BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. atau Research and Development (R&D), yang bertujuan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research &

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. satu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan dan menguji

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D)

3.2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SUBTEMA HUBUNGAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KELAS 5 SD

BAB III METODE PENELITIAN. (educational research and development) yang mengembangkan bahan ajar

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SUBTEMA HUBUNGAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KELAS 5 SD

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan

III.METODE PENGEMBANGAN. A. Metode Pengembangan dan Subjek Pengembangan. Metode pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Sukmadinata (2011)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan Research and Development (R&D) yang dikembangkan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di Bandar Lampung. Subjek pada tahap studi lapangan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

III. METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian di Bandar Lampung. Subjek pada tahap studi lapangan adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN. penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D).

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau yang biasa lebih dikenal sebagai penelitian R&D (Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. dipertanggungjawabkan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009: ).

research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 8 : EKOSISTEM. Kelas / Semester : V / 2. : R. EDY SOETRISNO,S.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pengembangan (Research and Development). Menurut Borg dan Gall

BAB III METODE PENELITIAN. mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS pada

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DENGAN KONSEP TEMATIK TERINTEGRASI DAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR SKRIPSI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subjek penelitian ini terdiri dari subjek studi lapangan, subjek penelitian, dan subjek

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk mengkaji keefektifan

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. mengembangkan produk pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI. Bab ini menguraikan metode penelitian yang digunakan, subyek penelitian,

III. METODOLOGI PENELITIAN. (Research and Development). Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari lima fase

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari subjek penelitian studi lapangan, subjek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar workshop tentang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

III. METODOLOGI PENELITIAN. LKS ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. langkah pengembangan yaitu menganalisis kurikulum. digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan suatu produk (Paidi, 2010: 57). Produk R&D dalam

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan atau disebut juga Research and Development

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut. dengan pendekatan problem solving pada materi himpunan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development).

BAB III METODE PENELITIAN. dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang terdiri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk memenuhi tujuan penelitian, maka penelitian ini didesain dengan

BAB III METODE PENELITIAN. produk berupa bahan ajar berbasis scientific method untuk meningkatkan. materi Struktur Bumi dan Bencana.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Tim Uji Jumlah Karateristik sampel Proses dan orientasi produk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VIII ini

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini tergolong penelitian dan pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. diuji kelayakannya dahulu sebelum diberikan kepada peserta didik.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan R & D (Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. model probing prompting pada materi segitiga dan segi empat untuk SMP kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & menggunakan model penelitian R & D yaitu melalui 4-D model.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini disusun berdasarkan model penelitian Research and

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa model

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas tentang jenis penelitian yang digunakan, subjek penelitian, desain pengembangan yang dilakukan, teknik dan instrumen pengumpulan data, serta teknik analisis data. Semuanya akan dibahas secara rinci sebagai berikut. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau R&D. Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata, 2012:164). Langkah-langkah proses penelitian dan pengembangan menunjukkan suatu siklus yang diawali dengan adanya permasalahan yang membutuhkan pemecahan dengan menggunakan suatu produk tertentu. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa bahan ajar modul pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik integratif pada tema Ekosistem subtema Hubungan Makhluk Hidup dalam Ekosistem untuk siswa kelas 5 SD. Model untuk menghasilkan bahan ajar modul dalam penelitian ini adalah model desain pembelajaran ADDIE yang merupakan sub dari induk pengembangan menurut Borg and Gall. 3.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru kelas 5 SD Negeri Ledok 02 Salatiga dan siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 02 Salatiga. 3.3 Desain Pengembangan Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model desain pembelajaran ADDIE. ADDIE merupakan suatu desain yang dibuat berdasarkan teori pengembangan menurut Borg and Gall. Sukmadinata (2012:169-170) menyatakan bahwa model pengembangan Borg and Gall terdiri dari sepuluh langkah, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data (research and 28

