UPAH DAN JAMINAN SOSIAL

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBAYARAN UPAH PASAL 88 UUK : BAHWA TIAP PEKERJA/BURUH BERHAK MEMPEROLEH PENGHASILAN YANG MEMENUHI PENGHIDUPAN YANG LAYAK BAGI KEMANUSIAAN

PERLINDUNGAN,PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN

Hubungan Industrial. Proses Penentuan Upah, Dewan Pengupahan dan Kebutuhan Hidup Layak. Rizky Dwi Pradana, M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi

BAB III KEBIJAKAN PENGUPAHAN DI INDONESIA. A. Perumusan Kebijakan Upah Buruh di Indonesia

Pertemuan 7. Nova Yanti Maleha,S.E.MM 10/7/2016 Nova Yanti Maleha/MSDM/IGM 1

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN TENAGA KERJA (2)

Upah Hak pekerja/buruh uang imbalan termasuk tunjangan

STIE DEWANTARA Aspek Ketenagakerjaan Dalam Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. (pekerja dan pengusaha). Dalam Pasal 1 angka 30 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, upah

HUKUM KETENAGAKERJAAN

MEKANISME PENGUSULAN DAN PENETAPAN UPAH MINIMUM KOTA. Diana Fajarwati ABSTRACT

PERLINDUNGAN KERJA.

BAB II PERLINDUNGAN HAK-HAK PEKERJA KONTRAK YANG DI PHK DARI PERUSAHAAN

Pasal 150 UUK KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

JAMSOSTEK. (Jaminan Sosial Tenaga Kerja)

Pasal 88 s.d pasal 98 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-24/MEN/VI/2006 TENTANG

Pemutusan Hubungan Kerja -Merupakan bagian dari pengelolaan karir -Pengalaman suka-duka puncak karir, waktu untuk beristirahat; trauma karena perubaha

Sosialisasi Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/94 Tahun 2017 tanggal 20 Nop 2017 tentang Upah Minimum Pada 35 Kabupaten/Kota Tahun 2018 di

CUTI PNS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. ( PP Nomor 24 Tahun 1976 ) Direktorat Peraturan Perundang-undangan

HARGA TRANSFER / TRANSFER PRICING

dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan Nasional yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia bertujuan

IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH RI NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN

KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI MALUKU UTARA NOMOR 167/KPTS/MU/2006 TENTANG

PENYELESAIAN PEKERJAAN AUDIT

-2-1. Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/bu

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-24/MEN/VI/2006 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. syarat mutlak dalam mencapai keberhasilan pembangunan nasional. Tujuan dari

KEPUTUSAN GUBERNUR PROVINSI PAPUA NOMOR 238 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UPAH MINIMUM DAN UPAH SEKTORAL PROVINSI PAPUA

TINJAUAN PUSTAKA. Peran menurut Soerjono Soekanto (1982 : 60) adalah suatu sistem kaidah kaidah yang berisikan

Vegitya Ramadhani Putri, SH, S.Ant, MA, LLM

WALIKOTA PROBOLINGGO

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi termasuk

BAB I PENDAHULUAN. ketenagakerjaan hanya pada bagaimana cara untuk menangani masalah-masalah

AKUN suatu alat untuk mencatat transaksi transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan & beban.

BERITA NEGARA. No.707, 2012 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI. Komponen. Tahapan. Hidup Layak.

SISTEM PENGUPAHAN DI INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MATA KULIAH ETIKA BISNIS

BAB III UPAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

perjanjian kerja waktu tertentu yakni terkait masalah masa waktu perjanjian yang

09/02/2012. Sistem kompensasi harus dihubungkan dengan tujuan tujuan strategis organisasi. Tujuan program kompensasi yang efektif:

Kesepakatan/Perjanjian Kerja

GUBERNUR PAPUA KEPUTUSAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 560/382/TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM DAN UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI PAPUA TAHUN 2017

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. PENDAHULUAN. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja untuk orang lain karena adanya

KARAKTERISTIK KOPERASI

JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI

PEMBERHENTIAN KARYAWAN (Pemutusan Hubungan Kerja) PERTEMUAN 14

PENGUKURAN FREKUENSI PENYAKIT

Kewajiban Dikelompokkan Menjadi :

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGERTIAN, DASAR HUKUM PENANAMAN MODAL ASING DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

2012, No Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c menetapkan Peraturan Pemerintah te

