BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Suryadi Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah kuantitatif karena diperlukan data hasil penelitian mengenai kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang akan mengukur kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Data dari hasil penelitian berupa skor (angkaangka) dan akan diproses melalui pengolahan statistik lalu d ideskripsikan untuk mendapatkan gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah yang digambarkan akan dijadikan sumber dalam penyusunan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha untuk memecahkan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data faktual. Melalui metode ini diharapkan diperoleh gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah beserta indikator-indikator pada masing-masing aspek kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Gambaran dari indikator-indikator ini dianggap sebagai fenomena kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah yang sesungguhnya. Data awal pengukuran kebutuhan penyusunan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa diambil dari kondisi kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Empat tahapan kegiatan program bimbingan yang layak dilaksanakan meliputi sebagai berikut: 1. Tahap pengidentifikasian dilakukan melalui penyebaran angket kepada siswa yaitu identifikasi tentang kemampuan komunikasi interpersonal siswa dan melakukan wawancara informal dengan guru BK mengenai program BK di sekolah. Ingrit Nanisrinuria,2013 Program Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial untuk Interpersonal Siswa Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
2 32 2. Tahap pengembangan program layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial di SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung berdasarkan kajian terhadap data-data hasil pengidentifikasian. 3. Tahap diskusi program hipotetik. Pertimbangan dalam pengembangan program dilakukan untuk menguji kelayakan sebuah program langkah berikutnya adalah mengadakan diskusi dengan dosen dan guru Bimbingan dan Konseling. 4. Tahap penyempurnaan program. Setelah melaksanakan pengembangan dan diskusi, program disempurnakan dan dinyatakan sebagai program yang layak untuk dilaksanakan. B. Definisi Operasional Variabel 1. Komunikasi Interpersonal Dalam penelitian ini, komunikasi interpersonal merujuk pada konsep komunikasi interpersonal yang dikemukakan Devito (2011: 252). Devito mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai komunikasi yang berlangsung diantara dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Komunikasi interpersonal adalah kemampuan yang dimiliki siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung dalam pengiriman pesan yang disertai adanya feedback dalam bentuk keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan sehingga terjalin komunikasi interpersonal yang baik dalam berkomunikasi dilingkungan sekolah. Sub aspek komunikasi interpersonal yang diungkap adalah : a. Keterbukaan Keterbukaan ialah sebagai kemampuan untuk menghilangkan sikap tertutup terhadap masukan-masukan yang datangnya dari orang lain dan membuka diri pada orang lain, dan mengakui perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah milik sendiri dan bertanggung jawab atasnya.
3 33 b. Empati. Empati ialah kemampuan untuk menempatkan dirinya pada posisi atau peranan orang lain. Kemampuan untuk mampu memahami yang dirasakan dan dipikirkan dari sudut pandang orang lain secara emosional maupun intelektual. c. Sikap Mendukung Sikap mendukung adalah sikap yang bertolak belakang dengan sikap defensif (bertahan). Orang yang defensif cenderung lebih banyak melindungi diri dari ancaman dalam situasi komunikasi. Menciptakan suasana yang bersifat mendukung dapat dilakukan dengan menggunakan isyarat-isyarat non verbal seperti tersenyum, menganggukkan kepala, mengedipkan mata, tepuk tangan. Dalam sikap mendukung, seseorang berpikiran terbuka, bersedia mendengar pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah pendapat dan keyakinan apabila keadaan mengharuskan. d. Sikap Positif Seseorang yang bersikap positif dalam komunikasi interpersonal dapat menghargai dirinya sendiri dan orang lain secara positif begitupun yang mempunyai perasaan negatif terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, sikap positif muncul dengan diawali dari adanya penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. e. Kesetaraan Komunikasi interpersonal akan berlangsung secara efektif apabila suasananya setara, yaitu adanya pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan memiliki sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Jadi kesetaraan adalah kesamaan pikiran, ide, pandangan, dan gagasan. Pada kesetaraan, seseorang menerima orang lain apa adanya tanpa harus ada syarat-syarat tertentu. 