Asuransi Jiwa

dokumen-dokumen yang mirip
Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

ASURANSI JIWA. 12/11/2012 MK. Aktuaria Darmanto, S.Si.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Joint life adalah suatu keadaan yang aturan hidup dan matinya merupakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau

PREMI ASURANSI JIWA PADA AKHIR TAHUN KEMATIAN DAN PADA SAAT KEMATIAN TERJADI

Asuransi Jiwa

PENENTUAN PREMI UNTUK POLIS ASURANSI BERSAMA

PENENTUAN PREMI TAHUNAN UNTUK POLIS ASURANSI JIWA BERSAMA LAST SURVIVOR

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilakukan baik untuk melindungi diri, keluarga dan harta benda. Pada

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id

Asuransi Jiwa

BAB I PENDAHULUAN. berbagai alat analisis. Hal itu pula yang dapat terjadi pada perusahaan

PENENTUAN PREMI TAHUNAN PADA ASURANSI JOINT LIFE DENGAN MENGGUNAKAN ANUITAS REVERSIONARY

LIFE ANNUITIES. Di Susun Oleh: Kelompok 1 1. ANGGUN SARLINA SAILAN H RAHMADANA H

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor riil saja seperti pertanian, industri, dan agrobisnis,

Bab 2. Teori Pendukung. 2.1 Pendahuluan. 2.2 Future Life Time

BAB III MODIFIKASI CADANGAN ASURANSI JIWA DENGAN METODE ZILLMER DAN ILLINOIS. Perusahaan asuransi memerlukan biaya dalam melaksanakan tugasnya.

PENENTUAN PREMI TAHUNAN KONSTAN DAN CADANGAN BENEFIT PADA ASURANSI JOINT LIFE BELLA YOSIA

Asuransi Jiwa

Seri Pendidikan Aktuaris Indonesia Ruhiyat

PENGGUNAAN METODE INDIVIDUAL LEVEL PREMIUM DALAM PEMBIAYAAN PENSIUN PENDETA DI SINODE GEREJA KRISTEN JAWA SKRIPSI. Disusun Oleh :

Penerapan Metode Projected Unit Credit dan Entry Age Normal pada Asuransi Dana Pensiun (Studi Kasus : PT. Inhutani I Cabang Kabupaten Berau)

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana peranan statistika matematika dalam menentukan anuitas premi asuransi jiwa?

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODEL PENYUSUTAN MAJEMUK JUMLAH PESERTA ASURANSI PADA ASURANSI JIWA

PERBANDINGAN NILAI TEBUS DAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA KONTINU. Jl. Prof. Soedarto, S.H, Semarang, 50275

BAB I PENDAHULUAN. suatu peristiwa yang tak tentu. ( Hasyim Ali, 1993:3) Asuransi terbagi menjadi dua, yaitu life insurance dan non life insurance.

Analisis Komponen Biaya Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

BAB II LANDASAN TEORI

PERHITUNGAN BIAYA TAMBAHAN DENGAN METODE PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI SKRIPSI. Disusun Oleh : SITI NURLATIFAH JURUSAN STATISTIKA

PENENTUAN PREMI BULANAN ASURANSI KESEHATAN BERJANGKA PERAWATAN RUMAH SAKIT UNTUK PERORANGAN

PERHITUNGAN PEMBIAYAAN DANA PENSIUN DENGAN METODE ATTAINED AGE NORMAL DAN PROJECTED UNIT CREDIT

Bab 2. Tinjauan Pustaka. 2.1 Pendahuluan. 2.2 Bunga Majemuk

MENENTUKAN PREMI TAHUNAN UNTUK TIGA ORANG PADA ASURANSI JIWA HIDUP GABUNGAN (JOINT LIFE) KOMPETENSI FINANSIAL SKRIPSI TRI YANA BHUANA

PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP MENGGUNAKAN SUKU BUNGA VASICEK

MENENTUKAN FORMULA PREMI TAHUNAN TIDAK KONSTAN PADA ASURANSI JOINT LIFE

PENENTUAN NILAI CADANGAN PROSPEKTIF PADA ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP MENGGUNAKAN METODE NEW JERSEY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Program dana pensiun merupakan bentuk balas jasa pemerintah terhadap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada AJB Bumi Putera 1912 Rayon Madya Pandaan oleh Ariyani (2001). Bumi Putera Rayon pandaan adalah belum tepat.

