ANALISIS SISTEM RANTAI PASOK PT. SEMEN PADANG

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. Industri semen di Indonesia pada saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... INTISARI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

EVALUASI LOKASI GUDANG PENYANGGA DISTRIBUSI SEMEN JALUR DARAT PT. SEMEN PADANG TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN DESKRIPSI PROSES

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SIH Standar Industri Hijau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembangunan yang mantap sesuai dengan tujuan dan harapan harapan awal dengan

SKEMA SERTIFIKASI SEMEN

1.1 Latar Belakang Masalah

5.1 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. secara terpadu. Perusahaan ini termasuk perusahaan perseroan terbatas dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK PABRIK TUBAN 01 JUNI 30 JUNI 2016

Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Supply Chain Berbasis Balanced Scorecard (Studi Kasus PT. Semen Padang)

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. akte pendirian Nomor 110 dari Notaris Chairani Bustami S.H. akte ini disyahkan

PROPOSAL KERJA PRAKTEK DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. PLANT CILACAP JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. industri persemenan untuk saling berkompetisi agar bisa menjadi produsen yang

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. SEMEN PADANG EFISIENSI PANAS PADA KILN UNIT INDARUNG IV

Pabrik Ekosemen (Semen dari Sampah) dengan Proses Kering. Oleh : Lailatus Sa adah ( ) Sunu Ria P. ( )

Arief Sugianto. Ayu Dahlianti Bagus Syaiful Utomo Bondan Ariawan

TUGAS INDUSTRI SEMEN SPESIFIKASI PERALATAN PABRIK SEMEN

C 3 S C 2 S C 3 A C 4 AF

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan bisnis (Naslund et al., 2010). Manajemen rantai pasok melibatkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi di PT Semen Baturaja (Persero) TbkPabrik panjang yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PT. SEMEN GRESIK, Tbk

Analisa Rantai Pasok Material Pada Kawasan Industri Maritim Terhadap Produktivitas Industri Perkapalan

STUDI PENGGUNAAN PACKING PLANT PADA DISTRIBUSI SEMEN DI KALIMANTAN MENGGUNAKAN METODE TRANSSHIPMENT: STUDI KASUS PT. SEMEN GRESIK

BAB I PENDAHULUAN. PT. Semen Padang yang terletak di Jl. Raya Indarung, Padang Sumatera

PRESENTASI SEMINAR SKRIPSI

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN. Suhada, ST, MBA

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 sebesar 5,1%. Kondisi ini

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 9: MANAJEMEN PENGADAAN (PURCHASING MANAGEMENT)

: Yan Ardiansyah NIM : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, (PGN) merupakan perusahaan

LAMPIRAN WAWANCARA. Produk yang diproduksi dan dijual kepada pelanggan PT. Lucky Print Abadi. adalah kain bercorak. Kain dijual dalam ukuran yard.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGENALAN SEMEN SEBAGAI BAHAN PEMBENTUK BETON. Ferdinand Fassa

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB 1 PENDAHULUAN. fleksibilitas dalam supply chain mereka. Pada prinsipnya manajemen supply chain adalah

STUDI PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan zaman yang sangat pesat menuntut adanya kemajuan

BAB V PENUTUP. Barat yang bergerak dalam bidang produksi semen. Tahun 2010 PT. Semen

SCM dalam E-Business. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang SCM pada e-business

Semen (CEMENT) Pendahuluan. TKS 4406 Material Technology I

BAB II KERANGKA TEORETIS. pemasaran (yang sering disebut dengan istilah saluran distribusi). Saluran

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Universitas Sumatera Utara

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 7: MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN. By: Rini Halila Nasution, ST, MT

BAB I PENDAHULUAN. Proses manajemen rantai pasok atau Supply Chain Management. (SCM) telah menjadi komponen utama dari strategi persaingan untuk

BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam bidang industri semen, dengan kapasitas total produksi

ANALISA WAKTU PENGECORAN PADA LANTAI EMPAT PROYEK GEDUNG SEKOLAH DI SURABAYA

Pembahasan Materi #2

TEKNOLOGI BAHAN I 1 Wed, March 13th 2011

BAB II DISKRIPSI PERUSAHAAN SEMEN INSTANT

PENGARUH SUBTITUSI ABU SERABUT KELAPA (ASK) DALAM CAMPURAN BETON. Kampus USU Medan

Semen (Portland) padatan berbentuk bubuk, tanpa memandang proses

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. proyek ini adalah metode kontrak umum (generally contract method), dengan

