Konsultan memberikan feedback dan menawarkan ke pihak lain.

ACTION RESEARCH (AR) Suatu metode penelitian yang mendeskripsikan, mengintepretasi dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi.

CIRI UTAMA Edukasional Problem-focused, context-specific Kolaborasi antara peneliti dan yang diteliti Siklus proses: identifikasi masalah, perencanaan, intervensi dan evaluasi Ada perubahan, perbaikan

Hasil systematic review AR: Ciri Action Research Proses merupakan sebuah siklus Kolaborasi antara peneliti dan subjek penelitian: pembelajaran bersama

Contoh AR: Pengembangan model manajer kasus profesional dan dampaknya terhadap kepuasan dan mutu pelayanan klinik di rumah sakit Imanuel (Kasim, 2007) Pengembangan indikator medication error menggunakan medication use system di PKU Pengembangan critical pathway untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standard ISTC (Djasri & Utarini, 2008) Pengukuran kinerja BSC di IGD RSU Mataram (Hardini, 2010)

Variations in Action Research Insiders Low participation No improvement Community Outsiders High participation Improved practices Organization

Stringer s (1999) Action Research Spiral Lihat (Observe) Pikirkan (Analyze) Lakukan (Apply) Act Look Think

Kemmis model Cyclical model of action research

PHASES IN ACTION RESEARCH (Coghland & Brannick, 2001) Diagnosing action Evaluating action ACTION RESEARCH Planning action Taking action

Tim Kolaboratif dalam AR: contoh pengembangan case manager TB Pasien Dokter umum/ Spes Paru Collaborative Team Komite keperawatan Perawat case manager Peneliti eksternal Kepala ruang

Tahapan Kegiatan penelitian Kasim (2007) Diagnosing action Planning action Taking action Evaluating action Data sekunder penanganan TB di rumah sakit Kaji banding penerapan model manajer kasus profesional di rumah sakit lain Wawancara mendalam dengan stakeholder dan perawat (43 orang) Pemahaman perawat mengenai TB dan manajer kasus profesional Pelatihan tentang manajer kasus dan TB Penyusunan critical pathway untuk TB Penyusunan deskripsi tugas manajer kasus dan pemilihannya Lokakarya dengan dinas kesehatan Ujicoba dan penerapan model manajer kasus dalam penanganan TB Penggunaan log book dan monitoring pelaksanaan model manajer kasus Problem-solving Kualitas penanganan TB sebelum dan sesudah penerapan model manajer kasus profesional menggunakan data sekunder Pengalaman perawat melakukan peran manajer kasus dan tindak lanjut oleh pihak manajemen rumah sakit

Tahapan AR Diagnosing action Planning action Taking action Evaluating action Kegiatan Workshop untuk membahas dan memilih berbagai intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terhdp std TB: critical pathway, pelatihan TB, dan sosialisasi ISTC Pertemuan awal dengan direksi Workshop menyusun critical pathway Workshop menyusun ceklis dan ujicoba Prosedur, pembagian tugas dll Indikator proses dan hasil Penerapan critical pathway Kepatuhan menggunakan ISTC Penerapan critical pathway TB

Degree of partnership Partisipasi rendah Co-optation Compliance Consultation Cooperation Co-learning Partisipasi tinggi Collective actions

Taksonomi Pengumpulan Data dalam Penelitian Action Research The Three E s Experiencing Enquiring Examining (Melalui observasi dan field notes Peneliti mulai bertanya Menggunakan catatan yang ada Participasi observasi Langsung mengamati, Diberi hak khusus Mengamati tidak langsung Interview informal Interview formal terstruktur Kuesioner Skala sikapattitude Scales Tes terstandarisasi Dokumen Notulen Peta Rekaman audio dan Video Catatan lapangan

Kriteria untuk mengevaluasi Action Research Apakah projek action research dapat memecahkan masalah praktis? Apakah peneliti AR mengumpulkan cukup informasi untuk mencari pemecahan masalah? Apakah peneliti berkolaborasi dengan pihak lain selama melakukan AR? Apakah peneliti menghargai seluruh pihak yang terlibat?

Kriteria untuk Evaluasi Action Research Apakah POA dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh? Apakah POA meningkatkan kemampuan pemahaman peneliti terhadap masalah tersebut? Apakah AR ini telah memberdayakan pihak lain yang terlibat atau memberikan pemahaman baru kepada mereka?

Kriteria untuk Evaluasi Action Research Apakah AR menimbulkan perubahan atau apakah pemecahan masalahnya bermanfaat? Apakah hasil AR disampaikan kepada pihak lain yang terlibat?