IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERBANDINGAN METODE REGRESI KUADRAT TERKECIL DENGAN METODE KEKAR HENDRA YULFI

BAB I PENDAHULUAN. menyelidiki hubungan di antara dua atau lebih peubah prediktor X terhadap peubah

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Judul : Perbandingan Metode MCD Bootstrap dan. Analisis Regresi Linear Berganda. Pembimbing : 1. Dra. Ni Luh Putu Suciptawati,M.Si

METODE LEAST MEDIAN OF SQUARES (LMS) PADA ANALISIS REGRESI DENGAN PENCILAN AMIR A DALIMUNTHE

BAB I PENDAHULUAN. dependen disebut dengan regresi linear sederhana, sedangkan model regresi linear

PERBANDINGAN METODE MCD-BOOTSTRAP DAN LAD- BOOTSTRAP DALAM MENGATASI PENGARUH PENCILAN PADA ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA

PERBANDINGAN METODE LEAST TRIMMED SQUARES DAN PENAKSIR M DALAM MENGATASI PERMASALAHAN DATA PENCILAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Algoritma Cepat Penduga GS

BAB I PENDAHULUAN. suatu metode yang disebut metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square OLS).

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Plot jenis pengamatan pencilan.

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Diagram kotak garis

BAB II LANDASAN TEORI. metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi robust, koefisien determinasi,

REGRESI KUANTIL (STUDI KASUS PADA DATA SUHU HARIAN) Abstrak

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PERBANDINGAN REGRESI ROBUST PENDUGA MM DENGAN METODE RANDOM SAMPLE CONSENSUS DALAM MENANGANI PENCILAN

BAB I PENDAHULUAN. lebih variabel independen. Dalam analisis regresi dibedakan dua jenis variabel

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan

BAB I PENDAHULUAN. hubungan ketergantungan variabel satu terhadap variabel lainnya. Apabila

METODOLOGI HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDUGAAN PARAMETER MODEL DINAMIK DENGAN METODE ROBUST MEDIAN ABSOLUTE DEVIATION (MAD) LENY YUSTIE WIDIASARI

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode analisis yang menjelaskan tentang

DATA DAN METODE Data Data Simulasi Data Sekunder

Tabel 1 Sudut terjadinya jarak terdekat dan terjauh pada berbagai kombinasi pemilihan arah acuan 0 o dan arah rotasi HASIL DAN PEMBAHASAN

ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER

METODE ORDINARY LEAST SQUARES DAN LEAST TRIMMED SQUARES DALAM MENGESTIMASI PARAMETER REGRESI KETIKA TERDAPAT OUTLIER

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

viii METODE REGRESI LEAST TRIMMED SQUARES PADA DATA YANG MENGANDUNG PENCILAN ANNI FITHRIYATUL MAS UDAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu peubah prediktor dengan satu peubah respon disebut analisis regresi linier

ANALISIS REGRESI ROBUST PADA DATA MENGANDUNG PENCILAN DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARE

MANAJEMEN DATA PENCILAN PADA ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA MAGRI HANDOKO

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA = (2.2) =

PENDEKATAN WINSOR PADA ANALISIS REGRESI DENGAN PENCILAN MURIH PUSPARUM

HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan hipotesis nolnya adalah antar peubah saling bebas. Statistik ujinya dihitung dengan persamaan berikut:

METODE PENELITIAN Sumber Data

, dengan. Karakteristik dari vektor peubah acak X dan Y sebagai berikut:

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Modal, Dinas Penanaman Modal Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi, BPS Pusat

