PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Laporan Auditor Independen Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal (Mata Uang Rupiah)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca Konsolidasi... 1-2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi...... 3 Laporan Perubahan Ekuitas (Defisit Modal) Konsolidasi...... 4 Laporan Arus Kas Konsolidasi...... 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi... 6-29 *****************************
Laporan Auditor Independen Laporan No. 009/08/I Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi PT Karwell Indonesia Tbk Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Karwell Indonesia Tbk (Perusahaan) dan Anak Perusahaan tanggal, laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas (defisit modal) konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasi adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan PT Karinwashindo Centragraha, Anak Perusahaan, pada tanggal yang laporan keuangannya mencerminkan jumlah aktiva sebesar 1,62% dan 1,53% dari jumlah aktiva dalam laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan tersebut tidak diaudit oleh auditor independen dan pendapat kami sepanjang berkaitan dengan jumlah-jumlah dalam laporan keuangan Anak Perusahaan tersebut didasarkan atas laporan keuangan manajemen Anak Perusahaan tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan keuangan manajemen Anak Perusahaan, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Karwell Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, hasil usaha dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasi terlampir disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan dan Anak Perusahaan akan melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Seperti yang diuraikan dalam Catatan 28 atas laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan mengalami defisit modal pada tanggal masing-masing sebesar Rp 21,3 miliar dan Rp 27,9 miliar, dan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 6 miliar dan rugi bersih konsolidasi sebesar Rp 74,4 miliar masing-masing untuk tahun 2007 dan 2006. Kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan akan terus terpengaruh di masa mendatang oleh kondisi ekonomi di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan terdapat ketidakpastian yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha di masa yang akan datang, kemampuan pemulihan aktiva Perusahaan dan Anak Perusahaan serta kemampuan Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk mengelola atau melunasi kewajiban yang telah jatuh tempo. Faktor-faktor tersebut dan beberapa hal lainnya yang diuraikan dalam Catatan 28 atas laporan keuangan konsolidasi, meningkatkan ketidakpastian tentang kemampuan Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dan ketidakpastian apakah Perusahaan dan Anak Perusahaan dapat merealisasikan aktiva dan melakukan pembayaran atas kewajibannya dalam kegiatan usaha normal dan pada nilai yang dinyatakan dalam laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasi terlampir tidak mencakup penyesuaian yang mungkin diakibatkan oleh ketidakpastian tersebut. Rencana manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan sehubungan dengan permasalahan ini diuraikan dalam Catatan 28 atas laporan keuangan konsolidasi dan menurut pendapat manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan, rencana tersebut dapat secara efektif dilaksanakan. Dampak dari ketidakpastian tersebut akan dinyatakan dalam laporan keuangan konsolidasi apabila telah diketahui dan diperkirakan. JUNARTO TJAHJADI BAP Junarto Tjahjadi Izin Akuntan Publik No. 02.1.0828 18 Maret 2008
NERACA KONSOLIDASI Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3,25 3.030.296.131 36.073.290.015 Saham tersedia untuk dijual 2d - 10.000.000.000 Piutang usaha 2e,4,25 83.798.074.977 40.172.635.457 Piutang lain-lain 2e,5 9.637.997.164 9.602.519.401 Persediaan 2f,6 84.493.493.294 64.049.252.898 Pajak dibayar di muka 7 448.354.357 4.492.416.855 Biaya dibayar di muka 2g,8 483.884.082 282.360.202 Uang muka 1.504.833.708 - JUMLAH AKTIVA LANCAR 183.396.933.713 164.672.474.828 AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang hubungan istimewa 2c,23 28.099.714.980 43.605.215.495 Taksiran tagihan pajak penghasilan 2n,14 1.568.604.439 1.233.014.138 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2n,14 3.805.191.872 7.419.809.526 Aktiva tetap - bersih setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 43.979.568.057 pada tanggal 31 Desember 2007 dan Rp 40.787.472.133 pada tanggal 31 Desember 2006 2h,9 32.830.489.458 34.253.983.883 Aktiva tetap yang tidak digunakan 2h,10 52.315.001.006 52.315.001.006 Aktiva lain-lain 11 500.805.601 17.696.749.876 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 119.119.807.356 156.523.773.924 JUMLAH AKTIVA 302.516.741.069 321.196.248.752 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) KEWAJIBAN DAN DEFISIT MODAL Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank 12 102.389.323.100 222.821.086.371 Hutang usaha 13 82.607.149.664 61.595.069.410 Hutang lain-lain 6.314.947.555 2.735.229.043 Biaya masih harus dibayar 9.066.333.159 8.427.403.737 Hutang pajak 2n,14 1.593.147.744 1.592.523.071 Uang muka penjualan 15 36.491.601.063 34.366.112.416 Hutang sewa guna usaha yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2i 109.089.877 - JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 238.571.592.162 331.537.424.048 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang bank - jangka panjang 12 84.655.472.951 - Hutang sewa guna usaha setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2i 136.375.499 - Hutang hubungan istimewa 2c,23-3.843.614.294 Kewajiban imbalan kerja 2k,24 395.123.012 143.677.555 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 85.186.971.462 3.987.291.849 JUMLAH KEWAJIBAN 323.758.563.624 335.524.715.897 SELISIH LEBIH RUGI BERSIH ATAS PENYERTAAN SAHAM PADA ANAK PERUSAHAAN 2b - 13.612.072.835 HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b,16 144.665.507 25.999.754 DEFISIT MODAL Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 1.200.