Setelah mempelajari materi ini, diharapkan mahasiswa mampu:
|
|
|
- Dewi Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Action Research Deskripsi sesi: Action research merupakan suatu penelitian yang semula berkembang terutama di bidang pendidikan dan pertanian. Dalam pengembangannya, penerapan action research di bidang manajemen semakin meluas terutama di bidang sistem informasi manajemen. Definisi dan karakteristik penelitian action research serta bagaimana perbedaannya dengan penelitian kuasi-eksperimental akan dibahas dalam materi pembelajaran ini. Demikian pula tahapan dalam melakukan penelitian action research serta contoh penerapannya di bidang manajemen rumah sakit. Tujuan sesi: Setelah mempelajari materi ini, diharapkan mahasiswa mampu: 1. Memahami karakteristik penelitian action research 2. Memahami tahapan dalam penelitian action research Materi pembelajaran: 1. Hand-out penelitian action research 2. Artikel untuk critical appraisal: 3. Bahan bacaan: a. Risdiana I, Kristin E, Utarini A. Identifikasi indikator medical error di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta: Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Naskah publikasi tesis; b. Prasudi A dan Utarini A. Public-Private mix on TB control: Engaging Private practitioners in Kalasan sub-district, Yogyakarta province (Public-Private Mix on TB Control: Engaging Private Practitioners In Kalasan Sub-District, Sleman District, Yogyakarta Province). Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 2005, 8 (3): c. Coghlan D and Brannick T Doing action research in your own organization. London: Sage Publications. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 1
2 NOTES ON ACTION RESEARCH (AR) AND TRIANGULATION METHOD IN HEALTH CARE Adi Utarini 1 2 Definisi action research Terdapat berbagai definisi action research (AR) yang ditemukan dalam literatur. McNiff dan Whitehead (2002 dan 2008) mendefinisikan AR secara praktis dengan menyatakan bahwa AR adalah a form of enquiry that enables practitioners everywhere to investigate and evaluate their work. Definisi tersebut mencakup beberapa pemahaman mendasar mengenai AR. Pertama, AR merupakan salah satu metode ilmiah yang dapat diterapkan. Kedua, AR terutama dilakukan oleh praktisi (bukan oleh peneliti atau bukan hanya peneliti) dalam berbagai bidang. Ketiga, AR dapat digunakan untuk menyelidiki dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan oleh praktisi di organisasi tempat bekerja. Waterman et al. (2001) dalam review sistematik mengenai AR lebih lanjut mengemukakan ciriciri AR yang dapat membedakan dari strategi penelitian yang lain. Definisi ini mempertegas makna kata action di dalam AR. Dua karakteristik AR yang spesifik adalah: 1. Proses AR merupakan sebuah siklus yang di dalamnya mencakup kegiatan intervensi (oleh karenanya dinamakan action research) 2. Tingkat keterlibatan mitra (dalam hal ini, pihak yang diteliti) dalam penelitian, mulai dari tingkat kooptasi hingga intervensi bersama (collective action). Kedua karakteristik tersebut membedakan penelitian AR dengan strategi desain lainnya, seperti misalnya dengan penelitian eksperimental yang juga melakukan intervensi. Intervensi dalam penelitian AR berbeda oleh karena membutuhkan tingkat keterlibatan mitra (atau reference group) sedemikian rupa sehingga tujuan melakukan penelitian AR (yaitu melakukan perbaikan) dapat dicapai melalui pembelajaran bersama. Dengan demikian, proses dalam penelitian AR mempunyai manfaat untuk memberdayakan mitra. Hal ini tidak terjadi pada penelitian eksperimental ataupun penelitian kuantitatif pada umumnya, yang memperlakukan subyek penelitian sebagai responden (artinya sekedar memberikan respons atau jawaban). Selain itu, penelitian eksperimental bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi secara statistik. Tabel berikut membandingkan antara penelitian AR dengan berbagai strategi penelitian yang lain (dimodifikasi dari Yin). 1 Makalah ini ditulis dalam bahasa Indonesia agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan akademik lainnya di institusi peserta lokakarya. Untuk menuliskan dalam daftar pustaka, disarankan sebagai berikut: Utarini A Action research and triangulation method in health care. Disajikan dalam International Workshops on Contemporary Research in Nursing. STIK Immanual and Flinders University, July; Bandung. 2 Alamat korespondensi: Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM, Sekip, Yogyakarta Telp/fax: , ; [email protected] dan [email protected] Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 2