SIMULASI PENGUKURAN KETEPATAN MODEL VARIOGRAM PADA METODE ORDINARY KRIGING DENGAN TEKNIK JACKKNIFE

STK 211 Metode statistika. Materi 2 Statistika Deskriptif

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

MODEL REGRESI KANDUNGAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE LEAST MEDIAN OF SQUARES

DATA DAN METODE Sumber Data

STK 211 Metode statistika. Agus Mohamad Soleh

PENERAPAN METODE BOOTSTRAP RESIDUAL DALAM MENGATASI BIAS PADA PENDUGA PARAMETER ANALISIS REGRESI

PERBANDINGAN METODE MKT, LTS, WIN, DAN THEIL PADA PENDUGAAN PARAMETER REGRESI APABILA GALATNYA MENYEBAR EKSPONENSIAL HELGA ARINA PRAMUDITYA

TINJAUAN PUSTAKA. Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat. Bilangan-bilangan

TINJAUAN PUSTAKA Spesifikasi Model Berbagai model dalam pemodelan persamaan struktural telah dikembangkan oleh banyak peneliti diantaranya Bollen

ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI

BAB IV PENDUGAAN VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM

Atina Ahdika. Universitas Islam Indonesia 2015

BAB IX ANALISIS REGRESI

TINJAUAN PUSTAKA. Model Regresi Linier Ganda

ANALISIS REGRESI TERPOTONG BEBERAPA NILAI AMATAN NURHAFNI

Pertemuan 4-5 ANALISIS REGRESI SEDERHANA

VI. PEMBAHASAN. dengan metode kemungkinan maksimum, tetapi terhadap

STK511 Analisis Statistika. Bagus Sartono

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berjumlah 88 orang. Responden diambil sebanyak 20 orang dari

BAB 2 LANDASAN TEORI

Percobaan 1 Percobaan 2

Statistika Deskriptif


REGRESI KEKAR SIMPANGAN MUTLAK TERKECIL DENGAN MODIFIKASI SIMPLEKS MUHAMMAD YUSUF DWIHARJANGGI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN. efisien untuk menentukan lebar jendela fungsi kernel Gaussian.

SOAL ToT MATEMATIKA BISNIS-MANAJEMEN adalah...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Adapun langkah-langkah pada analisis runtun waktu dengan model ARIMA

TINJAUAN PUSTAKA. Rancangan petak teralur (strip plot design) merupakan susunan petak-petak (plotplot)

4 SIFAT-SIFAT STATISTIK DARI REGRESI KONTINUM

Metode Statistika STK211/ 3(2-3)

BAB I PENDAHULUAN. untuk membentuk model hubungan antara variabel dependen dengan satu atau

Probabilitas dan Statistika Analisis Data Lanjut. Adam Hendra Brata

III. METODE PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA Kalibrasi Ganda Regresi Kuadrat Terkecil Parsial ( Partial Least Squares/PLS) 1. Model PLS

BAB 3 METODE PENELITIAN. jenis data yang berbentuk angka (metric) yang terdiri dari:

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Efektivitas Metode Regresi Robust Penduga Welsch dalam Mengatasi Pencilan pada Pemodelan Regresi Linear Berganda

PENERAPAN METODE LEAST MEDIAN SQUARE-MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT (LMS-MCD) DALAM REGRESI KOMPONEN UTAMA

(R.14) METODE MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT PADA ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA DENGAN KASUS PENCILAN

BAB 1 PENDAHULUAN. banyak diterapkan pada berbagai bidang sebagai dasar bagi pengambilan

STATISTIKA DESKRIPTIF. Wenny Maulina, S.Si., M.Si

Transkripsi:

