Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

dokumen-dokumen yang mirip
Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

BAB 2 LANDASAN TEORI

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #10 Ganjil 2015/2016 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

Program Dinamis (dynamic programming):

Program Dinamis (Dynamic Programming)

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 09

MODUL I PROGRAM DINAMIS

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

Program Dinamis. Oleh: Fitri Yulianti

Program Dinamis (Dynamic Programming)

Mendapatkan Keuntungan Investasi Tertinggi dengan Memanfaatkan Algoritma Dynamic Programming

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Program Dinamik

Riset Operasional. Tahun Ajaran 2014/2015 ~ 1 ~ STIE WIDYA PRAJA TANA PASER

Dynamic Programming. Pemrograman Dinamis

LAPORAN RESMI MODUL II DYNAMIC PROGRAMMING

PROGRAMA DINAMIS 10/31/2012 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penelitian Operasional II Programa Dinamik 1 1. PROGRAM DINAMIK

OPERATION RESEARCH-1

Penerapan Pemrograman Dinamis dalam Perencanaan Produksi

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB 2 LANDASAN TEORI

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

PENENTUAN RUTE TERPENDEK MENUJU KAMPUS MENGGUNAKAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING

Program Dinamik Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D. Jurusan Teknik Sipil FT UGM

Analisa Keputusan Manajemen dengan Pemrograman Dinamis

Program Dinamik (Dynamic Programming) Riset Operasi TIP FTP UB

30/03/2015 DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING OPERATIONAL RESEARCH II

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK SUATU GRAF BERBOBOT DENGAN PENDEKATAN PEMROGRAMAN DINAMIS. Oleh Novia Suhraeni 1, Asrul Sani 2, Mukhsar 3 ABSTRACT

BAB III ALGORITMA GREEDY DAN PROGRAM DINAMIS

Penyelesaian Persoalan Penukaran Uang dengan Program Dinamis

BIAYA MINIMUM PADA PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UD. HAMING MAKASSAR DENGAN PROGRAM DINAMIK

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER

BAB I PENDAHULUAN. produk dapat berakibat terhentinya proses produksi dan suatu ketika bisa

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Teknik Riset Operasional Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016 Teknik Informatiaka UIGM

Pengantar Riset Operasi. Riset Operasi Minggu 1 (pertemuan 1) ARDANESWARI D.P.C., STP, MP

Penyelesaian Sum of Subset Problem dengan Dynamic Programming

Program Dinamik Deterministik Rekursif Mundur Pada Perusahaan Distribusi Deterministic Dynamic Program Recursive of backwards On Distribution Company

ANALISIS KINERJA ALGORITMA PEMROGRAMAN DINAMIK PADA MASALAH MULTISTAGE GRAPH. Kata Kunci: Algoritma, Multistage, Pemrograman Dinamik, Running Time

Program Dinamis Sebagai Algoritma Dalam Link State Routing Protocol

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pemanfaatan Algoritma Program Dinamis dalam Pendistribusian Barang

PENERAPAN PROGRAM DINAMIS PROBABILISTIK PADA PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN

Pengantar Teknik Industri TIN 4103

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam hal ini, perusahaan sering dihadapkan pada masalah masalah yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH RISET OPERASIONAL I * (T.INDUSTRI/S1) KODE/SKS : KK /3 SKS

BAB 2. PROGRAM LINEAR

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

TUGAS RESUME MATERI KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA STRATEGI ALGORITMA : H

Pendahuluan. Secara Umum :

Perencanaan Kebijakan Penggantian Alat Masak Paling Optimal pada Usaha Restoran dengan Menggunakan Program Dinamis

MODUL PRAKTIKUM RISET OPERASIOANAL (ATA 2011/2012)

III. METODE PENELITIAN

PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI

Matematika Bisnis (Linear Programming-Metode Grafik Minimisasi) Dosen Febriyanto, SE, MM.

