1.1 Pendahuluan. 1.2 Tujuan

dokumen-dokumen yang mirip
Rencana Strategis BKP Kelas II Palu Tahun

RENCANA STRATEGIS STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I SAMARINDA

Rencana Kerja Tahunan TA KATA PENGANTAR

RENSTRA BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BATAM

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)

PERAN KARANTINA PERTANIAN DI KANTOR POS

ARAH KEBIJAKAN PERKARANTINAAN TAHUN ANGGARAN 2018

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. Alamat : Jl. Ir. H. Juanda, Sidoarjo (61253) No Telp : (031) :

LAMPIRAN RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KARANTINA PERTANIAN 2017

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. : Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. Alamat : Jl. Ir. H. Juanda, Sidoarjo (61253) No Telp : (031)

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II MEDAN RENSTRA

OUTLINE RENCANA STRATEGIS OPERASIONAl TAHUN BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TERNATE BADAN KARANTINA PERTANIAN

Disampaikan pada: Rapat Kerja Kementerian Pertanian 4 Januari 2017

RKT (Rencana Kinerja Tahunan) PUSAT KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN KARANTINA PERTANIAN TA MUSRENBANGTAN NASIONAL 2015

BAB. I PENDAHULUAN Kondisi Umum

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KARANTINA PERTANIAN TA. 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) Tahun 2014

DRAFT RENSTRA SKP KELAS II MANOKWARI

Rencana Strategis. Badan Karantina Pertanian. Tahun

PROFIL BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Rencana Strategis Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang Tahun

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2015 s/d 2019

RKT. Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani TA 2015

PUSAT KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR. Jakarta, Kepala Pusat KKIP, ARIFIN TASRIF

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN

PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER BAB I PENDAHULUAN

BBKP Soekarno-Hatta [RENCANA STRATEGIS OPERASIONAL 2015 S/D 2019] RENCANA STRATEGIS OPERASIONAL 2015 s/d 2019

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 83/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER

RENCANA STRATEGIS OPERASIONAL TAHUN STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I PAREPARE

Standar Pelayanan Publik Balai Karantina Pertanian Kelas I Pertanian

TIM PENYUSUN. Bagian Perancanaan Sekretariat Badan Karantina Pertanian

TIM PENYUSUN. Bagian Perancanaan Sekretariat Badan Karantina Pertanian

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA ( LAKIN ) TAHUN ANGGARAN 2015

IKHTISAR EKSEKUTIF. Tabel 1 Sasaran program, Indikator Kinerja, Target, Realisasi dan Persentase Capaian

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2013

Rencana Kinerja Tahunan


BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi % 2 Dok 2 Dok 100 kebijakan teknis peraturan/keputusan

BAB III PENDEKATAN LAPANG. adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dengan

Rencana Kerja Tahunan 2013 KATA PENGANTAR

PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN PENGEMBANGAN PERAMALAN SERANGAN ORGANISME PENGGANGGUN TUMBUHAN TRIWULAN II 2016

Rencana Strategis BAB I PENDAHULUAN

Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Veteriner Denpasar Tahun : 2013

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2013

Lampiran 2. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Veteriner Denpasar Tahun : 2010

KATA PENGANTAR. Jakarta, 2013 Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, drh. Sujarwanto, MM NIP

KATA PENGANTAR. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

RENCANA STRATEGIS OPERASIONAL STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II BANGKALAN TAHUN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 43/Permentan/OT.140/9/2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA STANDAR BALAI BESAR UJI STANDAR KARANTINA PERTANIAN

RENCANA KERJA TAHUNAN BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG TAHUN 2018

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Tahun 2013

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 18/Permentan/OT.140/3/2011 TENTANG

PUSAT KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

I. PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi % 2 Dok 3 Dok 100 kebijakan teknis peraturan/keputusan

KATA PENGANTAR. Rencana Strategis Balai Karantina Pertanian Kls.II Kendari

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN: Upaya Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

STANDAR PELAYANAN SERTIFIKASI KESEHATAN IKAN UNTUK LALULINTAS EKSPOR

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

RENCANA KERJA TAHUNAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

Standar Pelayanan Penerbitan HC (Sertifikat Kesehatan) Mutu Ikan Untuk Ekspor Berbasis e HC

RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT BADAN KARANTINA PERTANIAN I. PENDAHULUAN

[Type the document title] KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

ArahKebijakandanPrioritas DukunganBarantanuntuk SektorPertanian

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 03/Permentan/OT.140/1/2011 TENTANG