29 information collecting), (2) perencanaan (planning), (3) pengembangan draft produk (develop preliminary form of product), (4) uji coba lapangan awal (preliminary field testing), (5) merevisi hasil uji coba (main product revision), (6) uji coba lapangan (main field testing), (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision), (8) uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing), (9) penyempurnaan produk akhir (final product revision), (10) deseminasi dan implementasi (dissemination and implementation). Teori pengembangan Borg and Gall menjadi induk bagi desain pengembangan yang lain diantaranya model desain pembelajaran ADDIE. Prawiradilaga (2012:203) menyatakan bahwa selama beberapa kurun waktu ADDIE diakui sebagai inti konsep dari model desain pembelajaran. ADDIE menunjukkan kegiatan-kegiatan inti yang meliputi beberapa tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analysis merupakan tahap awal dalam mengembangkan sebuah produk dimana peneliti melakukan analisis terhadap adanya gep atau permasalahan yang terjadi dalam implementasi kurikulum 2013 khususnya yang berkaitan dengan buku pegangan siswa sebagai bahan ajar utama yang digunakan. Selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan untuk menemukan solusi yang tepat. Tahap design adalah proses merancang bahan ajar yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dalam hal ini bahan ajar yang dikembangkan adalah modul pembelajaran. Selanjutnya tahap development merupakan proses pembuatan atau produksi bahan ajar yang akan digunakan. Tahap implementation merupakan proses uji coba dan penerapan bahan ajar dalam proses pembelajaran. Terakhir tahap evaluation merupakan tahapan untuk mengevaluasi bahan ajar yang telah dibuat dan diimplementasikan. Model desain pembelajaran ADDIE dapat dilihat dari Gambar 1 berikut.

30 ANALISIS ANALISIS KURIKULUM DAN MATERI ANALISIS KEBUTUHAN PERANCANGAN PENYUSUNAN DRAFT PENGEMBANGAN MEMBUAT PRODUK PENYUSUNAN RPP UJI PAKAR DAN REVISI IMPLEMENTASI UJI COBA PRODUK TERBATAS EVALUASI/REVISI PRODUK AKHIR Gambar 1 Tahapan Penelitian dan Pengembangan

31 Pembuatan bahan ajar berupa modul pembelajaran dilakukan dalan lima tahap yang akan dijelaskan sebagai berikut. 3.3.1 Tahap Analisis (Analysis) Langkah analisis terdiri atas dua tahap, yaitu analisis kurikulum dan materi serta analisis kebutuhan atau need analysis. Tahapan ini dijelaskan secara rinci sebagai berikut. a. Analisis Kurikulum dan Materi Pembuatan modul pembelajaran diawali dengan menganalisis kurikulum. Kurikulum yang digunakan dalam pembuatan produk adalah Kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 pembelajaran dilaksanakan berdasarkan tema yang kemudian dibagi ke dalam beberapa subtema. Satu subtema dibagi menjadi 6 pembelajaran yang idealnya diimplementasikan selama satu minggu. Tahap awal dalam analisis kurikulum adalah menentukan KI (Kompetensi Inti). Kompetensi inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan dengan mempelajari setiap mata pelajaran. Kompetensi inti berperan sebagai integrator antar mata pelajaran. Kompetensi inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4). Langkah selanjutnya adalah menganalisis Kompetensi Dasar dan indikator. Kompetensi dasar adalah kompetensi (kemampuan) yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai siswa. merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, dan satuan pendidikan serta dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diamati. Kompetensi dasar dan indikator yang telah dirumuskan dijadikan dasar sebagai perumusan materi dan kegiatan pembelajaran yang terdapat pada modul. Berdasarkan analisis materi dan kurikulum yang dilakukan, modul disusun berdasarkan materi dan kompetensi yang ingin dicapai siswa pada subtema hubungan makhluk hidup dalam ekosistem.

32 b. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah yang diperlukan untuk menentukan solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan buku pegangan siswa. Banyak ditemukan kasus dimana terjadi ketidaksesuaian antara kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, serta substansi materi pelajaran yang kurang mendalam. Permasalahan lain yang ditemukan adalah konsep tematik terintegrasi yang kurang terlihat sehingga siswa masih belajar secara parsial. Berdasarkan permasalahan yang ada dibutuhkan suplemen/ tambahan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran subtema hubungan makhluk hidup dalam ekosistem sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif. 3.3.2 Tahap Perancangan (Design) Pada tahap perancangan design disusun modul pembelajaran subtema Hubungan Makhluk Hidup dalam Ekosistem 3.3.2.1 Penyusunan Modul Pembelajaran Rancangan penelitian modul pembelajaran dalam pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. Menentukan judul dan tema modul pembelajaran Judul dan tema modul ditentukan berdasarkan buku pegangan siswa dan buku pegangan guru yang digunakan dalam proses pembelajaran kurikulum 2013. 2. Mengumpulkan referensi Substansi materi yang terdapat dalam modul pembelajaran disusun berdasarkan beberapa referensi yang digunakan diantaranya buku pegangan guru, buku pegangan siswa, buku pendukung yang sesuai dengan substansi materi, serta memanfaatkan akses internet untuk mengumpulkan sumber lainnya. 3. Menyusun kerangka modul pembelajaran Penyusunan modul pembelajaran diawali dengan menentukan kerangka yang disesuaikan dengan yang disesuaikan dengan indikator pencapaian dan tujuan pembelajaran. Modul dibuat untuk mendukung terciptanya konsep pembelajaran tematik terintegrasi dengan pendekatan saintifik.

