SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX

dokumen-dokumen yang mirip
HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

Pembentukan -aljabar Komutatif dan Implikatif dari Sebuah Lapangan. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang

1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan

Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL

HUBUNGAN BENTUK-BENTUK KHUSUS K-ALJABAR HIPER IMPLIKATIF

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES

PERLUASAN DARI RING REGULAR

Teorema-Teorema Utama Isomorphisma pada Near-Ring

URUTAN PARSIAL PADA SEMIGRUP DAN PADA KELAS- KELAS DARI SUATU SEMIGRUP

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL PRIME IDEAL AND MAXIMAL IDEAL IN A POLYNOMIAL RING

DUAL DARI SUATU GRUP. Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang

SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA. ABSTRAK Suatu gelanggang R disebut gelanggang Noetherian jika memenuhi sifat :

SIFAT-SIFAT LANJUT NEUTROSOFIK MODUL. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

2 G R U P. 1 Struktur Aljabar Grup Aswad 2013 Blog: aswhat.wordpress.com

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN

R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING

Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA. Yogyakarta, 14 November Penyelenggara : FMIPA UNY

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru

Sifat Lapangan pada Bilangan Kompleks

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar

TM-ALJABAR DAN ASPEK-ASPEK TERKAIT

ORDER UNSUR DARI GRUP S 4

SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH. Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstact. Keywords : extension fields, elemen algebra

ANTI SUBGRUP FUZZY. Kata Kunci: Lower level subset, Anti subgrup fuzzy, Lower Level Subgrup.

Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya

STRUKTUR ALJABAR: RING

IDEAL DIFERENSIAL DAN HOMOMORFISMA DIFERENSIAL. Na imah Hijriati, Saman Abdurrahman, Thresye

K-ALJABAR. Iswati dan Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275

KLASIFIKASI NEAR-RING Classifications of Near Ring

STRUKTUR ALJABAR. Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TEORI HEMIRING ABSTRAK

Syarat Perlu Dan Cukup Subaljabar Merupakan Ideal di Dalam Aljabar BCI

IDEAL FUZZY NEAR-RING. Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye

Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO

I. PENDAHULUAN. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara historis

IDEAL DAN SIFAT-SIFATNYA

Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

FUNGTOR KONTRAVARIAN DAN KATEGORI ABELIAN

GRAF PANGKAT PADA SEMIGRUP. Nur Hidayatul Ilmiah. Dr. Agung Lukito, M.S.

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH

UNNES Journal of Mathematics

PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

GRUP HINGGA NILPOTENT. Patma dan Hery Susanto Universitas Negeri Malang

MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

KAJIAN BENTUK-BENTUK IDEAL PADA SEMIRING

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan

RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

Restia Sarasworo Citra 1, Suryoto 2. Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

Semi Modul Interval [0,1] Atas Semi Ring Matriks Fuzzy Persegi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan mengenai konsep teori grup, teorema lagrange dan

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

Jln. Prof. H.Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang 1. PENDAHULUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru

II. TINJAUAN PUSTAKA. Diberikan himpunan dan operasi biner disebut grup yang dinotasikan. (i), untuk setiap ( bersifat assosiatif);

Buku 1: RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester)

SEKILAS TENTANG KONSEP. dengan grup faktor, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya sebelum

PENGENALAN KONSEP-KONSEP DALAM RING MELALUI PENGAMATAN Disampaikan dalam Lecture Series on Algebra Universitas Andalas Padang, 29 September 2017

K-ALJABAR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam

DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL ATAS RING KOMUTATIF

II. TINJAUAN PUSTAKA. modul yang akan digunakan dalam pembahasan hasil penelitian.

KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN

SUBGRUP FUZZY ATAS SUATU GRUP

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengidentifikasi dan mengenal sifat-sifat dasar suatu Grup

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN. Winarsih 1, Suryoto 2. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP

DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL

0,1,2,3,4. (e) Perhatikan jawabmu pada (a) (d). Tuliskan kembali sifat-sifat yang kamu temukan dalam. 5. a b c d

SIFAT-SIFAT BI- -IDEAL PADA -SEMIGRUP Romi Setiawardi 1, Y.D. Sumanto 2, Suryoto 3

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan konsep dasar (pengertian) tentang bilangan sempurna,

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

KATA PENGANTAR. Semarang, Desember Penulis

PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT

KARAKTERISTIK KOPRODUK GRUP HINGGA

Transkripsi:

SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX Kristi Utomo 1, Nikken Prima Puspita 2, R. Heru Tjahjana 3, Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang kristiu24@gmail.com ABSTRACT. For any group (G, ), subgroup H of G is called c-normal subgroup if there exist a normal subgroup N of G such that H N = G and H N H G where H G is maximal normal subgroup of G which is contained in H. On the other side, for each ring (R, +, ), subring H of R is called H R -max subring if there exist an ideal N of R such that H + N = R and H N H R where H R is maximal ideal of R which is contained in H. Subgroup normal H of G is c-normal subgroup if and only if H is maximal normal subgroup and ideal H of R is H R -max subring if and only if H is maximal ideal. Every group and ring is c-normal subgroup and H R -max subring of itself. Keywords: maximal normal subgroup, c-normal subgroup, maximal ideal, H R -max subring. I. PENDAHULUAN Teori grup dan ring merupakan dua struktur aljabar yang paling banyak dipelajari. Dalam perkembangannya muncul berbagai konsep baru yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan. Grup merupakan suatu himpunan tak kosong G, dengan suatu operasi biner ( ) yang memenuhi kondisi: (1) G memenuhi sifat asosiatif, (2) eksistensi elemen identitas, (3) eksistensi elemen invers [1]. Ring merupakan himpunan tak kosong R dengan dua operasi biner, yaitu penjumlahan (+) dan perkalian ( ), dan memenuhi kondisi: (1) R merupakan grup abelian terhadap operasi penjumlahan, (2) R merupakan semigrup terhadap operasi perkalian, (3) memenuhi sifat distributif kiri dan distributif kanan terhadap operasi penjumlahan dan perkalian [2]. Beberapa konsep yang merupakan pengembangan dari teori grup dan ring adalah subgrup c-normal dan subring H R -max. Konsep subgrup c-normal pertama kali dipopulerkan oleh Yanming Wang [3] pada tahun 1994. Subgrup H disebut subgrup c-normal dari grup G, jika terdapat subgrup normal N dari G sedemikian sehingga H N = G dan H N H G, dengan H G merupakan subgrup normal maksimal dari G yang termuat di dalam H. Konsep subgrup c-normal pada grup menjadi dasar pemikiran terbentuknya struktur pada ring yang disebut subring H R -max yang dikemukakan oleh Yildiz Aydin dan Ali Pancar [4]. Subring H disebut subring H R -max, jika terdapat ideal N atas R sedemikian sehingga H + N = R dan H N H R, dengan H R merupakan ideal maksimal atas R yang termuat di dalam H.

II. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Subgrup C-normal Subgrup c-normal merupakan bentuk khusus dari subgrup yang diperoleh dari pengaitan antara subgrup dan subgrup normal dari suatu grup. Definisi 2.1.1 [3] Diberikan grup (G, ) dan H subgrup dari G. Subgrup H disebut subgrup cnormal dari grup G asalkan terdapat subgrup normal N dari grup G sedemikian sehingga H N = G dan H N H G, dimana H G adalah suatu subgrup normal maksimal dari G yang termuat dalam H. Setiap subgrup normal maksimal merupakan subgrup c-normal, seperti yang diberikan dalam teorema berikut: Teorema 2.1.2 Diberikan grup (G, ) dan H subgrup normal dari G. Subgrup normal H merupakan subgrup c-normal dari G jika dan hanya jika H merupakan subgrup normal maksimal dari G. Diketahui H merupakan subgrup c-normal dari G, maka terdapat subgrup normal N dari G sedemikian sehingga H N = G dan H N H G. Oleh karena H G adalah subgrup normal maksimal dari G yang termuat di dalam H, maka haruslah H G = H. Dengan demikian H merupakan subgrup normal maksimal dari G. Sebaliknya, diketahui H adalah subgrup normal maksimal dari G. Oleh karena H G merupakan subgrup normal maksimal dari G yang termuat di dalam H, maka H = H G. Dengan demikian dapat ditunjukkan bahwa terdapat subgrup normal N = G sedemikian sehingga H G = G dan H G H = H G. Jadi terbukti bahwa H merupakan subgrup c-normal dari G. Berikut ini diberikan akibat dari Teorema 2.1.2 yang menerangkan subgrup normal sebagai subgrup c-normal dan grup grup faktornya: Akibat 2.1.3 Diberikan grup (G, ) dan H merupakan subgrup normal dari G. Subgrup normal H merupakan subgrup c-normal dari G jika dan hanya jika grup faktor G H adalah grup simple. Diketahui subgrup normal H merupakan subgrup c-normal dari G. Berdasarkan Teorema 3.2, H merupakan subgrup normal maksimal dari G. Oleh karena H merupakan subgrup normal