STANDAR PELAYANAN PUBLIK JANGKA WAKTU LAYANAN KARANTINA ( SERVICE LEVEL AGREEMENT )

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan

STANDAR PELAYANAN SERTIFIKASI KESEHATAN IKAN UNTUK LALULINTAS DOMESTIK KELUAR

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

Rencana Kinerja Tahunan 2013

II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN

Transkripsi:

1 1.1 Pendahuluan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo yang berada di bawah naungan Badan Karantina Pertanian sehingga kondisi umum yang ada sejalan dengan apa yang telah dituangkan Badan Karantina Pertanian dalam Rencana Strategisnya. Pemerintah saat ini mempunya Sembilan Agenda Pembangunan Prioritas (NAWA CITA), keberadaan tugas, fungsi, dan peran Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) memilikiketerkaitan erat dengan agenda ke-6 peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dan agenda ke-7 mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.dengan demikian, keberadaan Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) dan secara otomatis pula keberadaan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo turut berkontribusi guna mendukung dan mewujudkan visi kepemimpinan nasional untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satu fungsi utama Kementerian Pertanian yang diperankan oleh Badan Karantina Pertanian dalam hal ini salah satu UPT yang berada dibawahnya yaitu Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo adalah berkaitan dengan penyediaan sumberdaya pertanian yang berkelanjutan guna menjamin keamanan pangan. Pelaksanaan fungsi tersebut dilakukan melalui kegiatan pengawasan dan sertifikasi impor dan ekspor, verifikasi dan audit kesesuaian persyaratan teknis, sertapenetapan kawasan/area dan sertifikasi karantina antar area dalam rangka mewujudkan daya saing pasar internasional. 1.2 Tujuan Tujuan 1. Terjaganya sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan HPHK dan OPTK 2. Terjaminnya keamanan produk pertanian yang berasal dari hewan dan tumbuhan 3. Pengendalian importasi dan percepatan eksportasi melalui pencegahan masuk dan keluarnya media HPHK dan OPTK 4. Memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan perkarantinaan 5. Mewujudkan pelayanan prima Sasaran Program

2 Dalam mewujudkan visi dan misi Balai Karatina Pertanian Kelas II Gorontalo, perlu menentukan sasaran program yang dicapai, sebagai berikut: 1. Mencegah dan menangkal HPHK dan OPTK terhadap lalu lintas komoditas ekspor, Impor dan Domestik. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan komoditas ekspor, Impor dan Domestik. 3. Terwujudnya peta daerah sebar HPHK dan OPTK 4. Terciptanya SDM yang terampil dan Amanah 5. Pelayanan sertifikasi karantina pertanian yang cepat, tepat dan simpatik. 6. Adanya kesatuan peran serta masyarakat dalam kegiatan karantina pertanian. Pencegahan dan penangkalan HPHK dan OPTK terhadap lalu lintas komoditas ekspor, impor, dan domestic diperlukan dalam rangka memaksimalkan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. besarnya resiko dan ancaman tersebut berdampak terhadap kesiapsiagaan seluruh petugas Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dalam menjaga wilayah Gorontalo sehingga diperlukan implementasi yang konsisten dalam pelaksanaan dan efektifitas tindakan karantina mulai dari pre border, at border dan post border. Peningkatan kualitas pelayanan pemeriksaan komoditas ekspor, Impor dan Domestik sangat diperlukan dalam rangka memberikan pelayanan perkarantinaan yang maksimal sesuai dengan standar internasional. Pengembangan sistem pengendalian resiko penyakit hewan secarain-line Inspection akan mampu mendukung upaya pengawasan, dan penegakan hukumyang sekaligus mendukung rangkaian proses penjaminan kesehatan sehingga pemasaran produk pertanian yang sesuai standar dapat diterima oleh negara mitra yang sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global. Terwujudnya peta daerah sebar HPHK dan OPTK sangat berguna dalam proses perkarantinaan, yaitu sebagai dasar dalam membuat perencanaan ke depannya. Selain itu juga peta daerah sebar ini berguna dalam menentukan lankah langkah yang harus