Penentuan Lintasan Terbaik Dengan Algoritma Dynamic Programming Pada Fitur Get Driving Directions Google Maps

BAB II KAJIAN PUSTAKA

SISTEM PENJADWALAN BAGI TEKNISI PEMELIHARAAN JARINGAN LISTRIK DISTRIBUSI UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Permasalahan pemotongan bahan baku menjadi beberapa bagian untuk diproses

BAB I. MASALAH TRANSPORTASI KHUSUS

BAB 2 LANDASAN TEORI

PROGRAM DINAMIS UNTUK PENENTUAN LINTASAN TERPENDEK DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA

METODE SIMPLEKS MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-3. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Program Linier (Linear Programming)

BAB VIII PEMROGRAMAN DINAMIS

MATA KULIAH MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 2 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: S1 SISTEM INFORMASI Semester : 4

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) METODE STOKASTIK OLEH : KHAMALUDIN, S.T., M.T.

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB I. PENDAHULUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI -202 Nama Mata Kuliah : Model Deterministik Jumlah SKS : 2 Semester : III

PENERAPAN METODE BRANCH AND BOUND DALAM PENYELESAIAN MASALAH PADA INTEGER PROGRAMMING

The Use of a Dynamic Programming Approach in Inventory Control of Clove in the Production of Cigarette: A Case Study at PT. Gandum, Malang.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB III MODEL TRANSPORTASI. memperkecil total biaya distribusi (Hillier dan Lieberman, 2001, hlm. 354).

PROGRAMA INTEGER. Model Programa Linier : Maks. z = c 1 x 1 + c 2 x c n x n

BAB 2 LANDASAN TEORI

RISET OPERASIONAL. Kosep Dasar Riset Operasional. Disusun oleh: Destianto Anggoro

Penggunaan Dynamic Programming pada Persoalan Penjadwalan Kedatangan Pesawat Terbang

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Program Dinamis dalam Menentukan Rute Terbaik Transportasi Umum

METODE SIMPLEKS MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-5

Pertemuan 2 Metode Simplex

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

Berikut merupakan alur penyelesaian masalah nyata secara matematik. pemodelan. penyelesaian

Eksplorasi Algoritma Brute Force, Greedy, dan Dynamic Programming untuk Persoalan Integer Knapsack

BAB I PENDAHULUAN. serta mempermudah penyampaian produk dari produsen ke konsumen. Distribusi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penelitian Operasional II Programma Dinamik 9. S2 : Musim gugur S3 : Musim dingin S4 : Musim semi

PROGRAMA DINAMIS. Dalam Kehidupan nyata sering dijumpai masalah pengambilan keputusan yang meliputi

Transkripsi:

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

Definisi Suatu teknik kuantitatif yang digunakan untuk membuat suatu rangkaian keputusan yang saling berkaitan. (Hillier & Lieberman, Introduction to OR) Prosedur Matematis yang dirancang untuk memperbaiki efisiensi perhitungan masalah pemrogaman matematis tertentu dengan menguraikannya menjadi bagian masalahmasalah yang lebih kecil. (Hamdy A. Taha)

Definisi Programa dinamis adalah suatu teknik matematis yang biasanya digunakan untuk membuat suatu keputusan dari serangkaian keputusan yang saling berkaitan Pemecahan persoalan dengan programa dinamis ini dimulai dengan mengambil bagian kecil dari suatu persoalan dan mencari solusi optimumnya. Kemudian bagian persoalan itu diperluas sedikit demi sedikit, dan dicari solusi optimumnya yang baru

Dynamic Programming Kelebihan Proses pemecahan masalah kompleks dibagi menjadi sub sub kecil sehingga rangkaian masalah jadi lebih jelas untuk diketahui. Dapat diaplikasikan untuk berbagai macam masalah pemrograman matematik karena lebih fleksibel dibanding teknik optimasi lain. Prosedur perhitungan dynamic programing juga memperkenankan analisis sensitivitas terdapat pada setiap variabel status maupun pada tahap keputusan stage. Dapat menyesuaikan sistematika perhitungannya menurut ukuran masalah yang tidak selalu tetap dengan tetap melakukan perhitungan satu per satu secara lengkap dan menyeluruh. Kekurangan Penggunaan DP jika tidak dilakukan dengan tepat akan mengakibatkan ketidakefisienan biaya dan waktu. Karena dalam menggunakan DP diperlukan keahlian, pengetahuan dan seni untuk merumuskan suatu masalah yang kompleks. DP tidak memiliki suatu bentuk formulasi matematis yang baku untuk digunakan secara konsekuen sehingga perhitungan untuk menghasilkan keputusan optimal yang dilakukan terbatas pada kondisi tertentu. Peningkatan variabel keadaan yang digunakan dalam perhitungan DP akan menambah beban komputer serta menambah lama waktu perhitungan.