maksimal, maka grup faktor G H adalah grup simple. Sebaliknya, diketahui grup faktor G H adalah grup simple, maka H merupakan subgrup normal maksimal dari G. Oleh karena H merupakan subgrup normal maksimal, maka berdasarkan Teorema 2.1.2, H merupakan subgrup c-normal dari G. Berikut ini diberikan lemma mengenai pengaitan antara beberapa subgrup dari suatu grup dan grup faktor: Lemma 2.1.4 [4] Diberikan grup (G, ) dan A, B, C merupakan subgrup dari G. Jika A C, maka C (A B) = A (C B). Lemma 2.1.5 [4] Diberikan grup (G, ) dan H adalah subgrup dari G sedemikian sehingga K H G dengan K adalah subgrup normal dari G yang memenuhi K N G dimana N adalah subgrup normal dari G. Grup G = H N jika dan hanya jika G K = (H (N. faktor: Berikut ini diberikan teorema mengenai grup faktor dan subgrup c-normal dari grup Teorema 2.1.6 [3] Diberikan grup (G, ), H subgrup dari G dan K adalah subgrup normal dari G yang memenuhi K H. Subgrup H merupakan subgrup c-normal dari G jika dan hanya jika H K adalah subgrup c-normal dari G K. Diketahui H merupakan subgrup c-normal dari G, maka terdapat subgrup normal N dari G sedemikian sehingga G = H N dan H N H G. berdasarkan Lemma 2.1.5 diperoleh G K = (H ((N. Berdasarkan Lemma 2.1.4 diperoleh (H (N ) K = (K (H N)) K (K H G ) K dengan (K H G ) K merupakan subgrup normal maksimal dari G K yang termuat di dalam H K. Dengan demikian diperoleh (H G K = (K H G ) K sedemikian sehingga (H ((N (H G K. Jadi, terbukti bahwa H K adalah subgrup c-normal dari G K. Sebaliknya diketahui H K adalah subgrup cnormal dari G K, maka terdapat ideal N K sedemikian sehingga G K = (H (N dan (H (N (H (H (N (H subgrup c-normal dari G. G K G K. Dari Lemma 2.1.5 diperoleh G = H N. Oleh karena, diperoleh H N H G. Jadi, terbukti bahwa H adalah Selanjutnya diberikan definisi dan teorema mengenai grup yang tidak memiliki subgrup c-normal kecuali {e} dan dirinya sendiri:

Definisi 2.1.5 [1] Diberikan grup (G, ). Grup G disebut c-simple asalkan G tidak mempunyai subgrup c-normal kecuali {e} dan G sendiri. Teorema 2.1.6 [1] Diberikan grup (G, ). Grup G merupakan c-simple jika dan hanya jika G adalah grup simple. Diketahui G adalah grup c-simple, maka subgrup c-normal dari G hanya {e} dan G sendiri. Oleh karena subgrup c-normal dari G hanya {e} dan G sendiri, maka {e} merupakan subgrup normal maksimal dari G. Oleh karena {e} merupakan subgrup normal maksimal, maka tidak ada subgrup normal lain yang memuat {e} kecuali G dan {e} sendiri. Dengan demikian subgrup normal dari G hanya {e} dan G sendiri. Jadi terbukti bahwa G adalah grup simple. Sebaliknya, diketahui G merupakan grup simple. Oleh karena G adalah grup simple, maka {e} merupakan satu-satunya subgrup normal maksimal dari G. Misalkan G bukan grup c-simple, maka terdapat subgrup c-normal H dari G dengan {e} < H < G. Terdapat subgrup normal N = G, sedemikian sehingga H N = G dan H N H G dengan H G merupakan subgrup normal maksimal dari G yang termuat di dalam H. Oleh karena satu-satunya subgrup normal maksimal dari G hanyalah {e}, maka H G = {e}. Oleh karena H G = {e} H dan H N = H G = H {e}, maka H = {e}. Hal ini kontradiksi dengan pengandaian bahwa G bukan csimple grup. Jadi terbukti bahwa G adalah c-simple grup. 2.2 Subring H R -max Subring H R -max merupakan merupakan bentuk khusus dari subring dari suatu ring yang diperoleh dari pengaitan antara subring dengan ideal. Definisi 2.2.1 [5] Diberikan ring (R, +, ) dan H subring dari R. Subring H disebut subring H R -max dari ring R asalkan terdapat ideal N dari ring R sedemikian sehingga H + N = R dan H N H R, dimana H R adalah ideal maksimal dari R yang termuat dalam H. Setiap ideal maksimal dari suatu ring merupakan subring H R -max, seperti yang diberikan dalam teorema berikut: Teorema 2.2.2 [5] Diberikan ring (R, +, ) dan H sebagai ideal dari ring R. Ideal H merupakan subring H R -max dari R jika dan hanya jika H adalah ideal maksimal dari R. Diketahui ideal H merupakan subring H R -max dari ring R, maka terdapat ideal N dari R sedemikian sehingga H + N = R dan H N H R. Oleh karena H R adalah ideal maksimal