BAB I PENDAHULUAN. ini, pemenuhan pelayanan berkualitas bagi perusahaan kemudian tidak jarang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger dari

PEMANFAATAN LIMBAH DEBU PELEBURAN BIJIH BESI (DEBU SPONS) SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN PADA MORTAR

BAB II LANDASAN TEORI

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1

BAB I PENDAHULUAN. PT. ETB adalah salah satu perusahaan multi nasional (MNC) yang

Semen portland pozolan

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Keywords: Balanced Scorecard, Low Cost Strategy, financial, sales volumes, customer, internal business processes, learning and growth.

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III. Endang Duparman. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI

BAB I PENDAHULUAN. waktu. Pertumbuhan penduduk, dan kemajuan IPTEK memberikan tantangan

Pembahasan Materi #11

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. penggunaannya sehingga mendukung terwujudnya pembangunan yang baik.

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan performa mereka. Salah satu dari banyak manfaat yang bisa

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN ABU TERBANG (FLY ASH) ASAL PLTU AMURANG SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 2

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 PROSES BISNIS PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di zaman yang global ini persaingan bisnis berjalan cukup ketat dan mengharuskan

PENGARUH PENGGUNAAN PASIR PANTAI YANG DIBERI PERLAKUAN DAN SUBSTITUSI CANGKANG BUAH SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR

Transkripsi:

ANALISIS SISTEM RANTAI PASOK PT. SEMEN PADANG Fitri Julasmasari, Hendra Saputra, Mury Wijaya, Opie Analia, Rahmad Illahi Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang Email: f1trifinantasya@yahoo.co.id, industrial_hendra62@yahoo.com, mury_wijaya@ymail.com, opie.analia88@gmail.com, illahi.rahmat@gmail.com Abstract Supply Chain Management is a concept or mechanism to increase the total productivity of companies in the supply chain through optimization of the time, location and quantity of material flow from raw materials into semi-finished products and finished products. Supply Chain Management is not only about the relationship with the supplier but also the link between the company and consumers. To find out the value of the company supply chain performance within a certain time, we need a draft model of supply chain performance measurement in which the design will be implemented at the company. By knowing the value of supply kunerja chainnya the company can improve the effectiveness and productivity of the organization to achieve organizational goals is to win the competition, and increase corporate profits. Kata kunci: Supply Chain Management, PT. Semen Padang 1. GAMBARAN UMUM RANTAI PASOK Adapun jenis-jenis produk PT. Semen Padang antara lain Semen Portland Type untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal, Semen Portland Type II untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat, Semen Portland Type III untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, Semen Portland Type V untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat melebihi 0,20 %, Super Masonry Cement digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, Oil Well Cement, Class G-HSR (High Sulfate Resistance) yang merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, Portland Composite Cement (PCC) digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton dan Super "Portland Pozzolan Cement" (PPC) Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302- 2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Pelangan PT. Semen Padang kebanyakkan terdapat di Sumatera Barat, Tapanuli Selatan, Riau Daratan, Bengkulu, Jambi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Kalimantan Barat sesuai daerah pemasarannya. Daerah Pemasaran PT Semen Padang untuk produk semen portland tipe I, Super Masonry Cement (SMC) dan Portland Pozzolan Cement (PPC) meliputi seluruh wilayah provinsi di pulau sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Kalimantan Barat. Sedangkan untuk produk-produk lainnya seperti semen Portland Tipe II, III, V dan Oil Well Cement (OWC) disamping dipasarkan ke daerah yang disebut diatas juga ke daerah lain yang memerlukannya. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT Semen Padang juga mengekspor diantaranya ke Bangladesh, Myanmar, Srilangka, Maldives, Philipina, Singapura, Brunai, Timor-timor, Madagaskar, Kuwait dan lain-lain. Distribusi ke daerah pasar melalui angkutan darat seperti Sumatera Barat, Tapanuli Selatan, Riau Daratan, Bengkulu dan Jambi dikantongkan pada pengantongan Indarung dan yang didistribusikan melalui laut di kantongkan pada pengantongan Teluk Bayur. Disamping pengantongan (Packing Plant) di Teluk Bayur, PT. Semen Padang juga mempunyai pengantongan di Belawan, Batam, Tanjung Priok, Ciwandan, Aceh dan Packing Plant Dumai dalam tahap konstruksi [2]. Bahan dalam pembuatan semen di PT. Semen Padang yaitu [2]: 1. Batu Kapur Batu kapur merupakan sumber Kalsium Oksida (CaO) dan Kalsium Karbonat. Baku kapur ini diambil dari penambangan di Bukit Karang Putih (2 Km dari Pabrik) digunakan sebanyak 81 % 2. Batu Silika Material ini merupakan sumber Silika Analisis Sistem (F. Julasmasari et al.) 121