6 telah dibangkitkan. Kemudian peubah X dan Y diregresikan dengan OLS sehingga diperoleh kuadrat galat. Kuadrat galat diurutkan dari ang terkecil sampai dengan ang terbesar, lalu dilakukan pemangkasan. Langkah terakhir minimumkan jumlah dari kuadrat galat terkecil. 6. Tahap pengolahan dengan metode WLS Pada metode ini akan dilakukan penentuan sampel sebanak N dari data ang telah dibangkitkan. Peubah X dan Y diregresikan dengan OLS sehingga diperoleh kuadrat galat. Bobot data pengamatan dihitung dan diregresikan kembali. Jumlah kuadrat galat terboboti, kemudian diminimumkan. 7. Tahap pembandingan hasil pendugaan parameter Pada tahap akhir ini akan dibandingkan Rataan Persentase Galat Mutlak (MAPE) dan hasil dari dugaan kelima metode di atas. Dugaan parameter ang dihasilkan akan ditampilkan dalam bentuk tebaran data (scatter plot) dan persamaan regresi. IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pembangkitan Data Pada kasus ini dilakukan pembangkitan 3 gugus data berukuran n = 2 berdasarkan model regresi Y = β + β 1 X + e i dengan cara sebagai berikut : Gugus data 1. Data tanpa pencilan. a. Ditentukan β = 1 & β 1 = 1 dan e i ~ N (,5) b. Dibangkitkan nilai Y dengan memasukkan nilai X = 1,2, 2 Gugus data 2. Data dengan pencilan terhadap X. a. Ditentukan β = 1 & β 1 = 1 dan e i ~ N (,5) b. Dibangkitkan nilai X = 1,2,,2 kemudian mengubah nilai X = 17 menjadi X = 3 dan X = 19 menjadi X = 4. Gugus data 3. Data dengan pencilan terhadap Y. a. Ditentukan β = 1 & β 1 = 1 dan e i ~ N (,5) b. Dibangkitkan nilai Y dengan memasukkan nilai X = 1,2, 2 kemudian mengubah nilai Y = 17 menjadi Y = 3 dan Y = 19 menjadi Y = 5. 4.2 Proses Pengolahan Data 4.2.1 Pengolahan Data dengan OLS Gugus data 1, 2, dan 3 diregresikan dengan metode OLS. Tentukan nilai,,, dan MAPE. 4.2.2 Pengolahan Data dengan LMS a. Meregresikan gugus data 1, 2, dan 3 dengan metode OLS. Menentukan nilai,,, dan MAPE. b. Membagi setiap gugus data secara random kedalam 5 anak gugus data. c. Meregresikan setiap anak gugus data dengan metode OLS dan dicari medianna. d. Menentukan minimum median dari tiap anak gugus. e. Mnentukan menggunakan dari hasil regresi gugus data ang mempunai median ang paling minimum. f. Menentukan kuadrat galat. g. Menentukan S dan hitung bobot w i untuk mendapatkan dan final. h. Menentukan MAPE. 4.2.3 Pengolahan Data dengan LAD a. Meregresikan gugus data 1, 2, dan 3 dengan metode OLS. Menentukan nilai,,, dan MAPE. b. Menentukan standar deviasi dari. c. Menghitung bobot w i. d. Meregresikan kembali. e. Lakukan secara berulang (iterativel) sampai mendapatkan ang relatif stabil. f. Menentukan MAPE. 4.2.4 Pengolahan Data dengan LTS a. Meregresikan gugus data 1, 2, dan 3 dengan metode OLS. Menentukan nilai,,, dan MAPE. b. Menentukan kuadrat galat. c. Mengurutkan kuadrat galat tersebut dari ang terkecil sampai dengan ang terbesar.

7 d. Melakukan pemangkasan sebesar 1 dari data. e. Kemudian meregresikan kembali hingga mendapatkan dan final. f. Menentukan MAPE. 4.2.5 Pengolahan Data dengan WLS a. Meregresikan gugus data 1, 2, dan 3 dengan metode OLS. Menentukan nilai,,, dan MAPE. b. Menentukan kuadrat galat. c. Menentukan standar deviasi dari. d. Menghitung bobot w i. e. Meregresikan kembali hingga mendapatkan dan final. f. Menentukan MAPE. 4.3 Hasil 4.3.1 Metode OLS untuk data tanpa pencilan (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode OLS aitu: 11.6346 9.9577 15 5 Gambar 4 Model linear dengan metode LMS untuk data tanpa pencilan 4.3.3 Metode LAD untuk data tanpa pencilan (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LAD aitu: 15 1.8228 9.9661 MAPE 9.8 % MAPE 7.3 % R 99.286 5 15 5 Gambar 3 Model linear dengan metode OLS untuk data tanpa pencilan Gambar 5 Model linear dengan metode LAD untuk data tanpa pencilan 4.3.4 Metode LTS untuk data tanpa pencilan (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LTS aitu: 1.1312 1.163 MAPE 6.6 % 4.3.2 Metode LMS untuk data tanpa pencilan (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LMS aitu: 9.8636 1.765 MAPE 8.1 %