2. Program Bimbingan Pribadi-Sosial Bimbingan merupakan upaya untuk membantu individu berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya secara bertahap dalam proses yang matang. Bimbingan pribadi-sosial berarti upaya untuk membantu individu dalam
4 34 menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi konflik-konflik dalam diri dalam upaya mengatur dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya, serta upaya membantu individu dalam membina hubungan sosial di berbagai lingkungan (pergaulan sosial). Proses penyusunan program kerja yang dilakukan akan sangat menentukan pada keberhasilan suatu program. Dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling, perencanaan dan perancangan program kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan konselor memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan sebuah rangkaian kegiatan bimbingan dan konseling. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru pembimbing atau konselor sekolah adalah mengelola program bimbingan dan konseling, yaitu: merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan merancang tindak lanjut atau mendesain perbaikan atau pengembangan program bimbingan dan konseling. Pada penelitian, program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah yang dimaksud adalah rancangan layanan bimbingan dan konseling yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi dalam periode tertentu yang direncanakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonalnya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di sekolah. Stuktur program yang dikembangkan dalam penelitian mengacu kepada struktur pengembangan program berbasis tugas perkembangan, yaitu: a) Rasional Program, b) Visi dan Misi, c) Deskripsi Kebutuhan, d) Tujuan, e) Komponen Program, f) Rencana Operasional, g) Pengembangan Tema, h) Pengembangan Satuan Layanan, i) Evaluasi. C. Populasi dan Sampel Penelitian Sugiyono (2012:80) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan
5 35 kemudian ditarik kesimpulannya. Pada populasi kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Bandung tahun ajaran 2012/2013, diambil sampel untuk pengolahan data awal yang akan dijadikan landasan pembuatan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling), maksudnya setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel pengolahan data awal pembuatan program. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel sesuai dengan penjelasan Sugiyono yaitu jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel yang diperlukan dan begitu pula sebaliknya. Sugiyono memberikan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dan populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut: s= λ 2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, dan 10%. P = Q = 0,5. d = 0,05. s= jumlah sampel. (Sugiyono, 2012:87) Berdasarkan asumsi yang dikemukakan Sugiyono, peneliti akan mengambil sampel dengan tingkat kesalahan 5% dari jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung tahun ajaran 2012/2013. Jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung adalah 335 siswa sehingga sampel yang diambil adalah sebanyak 172 siswa yang diambil secara acak dengan menggunakan teknik random sampling. Pengambilan sampel tidak dipilih perkelas melainkan setiap lembar jawaban diberi nomor dan dilakukan pengundian nomor untuk mendapatkan sampel yang dibutuhkan sebanyak 172 siswa. λ 2.N.P.Q d 2 (N-1)+ λ 2.P.Q