3 Tabel 1. Perbandingan antara penelitian kuantatif, kualitatif, action research dan studi kasus Jenis penelitian Pertanyaan penelitian Kendali peneliti terhadap fenomena yang diamati Fokus pada peristiwa kontemporer (masa kini) Data yang dikumpulkan KUANTITATIF 1. Survey Who, what, where, how much Tidak Ya Angka 2. Eksperimental How, why Ya Ya Angka KUALITATIF How, why Tidak Tidak Teks, narasi ACTION RESEARCH What, how, why Ya Ya Angka, teks, narasi STUDI KASUS How, why Tidak Ya Angka, teks, narasi Sebagai contoh, dalam penelitian cross-sectional survey, pertanyaan penelitian yang diajukan adalah apa hubungan antara motivasi dan retensi dosen. Apabila penelitian tersebut menggunakan strategi AR, maka pertanyaan penelitiannya menjadi bagaimana strategi untuk meningkatkan motivasi dosen sehingga mereka memutuskan untuk tidak pindah bekerja di institusi lain (retensi). Contoh lain adalah penelitian tentang penerapan strategi DOTS (Direct Observed Treatment Shortcourse therapy) dalam penanganan pasien Tuberkulosis oleh praktisi swasta. Penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan manfaat praktisi swasta dalam menerapkan strategi DOTS. Sedangkan penelitian AR dilakukan untuk mengidentifikasi dan menerapkan model kolaborasi praktisi swasta dan Puskesmas dalam penanganan kasus Tuberkulosis. Beberapa contoh lain penelitian AR di bidang keperawatan dan pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut: Implementasi audit perawatan paliatif menggunakan pendekatan action research (Cooper & Hewison, 2002) Evaluasi model keperawatan bagi lanjut usia di bangsal penyakit akut menggunakan participatory action research (Glasson et al., 2005) Menggunakan action research dalam praktek keperawatan lanjut usia (Reed, 2005) Melibatkan praktisi swasta dalam penerapan strategi DOTS untuk Tuberkulosis (Prasudi & Utarini, 2005) Pengembangan model manajer kasus profesional dan dampaknya terhadap kepuasan dan mutu pelayanan klinik di rumah sakit (Kasim, 2007) Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 3
4 Proses penelitian action research Proses penelitian AR merupakan suatu siklus yang diawali dengan analisis situasi saat ini dan diakhiri dengan evaluasi yang menyarankan modifikasi-modifikasi tertentu, sebelum memasuki siklus awal kembali. Beberapa penulis mengembangkan tahapan yang bervariasi dalam penelitian AR. Sebagai contoh, Waterman et al. (2001) mendeskripsikan 4 tahapan, yaitu identifikasi masalah atau analisis situasi (termasuk refleksi), perencanaan, tindakan atau action (yaitu melaksanakan perubahan dan monitoringnya) dan evaluasi. Sedangkan Wadsworth mengidentifikasi 6 tahapan dalam participatory AR, yaitu refleksi, perencanaan, tindakan, observasi, refleksi ulang dan perencanaan ulang. Penulis lain menggunakan tahapan observasi, refleksi, tindakan, evaluasi dan modifikasi. Glasson et al. (2005), menerapkan tahapan refleksi, perencanaan, implementasi, observasi hasil, umpan balik dan perencanaan ulang dan merincinya sebagai berikut: Tabel 2. Ringkasan proses penelitian AR dalam studi evaluasi model keperawatan bagi lanjut usia di bangsal penyakit akut (Glasson et al., 2005) Dalam bentuk tahapan yang paling sederhana, setidaknya terdapat 4 tahap dalam penelitian AR (Coghlan & Brannick, 2001). Keempat tahapan tersebut adalah: 1. Diagnosing action 2. Planning action 3. Taking action 4. Evaluating action Berikut adalah contoh kegiatan utama dalam penelitian AR yang dilakukan oleh Kasim (2007) dan Prasudi & Utarini (2006): Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 4
