FIELDWORK (Pekerjaan Lapangan/Teknis)

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL PERKULIAHAN PEKERJAAN LAPANGAN

BUKTI AUDIT DAN PENDOKUMENTASIANNYA

TEMUAN AUDIT DAN PERANCANGAN REKOMENDASI

BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL

Standar Audit SA 300. Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan

Ch.8. Mempertimbangkan Pengendalian Internal

Penetapan Materialitas Penetapan Risiko. tedi last 09/16

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

PERENCANAAN AUDIT. Audit Berbasis Risiko Perencanaan Audit Program Audit. tedi last 02/17

SURVEY PENDAHULUAN. Klasifikasi Informasi Fokus Survey. Tujuan Langkah Kerja. tedi last 02/17

PELAKSANAAN PENUGASAN

PENGENDALIAN INTERN 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN PEMERIKSAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama.

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Pengendalian Intern. Sistem menurut James A Hall (2007: 32). Sistem adalah kelompok dari dua

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT INTERNAL. (Variabel Independen)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

Standar Audit SA 500. Bukti Audit

Tinjauan Konseptual Perencanaan Standar Pelaksanaan Tahapan Perencanaan Audit Keuangan Hubungan Asersi Manajemen dengan Tujuan Audit Terinci

STANDAR PERIKATAN AUDIT

Standar Pemeriksaan Tipe Pengujian Pendekatan Pengujian. tedi last 10/16

BAB II LANDASAN TEORI

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO

Standar Audit SA 330. Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai

Standar Audit SA 530. Sampling Audit

1/28/2012. Menurut Warren Reeve & Fees (1999) Pengendalian

SPR Reviu atas Informasi Keuangan Interim yang Dilaksanakan oleh Auditor Independen Entitas

BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

PENGEMBANGAN TEMUAN AUDIT

LAMPIRAN. Universitas Kristen Maranatha

Bab 9 Risiko Deteksi & Rancangan Pengujian Substantif

BAB II LANDASAN TEORI. Alvin A. Arens, at all (2011:4) menjelaskan bahwa: orang yang kompeten dan independen.

Pengujian Substantif Atas Transaksi Prosedur Review Analitis Pengujian Rinci Atas Saldo Pengujian Kepatuhan Penyelesaian Penugasan Audit

SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

TUGAS KELOMPOK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI. BAB 11 - Pengauditan Sistem Informasi Berbasis Komputer

BAB IV HASIL KEGIATAN MAGANG Gambaran Umum KAP Bayudi Watu Semarang Kantor Akuntan Publik Bayudi Watu dan Rekan merupakan sebuah perusahaan yang

Standar audit Sa 500. Bukti audit

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

Program Audit. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017

Kompetensi Auditor Independensi Pemeriksan Dan Organisasi Auditor Pelaksanaan Kemahiran Profesional secara Cermat Dan Seksama Pengendalian Mutu

1. Keandalan laporan keuangan 2. Kepatuhan terhadap hukum & peraturan yang ada. 3. Efektifitas & efisiensi operasi

BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA

PEDOMAN SISTIM PENGENDALIAN INTERN

1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum:

TUGAS E-LEARNING ADMINISTRASI BISNIS INTERNAL CONTROL

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

BAB II LANDASAN TEORI. dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani yaitu Systema yang berarti

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai salah satu pelaku ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi

Mengenal dan Menaksir Resiko

Standar Audit SA 240. Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI. menurut para ahli. Adapun pengertian audit internal menurut The Institute of

BAB 1 PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam dunia perekonomian menyebabkan persaingan dunia

LAPORAN KEGIATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Krismiaji (2010:218), Pengendalian internal (internal control)

Konsep Dasar Audit Sistem Informasi

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA

PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk. PIAGAM UNIT INTERNAL AUDIT

Dalam proses pengumpulan data-data perusahaan terdapat beberapa metode yang digunakan

Menurut Mulyadi (2001), Sistem Pengendalian Internal meliputi organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang

BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi menuntut pertumbuhan perekonomian khususnya dunia usaha

TUGAS MAKALAH ADMINISTRASI BISNIS. PENGENDALIAN INTERNAL (INTERNAL CONTROL) (Dosen : Putri Taqwa Prasetyaningrum,ST,MT)

Daftar Pertanyaan Sistem Pengawasan Keuangan Perusahaan

PERTIMBANGAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

AUDIT & ATESTASI SA 530 SAMPLING AUDIT

MAKALAH TENTANG INTERNAL CONTROL

Pemahaman Pengendalian Internal

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem

Kontrol. Audit Internal. HARIRI, SE., M.Ak. Universitas Islam Malang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG

CHAPTER VI. Nyoman Darmayasa, Ak., CPMA., CPHR., BKP., CA., CPA. Politeknik Negeri Bali 2014

SISTEM LAYANAN PERBANKAN LEWAT TELEPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSEDUR AUDIT PADA BANK X

PREVIEW AUDIT LAPORAN KEUANGAN (GENERAL AUDIT)

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

INTERNAL AUDIT. Materi 1. Oleh Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya

Catatan informasi klien

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu

PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 05 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA,

1. Pengertian Tahapan, Prosedur dan Teknik Audit

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB II LANDASAN TEORI

Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Transkripsi:

FIELDWORK (Pekerjaan Lapangan/Teknis) Teknik Audit Contoh Prosedur Audit tedi last 04/17

Batasan. Pekerjaan lapangan : proses yang dilakukan secara sistematis dalam mengumpulkan bukti audit yang objektif mengenai operasi yang diaudit, kemudian mengevaluasinya untuk : (1) memastikan bahwa operasi yang dimaksud sesuai dengan standar/kriteria yang dapat diterima dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta (2) menyediakan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

lanjutan Batasan. Secara umum, auditor dapat mengaplikasikan 3 (tiga) langkah dalam melaksanakan pekerjaan lapangan, yaitu : (1) Penegasan, (2) Evaluasi, dan (3) Pengujian.

Penegasan. menegaskan/memastikan lebih dalam/jauh mengenai informasi yang telah diperoleh untuk mengetahui : 1) Tujuan operasional secara rinci, strategi dan program. 2) Kesesuaian tujuan pengendalian dengan tujuan operasional. 3) Risiko yang paling tinggi yang melekat pada sistem. 4) Bagaimana sistem bekerja pada blok input, proses, dan output. 5) Prosedur dan pelaksanaan pekerjaan. 6) Kelayakan/kecocokan sistem dalam organisasi. 7) Perubahan strategi yang berdampak terhadap kinerja sistem.

Evaluasi. Faktor yang perlu dipertimbangkan : 1) Evaluasi terhadap efektivitas dan efisiensi pengendalian dimaksudkan untuk mendorong/membantu dalam memperbaiki pengendalian yang ada. 2) Evaluasi terhadap pengendalian bergantung kepada kriteria yang ditetapkan. 3) Evaluasi atas pengendalian menggunakan instrumen kuesioner. 4) Evaluasi berdasarkan kepada batasan ekspektasi pada bidang yang diaudit. 5) Evaluasi dapat dilakukan dengan metode analytical review. 6) Evaluasi atas pengendalian dirancang untuk menandai aspek dari sistem yang rentan (memiliki risiko yang tinggi). 7) Evaluasi harus mempertimbangkan keberadaan compensating control.