6 36 Rincian jumlah populasi dan sampel dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.1 Jumlah Anggota Populasi dan Sampel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Tahun Ajaran Kelas Jumlah VIII-A 35 VIII-B 38 VIII-C 38 VIII-D /2013 VIII-E 37 VIII-F 37 VIII-G 37 VIII-H 37 VIII-I 38 Jumlah Keseluruhan 335 Jumlah Sampel 172 D. Pengumpulan Data Penelitian menggunakan angket pengungkap kemampuan komunikasi interpersonal. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil adapatasi dari angket yang dibuat dan dikembangkan oleh Leni Aelani pada tahun Adapun perubahan dan penambahan indikator yang dilakukan sebagai bentuk pengembangan yaitu pada aspek empati ditambah satu indikator yaitu mampu mendengarkan dan ikut merasakan yang diceritakan dan dialami teman, sikap positif untuk indikator memiliki sikap positif terhadap teman dipecah menjadi dua aspek yaitu memiliki sikap positif terhadap teman yang satu gender dan memiliki sikap positif terhadap teman yang berbeda gender, dan aspek lainnya yang indikatornya mengalami penambahan ialah aspek kesetaraan dengan menambahkan indikator tidak membedakan teman dalam berkomunikasi. Tujuan
7 37 dari penyebaran angket ini ialah untuk mendapatkan gambaran bagaimana perkembangan komunikasi interpersonal antara siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot. Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa ( Sebelum Uji Coba) No Item Aspek Indikator Jml (+) (-) 1. Keterbukaan (openness) 2. Empati (empathy) a. Kemauan untuk membuka diri atas pendapat dan gagasan 1,2,5 3,4 5 yang dimiliki. b. Kemauan memberikan tanggapan terhadap teman secara jujur mengenai sebuah 6,7,9 8, 10 5 gagasan dan pendapat c. Mengakui bahwa pendapat dan pikiran yang dikemukakan merupakan milik sendiri dan beranggungjawab atasnya. 12,14, 15 11,13 5 a. Mampu memikirkan apa yang dipikirkan oleh teman. 17,18 16,19, 20 5 b. Merasakan apa yang dirasakan oleh teman. 21,22, 25 23,24 5 c. Mampu mendengarkan dan ikut merasakan yang diceritakan dan dialami teman 26,27 28,29,30 5
8 38 Aspek 3. Sikap mendukung (supportiveness) 4.Sikap positif (positiveness) Indikator a. Mengungkapkan perasaannya dan tidak melakukan mekanisme pertahanan diri. b. Kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana yang bersifat mendukung. c. Bersedia mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia merubah posisi apabila keadaan mengharuskan. a. Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri No Item (+) (-) Jml 32,33,35 31, ,39 37,38, 40, ,45 42, ,47,50 48,49 5 b. Memiliki sikap positif terhadap teman yang satu gender c.memiliki sikap positif terhadap teman dengan yang berbeda gender 52,54 51,53, ,57 58,59, Kesetaraan (Equality) a. Mengaku semua pihak mempunyai kepentingan yang sama 61,62,64 63,65 5 b. Memberikan penghargaan tidak bersyarat c. Tidak membedakan gender dalam berkomunikasi 68,69,70 66,67, ,75 72,74 4
9 39 Selain penilaian terhadap instrumen, di bawah ini dipaparkan mengenai kisi-kisi penilaian uji kelayakan program, yaitu : Tabel 3.3 Kisi-kisi Penilaian Uji Kelayakan Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Variabel Aspek Indikator Program Bimbingan Pribadi Sosial Landasan Penyusunan Program 1. Dasar Pemikiran 2. Landasan Formal yang digunakan (landasan hukum penyelenggaraan BK) 3. Visi dan Misi BK Sekolah 4. Tujuan Pengembangan Program Proses Penyusunan Program 1. Komponen Layanan a. Layanan dasar bimbingan b. Layanan responsif c. Layanan perencanaan individual d. Dukungan sistem 2. Materi layanan yang digunakan pada masing-masing komponen layanan 3. Personel/pihak yang terlibat 4. Mekanisme kerja antar personel a. Alur kewenangan antar personel b. Alur kerjasama antar personel 5. Sarana dan Prasarana yang digunakan (sarana dan prasarana fisik) 6. Upaya sosialisasi program Evaluasi Program 1. Pendekatan konteks 2. Pendekatan input 3. Pendekatan proses 4. Pendekatan hasil
10 40 E. Uji Coba Alat Ukur Kuesioner sebagai alat pengumpul data yang dipergunakan telah melalui beberapa tahap pengujian, sebagai berikut: 1. Uji Kelayakan Instrumen Kelayakan instrumen diuji dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan instrumen dari segi bahasa, konstruk, dan konten. Penimbangan instrumen dilakukan oleh tiga dosen ahli/dosen dari Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) untuk mengetahui kelayakan instrumen tersebut. Masukan dari tiga dosen ahli dijadikan landasan dalam penyempurnaan alat pengumpul data yang dibuat. Instrumen angket hasil judgement dari dosen ahli, adalah sebagai berikut: Tabel 3.4 Judgement Angket Kesimpulan No Item Jumlah Memadai 1,2,3,4,5,6,7,9,11,12,13,14,16,17,19,21,22,23,26,27,29, 31,33,34,35,36,39,42,44,47,48,49,50,51,53,61,62,63,64,65,67,68,69,70,71,73,74 Revisi 8,10,15,18,20,24,28,30,32,37,38,40,41,45,46,52,54,55, 56,57,58,59,60,66,75 Buang 25,43,72 3 Tambahan - Total 72 Hasil penimbangan menunjukkan terdapat 47 item yang dapat digunakan, 25 item yang perlu direvisi dan 3 item yang harus dibuang karena tidak relevan dengan aspek dan indikator. Dengan demikian, jumlah pernyataan yang digunakan untuk uji coba instrumen ialah sebanyak 72 item. Berdasarkan salah satu pendapat dari dosen ahli, pengambilan data tidak menggunakan Skala Likkert karena dirasa kurang sesuai, sehingga diganti dengan menggunakan Skala Guttman dengan dua opsi jawaban yaitu Ya dan Tidak