dari R yang termuat di dalam H maka haruslah H R = H. Jadi terbukti bahwa H adalah ideal maksimal dari R. Sebaliknya, diketahui H adalah ideal maksimal dari R. Oleh karena H R merupakan ideal maksimal dari R yang termuat di dalam H, maka H R = H. Selanjutnya terdapat ideal R sedemikian sehingga H + R = R dan H R H R. Jadi, terbukti bahwa H merupakan subring H R -max dari ring R. Berikut ini diberikan beberapa akibat dari Teorema 2.2.2 yang menerangkan hubungan ideal, ring faktor dan subring H R -max: Akibat 2.2.3 [5] Jika (R, +, ) merupakan ring dengan elemen satuan, maka setiap ideal dari R termuat di dalam subring H R -max dari R. Diketahui R ring dengan elemen satuan, maka R memiliki minimal dua ideal trivial. Oleh karena setiap ideal dari R termuat dalam suatu ideal maksimal dan berdasarkan Teorema 2.2.2 setiap ideal maksimal dari R adalah subring H R -max dari R, maka ideal dari R termuat di dalam subring H R -max. Jadi terbukti bahwa setiap ideal dari R termuat di dalam subring H R -max dari R. Akibat 2.2.4 [5] Diberikan ring (R, +, ) dan H merupakan ideal dari R. Ideal H merupakan subring H R -max dari R jika dan hanya jika ring faktor R H adalah ring simple. Diketahui ideal H merupakan subring H R -max dari R, maka berdasarkan Teorema 2.2.2 H adalah ideal maksimal dari R. Oleh karena H adalah ideal maksimal, maka R H merupakan lapangan. Oleh karena R H lapangan, maka ideal dari R H hanya {0} dan R H. Jadi terbukti bahwa R H merupakan ring simple. Sebaliknya, diketahui R H adalah ring simple, maka ideal dari R H hanya R R = {e } dan R H. Oleh karena ideal dari R H hanya R R = {e } dan R H, maka R H merupakan lapangan. Oleh karena R H adalah lapangan, maka H merupakan ideal maksimal dari R. Berdasarkan Teorema 2.2.2, H merupakan subring H R - max dari R. Berikut ini diberikan beberapa lemma mengenai pengaitan subring dengan subring, subring dengan ideal, dan ring faktor: Lemma 2.2.5 [4] Diberikan ring (R, +, ) dan A, B, C adalah subring dari R. Jika B C, maka (A + B) C = (A C) + B.