Oksida dan Aluminium Oksida. Material ini ditambang di Bukit Ngalau (+/- 1,5 Km dari Pabrik) digunakan sebanyak ± 9 % 3. Tanah Liat Tanah liat ditambang di sekitar pabrik (Bukit Atas) pengambilan dilakukan dengan excavator dan ditransportasikan ke pabrik dengan dump truck. Tanah Liat yang terdapat di sekitar pabrik digunakan sebanyak ± 9 % 4. Pasir Besi PT. Semen Padang tidak memiliki area tambang besi tapi membeli dari luar, biasanya dipasok dari PT. Aneka Tambang Cilacap. Kebutuhan pasir besi digunakan sebanyak ± 1 % 5. Gypsum Fungsi Gypsum adalah sebagai zat yang dapat memperlambat proses pengerasan awal dan ditambahkan pada saat penggilingan akhir. Pada penggilingan akhir digunakan Gypsum sebanyak 3-4% yang didatangkan dari Thailand. Gypsum alam dan Gypsum sintetis dari PT Petro Kimia Gresik. 6. Batu Bara Di dalam pembuatan semen, batu bara digunakan sebagai bahan bakar pada Kiln Mill, baik pada pemanasan awal (Preheater) maupun pada proses Kiln itu sendiri. Batu bara yang digunakan diperoleh dari tambang batu bara Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. 2. PERENCANAAN AGREGAT 2.1. Manajemen Permintaan Pelanggan perusahaan didefinisikan sebagai pihak yang membeli dan mengkonsumsi produk perusahaan yang terdiri dari kelompok sebagai berikut: 1. Rumah Tangga 2. Ready Mix Concrete 3. Industri Beton / Pemakai 4. Proyek / Kontraktor Informasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan yaitu distributor. Karena distributor berperan langsung dalam meyalurkan produk perusahaan ke pelanggan. Pengelompokkan distributor utama dilakukan berdasarkan area segmentasi pasar yang disupplai. 2.2. Perencanaan Kapasitas Perencanaan Kapasitas Semen Padang sudah tersebar dengan baik oleh distribution networking dan warehouse perusahaan. Serta Terdiri dari anak perusahaan dan para distributor di berbagai propinsi. Adapun Total kapasitas produksi PT SEMEN PADANG 5.827.500 ton / tahun dengan rincian sebagai berikut : Pabrik indarung II & III : 1.417.500 ton / tahun (Proses Kering) Pabrik indarung IV : 1.732.500 ton / tahun (Proses Kering) Pabrik indarung V : 2.677.500 ton / tahun (Proses Kering) Pabrik indarung I dinonaktifkan sejak bulan oktober 1999, dengan pertimbangan efisiensi dan polusi, karena pabrik yang didirikan pada tanggal 18 maret 1910 ini dengan proses basah. 2.3. Manajemen Kualitas Produk Manajemen kualitas yang dilakukan PT. Semen Padang yaitu dengan pemeriksaan kualitas produk selama proses produksi dilakukan oleh laboratorium proses. Pengendalian kualitas produk inprocces dikoordinasikan dengan unit produksi terkait. Quality assurance oleh biro jaminan kualitas dengan terakreditasi untuk ISO/ IEC 17025. Pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh tim audit dari luar perusahaan dengan melakukan tera ulang dan kalibrasi terhadap alat ukur dan alat uji secara periodik. Melakukan kegiatan audit yang dilakukan audit internal dan eksternal minimal setiap 6 bulan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan manajemen SP, baik itu berupa pedoman, pedoman teknis dan prosedur dan instruksi kerja. Unsur unsur atribut produk adalah kualitas produk, fitur produk dan desain produk. 3. PROSES DAN PENJADWALAN PRODUKSI 3.1. Proses Produksi Secara garis besar prsoes produksi semen melalui 5 tahapan, yaitu : 1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah. 2. Penggilingan dan pencampuran bahan mentah 3. Homogenisasi hasil penggilingan bahan mentah 4. Pembakaran 5. Penggilingan akhir hasil Pembakaran proses utama di pabrik semen terdiri dari tiga tahapan proses: proses produksi campuran bahan baku, proses produksi klinker dan proses produksi semen. Ketiga proses tersebut diterangkan dibawah ini. 122 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 10, No. 1, Apri 2011:121-126

