Perilaku Keorganisasian IT

dokumen-dokumen yang mirip
3. PERILAKU KELOMPOK DAN INTERPERSONAL

PERILAKU KELOMPOK DAN INTERPERSONAL

DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK

BELAJAR MEMBANGUN KOMITMEN KERJASAMA

Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki

teguhfp.wordpress.com HP : Flexi:

Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team

ORGANIZATIONAL BEHAVIOR S T E P H E N P. R O B B I N S

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-1 (UAS)

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-1 (UAS)

BAB I PENDAHULUAN. di tempat bekerja, di pasar, dan sebagainya. Sejalan hal tersebut komunikasi

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 10 KELOMPOK DAN TIM

PENGERTIAN KELOMPOK DAN TIM

DASAR-DASAR PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang

BAB II LANDASAN TEORI

B A B I PENDAHULUAN. yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar,

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang. dan pengalaman masing-masing dalam percakapan tersebut.

Perilaku Keorganisasian IT

BAB I PENDAHULUAN. Mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan bukanlah hal yang

PENTINGNYA KOMUNIKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

12/10/2011 KELOMPOK? PERILAKU BERKELOMPOK & KOMUNIKASI TIPE KELOMPOK

MAKNA NOISE & UMPAN BALIK DALAM KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Vivit Puspita Dewi, 2014

Bernadheta Damaris Mutiara Isya Riska Ardila P Ukhtiani Putri S

KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERSEPSI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA SMA GAMA YOGYAKARTA TAHUN 2009 TESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas

PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam kehidupannya sering dipertemukan satu sama lainnya dalam

Keterampilan Komunikasi. Mendengarkan Bertingkah laku asertif ( tegas, penuh percaya diri ) Menyelesaikan konflik Membaca situasi Melakukan persuasi

Pengertian Kelompok adalah himpunan atau kesatuan manusia yang saling berinteraksi,dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Komunikasi Interpersonal Individu Dengan Ciri-ciri Avoidant

BAB II STUDI PUSTAKA. oleh Gunter K. Stahl, L. A. (2010 : ) berjudul Quality of Communication

BAB V PENUTUP. A. Simpulan. Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi,

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI BAGI PENGEMBANGAN DIRI MAHASISWA

BAB II LANDASAN TEORI. satu. Dari kedua kata itu terbentuk kata benda communion yang dalam. persekutuan, gabungan, pergaulan, hubungan.

METODE KOMUNIKASI TUGAS. Kecakapan Antar Personil. Disusun Oleh : Muhammad Fathurrozak ( ) KELAS 4P45

Bab 2 KAJIAN PUSTAKA. Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu

UA P E P MB M E B LA L J A A J R A A R N A KH K USUS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi menjadi salah satu aktivitas yang sangat penting dan kompleks

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST

BAB I PENDAHULUAN. usaha yang ditandai dengan tumbuh kembangnya organisasi atau perusahaan. Adanya

PENGANTAR MANAJEMEN Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Viraguna Bagoes Oka, M Finc Dharma Iswara Bagoes Oka, M Finc

BAB I PENDAHULUAN. muka atau melalui media lain (tulisan, oral dan visual). akan terselenggara dengan baik melalui komunikasi interpersonal.

PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI

PERILAKU ORGANISASI ADALAH BIDANG INDISIPLINER YANG DITUJUKAN UNTUK MEMAHAMI DAN MENGATUR ORANG UNTUK BEKERJA LEBIH BAIK

Minggu 7: TI4002-Manajemen Rekayasa Industri. Teknik Industri, FTI ITB

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era keterbukaan dan globalisasi yang sudah terjadi sekarang yang

BAB I PENDAHULUAN. canggih ini membutuhkan sarana atau media untuk menyampaikan informasi.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMP PESANTREN IMMIM PUTRA MAKASSAR

Peranan Komunikasi Antarpersona Orang Tua terhadap Kemampuan Penyesuaian Sosial Siswa di Sekolah

BAB II KAJIAN TEORI. yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo, 2005). Komunikasi antar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK. Bab 9 PERILAKU ORGANISASI

Interpersonal Communication Skill

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN & ORGANISASI. Amalia, ST, MT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sejumlah arti. Kata komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communis,

Pengertian Komunikasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga

III. METODE PENELITIAN. yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,

KOMUNIKASI BISNIS & SOSIAL

BAB XIII KELOMPOK KERJA DAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

BAB V PENUTUP. membutuhkan bimbingan serta pengawasan dalam mengunakan gadget. Proses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Everett M. Rogers dalam Mulyana (2012:69) komunikasi adalah

II. LANDASAN TEORI. seluruh faktor yang terdapat di perusahaan. Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,

MEMOTIVASI PIHAK YANG DIAUDIT. Kebutuhan Menjadi Bagian dari Organisasi Menghormati Diri Sendiri dan Orang Lain

KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. informasi baik verbal atau non verbal (Chitty, 2001, dalam Marquis,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. menyampaikan dan memperoleh pesan. Komunikasi selalu akan terjadi dalam

Kecakapan Antar Personal. Mia Fitriawati, S. Kom, M.Kom

BAB II LANDASAN TEORI

PERSEPSI MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FISIP USU TERHADAP PROSES KOMUNIKASI DALAM BIMBINGAN SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN. pengajar muda dan peserta didik di desa tertinggal dalam meningkatkan motivasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Daftar lsi Singkat. Mengembangkan Komunikasi dalam Hubungan. Struktur dari Komunikasi Interpersonal. Sab8. Bab7. Bab1. Bab2. Bab9. Bab3.