5 Tabel 3. Tahapan dan kegiatan dalam proses penelitian AR Tahapan Kegiatan penelitian Kasim (2007) Kegiatan penelitian Prasudi & Utarini (2006) Diagnosing action Planning action Taking action Evaluating action Data sekunder penanganan TB di rumah sakit Kaji banding penerapan model manajer kasus profesional di rumah sakit lain Wawancara mendalam dengan stakeholder dan perawat (43 orang) Pemahaman perawat mengenai TB dan manajer kasus profesional Pelatihan tentang manajer kasus dan TB Penyusunan critical pathway untuk TB Penyusunan deskripsi tugas manajer kasus dan pemilihannya Lokakarya dengan dinas kesehatan Ujicoba dan penerapan model manajer kasus dalam penanganan TB Penggunaan log book dan monitoring pelaksanaan model manajer kasus Problem-solving Kualitas penanganan TB sebelum dan sesudah penerapan model manajer kasus profesional menggunakan data sekunder Pengalaman perawat melakukan peran manajer kasus dan tindak lanjut oleh pihak manajemen rumah sakit Identifikasi praktisi swasta di wilayah Puskesmas tempat penelitian dilakukan Survei pengetahuan praktisi swasta tentang DOTS dan penanganan TB Serial lokakarya melibatkan praktisi swasta, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat Kesempatan model kolaborasi yang akan diterapkan Pemilihan peran oleh praktisi swasta Penyusunan alur dan prosedurprosedur yang diperlukan dalam kolaborasi antara Puskesmas dan praktisi swasta Praktisi swasta dan Puskesmas melakukan identifikasi suspek TB, mendiagnosis dan/atau mengobati TB Kontribusi praktisi swasta dalam penanganan TB: identifikasi suspek, diagnosis dan pengobatan Persepsi praktisi swasta terhadap manfaat dan kelemahan dalam kolaborasi ini, serta saran perbaikan model kolaborasi Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 5
6 Tingkat keterlibatan mitra dalam penelitian AR Keterlibatan mitra merupakan karakteristik kedua yang utama dalam penelitian AR. Dalam penelitian AR, proses penelitiannya telah memberdayakan mitra individual atau organisasi tempat penelitian dilakukan. Berbeda halnya dengan strategi penelitian yang lain yang manfaat bagi individu ataupun organisasi dapat dirasakan apabila hasil penelitian diumpan balikkan kepada pihak yang diteliti atau setting penelitian. Waterman et al. (2001) mendeskripsikan enam derajat keterlibatan mitra yang dikembangkan oleh Hart dan dimodifikasi oleh Cornwall sebagai berikut: 1. Kooptasi (co-optation): Kooptasi berarti ada perwakilan dari kelompok-kelompok mitra (atau reference group) akan tetapi tidak ada input yang nyata dalam proses penelitiannya 2. Kepatuhan (compliance): Dilakukan pembagian tugas, pemberian insentif sesuai dengan tugas, akan tetapi agenda dan proses penelitian difasilitasi oleh pihak eksternal 3. Konsultasi (consultation): Meminta pendapat mitra, akan tetapi analisis dan tindakan ditetapkan oleh pihak eksternal 4. Kooperasi (cooperation): Pihak peneliti dan mitra menetapkan prioritas bersama, akan tetapi proses difasilitasi oleh pihak eksternal 5. Pembelajaran bersama (co-learning): Pihak mitra dan eksternal saling bertukar pemahaman dan pengalaman, tindakan ditetapkan bersama, akan tetapi proses difasilitasi oleh pihak eksternal 6. Intervensi bersama (collective actions): Pihak mitra menetapkan agendanya sendiri, mengidentifikasi sumber daya dan memobilisasinya, tanpa fasilitasi pihak eksternal dalam prosesnya Trustworthiness dan tringulasi Bagaimana cara mengetahui bahwa hasil suatu penelitian valid dan dapat dipercaya? Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya merupakan pertanyaan yang relevan bagi setiap jenis strategi penelitian, namun terutama secara tajam dilontarkan pada penelitian kualitatif pada umumnya dan penelitian AR. Akar permasalahannya terletak pada kemampuan penelitian untuk membuktikan reliabilitas, validitas, dan objektivitas. Isu trustworthiness sebenarnya mempunyai makna yang sederhana, yaitu bagaimana seorang peneliti dapat meyakinkan audiensnya (atau pembacanya) dan juga diri sendiri bahwa hasil penemuannya perlu diperhatikan dan dapat diperhitungkan. Tabel di bawah ini menyajikan empat kriteria dasar yang dapat diaplikasikan pada penelitian kualitatif, beserta analogi masingmasing kriteria tersebut pada penelitian kuantitatif. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 6