11 41 Adapun kisi-kisi instrumen setelah uji kelayakan instrumen dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut : Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa (Setelah Uji Kelayakan Instrumen) No Item Aspek Indikator Jml (+) (-) 1. Keterbukaan a. Kemauan untuk membuka diri (openness) atas pendapat dan gagasan yang dimiliki. b. Kemauan memberikan tanggapan terhadap teman secara jujur mengenai sebuah gagasan dan pendapat c. Mengakui bahwa pendapat dan pikiran yang dikemukakan merupakan milik sendiri dan beranggungjawab atasnya. 2. Empati a. Mampu memikirkan apa yang (empathy) dipikirkan oleh teman. 1,2,5 3,4 5 6,7,9 8, ,14, 15 11, ,18 16,19, Sikap mendukung (supportiveness) b. Merasakan apa yang dirasakan oleh teman. c. Mampu mendengarkan dan ikut merasakan yang diceritakan dan dialami teman a. Mengungkapkan perasaannya dan tidak melakukan mekanisme pertahanan diri. b. Kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana 21,22 23, ,26 27,28, ,32,34 30, ,37, 35,38 39,40 6
12 42 Aspek 4.Sikap positif (positiveness) 5. Kesetaraan (Equality) Indikator yang bersifat mendukung. c. Bersedia mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia merubah posisi apabila keadaan mengharuskan. a. Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri b. Memiliki sikap positif terhadap teman yang satu gender c.memiliki sikap positif terhadap teman dengan yang berbeda gender a. Mengaku semua pihak mempunyai kepentingan yang sama b. Memberikan penghargaan tidak bersyarat c. Tidak membedakan gender dalam berkomunikasi No Item Jml (+) (-) 42, ,45,48 46, ,52 49,51, ,55 56,57, ,60,62 61, ,67,68 64,65, , Uji Keterbacaan Item Sebelum instrumen komunikasi interpersonal diuji validitas eksternal, instrumen terlebih dahulu di uji keterbacaan kepada sampel setara yaitu kepada empat puluh orang siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Baleendah, untuk mengukur keterbacaan instrumen. Setelah uji keterbacaan pernyataan-pernyataan yang tidak dipahami kemudian dilakukan revisi sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat
13 43 dimengerti oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Baleendah dan kemudian dilakukan uji validitas eksternal. Berdasarkan hasil uji keterbacaan, responden dapat memahami dengan baik seluruh item pernyataan yang ada baik dari segi bahasa maupun makna yang terkandung dalam pernyataan. Dengan demikian, dapat disimpulkan seluruh item pernyataan dapat digunakan dan mudah dimengerti oleh siswa kelas Kelas VIII SMP Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung tahun ajaran 2012/2013 sebagai sekolah untuk uji coba instrumen. 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas dan reliabilitas instrumen dapat diketahui setelah dilakukan uji coba instrumen. Uji coba angket dilaksanakan terhadap siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Baleendah. Angket diberikan kepada siswa yang berbeda sekolah dengan subjek penelitian, pemilihan sekolah uji coba didasarkan pada kesamaan karakteristik siswa dan sekolah yang diujicobakan dengan sekolah penelitian. Siswa yang mengikuti uji coba instrumen sebanyak 40 siswa yang dipilih secara acak. Siswa sebelum mengisi angket, terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai cara-cara pengisian angket. a) Uji Validitas Butir Item Uji validitas bertujuan untuk menunjukkan tingkat kesahihan instrumen yang akan digunakan dalam mengumpulkan data penelitian. Uji validitas diuji cobakan pada 60 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Baleendah tahun ajaran 2012/2013. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012: 121). Semakin tinggi nilai validasi soal menunjukkan semakin valid instrumen yang akan digunakan. Pengujian validitas butir item yang dilakukan dalam penelitian adalah seluruh item yang terdapat dalam angket pengungkap komunikasi interpersonal siswa. Validitas butir item yang dilakukan dalam penelitian yang diuji adalah seluruh item yang terdapat dalam angket yang mengungkap komunikasi
