Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1.1 Pendekatan komunikasi (pendekatan visual dan verbal)

BAB III. STATEGI PERANCANGAN & KONSEP DESAIN

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET

BAB Ill STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. Konsep jenis kegiatan kampanye yang digunakan yaitu Ideologically or

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL MEDIA INFORMASI MOTIF BATIK MERAK NGIBING

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pemecahan masalah dengan melakukan promosi. Salah satunya. dengan cara menggugah emosi target sasaran.

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB IV PRODUKSI MEDIA

Tujuan Komunikasi

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. A. Metode Perancangan. Perancangan Board Game yang diberi nama Gondorukem Petualangan

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL

BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Konsep Karya

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. nantinya disampaikan melalui media poster. Perancangan yang lebih

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media komunikasi visual (pamflet)

BAB IV STATEGI KREATIF

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode

ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR...

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi perancangan sign system budaya kerja umb dan tujuannya adalah

BAB 4 KONSEP DESAIN. Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN

BAB III TAHAPAN PRA PRODUKSI

BAB 4 KONSEP DESAIN. Kampanye isu sosial, bukan kampanye politik, bukan kampanye demonstrasi dan bukan

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. dengan buku panduan ini, sebagai salah satu dari media komunikasi visual buku

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. kepada anak dan ilustrasi akan menjadi foto lebih menarik. Dan foto yang

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. Dalam perancangan media kampanye sosial ini diperlukan adanya

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI & KONSEPTUAL. paradise in tidung island adalah menciptakan panduan lengkap, informatif dan

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. logo hotel dan menggunakan foto menu free breakfast sebagai program promosi

BAB III TAHAPAN PRA PRODUKSI

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1 Target Audiens


BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL IM3 SEBAGAI PRODUK KARTU PERDANA INDOSAT TBK

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI. Kurang adanya peran media atau sumber-sumber lain

BAB III KONSEP, PROSES PERANCANGAN DAN VISUALISASI KARYA

BAB 4 KONSEP DESAIN Komponen Iklan Layanan Masyarakat

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Layout. Layout menurut Gavin Amborse & Paul Harris, (London 2005)

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. orang lain dalam hubungan sosial. Permasalahan YR Mixing DJ School &

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pihak lain, agar dapat saling mempengaruhi diantara keduanya.

DAFTAR ISI... HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... i. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... ii. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS MATERI... iii

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Strategi Kreatif

BAB III PERANCANGANDAN KONSEP VISUAL. 3.1 Strategi Perancangan

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. sepia agar memberikan kesan dramatis. memiliki tingkat keterbacaan yang cukup baik.

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB III PERENCANAAN STRATEGI KOMUNIKASI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I KAMPANYE NILAI PENGORBANAN BANDUNG LAUTAN API. Dzulfikri Abdul Jabbar

BAB III METODE PERANCANGAN. Pada kerja praktek ini penulis berusaha menemukan dan memecahkan

BAB III STRATEGI PERANCANGAN. Dalam perancangan ini strategi komunikasi akan lebih mengutamakan

BAB III LANDASAN TEORI. gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori / Metode

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang, namun

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI Hasil Wawancara

BAB III Strategi Perancangan dan Konsep Visual

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PERANCANGAN MEDIA KAMPANYE PENYALAHGUNAAN SILIKON DAN KOLAGEN

DAFTAR ISI ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

3.1.1 Profil Target Audience Website Koran Tangerang Ekspres. 1. Masyarakat kalangan menengah dan kalangan Atas. 2. Jenis Kelamin : Pria & Wanita

BAB V KONSEP PERANCANGAN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL SIGN SYSTEM

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. Prinsip-prinsip dalam komunikasi adalah: - Integritas, adanya saling pengertian.

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN. a. Pesan visual dalam perancangan buku foto esai ini menggunakan

ABSTRAK. Power Nap disebut juga sebagai tidur siang dengan waktu yang singkat, bila Power Nap

DAFTAR ISI... HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS MATERI...