33 4. Merancang pembelajaran sesuai tujuan pembuatan modul Modul pembelajaran yang dikembangkan harus dapat menunjang pembelajaran berbasis tematik terintegrasi dengan pendekatan saintifik. Pada tiap pembelajaran dirancang kegiatan yang dapat memfasilitasi siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. 5. Merancang format penulisan dalam modul pembelajaran Modul disusun dengan format sedemikian rupa sehingga dapat membantu siswa dalam mempelajari modul dan mencapai kompetensi yang diharapkan. Fomat dimulai dari penulisan judul, kata pengantar, prosedur cara penggunaan modul, pemetaan kompetensi dasar dan indikator, kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan atau substansi materi yang dipelajari, rangkuman materi, latihan soal, umpan balik dan tindak lanjut, serta daftar pustaka. 6. Merancang tampilan/layout modul pembelajaran Modul pembelajaran yang telah disusun sesuai kerangka masih belum dapat digunakan oleh siswa apabila penyusunan gambar dan tata letak/tampilan/layout kurang menarik. Untuk menarik minat siswa dan untuk membuat siswa lebih bersemangat untuk belajar harus dilakukan penyesuaian tampilan gambar dan tata letak modul pembelajaran. 3.3.2.2 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP disusun sebagai pedoman dalam mengimplementasikan modul yang telah dibuat. Langkah-langkah dalam membuat RPP adalah sebagai berikut. 1. Menulis identitas 2. Menulis kompetensi inti 3. Menulis kompetensi dasar 4. Menulis indikator 5. Merumuskan tujuan pembelajaran 6. Menentukan substansi materi pembelajaran 7. Menentukan pendekatan dan metode pembalajaran 8. Menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran 9. Menentukan sumber belajar yang digunakan 10. Menyusun pedoman penilaian.

34 3.3.3 Tahap Pengembangan (Development) Pada tahap ini modul mulai dikembangkan dan diproduksi agar siap diimplementasikan. Tahap pengembangan dimulai dengan membuat draft awal produk yakni membuat modul pembelajaran sesuai dengan konsep pembelajaran tematik terintegrasi dengan pendekatam saintifik. Draft modul divalidasi oleh pakar yang kemudian dilakukan revisi. Pakar yang memvalidasi modul adalah pakar materi dan pakar media. Materi dalam draft modul divalidasi oleh Supriyadi, S.Pd. dan media (tampilan/layout) divalidasi oleh Anri Septiawan, S.Ds. 3.3.4 Tahap Implementasi (Implementation) Tahap implementasi merupakan tahap uji coba modul pembelajaran setalah dilakukan pengujian, validasi, dan revisi. Uji coba dilakukan pada sekolah yang dijadikan subjek penelitan yaitu siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 02 Salatiga. Sebelum dilakukan uji coba, diberikan soal pretest berbentuk uraian singkat. Soal pretest dengan tema 8 Ekosistem subtema 1 Komponen Ekosistem telah terlebih dahulu divalidasi oleh pakar. Setelah dilakukan pretest kemudian dilakukan uji coba pada subjek penelitian. Setelah proses uji coba produk selesai siswa diberikan soal posttest. Setelah proses uji coba menggunakan modul selesai siswa dan guru mengisi angket yang telah disediakan. Pengisian angket serta analisis hasil pretest dan posttest digunakan sebagai dasar penentuan efektivitas modul pembelajaran yang telah dibuat. 3.3.5 Tahap Evaluasi (Evaluation) Tahap evaluasi dilaksanakan setelah implementasi produk yang bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan efektivitas produk. Kriteria valid dianalisis melalui hasil penilaian validator dengan lembar validasi pakar berrdasarkan lembar penilaian media modul pembelajaran dan lembar penilaian materi. Efektivitas diukur melalui peningkatan hasil pretest dan posttest sekaligus hasil respon siswa dan respon guru.