Lemma 2.2.6 [4] Diberikan ring (R, +, ). Jika A adalah subring di R dan B suatu ideal di R, maka A B adalah ideal dari A. Lemma 2.2.7 [4] Diberikan ring (R, +, ) dan H adalah subring dari R sedemikian sehingga K H R dengan K adalah ideal yang memenuhi K N R dimana N adalah ideal dari R. Ring R = H + N jika dan hanya jika R K = (H + (N. local subring: Berikut ini diberikan teorema mengenai subring H R -max dari suatu ring dan suatu Teorema 2.2.8 [5] Diberikan ring (R, +, ). Diketahui H subring dari R dan K adalah local ring yang memenuhi H K R. Jika H adalah subring H R -max dari R, maka H adalah subring H K -max dari K. Misalkan H merupakan subring H R -max dari R dan H K R, maka terdapat ideal N dari R yang memenuhi H + N = R dan H N H R. Oleh karena K R, maka berdasarkan Lemma 2.2.5 diperoleh K = K R = K (H + N) = H + (K N). Oleh karena K subring dan N ideal dari R, maka berdasarkan Lemma 2.2.6 K N merupakan ideal dari K dan H (K N) = (H N) K H R K. Oleh karena K lokal, maka terdapat ideal maksimal tunggal H K dari K. Oleh karena H K R, maka H (K N) = (H N = H N H R. Oleh karena H K adalah ideal maksimal tunggal dari K, maka H (K N) H R K H K. Dengan demikian H K merupakan ideal maksimal dari K yang termuat di dalam H. Jadi terbukti bahwa H merupakan subring H K -max dari K. Selanjutnya diberikan teorema mengenai sifat subring H R -max pada ring faktor sebagai berikut: Teorema 2.2.9 [5] Diberikan ring (R, +, ), H subring dari R dan K adalah ideal dari R sedemikian sehingga K H. Subring H adalah subring H R -max dari R jika dan hanya jika H K adalah subring (H R K -max dari R K. Diketahui H adalah subring H R -max dari R, maka terdapat ideal N dari R sedemikian sehingga R = H + N dan H N H R. Oleh karena R = H + N dan H N H R, maka berdasarkan Lemma 2.2.7 diperoleh R K = (H + ((N + dan berdasarkan Lemma 2.2.5 diperoleh (H (N + ) K = (K + (H N)) K (K + H R ) K dimana (K + H R ) K adalah ideal maksimal dari R K yang termuat di dalam H K. Dengan demikian

diperoleh (H R K = (K + H R ) K, sedemikian sehingga (H ((N + (H R K. Jadi, terbukti bahwa H K adalah subring (H diketahui H K adalah subring (H R K R K -max dari R K. Sebaliknya, -max dari R K, maka terdapat ideal N K dari R K sedemikian sehingga R K = (H + (N dan (H (N (H. Oleh karena R K = (H + (N, maka diperoleh R = H + N. Oleh karena (H (N (H, diperoleh H N H R. Jadi, terbukti bahwa H adalah subring H R -max dari R. R K R K III. KESIMPULAN Dari pembahasan dalam subbab sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa subgrup H disebut subgrup c-normal, asalkan terdapat subgrup normal N dari G sedemikian sehingga H N = G dan H N H G, dengan H G merupakan subgrup normal maksimal dari G yang termuat di dalam H. Subgrup normal H merupakan subgrup c-normal dari G jika dan hanya jika H merupakan subgrup normal maksimal dari G dan grup faktor G H adalah grup simple. Subgrup H yang memenuhi K H dengan K G merupakan subgrup c-normal dari G jika dan hanya jika H K adalah subgrup c-normal dari G K. Grup yang hanya mempunyai subgrup c-normal {e} dan dirinya sendiri disebut grup c-simple. Subring H disebut subring H R -max dari ring R asalkan terdapat ideal N dari R sedemikian sehingga H + N = R dan H N H R, dimana H R merupakan ideal maksimal dari R yang termuat di dalam H. Ideal H merupakan subring H R -max dari R jika dan hanya jika H merupakan ideal maksimal dari R dan ring faktor R H merupakan ring simple. Setiap ideal termuat dalam subring H R -max dari R. Jika H merupakan subring H R -max dari R yang memenuhi H K R, dimana K adalah local subring dari R, maka H merupakan subring H K -max dari K. Subring H yang memenuhi K H dengan K adalah ideal dari H merupakan subring H R -max dari R jika dan hanya jika H K adalah subring (H R K -max dari R K. IV. DAFTAR PUSTAKA [1] Fraleigh, John B. 2003. A First Course In Abstract Algebra, Seventh Edition. University of Rhode Island. United State. [2] Gilbert, Jimmie and Linda Gilbert. 1984. Element of Modern Algebra. Prindle. Webel and Schmidt. Boston.

[3] Yanming Wang. 1994. C-Normality of Groups and Its Properties. Journal of Algebra. 180: 954-965. [4] T. W. Hungerford. 1973. Algebra. Springer-Verlag Press. New York. [5] Yildiz Aydin and Ali Pancar. 2012. On Subrings of Rings. International Journal of Algebra. 6 (25) : 1233-1236.