3 dilakukan dalam penanggulangan pencegahan HPHK dan OPTK agar tidak tersebar kembali. Tercipatnya SDM yang terampil dan amanah diperlukan karena kegiatan perakarantinaan ini adalah kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan dan juga berhubungan langsung dengan para stake holder. Jika SDM yang dimiliki BKP Kelas II Gorontalo adalah terampil dan amanah maka system Pelayanan sertifikasi karantina pertanian akan menjadi cepat, tepat dan simpatik. Meningkatnya masyarakat berperan serta dalam kegiatan perkarantinaan sangat diperlukan bagi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo karena, saat ini kami masih harus lebih berjuang lagi untuk memberikan kesadaran kepada pengguna jasa atau masyarakat yang membawa hewan maupun tumbuhan yang akan masuk atau keluar kea tau dari Gorontalo datang secara sadar menuju tempat pelayanan karantina tanpa harus dijemput oleh petugas. 1.3 Profil Unit Pelaksana Teknis Propinsi Gorontalo dibentuk berdasarkan UU No. 38/ 2000 pada tanggal 22 Desember 2000 Pembentukan Provinsi Gorontalo. Februari 2001 terdiri atas enam kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Bonebolango, Pohuwato, Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo. Luas wilayah Propinsi Gorontalo yaitu 12.215,44 km². Komoditas unggulan Propinsi Gorontalo di bidang Pertanian /perkebunan yang berbasis agribisnis adalah Jagung, Durian, Padi, Cabe, Kelapa Sawit sedangkan dibidang Peternakan antara lain Sapi potong, Kambing dan ayam. Berdasarkan peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/permentan/OT.140/4/2008 organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis karantina pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, yang dipimpin oleh Kepala Balai dengan eselon III-b, yang langsung membawahi Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Karantina Hewan dan Seksi Karantina Tumbuhan.

4 Untuk mendukung tugas pokok dan fungsinya, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mempunyai wilayah wilayah kerja yang terdiri dari 6 wilayah kerja (wilker) yang semuanya dipimpin oleh penanggung jawab wilker yaitu : a. Wilker Pelabuhan Gorontalo di Kota Gorontalo b. Wilker Pelabuhan Laut Anggrek di Kab. Gorontalo Utara c. Wilker Pelabuhan Kwandang di Kab. Gorontalo Utara d. Wilker Bandar Udara Djalaluddin di Kab. Gorontalo e. Wilker Pelabuhan Laut Boalemo di Kab. Boalemo f. Wilker Kantor Pos Indonesia di Kota Gorontalo Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mempunyai susunan organisasi sebagai berikut : A. Sub Bagian Tata Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja, evaluasi dari pelaporan serta urusan tata usaha dan rumah tangga. B. Seksi Karantina Hewan Seksi Karantina Hewan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional Karantina Hewan, Pengawasan Keamanan Hayati Hewani, sarana teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani. C. Seksi Karantina Tumbuhan Seksi Karantina Tumbuhan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional Karantina Tumbuhan, pengawasan, keamanan hayati nabati serta sarana teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi, serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangandi bidang karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati. D. Kelompok Jabatan Fungsional

5 Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari jabatan fungsional Paramedik Veteriner, Medik Veteriner, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan(POPT) serta jabatan fungsional yang lain yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional berdasarkan bidang keahlian masing-masing sesuai dengan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku. Pada tahun 2014 lalu, Data Volume dan frekuensi lalu lintas komoditas Karantina Pertanian di Gorontalo adalah sebagai berikut: Karantina Hewan, Jumlah volume domestic masuk sebesar 875.577 volume dengan frekuensi sebanyak 898 kali. Untuk Domestik Keluar sebesar 113.003 volume dengan frekuensi 433 kali Karantina Tumbuhan, jumlah frekuensi domestic masuk sebesar 705 dan Domestik keluar sebesar 577 kali. 1.4 Permasalahan Propinsi Gorontalo memiliki luas wilayah laut yang cukup panjang, sehingga ada banyak pelabuhan pelabuhan yang dibuat. Hal ini sangat besar kemungkinan masuknya berbagai hama dan penyakit hewan dan tumbuhan melalui aktivitas lalu lintas keluar masuknya produk pertanian baik dari luar negeri maupuan antar area. Berkaitan dengan hal tersebut Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya/ keluarhama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) ke dalam/dari wilayah Negara Republik Indonesia dan penyebarannya dari suatu area ke area lain. Globalisasi dalam kerangka perdagangan internasional, mendorong semakin meningkatnya arus lalulintas dan menurunnya secara bertahap hambatan tarif (tariff barrier) dalam perdagangan hasil pertanian antar negara. Keadaan ini mendorong masing-masing negara memperketat persyaratan jaminan kesehatan, mutu dan keamanan hasil pertanian sebagai instrumen pengendalian perdagangan antar negara. Selain itu, secara Operasional, BKP Kelas II Gorontalo masih menghadapi minimnya komitmen petugas karantina dalam pelayanan sertifikasi karantina hewan dan tumbuhan sesuai SOP. Selanjutnya, secara non operasional, BKP Kelas II Gorontalo juga menghadapi minimnya pelaksanaan diklat teknis dan administrasi kepada pegawai. 1.5 Analisa SWOT