7 Tabel 4. Kriteria trustworthiness (Lincoln dan Guba, 1985) Kriteria Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif Truth value: Bagaimana cara menetapkan bahwa hasil penelitian merupakan the truth? Who s truth? Applicability: Apakah hasilnya dapat diterapkan ke konteks atau subjek yang lain (aplikabel)? Consistency: Apabila studi direplikasi ke subjek atau konteks yang serupa, apakah hasilnya konsisten? Neutrality: Apakah karakter peneliti (bias, motivasi, minat, atau pandangan) mempengaruhi hasil penelitian? Credibility: Apakah subjek penelitian dapat mengenali deskripsi dan interpretasi pengalamannya sendiri dalam hasil penelitian? (Konsep multiple realities) Transferability/Fittingness: Menurut audiens, apakah hasil penelitian dapat ditransfer ke tempat, waktu, atau subjek lain? Dependability/Auditability: Berdasarkan konsep time dan context-bound, faktorfaktor apa yang mempengaruhi konsistensi hasil penelitian apabila diterapkan ke subjek atau konteks yang lain? Confirmability: Apakah berbagai cara pengumpulan data menghasilkan penemuan yang serupa? Internal validity: Apakah ada kesalahan sistematik (bias atau confounding) yang dapat menganggu hasil penelitian? (Konsep single truth) External validity: Apakah hasilnya dapat digeneralisasi ke populasi penelitian? Reliability: Apabila studi diulang pada subjek atau konteks yang sama, apakah hasilnya serupa? Objectivity: Apakah peneliti bersikap objektif, value free? Setelah memahami empat kriteria trustworthiness di atas, selanjutnya akan dideskripsikan strategi dalam penelitian kualitatif untuk meningkatkan setiap kriteria dalam trustworthiness. Tabel berikut mendeskripsikan strategi meningkatkan setiap kriteria tersebut. Seperti halnya penelitian kuantitatif yang memiliki strategi untuk meningkatkan validitas internal dan eksternal, reliabilitas, dan objektivitas, terdapat pula strategi yang dapat diterapkan pada penelitian kualitatif. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 7
8 Tabel 5. Cara meningkatkan trustworthiness Kriteria Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif Truth value Credibility: - Meningkatkan kemungkinan diperoleh hasil yang kredibel melalui prolonged engagement, persistent observation, dan triangulation - Peer debriefing - Merevisi hipotesis kerja secara kontinyu sejalan dengan semakin banyaknya data yang terkumpul - Selalu mencek penemuan awal dan interpretasi dari data asli - Member checking Internal validity: - Stratifikasi - Matching - Selection criteria - Randomisasi Applicability Transferability: - Thick description External validity: - Randomized sampling Consistency Neutrality Dependability: - Triangulation - Stepwise replication - Inquiry audit Confirmability: - Audit record - Audit process Reliability: - Training surveyor (inter dan intraobserver reliability) - Kalibrasi alat - Test-retest Objectivity: - Agreement - Strong design Dalam penelitian AR, berbagai cara pengumpulan data juga diterapkan, baik pada tahap diagnosing action, planning action, maupun evaluating action. Cara pengumpulan data yang sering digunakan antara lain wawancara, diskusi kelompok terarah, observasi, kuesioner, data sekunder, cek-lis. Masing-masing cara pengumpulan data tersebut tentunya memiliki tujuan yang lebih spesifik. Terlepas dari cara yang dipilih, penelitian AR juga perlu membuktikan kredibilitas, antara lain melalui triangulasi metode dan sumber. Member-checking dan prolonged observation sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kredibilitas merupakan bagian dari proses AR dan menjadi kekuatan dalam penelitian AR oleh karena faktor keterlibatan mitra dan apabila penelitian AR tersebut dilakukan oleh praktisi sendiri. Penutup Makalah ini diharapkan dapat mendorong ketertarikan pembaca dalam melakukan penelitian AR. Isi makalah ini masih terbatas pada definisi penelitian AR dan karakteristik utama serta aplikasinya dalam penelitian AR. Referensi lebih lanjut mengenai penelitian AR ada pada peneliti. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM 8
Metode Penelitian: Understand & Follow the rules