35 3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji pakar, tes, dan nontes. Uji pakar dalam penelitian ini adalah uji pakar materi dan uji pakar media (tampilan/layout). Uji pakar dilakukan untuk menilai kevalidan modul pembelajaran. Kemudian untuk menilai keefektifan modul pembelajaran digunakan teknik tes. Teknik tes yang digunakan adalah tes tertulis yang berbentuk uraian singkat. Sebelum dilaksanakan tes tertulis, instrumen soal terlebih dahulu diuji kepada ahli (expert judgement). Sedangkan teknik nontes yang digunakan adalah wawancara, angket, dan observasi. Wawancara dilakukan untuk melihat bagaimana tanggapan guru terhadap implementasi Kurikulum 2013 serta tanggapan guru terhadap bahan ajar yang digunakan dalam kurikulum 2013 khususnya buku guru dan buku siswa. Angket digunakan untuk mengetahui kualitas modul pembelajaran yang telah dibuat. Sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati bagaimana guru dan siswa melakukan pembelajaran menggunakan modul yang telah dikembangkan. 3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data 3.4.2.1 Wawancara Wawancara dilakukan kepada wali kelas 5 SD Negeri Ledok 2 untuk mendapatkan informasi terhadap implementasi Kurikulum 2013, kendala yang dihadapi di lapangan, serta kondisi buku guru dan buku siswa sebagai bahan ajar utama yang digunakan. Data hasil wawancara digunakan sebagai acuan untuk menyusun draft produk awal pembuatan modul. Pedoman wawancara dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2 Pedoman Wawancara Implementasi Kurikulum 2013 Implementasi Kurikulum 2013 Pertanyaan Bagaimana menurut Ibu tentang penerapan Kurikulum 2013? Seberapa efektifkah penerapan Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan? Kendala apa yang dihadapi oleh guru dalam implementasi Kurikulum 2013? Bagaimana kondisi buku guru dan buku siswa sebagai bahan

36 Pertanyaan ajar utama? Bagaimana dengan isi dalam buku yang diterbitkan oleh pemerintah? Apa kekurangan dari buku yang diterbitkan pemerintah? Apakah ibu pernah menggunakan referensi lain di luar buku guru dan buku siswa? Berapa KKM yang diterapkan di kelas 5? 3.4.2.2 Validasi Pakar Lembar validasi digunakan untuk uji pakar media, dan uji pakar materi. Lembar validasi diisi oleh ahli (expert judgement). Lembar validasi dilakukan untuk memvalidasi draft produk awal dan untuk menguji kelayakan dari modul sebelum diujicobakan di dalam kelas penelitian. a. Lembar Validasi Pakar Materi Lembar validasi pakar materi digunakan untuk menilai kesesuaian materi yang ada dalam bahan ajar modul. Kisi-kisi lembar validasi pakar materi dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3 Kisi-Kisi Uji Pakar Materi Penilaian Materi Butir Penilaian 1. Kesesuaian dengan kurikulum sekolah dasar 2. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum 2013 3. Kesesuaian materi dengan KI dan KD dalam Kurikulum 2013 4. Kesesuaian isi modul dengan karakteristik pembelajaran tematik 5. Kesesuaian isi modul dengan karakteristik pendekatan saintifik. 6. Kesesuaian antara subtema dengan uraian materi 7. Kejelasan petunjuk pada tiap pembelajaran 8. Kesesuaian indikator pencapaian kompetensi dengan Kompetensi Dasar 9. Kesesuaian antara indikator pencapaian kompetensi dengan uraian materi 10. Kesesuaian antara ilustrasi dan materi