Pengujian. Fokus audit internal secara tradisional : pengujian-pengujian secara rinci yang dirancang guna menemukan kesalahan atau ketidakteraturan/ketidaksesuaian dengan aspek legal/kebijakan. Fokus audit internal berbasis risiko : upaya bagaimana suatu risiko dikelola dalam sistem organisasi. Pandangan/penilaian auditor mengenai kelayakan/kecukupan pengelolaan risiko oleh manajemen didasarkan kepada pertimbangan dan hasil evaluasi yang merujuk kepada bukti audit yang dapat diandalkan. Pengujian digunakan untuk mendukung pandangan/penilaian auditor terhadap tingkat keefektifan pengendalian dalam mencegah/mengantisipasi/menekan risiko tertentu, dan memastikan bahwa pengendalian tersebut bekerja/berjalan sebagaimana mestinya.

lanjutan Pengujian. Faktor yg perlu diperhatikan dalam melakukan pengujian : 1) Pengujian terdiri atas dua tipe, yaitu : (a) Pengujian Kepatuhan (Complience Tests), yaitu menguji apakah keandalan pengendalian dalam mengelola risiko secara aktual berjalan sesuai dengan yang ditetapkan. (b) Pengujian Substantif (Substantive Tests), yaitu pengujian terhadap implikasi dari kesenjangan pengendalian internal dalam perancangan dan implementasinya. 2) Bukti audit yang diperoleh selama tahap pengujian harus mendukung pendapat auditor mengenai hasil auditnya. 3) Pengujian harus dilakukan dengan mempertimbangkan biaya dan waktu, sebab pengujian yang diperluas umumnya memerlukan biaya yang besar dan waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, umumnya pengujian dilakukan atas suatu sampel yang dipilih dengan teknik sampling yang representatif.

lanjutan Pengujian 4) Pengujian dimungkinkan untuk menggunakan perangkat lunak audit dan memanfaatkan database, sehingga teknikteknik pengujian dengan statistika, atau analisis kuantitatif lainnya dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, terutama untuk melihat kesalahan, ketidaklengkapan, duplikasi, dan inkonsistensi, yang mungkin sebagai dampak dari lemahnya pengendalian internal. 5) Informasi yang berkenaan dengan pengujian harus didokumentasikan dengan baik, yang meliputi informasi mengenai tujuan pengujian, tipe pengujian, ruang lingkup pengujian, teknik/prosedur pengujian, staf pelaksana, hasil pengujian, dan referensi silang pada evaluasi pengendalian, serta draft laporan audit.

Pengujian Yg Diperluas. Secara teknis, pekerjaan lapangan merupakan upaya untuk memperoleh informasi tambahan/informasi yang lebih lengkap guna memberikan keyakinan yang lebih baik dalam penarikan kesimpulan atas hasil auditnya. Oleh karena itu, pekerjaan lapangan ini merupakan proses pengujian yang diperluas (expanded testing). Pengujian yang diperluas tersebut dapat dilakukan dengan cara : (1) Melakukan pengujian/pemeriksaan yang lebih rinci atas bukti audit yang sebelumnya telah diperoleh. (2) Menambah jumlah item yang sebelumnya telah diuji/diperiksa. (3) Menambah ruang lingkup pengujian berdasarkan bukti audit tertentu/spesifik yang sebelumnya telah diperoleh.

lanjutan Pengujian Yg Diperluas. Kriteria pengujian yang diperluas : 1) Bersifat langsung, artinya pengujian tersebut harus berkenaan langsung dengan risiko yang sedang diuji/diperiksa. 2) Efisien, artinya pengujian yang dilakukan mempertimbangkan faktor tambahan waktu dan biaya yang harus seimbang dengan manfaatnya. 3) Fisibel, artinya memungkinkan untuk dilaksanakan berdasarkan kemampuan auditor dan atau konsultan yang ditugaskan (untuk memberikan asistensi).

