BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Berdasarkan pendapat Sugiono (2007, p6), jenis penelitian menurut tingkat ekplanasinya ada 3 yaitu penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Berdasarkan tingkat eksplanasi, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-asosiatif. Berdasarkan pendapat Umar (2003, p40) Penelitian deskriptif adalah riset yang bersifat paparan yang ditunjukan untuk mendeskripsikan hal-hal yang dinyatakan dalam riset. Menurut Sugiyono (2007, p54), Penelitian asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih yang kebetulkan munculnya bersamaan. Berdasarkan metode penelitian, jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian survei. Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis (Sugiyono, 2007,p7). Pendekatan survei dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada individu atau konsumen. Time Horison yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Section, dimana informasi dikumpulkan hanya pada suatu kurun waktu tertentu. Demikian disain penelitian ini dtunjukkan dalam tabel berikut ini. 44
45 Tabel 3.1 Tabel Disain Penelitian Tujuan Penelitian Disain Penelitian Jenis Metode Unit Analisis Time horizon T-1 Deskriptif Survei Individu Cross sectional T-2 Deskriptif Survei Individu Cross sectional T-3 Deskriptif Survei Individu Cross sectional T-4 Deskriptif- Survei Individu Cross sectional Asosiatif T-5 Deskriptif- Survei Individu Cross sectional Asosiatif T-1: Untuk menganalisis hubungan Word Of Mouth dan persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE T- 2: Untuk menganalisis hubungan pameran dan persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE. T-3: Untuk menganalisis hubungan persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE dan pengambilan keputusannya. T-4: Untuk menganalisis pengaruh Word Of Mouth dan pameran yang dilakukan oleh sekolah ISMILE terhadap persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE. T-5: Untuk menganalisis pengaruh Word Of Mouth, pameran terhadap persepsi atas value proposition dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan orang tua di sekolah ISMILE. 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Menurut Masri (2003, dikutip dalam Riduwan dan Kuncoro, 2007, p182) Definisi operasional adalah unsur penelitian yang yang memberitahukan bagaimana
46 cara mengukur suatu variabel, dengan kata lain, definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variable. Menurut Sekaran (2006, p115), Variabel adalah apa pun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Menurut Sugiyono (2007, p32) Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Berikut adalah variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini: 1. Variabel Word Of Mouth Dari berbagai kutipan di landasan teori, word of mouth adalah pembicaaran orang-orang tentang suatu produk atau jasa atau layanan dari suatu perusahaan atau organisasi. 2. Variabel Pameran Dari berbagai kutipan di landasan teori, pameran adalah suatu bentuk pemasaran yang mengumpulkan para pembeli dan penjual di suatu tempat selama beberapa hari sehingga para penjual dapat menampilkan produk dan pembeli dapat melihat dan memutuskan untuk membelinya. 3. Variabel Persepsi Dari berbagai kutipan di landasan teori, persepsi konsumen adalah bagaimana konsumen menyeleksi, mengorganisasikan dan menafsirkan informasi yang mereka terima melalui indera mereka. Persepsi adalah unik bagi setiap konsumen dan sifatnya subjektif 4. Variabel Pengambilan Keputusan Dari berbagai kutipan di landasan teori, dapat disimpulkan bahwa proses keputusan pembelian dimulai ketika pembeli menyadari akan kebutuhan. Kemudian diikuti dengan usaha mencari informasi, mengevaluiasi
47 alternatif dan memutuskan pilihannya serta mengevaluasi keputusan pembeliannya Untuk melakukan pengukuran terhadap variabel-variabel penelitian, penulis menggunakan tingkat pengukuran Ordinal. Skala pengukuran yang digunakan dalam kuesioner adalah Skala Likert. Menurut Sugiyono (2007, p86), Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Sub variabel Indikator Ukuran Skala pengukuran Word Of Lawan Bicara - Keahlian lawan bicara Ordinal Likert Mouth - Kepercayaan terhadap lawan bicara - Daya tarik lawan bicara - Objektivitas lawan bicara - Niat Lawan Bicara Tindak Lanjut - Pencarian Informasi Ordinal Likert Setelah - Penyampaian Kembali Pembicaraan Pameran Promosi Pra- - Promosi pameran Ordinal Likert Pameran melalui iklan media cetak di majalah - Promosi pameran dengan memasukkan nama perusahaan ke cetakan peyelenggara - Promosi pameran dengan pemberian hadiah dan barang