6 Tabel 1.Faktor Internal No Aspek Kekuatan (Strengths) 1 Regulasi a. Karantina merupakan salah satu dari 3 unsur teknis (CIQ) berdasarkan ketentuan international (Annex IX) bertanggung jawab dan mempunyai kewenangan di tempat pemasukan dan pengeluaran suatu negara b. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan SK Mentan Badan Karantina Pertanian mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati c. Peraturan Nomor 49/Permentan/OT.140/8/2 012 menetapkan tempattempat pemasukan / pengeluaran yang merupakan tanggung jawab Badan Karantina Pertanian d. Karantina memiliki landasan hukum yang kuat dalam operasionalnya, yang terdiri dari Undang-undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Kep/Peraturan Menteri serta Juklak/Juknis dan Manual Kelemahan (Weaknesses) a. Kebijakan teknis operasional yang merupakan tindak lanjut amanah PP Nomor 82/2000 yang belum ditindaklanjuti dalam bentuk Permentan ada 10 Pasal sedangkan PP Nomor 14/2002 ada yang belum ditindaklanjuti dalam bentuk Permentan ada 4 Pasal b. Proses revisi UU Nomor 16/1992, pengamatan fungsi terkait keamanan hayati, pengawasan dan penindakan, penambahan sanksi masih belum selesai. c. Protokol karantina antar negara pengimpor/pengeksp or (MOU) masih perlu ditingkatkan terkait dalam pelaksanaan sistem perkarantinaan d. Kebijakan teknis operasional, standar teknik dan metoda masih perlu dilengkapi untuk meningkatkan cakupan pengendalian resiko dan akuntabilitas pelaksanaan pengawasan dan

7 No Aspek Kekuatan (Strengths) 2 Kelembagaan dan Manajemen Organisasi 3 Sumber Daya Manusia 4 infrastruktur/ Sarana dan Prasarana a. BKP Kelas II Gorontalo telah mendapatkan sertifikat ISO 900:2008 dalam hal manajemen organisasi. a. Tersedianya petugas karantina hewan/ tumbuhan yang kompeten a. Tersedianya sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan tupoksi 5 Pelayanan Publik a. Diterapkannya layanan sertifikasi bebasis teknologi informasi 6 Pengelolaan Anggaran a. Perencanaan anggaran sudah baik Kelemahan (Weaknesses) pelayanan b. Belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP) yang memadai c. Minimnya kualitas perencanaan dalam pelaksanaan layanan sertifikasi d. Kurang optimalnya monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaran layanan sertifikasi a. Minimnya komitmen petugas karantina dalam pelayanan sertifikasi karantina hewan dan tumbuhan sesuai SOP a. Belum digunakan secara optimal a. Etos kerja yang kurang baik berdampak pada minimnya penarapan layanan berbasis teknologi informasi b. Pemangkasan anggaran secara sepihak oleh pusat menyebabkan tidak berjalannya kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, Tabel 2.Faktor Eksternal

