Oleh : Rahmat Rizal ( ) Tio Ernity Manurung ( )

dokumen-dokumen yang mirip
MAGNETAN MENENTUKAN MEDAN MAGNET BUMI PADA PERCOBAAN MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT BERARUS

KEMAGNETAN. Eksperimen Fisika Dasar 2. Tujuan. Alat dan bahan. Dasar teori. Prosedur. Data pengamatan. Pengolahan data. Analisa data.

PROBLEM SOLVING EKSPERIMEN FISIKA DASAR II MAGNET

Gaya Lorentz. 1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

Kemampuan yang dibangun:

LABORATORIUM INQUIRY: KEMAGNETAN (Panduan bagi dosen)

MEDAN MAGNETIK DISEKITAR KAWAT BERARUS

SOAL LATIHAN ULANGAN UB-1 KELAS XII

Gambar (a) Arah medan magnet, (b) Garis-garis medan magnet

LAPORAN PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA. Gaya Magnetik antar kawat berarus. Nama :

INDUKTANSI DIRI KELOMPOK : ASEP SAEPUDIN (060347) DEDI HERMAWAN ( ) DENI MOH BUDIMAN (054115)

LEMBAR PENILAIAN (Pertemuan Pertama)

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET

Magnet adalah suatu benda yang memiliki gejala dan sifat dapat mempengaruhi bahan-bahan tertentu yang berada di sekitarnya.

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

MEDAN IMBAS MAGNET I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

BAB 20. KEMAGNETAN Magnet dan Medan Magnet Hubungan Arus Listrik dan Medan Magnet

KETENTUAN MENGIKUTI PELAJARAN FISIKA : ^_^

INDUKSI MAGNET B A B B A B

MEDAN MAGNET SUGIYO,S.SI.M.KOM

Induksi Elektromagnet

PERCOBAAN e/m ELEKTRON

BAHAN AJAR 4. Medan Magnet MATERI FISIKA SMA KELAS XII

HUKUM OHM. 1. STANDAR KOMPETENSI. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

1. Dalam suatu ruang terdapat dua buah benda bermuatan listrik yang sama besar seperti ditunjukkan pada gambar...

BAB I PENDAHULUAN. Manusia memiliki kemampuan berpikir yang terus berkembang. Seiring

PENGERTIAN. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Apakah magnet itu?

LISTRIK STATIS. Listrik statis adalah energi yang dikandung oleh benda yang bermuatan listrik.

Kelas XII Semester 1

Gaya Lorentz. Disusun Oleh : 1. Deri Febrianto (A1E011053) 2. Esra Lenni Waty (A1E011057) 3. Faiza Maizora (A1E011073)

MAGNET - Materi Ipa Fisika SMP Magnet magnítis líthos Magnet Elementer teori magnet elementer.

MAKALAH FISIKA. Tentang KEMAGNETAN/INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Sumber medan magnet. Dede Djuhana Departemen Fisika FMIPA-UI 0-0

Sumber-Sumber Medan Magnetik

BAB 5 KEMAGNETAN. A. SIFAT MAGNET 1. Garis Gaya Magnet

Medan Magnet oleh Arus Listrik

i : kuat arus listrik (A) a : jarak dari kawat berarus (m)

Medan Magnet 1 MEDAN MAGNET

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

KUMPULAN SOAL SOAL PERSIAPAN UJIAN NASIONAL 2011/2012 SEKOLAH MENENGAH ATAS

Review. Adakah Metode alternatif untuk menentukan kuat medan magnet di sekitar arus listrik???

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

Perkuliahan ke - 6 INQUIRY 3 K E M A G N E T A N. Oleh : Setiya Utari

LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 4 Pertemuan (8 jp x 45 menit)

MAKALAH FISIKA LANJUT. Medan Magnet yang Ditimbulkan Arus Listrik Gaya Gerak Listrik Induksi

KEMAGNETAN. Magnet. Dapat dibedakan menjadi. Cara membuat bentuk Cara membuat

FISIKA LAPORAN PENGAMATAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK (LILITAN & TRANSFORMATOR) Oleh: Wisnu Pramadhitya Ramadhan/36/XII-MIPA 6

K13 Antiremed Kelas 9 Fisika

Medan Magnet di Sekitar Kawat Berarus

Detektor Medan Magnet Tiga-Sumbu

MEDAN MAGNET OLEH: ANDI SULIANA (15B08050) Program Studi Pendidikan Fisika Program Pascasarjana UNM 2016

GAYA LORENTZ Gaya Lorentz pada Penghantar Berarus di dalam Medan Magnet

19/11/2016. MAGNET Benda yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja Penggolongan bahan secara makroskopik. Sifat-sifat magnet.