48 promosi - Promosi pameran dengan memasukkan logo perusahaan ke dalam peta lokasi pameran Penjualan Sewaktu Pameran - Staff pameran mendengarkan pengunjung dengan teliti - Staff pameran dapat menjawab pertanyaan tentang pendidikan di ISMILE - Staff pameran dapat menimbulkan ketertarikan pengunjung Persepsi atas -Rancangan stand Ordinal Likert value proposition pameran yang menarik - Ukuran tulisan yang menarik perhatian - Warna logo yang kontras - Testimoni diletakkan diposisi yang mudah dilihat orang - Keseringan mendengar rekomendasi dari orang tua lain - Keseringan membaca testimoni dari orang tua lain Pengambilan 1. Pengenalan - Menyadari akan adanya Ordinal Likert
49 Keputusan Kebutuhan kebutuhan 2. Pencarian - Sumber Informasi Ordinal Likert Informasi Internal - Sumber Informasi Eksternal 3. Evaluasi - Evaluasi sejumlah Ordinal Likert Alternatif sekolah pilihan - Evaluasi Biaya - Evaluasi Lokasi Sekolah 4. Perilaku Pembelian 5. Penilaian Pasca Pembelian - Pendaftaran anak Ordinal Likert -Kepuasan Ordinal Likert - Merekomendasikan kepada orang lain Sumber : Penulis, 2010 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian Berdasarkan pendapat Sugiyono (2007, p14), terdapat dua jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata. Data kuantitatif adalah data yang berwujud angka-angka. Menurut Sugiyono (2007, p193) Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sumber sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau dokumen.
50 Tabel berikut menunjukkan jenis data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data Tujuan Data Jenis data Sumber data T-1 Hubungan antara Word of Mouth dan persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE T-2 Hubungan antara pameran dan persepsi atas value proposition di sekolah ISMILE T-3 Hubungan antara persepsi atas value proposition dan pengambilan keputusan T-4 Pengaruh Word Of Mouth dan pameran terhadap persepsi atas value proposition T-5 Pengaruh Word Of Mouth, pameran, dan persepsi atas value proposition terhadap pengambilan Keputusan Kualitatif Kualitatif Kualitatif Kualitatif Kualitatif Primer Primer Primer Primer Primer
51 3.4 Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan pendapat Nasir (2003,p238) dikutip dari Riduwan dan Kuncoro (2007,p213) mengatakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan alat-alat ukur yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Data yang diperlukan dalama melaksanakan suatu penelitian. Data yang dikumpulkan dapat berupa angka-angka, keterangan tertulis, informasi lisan dan beragam fakta yang berhubungan dengan fokus penelitian yang diteliti. Sehubungan dengan pengertian teknik pengumpulan data, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu: 1. Studi pustaka Peneliti mengambil sumber data yang relevan seperti : buku, majalah, jurnal, artikel, internet mengenai ilmu pengetahuan teoritis yang berhubungan dengan penelitian ini sehingga dapat dijadikan suatu dasar teori yang dapat di pertanggungjawabkan. 2. Studi lapangan. Peneliti melakukan survey langsung ke perusahaan untuk melihat keadaan secara langsung. Misalnya: peneliti mengunjungi sekolah ismile, mencari informasi dengan bertanya-tanya kepada kepala sekolah dan membagikan kuesioner kepada para orang tua anak-anak yang ada disekolah. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: 1. Observasi
52 Metode yang dilakukan untuk melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan data-data yang tidak ada di perusahaan secara tertulis. 2. Wawancara Dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang berkepentingan dalam perusahaan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, sehingga dapat mendukung penelitian. 3. Kuisioner Dalam hal ini, peneliti memilih menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat pengumpulan data, lalu untuk dibagikan kepada responden. Peneliti memilih kuesioner sebagai alat pengumpulan data karena data yang didapat dari kuesioner datanya standard dan dapat dipertanggungjawabkan untuk keperluan analisis. Model skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, Berdasarkan pendapat Sugiyono (2007,p132), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala likert ini umumnya menggunakan 5 angka untuk menentukan point tetapi urutan setuju atau tidak setuju dapat juga dibalik. Tabel 3.4 Skala Likert Kategori Point Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tidak Setuju (ST) 2 Netral (N) 3
53 Setuju (S) 4 Sangat Setuju (SS) 5 Sumber : Sugiyono (2007) 3.5 Teknik Pengambilan Sampel Berdasarkan pendapat Riduwan dan kuncoro (2007,p40), Teknik penarikan sampel adalah suatu cara mengambil sampel yang representative dari populasi. Ada dua macam teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dan Non probability sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, tepatnya adalah dengan menggunakan Stratifikasi. Teknik ini digunakan dalam penelitian ini karena peneliti membagi populasinya menjadi beberapa kelompok yaitu Infant, Toddler, Nursery 1, Nursery 2 dan Kindergarten 1. secara random memilih sub sampel dari setiap kelompok. 3.6 Teknik Pengolahan Sampel Penelitian ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Taro Yamane (Riduwan dan Kuncoro, 2007, p44) untuk menghitung ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Dimana : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
