BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan penelitian survey yang bersifat menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis secara asosiatif. Menurut data hasil penelitian berupa angka-angka yang harus diolah secara statistik, maka antar variabel-variabel yang dijadikan objek penelitian harus jelas korelasinya sehingga dapat ditentukan pendekatan statistik yang akan digunakan sebagai pengolah data yang pada gilirannya hasil analisis dapat dipercaya (reliabilitas dan validitas), dengan demikian mudah untuk digeneralisasikan sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat dijadikan rujukan yang cukup akurat (Riduwan dan Engkos Ahmad Kuncoro (2007, p.209)). Lokasi penelitian ini dilakukan di PT Jl. Daan Mogot Raya KM 10 No 12, Jakarta Barat. Tabel 3.1. Disain Penelitian Disain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Metode Penelitian Unit Analisis Time Horison T - 1 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional T - 2 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional T - 3 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional T - 4 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional T - 5 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional 38
T - 6 Deskriptif Survey Individu Karyawan PT Cross Sectional Keterangan : T - 1 Menganalisis hubungan antara stres dengan kinerja karyawan PT. T - 2 Menganalisis pengaruh stres terhadap kinerja karyawan PT. T - 3 Menganalisis hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan PT. T - 4 Menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT. T - 5 Menganalisis hubungan antara stres dan motivasi dengan kinerja karyawan PT. T - 6 Menganalisis pengaruh stres dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT Jaya Suci. 3.2 Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel merupakan penjelasan pengertian dari teori variabel, sehingga dapat diamati dan diukur dengan menentukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, definisi operasionalisasi variabelnya adalah sebagai berikut : 1. Stres (X1) : Dukungan sosial, kesempatan berpartisipasi, dan kondisi lingkungan kerja. 2. Motivasi (X2) : Kebutuhan fisik, rasa aman, dan kebutuhan sosial. 3. Kinerja (Y) : individu, psikologis, dan organisasi. 39
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Operasional Variabel Variabel Dimensi Indikator Ukuran Skala Pengukuran Stres - Dukungan Sosial - Dukungan keluarga Ordinal Skala Likert - Dukungan rekan kerja - Dukungan atasan - Kesempatan berpartisipasi - Kesempatan mengambil keputusan - Kesempatan memberikan gagasan - Kesempatan memberikan kritik - Kondisi lingkungan kerja - Suhu ruangan - Tingkat pencahayaan - Tingkat kebisingan - Tingkat kebersihan Motivasi - Kebutuhan fisik - Cukup makan Ordinal Skala Likert - Seragam kerja - Tempat tinggal - Rasa aman - Keamanan jiwa - Keamanan raga - Keamanan harta benda - Kebutuhan sosial - Memiliki keluarga - Sanak saudara - Rasa dihormati - Kebutuhan pendidikan - Kesempatan beribadah - Kebutuhan prestise - Adanya gelar sarjana - Adanya penghormatan dari 40
bawahan -Kebutuhan aktualisasi diri - Penghargaan dari perusahaan - Penghargaan atas prestasi yang dicapai Kinerja - Individu - Kemampuan fisik Ordinal Skala Likert - Kemampuan mental - Kemampuan intelektual - Latar belakang - Psikologis - Sikap - Kemauan belajar - Motivasi - Keluarga - Kepribadian - Pengalaman kerja sebelumnya - Organisasi - Kepemimpinan - Sumber daya - Imbalan - Struktur organisasi - Desain pekerjaan Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, sumber datanya dari populasi terbatas dan bersifat homogen, yaitu 50 orang karyawan PT, Jakarta Barat. Skala stress dan motivasi yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari 21 nomor pertanyaan. Sedangkan skala kinerja karyawan terdiri dari 15 nomor pertanyaan. Skala stress kerja, motivasi dan kinerja karyawan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2005, p129) pengumpulan data dapat menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber 41
sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Tabel 3.3 Data dan Sumber Data Penelitian Tujuan Penelitian Jenis dan Sumber Data Data Jenis Data Sumber Data T - 1 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data Primer dari kuesioner T - 2 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data primer dari kuesioner T - 3 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data Primer dari kuesioner T 4 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data Primer dari kuesioner T 5 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data Primer dari kuesioner T 6 Jumlah karyawan PT Kuantitatif Data Primer dari kuesioner 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan: Wawancara, merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab kepada pihak manajemen PT secara semi terstruktur, dengan menanyakan 5 Force Porter (ancaman pendatang baru, posisi perusahaan terhadap tawar menawar pemasok, posisi perusahaan terhadap tawar menawar pembeli, ancaman barang substitusi, persaingan perusahaan sejenis), jumlah karyawan. Kuesioner, merupakan daftar pertanyaan yang ditujukan khususnya kepada sampel karyawan PT untuk memperoleh data stres, motivasi dan kinerja karyawan PT. Studi Pustaka, membantu dalam analisis data dan sebagai landasan teori. Sumber diperoleh dari buku, jurnal, internet. 3.5 Skala Ordinal 42
Bentuk pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah structured non disquised yaitu bentuk pertanyaan merupakan kombinasi pilihan ganda yang berpedoman pada Skala Likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi bagi seorang responden. Bentuk penilaian jawaban kuesioner menggunakan pembobotan dengan 5 buah skala. Bobot dan kategori pengukuran atas tanggapan responden diuraikan dalam tabel berikut di bawah ini : Tabel 3.4 Bobot dan Kategori Pengukuran Data Keterangan Penilaian Sangat Tidak Setuju 1 Tidak Setuju 2 Ragu-Ragu 3 Setuju 4 Sangat Setuju 5 Sedangkan nilai dan kategori batas penelitian dapat dilihat dengan memperhitungkan: Nilai terendah = 1, yaitu bila jika jawaban responden adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai tertinggi = 5, yaitu bila jika jawaban responden adalah Sangat Setuju. Namun untuk beberapa pertanyaan akan menggunakan penilaian secara terbalik karena pertanyaan akan dibuat negatif agar responden lebih terfokus dalam pengisian kuesioner. Dimana penilaiannya adalah sebagai berikut : Nilai terendah = 1, yaitu bila jika jawaban responden adalah Sangat Setuju, Nilai tertinggi = 5, yaitu bila jika jawaban responden adalah Sangat Tidak Setuju. STRES MOTIVASI KINERJA No 1 No 2 No 1 No 5 No 10 No 2 No 6 No 11 No 9 No 13 Tabel 3.5 Pertanyaan Yang Penilaiannya Terbalik 43