Istilah Dalam Prosedur Audit utk Pekerjaan lapangan. Analisis : Proses memecah bukti audit menjadi bagian-bagian/unsur-unsur yang lebih memiliki arti/makna, serta menentukan sifat dasar/pokok sesuatu yang ingin diketahui. Pengecekan (check) : proses membandingkan atau menghitung ulang (bila diperlukan) untuk memastikan keakuratan dan kelayakan bukti audit. Verifikasi : pengujian yang sifatnya membuktikan untuk menentukan keakuratan, keaslian atau keandalan. Konfirm(asi) : penegasan untuk membuktikan kebenaran atau keakuratan yang biasanya dilakukan dengan cara penyelidikan atau inspeksi.

lanjutan Istilah dlm Prosedur Audit. Rekonsiliasi : pencocokan angka dalam lingkup sistem akuntansi melalui dua/lebih rekening/pos/perkiraan. Vouching : penegasan untuk mencocokan suatu catatan dengan penelusuran kepada catatan/dokumen lainnya yang berhubungan dengan catatan yang dimaksud. Evaluasi : penilaian/penaksiran/pertimbangan untuk mencapai kesimpulan (nilai/harga, keefektifan, efisiensi, atau kegunaan). Pemeriksaan (examine) : memeriksa secara langsung dan hati-hati untuk menentukan keakuratan, kepatutan (proper), dan kecocokan pendapat. Inspeksi : memeriksa secara fisik

lanjutan Istilah dlm Prosedur Audit. Investigasi : penegasan bukti/fakta (tersembunyi) mengenai kondisi yang diduga/dicurigai terdapat penyimpangan/kesalahan. Review : mengkaji secara kritis Review analitis : pengujian atas data (kuantitatif) dari dua set data yang berbeda utk mengetahui tren dan perubahannya. Memindai (scan) : mengamati secara cepat/sekilas untuk menguji kesesuaian pola (fokus perhatian : ketidakteraturan/tidak biasa atau kondisi yg memerluakan penyelidikan lebih lanjut) Pengujian (test) : pemeriksaan terhadap item-item yang representatif (sampel) utk memperoleh kesimpulan mengenai populasinya.

Pendekatan Audit. Teknik pengujian diterapkan berdasarkan Pendekatan Audit yang dipilih, yaitu : Audit Fungsional : Audit Organisasional. Penelaahan Manajemen. Audit Program. Next : contoh

Contoh Prosedur Audit Utk Pekerjaan Lapangan. Pengendalian Keuangan. Hasil Survey Pendahuluan : Kontroler menunjukkan keengganan (indikasi penolakan secara halus) yang berlebihan atas kegiatan audit. Risiko : Kemungkinan (1) tidak dipatuhinya kebijakan akuntansi/prosedur, dan ; (2) kualitas informasi akuntansi diragukan. Pengendalian yang diperlukan untuk menekan risiko : Adanya (1) mekanisme dokumentasi mengenai kepatuhan kepada kebijakan/prosedur dan regulasi, ; (2) mekanisme supervisi, dan ; (3) mekanisme pemutakhiran data akuntansi yang terlindungi/terkendali. Bukti audit yang diperlukan : Dokumentasi yang menunjukkan (1) tingkat kepatuhan ; (2) keefektifan supervisi, dan (3) catatan/buku (perekaman data akuntansi) yang terkendali. Prosedur audit : (1) Lakukan pemindaian terhadap pola kerja karyawan berdasarkan prosedur yg telah ditetapkan, dan review kebijakan manajemen berdasarkan respon karyawan (dari interview) ; (2) Uji sampel transaksi 2 bulan terakhir untuk ketepatan pencatatan/data entry dan akurasi saldo.

Lanjutan Contoh. Hasil Survey pendahuluan : Rekonsiliasi bank jarang dilakukan Risiko : Kemungkinan hilangnya aktiva (uang) Pengendalian yang diperlukan untuk menekan risiko : Adanya (1) pemisahan fungsi/tugas yang berkenaan dengan penanganan kas dan pencatatannya., dan ; (2) mekanisme rekonsiliasi bank setiap bulan. Bukti audit yang diperlukan: (1) Deskripsi pekerjaan/tugas dalam penanganan kas dan pencatatanya ; (2) bukti audit yang menggambarkan ketepatan waktu, kelengkapan, dan akurasi hasil rekonsiliasi bank, dan ; (3) bukti audit mengenai pemutahiran catatan kas dan kesesuaiannya dengan jumlah uang (on hand dan in bank) Prosedur audit : (1) Evaluasi deskripsi pekerjaan/tugas dalam penanganan kas dan pencatatannya untuk menentukan keseimbangan dan ketepatan pembagian tugas diantara fungsi akuntansi/pencatatan dan fungsi kustodian, dan ; (2) Verifikasi rekonsiliasi bank untuk 2 bulan terakhir. Bila tidak tersedia, lakukan rekontruksi rekonsiliasi bank 2 bulan terakhir.