8 No Aspek Peluang (Opportunities) Tantangan (Threats) 1 Sistem Ekonomi/Perdagangan Internasional a. Peningkatan jumlah konsumen produk pertanian dunia a. Adanya Globalisasi perdagangan dunia 2 Volume & kompleksitas perdagangan 4 Hubungan dengan instansi terkait a. Meningkatnya frekuensi dan volume bongkar muat komoditas hewan dan tumbuhan di pelabuhan dan bandara b. Tingginya permintaan komoditas hewan dan tumbuhan yang berkualitas dari dlaam maupun luar negeri c. Terjalinnya komunikasi yang baik kepada instansi terkait a. Tidak diiringi dengan kecapatan, ketepatan serta ketangkasan petugas karantian di lapangan b. Minimnya dukungan dengan isntansi terkait terhadap penyelenggaraan perkarantinaan hewan dan tumbuhan di pelabuhan dan bandara 1.6 Rencana Kerja 2015 2019 A. Penguatan Kelembagaan BKP Kelas II Gorontalo mempunyai rencana strategis dalam hal penguatan kelembagaan, yaitu adanya SOP yang lebih baik. Diharapkan hingga tahun 2019 outcome dari rencana ini adalah pelayanan terukur lancer dan tertib. B. Penguatan SDM Pentingnya Sumber Daya Manusia yang tidak hanya kompeten di bidangnya melainkan mempunyai etos kerja yang tinggi sehingga BKP Kelas II Gorontalo menargetkan membuat rencana kegiatan seperti In House, Ex Hause, Magang serta pembinaan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai. Diharapkan dari kegiatan kegiatan tersebut pelayanan yang diberikan oleh petugas kami di lapangan menjadi aman, lancer dan tertib. C. Pengembangan Infrastruktur/ Sarana/ Prasarana Agar pegawai/ petugas karantina melaksanakan tugas dengan baik dan efektif, maka perlu juga BKP Kelas II Gorontalo menfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. BKP Kelas II Gorontalo merencanakan akan melakukan pengadaan gedung kantor wilayah kerja yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,

9 penambahan daya listrik, dan juga pengadaan peralatan dan mesin. Diharapkan dengan terfasilitasinya pegawai/ petugas karantina dalam menjalankan tugasnya maka pekerjaan akan selesai tepat waktu dan lancer. 1.7 Lampiran Sub Bagian Tata Usaha No. I II III Judul Kegiatan Penguatan Kelembagaan Penguatan Sumber daya manusia Penguatan sarana prasaran Infrasrutktur Tahun Pelaksanaan 2015 2016 2017 2018 2019-1 2 2 2 2 1 1 2 5 5 1 2 2 2 1. Gedung * Penambahan Luas Gedung Laboratorium * Pembangunan Gedung Arsip dan bahan persediaan * 30 m2 60 m2 Pembangunan Incenerator 9 m2 9 m2 * Renovasi Gedung Wiker Bandara Pembangunan Gedung Pemeriksaan KH/KT * Renovasi Gedung Wilker Anggrek * Pembangunan Gedung Wilker Boalemo 2. Penambahan Daya * Jaringan Instalasi Penambahan Daya Listrik 60 m2 60 m2 80 m2 60 m2 - Anggrek 3000 KWH - Pelabuhan Gorontalo 3000 KWH - Bandara 3000 KWH

10 3. Peralatan dan Mesin * Pengadaan Alat Laboratorioum * Pengadaan Alat Periksa * Alat Pengolah Data * Meubelair Laboratorium & Kantor * Alat Studio Kominikasi * Kenderaan Roda 4 * Kenderaan Roda 2 6 21 20 15 10 34 77 40 30 30 17 20 5 5 5 - - 1 2 2-4 6 6 6 Seksi Karantina Hewan No 3 Pilar Karantina Pertanian 1. Penguatan Kelembagaan TAHUN I II III IV V dengan UPT dengan UPT dengan UPT BKP Kls II BBKP Kls I BKP Kls II Palu Surabaya Makasar dengan Dinas dengan dengan Dinas Peternakan Dinas Peternakan dan Peternakan dan Perkebunan dan Perkebunan Prop. Perkebunan Prop. Gorontalo Prop. Gorontalo Gorontalo dengan BBVet dengan BBVet Maros dengan Maros - Penyempurna BBVet Maros - Penyempurnaa an SOP n SOP - Penyusunan dengan Panduan Korwas dengan Korwas Mutu 17025 PPNS PPNS dengan UPT BBKP Surabaya dengan UPT BKP Kls I Balikpapan dengan UPT BKP Kls II Tarakan dengan UPT BKP Kls II Yogyakarta dengan UPT BKP Kls II Pare Pare dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Prop. Gorontalo dengan BBVet Maros dengan Korwas PPNS 2. Penguatan SDM - - Inhouse Persiapan dan - Inhouse - Inhouse - Inhouse