37 Penilaian Bahasa Butir Penilaian 11. Kejelasan contoh-contoh yang diberikan 12. Kesesuaian isi rangkuman dengan materi bahan ajar yang bersangkutan 13. Keefektifan kalimat dalam media yang disajikan 14. Kebakuan istilah 15. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik Berdasarkan Tabel 2 tersebut, dapat diketahui bahwa butir penilaian dari aspek materi terdiri dari 15 butir. Untuk mengetahui tingkat kesesuaian dari aspek materi, dapat dilihat kriteria penilaian pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 4 Kriteria Penilaian Aspek Materi Skor Kriteria 61-75 Sangat baik 46-60 Baik 31-45 Sedang 16-30 Kurang baik 1-15 Tidak baik b. Lembar Validasi Pakar Media (Tampilan/Layout) Selain kisi-kisi uji pakar materi dilakukan pula uji pakar media (tampilan/layout) yang dapat dilihat dalam tabel 5 berikut. Tabel 5 Kisi-Kisi Uji Pakar Media Penilaian Tampilan Isi Modul Butir Penilaian 1. Kesesuaian jenis dan ukuran huruf (font) 2. Kesesuaian pemilihan background 3. Penggunaan komposisi warna 4. Kesesuaian pemilihan gambar/foto 5. Kesesuaian ilustrasi yang dipilih dengan karakteristik siswa 6. Ilustrasi isi modul jelas dan terkait dengan teks

38 Penilaian Bahasa Butir Penilaian 7. Penempatan ilustrasi dan keterangan gambar tidak mengganggu pemahaman 8. Kesesuaian modul dengan materi pembelajaran 9. Kesesuaian modul dengan pendekatan saintifik 10. Kemudahan pemanfaatan modul dalam pembelajaran 11. Kemampuan modul dalam mempermudah pemahaman materi pembelajaran bagi siswa 12. Keefektifan kalimat dalam media yang disajikan 13. Kebakuan istilah 14. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik 15. Kejelasan petunjuk modul Berdasarkan Tabel 5 tersebut, dapat diketahui bahwa butir penilaian dari aspek media terdiri dari 15 butir. Kriteria penilaian aspek kebahasaan dari modul yang dikembangkan disajikan pada Tabel 6 berikut. Tabel 6 Kriteria Penilaian Aspek Media (Tampilan/Layout) Skor Kriteria 61-75 Sangat baik 46-60 Baik 31-45 Sedang 16-30 Kurang baik 1-15 Tidak baik 3.4.2.3 Angket Angket digunakan untuk mengetahui respon guru dan respon siswa terhadap modul yang telah diimplementasikan. Angket respon guru dapat dilihat dalam Tabel 7 berikut.

39 Tabel 7 Angket Respon Guru No 1 Pembelajaran menggunakan modul lebih mudah 2 Modul sangat membantu dalam proses pembelajaran 3 Pembelajaran dengan modul membuat anak lebih mandiri 4 Pembelajaran dengan modul membuat anak lebih mudah untuk memahami materi 5 Pembelajaran dengan modul memfasilitasi siswa menjadi lebih aktif dan kreatif 6 Pembelajaran dengan modul dapat meningkatkan tanggungjawab siswa 7 Pembelajaran dengan modul dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa Sedangkan angket untuk mengetahui respon siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul yang telah dikembangkan, dapat dilihat dalam Tabel 8 berikut. Tabel 8 Angket Respon Siswa No 1 Modul ini membuatku lebih bersemangat dalam belajar 2 Isi modul membuatku lebih mudah untuk memahami materi 3 Gambar-gambar dalam modul ini membuatku lebih mudah untuk memahami materi 4 Kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam modul ini membuatku semakin aktif dalam belajar 5 Kalimat-kalimat di dalam modul ini mudah dipajami 6 Petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam modul ini mudah dipahami 3.4.2.4 Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati bagaimana guru dan siswa melakukan pembelajaran menggunakan modul yang telah dikembangkan. Kisikisi untuk melakukan observasi dapat dilihat pada Tabel 9 berikut.