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 587.152.700 saham 17 293.576.350.000 293.576.350.000 Tambahan modal disetor 18 5.500.000.000 5.500.000.000 Selisih modal Keppres No. 26/1984 19 76.121.422 76.121.422 Rugi yang belum direalisasi atas saham tersedia untuk dijual 2d - (560.234.075) Defisit (320.538.959.484) (326.558.777.081) DEFISIT MODAL - BERSIH (21.386.488.062) (27.966.539.734) JUMLAH KEWAJIBAN DAN DEFISIT MODAL 302.516.741.069 321.196.248.752 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Catatan PENJUALAN 2l,20 340.051.251.868 273.123.348.602 BEBAN POKOK PENJUALAN 2l,21 (294.482.349.648) (266.944.145.888) LABA KOTOR 45.568.902.220 6.179.202.714 BEBAN USAHA 2l,22 Penjualan 4.010.686.121 5.901.052.263 Umum dan administrasi 20.338.742.864 64.570.959.358 Jumlah Beban Usaha 24.349.428.985 70.472.011.621 LABA (RUGI) USAHA 21.219.473.235 (64.292.808.907) PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba penjualan penyertaan saham pada Anak Perusahaan 26 17.070.072.835 - Pendapatan bunga 263.628.436 1.437.926.352 Laba (rugi) penjualan aktiva tetap 2h 174.545.391 35.000.000 Beban bunga (21.303.143.014) (24.984.896.086) Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2m (8.673.792.995) 11.653.549.965 Lain-lain - bersih 1.002.317.116 1.802.750.868 Beban Lain-lain - Bersih (11.466.372.231) (10.055.668.901) LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 9.753.101.004 (74.348.477.808) BEBAN PAJAK PENGHASILAN TANGGUHAN 2n,14 (3.614.617.654) (81.075.011) LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN 6.138.483.350 (74.429.552.819) HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN (118.665.753) - LABA (RUGI) BERSIH 6.019.817.597 (74.429.552.819) LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM 2o 10,25 (126,76) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIT MODAL) KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Rugi Yang Belum Selisih Modal Direalisasi Atas Jumlah Ekuitas Tambahan Modal Keppres Saham Tersedia (Defisit Modal) - Catatan Modal Saham Disetor No. 26 / 1984 Untuk Dijual Defisit Bersih Saldo 1 Januari 2006 293.576.350.000 5.500.000.000 76.121.422 (985.359.075) (252.129.224.262) 46.037.888.085 Penyesuaian nilai wajar atas saham yang tersedia untuk dijual 2d - - - 425.125.000-425.125.000 Rugi bersih tahun 2006 - - - - (74.429.552.819) (74.429.552.819) Saldo 31 Desember 2006 293.576.350.000 5.500.000.000 76.121.422 (560.234.075) (326.558.777.081) (27.966.539.734) Kenaikan saham tersedia dijual - - - 560.234.075-560.234.075 Laba bersih tahun 2007 - - - - 6.019.817.597 6.019.817.597 Saldo 31 Desember 2007 293.576.350.000 5.500.000.000 76.121.422 - (320.538.959.484) (21.386.488.062) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 298.551.300.995 350.367.333.517 Penerimaan (pembayaran) untuk: Pajak 3.709.096.870 7.490.487.609 Pemasok dan karyawan (295.419.343.498) (309.938.320.837) Bunga (21.303.143.014) (24.984.896.086) Penerimaan (pembayaran) operasi lainnya (7.138.307.211) 4.709.541.447 Penerimaan bunga 263.628.436 1.437.926.352 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (21.336.767.422) 29.082.072.002 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pengurangan (penambahan) saham tersedia untuk dijual 10.000.000.000 (9.433.995.000) Kenaikan nilai investasi tersedia dijual 560.234.075 - Hasil penjualan aktiva tetap 174.545.391 35.000.000 Perolehan aktiva tetap 9 (2.415.681.499) (6.303.026.361) Penjualan penyertaan dalam bentuk saham - 238.800.000 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi 8.319.097.967 (15.463.221.361) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Piutang hubungan istimewa 15.505.500.515 23.858.866.888 Hutang sewa guna usaha 245.465.376 (98.264.071) Hutang bank (35.776.290.320) (56.478.812.143) Hutang hubungan istimewa - 2.215.627.440 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (20.025.324.429) (30.502.581.886) PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK (33.042.993.884) (16.883.731.245) KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 36.073.290.015 53.597.995.426 Kas dan Bank Anak Perusahaan yang Tidak Dikonsolidasi - (640.974.166) KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 3 3.030.296.131 36.073.290.015 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5
1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Karwell Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan di Jakarta dengan nama PT Karwell Indonesia Knitting & Garment Industry sesuai dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970 mengenai penanaman modal dalam negeri berdasarkan akta Notaris Soetanto, SH No. 11 tanggal 18 Februari 1978. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No.YA5/36/17 tanggal 18 Februari 1981 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No.78 Tambahan No. 3668 tanggal 28 September 1990. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Syane Runtulalo, SH No. 2 tanggal 20 September 2007, notaris di Cianjur, mengenai perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat didalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W8-HT.01.10-2102 tanggal 20 September 2007. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan terutama bergerak dalam bidang industri pakaian jadi. Perusahaan memulai kegiatan operasinya secara komersial pada tahun 1978. Kantor Pusat Perusahaan terletak di Jalan Gunung Sahari I No. 48-50, Jakarta Pusat. Lokasi pabrik Perusahaan terletak di Tambun, Bekasi dan Tanjung Priok, Jakarta Utara. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 18 November 1994, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1975/PM/1994 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk melakukan penawaran Perdana kepada masyarakat sejumlah 20.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 setiap saham dan penawaran Rp 2.900 setiap saham. Seluruh saham Perusahaan telah dicatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 19 Desember 1994. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (lihat Catatan 18). Berdasarkan Surat Ketua BAPEPAM No. S-953/PM/1997 tanggal 15 Mei 1997 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perusahaan melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu untuk membeli paket saham biasa dengan waran yang terdiri dari 390.000.000 saham biasa dan 78.000.000 waran. c. Struktur Anak Perusahaan Pada tanggal, Perusahaan mempunyai Anak Perusahaan dengan rincian sebagai berikut: Persentase Kepemilikan (Langsung dan Tidak Langsung) Jumlah Aktiva (Rupiah) Anak Perusahaan Kegiatan Pokok 2007 (%) 2006 (%) PT Karinwashindo Pencucian Pakaian Centragraha 99,97 99,97 4.944.303.780 4.944.303.780 PT Kahoindah Citragarment* Industri Pakaian Jadi - 55,00-105.129.773.332 *) Pada tahun 2006 laporan keuangan PT Kahoindah Citragarment tidak dikonsolidasikan (lihat Catatan 26) 6
1. UMUM (lanjutan) d. Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 20 Juni 2007 yang dinyatakan dalam akta Syane Runtulalo, SH No. 2 tanggal 20 September 2007, Notaris di Cianjur, susunan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: Komisaris Presiden Komisaris : Drs. Frans Seda Komisaris : Mardi Loho Mayjend. TNI (Purnawirawan) H. Raden Pramono SE Ardyan Susanto M. E-Commerce Direksi Presiden Direktur : Susanto Direktur : Harijanto Witono Ridwan Halim Pramudyo Tamtomo Ir. Bundani Karlan MM Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 3 Oktober 2006 yang dinyatakan dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat yang dibuat oleh notaris Imas Fatimah, SH No. 65 tanggal 19 Desember 2006, susunan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: Komisaris Presiden Komisaris : Drs. Frans Seda Komisaris : Mardi Loho Mayjend. TNI (Purnawirawan) Raden Pramono SE Ardyan Susanto M. E-Commerce Direksi Presiden Direktur : Susanto Direktur : Harijanto Witono Ridwan Halim Pramudyo Tamtomo Ir. Bundani Karlan MM Sisilia Susanto Jumlah gaji dan kompensasi lainnya yang diterima Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 1.891.235.892 dan Rp 1.945.190.500 masing-masing pada tahun 2007 dan 2006. Pada tanggal, Perusahaan memiliki karyawan masing-masing sebanyak 4.466 dan 3.329 karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengurus Pasar Modal (BAPEPAM) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang diedarkan oleh BAPEPAM bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat. Laporan keuangan konsolidasi disusun atas dasar akrual (accrual basis), kecuali laporan arus kas konsolidasi dan dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. 7