11 3. Pengembangan Infrastruktur/Saran a/prasarana Pemahaman Akreditasi Laboratorium SNI/IEC 17025:2008 - Magang Persiapan Akreditasi Laboratorium SNI/IEC 17025:2008 - Inhouse pengujian RBT dan HA- HI AI 1. Autoclave 1. Shaker 2. PH Meter 3. Sentrifug e Hematokr it Penyakit Brucellosis - Inhouse Pengujian Morfologi Anthrax - Magang Pengujian CFT - Magang Pengujian TPC - Inhause PPC 1. BSC 2. PH Meter Liquid 3. Vortex 4. Mikropipet Multichan nel 5. Kulkas/Ref rigerator 6. Laptop Kasie KH 7. Printer Kasie KH 8. Printer Fungsional KH 9. PC laboratori um KH 10. Printer dot matrik lab KH 11. Pembangu nan IKH hewan keayangan di wilker Bandara 12. Pembangu na Incenerato r di wilker Bandara 13. Lemari jas lab KH Penyakit Rabies - Inhouse Pengujian Elisa Rabies - Magang pengujian Elisa untuk Rabie 1. Mikroskop Kamera 2. Autoclave 3. Timbangan digital 4. Lemari dokumen utama dan dokumen penunjang KH 5. Lemari arsip peraturan KH Pengujian Elisa BVD - Magang pengujian Elisa BVD 1. BSC

12 2 PROGRAM/KEGI ATAN SASARAN 1 2 3 SASARAN INDIKATOR KINERJA 2015 201 6 TARGET 201 7 201 8 201 9 4 5 6 7 8 Pemeriksaan 1749 1924 2116 2326 2559 Pengasingan 461 507 558 613 674 Pengamatan 461 507 558 613 674 IKK Perlakuan 461 507 558 613 674 Penahanan 2 2 0 0 0 Penolakan - 1 0 0 0 Pemusnahan 2 1 0 0 0 Pembebasan 1749 1924 2116 2326 2559 Penilaian Kelayakan/ Monitoring IKHS Pengawasan dan Penindakan 6 6 8 10 12 1 1 1 1 1 IKK Penyidikan 1 1 1 1 1 Meningkatnya kualitas laboratorium dan SDM UPT karantina IKK Pemantauan HPHK 1 1 1 1 1

13 pertanian Seksi Karantina Tumbuhan PROGRAM SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET 2015 2016 2017 2018 2019 Peningkatan Sistem Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Meningkatnya kompetensi/kemampuan pengujian petugas laboratorium Adanya pengakuan hasil pengujian laboratorium karantina tumbuhan Meningkatnya kualitas pengujian laboratorium karantina tumbuhan Tercapainya akreditasi laboartorium SNI:ISO/IEC 17025 Adanya penambahan ruang lingkup pengujian 1 1 1 Meningkatnya kualitas pelayanan karantina tumbuhan Meningkatnya kepatuhan dan kepatuhan pengguna Nilai indeks kepuasan masyarakat Berkurangnya jumlah tindakan pelanggaran

14 jasa karantina tumbuhan peraturan KT Penguatan Kelembagaan (koordinasi) in line inspections : No. Rencana kegiatan Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1. Penilaian dan persetujuan Tempat Lain tindakan karantina tumbuhan 2 22 24 30 35 2. Supervisi Perusahaan Fumigasi phospin teregistrasi Barantan 1 1 1 1 1 3. Penilaian Intalasi Karantina Tumbuhan 1 1 4. 1 1 Penguatan SDM (inhouse training) : No. Rencana kegiatan Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1. In house training identifikasi Trogoderma granarium 1 2. In house training PPC 1 3. In house training penulisan AROPT antar area 1 4. Magang perlakuan fumigasi pospin 1 5. Magang pengelolaan sampel laboratorium 1 6. Magang pembuatan koleksi 1 7. Magang identifikasi mealybug 1 8. Magang identifikasi tungau 1 9. Magang deteksi P.sorghi pada benih jagung dengan metode ELISA 1 Pengembangan Infrastruktur/sarana/prasarana a. Alat Laboratorium No. Rencana kegiatan Tahun

15 2015 2016 2017 2018 2019 1. BioSafety Cabinet 1 1 2 Mikropipet 1 set + tip 1 3 Shaker 1 4 Vortex 1 5 Mikroskop stereo integrasi dengan monitor 1 6 Hotplate stirrer 1 7 Oven 1 8 Elisa Reader 1 9. Otomatic balance 1 10. Waterbath 1 11. Refrigrator 1 12. PCR 13. Mesin elektroforesis 14. Meja laboratorium 1 1 1 15. Lemari bahan 1