40 No Tabel 9 Pedoman Observasi Guru dan Siswa Instrumen 1 Menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan materi yang terdapat dalam modul 2 Pembelajaran dilakukan sesuai dengan langkah yang terdapat dalam modul 3 Siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran 4 Memfasilitasi siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam modul 5 Mendorong siswa untuk bekerjasama sesuai dengan petunjuk dalam modul 6 Siswa mampu bekerjasama dan berdiskusi sesuai dengan materi yang sedang didiskusikan 7 Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari 8 Siswa mengerjakan soal evaluasi 9 Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan antusias 10 Siswa bersama guru membahas soal evaluasi 11 Guru memberikan umpan balik sesuai dengan yang terdapat dalam modul 12 Siswa menanggapi umpan balik yang diberikan 3.4.2.5 Instrumen Tes Tertulis Skor nilai tes tertulis digunakan untuk melihat keefektifan modul yang dikembangkan. Tes tertulis dilakukan pada saat pretest maupun posttest. Tes tertulis pada saat pretest maupun posttest disajikan dalam bentuk isian singkat. Kisi-kisi dari soal pretest dapat dilihat pada Tabel 10 berikut. Tabel 10 Kisi-Kisi Soal Pretest Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah 3.1 Menggali informasi dari teks laporan buku tentang makanan dan rantai makanan, Menceritakan informasi dari teks bacaan tentang komponen di dalam sebuah ekosistem 1,2 2 kesehatan manusia, Mencari informasi dari teks 3,4 2 keseimbangan ekosistem, bacaan tentang jenis serta alam dan pengaruh Ekosistem kegiatan manusia dengan Mencari informasi dari teks 5,6 2 bantuan guru dan teman bacaan tentang faktor-faktor dalam bahasa Indonesia yang mempengaruhi lisan dan tulis dengan keseimbangan ekosistem

41 Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah memilih dan memilah kosakata baku Mendeskripsikan keberagaman budaya bangsa melalui pantun dan syair 7,8 2 3.6 Mengenal jenis hewan dari makanannya dan mendeskripsikan rantai makanan pada ekosistem di lingkungan sekitar 3.7 Menemukan rumus keliling dan luas lingkaran melalui suatu percobaan. 3.2 Mengenal harmoni musik dan lagu daerah. 3.3 Memahami konsep aktivitas latihan daya tahan jantung dan paru (cardiorespiratory) untuk pengembangan kebugaran jasmani 3.12 Memahami pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh 3.3 Memahami keanekaragaman sosial, budaya dan ekonomi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah Mengidentifikasi komponen di dalam sebuah ekosistem Menjelaskan beberapa jenis ekosistem Mengidentifikasi jenis makhluk hidup yang hidup dalam suatu ekosistem tertentu Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem Menentukan rasio keliling dan diameter lingkaran Menemukan dan menggunakan rumus keliling lingkaran dalam perhitungan Menemukan secara praktis rumus luas lingkaran Menyebutkan macammacam alat musik ritmis Menjelaskan arti dari lirik lagu daerah Mengidentifikasi pengaruh aktivitas latihan daya tahan jantung dan paru terhadap kebugaran jasmani Mengidentifikasi pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh Menunjukkan keanekaragaman sosial dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah 9,10,11 3 12,13 2 14,15 2 16,17 2 18,19 2 20,21,22 3 23,24,25 3 26,27 2 28,29,30 3 31,32 2 33,34 2 35,36,37,38,39 5

42 Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah sekolah dan masyarakat 3.4 Memahami manusia Indonesia dalam aktivitas yang terkait dengan fungsi dan peran kelembagaan sosial, ekonomi dan budaya. Menjelaskan peran lembaga budaya yang ada di masyarakat 40 1 Selain disajikan kisi-kisi soal pretest, juga disajikan kisi-kisi soal posttest pada Tabel 11 berikut. Tabel 11 Kisi-kisi Soal Posttest Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah 3.1 Menggali informasi dari teks laporan buku tentang makanan dan rantai makanan, kesehatan manusia, keseimbangan ekosistem, serta alam dan pengaruh kegiatan manusia dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 3.4 Menggali informasi dari teks pantun dan syair tentang bencana alam serta kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih Menentukan informasi tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan Menyebutkan faktor yang mempengaruhi perubahan dalam jaring-jaring makanan Mengidentifikasi unsurunsur syair 1,2,3 3 4,5 2 6,7,8,9 4

43 Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah dan memilah kosakata baku 3.6 Mengenal jenis hewan dari makanannya dan mendeskripsikan rantai makanan pada ekosistem di lingkungan sekitar 3.1 Mengenal konsep perpangkatan dan penarikan akar bilangan pangkat dua dan bilangan pangkat tiga sederhana 3.4 Memahami manusia Indonesia dalam aktivitas yang yang terkait dengan fungsi dan peran kelembagaan sosial, ekonomi dan budaya, dalam masyarakat Indonesia 3.3 Memahami keanekaragaman sosial, budaya dan ekonomi dalam bingkai Bhinneka Mengidentifikasi interaksi antarmakhluk hidup dalam ekosistem (simbiosis) Menjelaskan peran dan fungsi rantai makanan dan jaring-jaring makanan di dalam sebuah ekosistem Menyebutkan contoh persaingan antar makhluk hidup dalam ekosistem Menyebutkan unsur-unsur pembentuk bangun kubus Menyelesaikan operasi hitung yang berkaitan dengan volume kubus Menyebutkan unsur-unsur pembentuk bangun balok 3.1.2 Menyelesaikan operasi hitung yang berkaitan dengan volume balok Menjelaskan berbagai bentuk, fungsi, dan peran lembaga ekonomi yang ada di masyarakat Menyebutkan contoh kegiatan ekonomi dan jenis usaha yang ada di lingkungan sekitar Menyebutkan contoh keaneragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 10,11,12,13,14 5 15,16,17,18 4 19,20,21 3 22,23 2 24,25,26 3 27,28 2 29,30,31 3 32,33,34 3 35,36,37 3 38,39,40,41 4