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi (lanjutan) Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan dimana Perusahaan memiliki persentase kepemilikan di atas 50%. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan dan Anak Perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas atas ekuitas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai Hak Pemegang Saham Minoritas Atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi pada neraca konsolidasi. Pada tahun 2006, Perusahaan merencanakan untuk menjual saham PT Kahoindah Citragarment (KC), yang terealisasi pada awal tahun 2007 (lihat Catatan 26). Sehubungan dengan hal tersebut, laporan keuangan KC tidak dikonsolidasi dengan laporan keuangan Perusahaan, sesuai dengan PSAK No. 4 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi. Perusahaan telah mengakui bagian rugi bersih KC sampai melebihi penyertaan sahamnya serta disajikan pada akun Selisih Lebih Rugi Bersih atas Penyertaan Saham pada Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Pada tahun 2007, akun ini disesuaikan sehubungan dengan penjualan saham pada Anak Perusahaan oleh Perusahaan. c. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 mengenai Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan tingkat harga, persyaratan dan kondisi normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak di luar hubungan istimewa, maupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. d. Saham Tersedia untuk Dijual Berdasarkan PSAK No. 50 mengenai Akuntansi Investasi Efek Tertentu, maka untuk Saham yang Tersedia untuk Dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya tidak diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan, tetapi disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan/penurunan tersebut, dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan pada saat realisasi. e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu, jika ada, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. 8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) f. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun untuk mengurangi nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih. g. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya. h. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan masa manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan dengan rincian sebagai berikut: Tahun Bangunan dan instalasi 20 Mesin 10 Peralatan dan inventaris kantor 5-10 Kendaraan 5 Sesuai dengan PSAK No. 47 mengenai Akuntansi Tanah, perolehan tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan. Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam operasi dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan dicatat sebagai aktiva tetap yang tidak digunakan. i. Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi seluruh kriteria berikut: (1) Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat mulainya perjanjian sewa guna usaha. (2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha. (3) Masa sewa guna usaha minimun dua tahun. Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut diatas dikelompokkan sebagai transaksi sewa-menyewa biasa. Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (hak opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap - pemilikan langsung. 9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Penurunan Nilai Aktiva Pada tanggal neraca, Perusahaan melakukan penelaahan terhadap kemungkinan penurunan nilai aktiva bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang menunjukkan nilai tercatatnya tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai aktiva, jika ada, diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi tahun berjalan. k. Kewajiban Imbalan Kerja Perusahaan menerapkan program imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU No. 13 ) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004) mengenai Imbalan Kerja. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), beban imbalan kerja karyawan ditentukan berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan perhitungan aktuaria Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya, untuk masing-masing program imbalan, melebihi 10% dari kewajiban imbalan pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan karyawan dari program yang ada, akan diamortisasi sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan. l. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di pelabuhan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual). m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs terakhir yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tahun yang bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Pada tanggal, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: 10 1 Dolar Amerika Serikat 9.419 9.020 1 Dolar Singapura 6.502 5.819 1 Dolar Hong Kong 1.208 1.161 n. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sebesar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut. Pada tanggal neraca nilai tercatat aktiva pajak tangguhan ditinjau kembali dan akan disesuaikan apabila sebagian atau seluruh aktiva pajak tangguhan tidak dapat direalisasikan di masa yang akan datang.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) n. Pajak Penghasilan (lanjutan) Aktiva pajak tangguhan disajikan setelah dikurangi kewajiban pajak tangguhan di neraca. Koreksi terhadap kewajiban pajak dicatat pada saat surat ketetapan pajak diterima atau pada keputusan atas keberatan ditetapkan, jika Perusahaan mengajukan keberatan. o. Laba per Saham Sesuai dengan PSAK No. 56 mengenai Laba persaham, laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan yaitu sebesar 587.152.700 saham. p. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan adalah segmen usaha. Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak menyajikan segmen sekunder yaitu segmen geografis atas penjualan Perusahaan dan Anak Perusahaan karena pendapatan Perusahaan dan Anak Perusahaan pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu tidak memiliki risiko imbalan yang berbeda dengan lingkungan (wilayah) ekonomi yang lain. q. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. 3. KAS DAN BANK Kas dan bank terdiri dari: Kas Rupiah 73.414.081 63.923.602 Dolar Amerika Serikat (US$ 9.021 pada tahun 2007 dan US$ 2.871 pada tahun 2006) 84.969.039 25.896.660 Jumlah kas 158.383.120 89.820.262 11