BAB 4 METODE PERANCANGAN

BAB III METODE DAN PERANCANGAN KARYA

BAB III SRATEGI KONSEP DAN PERANCANGAN VISUAL

PERANCANGAN IKLAN CIPAGANTI TRAVEL. Oleh : Erpina Mariana Dkv9

BAB III KONSEP PERANCANGAN

Transkripsi:

BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN III.1 Strategi Perancangan Untuk memberikan pemahaman K3 kepada pekerja tentang pentingnya pemakaian alat pelindung diri maka dibutuhkan suatu komunikasi yang mampu menyampaikan suatu informasi yang dapat dengan mudah dimengerti oleh komunikan. Dalam hal ini penulis memberikan solusi berupa kampanye bagi pekerja sebagai target audience. Dalam perancangan kampanye pentingnya penggunaan alat pelindung diri ini menggunakan visual berupa ilustrasi yang bertujuan untuk menarik perhatian para pekerja untuk selalu menggunakan alat pelindung diri ketika berada di proyek konstruksi. III.1.1 Khalayak Sasaran III.1.1.1 Target Audience a. Demografis Usia Jenis Kelamin Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016) : 20-45 tahun : Pria 26

Ekonomi : Menengah Kebawah dan Menengah Pendidikan : lulusan SD, SMP, SMK dan SMA Pekerjaan : Karyawan b. Psikografis Banyak fikiran mengenai ekonomi Fisik yang kelelahan Sering terkena paparan sinar matahari Berkeinginan selalu prima dan bugar agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya c. Geografis Kabupaten Bekasi, yang bekerja di pembangunan stasiun cibitung III.1.1.2 Consumer Insight Pengertian Consumer Insight Menurut Amalia E. Maulana yaitu proses mencari tahu secara lebih mendalam, tentang latar belakang perbuatan, pemikiran dan perilaku seorang konsumen yang berhubungan dengan produk dan komunikasi iklan. Untuk kampanye K3 target audiens adalah pekerja proyek konstruksi kelas menengah dan menengah keatas. Audien yang dituju adalah yang memiliki pola hidup yang kurang seimbang dan tingkat kesibukan yang tinggi. Berikut insight dari target audience: Ingin mengerjakan perkerjaan baik Ingin selau menegerjakan pekerjaan dengan cepat Tidak ingin mengerjakan perkerjaan dengan rumit atau melakukan shortcut dalam pekerjaan Dengan target audience yang sedang bekerja dengan insight dari target yaitu sesorang yang tidak ingin direpotkan dengan hal-hal yang dapat mengganggu aktifitasnya, maka kampanye K3 dalam menggunakan alat pelindung diri dibuat dengan tidak melibatkan target audien secara langsung, dengan arti kata media ataupun pesan yang ditujukan dengan media yang mudah didilihat oleh target audience tanpa menggangu aktifitasnya. 27

III.1.1.3 Consumer Journey Untuk menentukan cara penyampaian ide yang sudah dibentuk kedalam mediamedia yang akan digunakan maka diperlukan perencanaan yang baik agar mendapatkan interaksi yang menjangkau sasaran dengan tepat maka diperlukan daftar aktifitas dari target audiens. Consumer journey ini lah yang nantinya akan digunakan untuk aplikasi dari media yang telah dibentuk. Tabel III.1 aktivitas target audience Sumber: Pribadi Data (14 Juni 2016) Waktu Aktivitas Point of Contact 05.00-05.30 Bangun tidur, sholat Kontrakan, peralatan sholat 06.00-06.30 Mandi Peralatan mandi 07.00-07.30 Berangkat menuju proyek Jalan raya, kendaraan, bertemu orang banyak 07.30 Sampai proyek Gedung,pintu masuk proyek, peralatan, teman kerja 07.45 Pengarahan dari pengawas dan perusahaan 12.00-13.00 Istirahat sholat dan makan 13.00-16.30 Masuk kembali ke proyek 16.30-17.00 Selesai bekerja dan kembali di berikan arahan Pembagian alat pelindung diri, catatan pengerjaan proyek, shelter proyek Warteg, masjid, pintu gerbang proyek Gerbang masuk, gedung shelter proyek, melaporkan hasil kerja 17.00-18.00 Pulang ke kontrakan Jalan raya, kendaraan, bertemu orang banyak 18.00-19.30 Makan malam warteg 21.00 tidur Tempat tidur 28