54 d 2 = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%) berikut : Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah minimal sampel sebagai Jadi jumlah minimal sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 responden. Menurut Sarwono (2007), sebaiknya untuk riset yang sebenarnya, gunakan sampel minimal 100 untuk memperoleh hasil analisis yang signifikan dan lebih akurat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, peneliti akan membagikan kuisioner kepada 100 responden orang tua yang ada di sekolah ISMILE dan akan di bagikan berdasarkan: Infant Toddler Nursery 1 Nursery 2 Kindergarten 3.7 Metode Analisis Data merupakan hal yang terpenting dalam sebuah penelitian karena menggambarkan variabel-variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesa. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan SPSS 13.0 for Windows (Statistical Product and service Solutions).
55 Setelah data-data dikumpulkan, akan dilakukan analisa data dengan metode analisa yang ditunjukkan di tabel di bawah ini Tabel 3.5 Metode Analisa Data Tujuan Penelitian Metode Analisa Jenis Penelitian Teknik Analisa T 1 Deskriptif Korelasi Pearson T 2 Deskriptif Korelasi Pearson T 3 Deskriptif Korelasi Pearson T 4 Deskriptif-Assosiatif Regresi dengan Path Analysis T 5 Deskriptif-Assosiatif Regresi dengan Path Analysis Sumber : Penulis. 2010 Sebelum melakukan penyebaran kuesioner, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan skala yang akan digunakan dalam penelitian ini. Kemudian data akan diuji validitas dan realibilitas. Berikut ini akan dijelaskan tentang teknik-teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data. 3.7.1 Uji Validitas Validitas menguji seberapa baik suatu alat ukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Validitas pada umumnya digolongkan dalam tiga kategori besar, yaitu validitas isi (content validity), validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity) dan validitas konstruk. Pada penelitian ini akan dibahas hal yang menyangkut validitas untuk menguji apakah pertanyaan-pertanyaan itu telah mengukur aspek yang sama. Untuk itu dipergunakan validitas konstruk.
56 Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara masingmasing pertanyaan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi product moment., sebagai berikut: rxy = n. n( ΣXY ) ( ΣX )(. ΣY ) 2 2 2 X ( X ) n. Y ( Y ) 2 Keterangan: r = Koefisien korelasi X = Skor item X Y = Skor item Y n = banyaknya sampel dalam penelitian Langkah-langkah dalam menguji validitas : 1. Menentukan nilai r table : Dari tabel r, untuk df=n-2. Dimana n = jumlah kuestioner yang akan diuji, dengan tingkat signifikan 5% 2. Mencari nilai r hasil : Nilai r hasil untuk tiap item variabel bisa dilihat pada kolom CORRECTED ITEM TOTAL CORRELATION. 3. Dasar pengambilan keputusan adalah : Jika r hitung positif, serta r hitung > r tabel, maka variabel tersebut valid. Jika r hitung tidak positif, serta r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid. Jika r hitung > r tabel, tapi bertanda negatif, maka variabel tersebut tidak valid.
57 3.7.2 Uji Reliabilitas Keandalan (realibilitas) suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrumen mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran (Sekaran 2006, p40). Pada program SPSS 13.0 for Windows metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas ini adalah dengan menggunakan metode alpha cronbach yang dimana satu kuesioner dianggap reliable apabila cronbach alpha > 0,6 3.7.3 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi secara normal atau tidak. Pengujian ini biasanya digunakan untuk data berskala ordinal, interval dan rasio. Jika analisis menggunakan metode statistik parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi, yaitu berasal dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka metode yang digunakan adalah statistik non parametrik. SPSS 13.0 menyajikan dua tabel sekaligus (Kolmogorov-smirnov dan Shapiro-wilk). Dalam pembahasan ini akan digunakan uji kolmogorov-smirnov (karena datanya lebih dari 50, sedang Shapiro-Wilk lebih bagus jika datanya kurang dari 50) dengan menggunakan taraf signifikan 0.05. Data yang dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0.05 dan terdapat juga gambar kurva normal. Jika suatu distribusi data normal, maka data akan tersebar di sekeliling garis.
