METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Lampiran 1. Percepatan getaran pada tangan operator

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

UJI GETARAN MEKANIS DAN KEBISINGAN PADA MESIN THERMAL FOGGER TIPE TS-35A(E) SKRIPSI ARIS ADHI PERMANA F

Uji Performansi Getaran Mekanis dan Kebisingan Mist Blower Yanmar MK 150-B

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan dapat bersumber dari suara kendaraan bermotor, suara mesin-mesin

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber. Transmigrasi Nomor Per.13/Men/X/2011 Tahun 2011).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dalam jangka panjang bunyibunyian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Lobes Herdiman 1, Ade Herman Setiawan 2 Laboratorium Perencanaan & Perancangan Produk (P3) Jurusan Teknik Industri-UNS 1

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENGADAAN TRAKTOR KANTOR KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2015 BAB I URAIAN PEKERJAAN

3.1. Waktu dan Tempat Alat dan Bahan. Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KEBISINGAN RUANG WEAVING UNIT WEAVING B DI PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV

Pengaruh Kebisingan Konstruksi Gedung Terhadap Kenyamanan Pekerja Dan Masyarakat

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Kelayakan kendaraan angkutan barang dalam pelaksanaan pengangkutan di

LAPORAN PRAKTIKUM JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu

Mesin pengasap jinjing (fogging machine) sistem pulsa jet

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISA KEBISINGAN ALAT PRAKTIKUM KOMPRESOR TORAK PADA LABORATORIUM PRESTASI MESIN

Di bawah ini adalah tabel tanggapan frekuensi dari alat-alat music.

3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

BAB I PENDAHULUAN. meningkat menjadi 464,2 TWh pada tahun 2024 dengan rata-rata pertumbuhan 8,7% per

BAB I PENDAHULUAN. paling utama dalam kerja dimana manusia berperan sebagai perencana dan

BAB 1 PENDAHULUAN. sistem dimana faktor-faktor semacam tenaga kerja dan modal/kapital (mesin,

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PESTISIDA 2.2 SEJARAH ALAT PENYEMPROT

MEMPELAJARI PENGWRUH PEMASANGAN lsillator GETARWM TERMADAP PENURUNAN GETARAN PADA TRAKTOR TANGAM B 185 PR

ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA

BAB IV DATA DAN PENGOLAHAN DATA


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGUKURAN GETARAN DAN SUARA

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Proses Thermoforming Mesin Noack N921 Dengan 2 Desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Evaluasi kinerja Akustik dari Ruang Kedap Suara pada Laboratorium Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan Teknik Fisika -ITS

Alexander Christian Nugroho

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN SIANG MALAM DI PERKAMPUNGAN BUNGURASIH AKIBAT KEGIATAN TRANSPORTASI TERMINAL PURABAYA SURABAYA

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 Tentang : Baku Tingkat Kebisingan

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KALIWARON-KALIKEPITING SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGUKURAN KEBISINGAN DI AREA KOMPRESSOR GUNA MENENTUKAN JAM KERJA PEGAWAI SELAMA BEROPERASI

TINGKAT KEBISINGAN DAN SUHU PADA USAHA STONE CRUSHER PT. X, KABUPATEN PASAMAN BARAT, PROVINSI SUMATERA BARAT

SISTEM KERJA. Nurjannah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

II. DESKRIPSI KEGIATAN MAGANG

DESAIN ENCLOSURE SEBAGAI PERENCANAAN PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA GAS ENGINE STUDI KASUS PT BOC GASES INDONESIA SITI KHOLIFAH

BAB I PENDAHULUAN. 2007). Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan gangguan fisiologis,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN

Evaluasi Kinerja Akustik Dari Ruang Kedap Suara Pada Laboratorium Rekayasa Akustik Dan Fisika Bangunan Teknik Fisika ITS

BAB IV ANALISIS TEKNIK MESIN

KEMAMPUAN PEREDAMAN SUARA DALAM RUANG GENSET DINDING BATA DILAPISI DENGAN VARIASI PEREDAM YUMEN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Program Konservasi Pendengaran (1) Hearing Conservation Program (1)

Gambar 7 Langkah-langkah penelitian

ANALISIS VARIASI TEKANAN PADA INJEKTOR TERHADAP PERFORMANCE (TORSI DAN DAYA ) PADA MOTOR DIESEL

Nokia Bluetooth Headset BH-904. Copyright 2009 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang.

PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 2 (2014), Hal ISSN : TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DI RUANG INAP RUMAH SAKIT

Prasyarat Periode Metode Baku Mutu Jarak

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN 4.2 ANALISIS PENGUKURAN DENGAN PARAMETER GAIN

ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI BAKU TINGKAT YANG DIIJINKAN

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 40 TAHUN 2017 TENTANG BAKU TINGKAT KEBISINGAN

III. METODE PENELITIAN

ANALISA TINGKAT DAN DAMPAK KEBISINGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) TERHADAP PEKERJA DAN MASYARAKAT SEKITAR

BAB III METODE PERHITUNGAN

III. METODOLOGI. Mikrokontroler ATMega328P Sensor Water Level dan Soil Moisture Relay Kabel Baterai 12 volt Solenoid Valve Pipa Kendi Solar Cell

GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1

Jalan Erlangga No. 161 Sidoarjo Telp. : (031) Faks. : (031)

BAB III METODE PENELITIAN. Peneliti mencoba untuk mencari hubungan variabel paparan getaran mekanis

Reduksi Bising Motor Diesel Menggunakan Partial Enclosure

Panduan penggunamu. NOKIA BH-803

METODE PENELITIAN 3.1 WAKTU DAN LOKASI PENELITIAN 3.2 PERALATAN 3.3 SUBJEK PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Ear Thermometer Thermo One Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP

IV. PERANCANGANDAN PEMBUATAN INSTRUMENTASI PENGUKURAN SLIP RODA DAN KECEPATAN

BAB III METODE PENELITIAN. ilmu tentang alat-alat dalam suatu penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN I-1

METODE PENGUJIAN TINGKAT KEBISINGAN SECARA DINAMIS UNTUK KENDARAAN BERMOTOR TIPE BARU

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAILY MAPPING AIRCRAFT NOISE LEVEL IN UNIT APRON AHMAD YANI AIRPORT, SEMARANG, CENTRAL JAVA, USING CONTOUR NOISE METHOD

KAJIAN KEPMEN LINGKUNGAN HIDUP NO. 48 TAHUN 1996 DARI HASIL PENGUKURAN KEBISINGAN LINGKUNGAN TAHUN 2009

3. METODOLOGI ALAT DAN BAHAN Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Tabel 5. Daftar alat yang digunakan pada penelitian

PERANCANGAN ISOLASI ENCLOSURE DAN BARRIER UNTUK SISTEM REFINERY PADA PERUSAHAAN MIGAS

Transkripsi:

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan penelitian dilakukan selama 6 bulan, di mulai pada bulan Maret 2012 sampai September 2012 di Laboratorium Leuwikopo, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengambilan data, studi pustaka, pengolahan data, dan analisis data hasil perhitungan. 3.2 ALAT DAN BAHAN 3.2.1 Alat dan bahan a. Thermal Fogger, model TS-35A (E) Gambar 1. Mesin thermal fogger Tabel 2. Spesifikasi teknis mesin thermal fogger TS-35A(E) Model : Performance of combustion chamber, approx. Fuel consumption, approx Fuel tank capacity Solution tank capacity Pressure in solution tank, approx. Pressure in fuel tank, approx. Supplied from Batteries Solution output, approx. Weight (empty), approx Dimensions (LxWxH) mm TS-35A(E) 18.6 Kw/25.2 Hp 1.5 L/H 1.5 L 5 L 0.25 bar 0.06 bar 4 x 1.5 V 8-42 L/H 8.2 kg 1370 x 270 x 315 Sumber : User s Manual Book of Thermal Fogger TS-35A(E) 11

Gambar 2. Bagian-bagian thermal fogger model TS-35A (E) b. Sound Level Meter Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin thermal fogger. Gambar 3. Sound Level Meter c. Vibrationmeter Alat ini berfungsi untuk mengukur tingkat getaran yang dihasilkan oleh mesin thermal fogger. Gambar 4. Vibrationmeter 12

d. Komputer dan Alat Tulis Peralatan ini digunakan untuk media pencatatan data, dan pengolahan data. e. Perlengkapan Dokumentasi Peralatan ini digunakan untuk media perekam kegiatan dan aktivitas yang dilakukan selama penelitian yan g berupa bentuk visual dan audio. 3.2.2 Subjek Subjek dalam penelitian ini terdiri dari operator yang bekerja bersentuhan langsung dan berada disekitar mesin. Pemilihan subjek dilakukan secara subjektif untuk memperoleh obektivitas dalam pengambilan data, serta tidak memunculkan persepsi rekayasa dalam penelitian. 3.2.3 Objek Objek yang akan dianalisis adalah kebisingan dan getaran pada mesin thermal fogger dan operator pengguna serta kondisi kebisingan di sekitar aktivitas berlangsung dengan jarak pengukuran 2 hingga 10 meter. 3.3 PENELITIAN PENDAHULUAN 3.3.1 Observasi Lokasi Studi Sebelum penelitian dimulai diperlukan pengamatan terkait kondisi mesin thermal fogger, serta kondisi lahan yang akan digunakan dalam proses pengoperasian mesin thermal fogger. Selain itu, melakukan penentuan sumber kebisingan dan getaran utama. 3.3.2 Penentuan Metode Pengambilan Data dan Analisis Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat kebisingan dan getaran yang terjadi adalah dengan mengambil beberapa titik sampel baik pada bagian mesin, operator, dan lingkungan. 3.3.3 Titik-titik Pengukuran Penentuan titik-titik pengukuran mengacu pada sumber kebisingan dan getaran utama. Pada titik-titik pengukuran kebisingan ditentukan disekitar mesin (engine), disekitar telinga operator serta disekitar wilayah aktivitas pembasmian hama dengan radius 2 10 meter. Sedangkan pada titik-titik pengukuran getaran ditentukan pada tangan operator yang memegang stang kendali ketika mengoperasikan mesin. 3.4 METODE PENELITIAN 3.4.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian digunakan sebagai acuan dalam langkah-langkah penelitian. Tahapan awal dalam melakukan penelitian ialah pemasangan baterai dan persiapan pestisida yang akan digunakan. Setelah itu, dilakukan pengambilan data getaran mekanis dan kebisingan pada titiktitik yang telah di tentukan. Analisis getaran dan kebisingan dilakukan berdasarkan data hasil pengukuran. Standar keamanan kerja kebisingan dan getaran yang berupa lama diizinkan untuk mengoperasikan mesin akan menjadi perbandingan dengan hasil analisis serta optimasi penggunaan mesin secara sederhana. 13