III.1.2 Strategi Komunikasi Tujuan komunikasi dalam kampanye K3 adalah dengan memberikan informasi yang bersifat persuasif pada para pekerja dengan tujuan agar para pekerja mengikuti aturan K3 dilakukan di proyek konstruksi. Selain itu juga dapat mengingatkan bahwa pentingnya alat pelindung diri untuk mengcegah kecelakaan kerja. III.1.2.1 Pendekatan Komunikasi Komunikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah suatu penyampaian pesan yang menghubungkan antara satu dengan yang lain untuk memberi tahu atau untuk merubah sikap, pendapat, dan perilaku baik berupa lisan atu tulisan. Maka dalam perancangan media informasi akan menekankan akibat-akibat yang muncul apabila tidak menggunakan alat pelindung diri. Dalam pendekatan komunikasi yang akan dilakukan, maka akan melalui dua cara yaitu pendekatan verbal dan pendekatan visual III.1.2.2 Pendekatan Verbal Pendekatan verbal dilakukan melalui sudut pandang keamanan dan sisi emosional yang berhubungan dengan keluarga pekerja yang bersifat semi formal dan menggunakan bahasa sehari-hari. Pendekatan komunikasi ini berdasarkan data dan sumber yang berhubungan dengan standar penggunaan alat pelindung diri pada proyek konstruksi. Semua data yang didapat dirangkum menjadi informasi yang jelas agar mudah tersampaikan informasinya, serta dapat memperkuat visual yang akan ditampilkan. Bahasa yang akan digunakan yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana, singkat dan jelas agar tersampaikan dan dimengerti dengan baik kepada target audience. III.1.2.3 Pendekatan Visual Berdasarkan dari target sasaran utama maka pendekatan visual yang akan digunakan yaitu visual berupa ilustrasi dan teks. Dalam teori efek superioritas gambar, disebutkan bahwa orang cenderung lebih mudah mengingat-ingat memori dalam bentuk gambar visual. Gambar visual lebih mudah diingat sebesar 84% daripada teks hanya sebesar 44%. Disebutkan pula bahwa setelah 72 jam 29

kemudian orang hanya akan mengingat 10% dari pesan yang disampaikan dalam bentuk teks tanpa gambar. Dan untuk pesan yang hanya dalam bentuk gambar, ingatan orang akan pesan tersebut meningkat jadi 35%. Dan jika pesan mengandung teks dan juga gambar yang menarik, ingatan orang akan pesan tersebut meningkat lebih tinggi hingga 65%. Ilustrasi yang digambarkan akan disederhanakan namun tetap terlihat dengan jelas. Visual yang akan ditampilkan pada kampanye ini adalah gambar laki-laki yang menggambarkan seorang pekerja yang terkena kecelakaan kerja. III.1.2.4 Materi Pesan Materi pesan yang digunakan pada perancangan kampanye K3 ini mengacu pada tujuan perancangannya itu sendiri. Materi pesan tersebut berisi informasi tentang standar penggunaan alat pelindung diri, serta akibat yang terjadi apabila tidak menggunakan alat pelindung diri. Pesan ini bermaksud untuk memberikan informasi kepada pekerja sehingga akan timbul kepedulian akan keamanan dan timbul suatu usaha berfikir kerja bersih, sehat, dan aman. Headline kampanye ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan Tagline dalam kampanye ini adalah Kerja aman!!! demi anda dan keluarga. III.1.3 Mandatory Mandatory merupakan istilah yang digunakan kepada lembaga yang menjadi landasan media informasi ini tersebar atau dipublikasikan. Biasanya dari lembaga swasta untuk prihal masalah informasi mengenai masalah umum atau juga lembaga negara untuk masalah sosial dan masyarakat. Dalam hal media ini, yang bekerja sama adalah lembaga negara karena pembahasan informasi lebih di utamakan kepada target audiens umum yaitu pekerja konstruksi yang dibawahi Ditjen Bina Konstruksi yang bertugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan jasa konstruksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. III.1.4 Strategi Kreatif Strategi kreatif pengemasan media kampanye sosial keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi, disampaikan berupa media cetak poster yang 30