3. KAS DAN BANK (lanjutan) Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 720.409.075 25.955.765 Citibank, N.A. 424.832.057 1.017.590.572 PT Korea Exchange Bank Danamon 68.977.869 351.834.760 PT Bank Lippo Tbk 54.180.575 12.368.456 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 40.342.624 17.241.402 PT Bank Niaga Tbk 37.174.684 36.784.055 PT Bank Central Asia Tbk 30.453.164 7.043.130 PT Bank Artha Graha Tbk 11.204.394 - PT Bank BNP Paribas Indonesia 3.478.397 3.673.397 Dolar Amerika Serikat Citibank, N.A. (US$ 141.643,96 pada tahun 2007 dan US$ 3.260,08 pada tahun 2006) 1.334.144.459 29.405.741.921 PT Korea Exchange Bank Danamon (US$ 5.812,15 pada tahun 2007 dan US$ 31.946,75 pada tahun 2006) 54.744.641 288.159.685 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (US$ 4.262,31 pada tahun 2007 dan US$ 4.289,45 pada tahun 2006) 40.146.698 38.690.839 PT Bank Niaga Tbk (US$ 2.337,91 pada tahun 2007 dan US$ 2.443,55 pada tahun 2006) 22.020.774 22.040.821 PT Bank Artha Graha Tbk (US$ 1.117,74 pada tahun 2007 dan US$ 1.140,90 pada tahun 2006) 10.527.993 10.290.918 PT Bank BNP Paribas Indonesia (US$ 983,80 pada tahun 2007 dan US$ 325.222,53 pada tahun 2006) 9.266.412 2.933.507.221 Bank BNP Paribas Singapura (US$ 601,05 pada tahun 2007 dan US$ 200.364,70 pada tahun 2006) 5.661.290 1.807.289.594 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (US$ 461,61 pada tahun 2007 dan US$ 582,84 pada tahun 2006) 4.347.905 5.257.217 Jumlah bank 2.871.913.011 35.983.469.753 Jumlah 3.030.296.131 36.073.290.015 4. PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pelanggan Pelanggan luar negeri 82.019.930.000 38.272.577.619 Pelanggan dalam negeri 1.778.144.977 1.900.057.838 Jumlah 83.798.074.977 40.172.635.457 12
4. PIUTANG USAHA (lanjutan) b. Berdasarkan umur 1-30 hari 80.439.691.707 31.977.619.968 31-60 hari 1.951.712.497 137.284 Lebih dari 60 hari 1.406.670.773 8.194.878.205 Jumlah 83.798.074.977 40.172.635.457 c. Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat 81.930.643.071 38.186.761.050 Rupiah 1.778.144.977 1.900.057.838 Dolar Hong Kong 89.286.929 85.816.569 Jumlah 83.798.074.977 40.172.635.457 Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa piutang tersebut di atas dapat tertagih sehingga tidak diperlukan pembentukan penyisihan piutang tak tertagih. Piutang usaha telah dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Niaga Tbk, PT Bank BNP Paribas Indonesia, dan Bank BNP Paribas, Singapura (lihat Catatan 12). 5. PIUTANG LAIN-LAIN Piutang lain-lain terutama merupakan piutang atas pendapatan lain-lain dari pihak ketiga seperti jasa pemotongan dan lainnya. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa piutang tersebut dapat ditagih seluruhnya. 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi 18.338.310.242 11.619.307.018 Barang dalam proses 40.727.553.968 29.442.466.113 Bahan baku dan pembantu 25.427.629.084 22.987.479.767 Jumlah 84.493.493.294 64.049.252.898 Persediaan tertentu telah diasuransikan terhadap risiko all risk, gempa bumi, kebakaran dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 34.850.300.000 pada tahun 2007 dan Rp 39.242.078.065 pada tahun 2006. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. Persediaan telah dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Niaga Tbk, PT Bank BNP Paribas Indonesia, dan Bank BNP Paribas, Singapura (lihat Catatan 12). Berdasarkan penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat persediaan usang dan penurunan nilai persediaan. 13
7. PAJAK DIBAYAR DI MUKA Akun ini terdiri dari: Pajak Pertambahan Nilai: Tahun 2005-2.983.071.645 Tahun 2006-1.509.345.210 Tahun 2007 448.354.357 - Jumlah 448.354.357 4.492.416.855 Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN) No.00055/407/05/054/06 tanggal 18 Oktober 2006 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, lebih bayar PPN tahun 2005 sebesar Rp 2.983.071.645 dikoreksi menjadi sebesar Rp 2.948.654.262. Lebih bayar PPN yang diakui tersebut dikompensasikan dengan hutang pajak sebesar Rp 15.650.784, sedangkan sisanya sebesar Rp 2.933.003.478 telah dikembalikan kepada Perusahaan. Lebih bayar PPN yang tidak diakui oleh Kantor Pajak telah dibebankan ke laba rugi tahun berjalan. Pada tanggal 30 November 2007, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa No. 00057/407/06/054/07 yang menyetujui lebih bayar PPN tahun 2006 sebesar Rp 1.509.345.210. Lebih bayar tersebut telah dikembalikan kepada Perusahaan. 8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA Biaya dibayar di muka terdiri dari: Asuransi 161.385.486 109.600.827 Lain-lain 322.498.596 172.759.375 Jumlah 483.884.082 282.360.202 9. AKTIVA TETAP Aktiva tetap terdiri dari: 2007 Saldo Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Akhir Harga Perolehan Pemilikan Langsung Tanah 13.057.030.730 - - 13.057.030.730 Bangunan dan instalasi 20.084.634.711 492.817.173-20.577.451.884 Mesin 26.566.542.532 1.171.399.019-27.737.941.551 Peralatan dan inventaris kantor 9.590.915.993 312.065.307-9.902.981.300 Kendaraan 5.742.332.050 129.100.000 647.080.000 5.224.352.050 Jumlah 75.041.456.016 2.105.381.499 647.080.000 76.499.757.515 Sewa Guna Usaha Kendaraan - 310.300.000-310.300.000 Jumlah Harga Perolehan 75.041.456.016 2.415.681.499 647.080.000 76.810.057.515 14
9. AKTIVA TETAP (lanjutan) 2007 Saldo Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan instalasi 11.985.353.889 1.018.963.524-13.004.317.413 Mesin 15.539.117.982 2.013.968.300-17.553.086.282 Peralatan dan inventaris kantor 8.487.407.920 348.021.680-8.835.429.600 Kendaraan 4.775.592.342 418.255.754 647.080.000 4.546.768.096 Jumlah 40.787.472.133 3.799.209.258 647.080.000 43.939.601.391 Sewa Guna Usaha Kendaraan - 39.966.666-39.966.666 Jumlah Akumulasi Penyusutan 40.787.472.133 3.839.175.924 647.080.000 43.979.568.057 Nilai Buku 34.253.983.883 32.830.489.458 2006 Saldo Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Akhir Harga Perolehan Tanah 13.057.030.730 - - 13.057.030.730 Bangunan dan instalasi 24.587.312.571 821.000.000 6.251.808.366 2 20.084.634.711 928.130.506 1 Mesin 44.224.320.105 4.587.442.161 381.956.434 1 26.566.542.532 21.863.263.300 2 Peralatan dan inventaris kantor 11.170.185.009 778.084.200 546.174.072 1 9.590.915.993 1.811.179.144 2 Kendaraan 6.849.854.450 116.500.000 128.560.000 5.742.332.050 141.198.100 1 1.236.660.500 2 Jumlah 99.888.702.865 7.372.354.967 32.219.601.816 75.041.456.016 Sewa Guna Usaha Kendaraan 466.523.100-141.198.100 1-325.325.000 2 Jumlah Harga Perolehan 100.355.225.965 6.303.026.361 128.560.000 75.041.456.016 1.069.328.606 1 1.069.328.606 1-31.488.236.310 2 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan instalasi 14.096.392.597 987.798.404 3.474.636.326 2 11.985.353.889 375.799.214 1 Mesin 20.141.519.789 1.878.642.329 6.481.044.136 2 15.539.117.982 Peralatan dan inventaris kantor 10.226.989.281 260.012.916 375.799.214 1 8.487.407.920 1.623.795.063 2 Kendaraan 5.601.258.224 364.816.133 128.560.000 4.775.592.342 84.718.860 1 1.146.640.875 2 Jumlah 50.066.159.891 3.951.787.856 13.230.475.614 40.787.472.133 Sewa Guna Usaha Kendaraan 134.246.323 28.239.620 84.718.860 1-77.767.083 2 Jumlah Akumulasi Penyusutan 50.200.406.214 3.519.509.402 128.560.000 40.787.472.133 460.518.074 1 460.518.074 1-12.803.883.483 2 Nilai Buku 50.154.819.751 34.253.983.883 1 2 Reklasifikasi Saldo awal PT Kahoindah Citragarment yang tidak dikonsolidasikan (lihat Catatan 26) 15