LEMBAR PERNYATAAN DEWAN PENGUJI

PREMI TUNGGAL BERSIH UNTUK KONTRAK ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP

Model Perhitungan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Secara Diskrit dan Kontinu

DASAR DASAR TEORI OF INTEREST & ANUITAS Jakarta, 10 Mei Oleh : Masyhar Hisyam Wisananda, S.Si, ASAI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. yang bertujuan untuk mendapatkan dana pensiun. Menurut Undang-undang

Bizaini, Dewi Sri Susanti, Yuni Yulida Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat

PREMI ASURANSI JIWA LAST SURVIVOR DWIGUNA DENGAN MENGGUNAKAN ASUMSI CONSTANT FORCE

PERUMUSAN PREMI BULANAN ASURANSI KESEHATAN INDIVIDU PERAWATAN RUMAH SAKIT (ANUITAS HIDUP PEMBAYARAN BULANAN)

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di Jurusan

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Fungsi Keberlangsungan Hidup (Survival Function) Misalkan adalah usia seseorang saat menutup polis asuransi, sehingga adalah

PROGRAM APLIKASI PERHITUNGAN PREMI ASURANSI JIWA DENGAN MACRO DAN EXCEL VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA)

PENENTUAN CADANGAN PREMI UNTUK ASURANSI JOINT LIFE

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PENENTUAN CADANGAN PREMI DENGAN METODE PREMIUM SUFFICIENCY PADA ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP JOINT LIFE KOMPETENSI TERAPAN SKRIPSI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. PPH. Pemotongan. Dibayarkan sekaligus.

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 16/PMK.03/2010 TENTANG

CADANGAN ASURANSI PENDIDIKAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI PARETO DENGAN TINGKAT BUNGA VASICEK. Reinhard Sianipar 1, Hasriati 2 ABSTRACT

MODEL SELEKSI PREMI ASURANSI JIWA DWIGUNA UNTUK KASUS MULTIPLE DECREMENT. Mahasiswa Program S1 Matematika

Asuransi Jiwa

Perhitungan Premi Netto Tahunan Dalam Menganalisis Komponen Biaya Pada Perusahaan Asuransi Jiwa Bumiputera

Perhitungan Dana Pensiun untuk Pensiun Normal Berdasarkan Metode Constant Dollar; Studi Kasus: PT. Taspen Palembang

MENENTUKAN PREMI TAHUNAN TIDAK KONSTAN PADA ASURANSI JOINT LIFE KOMPETENSI FINANSIAL SKRIPSI

Signature Life. Anda menginginkan skema warisan yang aman dan mantap. Kami akan memberikan Anda lebih dari itu.

BAB 4 PEMBAHASAN. Konsep pengenaan pajak atas penghasilan berdasarkan Undang-undang Pajak

RISET OPERASI PROGRAM LINEAR MULTIOBJEKTIF INTEGER FUZZY DENGAN VARIABEL KEPUTUSAN FUZZY Listy Vermana PENERAPAN FORMULASI PROGRAM LINEAR

Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan (Pasal 2, PP Nomor 68 Tahun 2009) Pemotong (Pasal 1 angka 9, PP Nomor 68 Tahun 2009)

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2016 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 343/KMK.017/1998 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

CADANGAN ASURANSI DWIGUNA LAST SURVIVOR DENGAN METODE PREMIUM SUFFICIENCY

: Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Unit Link. : 1. I Wayan Sumarjaya, S.Si, M.Stats. 2. Drs. I Nyoman Widana, M.

CADANGAN PROSPEKTIF ASURANSI JIWA DWIGUNA DENGAN ASUMSI SERAGAM

PENGHITUNGAN PREMI ASURANSI LONG TERM CARE UNTUK MODEL MULTI STATUS

PREMI ASURANSI NAIK PADA STATUS HIDUP GABUNGAN Gita Anugrah 1*, Hasriati 2, Aziskhan 2

ANUITAS LAST SURVIVOR

PERHITUNGAN DANA PENSIUN DENGAN UNIT CREDIT COST METHOD (ACCRUED BENEFIT) MAKALAH

Tabel. Mortalitas Kehidupan Pria. X lx dx 1000 qx 0 10,000,000 70, ,929,200 17, ,911,725 15, ,415 6,415 1,000.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA P E N J E L A S A N A T A S PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 1992

MODEL SELEKSI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA DENGAN UANG PERTANGGUNGAN MENINGKAT

CADANGAN PREMI TAHUNAN ASURANSI KESEHATAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI BURR. Hendri Arriko 1, Hasriati 2 ABSTRACT

Prosiding Matematika ISSN:

EKONOMI TEKNIK Bentuk Nilai Modal - Nilai Sekarang dan yang akan datang SEBRIAN MIRDEKLIS BESELLY PUTRA TEKNIK PENGAIRAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 50/PMK.010/2012 TENTANG

METODE ACCRUED BENEFIT COST UNTUK ASURANSI DANA PENSIUN NORMAL PADA STATUS GABUNGAN ABSTRACT

Financial Check List. Definisi Asuransi. Apa Manfaat dan Fungsi Asuransi? Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi?