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN

PENGADILAN PAJAK UU. NOMOR 14 TAHUN 2002

AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS )

PAJAK PENGHASILAN. Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, MAB

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PENDEKATAN & KENDALA Dalam MSDM MATERI 2

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ÉÄx{M. Joeni Arianto Kurniawan, S. H.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SOSIALISASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN TEAM ADVOKASI DAN PENGUPAHAN

BERITA NEGARA. No. 948, 2016 KEMENAKER. Hidup Layak. Kebutuhan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LAFAL SUMPAH/JANJI DRG IND. KODE ETIK KED. GIGI IND. RAHASIA KED. WAJIB SIMPAN MEDICAL RECORDS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Sebagai perubahan Permenkes Nomor 1170A/Menkes/Per/X/1999 Tentang Masa Bakti

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


KEBIJAKAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA PEREMPUAN. Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH NOMOR: 13 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN UMUM PENGATURAN TUNJANGAN HARI RAYA MENURUT PERATURAN PERUNDANG - UNDANGAN

PEMBAHARUAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada bulan akhir tahun dan bulan awal tahun umumnya kondisi di

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dapat dicapai dengan baik, jika sumber daya manusia di dalam

Perencanaan Komunikasi. Chatia Hastasari, M.I.Kom.

Definisi Buruh. Biasa di sebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja

HUKUM ACARA PIDANA. DOSEN PENGASUH MATA KULIAH: DRS. ZAINUL AKHYAR M. ELMY, S.Pd

Transkripsi:

UPAH DAN JAMINAN SOSIAL

Pengertian Upah : UU 13/2003 Pasal 1 butir 30: upah adalah hak pekerja/buruh yg diterima dan dinyatakan dlm bentuk uang sbg imbalan dr pengusaha / pemberi kerja kpd pekerja/buruh yg ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan,atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan klg nya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yg telah atau akan dilakukan. Payaman S.: upah adalah imbalan yg diterima pekerja atas jasa yg diberikannya dlm proses memproduksikan barang/jasa di perusahaan

Sistem pengupahan yg bagaimanakah yg dinilai baik? Sistem pengupahan di satu pihak hrs mencerminkan keadilan dgn memberikan imbalan yg sesuai dgn kontribusi jasa kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja dan klg nya. Di lain pihak, sistem pengupahan di perusahaan hrs mampu mendorong peningkatan produktivitas kerja, serta pertumbuhan dan pengembangan perusahaan. Suatu hal yg sangat sulit dilakukan adalah menentukan harga dr suatu jabatan/pekerjaan utk mencapai keadilan & layak.

UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan: Pasal 88 ayat (1): Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yg memenuhi penghidupan yg layak bagi kemanusiaan. Pasal 88 ayat (2): Pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan yg melindungi pekerja/buruh, a.l. menetapkan upah minimum dll. Pasal 90 ayat (1): Pengusaha dilarang membayar upah lbh rendah dari upah minimum.

Pasal 93 ayat (1): Upah tdk dibayar apabila pekerja/buruh tdk melakukan pekerjaan Pasal 93 ayat (2): Ketentuan sbgmana dalam ayat (1) tdk berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila: a.l. Pekerja/buruh sakit sehingga tdk dpt melakukan pekerjaan, pekerjaan/buruh melaksanakan tugas pendidikan dr perusahaan dll. Lebih jelas lihat Payaman hal.151.

Struktur/komponen Upah dan atau Upah Minimum: Upah Pokok (UP) + Tunjangan Tetap (TT). Ketentuannya, UP hrs lbh besar dr TT atau UP(75%) + TT(25%). Fungsi Upah: 1.Fungsi ekonomi, sbg imbalan atas jasa yg diberikan. 2.Fungsi sosial, adanya tunjangan klg, kesehatan dll. 3.Fungsi insentif, pendorong bagi pekerja utk bekerja produktif. Tujuan penetapan UM, lihat Payaman hal.142.

Kedudukan UM: sbg jaring pengaman. Tugas mhs, uraikan intervensi Pemerintah dlm pengupahan. Fenomena hukum di Indonesia: 1. penegakkan hukum 2. kepatuhan masyarakat thd hukum.

Faktor2 yg mempengaruhi upah: Pendidikan dan ketrampilan. Kondisi pasar kerja. Biaya hidup. Kemampuan perusahaan. Kemampuan Serikat Pekerja / Serikat Buruh. Produktivitas kerja. Kebijaksanaan Pemerintah.