3.6 Uji Validitas Dalam menganalisis data, hal pertama yang dilakukan adalah pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian di edit yaitu mencermati setiap kuisioner atau jawaban yang disampaikan dan membuat tabel untuk masing-masing jawaban. Benar tidaknya tergantung kepada baik tidaknya instrumen pengumpulan data yang antara lain harus memenuhi dua syarat yaitu validitas dan reabilitas. Uji validitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur cocok untuk mengukur sesuatu yang ingin diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat ukur, maka alat ukur tersebut semakin mengenai sasarannya, atau semakin menunjukkan sesuatu yang seharusnya diukur. Dalam perhitungan untuk mengukur pengaruh setiap pertanyaan, digunakan Korelasi Pearson untuk n > 30 (merujuk pada tabel r). Metode untuk uji validitas yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah Split-half method yaitu dengan melihat pada Corrected Item-Total Correlation atau r hitung dari setiap pertanyaan yang ada yang kemudian dibandingkan dengan r tabel. Apabila korelasi > r tabel maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid. 3.7 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Suatu alat ukur dikatakan mempunyai kehandalan konsistensi internal apabila item penyusunannya konsisten mengukur hanya variabel yang dihendaki dan ini menunjukkan item-item tersebut mempunyai rata-rata korelasi antar item yang tinggi. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat ukur yang umumnya digunakan ialah dengan mencari koefisien alat ukur yang akan menentukan keseluruhan proses pengumpulan. Untuk melihat pengujian reliabilitas dapat dilihat pada table output SPSS dengan melihat korelasi Gutman Split-Half Coefficient yang dibandingkan dengan r table. Apabila nolai korelasi > daripada r table maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur tersebut reliable. 3.8 Metode Analisis Di dalam suatu penelitian, data merupakan hal yang terpenting karena menggambarkan variabel variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Setelah data tersebut dikumpulkan, maka dilakukan pengolahan data dengan bantuan komputer dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15.0, metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Pearson 44
untuk mengetahui hubungan antara stres dan kinerja, dan hubungan antara motivasi dan kinerja. Kemudian untuk mengetahui hubungan antara stres, motivasi dan kinerja akan menggunakan analisis korelasi dan regresi berganda. Tabel 3.6 Metode Analisis Data Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Metode Analisis Teknik Analisis T 1 Deskriptif Korelasi Pearson T 2 Deskriptif Korelasi Pearson T 3 Deskriptif Koefisien Korelasi dan Regresi Berganda Adapun teknik analisa mencakup : 1. Analisis Korelasi Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2005, p212) Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih adalah sama. Berikut ini dikemukakan rumus yang paling sederhana yang dapat digunakan untuk menghitung koefisien korelasi, yaitu Dimana: = korelasi antara variabel x dengan y x = (Xi - X) y = (Yi Y) dan rumus berikut digunakan bila sekaligus akan menghitung persamaan regresi, koefisien korelasi untuk populasi diberi sombol rho (ρ) dan untuk sampel diberi simbol r, sedang untuk korelasi ganda diberi simbol R. 45
Dimana: n = koefisien korelasi x i y i = variabel x = variabel y Jika harga r hitung lebih besar dari r tabel baik untuk kesalahan 5% maupun 1% maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif antara kedua variabel. Rumus koefisien korelasi adalah r 2. Angka koefisien determinasi (r 2 ) menunjukkan besarnya pengaruh variabel x terhadap variabel y. Menurut Sugiyono (2005, p.126) untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel berikut: Tabel 3.7 Pedoman untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 0,199 Sangat rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,599 Sedang 0,60 0,799 Kuat 0,80 1,000 Sangat kuat Sumber: (Prof. DR. Sugiyono, p.126) Sedangkan untuk tiga variabel yang akan dibahas pada T 5 akan menggunakan rumus : Ry.x1.x2 = 2 2 ryx1 + ryx2 2ryx1ryx2rx1x2 2 1 - rx1x2 2. Analisis regresi berganda 46
Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2005, p250) analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi ganda akan dilakukan jika jumlah variabel independennya minimal dua. Persamaan regresi untuk tiga prediktor adalah: Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 +...+b n X n Dimana : a = Y pintasan (Nilai Y bila X = 0) b = kemiringan dari garis regresi (kenaikan atau penurunan Y untuk setiap perubahan satuan X) atau koefisien regresi, yang mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y kalau X naik 1 unit. X = Nilai tertentu dari variabel bebas Y = Nilai yang diukur / atau dihitung pada variabel tidak bebas 3.9 Uji Hipotesis Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah: Untuk T 1 Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara stres dengan kinerja karyawan Ha = Ada hubungan yang signifikan antara stres dengan kinerja karyawan Untuk T 2 Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja karyawan Ha = Ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja karyawan Untuk T 3 Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara stres dan motivasi dengan kinerja karyawan Ha = Ada hubungan yang signifikan antara stres dan motivasi dengan kinerja karyawan 47