14 44 interpersonal siswa. Pengolahan data dalam penelitian dilakukan dengan bantuan program MS. Excel. Pengujian validitas alat pengumpul data menggunakan korelasi biserial titik dengan rumus: Dimana: R pbis = koefisiensi kolerasi bisrial titik Y p R pbis = Y p - Y t S t = rata-rata kelompok p (kesatu) p q (Furqon,2008:108) Y t = rata-rata seluruh subjek S t = simpangan baku untuk seluruh onjek p = proporsi subjek kelompok Satu q = proporsi subjek kelompok dua Pengujian validitas dilakukan terhadap 72 item pernyataan dengan jumlah subjek 60 siswa. Dari 72 item diperoleh 64 item yang valid dan 8 item tidak valid. Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Kesimpulan Item Jumlah Valid 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,17,18,20,21,22,23,24,25 64,26,27,28,29,30,31,32,33,35,36,37,38,39,40,41,42,43,44, 45,46,47,48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,59,60,63,64, 65,66,67,69,70,71,72 Tidak valid 1,16,19,28,34,58,61,62 8 b) Uji Reliabilitas Reliabilitas intrumen ditunjukkan sebagai derajat keajegan (konsistensi) skor yang diperoleh oleh subjek penelitian dengan instrumen yang sama dalam kondisi yang berbeda. Derajat konsistensi diperoleh sebagai proporsi varians skor perolehan subjek. Hasil uji reliabilitas menunjukan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0, artinya tingkat korelasi atau derajat keterandalan sangat tinggi, yang
15 45 menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan sudah baik dan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data. Didapat dari rumus: r i = k k 1 {s t p.q s t } (Sugiyono, 2012:132) berikut : Adapun kisi-kisi instrumen setelah uji coba dapat dilihat pada tabel 3.7 Tabel 3.7 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa (Setelah Uji Validitas) No Item Aspek Indikator (+) (-) 1. Keterbukaan (openness) 2. Empati (empathy) a. Kemauan untuk membuka diri atas pendapat dan gagasan yang dimiliki. b. Kemauan memberikan tanggapan terhadap teman secara jujur mengenai sebuah gagasan dan pendapat c. Mengakui bahwa pendapat dan pikiran yang dikemukakan merupakan milik sendiri dan beranggung jawab atasnya. a. Mampu memikirkan apa yang dipikirkan oleh teman. Jumlah 1,4 2,3 4 5,6,8 7, ,13, 14 10, , b. Merasakan apa yang dirasakan oleh teman. c.mampu mendengarkan dan ikut merasakan yang diceritakan dan dialami teman 18,19 20, ,23 24,25 4
16 46 Aspek 3. Sikap mendukung (supportiveness) 4.Sikap positif (positiveness) 5. Kesetaraan (Equality) Indikator a. Mengungkapkan perasaannya dan tidak melakukan mekanisme pertahanan diri. b. Kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana yang bersifat mendukung. c. Bersedia mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia merubah posisi apabila keadaan mengharuskan. a. Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri b. Memiliki sikap positif terhadap teman yang satu gender c.memiliki sikap positif terhadap teman dengan yang berbeda gender a. Mengaku semua pihak mempunyai kepentingan yang sama b. Memberikan penghargaan tidak bersyarat c. Tidak membedakan gender dalam berkomunikasi No Item (+) (-) Jumlah 27,28 26, ,33 31,32, 34, , ,40,43 41, ,47 44,46, ,50 51, , ,59,60 56,57, ,63 3
17 47 4. Penyusunan Program Bimbingan Pribadi Sosial Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Dalam penelitian. proses penyususnan program bimbingan pribadi sosial terdiri dari tiga langkah, yaitu : a. Penyusunan Program Dimulai dengan melakukan analisis terhadap data yang diperoleh mengenai gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah dan indikator-indikator kemampuan komunikasi interpersonal siswa serta didukung hasil pengamatan mengenai program BK di sekolah. Dasar dalam penyusunan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan kemampuan komunikasi interpersonal siswa diperoleh dari gambaran indikator-indikator komunikasi interpersonal. Penyusunan program terdiri dari aspek-aspek antara lain landasan penyusunan program, proses penyusunan program dan evaluasi program. b. Validasi Program Validasi adalah langkah berikutnya setelah penyusunan program. Validasi terhadap program yang telah disusun dilakukan oleh dosen ahli program dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Hasil validasi program merupakan pedoman untuk melakukan revisi dan perbaikan untuk menyusun program bimbingan pribadi sosial yang tepat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Proses validasi program diawali dengan penimbangan kisi-kisi penilaian uji kelayakan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. c. Penyusunan Program Hipotetik Penyusunan rumusan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa, dilakukan dengan berdasar pada hasil penelitian dan hasil validasi program pada dosen. Rumusan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa dijadikan rekomendasi bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