Kebijakan Upah Minimum/Kelembagaan Penetapan UM: Di Indonesia, ketentuan upah minimum tlh dimulai sejak 1956. Berdasar Keppres no.58/1969 dibentuk Dewan Penelitian Pengupahan Nasional/DPPN dgn anggota mewakili Depnaker, Depkeu, Deperindag, Deptan, Dephub, Deptam, Dep PU, Depdagri, Bank Sentral, Bappenas, Universitas, SP & Org Pengusaha. Idealnya tingkat upah ditetapkan oleh masing2 prsh melalui perundingan SB dan Pengusaha.Tapi kemampuan SB terbatas.

Selama ini kebijakan UM dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan berlaku nasional. Penetapan besarnyanum dilakukan oleh Gubernur melalui mekanisme bottom up. Bersadarkan komponen kebutuhan hidup minimum (KHM), yg mrp perbaikan dari standar KFM yg kemudian berubah menjadi KHL, komisi pengupahan daerah melakukan survey harga2 brg yg terkait dgn komponen KHM/KHL.

Atas dasar hasil survey komisi pengupahan daerah menyampaikan besarnya UM kpd Gubernur setempat. Gubernur melakukan berbagai pertimbangan, kemudian menetapkan UM wilayah ybs. Pd saat penetapan UM oleh Menteri, DPPN melakukan kajian atas usul Gubernur tsb, termasuk berbagai implikasinya seperti pertimbangan dg daerah lain yg berdekatan.

Setelah itu DPPN menyampaikan rekomendasi kpd Menaker. Menaker dpt menerima atau menolak. Dlm hal ditolak, dikembalikan kpd Gubernur dgn alasan utk dilakukan perbaikan seperlunya. Tetapi dlm era otoda saat ini, Gubernur menetapkan UMP.

Penetapan UM menggunakan dasar sbb: 1. Nilai KHM setempat. 2. Indeks Harga Konsumen. 3. Tingkat UM daerah ybs. 4. Perkembangan perluasan kesempatan kerja.

Kebutuhan Hidup Minimum (KHM): Kebijakan perhitungan UMP (Propinsi) sampai saat ini msh menggunakan standar KHM utk pekerja lajang. KHM mrp peningkatan dari KFM, dimana KFM menggunakan standar kalori 2.600 sedangkan KHM 3.000 kalori. Peningkatan standar ini termasuk kebutuhan khusus wanita, bacaan, listrik, sepatu, kasur, rekreasi dsb yg sebelumnya tdk termasuk dlm KFM. KHM lbh tinggi 20% dibanding KFM. Lihat transparansi hal.202 terlampir.

Jaminan Sosial: JAMSOSTEK: adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dlm bentuk santunan berupa uang sbg pengganti sebagian dari penghasilan yg hilang atau berkurang, dan pelayanan sbg akibat atau keadaan yg dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, hari tua dan meninggal dunia. PROGRAM JAMSOSTEK MELIPUTI: 1. Jaminan Kecelakaan Kerja: kecelakaan kerja adalah kecelakaan yg terjadi berhubung dgn hubungan kerja, termasuk penyakit yg timbul krn hubungan kerja, demikian juga yg terjadi dlm perjalanan berangkat dari rumah menuju ke tempat kerja & sebaliknya. Dibayar sepenuhnya oleh pengusaha 0,24% sampai 1.74% dari Upah sebulan tergantung dr jenis usaha utama.

2. Jaminan Hari Tua (JHT), yaitu jaminan yg memberikan kepastian penerimaan penghasilan yg diberikan sekaligus atau berkala pd saat tenaga kerja mencapai hari tua (usia 55 thn) atau memenuhi syarat tertentu. Iuran dibayar bersama 5.7% (3.7% Pengusaha dan 2% Tenaga Kerja) X upah sebulan. 3. Jaminan Kematian, yaitu jaminan yg diberikan kpd keluarga/ahli waris tenaga kerja yg meninggal bukan akibat kecelakaan kerja, guna meringankan beban keluarga dlm bentuk santunan kematian & biaya pemakaman. Iuran 0.3% X upah per bulan dibayar Pengusaha. 4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, yaitu upaya penanggulangan & pencegahan gangguan kesehatan yg memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan. Iuran ditanggung penuh Pengusaha 6% dari upah/bln bagi tenaga kerja yg berkeluarga dan 3% dari upah/bln bagi tenaga kerja lajang.