Aplikasi Programa dinamis banyak diterapkan pada bidang bidang yang bermacam macam seperti : masalah capital budgeting, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas, forecasting penjualan dan sebagainnya.

Struktur dan Sistem Notasi Dynamic Progamming Ada tiga hal yang penting diketahui tentang programa dinamis : STAGE : (Tahapan) dari persoalan yang dihadapi dan ingin dicari solusinya STATE : (Kondisi) yang menjadi faktor penentu keputusan dari tiap tahapan DECISION: (Keputusan) yang harus diambil dari tiap tahap untuk sampai kepada solusi keseluruhan

Karakteristik Persoalan Programa Dinamis Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahap (stage), yang pada masing masing stage diperlukan adanya satu keputusan Masing masing stage terdiri atas sejumlah state yang berhubungan dengan stage yang bersangkutan (jumlah state bisa terbatas, bisa pula tidak terbatas) Hasil dari keputusan yang diambil di tiap stage, ditransformasikan dari state yang bersangkutan ke state berikutnya pada stage berikutnya pula Keputusan terbaik pada suatu stage bersifat independen terhadap keputusan yang dilaakukan pada stage sebelumnya

Prosedur pemecahan persoalan dimulai dengan mendapatkan cara (keputusan) terbaik untuk setiap state dari stage terakhir Ada suatu hubungan timbal balik yang mengidentifikasi keputusan terbaik untuk setiap state pada stage n, berdasarkan keputusan terbaik untuk setiap state pada stage (n+1). Pada ilustrasi di atas, hubungan ini adalah: f n { c + f *( x )} *( s) = min s x n+ 1 x n, n n

Oleh karena itu, untuk mendapatkan keputusan terbaik jika akan bergerak dari state s pada stage n, terlebih dahulu harus didapatkan nilai terbaik dari x n pada stage (n+1) Dalam hal ini tetapkanlah: Variabel x n sebagai variabel keputusan pada stage n (n=1,2,3,...,n) F n (s,x n ) sebagai nilai fungsi tujuan yang akan dimaksimumkan atau diminimumkan, dengan catatan bahwa sistem akan berawal di state s pada stage n dan x n terpilih sehingga f n (s,x n )=c s,xn + f n+1 *(x n )

F n *(s) sebagai nilai maksimum/minimum dari f n (s,x n ) untuk seluruh nilai x n yang mungkin. Maka bentuk hubungan timbal baliknya adalah: f n { f ( s, x )} *( s) = maks/ min n n x x n n Dengan menggunakan hubungan timbal balik ini, prosedur penyelesaian persoalan bergerak mundur stage demi stage, pada setiap stage berusaha diperoleh keputusan optimum untuk masing masing state hingga akhirnya diperoleh keputusan optimum yang menyeluruh, mulai dari stage awal

Contoh I : STAGE COACH Masalah penentuan rute perjalanan dari suatu titik awal hingga ke titik akhir perjalanan

Pada kolom f2*x2 tercantum nilai rupiaj terbaiknya Kolom x2* menunjukkan jumlah barang B yang harus diangkut pada tahap 2 Jumlah B yang dapat diangkut bisa 0,1, atau 2 tergantung pada kapasitasnya

CONTOH 3 : Salesman Problem 2 5 8 1 3 6 10 9 4 7 Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4

Data ongkos 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 4 3 2 7 4 6 3 3 2 4 4 4 1 5 5 1 4 6 6 3 7 3 3 8 3 9 4

Stage n (n=1,2,3,4) X n adalah variabel keputusan pada stage n. Menotasikan tempat2 persinggahan pada tiap stage Sehingga rute terbaik nanti adalah 1 x 1 x 2 x 3 x 4 X 4 = 10