dikemas dengan menggabungkan unsur ilustrasi fotografi, dan tifografi yang sesuai. Agar kampanye ini berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pendekatan Kreatif Konsep strategi kreatif dalam pembuatan Head line visual didasarkan dari hasil penelitian dilapangan yaitu akibat yang terjadi tidak menggunakan APD (alat pelindung diri). maka headline nya yaitu Pikirkan resikonya jangan menyesal di kemudian hari, Yang mempunyai artian sebagai berikut : banyaknya resiko yang akan terjadi bila pekerja mengalami kecelakaan kerja Pendekatan Visual Pencarian gagasan visual berawal dari pesan yang akan disampaikan melalui kampanye ini yaitu menggunakan majas perbandingan alegori, majas yang menyatakan sesuatu kiasan atau penggambaran lain. III.1.5 Strategi Media Gambar III.2 Poster Attention Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016) Dilihat dari permasalahan yang dihadapi, maka pemilihan suatu media diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjawab permasalahan. Strategi media yang akan dipakai untuk melakukan kampanye sosial keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi adalah poster sebagai media utama. Media 31

tambahan ataupun media pendukung juga sangat membantu dalam mendukung media utama agar penyampaian pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada target audiens. III.1.5.1 Media A. Poster Poster dibuat dalam 2 macam strategi yaitu attention dan interest. Attention dibuat dalam ukuran yang lebih besar dan ditempelkan di tempat umum seperti papan pengumuman agar menjadi sebuah perhatian. Dan interest dibuat dalam ukuran yang lebih kecil dibandingkan attention dan ditempel atau dipajang pada papan pengumuman umum juga papan pengumuman di kantor. Keduanya bertujuan agar target audiens dapat tertarik untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. B. Brosur Brosur juga dibuat sebagai media informasi yang masih sedikit yang merujuk target audiens untuk mendapatkan informasi lebih untuk mendukung media utama. C. Banner / X Banner X-banner dan banner dibuat untuk tahap informasi namun informasi yang disampaikan masih merujuk untuk target audiens mendapatkan informasi yang lebih dan terfokus pada media utama. D. Media Sosial Media sosial yang dibuat adalah Facebook dan Twitter, kedua media sosial ini sebagai tahap interest dan sekaligus media informasi yang memberikan informasi dari awal sampai akhir yang mendukung media yang lain. E. Stiker dan Gantungan Kunci Stiker dan gantungan kuncipun dibagikan untuk masyarakat maupun target audiens untuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dan sebagai media pengingat. 32

F. Kaos Kaos dibagikan untuk masyarakat maupun target audiens untuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dan sebagai media pengingat. III.1.6 Strategi distribusi dan waktu Penyebaran Media Tabel III.2 Penyebaran Media Sumber: Data Pribadi (14 Juni 2016) Tahap 1 Oktober November Desember Distribusi Attention 2016 2016 2016 Poster 1 X X X X X X Tempat masuk proyek Tahap 2 Interest Poster 2, 3 X X X X X X Tempat masuk dan mading Facebook X X X X X X X X X Media Sosial Twitter X X X X X X X X X Media Sosial Tahap 3 Media Informasi X-Banner X X X X X X Kantor Brosur X X X X X X Saat instruksi kerja Tahap 4 Reminding Stiker Gantungan dan pin X X X X Saat instruks i kerja X X X X III.2 Konsep Visual Tema pada perancangan kampanye sosial ini memperlihatkan yang berisi tentang apa saja akibat yang ditimbulkan bila sampai kecelakaan kerja. Keselarasan format desain, ilustrasi, layout, huruf, dan pemilihan warna yang sesuai dengan 33