8 15 5 4.3.6 Metode OLS untuk data dengan pencilan terhadap Y (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode OLS aitu: 19.9975 14.9672 MAPE 29.9 % Gambar 6 Model linear dengan metode LTS untuk data tanpa pencilan 4.3.5 Metode WLS untuk data tanpa pencilan (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode WLS aitu: 15 5 1.7187 9.9975 MAPE 8.7 % Gambar 7 Model linear dengan metode WLS untuk data tanpa pencilan 5 4 3 R 2 65.4448 Gambar 9 Model linear dengan metode OLS untuk data dengan pencilan terhadap Y 4.3.7 Metode LMS untuk data dengan pencilan terhadap Y (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LMS aitu: 5 4 1.851 1.297 MAPE 16.3 % 3 15 5 Gambar 8 Model linear perbandingan metode OLS ( ), LMS ( ), LAD ( ), LTS ( ), dan WLS ( ) tanpa pencilan Gambar 8 menunjukkan grafik OLS, LMS, LAD, LTS, dan WLS terlihat berhimpit. Dapat disimpulkan untuk data ang tidak mengandung pencilan, tidak ada perbedaan antara kelima metode tersebut. Gambar 1 Model linear dengan metode LMS untuk data dengan pencilan terhadap Y 4.3.8 Metode LAD untuk data dengan pencilan terhadap Y (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LAD aitu : 2.96 9.4257 MAPE 2.5 %

9 5 5 4 4 3 3 Gambar 11 Model linear dengan metode LAD untuk data dengan pencilan terhadap Y 4.3.9 Metode LTS untuk data dengan pencilan terhadap Y (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LTS aitu: Gambar 13 Model linear dengan metode WLS untuk data dengan pencilan terhadap Y 5 4 3 7.472 1.69 MAPE 11.2 % 5 4 3 Gambar 12 Model linear dengan metode LTS untuk data dengan pencilan terhadap Y 4.3.1 Metode WLS untuk data dengan pencilan terhadap Y (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode WLS aitu: 13.4787 1.8963 MAPE 19.4 % Gambar 14 Model linear perbandingan metode OLS ( ), LMS ( ), LAD ( ), LTS ( ), dan WLS ( ) dengan pencilan terhadap Y Gambar 14 menunjukkan perubahan grafik OLS. Garis regresi metode Kuadrat Terkecil bergeser ke atas menuju titik pencilan, sedangkan LMS, LAD, LTS, dan WLS tidak mengalami pergeseran. Disimpulkan metode LMS, LAD, LTS, dan WLS lebih kekar dibandingkan dengan metode OLS untuk data ang mengandung pencilan terhadap Y. 4.3.11 Metode OLS untuk data dengan pencilan terhadap X (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode OLS aitu: 74.334 3.1712 MAPE 68.4 % R 26.5784