Metode Penelitian: Understand & Follow the rules Action Research Adi Utarini Hospital Management Graduate Program Faculty of Medicine, GMU [email protected] Setting: Anda bekerja sebagai kepala ruang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian pasien penerima bantuan iuran. secara langsung maupun tidak langsung di Rumah sakit.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PASIEN PENERIMA BANTUAN IURAN 2.1.1.Pengertian pasien penerima bantuan iuran Undang-undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah sakit menyebutkan bahwa pasien
Dikembangkan dari publikasi di JMPK yang ditulis oleh Alex Prasudi 1 dan Adi Utarini 2
INOVASI INFORMASI KESEHATAN DARI FASILITAS PEMERINTAH DAN SWASTA: MODEL DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN KALASAN, KABUPATEN SLEMAN, PROPINSI DIY Dikembangkan dari publikasi di
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab III ini, akan dibahas subbab-subbab sebagai berikut: jenis dan pendekatan penelitian, tempat dan waktu penelitian, prosedur penelitian, subjek penelitian, instrumen
KUALITAS PENELITIAN KUALITATIF
KUALITAS PENELITIAN KUALITATIF KUALITAS DESAIN PENELITIAN Desain penelitian dapat diuji dengan logical-tests tertentu yaitu: credibility, transferability, dependability, 2 confirmability (lincoln and guba,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ditinjau dari tempat atau lokasi penelitiannya, penelitian ini termasuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Ditinjau dari tempat atau lokasi penelitiannya, penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasi. Kata sistematis dan terorganisasi menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuannya, penelitian menggunakan
KUALITAS PENELITIAN KUALITATIF
KUALITAS PENELITIAN KUALITATIF KARAKTER PENELITIA N KUALITATI F Induktif. Berpikir dari yg khusus menuju kesimpulan umum Setting penelitian. Pelajari mnusia dlm konteks dimana mrk hidup. Pahami manusia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tentang: (1) Jenis dan Pendekatan Penelitian, (2) Tempat dan Waktu Penelitian, (3)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab III tentang Metodologi Penelitian ini penulis akan membahas tentang: (1) Jenis dan Pendekatan Penelitian, (2) Tempat dan Waktu Penelitian, (3) Prosedur Penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang secara khusus menggali
BAB III METODE PENELITIAN
63 BAB III METODE PENELITIAN A. Fokus Penelitian Fokus dalam penelitian ini adalah penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak retardasi mental dengan level retardasi mental sedang. Guna mendalami fokus
Beberapa Isu Penting di dalam. Bahan kuliah pertemuan ke 2 dan 3 Disajikan oleh: Agus Taufiq Sumber : Furqon dan Emilia (2009)
Beberapa Isu Penting di dalam Penelitian Kualitatif Bahan kuliah pertemuan ke 2 dan 3 Disajikan oleh: Agus Taufiq Sumber : Furqon dan Emilia (2009) 1. Pertanyaan Penelitian Pertanyaan penelitian adalah
Welcome back to Campus.. Blok 6B: Analisis dan komunikasi hasil penelitian
Welcome back to Campus.. Blok 6B: Analisis dan komunikasi hasil penelitian Tujuan pembelajaran Menganalisis data penelitian Uji hipotesis Analisis kualitatif Menulis tesis Menyajikan hasil penelitian Komponen
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar Penelitian 3.1.1 Sumber Data 3.1.1.1 Data Primer Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan analisis data. Secara keseluruhan, keputusan ini melibatkan rancangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan peneitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi asumsi luas sehingga metode rinci dalam pengumpulan dan analisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung, yaitu sebagai
III. METODE PENELITIAN. untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2005:6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang dapat dipertanggung jawabkan maka peneliti menggunakan data-data atau keterangan-keterangan tentang tatacara mengadakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana dalam proses penelitian yang digunakan berdasarkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pos PAUD di RW 04 Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi dan sekitarnya.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pos PAUD di RW 04 Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi dan sekitarnya. B. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif
50 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN
31 ranah afektif ini sebagai pondasi bagi siswa dalam menghadapi setiap kejadian ataupun permasalahan ia alami dalam kehidupan sehari-hari. Ranah afektif dapat mengarahkan seseorang untuk dapat berbuat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis penelitian Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan ialah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 3.1.1 Desain Penelitian Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang pelaksanaannya direncanakan dalam dua siklus.
BAB II METODE PENELITIAN
BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena
Contoh topik penelitian manajemen rumahsakit
Contoh topik penelitian manajemen rumahsakit Adi Utarini Penelitian di bidang manajemen rumah sakit merupakan penelitian terapan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan manajemen.
STRATEGI DESAIN PENELITIAN
STRATEGI DESAIN PENELITIAN Adi Utarini Apa yang perlu dipertimbangkan dalam memilih desain penelitian? Tujuan Penelitian Kontrol peneliti terhadap fenomena Yang diamati Konteks Studi Unit Analisis Sampling
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai manajemen di
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai manajemen di Perpustakaan Masjid PUSDAI Jawa Barat. Untuk memperoleh gambaran yang sesuai dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Manajemen Mutu ISO di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi. Bandar Lampung. Bogdan dan Biklen (1998) mengemukan
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan penelitian Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan kualitatif untuk mendiskripsikan dan memahami optimalisasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Moleong (2009), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe dari penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu
Perancangan Instrumen (Kuesioner) Dwi Martiana Wati Bagian Epidemiologi dan Biostatistika Kependudukan FKM Universitas Jember
Perancangan Instrumen (Kuesioner) Dwi Martiana Wati Bagian Epidemiologi dan Biostatistika Kependudukan FKM Universitas Jember Instrumen Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian Bentuk instrument
III. METODE PENELITIAN. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana persepsi elit partai
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana persepsi elit partai politik di Provinsi Lampung terhadap wacana pemilihan gubernur oleh DPRD Provinsi, sehingga
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma merupakan pola atau model tentang bagaimana suatu struktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku didalamnya
Penelitian ini tidak tergolong kepada penelitian kuantitatif karena tujuan pokok
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metoda deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan metoda penelitian dengan pendekatan ini disesuaikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Berdasarkan jenisnya, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini dipandang dari karakteristik masalah berdasarkan kategori fungsionalnya adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan strategi Exploratoris Sekuensial.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan strategi Exploratoris Sekuensial. Strategi ini diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama, dan
BAB I PENDAHULUAN. di negara berkembang. Badan kesehatan dunia, World Health Organitation
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Sebagian besar kematian
Metode Penelitian Kuantitatif
MODUL PERKULIAHAN Metode Penelitian Kuantitatif Pengantar Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Psikologi Psikologi 01 Abstract Penjelasan tentang teori dan metode kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Untuk mendeskripsikan Kinerja Guru MAN Model Palangka Raya.