Mengenal Hukum Asuransi di Indonesia. Oleh: Mustari Soleman Masiswa Fakultas Hukum Univ.Nasional

TIME VALUE of MONEY. Modul ini membahas tentang future value, present value. Konsep anuitas, dan implementasi nilai mata uang

Retirement Planning. Irni Rahmayani Johan, SP, MM. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB

i % per bulan. Perhitungan bunga

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

Bab 4: Anuitas Hidup Atina Ahdika, S.Si, M.Si Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia

Pendahuluan Pendahuluan Anuitas tentu yang sudah dibahas sebelumnya tidak dikaitkan dengan hidup matinya seseorang Pembayaran pensiun, pembayaran premi asuransi, harga berlangsung selama orang yang pensiun atau pemegang polis asuransi tersebut masih hidup Pembayaran akan dihentikan jika orang yang bersangkutan telah meninggal Anuitas yang pembayarannya dikaitkan dengan hidup matinya seseorang disebut anuitas hidup (life annuity)

Macam-macam Anuitas Macam-macam Anuitas Hidup Ada bermacam-macam anuitas hidup, tergantung atas lamanya pembayaran berlangsung, apakah pembayaran dilakukan di permulaan atau akhir tahun, ataupun apakah pembayaran ditunda selama jangka waktu tertentu. 1. Anuitas akhir seumur hidup, yaitu serangkaian pembayaran sebesar 1 yang dilakukan tiap akhir tahun, pembayaran hanya berlangsung selama seseorang masih hidup waktu jatuhnya pembayaran tersebut. Nilai tunai anuitas ini ditulis dengan simbol a x, huruf x menyatakan usia sekarang orang yang bersangkutan. 2. Anuitas awal seumur hidup, yaitu serangkaian pembayaran sebesar 1 yang dilakukan tiap awal tahun, pembayaran berlangsung seumur hidup seseorang tertentu. Nilai tunai anuitas ini ditulis dengan simbol ä x. Jelas bahwa anuitas awal dan anuitas akhir seumur hidup hanya berselisih 1, yaitu pembayaran pertama pada awal tahun pertama.

Macam-macam Anuitas (x) menyatakan orang yang berusia x. Pembayaran terakhir terjadi ketika (x) berumur x + n 1. Karena nilai tunai pembayaran pertama pada permulaan tahun pertama adalah 1, maka ä x = 1 + a x (1)

Macam-macam Anuitas 3. Anuitas sementara, yaitu bila pembayaran tidak dilakukan sepanjang umur (x), tapi misalnya hanya berlangsung selama paling lama n tahun asal dia masih hidup. Nilai tunai suatu anuitas akhir selama n tahun ditulis dengan simbol a x:n sedangkan untuk anuitas awal ditulis dengan simbol ä x:n. Jika (x) meninggal sebelum mencapai n kali pembayaran, maka pembayaran tidak diteruskan. Dari gambar terlihat jelas bahwa ä x:n = 1 + a x:n 1 (2)

Macam-macam Anuitas 4. Anuitas Ditunda, yaitu serangkaian pembayaran yang pembayarannya ditunda selama beberapa tahun, misalnya m tahun, dan pembayaran dapat berlangsung seumur hidup atau selama jangka waktu tertentu (sementara). Nilai tunai suatu anuitas akhir bagi seseorang berusia x, ditunda selama m tahun, pembayaran paling banyak selama jangka waktu n tahun ditulis dengan simbol m n a x. Anuitas awalnya ditulis dengan simbol m n ä x. Bila anuitas tersebut seumur hidup, maka simbolnya menjadi m a x untuk anuitas akhir dan m ä x untuk anuitas awal. Mudah terlihat bahwa m+1 ä x = m a x m+1 nä x = m n a x (3)

Macam-macam Anuitas a x:n + n a x = a x (4) Hubungan tersebut dapat dilihat dari gambar berikut:

Anuitas Hidup Pandang sekelompok orang yang tepat berusia x yaitu l x. Misalkan tiap orang dari sebanyak l x tersebut menyetor sekarang sejumlah A rupiah ke dalam suatu dana sedemikian rupa besarnya sehingga tiap orang yang mencapai usia x + 1 menerima 1 dari dana tersebut, tiap orang yang mencapai usia x + 2 menerima 1 dari dana tersebut, dan seterusnya. Pembayaran dilakukan sampai semua orang dari sebanyak l x tadi meninggal semuanya. Masalahnya ialah, berapakah besarnya A?