1 15 15 5 5 Gambar 15 Model linear dengan metode OLS untuk data dengan pencilan terhadap X 4.3.12 Metode LMS untuk data dengan pencilan terhadap X (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LMS aitu: 3.3536 1.4923 MAPE 12.6 % 1 2 3 4 Gambar 17 Model linear dengan metode LAD untuk data dengan pencilan terhadap X 4.3.14 Metode LTS untuk data dengan pencilan terhadap X (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LTS aitu: 11.74 1.132 MAPE 36.2 % 1 2 3 4 4 4 3 3 Gambar 16 Model linear dengan metode LMS untuk data dengan pencilan terhadap X 4.3.13 Metode LAD untuk data dengan pencilan terhadap X (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode LAD aitu: 74.3914 3.1634 MAPE 68.4 % 1 2 3 4 Gambar 18 Model linear dengan metode LTS untuk data dengan pencilan terhadap X 4.3.15 Metode WLS untuk data dengan pencilan terhadap X (n = 2) Persamaan regresi ang diperoleh dengan menggunakan metode WLS aitu: 74.3914 3.1634 MAPE 68.4 % 1 2 3 4

11 15 5 Gambar 19 Model linear dengan metode WLS untuk data dengan pencilan terhadap X 4 3 1 2 3 4 Gambar 2 Model linear perbandingan metode OLS ( ), LMS ( ), LAD ( ), LTS ( ), dan WLS ( ) dengan pencilan terhadap X Gambar 2 menunjukkan perubahan grafik OLS, LAD, dan WLS. Garis OLS, LAD, dan WLS bergeser ke bawah menuju titik pencilan, sedangkan LMS, dan LTS tidak mengalami pergeseran. Disimpulkan metode LMS dan LTS lebih kekar dibandingkan dengan metode OLS, LAD, dan WLS untuk data ang mengandung pencilan terhadap X. 4.3.16 Metode LAD untuk data simetris tanpa pencian (n = 2) Minimum galat mutlak ang ang diperoleh dengan menggunakan metode LAD aitu: 45.9 45.9 1 2 3 4 Gambar 21 Model linear dengan metode LAD untuk data simetris tanpa pencilan 4.4 Pembahasan Dari hasil di atas dapat dilihat perilaku garis regresi OLS, LMS, LAD, LTS, dan WLS. Untuk data tanpa pencilan, dugaan parameter metode OLS, LMS, LAD, LTS, dan WLS tidak jauh berbeda. Namun ketika terdapat pencilan terhadap Y terjadi pembiasan dugaan parameter pada metode OLS. Hal ini ditunjukkan pada Gambar 9, grafik regresi tergeser ke arah pencilan. metode LMS, LAD, LTS, dan WLS tidak mengalami pergeseran sebesar metode OLS. Hal ini dapat dilihat pada gambar 1, Gambar 11, Gambar 12, dan Gambar 13. Begitu pula ketika terdapat pencilan terhadap X terjadi pembiasan dugaan parameter pada metode OLS, LAD, dan WLS. Hal ini ditunjukan pada Gambar 15, Gambar 17, dan Gambar 19 grafik regresi tergeser ke arah pencilan. metode LMS dan LTS tidak mengalami pergeseran sebesar metode OLS, LAD, dan WLS. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 16 dan Gambar 18. Gambar 14 dan Gambar 2 menunjukkan keunggulan metode LMS dan LTS dibandingkan metode OLS, LAD, dan WLS. Metode LMS dan LTS lebih baik dalam mengatasi adana pencilan baik terhadap Y maupun terhadap X. Pada umumna LAD tidak konsisten dan tidak unik. Pada kasus ini juga terihat bahwa LAD dan WLS tidak konsisten dan tidak unik, karena ketika terdapat pencilan terhadap Y, grafik regresi tidak mengalami pergeseran ke arah pencilan. Namun ketika terdapat pencilan terhadap X grafik regresi mengalami pergeseran ke arah pencilan. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 14 dan Gambar 2. Metode LAD menghasilkan penduga ang tidak unik pada kasus data simetris. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 21.