Proses produksi campuran bahan baku: Proses produksi campuran bahan baku memerlukan mill tegak atau mill jenis tabung sebagai mesin utama untuk grinding dan pengeringan. Bahan baku yang dimasukkan terdiri dari batu kapur, batu silika, tanah liat, slag(kerak) tembaga dengan komposisinya masing masing dan produknya adalah campuran bahan baku. Energi listrik digunakan untuk grinding dan gas panas (gas buang Kiln) digunakan untuk pengeringan. Proses ini menghasilkan debu yang ditampung dengan electrostatic precipitators. Produksi klinker: Alat utama untuk produksi klinker adalah Kiln. Proses terdiri dari kalsinasi, pembentukan klinker pada temperatur 1400 derajat Celsius dan pendinginan. Bahan yang dimasukkan adalah campuran bahan baku dan batu bara sebagai bahan bakar. Proses ini mengeluarkan debu klinker yang ditampung dalam electrostatic precipitators dan udara panas dibuang. Produksi semen: Alat utama untuk produksi semen adalah mill bentuk tabung untuk menghaluskan klinker dan Gypsum. Sistem ini menggunakan listrik untuk menjalankan alat. Proses ini mengeluarkan debu semen yang ditampung oleh electrostatic precipiators. 3.2. Penjadwalan Produksi Penjadwalan produksi dilakukan 24 jam perhari secara terus menerus sesuai dengan permintaan dari departemen pemasaran serta kapasitas silo dan gudang. Produksi dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal maintenance dari mesin secara berkala. Persediaan yang dilakukan oleh PT. Semen Padang yaitu berdasarkan kapasitas silo dan gudang untuk mengatasi permintaan meningkat. Apabila permintaan menurun perusahaan akan berheti memproduksi jika silo dan gudang telah penuh. 3.3. Pengukuran Kinerja Produksi Ukuran kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) ditetapkan dengan menggunakan pendekatan Balance Scorecard (BSC) dimana KPIdikelompokkan atas empat perspektif, yaitu Financial, Stakeholders, Internal Process dan Learning & Growth. KPI korporat dan turunannya (KPI unit kerja) disusun dan ditetapkan pada setiap awal tahun melalui mediarapat Kerja Semester I. Pembahasan kinerjapencapaian KPI dilakukan dalam Rapat Koordinasi secara berjenjang sesuai dengan Prosedur Evaluasi Kinerja (PR/PSM/010) yang meliputi Rapat Koordinasi Unit Kerja, Rapat Koordinasi Lintas Departemen, rapatkinerja bulanan perusahaan serta Rapat Kerja Perusahaan. Dalam rapat koordinasi ini, pencapaian kinerja akan dibandingkan dengan KPI dan Sasaran Strategis yangtelah ditetapkan. Rapat koordinasi juga membahas perubahan kondisi internal atau eksternal perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi akan disusun program-program untuk perbaikan kelancaran operasional dan inovasi-inovasi untuk peningkatan kinerja. Evaluasi kinerja ini juga digunakan untuk merumuskan kembali prioritas kegiatan Perusahaan, termasuk perubahanatau penyesuaian KPI dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam RKAP dan Roadmap perusahaan. KPI corporate dan turunannya tersebut dievaluasisetiap 6 bulan sekali pada Rapat Kerja Semester II. Dilakukan oleh masingmasing unit kerja. 4. PENGELOLAAN PEMASOK 4.1. Pemasok Bahan Baku dan Bahan Lainnya Bahan baku merupakan sumber utama untuk mengahsilkan suatu produk bagi setiap perusahaan. Kriteria-kriteria dalam pemilihan pemasok yaitu : 1. Lokasi pemasok Lokasi pemasok merupakan tempat penghasil sumber bahan baku. Sebaiknya lokasi bahan baku dekat dengan perusahaan sehingga biaya transportasi dan lead time yang dibutuhkan kecil. Berikut ini merupakan sumber bahan baku dan lokasi sumber bahan baku untuk mendukung jalannya proses produksi diperusahaan, yaitu : a. Batu Kapur Batu kapur merupakan sumber Kalsium Oksida (CaO) dan Kalsium Karbonat. Baku kapur ini diambil dari penambangan di Bukit Karang Putih (2 Km dari Pabrik). b. Batu Silika Material ini merupakan sumber Silika Oksida dan Aluminium Oksida. Material ini ditambang di Bukit Ngalau (+/- 1,5 Km dari Pabrik). c. Tanah Liat Tanah liat ditambang di sekitar pabrik (Bukit Atas) pengambilan dilakukan dengan excavator dan ditransportasikan ke pabrik dengan dump truck. d. Pasir Besi Analisis Sistem (F. Julasmasari et al.) 123