Jadi, Maka A l x = l x+1 v + l x+2 v 2 +... + l w 1 v w 1 x + l w v w x = l x+1 v + l x+2 v 2 +... + l w v w x A = l x+1 v + l x+2 v 2 +... + l w v w x l x Pada pembahasan sebelumnya, simbol untuk A adalah a x dan disebut premi tunggal bersih atau nilai tunai anuitas akhir (hidup). Cara penurunan rumus ini disebut cara dana bersama, mirip gotong royong.

Contoh 1: Bila tingkat bunga 2.5% setahun, hitunglah a 50 dengan menggunakan tabel mortalitas 1941 bila tiap tahunnya, setiap orang yang bertahan hidup mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta.

Contoh 1: Bila tingkat bunga 2.5% setahun, hitunglah a 50 dengan menggunakan tabel mortalitas 1941 bila tiap tahunnya, setiap orang yang bertahan hidup mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta. Penyelesaian: Diketahui i = 2.5%, maka diperoleh v = 1 1.025 = 1.025 1. Jadi, a 50 = l 51 v + l 52 v 2 +... + l w v w x l 50 = 15.316571

Perhitungannya tidak sulit, tapi membosankan. Untuk menyederhanakan perhitungan, maka dibuatlah simbol kumutasi atau simbol perantara, sebagai berikut = v x l x N x = i=0 +i = + +1 +... + D w S x = i=0 N x+i = N x + N x+1 +... + N w = i=0(i + 1)+i = + 2+1 + 3+2 +... + D w C x = v x+1 d x M x = i=0 C x+i = C x + C x+1 +... + C w R x = i=0 M x+i = M x + M x+1 +... + M w = i=0(i + 1)C x+i = C x + 2C x+1 + 3C x+2 +... + C w

Dengan menggunakan simbol kumutasi, maka rumus a x dapat disederhanakan menjadi (kalikan pembanding dan penyebutnya dengan v x ) a x = l x+1 v x+1 + l x+2 v x+2 +... + l w v w l x v x = +1 + +2 +... D w = N x+1 (5)

Contoh 2: Hitunglah a 50 dengan menggunakan simbol kumutasi (untuk seterusnya akan digunakan tabel CSO dengan tingkat bunga 2.5%).

Contoh 2: Hitunglah a 50 dengan menggunakan simbol kumutasi (untuk seterusnya akan digunakan tabel CSO dengan tingkat bunga 2.5%). Penyelesaian: a 50 = N 51 D 50 = 3613562.55 235925.04 = 15.316571

Dari rumus sebelumnya, kita peroleh ä x = 1 + a x = 1 + N x+1 = + N x+1 = N x (6)

Contoh 3: Buktikan bahwa ä x+1 = (1 + i)a x p x

Contoh 3: Buktikan bahwa ä x+1 = (1 + i)a x p x Penyelesaian: Kita tahu bahwa (1 + i) = 1 v dan p x = l x+1 l x, maka (1 + i)a x p x = a x v p x = l x ax l x+1 v = v x l x v x l x+1 ax v = +1 a x = +1 Nx+1 = N x+1 +1 = ä x+1

Contoh 4: Hitunglah nilai tunai atau premi tunggal bersih suatu anuitas awal (hidup) dengan pembayaran Rp 1500 setahun untuk seseorang berusia 20 tahun dan 60 tahun.

Contoh 4: Hitunglah nilai tunai atau premi tunggal bersih suatu anuitas awal (hidup) dengan pembayaran Rp 1500 setahun untuk seseorang berusia 20 tahun dan 60 tahun. Penyelesaian: a. Premi tunggal bersih: ä 20 b. Premi tunggal bersih: ä 60 ä 20 = P N20 = 1500 15744215.69 D 20 580662.42 = 40671.35 rupiah ä 60 = P N60 = 1500 1865613.58 D 60 154046.23 = 18166.11 rupiah

Perhatikan bahwa premi tunggal bersih untuk orang yang lebih muda lebih tinggi daripada untuk orang yang lebih tua karena orang yang lebih muda lebih lama, jadi lebih banyak, menerima anuitas sebab dia masih akan lebih lama hidup.