44 Kompetensi Dasar Butir Soal Jumlah Tunggal Ika di lingkungan rumah sekolah dan masyarakat 3.12 Memahami pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh 3.2 Mengenal harmoni musik dan lagu daerah Menjelaskan contoh kegiatan/aktivitas fisik yang berdampak positif bagi tubuh Menjelaskan contoh kegiatan/aktivitas fisik yang berdampak negatif bagi tubuh Menjelaskan makna harmoni musik dalam bernyanyi 42 1 43 1 44,45 2 3.5 Teknik Analisis Data 3.5.1 Analisis Data Soal Pretest dan Posttest Uji validasi instrumen soal dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas setiap soal yang akan diujikan. Uji validasi soal dilaksanakan oleh ahli (expert judgement). Ahli (expert judgement) dalam validasi soal dilakukan oleh Supriyadi, S.Pd. Hasil dari uji validasi expert soal pretest dan posttest dapat dilihat pada Tabel 12dan Tabel 13 berikut ini. Tabel 12 Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Pretest Butir Soal Valid Tidak Valid 4 3 2 1 Menceritakan informasi dari teks bacaan tentang komponen di dalam sebuah ekosistem Mencari informasi dari teks bacaan tentang jenis Ekosistem 1,2 1,2 3,4 3,4

45 Butir Soal Valid Tidak Valid 4 3 2 1 Mencari informasi dari teks bacaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem Mendeskripsikan keberagaman budaya bangsa melalui pantun dan syair Mengidentifikasi komponen di dalam sebuah ekosistem Menjelaskan beberapa jenis ekosistem Mengidentifikasi jenis makhluk hidup yang hidup dalam suatu ekosistem tertentu Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem Menentukan rasio keliling dan diameter lingkaran Menemukan dan menggunakan rumus keliling lingkaran dalam perhitungan Menemukan secara praktis rumus luas lingkaran Menyebutkan macammacam alat musik ritmis Menjelaskan arti dari lirik lagu daerah Mengidentifikasi pengaruh aktivitas latihan daya tahan jantung dan paru terhadap kebugaran jasmani 5,6 5,6 7,8 7,8 9,10,11 9,10,11 12,13 12,13 14,15 14,15 16,17 16,17 18,19 18,19 20,21,22 23,24,25 26,27 26,27 28,29,30 28,29,30 31,32 31,32

46 Butir Soal Valid Tidak Valid 4 3 2 1 Mengidentifikasi pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh 33,34 33,34 Menunjukkan keanekaragaman sosial dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah 35,36,37, 38,39 35,36,37, 38,39 Menjelaskan peran lembaga budaya yang ada di masyarakat 40 40 Tabel 13 Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Posttest Butir Soal Valid Tidak Valid 4 3 2 1 Menentukan informasi tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan Menyebutkan faktor yang mempengaruhi perubahan dalam jaring-jaring makanan Mengidentifikasi unsurunsur syair 1,2,3 1,2,3 4,5 5 4 6,7,8,9 6 7,8 9 Mengidentifikasi interaksi antarmakhluk hidup dalam ekosistem (simbiosis) 10,11,12, 13,14 10,11,12, 13,14 Menjelaskan peran dan fungsi rantai makanan dan jaring-jaring makanan di dalam sebuah ekosistem Menyebutkan contoh persaingan antar makhluk hidup dalam ekosistem 15,16,17, 18 15,16,17, 18 19,20,21 19 20,21