9. AKTIVA TETAP (lanjutan) Alokasi pembebanan penyusutan aktiva tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal adalah sebagai berikut: Beban pokok penjualan 2.966.888.295 2.642.873.276 Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 22) 872.287.629 876.636.126 Jumlah beban penyusutan 3.839.175.924 3.519.509.402 Aktiva tetap, kecuali tanah diasuransikan terhadap risiko kehilangan, kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 30.065.248.549 dan sebesar Rp 27.828.630.967 masing-masing pada tanggal. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan. Aktiva tetap berupa tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan inventaris dijadikan jaminan atas hutang bank yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 12). Berdasarkan evaluasi manajemen Perusahaan atas kondisi nilai wajar aktiva tetap pada tanggal, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak ada indikasi penurunan nilai aktiva tetap. 10. AKTIVA TETAP YANG TIDAK DIGUNAKAN Akun ini merupakan hak atas tanah yang tidak digunakan Perusahaan dengan rincian sebagai berikut: Lokasi: - Desa Gandasari dan Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat seluas 193.094 meter persegi 47.370.697.226 47.370.697.226 - Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara 4.944.303.780 4.944.303.780 Jumlah 52.315.001.006 52.315.001.006 Tanah yang terletak di desa Gandasari dan Cibuntu seluas 123.868 meter persegi telah dijadikan jaminan hutang bank (lihat Catatan 12). 11. AKTIVA LAIN-LAIN Aktiva lain-lain terdiri dari: Uang muka impor - 14.406.377.840 Lain-lain 500.805.601 3.290.372.036 Jumlah 500.805.601 17.696.749.876 16
12. HUTANG BANK Hutang bank terdiri dari: Hutang bank jangka pendek PT Bank Artha Graha Tbk 41.825.153.100 51.825.153.100 PT BNP Paribas Indonesia (US$ 3.500.000 pada tahun 2007 dan US$ 3.800.000 pada tahun 2006) 32.966.500.000 34.276.000.000 Bank BNP Paribas, Singapura (US$ 2.550.0000 pada tahun 2007 dan US$ 2.750.000 pada tahun 2006) 24.018.450.000 24.805.000.000 N.V. De Indonesische Overseeze Bank, Belanda (US$ 380.000 pada tahun 2007 dan US$ 980.000 pada tahun 2006) 3.579.220.000 8.839.600.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (US$ 8.987.734,68 pada tahun 2007 dan US$ 11.427.420,54 pada tahun 2006) - 103.075.333.271 Jumlah 102.389.323.100 222.821.086.371 Hutang bank jangka panjang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (US$ 8.987.734,68 pada tahun 2007 dan US$ 11.427.420,54 pada tahun 2006) 84.655.472.951 - Rincian hutang bank adalah sebagai berikut: 1. PT Bank Artha Graha Tbk (AG) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berupa fasilitas Revolving Loan. Berdasarkan surat dari AG No. 201/OL/MKT-KCPJ/VIII/2007 tanggal 14 Agustus 2007 dinyatakan bahwa Perusahaan memperoleh persetujuan penurunan plafond kredit dari Rp 52.000.000.000 menjadi Rp 42.000.000.000. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 16% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2008. Pinjaman ini dijamin dengan: - Tanah kosong seluas 45.490 meter persegi yang terdiri dari SHGB No. 115 seluas 13.248 meter persegi, SHGB No. 116 seluas 3.027 meter persegi, SHGB No. 117 seluas 1.977 meter persegi, SHGB No. 118 seluas 6.034 meter persegi di Jalan Raya Setu, Kampung Cibuntu, Bekasi, Jawa Barat dan SHGB No. 88 seluas 21.204 meter persegi di desa Gandosari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. - Tanah dan bangunan pabrik yang terdiri dari SHGB No. 193 Kecamatan Cibitung, atas nama PT Karintex Busana Pratama dengan luas tanah sebesar 19.163 meter persegi dan luas bangunan sebesar 8.580 meter persegi di Jalan Cibarusah RT 002 RW 010 Desa Sukaresmi, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. - Saham PT Karwell Indonesia Tbk yang dimiliki oleh PT Karya Estetikamulia. - Jaminan pribadi Susanto (Direktur Utama Perusahaan). 17
12. HUTANG BANK (lanjutan) 2. PT Bank BNP Paribas Indonesia Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank BNP Paribas Indonesia dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2008. Pinjaman ini dijamin dengan: - Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Bisma Raya dan Jalan Indo Karya I Blok A No. 3 dan 4, Sunter, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara atas nama PT Karinwashindo Centragraha (Anak Perusahaan) secara pari passu dengan hutang dari Bank BNP Paribas, Singapura. - Mesin atas nama PT Karinwashindo Centralgraha yang berlokasi di Jalan Bisma Raya dan Jalan Indo Karya I Blok A No. 3 dan 4, Sunter, Jakarta Utara secara pari passu dengan hutang dari Bank BNP Paribas, Singapura. - Persediaan dan piutang usaha secara pari passu dengan hutang dari BRI dan Bank BNP Paribas, Singapura. Persediaan dan piutang usaha tidak boleh kurang dari 120% dari jumlah pokok pinjaman hutang. - Jaminan pribadi Susanto (Direktur Utama Perusahaan) sebesar US$ 5.000.000. Tingkat suku bunga pada tahun 2007 dan 2006 masing-masing adalah sebesar 7,9% dan 7,5% per tahun. 3. Bank BNP Paribas, Singapura Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan tingkat bunga sebesar 2% di atas SIBOR. Saat ini Perusahaan sedang dalam proses negosiasi untuk perpanjangan kredit ini. Pinjaman tersebut dijamin dengan: - Tanah, bangunan dan mesin di Sunter milik PT Karinwashindo Centragraha secara pari passu dengan hutang PT Bank BNP Paribas Indonesia. - Persediaan dan piutang usaha Perusahaan secara pari passu dengan hutang PT Bank BNP Paribas Indonesia dan BRI. - Jaminan pribadi Susanto (Direktur Utama Perusahaan). 4. N.V De Indonesische Overseeze Bank, Belanda Pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan pagu pinjaman sebesar USD 5,000,000. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sekitar 7,5% per tahun. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan pribadi Susanto (Direktur Utama Perusahaan). 5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berupa kredit modal kerja, fasilitas kredit ekspor dan penangguhan jaminan impor. Pada tahun 2007 fasilitas pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang berdasarkan surat dari BRI No. R.II-398-ADK/DKR/08/2007 tanggal 30 Agustus 2007 dinyatakan bahwa Perusahaan memperoleh perpanjangan jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Fasilitas pinjaman tersebut terdiri dari: Kredit Modal Kerja (KMK) - 01: - Pagu pinjaman : US$ 3,200,000 - Suku bunga : 8% per tahun Kredit Modal Kerja (KMK) - 03: - Pagu pinjaman : US$ 5,800,000 - Suku bunga : 8% per tahun KMKI / PJI - 01: - Pagu pinjaman : US$ 2,500,000 - Suku bunga : 8% per tahun 18