58 3.7.4 Sejarah Analisis Jalur ( PATH Analysis) Teknik analisis jalur, yang dikembangkan oleh Sewall Wright di tahun 1934, sebenarnya merupakan pengembangan korelasi yang diurai menjadi beberapa interpretasi akibat yang ditimbulkannya. Lebih lanjut, analisis jalur mempunyai kedekatan dengan regresi berganda; atau dengan kata lain, regresi berganda merupakan bentuk khusus dari analisis jalur. Teknik ini juga dikenal sebagai model sebab-akibat (causing modeling). Penamaan ini didasarkan pada alasan yang bahwa analisis jalur memungkinkan pengguna dapat menguji proposisi teoritis mengenai hubungan sebab dan akibat tanpa memanipulasi variabel-variabel. Memanipulasi variabel maksudnya ialah memberikan perlakuan (treatment) terhadap variabel-variabel tertentu dalam pengukurannya. Asumsi dasar model ini ialah beberapa variabel sebenarnya mempunyai hubungan yang sangat dekat satu dengan lainnya. Dalam perkembangannya saat ini analisis jalur diperluas dan diperdalam ke dalam bentuk analisis Structural Equation Modeling atau dikenal dengan singkatan SEM. 3.7.5 Definisi Analisa Jalur (PATH analysis) Berdasarkan pada Riduan dan kuncoro (2007, pp1-2), analisis jalur (path analysis) yang dikembangkan pertama kali pada tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika yaitu Sewall Wright merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menganalisis pola hubungan antara variabel dengan tujuan untuk mengetahui peran langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel independen terhadap variabel dependen Model analisis jalur yang digunakan dalam penelitian ini adalah model triming. Model triming ini digunakan untuk memperbaiki suatu model struktur
59 analisis dengan cara mengeluarkan dari model variabel independen yang koefisien jalurnya tidak signifikan (Riduan dan Kuncoro, 2007, p127). 3.7.6 Manfaat Analisa Jalur Berdasarkan pada Riduwan dan Kuncoro (2008, p2), Manfaat dari path analysis adalah sebagai berikut: 1. Penjelasan terhadap fenomena yang dipelajari atau permasalahan yang diteliti. 2. Prediksi nilai variabel terikat (Y) berdasarkan nilai variabel bebas (X), dan prediksi dengan path analysis ini bersifat kualitatif 3. Faktor diterminan yaitu penentuan variabel bebas (X) mana yang dipengaruhi dominan terhadap variabel terikat (Y), juga dapat digunakan untuk menelusuri mekanisme (jalur-jalur) pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) 4. Pengujian model,menggunakan theory triming, baik untuk uji reliabilitas konsep yang sudah ada ataupun uji pengembangan konsep baru. 3.7.7 Asumsi Analisa Jalur Asumsi analisi jalur mengikuti asumsi umum regresi linear, yaitu sebagai berikut: Hubungan antar variabel adalah bersifat linier, adaptif, dan normal. Hanya sistem aliran kausal ke satu arah artinya tidak ada arah kausalitas yang berbalik Variabel terikat (endogen) minimal dalam skala ukur interval dan ratio Menggunakan probability sampling
60 Observed variables diukur tanpa kesalahan (instrumen pengukuran valid dan reliable) artinya variabel yang diteliti dapat diobservasi secara langsung Model yang dianalisis dispesifikasikan (diidentifikasi) dengan benar berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep yang relevan artinya model teori yang dikaji dibangun berdasarkan kerangka teoritis tertentu yang mampu menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel yang diteliti. Analisis ini akan digunakan dalam menguji besarnya kontribusi yang ditunjukkan oleh koefesien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel X 1 dan X 2 terhadap Y. Untuk mengetahui derajat variabel analisa Word Of Mouth (X 1 ) dan Pameran (X 2 ) terhadap Persepsi atas value proposition (Y) serta dampaknya terhadap Pengambilan keputusan (Z) dilakukan penyebaran kuesioner dan analisis digunakan teknik korelasi yang merupakan dasar dari perhitungan koefesien jalur. Dengan menggunakan komputer sebagai proses pengolahan data dan program SPSS windows 13.0 3.7.8 Langkah-langkah pengujian Path Analysis Berdasarkan pendapat Riduwan dan Kuncoro (2008, pp116-118), ada beberapa langkah pengujian path analysis yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis dalam persamaan struktural Struktur: Y = ρ zx X + ρ zy Y + ρ z ε 1 2. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi a) Gambarkan diagram jalur lengkap, tentukan sub-sub strukturnya dan rumuskan persamaan strukturalnya yang sesuai hipotesa yang diajukan.
