MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014
|
|
|
- Shinta Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IDEAL FUZZY PADA NEAR-RING Dwi Ayu Anggraini Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, [email protected] Dr.Raden Sulaiman M.Si. Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, [email protected] Abstrak Diberikan near-ring < N, +,. > dan μ adalah subhimpunan fuzzy pada near-ring N jika μ: N 0,1. Kemudian μ dikatakan ideal fuzzy pada near-ring N jika μ adalah subnear-ring fuzzy pada near-ring N dan untuk setiap x, y, z N berlaku : μ x = μ y + x y, μ x. y μ y, dan μ( x + z. y x. y) μ(z). Dalam jurnal ini akan dibahas beberapa sifat ideal fuzzy pada near-ring N, sehingga kita peroleh hubungan ideal fuzzy pada nearing N dan ideal pada near-ring N. Kita juga mempelajari peta dan prapeta homomorfisma near-ring pada ideal fuzzy di near-ring N. Kata kunci : near-ring, homomorfisma, subhimpunan fuzzy, ideal fuzzy pada near-ring N. Abstract Let < N, +,. > be near-ring and μ is fuzzy subset of a near-ring N if μ: N 0,1. Then μ is said to be fuzzy ideals of near-ring N if μ is fuzzy subnear-ring of near-ring N and for any x, y, z N such that μ x = μ y + x y, μ x. y μ y, and μ( x + z. y x. y) μ(z). In this paper will be studied character fuzzy ideals of near-ring N, such that we get the relation between fuzzy ideals of near-ring N and ideals of near-ring N. We also study the homomorphic image and preimage of fuzzy ideals of near-ring N. Keyword : near-ring, homomorphic, fuzzy subset, fuzzy ideals of near-ring N. PENDAHULUAN Matematika adalah suatu alat untuk berfikir secara logika, sehingga didalamnya terdapat penalaranpenalaran yang nantinya akan berguna untuk menyelesaikan masalah baik secara teori maupun secara nyata. Matematika dapat dibagi dalam berbagai rumpun, misalnya rumpun analisis, aljabar, dan statistik. Selanjutnya setiap rumpun akan dibagi menjadi beberapa bidang, misalnya rumpun aljabar terbagi dalam berbagai bidang, seperti aljabar linier elementer, aljabar abstrak, dan aljabar linier. Demikian pula dengan rumpun-rumpun lainnya. Beberapa rumpun dalam matematika memiliki keterkaitan konsep. Misal konsep near-ring pada bidang aljabar abstrak yang akan penulis gabungkan dengan konsep himpunan fuzzy. Near-ring merupakan salah satu perluasan dari ring, dimana beberapa aksioma yang ada pada ring tidak harus berlaku pada near-ring. Operasi pertama pada sebarang near-ring tidak harus komutatif, sedangkan terhadap operasi pertama dan operasi kedua cukup dipenuhi salah satu sifat distributif kiri atau kanan. Seiring dengan perkembangan zaman, penelitian tentang near-ring tidak hanya memuat pada strukturnya tetapi mulai dipadukan dengan teori lain, diantaranya dengan himpunan fuzzy. Himpunan fuzzy merupakan salah satu ilmu dari matematika. Himpunan fuzzy diperkenalkan pertama kali oleh L.A.Zadeh (1965) sebagai perluasan dari himpunan klasik. Jika himpunan klasik mempunyai derajat keanggotaan 0 dan 1, lain halnya dengan himpunan fuzzy. Himpunan fuzzy mempunyai derajat keanggotaan yang terletak pada interval [0,1]. Berdasarkan penelitian Abou-Zaid (1991) yang melakukan fuzzyfikasi pada struktur near-ring diperoleh definisi fuzzy near-ring, fuzzy subnear-ring dan ideal fuzzy near-ring (S.Abdurrahman,dkk.2012). Dari definisi-definisi dan teorema-teorema yang ada diharapkan dalam penelitian ini akan didapatkan gambaran tentang hubungan ideal pada near-ring dan ideal fuzzy pada near-ring melalui sifat-sifat yang ada pada ideal fuzzy near-ring. METODE PENULISAN Metode yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode kajian pustaka, yaitu demakalah teoritis mengenai objek yang akan dibahas dengan cara mencari, memahami, mendalami dan mengidentifikasi pengetahuan yang ada dalam kepustakaan (sumber buku bacaan, referensi, jurnal, atau hasil penelitian lain untuk menunjang penelitian). Adapun jurnal utama yang 36
2 digunakan adalah On Fuzzy Ideals of Near-ring (Seung Dong Kim dan Hee Sik Kim,1996). KAJIAN PUSTAKA Definisi 1 Suatu himpunan tak kosong N dengan dua operasi biner yaitu " + " dan ". " disebut near-ring, jika : 1. < N, +> merupakan suatu grup (tidak harus komutatif) 2. < N,. > merupakan semigrup. 