12. HUTANG BANK (lanjutan) 5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) (lanjutan) Pinjaman ini dijamin dengan: - Tanah dengan rincian sebagai berikut: Luas SHGB (meter persegi) Lokasi SHGB No. 438 399 Jl. Gunung Sahari I/50 Kel/Kec. Senen, Jakarta Pusat SHGB No. 543 422 Jl. Gunung Sahari I/48, Kel/Kec. Senen, Jakarta Pusat SHGB No. 22 78.785 Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi SHGB No. 23 6.390 Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi SHGB No. 1046 242 Jl. Gunung Sahari I/43, Jakarta Pusat SHGB No. 18 66.547 Desa Gandasari, Cibitung, Bekasi SHGB No. 92 38.076 Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi SHGB No. 93 19.245 Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi - Bangunan, mesin, kendaraan dan inventaris. - Persediaan. - Piutang usaha. - Pengalihan hak sewa atas tanah kaveling seluas 3.000 meter persegi. - Jaminan gadai berupa surat kolektif saham sebanyak 30 saham. - Jaminan pribadi atas nama Susanto (Direktur Utama Perusahaan). 13. HUTANG USAHA Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pemasok Pihak ketiga: Luar negeri 62.968.142.183 46.061.794.628 Dalam negeri 19.639.007.481 15.533.274.782 Jumlah 82.607.149.664 61.595.069.410 b. Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat 62.968.142.183 45.842.557.889 Rupiah 19.639.007.481 15.533.274.782 Dolar Singapura - 219.236.739 Jumlah 82.607.149.664 61.595.069.410 19
14. PERPAJAKAN Taksiran tagihan pajak penghasilan terdiri dari: Pajak Penghasilan pasal 22 1.068.071.989 732.481.688 Pajak Penghasilan pasal 23 500.532.450 500.532.450 Jumlah 1.568.604.439 1.233.014.138 Hutang pajak terdiri dari: Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 705.493 2.755.493 Pajak Penghasilan Pasal 21 1.216.600.934 878.408.499 Pajak Penghasilan Pasal 23 162.955.536 587.755.311 Pajak Penghasilan Pasal 26 212.885.781 123.603.768 Jumlah 1.593.147.744 1.592.523.071 Rekonsiliasi antara rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal adalah sebagai berikut: Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan berdasarkan laporan laba rugi konsolidasi 9.753.101.004 (74.348.477.808) Dikurangi laba Anak Perusahaan sebelum pajak penghasilan (261.064.658) - Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan Perusahaan 10.014.165.662 (74.348.477.808) Beda waktu: Imbalan kerja karyawan 251.445.457 143.677.555 Penyusutan aktiva tetap 117.749.299 (441.426.773) Beda tetap: Laba atas penjualan saham Anak Perusahaan (17.070.072.835) - Jamuan dan sumbangan 1.893.799.114 1.258.290.450 Beban pajak 1.557.893.922 1.101.218.888 Denda pajak 111.453.862 397.331.763 Perumahan karyawan 324.074.928 156.708.322 Beban perlengkapan dapur 38.187.400 22.864.360 Pendapatan jasa giro (5.763.761) (10.622.012) Lain-lain 808.962.379 85.328.284 Taksiran rugi fiskal Perusahaan tahun berjalan (1.958.104.573) (71.635.106.971) Akumulasi rugi fiskal Awal tahun (96.781.792.019) (35.014.226.459) Rugi fiskal yang tidak dapat dikompensasi 13.683.688.305 9.867.541.411 Akumulasi rugi fiskal awal tahun (83.098.103.714) (25.146.685.048) Akumulasi rugi fiskal akhir tahun (85.056.208.287) (96.781.792.019) 20
14. PERPAJAKAN (lanjutan) Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak terhutang pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2007 karena Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam posisi rugi fiskal. Taksiran perhitungan rugi fiskal untuk tahun 2007 dan 2006 yang dilaporkan Perusahaan adalah sama dengan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Perhitungan manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal dengan tarif maksimum 30% adalah sebagai berikut: Perusahaan Imbalan kerja karyawan 75.433.637 43.103.267 Penyusutan aktiva tetap 35.324.790 (132.428.032) Rugi fiskal (4.105.106.492) - Pembayaran sewa guna usaha - 16.721.640 Penyusutan aktiva sewa guna usaha - (8.471.886) Anak Perusahaan - Penyusutan aktiva tetap 379.730.411 - Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan - bersih (3.614.617.654) (81.075.011) Rincian aktiva dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal adalah sebagai berikut: Perusahaan Rugi fiskal 6.399.161.445 10.504.267.937 Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan 666.536.222 591.102.585 Penyusutan aktiva tetap (3.260.505.795) (3.295.830.585) Aktiva pajak tangguhan Perusahaan - bersih 3.805.191.872 7.799.539.937 Anak Perusahaan Penyusutan aktiva tetap - (379.730.411) Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 3.805.191.872 7.419.809.526 Perusahaan tidak memperhitungkan rugi fiskal tahun 2007 dan 2006 sebagai aktiva pajak tangguhan. 15. UANG MUKA PENJUALAN Akun ini terutama merupakan uang muka penjualan dari pelanggan untuk pemesanan jaket. 16. HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI Pada tanggal, akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aktiva bersih PT Karinwashindo Centragraha, Anak Perusahaan. 21
17. MODAL SAHAM Berdasarkan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek, PT Registra Raya, susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal-tanggal adalah sebagai berikut: 2007 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Karya Estetikamulia 312.550.000 53,23% 156.275.000.000 Bedmill Limited, Hong Kong 29.000.000 4,94% 14.500.000.000 Dragons International Investment Ltd., British Virgin Islands 20.635.500 3,52% 10.317.750.000 Masyarakat lainnya 224.967.200 38,31% 112.483.600.000 Jumlah 587.152.700 100,00% 293.576.350.000 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Karya Estetikamulia 312.550.000 53,23% 156.275.000.000 Dragons International Investment Ltd., British Virgin Islands 20.635.500 3,52% 10.317.750.000 Masyarakat lainnya 253.967.200 43,25% 126.983.600.000 Jumlah 587.152.700 100,00% 293.576.350.000 2006 18. TAMBAHAN MODAL DISETOR Tambahan modal disetor bersih merupakan selisih antara harga penawaran saham sebesar Rp 2.900 per saham dengan nilai nominal Rp. 1.000 per saham dari 20.000.000 saham yang dijual dalam masa penawaran, dimana sejumlah Rp. 32.500.000.000 telah dikonversi menjadi modal saham Perusahaan dengan penerbitan saham bonus. 19. SELISIH MODAL KEPPRES NO. 26/1984 Berdasarkan Keppres No. 26/1984 tanggal 18 April 1984, Perusahaan telah menyampaikan surat pernyataan pengampunan pajak pada tanggal 26 Desember 1984, dengan rincian Selisih Modal Keppres sebagai berikut: Per neraca Keppres No. 26/1984 Jumlah aktiva 2.134.226.259 Jumlah kewajiban (1.408.596.347) Aktiva bersih 725.629.912 Per neraca Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun 1983 Jumlah aktiva 2.034.427.419 Jumlah kewajiban (1.384.918.929) Aktiva bersih 649.508.490 Kenaikan aktiva bersih per neraca Keppres / Selisih Modal Keppres No. 26/1984 76.121.422 22