PT. Semen Padang tidak memiliki area tambang besi tapi membeli dari luar, biasanya dipasok dari PT. Aneka Tambang Cilacap. e. Gypsum Fungsi Gypsum adalah sebagai zat yang dapat memperlambat proses pengerasan awal dan ditambahkan pada saat penggilingan akhir. Gypsum didatangkan dari Thailand. Gypsum alam dan Gypsum sintetis dari PT Petro Kimia Gresik. f. Batu Bara Di dalam pembuatan semen, batu bara digunakan sebagai bahan bakar pada Kiln Mill, baik pada pemanasan awal (Preheater) maupun pada proses Kiln itu sendiri. Batu bara yang digunakan diperoleh dari tambang batu bara Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. 2. Kapasitas Pemasok Kapasitas pemasok untuk menyediakan bahan baku sehingga apabila permintaan meningkat dari perusahaan supplier dapat mengantisipasi dan dapat memenuhi perintaan perusahaan. 3. Kualitas bahan baku Kualitas bahan baku merupakan unsur terpenting bagi perusahaan. Karena akan berpengaruh untuk kualitas produk yang akan dihasilkan perusahaan. 4. Keandalan pengiriman Keandalan pengiriman yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan bahan baku sampai ke perusahaan. 5. Harga Bersaing Perusahaan akan memilih supplier dengan kualitas bagus dan harga minimum. 4.2. Mekanisme Pemilihan Pemasok Proses Bisnis purchasing secara umum di Biro Pengadaan Barang PT Semen Padang dimulai dari user (Bidang Pengendalian Persediaan) mengeluarkan Purchase Requestion (PR) untuk dikirimkan ke Biro Pengadaan. Biro Pengadaan akan mendistribusikan PR yang telah direlease ke masing-masing buyer. Setiap anggota buyer yang telah mendapatkan PR akan langsung memprosesnya dengan melakukan tender. melampirkan aspek teknis dan aspek harga dari barang yang diminta oleh perusahaan. Setelah tender dibuka Biro Pengadaan Barang mengirimkan aspek teknis yang ditawarkan dalam tender untuk dievaluasi kesesuaiannya oleh bidang pengendalian persediaan. Bidang pengendalian persediaan akan melakukan evaluasi teknis terhadap penawaran dan hasil tender dari biro pengadaan barang. Bila ada spesifikasi teknis yang diragukan maka akan terjadi perubahan spesifikasi dari hasil tender. Bila terjadi perubahan spesifikasi barang maka harus dilakukan perubahan permintaan pembelian. Setelah hasil evaluasi diterima oleh biro pengadaan, biro pengadaan akan meminta discount kepada pihak supplier yang menang. Pihak biro akan membuatkan proposal untuk pemesanan pembelian yang biayanya lebih dari 50 juta. Setelah order disetujui, maka pihak Biro Pengadaan Barang akan mengirimkan copy lembaran PO ke pihak Bidang Penerimaan Barang. Bidang Penerimaan Barang menerima dokumen dari Biro Pengadaan Barang tentang pembelian barang lokal maupun impor seperti Bill of Landing (B/L), packing list dan sebagainya. Apabila dokumen tidak lengkap dan legalitasnya tidak benar maka barang yang datang tersebut dapat ditolak langsung oleh petugas penerimaan barang atau dititip sementara untuk menunggu penyelesaian selanjutnya. Apabila dokumen lengkap dan legalitasnya benar maka dilakukan receiving di Systems, Aplications, Product (SAP). Terhadap barang yang lengkap dokumennya maka dilakukan pemeriksaan barang. Barang yang cocok spesifikasinya dengan permintaan dapat diterima. Apabila diragukan maka dibuatkan Surat Permintaan Barang (SPPB) ke Bidang Pengendalian Persediaan. Apabila hasil pemeriksaan SPPB sesuai, anggota akan melihat daftar supplier yang akan diundang di bidder list system SAP dan mengirimkan Request for Quotation (RFQ). supplier harus memberikan balasan (quotation) sebelum tender dilakukan dengan permintaan maka Bidang Penerimaan melakukan inspeksi dan deliver dengan menerbitkan Laporan Penerimaan Barang (LPB). Jika hasil pemeriksaan SPPB tidak sesuai dengan permintaan maka dibuat surat penolakan berupa disposisi dengan melampirkan SPPB dan dikirim ke Biro Pengadaan Barang dan pada sistem dilakukan return receipt 5. LOGISTIK 5.1. Gudang PT. Semen Padang Gudang dalam konteks logistik produk PT. Semen Padang dibagi menjadi dua jenis yaitu: a. Receiving Storage Gudang ini digunakan untuk penerimaan dan penyimpanan semen curah di packing plant yang nantinya akan dipacking menjadi semen sak. Jenis gudang ini terdapat di semua lokasi packing plant PT. Semen Padang, yaitu di di Indarung, Teluk Bayur, Belawan, Batam dan Tanjung Priok, Ciwandan, Aceh dan Dumai b. Warehouse 124 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 10, No. 1, Apri 2011:121-126