3. Untuk setiap x, y, z N berlaku salah satu sifat distributif kanan atau kiri i. Distributif kanan : x + y. z = x. z + y. z ii. Distributif kiri : x. y + z = x. y + x. z Jika near-ring memenuhi sifat ( i ) maka kita sebut near-ring kanan. Sebaliknya, jika near-ring memenuhi sifat ( ii ) maka kita sebut near-ring kiri. N dengan operasi + dan. yang membentuk near-ring dinotasikan dengan < N, +,. >. Definisi 2 Diberikan near-ring N. Suatu subgrup normal I dari < N, +> disebut ideal di N jika 1. NI I. 2. r + i s rs I untuk setiap r, s N dan untuk setiap i I. Subgrup normal I dari < N, +> yang memenuhi (1) disebut ideal kiri di N, sedangkan subgrup normal I di < N, +> memenuhi (2) disebut ideal kanan di N. Definisi 3 Diberikan near-ring N dan S. Fungsi θ: N S disebut homomorfisma near-ring jika untuk setiap x, y N : 1. θ x + y = θ x θ y 2. θ x. y = θ x θ(y) Definisi 4 Diberikan X adalah himpunan tidak kosong. Suatu fungsi μ disebut subhimpunan fuzzy di X jika μ: X 0,1. Selanjutnya himpunan semua subhimpunan fuzzy di X dinotasikan F X dan peta dari μ dinotasikan dengan Im μ = {μ(x) x X}. Definisi 5 Diberikan sebarang μ, υ F(X), maka 1. μ = υ jika μ x = υ x, x X. 2. μ υ jika μ x υ x, x X. 3. Irisan dari dua subhimpunan fuzzy μ dan υ didefinisikan dengan μ υ x = min {μ x, υ(x)}, x X. Definisi 6 Diberikan μ F(X) dan t [0,1]. Subhimpunan level di μ dinotasikan dengan μ t yang didefinisikan dengan, μ t = {x X μ(x) t}. Lemma 1 Diberikan sebarang μ, υ F(X), 1. Jika μ(x) υ(x) maka μ a υ a, a [0,1]. 2. Jika a b maka μ b μ a, a, b [0,1]. 3. μ x = υ x jika dan hanya jika μ a = υ a, a [0,1]. Definisi 7 Diberikan < N, +,. > adalah suatu near-ring dan μ adalah subhimpunan fuzzy di near-ring N. Maka μ disebut near-ring fuzzy di N jika 1. μ(x + y) min {μ x, μ y } untuk setiap x, y N. 2. μ x μ x untuk setiap x, y N. 3. μ(x. y) min μ x, μ y untuk setiap x, y N. Definisi 8 subhimpunan fuzzy pada near-ring N. Subhimpunan fuzzy μ di near-ring N disebut subnear-ring fuzzy pada near-ring N jika untuk setiap x, y N berlaku : 1. μ x y min μ x, μ y 2. μ x. y min{μ x, μ y } PEMBAHASAN Definisi 9 Diberikan μ adalah subnear-ring fuzzy pada near-ring N, μ disebut ideal fuzzy pada near-ring N jika untuk setiap x, y, z N berlaku : 1. μ x = μ y + x y 2. μ x. y μ y 3. μ ( x + z. y) (x. y) μ(z) suatu μ disebut ideal kiri fuzzy pada near-ring N jika memenuhi syarat (1) dan (2). Sedangkan μ disebut ideal kanan fuzzy pada near-ring N jika memenuhi syarat (1) dan (3). Lemma 2 Diberikan near-ring N. Jika μ adalah subnear-ring fuzzy pada near-ring N, maka untuk setiap x N 1. μ(0 N ) μ(x) 2. μ x = μ x Sifat-sifat Ideal Fuzzy Pada Near-ring Berikut dijelaskan sifat dari ideal fuzzy pada nearring yang berhubungan dengan subhimpunan level μ t dari μ. Teorema 1 subhimpunan fuzzy pada near-ring N. Maka subhimpunan level μ t adalah ideal pada near-ring N untuk setiap t 0,1, t μ(0 N ) jika dan hanya jika μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. 37
3 Diberikan near-ring N dan μ adalah subhimpunan fuzzy pada near-ring N. a) Akan ditunjukkan μ x y min μ x, μ y untuk setiap x, y N. Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0 y 0 < min μ x 0, μ y 0 Pilih t 0 = 1 2 μ x 0 y 0 + min μ x 0, μ y 0, maka min μ x 0, μ y 0 > t 0 > μ x 0 y 0 μ x 0 > t 0 μ y 0 > t 0 μ x 0 y 0 < t 0. Berdasarkan analisis di atas, maka x 0, y 0 μ t0 dan x 0. y 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1] sehingga pengandaian salah, seharusnya μ x y min{μ x, μ y } untuk setiap x, y N. b) Akan ditunjukkan μ x. y min{μ x, μ y } untuk setiap x, y N. Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0. y 0 < min{μ x 0, μ y 0 }. Pilih t 0 = 1 2 μ x 0. y 0 + min μ x 0, μ y 0, maka min μ x 0, μ y 0 > t 0 > μ x 0. y 0 μ x 0 > t 0 μ y 0 > t 0 μ x 0 y 0 < t 0. Berdasarkan analisis di atas, maka x 0, y 0 μ t0 dan x 0. y 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1] sehingga pengandaian salah, seharusnya μ x. y min{μ x, μ y } untuk setiap x, y N. c) Akan ditunjukkan μ(x) = μ(y + x y), untuk setiap x, y N. ( ) Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0 > μ(y 0 + x 0 y 0 ). Pilih t 0 = 1 2 (μ x 0 + μ y 0 + x 0 y 0 ), maka μ(x 0 ) > t 0 > μ(y 0 + x 0 y 0 ) μ(x 0 ) > t 0 μ(y 0 + x 0 y 0 ) < t 0. Berdasarkan analisis di atas, maka x 0 μ t0 dan y 0 + x 0 y 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1], sehingga pengandaian salah, seharusnya μ(x) μ(y + x y) untuk setiap x, y N. ( )Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0 < μ(y 0 + x 0 y 0 ). Pilih t 0 = 1 2 (μ x 0 + μ y 0 + x 0 y 0 ), maka μ y 0 + x 0 y 0 > t 0 > μ x 0 μ y 0 + x 0 y 0 > t 0 μ x 0 < t 0. Berdasarkan analisis di atas, maka y 0 + x 0 y 0 μ t0 dan x 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1], sehingga pengandaian salah, seharusnya μ(x) μ(y + x y) untuk setiap x, y N. d) Akan ditunjukkan μ(x. y) μ(y) untuk setiap x, y N.Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0. y 0 < μ(y 0 ). Pilih t 0 = 1 2 (μ x 0. y 0 + μ y 0 ), maka μ y 0 > t 0 > μ x 0. y 0 μ y 0 > t 0 μ x 0. y 0 < t 0. Berdasarkan analisis diatas, maka y 0 μ t0 dan x 0. y 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1], sehingga pengandaian salah, seharusnya μ(x. y) μ(y) untuk setiap x, y N. e) Akan ditunjukkan μ( x + z. y x. y) μ(z) untuk setiap x, y, z N. Andaikan ada x 0, y 0, z 0 N sedemikian hingga μ (x 0 + z 0 ). y 0 x 0. y 0 < μ(z 0 ). Pilih t 0 = 1 (μ (x z 0 ). y 0 x 0. y 0 + μ z 0 ), maka μ i 0 > t 0 > μ x 0 + i 0. y 0 x 0. y 0 μ i 0 > t 0 μ x 0 + i 0. y 0 x 0. y 0 < t 0. Berdasarkan analisa di atas, maka i 0 μ t0 dan x 0 + i 0 y 0 x 0 y 0 μ t0 yang mengakibatkan μ t0 bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan μ t ideal pada near-ring N untuk setiap t [0,1], sehingga pengandaian salah, seharusnya μ (x + i. y x. y < μ(i), untuk setiap x, y, i N. Jadi terbukti bahwa jika μ t adalah ideal pada nearring N maka μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. ( ) Akan dibuktikan jika μ adalah ideal fuzzy pada nearring N maka untuk setiap t 0,1 dan t μ(0 N ), μ t adalah ideal pada near-ring N. 1) Karena μ t maka ada x, y μ t sedemikian hingga μ(x) t dan μ(y) t. μ x y min{μ x, μ y } min{t, t} t Sehingga untuk setiap x, y μ t berlaku μ(x y) t dan x y μ t. 2) Karena μ t maka ada x, y μ t sedemikian hingga μ(x) t dan μ(y) t. Maka μ x. y min{μ x, μ y } min{t, t} t Sehingga untuk setiap x, y μ t berlaku μ(x. y) t dan x. y μ t 3) Karena μ t maka ada x, y μ t sedemikian hingga μ(x) t dan μ(y) t. Maka μ y + x y = μ(x) t Sehingga untuk setiap x, y μ t berlaku μ(y + x y) t dan y + x y μ t. 4) Misalkan y μ t dan x N sedemikian hingga μ(y) t. Maka μ(x. y) μ(y) t Sehingga untuk setiap y μ t dan x N berlaku μ(x. y) t dan x. y μ t. 5) Misalkan z μ t dan x, y N sedemikian hingga μ(z) t. Maka μ( x + z. y x. y) μ(z) t Sehingga untuk setiap z μ t dan x, y N berlaku μ( x + z. y x. y) t dan x + z. y x. y μ t. Jadi berdasarkan analisis di atas μ t adalah ideal pada near-ring N. 38
4 Teorema 2 subhimpunan fuzzy pada near-ring N. Jika I adalah ideal pada near-ring N, maka untuk setiap t (0,1), ada μ ideal fuzzy pada near-ring N sedemikian hingga μ t = I. Misalkan subhimpunan fuzzy μ pada near-ring N didefinisikan dengan t, x I μ x =,dengan t (0,1). 0, x I Akan ditunjukkan ada μ ideal fuzzy pada near-ring N sedemikian hingga μ t = I. 1) Ambil sebarang x, y N. a) Jika x, y I, maka μ x = 0 dan μ y = 0 sehingga μ x y 0 = min {μ x, μ y } μ x. y 0 = min {μ x, μ y } μ x. y 0 = μ(y) b) Jika x, y I, maka x y I dan x. y I sehingga μ x y 0 = min μ x, μ y μ x. y 0 = min {μ x, μ y } μ x. y 0 = μ(y) c) Jika x I dan y I, maka μ x = t dan μ y = 0 sehingga μ x y 0 = min μ x, μ y μ x. y 0 = min {μ x, μ y } μ x. y 0 = μ(y) Jadi berdasarkan (a), (b), dan (c) maka μ(x y) min {μ x, μ y } μ(x. y) min {μ x, μ y } μ(x. y) μ y 2) Akan dibuktikan μ x = μ(y + x y) untuk setiap x, y N. Andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0 < μ(y 0 + x 0 y 0 ). Karena Im μ = {0, t}, maka kita peroleh μ x 0 = 0 dan μ y 0 + x 0 y 0 = t sehingga x 0 I dan y 0 + x 0 y 0 I. Karena I adalah ideal pada near-ring N maka I subgrup normal di N sehingga x 0 y 0 + y 0 + x 0 y 0 [x 0 y 0 ] dan diperoleh x 0 I. Kontradiksi dengan x 0 I sehingga pengandaian salah, seharusnya μ x μ(y + x y) untuk setiap x, y N. Selanjutnya, andaikan ada x 0, y 0 N sedemikian hingga μ x 0 > μ(y 0 + x 0 y 0 ).Karena Im μ = {0, t}, maka kita peroleh μ x 0 = t dan μ y 0 + x 0 y 0 = 0 sehingga x 0 I dan y 0 + x 0 y 0 I. Akibatnya I bukan subgrup normal di N Kontradiksi dengan I subgrup normal di N sehingga pengandaian salah. Seharusnya μ x μ(y + x y) untuk setiap x, y N. Berdasarkan analisis di atas, maka μ x = μ(y + x y) untuk setiap x, y N. 3) Akan dibuktikan μ( x + z. y x. y) μ(z) untuk setiap x, y, z N. Andaikan ada x 0, y 0, z 0 N sedemikian hingga μ x 0 + z 0. y 0 x 0. y 0 < μ(z 0 ). Karena Im μ = {0, t}, maka kita peroleh μ x 0 + z 0. y 0 x 0. y 0 = 0 dan μ z 0 = t sehingga x 0 + z 0. y 0 x 0. y 0 I dan z 0 I. Akibatnya I bukan ideal pada near-ring N. Kontradiksi dengan I ideal pada near-ring N, sehingga pengandaian salah. Seharusnya μ( x + z. y x. y) μ(z) untuk setiap x, y, z N. 4) Akan dibuktikan μ t = I. Berdasarkan definisi μ t maka μ t = x N μ x t = {x N μ x = t μ x > t} = x N μ x = t = I Jadi ada μ ideal fuzzy pada near-ring N sedemikian hingga μ t = I. Teorema 3 ideal fuzzy pada near-ring N. Maka dua subhimpunan level μ t1 dan μ t2 di μ dengan t 1 < t 2 adalah sama jika dan hanya jika tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2. Misalkan μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N dan μ t1 = μ t2 dengan t 1 < t 2. Akan dibuktikan tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2. Andaikan ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2, maka μ(x) t 1 dan μ x < t 2 sehingga x μ t1 dan x μ t2. Berdasarkan analisis di atas, maka μ t1 μ t2. Kontradiksi dengan μ t1 = μ t2, sehingga pengandaian salah. Seharusnya tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2. ( ) Misalkan μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N dan tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2. Akan dibuktikan μ t1 = μ t2 dengan t 1 < t 2. Ambil sebarang x μ t2, maka μ x t 2 > t 1 yang mengakibatkan μ x > t 1 sehingga x μ t1 dengan kata lain μ t2 μ t1. Selanjutnya, ambil sebarang x μ t1, maka μ(x) t 1. Karena μ(x) t 1 dan tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2, maka μ(x) t 2 yang mengakibatkan μ(x) t 2 sehingga x μ t2 dengan kata lain μ t1 μ t2. Berdasarkan analisis di atas, maka μ t1 = μ t2 dengan t 1 < t 2. Selanjutnya dijelaskan sifat dari keluarga ideal pada near-ring N yang sama dengan keluarga semua subhimpunan level pada near-ring N. Teorema 4 ideal fuzzy pada near-ring N. Jika Im μ = {t 1, t 2,, t n }, dimana t 1 < t 2 < < t n, maka keluarga ideal {μ ti 1 i n} pada near-ring N adalah keluarga semua subhimpunan level di μ. 39