Pengertian. Kelompok merupakan kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama. (Aziz.A, 2007)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau hubungannya dengan judul yang akan diteliti yaitu Peranan Komunikasi

partisipan, terutama pihak pengirim komunikasi (komunikator), sering melupakan unsurunsur

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

BAB I PENDAHULUAN. lain dalam kelompok (Bungin, 2006:43). Komunikasi yang terjalin dalam sebuah

Definisi dan Klasifikasi Kelompok

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Komunikasi

KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN UNTUK MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI KEPEMIMPINAN 1

Pertemuan 6 MANAJEMEN PENGELOLAAN S D M

KOMUNIKASI EFEKTIF. By : Lastry. P, SST

Transkripsi:

Perilaku Keorganisasian IT-021251 UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA 2016

Perilaku Kelompok dan Interpersonal

PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI KELOMPOK 1. Kelompok 2. Kelompok Formal 3. Kelompok Informal 4. Kelompok Komando 5. Kelompok Tugas 6. Kelompok Kepentingan 7. Kelompok Persahabatan

1. Kelompok dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu 2. Kelompok formal kelompok kerja bentukan yang didefinisikan oleh struktur organisasi dengan penugasan kerja yang sudah ditentukan. Perilaku-perilaku di dalam kelompok ini ditentukan dan diarahkan ke sasaran organisasi

3. Kelompok Informal tidak terstruktur formal dan tidak ditentukan oleh organisasi, terjadi karena respon terhadap kebutuhan akan hubungan sosial 4. Kelompok komando kelompok yang terdiri dari individu-individu yang melapor langsung kepada manajer tertentu (manajer dan semua bawahannya) 5. Kelompok tugas orang-orang yang secara bersama-sama menyelesaikan tugas

6. Kelompok kepentingan orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan khusus dan yang menjadi perhatian masing-masing 7. Kelompok persahabatan persekutuan sosial yang sering dikembangkan dari situasi kerja, ditetapkan bersama-sama karena memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama

TEORI-TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK Teori Kedekatan (Propinquity) adanya aliansi (ikatan) diantara orang-orang tertentu (karena ruang dan daerahnya) Teori Interaksi (George Homans) berdasarkan pada aktivitas, interaksi dan sentiment (perasaan atau emosi) yang berhubungan secara langsung Semakin banyak aktivitas seseorang dengan orang lain semakin beraneka interaksinya dan semakin kuat tumbuhnya sentimen mereka, semakin banyak kemungkinan aktivitas dan sentiment yang ditularkan maupun yang dipahami

Teori Keseimbangan (Theodore Newcomb) seseorang tertarik kepada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap (seperti: agama, politik, gaya hidup, perkawinan, pekerjaan, otoritas) di dalam menanggapi suatu tujuan Teori Pertukaran ke 3 teori sebelumnya memegang peranan dalam teori ini. Pembentukan kelompok bisa saja terjadi dengan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan sosial. Para pekerja umumnya memiliki keinginan afiliasi kepada pihak lain

Karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok Adanya dua orang atau lebih Berinteraksi satu dengan yang lain Saling berbagi beberapa tujuan yang sama Melihat dirinya sebagai suatu kelompok

ALASAN-ALASAN BERGABUNG KE DALAM KELOMPOK Faktor Keamanan Individu yang berada di dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian Faktor Status Bergabung ke dalam kelompok yang dipandang penting, memberikan pengakuan dan status bagi para anggotanya Faktor harga diri Memiliki harga diri karena menjadi bagian kelompok dan kejelasan status mereka bagi kelompok lain

Faktor Afiliasi (pertalian sebagai anggota) Kelompok bisa memenuhi kebutuhan sosial anggotanya Faktor Kekuasaan Kekuasaan dan kekuatan bisa diraih dengan berada di dalam kelompok yang sulit diperoleh jika sendirian Faktor Pencapaian Sasaran Untuk mencapai sasaran dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang. Ada kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk menyelesaikan pekerjaan