18 48 5. Analisis Data a. Verifikasi data Verifikasi data adalah suatu langkah pemeriksaan terhadap data yang diperoleh dalam rangka pengumpulan data, sehingga verifikasi data bertujuan untuk menyeleksi atau memilih data yang memadai untuk diolah. Dari hasil verifikasi diperoleh data yang diisikan responden menunjukkan kelengkapan dan cara pengisian yang sesuai dengan petunjuk, atau jumlah data sesuai dengan subjek dan keseluruhan data memenuhi persyaratan untuk dapat diolah. b. Penyekoran Data yang ditetapkan untuk diolah kemudian diberi skor untuk setiap jawaban sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan. Instrumen pengumpul data menggunakan skala Guttman yang menyediakan dua alternatif jawaban. Secara sederhana, tiap opsi alternatif respons mengandung arti dan nilai skor seperti tertera pada tabel dibawah ini: Tabel 3.8 Pola Skor Opsi Alternatif Respons Model Pure Choice (Guttman) Skor Alternatif Pernyataan Respons Ya Tidak Favorable (+) 1 0 Un-Favorable (-) 0 1 Pada alat ukur, setiap item diasumsikan memiliki nilai 0-1 dengan bobot tertentu. Bobotnya ialah : 1) Untuk pilihan jawaban Ya memiliki skor 1 pada pernyataan positif atau skor 0 pada pernyataan negatif. 2) Untuk pilihan jawaban Tidak memiliki skor 0 pada pernyataan positif dan skor 1 pada pernyataan negatif.
19 49 c. Pengolahan Data Data yang diperoleh akan diolah dan menjadi landasan dalam pembuatan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Gambaran umum karakteristik sumber data penelitian yaitu kemampuan komunikasi interpersonal siswa yang akan dijadikan landasan dalam pembuatan program bimbingan terlebih dahulu dilakukan pengelompokan data menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penentuan kelompok siswa dengan menggunakan panjang interval sebagai acuan rentang nilai pada tiap kategorinya dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Menghitung skor total masing-masing responden. 2) Menghitung panjang (rentang) kelas. 3) Menentukan rentang dalam tiap kategori (tinggi, sedang, dan rendah). 4) Mengelompokan data sampel menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. d. Pengolahan Data untuk Pengembangan Program Hasil pengolahan data kemampuan komunikasi interpersonal siswa yang dijadikan landasan dalam pembuatan program bimbingan terlebih dahulu dilakukan pengelompokan data menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah dengan patokan seperti tabel di bawah ini: Tabel 3.9 Konversi skor mentah menjadi skor matang dengan batas aktual Skala skor mentah Kategori Skor X > µ + 1,0 ơ Tinggi µ - 1,0 ơ X µ + 1,0 ơ Sedang X > µ - 1,0 ơ Rendah Hasil pengelompokan data berdasarkan kategori dan interpretasinya dapat dilihat pada tabel berikut:
20 50 Tabel 3.10 Interpretasi Skor Kategori Komunikasi Interpersonal Kategori Skor Interpretasi Tinggi >44 (tinggi) Sedang 22 s/d 43 (Sedang) Rendah <22 (rendah) Siswa yang termasuk dalam kategori tinggi mampu mencapai tingkat komunikasi interpersonal yang optimal pada setiap aspeknya, yaitu memiliki kemampuan yang tinggi terhadap pengiriman pesan disertai adanya feedback dalam bentuk keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Siswa yang termasuk dalam kategori sedang mampu mencapai tingkat komunikasi interpersonal yang sudah cukup optimal yaitu kemampuan yang sedang terhadap pengiriman pesan atau informasi dengan adanya feedback yang diwujudkan dalam bentuk keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Siswa yang termasuk dalam kategori rendah telah mencapai tingkat komunikasi interpersonal yang dapat dikatakan tidak optimal pada setiap aspeknya, yaitu rendahnya kemampuan terhadap pengiriman pesan atau informasi disertai adanya feedback baik dalam bentuk keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Berdasarkan tabel 3.9 menunjukkan dari hasil penelitian, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Tahun Ajaran 2012/2013 membutuhkan upaya pemberian layanan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonalnya
21 51 yaitu berupa layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual dan dukungan sistem. Pemberian layanan difokuskan berdasarkan kualifikasi dari interpretasi skor kategori komunikasi interpersonal. 6. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian meliputi langkah berikut : a. Studi pendahuluan di SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada tanggal 14 februari b. Membuat proposal penelitian dan mengkonsultasikannya dengan dosen mata kuliah Metode Riset Bimbingan Konseling. c. Proposal penelitian yang telah disahkan oleh dosen mata kuliah diserahkan dengan persetujuan dari dari dewan skripsi, calon dosen pembimbing skripsi serta ketua jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. d. Mengurus surat permohonan pengangkatan dosen pembimbing skripsi pada tingkat fakultas. e. Mengajukan permohonan izin penelitian dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang memberikan rekomendasi untuk melanjutkan ke tingkat Fakultas dan Rektor UPI. Kemudian surat izin penelitian yang telah disahkan kemudian disampaikan pada kepala sekolah SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. f. Menyusun instrumen penelitian berikut penimbangannya kepada tiga orang dosen ahli dari jurusan PPB. g. Melakukan uji coba angket dan keterbacaan soal kepada 60 siswa kelas VIII dari sekolah lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan sekolah yang akan diteliti dalam hal ini sekolah yang dimaksud adalah SMP Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung pada tanggal 12 September h. Mengumpulkan data dengan menyebarkan angket pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 pada tanggal 25 dan 27 September 2012.
22 52 i. Mengolah dan menganalisis data dari hasil angket komunikasi interpersonal yang telah disebarkan. j. Pembuatan program bimbingan hipotetik berdasarkan hasil analisis data deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal siswa dengan mempertimbangkan program yang ada di sekolah. k. Diskusi dengan dosen dan guru Bimbingan dan Konseling mengenai kelayakan program bimbingan hipotetik. l. Penyempurnaan program berdasarkan hasil diskusi dan penilaian yang telah dilakukan, sehingga program tersebut layak untuk dilaksanakan.
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif karena
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif karena diperlukan hasil penelitian mengenai motivasi berprestasi siswa. Pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan yang memungkinkan
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif mengutamakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan yang memungkinkan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan, Metode dan Teknik Pengumpulan Data
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan, Metode dan Teknik Pengumpulan Data 1. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (Syaodih, 2005:164)
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif menurut Sugiyono disebut sebagai metode positivistik
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dan kuantitatif.
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif yaitu penelitian yang memungkinkan dilakukannya observasi,
BAB III METODE PENELITIAN. Pada Bab tiga ini, dibahas hal-hal yang berkaitan dengan metode
55 BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab tiga ini, dibahas hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian. Pokok bahasan yang diungkap adalah metode penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang yang bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan, Metode, dan Desain Penelitian. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan, Metode, dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu pendekatan yang menghasilkan data hasil
3. Belum ada yang meneliti tentang kesadaran gender siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung tahun ajaran 2013/2014.
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 15 Bandung. Sekolah ini beralamat di Jalan Dr. Setiabudhi No
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi yang dijadikan tempat penelitian adalah Negeri 5 Bandung yang berlokasi di Jl. Sumatra No. 40 Bandung. Sekolah Menengah Pertama () 5 Bandung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian Penelitian mengambil lokasi di SMA Ciledug Al Musaddadiyah Garut yaitu sekolah bernuansa islami yang berlokasi di Jl. Mayor Syamsu No.