5 Misalkan μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N, Im μ = {t 1, t 2,, t n }, dimana t 1 < t 2 < < t n dan {μ ti 1 i n} adalah keluarga ideal pada near-ring N. Akan dibuktikan untuk setiap t [0,1] ada i {1,2,, n} sedemikian hingga μ t = μ ti. Karena t 1 < t 2 < < t n maka t i < t i+1 dengan 1 i n 1 sehingga menurut Lemma μ ti+1 μ ti atau μ t1 μ t2 μ tn. Berdasarkan definisi μ t1 = {x N μ(x) t 1 }, {μ ti 1 i n} adalah keluarga ideal pada near-ring near-ring N, dan μ t1 μ t2 μ tn maka μ t1 = N. Misalkan t [0,1] dan t Im(μ). 1) Jika t < t 1, maka menurut Lemma μ t1 μ t. Karena μ t1 = N dan μ t1 μ t, maka μ t = μ t1. 2) Jika t i < t < t i+1 dengan 1 i n 1, maka menurut Lemma μ ti+1 μ t. Selanjutnya, ambil sebarang x μ t maka μ(x) t. Andaikan ada x N sedemikian hingga t μ x < t i+1, maka t i < t μ x < t i+1. Akibatnya, Im μ = {t, t 1, t 2,, t n }. Kontradiksi dengan Im = {t 1, t 2,, t n }. Jadi, tidak ada x N sedemikian hingga t μ x < t i+1. Selanjutnya, μ(x) t dan tidak ada x N sedemikian hingga t μ x < t i+1, maka μ(x) t i+1 yang mengakibatkan μ(x) t i+1, yaitu x μ ti+1 sehingga μ t μ ti+1. Karena μ ti+1 μ t dan μ t μ ti+1, maka μ t = μ ti+1. Jadi terbukti untuk setiap setiap t [0,1] ada i {1,2,, n} sedemikian hingga μ t = μ ti. Berikut dijelaskan mengenai sifat homomorfisma near-ring pada ideal fuzzy di near-ring N. Definisi 10 Misalkan < N, +,. > dan < M, +,. > adalah nearring. Didefinisikan f: N M, jika v adalah subhimpunan fuzzy pda near-ring M maka subhimpunan fuzzy μ = v f pada near-ring N yang didefinisikan dengan μ x = v(f x ) untuk setiap x, y N disebut prapeta dari μ di bawah f. Teorema 5 Diberikan < N, +,. > dan < M,, > adalah near-ring dan f: N M adalah homomorfisma near-ring. Prapeta homomorfisma near-ring pada ideal fuzzy pada near-ring N adalah ideal fuzzy pada near-ring M. Bukti: Akan dibuktikan bahwa μ adalah prapeta v di bawah f. Ambil sebarang x, y N, maka berlaku 1) μ x y = v(f x y ) = v f x f y min{v(f x ), v f y) = min μ x, μ y Diperoleh μ x y min μ x, μ y, x, y N. 2) μ x. y = v f x. y = v(f x f y ) min{v(f x, v f y = min μ x, μ y Diperoleh μ x. y min μ x, μ y, x, y N. 3) μ y + x y = v(f y + x y ) = v(f y f x f y ) = v f x = μ(x) Diperoleh μ y + x y = μ x, x, y N. 4) μ x. y = v(f x. y ) = v(f x f y v f y = μ(y) Diperoleh μ x. y μ y, x, y N. 5) μ( x + z. y x. y)) = v(f( x + z. y x. y)) = v( f x f z f y f x f y ) v f z = μ(z) Diperoleh μ( x + z. y x. y)) μ(z), x, y, z N. Jadi berdasarkan analisis di atas μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. Definisi 11 Diberikan < N, +,. > dan < M, +,. > adalah nearring. Jika μ adalah subhimpunan fuzzy pada near-ring N dan didefinisikan f: N M, maka subhimpuna fuzzy v pada near-ring M didefinisikan dengan v y = {μ x } sup x {f 1 y } Untuk semua y M disebut peta dari μ di bawah f. Definisi 12 Subhimpunan fuzzy μ pada near-ring N dikatakan mempunyai sifat sup properti jika T N, ada t 0 T sedemikian hingga μ t 0 = sup {μ t } t T Teorema 6 Diberikan < N, +,. >, < M,, > adalah near-ring dan f: N M adalah homomorfisma near-ring. Peta homomorfisma pada ideal fuzzy pada near-ring N dengan sifat sup properti adalah ideal fuzzy pada near-ring M. Akan dibuktikan bahwa v adalah ideal fuzzy pada near-ring M. Misalkan x, y, z M. Karena μ mempunyai sifat sup properti maka ada x 0 {f 1 (x )}, y 0 {f 1 y }, dan z 0 {f 1 (z )} sedemikian hingga μ x 0 = sup t {f 1 x }{μ t }, μ y 0 = sup t {f 1 y } { μ(t)}, μ z 0 = sup t {f 1 z }{μ t }. Maka kita peroleh 1. v x y = sup t {f 1 (x y )}{μ t } μ(x 0 y 0 ) min μ x 0, μ y 0 = min{ sup t {f 1 (x )} { μ(t)}, sup t {f 1 (y )} { μ(t)}} = min {v x, v y } Sehingga diperoleh v x y min v x, v y, x, y M. 40
6 2. v x y = sup t {f 1 x y } { μ(t)} μ(x 0. y 0 ) min μ x 0, μ y 0 = min{ sup t {f 1 x } {μ t }, sup t {f 1 (y )}{μ t } = min {v x, v(y ) Sehingga diperoleh v x y min v x, v y, x, y M 3. v y x y = sup t {f 1 y x y } { μ(t)} μ(y 0 + x 0 y 0 ) = μ(x 0 ) = sup t {f 1 x } { μ(t)} = v x Dan v x = sup t {f 1 x }{μ t } = μ(x 0 ) = μ(y 0 + x 0 y 0 ) = sup { μ(t)} = v y x y t {f 1 y x y } Sehingga diperoleh v y x y = v x, x, y M. 4. v x y = sup t {f 1 (x y )}{μ t } μ(x 0. y 0 ) μ(y 0 ) = sup t {f 1 (y )}{μ t } = v(y ) Sehingga diperoleh v x y v(y ), x, y M. 5. v x z y x y = sup t {f 1 ( x z y x y )} { μ(t)} μ (x 0 + z 0 ). y 0 x 0. y 0 μ(z 0 ) = sup t {f 1 z } { μ(t)} = v(z ) Sehingga diperoleh v x z y x y v z, x, y, z M. Jadi berdasarkan analisis di atas, v adalah ideal fuzzy pada near-ring M. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan pada BAB III dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Dalam struktur aljabar fuzzy terdapat suatu kelas dari ideal fuzzy near-ring. Diberikan < N, +,. > adalah near-ring dan μ adalah subhimpunan fuzzy pada nearring N. Maka μ disebut ideal fuzzy pada near-ring N jika untuk setiap x, y, z N berlaku : μ x y min μ x, μ y μ x. y min{μ x, μ y } μ x = μ y + x y μ x. y μ y μ( x + z. y x. y) μ(z) 2. Ada beberapa sifat yang berlaku pada ideal fuzzy di near-ring N, yaitu : Diberikan < N, +,. > adalah near-ring dan μ adalah subhimpunan fuzzy pada near-ring N. Maka subhimpunan level μ t adalah ideal pada N untuk setiap t 0,1, t μ(0 N ) jika dan hanya jika μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. Diberikan < N, +,. > adalah near-ring dan μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. Maka dua subhimpunan level μ t1 dan μ t2 di μ dengan t 1 < t 2 adalah sama jika dan hanya jika tidak ada x N sedemikian sehingga t 1 μ(x) < t 2. Diberikan < N, +,. > adalah near-ring dan μ adalah ideal fuzzy pada near-ring N. Jika Im μ = {t 1, t 2,, t n },dimana t 1 < t 2 < < t n, maka keluarga ideal {μ ti 1 i n} pada near-ring N adalah keluarga semua subhimpunan level di μ. Pada jurnal ini juga dibahas mengenai peta dan prapeta ideal fuzzy pada near-ring, yaitu jika diberikan < N, +,. > dan < M,, > adalah near-ring dan f: N M adalah homomorfisma near-ring. Prapeta homomorfisma near-ring pada ideal fuzzy pada near-ring N adalah ideal fuzzy pada near-ring M. Dan peta homomorfisma pada ideal fuzzy pada near-ring N dengan sifat sup properti adalah ideal fuzzy pada near-ring M. Saran Penulisan jurnal hanya membahas ideal fuzzy nearring, karena keterbatasan pengetahuan penulis, pembaca yang berminat dapat melanjutkan penulisan tentang ideal fuzzy pada near-ring dengan menambahkan teori lain yang berkaitan dengan ideal fuzzy near-ring. 1. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman,S.dkk Ideal Fuzzy Near-ring. Jurnal matematika dan Terapan:Univ. Lampung Mangkurat Bartle,Robert G, dan Sherbert,Donal R.2000.Introduction to Real Analysis Third edition.amerika:john Wiley and Sons,Inc. Fraleigh,Jonh B A First Course in Abstract Algebra. Publishing Company: Addison-Wesley Gallian,Joseph.A.2008.Contemporary Abstract Algebra. University Of Minnesota Duluth Herstein.I.N Abstract Algebra. Library of Cataloging in Publication Data Kandasamy.W.B.V Smarandache near-rings. American Research Press Rehoboth Kandasamy.W.B.V Smarandache fuzzy algebra. American Research Press Rehoboth Kim, Seung Dong dan Hee Sik Kim On Fuzzy Ideals Of Near-rings. Bull.KoreanMath Masriyah Pengantar Dasar Matematika. Surabaya:Unesa University Press Sukahar dan Kusrini Struktur Aljabar I. Surabaya:Unesa University Press Zimmermann. H.J Fuzzy Set Theory and Its Applications. Second, Revised Edition. Massachusetts: Kluwer Academic Publishers. 41
Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru
HOMOMORFISMA DARI LEVEL SUBNEAR-RING FUZZY Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru E-mail: [email protected] ABSTRAK Dalam
R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING
R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING Saman Abdurrahman Email: [email protected] Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ABSTRAK Dalam tulisan ini akan dibahas R-subgrup normal fuzzy
IDEAL FUZZY NEAR-RING. Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye
IDEAL FUZZY NEAR-RING Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 35, 8 Banjarbaru ABSTRAK Dalam tulisan ini akan dibahas ideal
Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru
Jurnal Matematika Murni dan Terapan psilon Vol. 07, No.02, Hal 20-25 KONPLEMEN IDEAL FUZZY DARI NEAR-RING Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend.
Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,
Saman Abdurrahman Universitas Lambung Mangkurat, [email protected] Abstrak. Dalam tulisan ini akan dibahas dua permasalahan, yaitu jumlah antara ideal fuzzy dari near-ring, dan jumlah antara ideal normal
PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA. Yogyakarta, 14 November Penyelenggara : FMIPA UNY
ISBN : 978-602-73403-0-5 PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA Mengembangkan Kecakapan Abad 21 Melalui Penelitian Matematikadan Pendidikan Matematika Yogyakarta, 14 November 2015
Teorema-Teorema Utama Isomorphisma pada Near-Ring
urnal Gradien Vol 11 o 2 uli 2015 : 1112-1116 Teorema-Teorema Utama somorphisma pada ear-ring Zulfia Memi Mayasari, Yulian Fauzi, Ulfasari Rafflesia urusan Matematika, Fakultas Matematika dan lmu Pengetahuan
Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring
PRISMA (208) PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/ Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring Zulfia Memi Mayasari Fakultas MIPA,
Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru
Jurnal Matematika Murni dan Terapan Epsilon Juni 2014 Vol. 8 No. 1 JUMLAH ANTI IDEAL FUZZY DARI NEAR-RING Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend.
IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL
Vol 11, No 1, 71-76, Juli 2014 IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL Qharnida Khariani, Amir Kamal Amir dan Nur Erawaty Abstrak Teori gelanggang merupakan salah satu bagian di matematika
Jurnal Matematika Murni dan Terapan Vol. 4 No. 2 Desember 2010: IDEAL MAKSIMAL DAN IDEAL PRIMA NEAR-RING
IDEAL MAKSIMAL DAN IDEAL PRIMA NEAR-RING Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 35, 8 Banjarbaru ABSTRAK Penelitian ini membahas ideal near-ring yang
IDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR SMARANDACHE NEAR-RING Identification of Basic Structure on Smarandache Near-Ring
Jurnal Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 46 (2013) IDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR SMARANDACHE NEAR-RING Identification of Basic Structure on Smarandache Near-Ring YOHANA YUNET BAKARBESSY 1, HENRY W. M. PATTY
TINGKATAN SUBGRUP DARI SUBHIMPUNAN FUZZY
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 1 Hal. 82 89 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND TINGKATAN SUBGRUP DARI SUBHIMPUNAN FUZZY AFIFAH RAHAYU, NOVA NOLIZA BAKAR Program Studi Matematika, Fakultas
IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP
Vol 2 No 2 Bulan Desember 2017 Jurnal Silogisme Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya http://journal.umpo.ac.id/index.php/silogisme IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP Info Artikel Article History: Accepted
SUBGRUP FUZZY ATAS SUATU GRUP
JMP : Volume 6 Nomor, Juni 0, hal. 33 - SUBGRUP FUZZY ATAS SUATU GRUP Fatkhur Rozi, Ari Wardayani, dan Suroto Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman email : [email protected]
HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING
E-Jurnal Matematika Vol 6 (2), Mei 2017, pp 116-123 ISSN: 2303-1751 HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING Pradita Z Triwulandari 1, Kartika Sari 2, Luh Putu Ida Harini 3 1 Jurusan
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN 2301-9115 GRAF TOTAL SUATU MODUL BERDASARKAN SUBMODUL SINGULER Dian Ambarsari (S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Relasi Kongruensi Fuzzy pada Grup dan Grup Hasil Bagi
Relasi Kongruensi Fuzzy pada rup dan rup asil Bagi Oleh K a r y a t i Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta e-mail: [email protected]
SUBGRUP NORMAL PADA Q-FUZZY
SUBGRUP NORMAL PADA Q-FUZZY Elly Anjar Sari Program Studi S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, e-mail :[email protected] Dr.Raden Sulaiman M.Si.
GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 2 Hal. 108 114 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND GELANGGANG ARTIN IMELDA FAUZIAH, NOVA NOLIZA BAKAR, ZULAKMAL Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES
J. Sains Dasar 2016 5(1) 28-39 RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES Rifki Chandra Utama * dan Karyati Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta *email:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini dipaparkan dasar-dasar yang akan digunakan pada bagian pembahasan dari skripsi ini. Tinjauan yang dilakukan dengan memaparkan definisi mengenai himpunan fuzzy, struktur
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian serta sistematika penulisan dari skripsi
NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275
NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA Suryoto 1, Bambang Irawanto 2, Nikken Prima Puspita 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 5275 1 [email protected]
HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275
HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR Meryta Febrilian Fatimah 1, Nikken Prima Puspita 2, Farikhin 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof.
IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL PRIME IDEAL AND MAXIMAL IDEAL IN A POLYNOMIAL RING
IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL Qharnida Khariani, Amir Kamal Amir dan Nur Erawati Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin (UNHAS)
MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014
FUZZY SLIGHTLY PRECONTINUITY PADA TOPOLOGI FUZZY Elita Hartayati Program Studi S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, e-mail : [email protected] Prof.
ANTI SUBGRUP FUZZY. Kata Kunci: Lower level subset, Anti subgrup fuzzy, Lower Level Subgrup.
ANTI SUBGRUP FUZZY Ahmad Yasir, Saman Abdurrahman, Nurul Huda Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Email: [email protected] ABSTRAK Subgrup yaitu himpunan bagian
SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX
SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX Kristi Utomo 1, Nikken Prima Puspita 2, R. Heru Tjahjana 3, Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang [email protected]
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN 2301-9115 SUBGRUP MULTI ANTI FUZZY DAN BEBERAPA SIFATNYA Umar Faruk Jurusan Matematika,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
QUASI-COINCIDENT, INTERIOR DAN CLOSURE PADA TOPOLOGI FUZZY
QUASI-COINCIDENT, INTERIOR DAN CLOSURE PADA TOPOLOGI FUZZY Siska Dewi Oktaviana 1, Dwi Juniati 2 1 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, 60321
Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif
Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif Joko Harianto 1, Nana Fitria 2, Puguh Wahyu Prasetyo 3, Vika Yugi Kurniawan 4 Jurusan Matematika, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Indonesia
BEBERAPA SIFAT DARI SUBGRUP FUZZY
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 1 Hal. 57 64 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BEBERAPA SIFAT DARI SUBGRUP FUZZY PUTRI EKA RIANDANI, NOVA NOLIZA BAKAR, MONIKA RIANTI HELMI Program Studi
Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian
Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian Rio Yohanes 1, Nora Hariadi 2, Kiki Ariyanti Sugeng 3 Departemen Matematika, FMIPA UI, Kampus UI Depok, 16424, Indonesia [email protected],
Keberlakuan Teorema pada Beberapa Struktur Aljabar
PRISMA 1 (2018) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/ Keberlakuan Teorema pada Beberapa Struktur Aljabar Mashuri, Kristina Wijayanti, Rahayu Budhiati Veronica, Isnarto Jurusan Matenmatika FMIPA
Pembentukan -aljabar Komutatif dan Implikatif dari Sebuah Lapangan. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang
Pembentukan -aljabar Komutatif dan Implikatif dari Sebuah Lapangan Mujib Nashikha 1, Suryoto, S.Si, M.Si 2, Farikhin, M.Si, Ph.D 3 1,2,3 Program Studi Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H.