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK 1. Model Lima Tahap a. Tahap pembentukan (forming) dicirikan oleh banyak ketidakpastian mengenai maksud, struktur, dan kepemimpinan kelompok b. Tahap keributan (storming) tahap konflik di dalam kelompok (intragrup) c. Tahap penormaan (norming) tahap di mana berkembang hubungan yang akrab dan kelompok menunjukan sifat kohesif (saling tarik)

d. Tahap Pelaksanaan (performing) tahap berfungsinya struktur dan diterima baik (mengerti dan memahami tugas dan kewajiban masing-masing) e. Tahap Peristirahatan (adjourning) tahap terakhir dalam pengembangan kelompok pada kelompok sementara, dicirikan oleh perhatian ke penyelesaian aktivitas bukannya ke kinerja petugas

2. Model Alternatif Untuk Kelompok Temporer dengan Tenggat Kelompok ini memiliki urutan tindakan (atau bukan tindakan)mereka sendiri yang unik, seperti: Menentukan arah kelompok Fase inersia (lemas tanpa energy) Fase transisi (peralihan) Transisi mengawali perubahan besar Fase inersia kedua mengikuti masa transisi Pertemuan terakhir kelompok dicirikan oleh kegiatan yang sangat terpicu

PENGERTIAN PERILAKU KELOMPOK Perilaku kelompok adalah semua kegiatan yang dilakukan dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling mempengaruhi dan saling bergantung untuk menghasilkan prestasi yang positif baik untuk jangka panjang dan pertumbuhan diri

Faktor-faktor Kesuksesan Kelompok Faktor-faktor yang menyebabkan suatu kelompok lebih sukses dari kelompok lain: kemampuan anggota kelompok, ukuran kelompok, tingkat konflik, dan tekanan internal pada anggota untuk menyesuaikan diri pada norma kelompok Setiap kelompok kerja dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan kondisi internalnya

a. Kondisi Eksternal pada Kelompok Strategi Organisasi tujuan-tujuan organisasi dan caracara untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh manajemen puncak Struktur Otoritas Ketentuan mengenai otoritas yang dimiliki oleh setiap bagian / setiap individu dalam suatu organisasi karena setiap individu atau kelompok memiliki otoritas yang berbeda-beda Peraturan formal aturan, prosedur, kebijakan, dan ragam lain untuk membakukan perilaku karyawan

Sumber Daya Organisasional uang, waktu, bahan mentah atau peralatan yang dialokasikan Proses Seleksi Personil Kriteria-kriteria tertentu dalam proses merekrut karyawan Evaluasi Kinerja dan Sistem imbalan evaluasi terhadap hasil kerja anggota kelompok dan diteruskan dengan sistem ganjaran/imbalan akan hasil evaluasi tersebut Budaya Organisasi standar perilaku yang dapat diterima dengan baik atau yang tidak Tataran fisik kerja berupa landasan kerja yang penting bagi perilaku kelompok kerja

b. Kondisi internal pada Kelompok Sumber daya anggota kelompok Kemampuan kaitannya dengan keterampilan dan relevansi tugas&kinerja Karakteristik Kepribadian kaitannya dengan produktivitas, semangat dan kekohesifan kelompok

STRUKTUR KELOMPOK 1. Kepemimpinan Formal manager, Kepala Satuan Tugas, atau Ketua Komite 2. Peran seperangkat pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki posisi tertentu Identitas Peran Persepsi Peran Pengharapan Peran Konflik Peran

3. Norma standar perilaku yang dapat diterima dengan baik dalam suatu kelompok dan digunakan oleh semua anggota dalam kelompok tersebut 4. Status Status dan norma Kesetaraan Status Status dan Budaya Ukuran 5. Komposisi 6. Kepaduan

PROSES KELOMPOK Sinergi tindakan dua atau lebih substansi yang menghasilkan dampak atau efek yang berbeda dari penjumlahan masingmasing substansi itu Efek Fasilitas Sosial mengacu pada kecenderungan membaik atau memburuknya kinerja sebagai respons atas kehadiran orang lain

PENGERTIAN INTERPERSONAL Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya (Muhammad, 2005)

Fungsi Komunikasi interpersonal Untuk mendapatkan respon/ umpan balik Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan balik Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi (ajakan)

Faktor yang menyebabkan komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan bicaranya: Komunikator a. Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap b. Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup c. Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki

Media a. Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi b. Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu c. Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan d. Hambatan budaya

CIRI-CIRI INTERPERSONAL Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara spontan baik secara verbal maupun non verbal Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para perserta komunikasi Kedekatan hubungan pihak-pihak komunikasi akan tercermin pada jenis-jenis pesan atau respon nonverbal mereka

Tujuan Komunikasi Interpersonal Menemukan diri sendiri Menemukan dunia luar Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti Berubah sikap dan tingkah laku Untuk bermain dan kesenangan

Efektivitas Komunikasi Interpersonal Keterbukaan (Openness) Empati (empathy) kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu Sikap mendukung (supportiveness) Sikap positif (positiveness) Kesetaraan (Equality)

Terima kasih