Gudang ini adalah tempat penyimpanan produk yang sudah dipacking dan siap dikirim ke distributor. Gudang produk jadi (warehouse) PT Semen padang terdapat di setiap packing plant, yaitu di Indarung, Teluk Bayur, Belawan, Batam dan Tanjung Priok, Ciwandan, Aceh dan Dumai. Selain itu PT.Semen Padang juga memiliki gudang di beberapa lokasi lainnya untuk menunjang distribusi. Rata-rata warehouse yang dimiliki oleh PT.Semen Padang merupakan gudang milik sendiri, dan hanya sedikit yang merupakan gudang sewaan. Keputusan untuk menyewa atau memiliki gudang sendiri tergantung pada parameter biaya, keandalan pengiriman, keamanan, dsb. 5.2. Modal Transportasi dan distribusi PT Semen Padang mendistribusikan semen melalui angkutan laut dalam kemasan sak dan curah. Distribusi ke daerah pasar melalui angkutan darat seperti ke distributor-distributor di wilayah Sumatera Barat, Tapanuli Selatan, Riau Daratan, Bengkulu dan Jambi dikantongkan di Pengantongan Indarung (PPI) dan distribusi melalui angkutan Laut dikantongkan di pengantongan teluk bayur. Disamping pengantongan (Packing Plant) di Indarung dan teluk bayur, PT SEMEN PADANG juga mempunyai paking plant di belawan, batam dan tanjung priok, ciwandan, aceh dan di Dumai. PT Semen Padang (PTSP) juga akan menggunakan angkutan kontainer untuk mendukung kelancaran distribusi semen ke daerah pemasaran (harian Haluan, 16 april 2011). Jasa angkutan container tersebut dikelola oleh PT Djakarta Lloyd (Persero) yang merupakan perusahaan sesama BUMN. Selain memperlancar distribusi semen, angkutan kontainer itu juga diyakini mampu menekan susut semen, sehingga tingkat kehilangan bisa semakin kecil. Apalagi cakupan pasar Semen Padang cukup luas dengan jarak tempuh yang cukup jauh seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Angkutan kapal yang digunakan untuk memasok fasilitas pengantongan tersebut adalah kapal untuk semen curah dan kapal untuk semen bag. Kapal jenis semen curah dikontrak secara time charter dan freight basis. Jumlah kapal yang disewa sekarang adalah 8 kapal dengan kapasitas kapal (tonase) dan tipe kapal yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan biaya pendistribusian sangat tergantung pada keakuratan pengaturan operasional kapal. Pengaturan kapal dengan penjadwalan belum optimal karena adanya faktor-faktor yang sulit dikendalikan saat realisasi di lapangan. 6. KESIMPULAN DAN SARAN PT Semen Padang memiliki jaringan rantai pasok total yang terdiri dari internal supply chain dan eksternal supply chain. internal supply chain adalah aliran bahan dan informasi yang terintegrasi dalam unit bisnis (korporasi) dari pemasok sampai pelanggan dan kadang disebut logistik bisnis. Sedangkan external supply chain adalah aliran bahan dan informasi yang terintegrasi di dalam unit bisnis (corporate) yang melintasi antara pemasok langsung dan pelanggan. Perusahaaan berupaya merubah rantai pasok eksternal menjadi rantai pasok internal, misalnya, mengakuisisi perusahaan kantong semen, perusahaan bahan baku semen (Gypsum, pasir besi, dsb), perusahaan pengadaan dan jasa transportasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan tingkat respon terhadap pelanggan, menjamin kelancaran rantai pasok mulai dari supplier hingga produk sampai ke tangan konsumen dan memaksimasi keseluruhan nilai yang telah diciptakan. SCM memperhatikan hubungan antar unit bisnis, baik internal, maupun eksternal dalam rangka menjamin keberhasilan kegiatan produksi, transportasi, persediaan dan distribusi. Keputusan rantai pasok meliputi keputusan strategis, taktis, dan operasional di setiap rantai pasok yang melibatkan pengadaan, proses produksi, distribusi, dan penjualan. Sinergi antara keputusankeputusan tersebut sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Berbagai keputusan akan menimbulkan konflik sepanjang rantai pasok, sehingga dibutuhkan tawar menawar untuk menghasilkan keputusan akhir. Keputusankeputusan tersebut menyangkut: 1. Perencanaan agregat: Manajemen dan Perencanaan permintaan, perencanaan kapasitas, manajemen kualitas, dsb 2. Proses dan penjadwalan produksi: proses produksi, penjadwalan produksi, Pengukuran kinerja Produksi 3. Pengelolaan pemasok: pemilihan pemasok bahan baku dan bahan lainnya 4. Logistik: pergudangan dan pemilihan modal transportasi. Keputusan rantai pasok meliputi keputusan strategis, taktis, dan operasional di setiap rantai pasok yang melibatkan pengadaan, proses produksi, distribusi, dan penjualan. Sinergi antara keputusan- Analisis Sistem (F. Julasmasari et al.) 125