1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan
1. GRUP Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan pasangan elemen ( ab, ) pada G, yang memenuhi dua kondisi berikut: 1. Setiap pasangan elemen
SEMIGRUP BENTUK BILINEAR TERURUT PARSIAL DALAM BATASAN SUBHIMPUNAN FUZZY
SEMIGRUP BENTUK BILINEAR TERURUT PARSIAL DALAM BATASAN SUBHIMPUNAN FUZZY Karyati 1), Dhoriva UW 2) 1) Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY Jl. Colombo No.1, Karangmalang, Yogyakarta, e-mail: [email protected]
IDEAL DIFERENSIAL DAN HOMOMORFISMA DIFERENSIAL. Na imah Hijriati, Saman Abdurrahman, Thresye
DEAL DFEENSAL DAN HOMOMOFSMA DFEENSAL Na imah Hijriati, Saman Abdurrahman, Thresye Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat l. end. A. Yani Km. 36 Kampus Unlam Banjarbaru Email : [email protected]
KLASIFIKASI NEAR-RING Classifications of Near Ring
Jurnal Barekeng Vol 8 No Hal 33 39 (14) KLASIFIKASI NEAR-RING Classifications of Near Ring ELVINUS RICHARD PERSULESSY Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Pattimura Jl Ir M Putuhena, Kampus Unpatti,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika yang dikembangkan untuk menunjang pemahaman mengenai struktur bilangan. Struktur atau sistem aljabar
SEMIGRUP BENTUK BILINEAR TERURUT PARSIAL DALAM BATASAN SUBHIMPUNAN FUZZY
SEMIGRUP BENTUK BILINEAR TERURUT PARSIAL DALAM BATASAN SUBHIMPUNAN FUZZY Karyati 1), Dhoriva UW 2) 1) Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY Jl. Colombo No.1, Karangmalang, Yogyakarta, e-mail: [email protected]
SIFAT-SIFAT LANJUT NEUTROSOFIK MODUL. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275
SIFAT-SIFAT LANJUT NEUTROSOFIK MODUL 1 Suryoto, 2 Bambang Irawanto, 3 Nikken Prima Puspita 1, 2, 3 Departemen Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH,
PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT
PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT SKRIPSI Untuk memenuhi sebagai persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika Diajukan Oleh : Moch. Widiono 09610030
RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA SKRIPSI
RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Sains
Produk Cartesius Semipgrup Smarandache
Jurnal Matematika Vol. 2 No. 2, Desember 2012. ISSN : 1693-1394 Produk Cartesius Semipgrup Smarandache Yuliyanti Dian Pratiwi Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo Purwokerto e-mail: [email protected] Abstract:
K-ALJABAR. Iswati dan Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275
K-ALJABAR Iswati Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl Prof H Soedarto, SH, Semarang 50275 ABSTRAK -aljabar adalah suatu struktur aljabar yang dibangun atas suatu grup sehingga sifat-sifat yang berlaku
HUTAN DAN SIKEL PADA GRAF FUZZY
HUTAN DAN SIKEL PADA GRAF FUZZY Aisyahtin Afidah Arifai 1, Dwi Juniati 2 1 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, 60231 2 Jurusan Matematika, Fakultas
ANTI -FUZZY - SUBGRUP KIRI DARI NEAR RING AHMAD SYAFI IH
ANTI -FUZZY - SUBGRUP KIRI DARI NEAR RING AHMAD SYAFI IH DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2014 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Grup Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar dari suatu ring dan modul. Definisi 2.1.1 Diberikan himpunan dan operasi biner disebut grup yang
ORDER UNSUR DARI GRUP S 4
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 142 147 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND ORDER UNSUR DARI GRUP S 4 FEBYOLA, YANITA, MONIKA RIANTI HELMI Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
Semi Modul Interval [0,1] Atas Semi Ring Matriks Fuzzy Persegi
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Semi Modul Interval [0,1] Atas Semi Ring Matriks Fuzzy Persegi Subjudul (jika diperlukan) [TNR14, spasi 1] Suroto, Ari Wardayani Jurusan Matematika
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN 2301-9115 RGD ALJABAR Dika Anggun Nandaningrum (S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya)
I. PENDAHULUAN. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara historis
1 I. PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang dan Masalah Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara historis aljabar dibagi menjadi dua periode waktu, dengan batas waktu sekitar tahun
Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya
Kode Makalah M-1 Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya K a r y a t i Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta E-mail: [email protected]
Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Himpunan dan Fungsi Dr Rizky Rosjanuardi P PENDAHULUAN ada modul ini dibahas konsep himpunan dan fungsi Pada Kegiatan Belajar 1 dibahas konsep-konsep dasar dan sifat dari himpunan, sedangkan pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Fungsi Definisi A.1 Diberikan A dan B adalah dua himpunan yang tidak kosong. Suatu cara atau aturan yang memasangkan atau mengaitkan setiap elemen dari himpunan A dengan tepat
MODUL FAKTOR DARI MODUL ENDOMORFISMA PADA HIMPUNAN BILANGAN BULAT ATAS GAUSSIAN INTEGER
Prosiding eminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-in : 2550-0384; e-in : 2550-0392 MODUL FAKTO DAI MODUL ENDOMOFIMA PADA HIMPUNAN BILANGAN BULAT ATA GAUIAN INTEGE Linda Octavia oelistyoningsih
UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Gedung Jurusan Matematika, Yogyakarta - 55281 Bahan Ajar: BAB / POKOK BAHASAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teori tentang subhimpunan fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Zadeh pada tahun 1965. Hal ini menginspirasi banyak peneliti lain untuk melakukan penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jelas. Ada tiga cara untuk menyatakan himpunan, yaitu: a. dengan mendaftar anggota-anggotanya;
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Himpunan 1. Pengertian Himpunan Himpunan merupakan konsep mendasar yang terdapat dalam ilmu matematika. Himpunan adalah kumpulan obyek yang didefinisikan secara jelas. Ada tiga
Volume 9 Nomor 1 Maret 2015
Volume 9 Nomor 1 Maret 015 Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Maret 015 Volume 9 Nomor 1 Hal. 1 10 KARAKTERISASI DAERAH DEDEKIND Elvinus R. Persulessy 1, Novita Dahoklory 1, Jurusan Matematika FMIPA Universitas
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS MODULES AND BASES OF FREE MODULES Dian Mardiani Pendidikan Matematika, STKIP Garut Garut, Indonesia [email protected] Abstrak Penelitian ini membahas beberapa
UNNES Journal of Mathematics
UJM 6 (1) 2017 UNNES Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm STRUKTUR DAN SIFAT-SIFAT K-ALJABAR Deni Nugroho, Rahayu Budhiati Veronica, dan Mashuri Jurusan Matematika, FMIPA,
Kajian Teori Ideal Perluasan Subtraktif Pada Semiring Ternari
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) A 12 Kajian Teori Ideal Perluasan Subtraktif Pada Semiring Ternari Nur Qomariah dan Dian Winda Setyawati Jurusan Matematika, Fakultas
HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP
HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP TEDUH WULANDARI Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Himpunan fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Zadeh (1965). Himpunan fuzzy adalah suatu himpunan yang setiap anggotannya memiliki derajat keanggotaan. Derajat keanggotaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aljabar abstrak merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika. Aljabar abstrak merupakan sistem matematika yang terdiri dari suatu himpunan yang dilengkapi oleh
PENENTUAN SUATU GRUP KUOSIEN FUZZY DARI SUATU GRUP
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 4 Hal. 89 95 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENENTUAN SUATU GRUP KUOSIEN FUZZY DARI SUATU GRUP PUTRI ELIZA, NOVA NOLIZA BAKAR Program Studi Matematika,
RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 1 (2013), hal. 63 70. RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF Eka Wulan Ramadhani, Nilamsari Kusumastuti, Evi Noviani INTISARI Rank dari matriks
TEORI HEMIRING ABSTRAK
TEORI HEMIRING Mahasiswa S1 Program Studi Matematika, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro Jl Prof H Soedarto, SH, Semarang Indonesia 50275 email :tri_matematika@yahoocom
UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Gedung Jurusan Matematika, Yogyakarta - 55281 Bahan Ajar: BAB POKOK BAHASAN
5. Sifat Kelengkapan Bilangan Real
5. Sifat Kelengkapan Bilangan Real Sifat aljabar dan sifat urutan bilangan real telah dibahas sebelumnya. Selanjutnya, akan dijelaskan sifat kelengkapan bilangan real. Bilangan rasional ℚ juga memenuhi
KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN. Winarsih 1, Suryoto 2. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275
KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN Winarsih 1, Suryoto 2 1, 2 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275 Abstract. Several classes
TM-ALJABAR DAN ASPEK-ASPEK TERKAIT
TM-ALJABAR DAN ASPEK-ASPEK TERKAIT Neni Oktaviani 1, Suryoto 2, Solichin Zaki 3 1,2,3 Program Studi Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang [email protected]
Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil
Vol. 1, No. 1, 1-8, Juli 015 Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil Amir Kamal Amir 1 Abstrak Misalkan R adalah suatu gelanggang dengan identitas 1, adalah suatu
HUBUNGAN BENTUK-BENTUK KHUSUS K-ALJABAR HIPER IMPLIKATIF
HUBUNGAN BENTUK-BENTUK KHUSUS K-ALJABAR HIPER IMPLIKATIF Ratna Kusuma Ayu, Drs. Djuwandi SU, Suryoto, S.Si, M.Si Program Studi Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN 2301-9115 SEMIGRUP KANSELATIF BERDASARKAN KONJUGAT Muhammad Ilham Fauzi (S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
K-ALJABAR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275
K-ALJABAR Iswati 1 Suryoto 2 1,2 Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl Prof H Soedarto, SH, Semarang 50275 Abstract K-algebra is an algebra structure built on a group so that characters of a group will apply
SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA. ABSTRAK Suatu gelanggang R disebut gelanggang Noetherian jika memenuhi sifat :
SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA Raja Sihombing 1, Amir Kamal Amir 2, Loeky Haryanto 3 1 Mahasiswa Program Studi Matematika, FMIPA Unhas 2,3 Dosen Program Studi Matematika, FMIPA
Beberapa Sifat Ideal Bersih-N
JURNAL FOURIER Oktober 216, Vol. 5, No. 2, 61-66 ISSN 2252-763X; E-ISSN 2541-5239 Beberapa Sifat Ideal Bersih-N Uha Isnaini dan Indah Emilia Wijayanti Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta, Sekip Utara,
Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan
Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan Fitri Aryani 1, Rahmadani 2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau e-mail: khodijah_fitri@uin-suskaacid Abstrak
AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO
AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO Saropah Mahasiswa Jurusan Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang e-mail: [email protected] ABSTRAK Salah satu
A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif
A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif Joko Harianto 1, Puguh Wahyu Prasetyo 2, Vika Yugi Kurniawan 3, Sri Wahyuni 4 1 Mahasiswa S2 Matematika FMIPA UGM, 2 Mahasiswa S2 Matematika FMIPA UGM, 3
SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II
ISBN : 978-602-97522-0-5 PROSEDING SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II Konstribusi Sains Untuk Pengembangan Pendidikan, Biodiversitas dan Metigasi Bencana Pada Daerah Kepulauan SCIENTIFIC COMMITTEE: Prof.
Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( )
Vol. 8, No.2, 64-68, Januari 2012 Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( ) Amir Kamal Amir Abstrak Misalkan R adalah suatu gelanggang dengan identitas 1, adalah suatu endomorfisma
KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA
KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA I Ketut Suastika Pend. Matematika Univ. Kanjuruhan Malang [email protected] Abstrak Pada tulisan ini, penulis mencoba mengkonstruksi homomorfisma grup
RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh
Muhammad Kukuh, Ruang RUANG FAKTOR Oleh : Muhammad Kukuh Abstraksi Pada struktur aljabar dikenal istilah grup faktor yaitu Jika grup dan N Subgrup normal G, maka grup faktor dengan operasi Apabila G ruang
SISTEM SCHREIER PADA FREE GROUP. Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Matematika
SISTEM SCHREIER PADA FREE GROUP Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika diajukan oleh Yulianita 05610008 Kepada PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS
Beberapa Sifat Ideal Bersih-N
JURNAL FOURIER Oktober 216, Vol. 5, No. 2, 65-7 ISSN 2252-763X; E-ISSN 2541-5239 Beberapa Sifat Ideal Bersih-N Uha Isnaini dan Indah Emilia Wijayanti Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta, Sekip Utara,
BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1. DOSEN PENGAMPU RINA AGUSTINA, S. Pd., M. Pd. NIDN
BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1 DOSEN PENGAMPU RINA AGUSTINA, S. Pd., M. Pd. NIDN. 0212088701 PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO 2015 1 KATA PENGANTAR
Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal
Vol. 9, No.1, 49-56, Juli 2012 Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal Nur Erawaty 1, Andi Kresna Jaya 1, Nirwana 1 Abstrak Misalkan D adalah daerah integral. Unsur tak nol yang bukan unit
G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.
2. Grup Definisi 1.3 Suatu grup < G, > adalah himpunan tak-kosong G bersama-sama dengan operasi biner pada G sehingga memenuhi aksioma- aksioma berikut: a. operasi biner bersifat asosiatif, yaitu a, b,
NEUTROSOFIK LIMIT DAN PENGHITUNGANNYA
NEUTROSOFIK LIMIT DAN PENGHITUNGANNYA Suryoto Departemen Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 575 [email protected] Abstract.