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian 1. Untuk mendeskripsikan Kinerja Guru MAN Model Palangka Raya. 2. Untuk mendeskripsikan Faktor yang mendukung dan menghambat kinerja guru dan usaha yang
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
100 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian adalah pada pelaksanaan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian berikut Menurut Semiawan (2010:1), pengertian metodologi adalah sebagai kata metode dan metodologi sering dicampur adukkan dan disamakan. Padahal keduanya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti terjun kelapangan untuk memperoleh data. Penelitian dilakukan di MI Imaduddin
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan suatu hal yang sangat penting demi tercapainya suatu tujuan penelitian. Karena metode mempelajari dan membahas tentang cara-cara yang ditempuh dengan setepat-tepatnya
VALIDITAS DAN RELIABILITAS
1 VALIDITAS DAN RELIABILITAS A. Pengertian Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang berarti derajat ketepatan dan kecermatan suatu instrument penelitian sehingga
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan studi deskriptif. Hal ini berarti bahwa penelitian. menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode penelitian Penelitian ini akan menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Hal ini berarti bahwa penelitian kualitatif berupaya untuk memahami
Nama kelompok : Perbedaan secara umum Penelitian Eksperiman dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Nama kelompok : Aan Yudianto 11504241004 Adi Iswoyo 11504241015 Ariza Eka D. S 11504241007 Fuad Hardhiyansyah 11504244002 Putu Desna A P 11504241008 Fajar Dwi H 11504244005 Zidni Nurol Fahmi 11504241010
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan kualitatif. Nasution (2003: 9) menjelaskan bahwa dalam
Penelitian penting bagi upaya perbaikan pembelajaran dan pengembangan ilmu. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran.
Penelitian penting bagi upaya perbaikan pembelajaran dan pengembangan ilmu. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran. Penelitian pada umumnya dilakukan oleh pakar pendidikan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini sesuai dengan masalah yang akan dibahas peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini dikarenakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif. Tujuan dari penelitian kualitatif ini ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran
BAB I PENDAHULUAN. menjangkit jutaan orang tiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global. Penyakit ini menjangkit jutaan orang tiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar, Sumber Data, Satuan Kajian 3.1.1 Deskripsi Latar Masalah yang ingin dijelaskan peneliti seperti yang tertulis di judul yaitu Peran Public Relations PT Suria
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif.strauss dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif.strauss dan Corbin (dalam Tresiana: 2013:14) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Fokus dari penelitian ini adalah untuk menyusun bahan ajar pada konsep persamaan linear satu variabel yang dapat memfasilitasi siswa dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbahaya, salah satunya medical error atau kesalahnan medis. Di satu sisi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini yang paling dibutuhkan dalam dunia kesehatan adalah kerja sama tim antar sesama profesi kesehatan. Keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan bergantung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitiaan yang digunakan dalam penelitiaan Nasionalisme
123 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitiaan yang digunakan dalam penelitiaan Nasionalisme Generasi Muda dalam Era Otonomi Khusus Papua ini adalah metode kualitatif. Digunakannya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau naturalistik karena dilakukan pada kondisi yang alamiah. Sugiyono (2013) mengemukakan bahwa metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini di fokuskan pada pengembangan model pembelajaran dalam
71 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Penelitian ini di fokuskan pada pengembangan model pembelajaran dalam bidang studi matematika serta diarahkan pada peningkatan kemampuan berfikir siswa
WORKSHOP METODOLOGI MIXED METHOD PROF. ADI UTARINI
WORKSHOP METODOLOGI MIXED METHOD PROF. ADI UTARINI Relatif baru, namun kombinasinya sudah lama yaitu antara kualitatif dan kuantitatif, sudah sejak lama di kombinasikan, nyebar kuesioner diikuti wawancara
IMPLEMENTASI & EVALUASI PENERAPAN DISEASE CASE MANAGEMENT MELALUI PERAN MANAJER KASUS DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN
IMPLEMENTASI & EVALUASI PENERAPAN DISEASE CASE MANAGEMENT MELALUI PERAN MANAJER KASUS DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN oleh : Felix Kasim, dr., M.Kes. SMF Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keselamatan pasien menjadi prioritas yang utama dalam setiap pelayanan kesehatan (ECRI Institute, 2014).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keselamatan pasien menjadi prioritas yang utama dalam setiap pelayanan kesehatan (ECRI Institute, 2014). Jaminan keselamatan dari setiap orang yang berhubungan
BAB III METODE PENELITIAN. memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun
BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan untuk memahami dan memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun masalah manusia.