61 Hipotesa: naik turunnya variabel endogen (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh variabel eksogen (X 1 dan X 2 ). b) Menghitung koefisien regresi untuk strukur yang telah dirumuskan. Persamaan regresi ganda: Y = a + b 1 x 1 + b 1 x 2 + 1 c) Menghitung koefisien jalur secara keseluruhan Kaidah pengujian signifikansi secara manual: menggunakan tabel F F = ( n k 1) R 2 yx k K(1- R 2 yx k) Keterangan : N = jumlah sampel K = jumlah variabel eksogen R 2 yx k = R square Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan F hitung F tabel, terima H0 artinya tidak signifikan. Dengan taraf signifikan ( ) = 0.05 Carilah nilai F tabel menggunakan Tabel F dengan rumus : F tabel = F {(1- ) (dk=k), (dk=n-k-1)} atau F {(1- ) (v1=n-k-1)} Cara mencari F tabel : nilai (dk=k) atau V 1 disebut nilai pembilang Nilai (dk=n-k-1) atau V 2 disebut nilai penyebut. Kaidah pengujian signifikansi: program SPSS o Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
62 o Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. d) Menghitung koefisien jalur secara individu Secara individual uji statistik yang digunakan uji t yang dihitung dengan rumus (Schumaker dan Lomax, 1996:44. Kusnendi, 2005:12). Statistik diperoleh dari hasil komputasi SPSS 13.0 untuk analisis regresi setelah data ordinal ditranformasikan ke interval. Selanjutnya untuk mengetahui signifikansi analisis jalur bandingan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas sig dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. e) Meringkas dan menyimpulkan 3.7.10 Analisa korelasi sederhana (Korelasi Pearson) Berdasarkan Riduan dan Kuncoro (2007, p62), apabila nilai koefisien korelasi pearson (r) = +1, maka korelasi atau hubungan positif dan sempurna. Apabila koefisien korelasi pearson (r) = -1, maka korelasi atau hubungannya negatif dan sempurna. Arti positif di sini, misalkan hubungan antara variabel X dan Y (r xy ) nilainya positif (+), maka hubungannya searah. Jika X naik maka Y pun akan naik, jika X turun maka Y pun turun, begitu juga apabila Y naik maka X naik, jika Y turun
63 maka X turun juga. Sedangkan arti dari negatif (-) adalah hubungannya berbanding terbalik, jika X naik maka Y turun, jika X turun maka Y naik, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan Riduan dan Kuncoro (2007, p62), arti harga r akan dikonsultasikan dengan tabel nilai interpretasi r sebagai berikut: Tabel 3.6 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0.80-1.000 Sangat kuat 0.60-0.799 Kuat 0.40-0.599 Cukup Kuat 0.20-0.399 Rendah 0.00-0.199 Cukup Rendah Sumber : Riduan dan Kuncoro (2007) Besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y ditentukan dengan rumus koefisien diterminan sebagai berikut: KP = r 2 x 100% dimana: KP = Nilai koefisien diterminan r = Nilai koefisien korelasi Berdasarkan pendapat Riduan dan Kuncoro (2007, p62), pengujian signifikansi yang berfungsi apabila peneliti ingin mencari makna generalisasi dan hubungan variabel X terhadap Y, maka hasil korelasi PPM tersebut diuji dengan uji signifikasi sebagai berikut: Hipotesis: Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y Ha : Ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y Dasar pengambilan keputusan:
64 Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau (0.05 sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau (0.05 sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan Berdasarkan pendapat Riduan dan Kuncoro (2007, p63), analisa korelasi ganda berfungsi untuk mencari besarnya hubungan antara dua variabel bebas (X) atau lebih secara simultan (bersama-sama) dengan variabel terikat (Y). Rumus korelasi ganda sebagai berikut: Selanjutnya untuk mengetahui signifikansi korelasi ganda bandingkan antara probabilitas 0.05 dengan probabilitas sig sebagai berikut: Hipotesis: Ho: Tidak ada pengaruh atau kontribusi secara signifikan antara variabel X dengan variabel Y terhadap variabel Z Ha: Ada pengaruh atau kontribusi secara signifikan antara variabel X dengan variabel Y terhadap variabel Z 3.8 Rancangan Uji Hipotesa Berdasarkan tujuan-tujuan penelitian, maka rancangan uji hipotesis yang dapat dibuat merupakan rancangan uji hipotesis dalam penelitian ini disajikan berdasarkan tujuan penelitian. Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, sehingga tingkat batas ketidakakuratan sebesar (α) = 5% = 0.05. Dasar Pengambilan Keputusan : Jika nilai probabilitas 0.05 lebih atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0.05 < sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0.05 > sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