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif mengutamakan objektifitas
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian mengenai program bimbingan melalui strategi kelompok untuk meningkatkan penyesuaian diri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, untuk selanjutnya dideskripsikan agar mendapatkan gambaran keterampilan penyesuaian sosial peserta
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini diuraikan secara jelas mengenai pendekatan dan metode
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan secara jelas mengenai pendekatan dan metode penelitian yang digunakan, langkah-langkah penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu suatu pendekatan ilmiah yang dirancang untuk menjawab pernyataan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, tujuan dari metode deskriptif adalah untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan kompetensi
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif, yaitu
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif, yaitu suatu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan data
57 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan data hasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian adalah MTs Al Inayah yang berlokasi di jalan cijerokaso No.63 Kelurahan Sarijadi Bandung, Kecamatan Sukasari Bandung. MTs Al
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi pelaksanaan penelitian yaitu di MA Negeri 1 Bandung yang beralamat di Jln. H. Alpi Cijerah Bandung. 3.1.2
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi Pada penelitian ini populasi penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung tahun ajaran 2012/201, hal ini merujuk pada pendapat
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Alasan pengambilan pendekatan kuantitatif sebagai pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengembangan (research and development) dalam upaya menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN Bab tiga menyajikan rancangan alur penelitian yang dilaksanakan, diawali dengan menentukan desain penelitian yang diterapkan, penyusunan instrumen dan instrumen yang digunakan,
BAB III METODE PENELITIAN. kuantatif. Kuantitatif merupakan pendekatan yang memungkinkan dilakukan
62 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantatif. Kuantitatif merupakan pendekatan yang memungkinkan dilakukan pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif sebagai pendekatan ilmiah yang didisain untuk menjawab pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan, Metode dan Desain Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal
BAB III METODE PENELITIAN
46 A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah untuk menghasilkan program latihan asertif dalam konseling
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab pendahuluan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan program latihan asertif dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan
63 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk memungkinkannya pencatatan dan analisis
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran karier peserta didik. Sugiyono menjelaskan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian bertempat di Pondok Pesantren Putri Assa adah yang terletak di jalan Kebon Melati No.2 Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pendekatan ini memnungkinkan dilakukannya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi atau Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri se-kota Bandung pada tahun pelajaran 2012/2013. Subjek populasi atau sampel penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini membahas tentang pendekatan dan metode penelitian, definisi
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang pendekatan dan metode penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel penelitian, pengembangan data dan instrumen penelitian, uji coba
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini SMP Negeri 10 Bandung yang terletak di jl. Dewi Sartika, belakang Kebon Kalapa ITC. 1. Populasi Penelitian Populasi adalah wilayah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang memungkinkan dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan analisis statistik untuk mengetahui tingkat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan
BAB III METODE PENELITIAN
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari penafsiran yang berbeda maka diperlukan penjelasan mengenai beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian melalui definisi operasional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel
BAB III METODE PENELITIAN. teori yang dikembangkan oleh Coloroso (2006:43-44), yang mengemukakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Variabel. Perilaku Bullying Secara operasional, definisi bullying dalam penelitian ini mengacu pada teori yang dikembangkan oleh Coloroso (006:43-44),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bandung yang beralamat di Jalan Belitung No. 8 Kota Bandung. Populasi penelitian adalah siswa berbakat
BAB III METODE PENELITIAN. variabel bebas yaitu supervisi akademik pengawas sekolah (X 1 ), komunikasi. terikat kinerja guru dalam pembelajaran (Y).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menguji kausalitas (pengaruh) regresi dengan metode survei. Variabel penelitian meliputi tiga variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Eksperimen, dan desain eksperimen yang digunakan adalah One Group Pretes- adalah pretes.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Pre Eksperimen, dan desain eksperimen yang digunakan adalah One Group Pretes- Postes Design
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, mulai dari lokasi penelitian, populasi, sampel, teknik penelitian, teknik analisis data, dan prosedur pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan desain penelitian, lokasi, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan prosedur
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experiment). Menurut Suryabrata (2010 : 92) tujuan
41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Menurut Suryabrata (2010 : 92) tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 7 Baleendah Kab. Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena
BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. 1) Variabel Terikat (Dependent): Konflik Kerja (Y)
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Korelasi (hubungan) dalam penelitian ini, digunakan untuk melihat hubungan antar variabel yang digunakan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,
III. METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Menurut Narbuko (2007:
48 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Menurut Narbuko (2007: 44) penelitian deskriptif adalah: penelitian yang berusaha untuk menggambarkan
BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan kuantitatif. Menurut Sukmadinata (2009: 53) pendekatan kuantitatif merupakan bentuk penelitian