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat bahwa:
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat
BAB III METODE PENELITIAN
173 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan tentang metodologi penelitian dengan topik-topik sebagai berikut: pendekatan penelitian, sumber data dan subjek penelitian, teknik-teknik pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis, Pendekatan dan Lokasi Penelitian Dari judul yang diangkat, penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu riset yang dilakukan di kancah atau
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode penelitian Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan bidang penyelidikan yang berdiri sendiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional dalam tujuan mencapai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap warga
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Peneliti harus dapat memilih dan menentukan metode yang tepat dan mungkin dilaksanakan (feasible) guna mencapai tujuan penelitiannya. Karena itu, seorang
III. METODE PENELITIAN. masalah dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek
34 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), karena penulis terlibat langsung dalam penelitian. Field research adalah
BAB III METODE PENELITIAN. dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. pribadi dan sosial para partisipan (Smith, 2009).
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian. Menurut Moleong (2012), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method dengan desain studi kasus terhadap implementasi pathway appendicitis akut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan eksperimen semu (quasy-experiment) yang
28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Pengukuran kognitif mahasiswa merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan eksperimen semu (quasy-experiment) yang mengujicobakan suatu
BAB III METODE PENELITIAN. A. Fokus Penelitian. Hardiness yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hardiness yang diartikan. B.
BAB III METODE PENELITIAN A. Fokus Penelitian Penelitian ini berfokus kepada faktor-faktor yang menjadi pembentuk kepribadian hardiness pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus lebih dari satu.
BAB III METODE PENELITIAN. rancangan cross-sectional. Adapun teknik pengumpulan data. dengan menggunakan kuesioner, dimana peneliti menanyakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner,
STRATEGI MENYUSUN PROPOSAL (1) Disusun oleh : Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM NIP :
STRATEGI MENYUSUN PROPOSAL (1) Disusun oleh : Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM NIP : 19740112 199803 1 002 PROGRAM STUDI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES SURAKARTA TAHUN 2011 Pengantar
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti berusaha mendeskripsikan kompetensi sosial remaja
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada giliranya
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat ataupun wilayah yang akan diteliti. Peneliti melakukan penelitian di SMPN 3 Bandung,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan penelitian untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode-metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Ruang lingkup dalam penelitian ini pada bidang manajemen pemasaran yang difokuskan pada bauran pemasaran menurut Islam. Metode penelitian merupakan suatu cara prosedur atau langkah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Ujicoba Instrumen Uji coba instrumen dilaksanakan pada minggu ke-4 Juli 2015 sampai dengan minggu ke-1 Agustus 2015. Uji dilaksanakan di
BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPS di Madrasah Tsanawiyah.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPS di Madrasah Tsanawiyah. Desain penelitian ini adalah
BAB I PENDAHULUAN. tugasnya, serta beberapa perilaku lain yang merupakan sifat-sifat kemanusiaan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Selama berabad-abad lamanya sejarah manusia telah beradaptasi dengan berbagai metode pengobatan dan perkembangannya. Salah satu hal yang konsisten dalam perjalanan