65 Keterangan: X 1 = Word Of Mouth X 2 = Pameran Y = Persepsi atas value proposition Z = Pengambilan Keputusan Tujuan 1 Hipotesis pengujian secara individual hubungan antara X 1 dan Y Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Word of Mouth dan variabel Persepsi atas value proposition Ha = Ada hubungan yang signifikan antara variabel Word of Mouth dan variabel Persepsi atas value proposition Tujuan 2 Hipotesis pengujian secara individual hubungan antara X 2 dan Y Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Pameran dan variabel Persepsi atas value proposition Ha = Ada hubungan yang signifikan antara variabel Pameran dan variabel Persepsi atas value proposition Tujuan 3 Hipotesis pengujian secara individual hubungan antara Y dan Z Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Persepsi atas value proposition dan variabel Pengambilan keputusan Ha = Ada hubungan yang signifikan antara variabel Persepsi atas value proposition dan variabel Pengambilan keputusan Tujuan 4 (sub-struktur 1) secara simultan X 1 dan X 2 terhadap Y
66 Hipotesa pengujian secara simultan antara X 1 dan X 2 terhadap Y Ha = Word of Mouth dan Pameran berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Ho = Word of Mouth dan Pameran tidak berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Pengujian secara individual Hipotesa pengujian secara individual X 1 terhadap Y Ha = Word of Mouth berkontribusi secara signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Ho = Word of Mouth tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Hipotesa pengujian secara individual X 2 terhadap Y Ha = Pameran berkontribusi secara signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Ho = Pameran tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Persepsi atas value proposition Tujuan 5 (sub-struktur 2) secara simultan X 1, X 2 dan Y terhadap Z Hipotesa pengujian secara simultan antara X 1, X 2 dan Y terhadap Z Ha = Word of Mouth, Pameran, dan Persepsi atas value proposition berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap Pengambilan keputusan
67 Ho = Word of Mouth, Pameran, dan Persepsi atas value proposition tidak berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap Pengambilan keputusan Pengujian secara individual Hipotesa pengujian secara individual X 1 terhadap Z Ha = Word of Mouth berkontribusi secara signifikan terhadap Pengambilan keputusan Ho = Word of Mouth tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Pengambilan keputusan Hipotesa pengujian secara individual X 2 terhadap Z Ha = Pameran berkontribusi secara signifikan terhadap Pengambilan keputusan Ho = Pameran tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Pengambilan keputusan Hipotesa pengujian secara individual Y terhadap Z Ha = Persepsi atas value proposition berkontribusi secara signifikan terhadap Pengambilan keputusan Ho = Persepsi atas value proposition tidak berkontribusi secara signifikan Pengambilan keputusan. 3.9 Rancangan Implikasi hasil penelitian Setelah semua pengolahan data dan analisa selesai dilakukan, maka diharapkan hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah ISMILE untuk dapat dengan jelas mengetahui pengaruh word of mouth dan pameran terhadap persepsi atas value proposition dan dampaknya terhadap pengambilan
68 keputusan orang tua di sekolah ISMILE sehingga dapat membantu pihak manajemen sekolah ISMILE dalam perencanaan strategi pemasaran. Langkah-langkah berikut akan diambil setelah mendapatkan hasil analisis: 1. Menentukan apakah word of mouth dan pameran boleh digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran sekolah ISMILE. Hal ini dinilai dari apakah word of mouth dan pameran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi atas value proposition dan memiliki dampak terhadap pengambilan keputusan orang tua di sekolah ISMILE. 2. Menentukan bagaimana word of mouth dan pameran dapat digunakan secara bersamaan untuk mempengaruhi persepsi atas value proposition.