47 Butir Soal Valid Tidak Valid 4 3 2 1 Menyebutkan unsur-unsur pembentuk bangun kubus Menyelesaikan operasi hitung yang berkaitan dengan volume kubus Menyebutkan unsur-unsur pembentuk bangun balok Menyelesaikan operasi hitung yang berkaitan dengan volume balok Menjelaskan berbagai bentuk, fungsi, dan peran lembaga ekonomi yang ada di masyarakat Menyebutkan contoh kegiatan ekonomi dan jenis usaha yang ada di lingkungan sekitar 22,23 22,23 24,25,26 24,26 25 27,28 27,28 29,30,31 29,30 31 32,33,34 32,33,34 35,36,37 35,36,37 Menyebutkan contoh keaneragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 38,39,40, 41 38,39,40, 41 Menjelaskan contoh kegiatan/aktivitas fisik yang berdampak positif bagi tubuh Menjelaskan contoh kegiatan/aktivitas fisik yang berdampak negatif bagi tubuh Menjelaskan makna harmoni musik dalam bernyanyi 42 42 43 43 44,45 45 44

48 Pengujian instrumen soal dengan menggunakan expert judgement dilaksanakan dengan analisis terhadap kompetensi dasar dan indikator. Validasi soal dengan expert judgement menggunakan rentang skor 1-4. Butir soal yang mendapatkan skor 3 atau 4 dinyatakan valid dan butir soal yang mendapatkan skor 1 atau 2 dinyatakan tidak valid. Setelah peneliti melaksanakan uji validasi soal kepada ahli (expert judgement), didapatkan hasil bahwa seluruh butir soal pretest dinyatakan valid karena mendapatkan skor antara 3 atau 4. Sedangkan terdapat 2 butir soal tidak valid pada posttest. Soal yang nantinya digunakan dalam pelaksanaan pretest dan posttest sejumlah 30 soal. Peneliti menganalisis hasil dari uji validasi soal dengan menggunakan pendekatan non statistik, yakni dengan menganalisis sesuai dengan hasil validasi soal yang didukung kritik, saran, dan catatan dari expert soal. Terdapat beberapa butir soal yang mengalami perbaikan berkaitan dengan perbaikan kalimat pada soal, penggunaan tanda perintah pada soal, serta keefektifan pada soal. 3.5.2 Analisis Data Keefektifan Modul Pembelajaran 3.5.2.1 Analisis Angket Respon Guru dan Respon Siswa Untuk menganalisis data angket dilakukan konversi data kuantitatif ke data kualitatif. Konversi data tersebut dilakukan pada data skala 5 karena angket yang digunakan merupakan angket berdasarkan skala Likert dengan penilaian mulai dari 1 sampai 5. Jawaban setiap butir instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif maupun sebaliknya. Pedoman konversi data kuantitatif ke data kualitatif berdasarkan pendapat Prof. Dr. S. Eko Putro Widoyoko (2012:123). Pedoman konversi tersebut dapat dilihat pada Tabel 14 berikut. Tabel 14 Pedoman Konversi Data Kuantitatif Skala 5 ke Data Kualitatif Jumlah Skor Pernyataan Rerata Skor Klasifikasi Kinerja (n + 4i) < x (n +5i) (n + 4i) x Sangat Baik (n + 3i) < x (n +4i) (n + 3i) x Baik

49 Jumlah Skor Pernyataan Rerata Skor Klasifikasi Kinerja (n + 2i) < x (n +3i) (n + 2i) x Kurang Baik (n + i) < x (n +2i) (n + i) x Tidak Baik n x (n + i) (n) x Sangat Tidak Baik Nilai yang terdapat dalam kolom perhitungan tersebut dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. n = jumlah siswa x = nilai aktual x = rata-rata skor i = kelas interval = 3.5.2.2 Analisis Perbedaan Hasil Pretest dan Posttest Hasil pretest dan posttest siswa diuji dengan uji t sampel berpasangan (Paired-Samples T Test). Menurut Sugiyono (2010:31) pengujian hipotesis komparatif 2 sampel berpasangan berarti menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai variabel dari dua sampel yang berpasangan/berkorelasi. Sebelum dilakukan uji t sampel berpasangan harus dilakukan uji normalitas. Jika data terbukti berdistribusi normal, maka dapat dilakukan uji t sampel berpasangan (Paired-Samples T Test). Namun, jika data berdistribusi tidak normal, uji yang dilakukan adalah uji nonparametris yakni dengan uji Wilcoxon.