20. PENJUALAN Akun ini terdiri dari: Penjualan ekspor 323.648.750.054 263.496.870.632 Penjualan lokal 16.402.501.814 9.626.477.970 Jumlah 340.051.251.868 273.123.348.602 Rincian penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% adalah sebagai berikut: Nike 137.471.726.006 128.689.097.029 Reebok 34.982.882.955 86.041.104.522 Pada tahun 2007 dan 2006, tidak ada penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 21. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Bahan baku yang digunakan 206.896.227.918 152.186.347.123 Upah buruh langsung 64.431.684.353 47.378.203.770 Beban produksi tidak langsung 41.158.528.456 45.538.371.241 Jumlah Beban Produksi 312.486.440.727 245.102.922.134 Persediaan barang dalam proses Awal tahun - Perusahaan 29.442.466.113 38.350.997.069 Awal tahun - Anak Perusahaan yang tidak dikonsolidasi - (15.342.382.791) Akhir tahun (40.727.553.968) (29.442.466.113) Beban Pokok Produksi 301.201.352.872 238.669.070.299 Persediaan barang jadi Awal tahun 11.619.307.018 39.894.382.607 Akhir tahun (18.338.310.242) (11.619.307.018) Beban Pokok Penjualan 294.482.349.648 266.944.145.888 Pada tahun 2007 dan 2006, pembelian yang melebihi 10% dari pembelian konsolidasi adalah pembelian dari Hojeon Industrial Co. Ltd., Korea masing-masing sebesar Rp 49.463.573.149 dan Rp 70.835.099.451. 23
22. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: Beban Penjualan: Ekspor 3.181.152.310 4.523.612.057 Pengangkutan 756.030.471 1.277.759.331 Lain-lain 73.503.340 99.680.875 Jumlah Beban Penjualan 4.010.686.121 5.901.052.263 Beban Umum dan Administrasi: Gaji, upah, tunjangan dan pesangon 9.049.817.695 41.512.585.081 Jamuan dan sumbangan 2.092.709.780 1.422.456.377 Jasa profesional 2.016.098.312 807.585.033 Keperluan kantor, listrik dan air 1.540.590.128 1.773.168.376 Penyusutan (lihat Catatan 9) 872.287.629 876.636.126 Perjalanan dinas 624.651.824 754.147.654 Pemeliharaan dan perbaikan 592.536.056 673.599.343 Lain-lain 3.550.051.440 16.750.781.368 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 20.338.742.864 64.570.959.358 Jumlah Beban Usaha 24.349.428.985 70.472.011.621 Pada tahun 2006, Perusahaan memenuhi hak karyawan dengan membayar imbalan kerja karyawan berupa pesangon sejumlah Rp 18.576.514.564. 23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang terdiri dari: a. Rincian piutang kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Persentase Terhadap Jumlah Aktiva / Jumlah Kewajiban (%) Piutang Hubungan Istimewa Dragon International Investment Ltd., British Virgin Islands 13.866.022.820 13.866.022.820 4,58% 4,32% PT Karintex Busana Pratama 10.266.442.767 20.219.100.000 3,39% 6,29% PT Karya Estetikamulia 3.904.189.393 9.457.032.675 1,29% 2,94% Yayasan Sosial Karwell 30.000.000 30.000.000 0,01% 0,01% PT Indotex Bangun Bersama 21.060.000 21.060.000 0,01% 0,01% PT Aneka Garmentama Indah 12.000.000 12.000.000 0,01% 0,01% Jumlah 28.099.714.980 43.605.215.495 9,29% 13,58% Hutang Hubungan Istimewa PT Kahoindah Citragarment - 3.843.614.294-1,15% b. Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan yang dilunasi melalui pemotongan gaji bulanan. 24
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Piutang hubungan istimewa terutama merupakan piutang atas transaksi pinjaman tanpa dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pembayaran pinjaman. Hutang hubungan istimewa berasal dari transaksi pinjaman yang tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pembayaran pinjaman. Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Pihak Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa Transaksi PT Karya Estetikamulia Pemegang saham Pinjaman Dragon International Investment Ltd., British Virgin Islands Pemegang saham Pinjaman PT Karintex Busana Pratama Kesamaan pemegang saham Pinjaman Yayasan Sosial Karwell Kesamaan pemegang saham Pinjaman PT Indotex Bangun Bersama Afiliasi Pinjaman PT Aneka Garmentama Indah Kesamaan pemegang saham Pinjaman PT Kahoindah Citragarment Anak Perusahaan (dijual tahun 2007) (lihat Catatan 26) Pinjaman 24. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA Perusahaan mencatat penyisihan imbalan kerja untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 Revisi (2004) mengenai Imbalan Kerja. Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi dan kewajiban imbalan kerja yang diakui di neraca berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PT Rileos Pratama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing bertanggal 5 Maret 2008 dan 27 Maret 2007. a. Beban imbalan kerja: Biaya jasa kini 277.016.799 27.614.955 Biaya bunga 2.028.658 - Biaya jasa lalu 23.000.000 116.062.600 Saldo akhir tahun 302.045.457 143.677.555 b. Kewajiban imbalan kerja: Nilai kini kewajiban imbalan kerja 387.794.642 143.677.555 Keuntungan (kerugian) aktuari yang belum diakui 7.328.370 - Kewajiban imbalan kerja 395.123.012 143.677.555 c. Mutasi kewajiban imbalan kerja: Saldo awal tahun 143.677.555 1.826.664.394 Beban imbalan kerja tahun berjalan 302.045.457 143.677.555 Pembayaran imbalan kerja tahun berjalan (50.600.000) (1.826.664.394) Saldo akhir tahun 395.123.012 143.677.555 25
24. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA (lanjutan) Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan penyisihan imbalan kerja karyawan pada tanggal-tanggal adalah sebagai berikut: Umur pensiun 55 tahun 55 tahun Tingkat diskonto 10% per tahun 12% per tahun Tingkat kenaikan gaji 7% per tahun 10% per tahun Tingkat kematian TMI 2 TMI 2 Pada tahun 2006, Perusahaan memenuhi kewajiban untuk pembayaran hak karyawan agar Perusahaan dapat menyesuaikan masa kerja karyawan menjadi baru kembali. 25. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal, Perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: 2007 Mata Uang Asing Setara Rupiah Aktiva Kas dan bank US$ 166.241,56 1.565.829.253 Piutang usaha US$ 9.008.488,50 84.850.953.182 HK$ 73.915,47 89.286.931 Jumlah aktiva 86.506.069.366 Kewajiban Hutang bank US$ 15.417.734,68 145.219.642.951 Hutang usaha US$ 6.685.225,84 62.968.142.187 Hutang lain-lain US$ 350.000 3.296.650.000 Jumlah kewajiban 211.484.435.138 Kewajiban - Bersih 124.978.365.772 2006 Mata Uang Asing Setara Rupiah Aktiva Kas dan setara kas US$ 3.828.921,83 34.536.874.876 Piutang usaha US$ 4.233.565,53 38.186.761.050 HK$ 73.916,08 85.816.569 Aktiva lain-lain US$ 1.597.159,41 14.406.377.840 Jumlah aktiva 87.215.830.335 Kewajiban Hutang bank US$ 18.957.420,54 170.995.933.271 Hutang usaha US$ 5.082.323,49 45.842.557.889 SIN$ 37.676,01 219.236.739 Jumlah kewajiban 217.057.727.899 Kewajiban - Bersih 129.841.897.564 26
25. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Pada tanggal 18 Maret 2008, mata uang Rupiah telah menjadi Rp 9.262 untuk US$ 1 dan Rp 1.192,57 untuk HK$ 1, yang dihitung berdasarkan kurs rata-rata jual dan beli uang kertas asing/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Jika aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2007 dikonversikan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 18 Maret 2008 tersebut, maka proforma rugi selisih kurs bersih Perusahaan pada tahun 2007 akan menurun sebesar Rp 2.083.544.623. 26. PENJUALAN PENYERTAAN SAHAM PADA ANAK PERUSAHAAN Pada tanggal 31 Agustus 2006, Perusahaan bersama dengan Hojeon Limited, Korea dan Tn. Singgih Yup, telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan Jual-Beli Saham yang dinyatakan dalam akta jual beli saham No. 9 dan 10 tanggal 31 Agustus 2006 yang dibuat di hadapan notaris Mardiah Said, SH. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan dan pihak-pihak terkait menyetujui rencana penjualan seluruh kepemilikan saham Perusahaan pada PT Kahoindah Citragarment kepada Hojeon Limited, Korea dan Tn. Singgih Yup dengan harga jual sebesar US$ 380.000 atau sebesar Rp 3.458.000.000. Berdasarkan evaluasi dari UJP Ir. Dudung Hamidi, ST, MM, penilai independen, harga jual tersebut adalah wajar. Penjualan tersebut harus memenuhi ketentuan dan prosedur agar dapat dilaksanakan. Setelah Perusahaan memenuhi ketentuan dan persyaratan tersebut, selanjutnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 24 Januari 2007, yang dinyatakan dengan akta notaris Ati Mulyati, SH, MKn pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perusahaan menyetujui penjualan saham tersebut di atas. Penjualan saham tersebut di atas telah dilakukan pada awal tahun 2007, laba atas penjualan saham tersebut adalah sejumlah Rp 17.070.072.835. 27. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan Anak Perusahaan mengklasifikasikan kegiatan usaha berdasarkan segmen yang terdiri dari segmen jaket dan pakaian jadi (garment). Segmen usaha ini sebagai dasar untuk pelaporan informasi segmen primer. Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak menyajikan segmen sekunder yaitu segmen geografis atas penjualan Perusahaan dan Anak Perusahaan karena pendapatan Perusahaan dan Anak Perusahaan pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu tidak memiliki risiko imbalan yang berbeda dengan lingkungan (wilayah) ekonomi yang lain. 2007 Keterangan Pakaian Jadi Jaket Eliminasi Konsolidasi Informasi Segmen Usaha (Primer) Penjualan 25.668.351.447 314.382.900.421-340.051.251.868 Beban segmen 50.908.213.828 267.923.564.805-318.831.778.633 Laba (rugi) usaha (25.239.862.381) 46.459.335.616-21.219.473.235 Laba penjualan penyertaan saham pada Anak Perusahaan 17.070.072.835 - - 17.070.072.835 Pendapatan bunga 257.864.675 5.763.761-263.628.436 Laba penjualan aktiva tetap 174.545.391 - - 174.545.391 Beban bunga (16.447.550.673) (4.855.592.341) - (21.303.143.014) Rugi selisih kurs (4.642.802.856) (4.030.990.139) - (8.673.792.995) Pendapatan (beban) lain-lain - bersih (634.732.501) 1.637.049.617-1.002.317.116 Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (29.462.465.510) 39.215.566.514-9.753.101.004 27
27. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2007 Keterangan Pakaian Jadi Jaket Eliminasi Konsolidasi Informasi Lainnya Aktiva segmen 170.977.647.291 126.967.858.648 4.571.235.130 302.516.741.069 Kewajiban segmen 142.884.259.850 176.447.734.151 4.426.569.623 323.758.563.624 Perolehan aktiva tetap 623.030.000 1.792.651.499-2.415.681.499 Beban penyusutan 2.059.492.108 1.779.683.816-3.839.175.924 2006 Keterangan Pakaian Jadi Jaket Eliminasi Konsolidasi Informasi Segmen Usaha (Primer) Penjualan 22.934.042.223 250.189.306.379-273.123.348.602 Beban segmen 64.935.547.088 272.480.610.421-337.416.157.509 Rugi usaha (42.001.504.865) (22.291.304.042) - (64.292.808.907) Laba selisih kurs 4.957.837.513 6.695.712.452-11.653.549.965 Pendapatan bunga 1.427.304.340 10.622.012 1.437.926.352 Laba penjualan aktiva tetap 35.000.000 - - 35.000.000 Beban bunga (19.233.843.710) (5.751.052.376) - (24.984.896.086) Beban lain-lain - bersih 1.796.240.975 6.509.893-1.802.750.868 Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (53.018.965.747) (21.329.512.061) - (74.348.477.808) Informasi Lainnya Aktiva segmen 248.868.911.650 134.341.413.074 (62.014.075.972) 321.196.248.752 Kewajiban segmen 188.401.379.433 209.664.647.099 (62.541.310.635) 335.524.715.897 Perolehan aktiva tetap 571.711.751 5.731.314.610-6.303.026.361 Beban penyusutan 1.666.920.620 1.852.588.782-3.519.509.402 28. KONDISI EKONOMI Pada saat ini kondisi ekonomi dan politik di Indonesia relatif stabil. Persaingan usaha terutama pada industri garmen di Indonesia sangat kompetitif terutama karena alasan efisiensi dan produktivitas. Disamping itu persaingan dengan produsen garmen dari luar negeri di pasar internasional juga turut mempengaruhi daya saing industri garmen di Indonesia. Laporan keuangan mencakup dampak kondisi persaingan pada industri garmen terhadap Perusahaan sepanjang hal tersebut dapat ditentukan dan diperkirakan. Sebagai tanggapan terhadap kondisi tersebut di atas, manajemen Perusahaan telah dan akan terus melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Melakukan penjualan beberapa aktiva Perusahaan untuk pelunasan hutang bank agar beban bunga berkurang pada tahun mendatang; b. Meningkatkan pangsa pasar dan produktivitas; c. Melakukan penghematan dan efisiensi di semua departemen; d. Melakukan negosiasi dengan para kreditur untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran dan penyesuaian tingkat bunga; e. Melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran serta potongan harga pembelian. Kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dipengaruhi dan akan terus dipengaruhi pada masa yang akan datang oleh kondisi ekonomi makro dan industri tekstil. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul yang diakibatkan oleh ketidakpastian tersebut. 28
29. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN YANG BERDAMPAK PADA PERUSAHAAN Berikut ini adalah ikhtisar revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang baru-baru ini diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia yang berdampak pada Perusahaan: a. PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap, mengatur perlakuan akuntansi aset tetap agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di aset tetap dan perubahan dalam investasi tersebut. Pernyataan ini, antara lain, mengatur pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan dan rugi penurunan nilai. Berdasarkan pernyataan ini, suatu entitas harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap. Pernyataan Revisi ini menggantikan PSAK No. 16 (1994), Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994), Akuntansi Penyusutan dan berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. b. PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa, yang mengatur kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor dalam hubungannya dengan sewa (lease). PSAK No. 30 (Revisi 2007) ini menggantikan PSAK No. 30 (1990) Akuntansi Sewa Guna Usaha. Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari PSAK revisi tersebut dan belum menentukan dampak terhadap laporan keuangannya. 30. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang diselesaikan dan disetujui pada tanggal 18 Maret 2008. 29