Notasi Lain f n (s,x n ) = ongkos total yang harus dibayar jika salesman itu berada di kota s dan memilih x n sebagai tempat persinggahan berikutnya Untuk s dan n tertentu, nilai x n * adalah nilai x n yang meminimumkan f n (s,x n ) f n *(S)=nilai minimum dari f n (s,x n ) sehingga f n (s)=f n (s,x n *)

Tujuan persoalan programa dinamis di atas adalah untuk mendapatkan f 1 (1) dengan cara mencari f 4 *(s), f 3 *(s) dan f 2 *(s) terlebih dahulu Jadi, programa dinamis menyelesaikan persoalan dengan melakukan perhitungan mundur walaupun untuk persoalan tertentu bisa dengan perhitungan maju

S F 4 *(s) X 4 * 8 3 10 9 4 10 X 3 F 3 (s,x 3 )=c s,x3 +f 4 *(x 3 ) S 8 9 F 3 *(s) X 3 * 5 4 (=1+3) 8 (=4+4) 4 8 6 9 (=6+3) 7 (=3+4) 7 9 7 6 (=3+3) 7 (=3+4) 6 8

X 2 F 2 (s,x 2 ) = c s,x2 +f 3 *(x 2 ) S 5 6 7 F 2 *(s) X 2 * 2 11 (=7+4) 11 (=4+7) 12 (=6+6) 11 5 atau 6 3 7 (=3+4) 9 (=2+7) 10 (=4+6) 7 5 4 8 (=4+4) 8 (=1+7) 11 (=5+6) 8 5 atau 6 X 1 F 2 (s,x 1 ) = c s,x1 +f 2 *(x 1 ) F 1 *(s) X 1 * S 2 3 4 1 13 (=2+11) 11 (=4+7) 11 (=3+8) 11 3 atau 4

Rute optimal: 1 3 5 8 10 1 4 5 8 10 1 4 6 9 10 Ongkos total f 1 *(1) = 11

CONTOH : 4 Sebuah perusahaan yang dihadapkan pada keputusan tentang membeli atau menyewa (lease) peralatan. Biaya untuk membeli peralatan Rp. 10 Juta, tetapi perusahaan dapat menyewanya pada biaya Rp. 3 Juta. Manajemen memperkirakan bahwa ada kemunduran kemakmuran ekonomi sebesar 40% dibanding 60% kemungkinan ada stabilitas ekonomi selama ekonomi periode keputusan. Akuntan perusahaan telah menyiapkan tabel revenue bersyarat seperti dibawah ini. Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan membeli atau menyewa?

Kejadian Probabilitas Keputusan Membeli Menyewa Kemunduran 0,4 Rp. 30 Juta Rp. 25 Juta Stabilitas 0,6 Rp. 18 Juta Rp. 10 JUta Jika dilihat dari expected value nya, keputusan apa yang harus diambil oleh perusahaan membeli atau menyewa peralatan!

Jawab Expected Value keputusan untuk membeli adalah : [0,4 (30 Juta) + 0,6(18 Juta] 10 Juta = 12,8 Juta Expecterd value keputusan untuk menyewa adalah: [0,4(25 Juta) + 0,6(10 Juta) 3 Juta = Rp.13 Juta

Homework Seseorang ingin menentukan waktu tercepat dari Jakarta menuju Malang. Jalur dan waktu perjalanan (menit) ditunjukkan pada gambar berikut : Cirebon 1 2 3 300 200 180 Bandung 4 Semarang 320 Jakarta Purwokerto 220 380 360 540 440 5 Yogya 300 6 Malang 7

Gambar diatas menunjukkan bahwa paling banyak ada 3 rantai untuk tiap kemungkinan alternatif jalur dari Jakarta ke Malang. Karena itu masalah STAGECOACH ini dipecah dalam 3 tahap yang mewakili masing masing rantai. Variabel Keputusannya adalah jalur atau rute yang dipilih sedangkan statusnya adalah kota asal pada setiap tahap. Tentukan rute perjalanan mana yang harus dipilih agar biaya, jarak, dan waktu perjalanan paling efisien!