keputusan tersebut sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Berbagai keputusan akan menimbulkan konflik sepanjang rantai pasok, sehingga dibutuhkan tawar menawar untuk menghasilkan keputusan akhir. Berbagai keputusan ini memerlukan berbagai data dan informasi sebagai inputnya, karena aliran dalam rantai pasok tidak hanya aliran material, namun juga aliran informasi sehingga harus ada manajemen informasi yang baik agar dapat mengelola sistem rantai pasok supaya memberikan hasil sesuai harapan dan tujuan yang diinginkan. PT. Semen padang memiliki sistem pengelolaan data dan informasi didukung dengan sarana IT dan SMSP (pengelolaan dokumen). Data dan informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dikumpulkan dan diintegrasikan melalui aplikasi Enterprise Resource Planning, (ERP) sehingga akurasi, kemutakhiran dan integrasi data dapat terjamin. Adapun saran yang diberikan untuk memperbaiki manajemen rantai pasok PT Semen Padang antara lain PT. Semen Padang harus mempertimbangkan untuk melakukan penambahan kapasitas, dengan mendirikan berbagai fasilitas dan pabrik baru karena kapasitas yang ada sekarang belum mampu memenuhi semua permintaan konsumen. Perbaikan rantai pasok di setiap unit bisnis. Integrasi antara unit-unit bisnis, baik internal, maupun eksternal di sepanjang rantai pasok sangat diperlukan. Akuisisi berbagai unit bisnis yang terdapat di sepanjang rantai pasok. Meningkatkan kinerja, baik efisiensi, efektivitas di setiap decoupling point, yaitu setiap packing plant yang terdapat di beberapa daerah di wilayah Indonesia bagian barat. Penambahan packing plant akan membantu perusahaan untuk perbaikan pengelolaan permintaan dan distribusi. DAFTAR PUSTAKA [1] M. S. Chopra, Strategy Planning and Operation, Supply Chain Management: New Jersey, Prentice Hall, 2001. [2] PT. Semen Padang Book Application Summary. [3] I. N. Pujawan, Supply Chain Management. Surabaya : Penerbit Guna Widya, 2005. 126 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 10, No. 1, Apri 2011:121-126