Endowment Murni Anuitas Hidup Endowment murni ialah suatu pembayaran yang dilakukan pada akhir suatu jangka waktu tertentu bagi seseorang tertentu bila dia hidup mencapai akhir jangka waktu tersebut. Bila orang tersebut meninggal sebelum akhir jangka waktu tersebut maka tidak ada pembayaran sama sekali. Simbol n E x menyatakan tunai suatu endowment murni yang dikeluarkan bagi seseorang berusia x selama jangka waktu n tahun. Bila (x) meninggal sebelum berusia x + n maka tidak ada pembayaran, tapi bila dia mencapai usia x + n maka kepadanya akan dibayarkan sebesar 1 pada akhir tahun ke x + n.

Nilai tunai dari 1 adalah 1 v n, peluang dibayarkan adalah n p x yaitu peluang (x) mencapai usia x + n, jadi ne x = 1 v n np x ( ) = v n lx+n l x = v x+n ( lx+n v x l x ) = +n (7)

Anuitas Sementara Anuitas Hidup a x:n dapat dipandang sebagai gabungan dari serangkaian endowment murni a x:n = 1 E x + 2 E x +... + n Ex

atau a x:n = +1 + +2 +... + +n = +1 + +2 +... + +n = N x+1 N x+n+1 (8)

Dari rumus (2) dan (8) diperoleh: ä x:n = 1 + a x:n 1 = 1 + N x+1 N x+n = + N x+1 N x+n = N x N x+n (9)

Anuitas Ditunda Dari rumus (4), (5), dan (8) diperoleh: Dengan cara yang sama n a x = a x a x:n = N x+1 N x+1 N x+n+1 = N x+n+1 (10) n ä x = ä x ä x:n = N x N x N x+n = N x+n (11)

Untuk menurunkan rumus m n a x dan m n ä x kita akan menggunakan endowment murni. Pembayaran untuk m n a x dapat digambarkan sebagai Nilai tunai pembayaran tersebut adalah m na x = m+1 E x + m+2 E x +... + m+n E x = +m+1 + +m+2 +... + +m+n = N x+m+1 N x+m+n+1 (12)

Dari rumus (3) dan (12) diperoleh m nä x = m 1 n a x = N x+m N x+m+n (13)

Contoh 5: Hitunglah nilai tunai endowment murni sebesar Rp 1000000 yang dikeluarkan bagi seseorang berusia 25 tahun selama 40 tahun.

Contoh 5: Hitunglah nilai tunai endowment murni sebesar Rp 1000000 yang dikeluarkan bagi seseorang berusia 25 tahun selama 40 tahun. Penyelesaian: atau dengan cara lain 1000000 40 E 25 = 1000000 D 65 D 25 = 1000000(116088.15)/506594.02 = 229154.21 1000000 40 E 25 = 1000000(1 + i) 40 l 65 l 25 40 577882 = 1000000(1.025) 937197 = 229154.22

Latihan 1. Pada hari ulang tahunnya yang ke-30 si Ali membeli endowment murni sebesar Rp 5000 untuk selama 35 tahun (yaitu sampai usia 65 tahun). Bila dia mencapai usia 65 tahun, berapa besarkah yang akan ia terima? 2. Si Ali, yang sekarang berusia 25 tahun, ingin membeli suatu rencana pensiun mulai usia 55 tahun dengan penerimaan 3 juta rupiah setahun, pembayaran pertama pada hari ulang tahunnya yang ke 55. Untuk itu dia akan melakukan pembayaran tahunan, pada permulaan tiap tahun, mulai sekarang dan berakhir pada hari ulang tahunnya yang ke 54. Berapa besarkah pembayaran tahunan tersebut?

3. Pada usia 65 si Ali mempunyai dua pilihan (a) menerima 25 juta rupiah dari suatu perusahaan asuransi yang akan membungakannya dengan tingkat bunga 2.5 % setahun, dan dia akan menerima dengan cara tentu tiap permulaan tahun selama 20 tahun (anuitas tentu selama 20 tahun) sejumlah uang yang sama besarnya dan sesudah 20 kali pembayaran dana tadi habis, atau (b) membiarkan uangnya pada perusahaan tadi dan menerima sejumlah uang yang sama besarnya tiap permulaan tahun selama 20 tahun bila dia hidup (anuitas hidup). Hitunglah besarnya penerimaan si Ali tiap tahun dalam kedua hal tersebut. Bila si Ali meninggal tepat sebelum mencapai usia 80 tahun, berapa besarkah yang akan diterima oleh ahli warisnya?