Tahapan Awal (Persiapan) 1. Titik pengukuran : 6 titik pada engine, 1 titik pada telinga kiri dan kanan operator, 4 titik sisi (kanan, kiri, depan, dan belakang mesin) pada lingkungan kerja dengan interval pengukuran 2 m. 2. Kondisi : Stasioner 3. Ulangan : 10 kali ulangan Pengukuran Kebisingan Analisis Kebisingan Standar Keamanan Kebisingan Pengukuran Getaran Analisis Getaran Standar Keamanan Getaran 1. Titik pengukuran : Sumbu x, y, dan z pada genggaman tangan 2. Kondisi : Operasional 3. Ulangan : 10 kali ulangan Batas lama pengoperasian mesin fogging model TS- 35A(E) yang diizinkan Gambar 5. Skema rancangan penelitian 3.4.2 Pengukuran Getaran dan Penentuan Lama yang diizinkan Pengukuran tingkat getaran mekanis dilakukan pada saat mesin pembasmi hama mulai beroperasi. Pengukuran tingkat getaran mekanis diukur dengan menggunakan vibrationmeter. Pengukuran dilakukan pada tiga sumbu, yaitu daerah sumbu X, Y, dan Z seperti terlihat pada Gambar 6. Penentuan sumbu tersebut sesuai dengan ISO 5349. Gambar 6. Sumbu ortogonal penentuan hand arm vibration. 14

Dalam aplikasinya penentuan sumbu pada thermal fogger mengacu kepada ISO 5349. Dimana titik pengukuran pada sumbu x,y, dan z terletak pada tangan saat menggenggam batang pengendali, ditunjukkan pada Gambar 7. Gambar 7. Penentuan sumbu x, y, dan z pada thermal fogger Analisis yang digunakan berdasarkan standar EU Directive, yaitu Directive 2002/44/EC of the European Parliament and the Council of the European Union. Dimana diperoleh nilai rata-rata hasil pengukuran getaran pada ketiga sumbu. Kemudian diresultankan untuk memperoleh nilai total percepatan getaran. Setelah diperoleh total percepatan getaran, maka dapat ditentukan lama yang diizinkan untuk mengoperasikan mesin tersebut berdasarkan getaran. Penentuan lama yang diizinkan diperoleh dari penggunaan nomogram hand arm vibration pada Gambar 8. Total percepatan getaran dihubungkan dengan exsposure action value 2.5 m/s 2 A(8), sebagai batasan nyaman dan aman kemudian diteruskan ke daili exsposure time. Nilai daily exsposure time merupakan batasan lama waktu pengoperasian mesin fogging yang direkomendasikan dan setara dengan 2.5 m/s 2 selama 8 jam. Begitupun hal yang sama dilakukan untuk exsposure limit value 5 m/s 2 sebagai batasan aman. Gambar 8. Nomogram hand arm vibration 15

3.4.3 Pengukuran Kebisingan dan Penentuan Lama yang diizinkan Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan pada beberapa perlakuan yang berbeda, yaitu pengukuran pada beberapa titik di engine, pengukuran pada operator, serta pengukuran disekitar daerah aktivitas pembasmian hama dilakukan dengan jarak 2 10 m dengan interval 2 m. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan dengan menggunakan sound level meter yang memiliki sensor untuk mengukur suara atau bunyi dalam satuan decibel (db). Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 51 Tahun 1999, nilai ambang batas kebisingan ditetapkan sebesar 85 db(a) untuk pemaparan selama 8 jam ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Keputusan menteri tenaga kerja tentang nilai ambang batas kebisingan Waktu pemajanan per hari Intesitas Kebisingan dalam dba 8 Jam 85 4 88 2 91 1 94 30 Menit 97 15 100 7.5 103 3.75 106 1.88 109 0.94 112 28.12 Detik 115 14.06 118 7.03 121 3.52 124 1.76 127 0.88 130 0.44 133 0.22 136 0.11 139 Tidak boleh terpajan lebih dari 140 db, walaupun sesaat 16