consumer journey, yang membuat target audiens tertarik untuk melihatnya dan dapat mengerti dengan isi pesan yang disampaikan dalam kampanye ini. III.2.1 Identitas Visual Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, lembaga/ Organisasi dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Gambar III.3 safety helmet and family (a), logo (b) Sumber: (a) http://safetytreatment.org/wp-content/ uploads/2011/11/ zhelmet.jpg (15 juni 2016) (b) Data Pribadi (15 Juni 2016) Identitas visual pada kampanye Perancangan Kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi berupa logo. Logo yang ditampilkan adalah sebuah pembentukan dari beberapa elemen-elemen visual seperti bentuk helm yang diambil dari salah satu alat safety dan menggunakan tulisan kerja aman demi anda dan keluarga yang dapat memperkuat keutuhan keseluruhan logo III.2.2 Tata Letak Menurut Rakhmat Supriono untuk mendapatkan layout yang baik diperlukan adanya : Kesatuan komposisi yang baik dan enak untuk dilihat. Variasi, agar tidak monoton/membosankan. Keseimbangan dalam layout sehingga terlihat sepadan, serasi dan selaras. 34

Irama, yang berupa pengulangan bentuk atau unsur-unsur layout dan warna. Harmoni adalah keselarasan atau keserasian hubungan antara unsur-unsur yang memberikan kesan kenyamanan dan keindahan Tata letak atau layout adalah pengaturan elemen-elemen yang ada menjadi sebuah satu kesatuan. III.2.3 Huruf Gambar III.4 layout Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) Tipografi harus difahami sebagai persoalan yang menyangkut proses yang benar dan hasil akhir yang baik serta mampu berkomunikasi dengan baik. tersampaikan secara visual ataupun makna yang tersirat didalamnya. dalam perancangan ini tipografi yang digunakan meliputi: title subtitle / headline content Arial digunakan untuk content atau body text karena mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi, sedangkan clarendon blk bt digunakan untuk title atau tagline karena bentuk font yang tegas dapat membuat kesan yang serius. 35

Gambar III.5 Huruf Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) Gambar III.6 Aplikasi Huruf Pada Headline Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) III.2.4 Warna warna di ambil dari simbol atau tanda yang biasanya disebut safety sign di jalan, di kantor, di kompek perumahan, didalam gedung dan lain-lain. tujuan dari pemasangan simbol-simbol tersebut pastinya memiliki tujuan. sesuai dengan peruntukannya, selain tanda atau tulisan, simbol keselamatan tersebut memiliki etika kode warna. 36

Gambar III.7 Warna Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) Gambar III.8 Aplikasi Warna Pada Media Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) 37

III.2.5 Ilustrasi Ilustrasi berasal dari kata illustrate yang berarti menghias, mengiringi, mendukung. Menurut Widyatmoko (2006) ilustrasi berguna sebagai proses pemahaman terhadap suatu objek, sebagai fasilitas berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang dalam rangka merespon sebuah gambar. Sebuah unsur verbal yang divisualkan dalam sebuah kesan dan makna tersendiri (content/ meaning). Dalam suatu bentuk veral, non fiksi, ilustrasi disajikan lebih terbatas dalam penyampaiannya agar tidak terjadi salah persepsi. Perancangan media kampanye ini mengambil referensi dari foto-foto akibat yang ditimbulkan apa bila kcelakaan kerja dan dimodifikasi melalui sketsa dengan sederhana namun tidak mengurangi maksud dan arti pada sketsa. Gambar III.9 Proses Poster Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) 38

Gambar III.10 Proses Poster Sumber: Data Pribadi (15 Juni 2016) 39