12 Cara lain untuk melihat hasil galat untuk setiap metode adalah menggunakan diagram kotak (bo-and-whisker-plot). Diagram kotak ditampilkan Gambar 21 untuk data tanpa pencilan, Gambar 22 untuk data dengan pencilan terhadap Y, dan Gambar 23 untuk data dengan pencilan terhadap X. Selisih Q 3 dan Q 1 menggambarkan tingkat keragaman suatu data. Semakin besar nilaina maka data semakin beragam. Data ang digunakan dalam diagram kotak ini adalah persentase galat mutlak dari masing-masing metode. Untuk lebih memperjelas diagram kotak, diberikan juga tabel tentang Q 1, Q 2, Q 3, nilai maksimum, nilai minimum dan rataan dari galat untuk setiap metode. Tabel 1 Q 1, Q 2, Q 3, nilai ma, nilai min dan rataan dari galat untuk data tanpa pencilan Metode Q 1 (%) Q 2 (%) Q 3 (%) Ma (%) Min (%) Rataan (%) OLS 1.3 3.2 6.7 67..2 7.3 LMS 1.2 3.2 5.7 54.2.3 8.1 LAD 1.5 3. 1.3 6.8.1 9.8 LTS 1.6 3. 5.9 55.8.1 6.6 WLS 1.4 3.3 7.5 6.2.1 8.7 Gambar 22 Diagram kotak untuk setiap data awal tanpa pencilan Dari diagram kotak dan tabel untuk data tanpa pencilan ang ditunjukkan pada Gambar 21 dan Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa kesalahan relatif hasil dugaan parameter ang ditunjukkan oleh rentang Q 1 dengan Q 3 untuk metode OLS, LMS, LAD, LTS, dan WLS mempunai tingkat keragaman ang relatif sama. Tabel 2 Q 1, Q 2, Q 3, nilai ma, nilai min dan rataan dari galat untuk data dengan pencilan terhadap Y Metode Q 1 (%) Q 2 (%) Q 3 (%) Ma (%) Min (%) Rataan (%) OLS 13.2 23. 35.3 138.9 1.4 29.9 LMS 1.9 3.7 8.3 96.7.2 16.3 LAD 2.8 4.3 14.3 127.7.3 2.5 LTS 2.6 5.2 8.4 57.9.5 11.2 WLS 7.8 11.4 17.8 88.5 1.5 19.4

13 Gambar 23 Diagram kotak untuk setiap data dengan pencilan terhadap Y Dari diagram kotak dan tabel untuk data tanpa pencilan ang ditunjukkan pada Gambar 22 dan Table 2 di atas dapat dilihat bahwa kesalahan relatif hasil dugaan parameter ang ditunjukkan oleh rentang Q 1 dengan Q 3 untuk metode WLS, LMS, LAD, dan LTS mempunai tingkat keragaman ang relatif sama kecil, sedangkan metode OLS mempunai tingkat keragaman ang relatif besar. Tabel 3 Q 1, Q 2, Q 3, nilai ma, nilai min, dan rataan dari galat untuk data dengan pencilan terhadap X Metode Q 1 (%) Q 2 (%) Q 3 (%) Ma (%) Min (%) Rataan (%) OLS 21.4 3.9 65.1 499.5 4.4 68.3 LMS 1.3 3.8 11. 76.5.1 12.6 LAD 21.5 31. 65.2 499.9 4.4 68.4 LTS 1.8 3.7 11.2 3.6.3 36.2 WLS 21.5 31. 65.2 499.9 4.4 68.4 Gambar 24 Diagram kotak untuk setiap data dengan pencilan terhadap X Dari diagram kotak dan tabel untuk data tanpa pencilan ang ditunjukkan pada Gambar 23 dan Table 3 di atas dapat dilihat bahwa kesalahan relatif hasil dugaan parameter ang ditunjukkan oleh rentang Q 1 dengan Q 3 untuk metode LMS, dan LTS mempunai tingkat keragaman ang relatif sama kecil, sedangkan metode LAD, OLS, dan WLS mempunai tingkat keragaman ang relatif sama besar. V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Pemeriksaan ada atau tidakna data pencilan merupakan hal ang penting untuk sesuai. menentukan metode apa ang