Contoh prosedur Audit ERM Tahap ke-1 : Lakukan pertemuan dengan menajer yang tepat untuk memperoleh pemahaman mengenai strategi implementasi ERM, ruang lingkup yang direncanakan, dan kondisinya saat ini. Tahap ke-2 : Lakukan pengembangan strategi untuk mereview proses ERM dengan fokus pada proses di tingkat organisasi dan status unsur-unsur ERM pada unit/bagian bisnis tertentu. Tahap ke-3 : Lakukan pengembangan rencana audit terinci untuk item-item terpilih/tertentu yang akan direview. Tahap ke-4 : Review terhadap pokok-pokok pedoman ERM dalam lingkup perusahaan secara keseluruhan, dan tentukan apakah tujuan ERM sudah dikomunikasikan, serta lakukan penilaian terhadap area dimana komunikasi kurang/tidak memadai.

Lanjutan : contoh prosedur audit Berkenaan dengan filosopi manajemen dan risk appetite : Tahap 5.1 : Lakukan pertemuan dengan anggota manajemen yang tepat untuk menilai apakah filosopi manajemen telah didefinisikan dan dikomunikasikan secara tepat Tahap 5.2 : melalui survey atau interview, lakukan pertemuan dengan personel tertentu dalam perusahaan untuk menentukan apakah risk appetite telah dikomunikasikan secara tepat. Berkenaan dengan integritas manajemen dan nilai etika : Tahap 6.1 : Lakukan review terhadap kode etik yang berlaku dan bahan-bahan lainnya yang relevan untuk menentukan apakah risiko yang berkaitan dengan nilai etika telah dikomunikasikan. Tahap 6.2 : Lakukan review atas suatu sampel contoh komunikasi, untuk menilai apakah terdapat atensi terhadap filosopi ERM

Lanjutan : contoh prosedur audit Berkenaan dengan struktur organisasi pengelolaan risiko : Tahap 7.1 : Lakukan pertemuan dengan manajer sumber daya manusia untuk menilai apakah proses pengkomunikasian ERM sudah dilakukan sesuai posisinya. Tahap 7.2 : Lakukan review terhadap catatan kode etik untuk menentukan apakah kode etik tersebut dimutakhirkan secara periodik dan diketahui oleh para pemangku kepentingan, serta apakah catatan terkait kepatuhan terhadap kode etik tersedia dan tersimpan pada tempatnya. Tahap 7.3 : Berdasarkan review terhadap bagan organisasi, lakukan penilaian apakah filosofi ERM terdeskripsikan pada unit-unit organisasi yang direview.

Lanjutan : contoh prosedur audit Tahap ke-8 : Pilih salah satu anak/unit perusahaaan, dan lakukan penilaian kepatuhannya terhadap tujuan dan unsurunsur ERM, yang meliputi tata kelola dan budaya ; pengaturan risiko, strategi dan tujuan ; risiko dalam pelaksanaan ; informasi, komunikasi, dan pelaporan risiko, dan ; pemantauan kinerja ERM. Catatan : 1. Prosedur audit tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik ERM yang ditetapkan oleh perusahaan, termasuk acuan dalam klasifikasi tujuan dan unsur-unsur ERM yang diadopsinya. 2. Evaluasi terhadap ERM harus terintegrasi dengan evaluasi terhadap efektivitas pengendalian internal.

. tedi.doc Disclaimer : Sumber referensi dapat dilihat pada tautan http.//tedirustendi32.wordpress.com/ pada laman yg terkait