MAGNET. Benda yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja Penggolongan bahan secara makroskopik

MODUL MATA PELAJARAN IPA

TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK

MEDAN MAGNET KEMAGNETAN ( MAGNETOSTATIKA )

KELOMPOK 4 JEMBATAN DC

MEDAN MAGNET DAN ELEKTROMAGNET

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MAGNET JARUM. saklar. Besi lunak. Sumber arus Oleh : DRS. BRATA,M.Pd. SMAN1 KRA. kumparan. lampu. kumparan

TUGAS XIII LISTRIK DAN MAGNET

MEMPERSEMBAHKAN. Kelompok. Achmad Ferdiyan R Anne Farida R U ( ) ( )

Bab II Teori Dasar. Gambar 2.1 Fluks medan magnet dari partikel yang bergerak.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti

IR. STEVANUS ARIANTO 1

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN. terbuat dari tembaga. Plat dengan tebal 0,5 mm dibentuk lingkaran dengan

Medan Magnetik Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas Indonesia

Massa m Muatan q (±) Menghasilkan: Merasakan: Tinjau juga Dipol p. Menghasilkan: Merasakan:

Sistem Telekomunikasi

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di bawah konduktor Gardu Induk Teluk Betung

Lab Elektronika Industri Fisika 2 BAB 5 MAGNET

MAGNETISME (2) Medan Magnet Menghasilkan Listrik

SOAL SOAL TERPILIH 1 SOAL SOAL TERPILIH 2

TOPIK 5 PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

Bahan Ajar BAB II. Teori umum alat ukur analog Tatap muka : Minggu 3, Minggu 4, Minggu 5

VII. Kemagnetan. Kemagnetan 153

PRINSIP KERJA ALAT UKUR

TUGAS FISIKA DASAR 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

M A G N E T I S M E 1. BESI MAGNET

Lely Etika Sari ( ) Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam)

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

Induksi Elektromagnetik

Soal-Jawab Fisika Teori OSN 2013 Bandung, 4 September 2013

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

Strukturisasi Materi Medan Magnet

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 3. KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETLatihan Soal 3.2

Konsep Dasar Kemagnetan

KEMAGNETAN. Setelah mempelajari topik ini Anda dapat :

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

Transkripsi:

Oleh : Rahmat Rizal (0605486) Tio Ernity Manurung (0602892)

PROMBLEM 1 Tujuan Menentukan medan magnet bumi melalui percobaan medan magnet di sekitar kawat berarus melalui grafik kuat arus (i) terhadap tan θ.

Dasar teori Dasar Teori Mulanya gejala kelistrikan dan kemagnetan dianggap sebagai 2 hal yang terpisah, hingga pada abad ke 19 H. C. Oersted menemukan bahwa jarum kompas bila didekatkan kawat yang dialiri arus listrik arahnya akan berubah. Hal tersebut menunjukan bahwa disekitar kawat berarus terdapat medan listrik dengan garis gaya magnet melingkar dan berpusat pada kawat tersebut. Garis gaya magnet tersebut menghasilkan medan magnet disekitar kawat. Besar medan magnet yang dihasilkan oleh kawat berarus tersebut adalah B µ 0 i = (1) 2 π r Dengan µ0 = 4 x 10-7 Wb/Am, r adalah jarak titik tertentu dari kawat lurus berarus (m), dan i adalah kuat arus yang mengalir pada kawat (A). William Gilbert menemukan bahwa bumi merupakan magnet alami yang besar dengan kutub utara magnet berada di kutub selatan geografis dan kutub selatan magnet berada di kutub selatan geografis. Jika kawat berarus tersebut diletakan pada arah utara magnet bumi, maka besar induksi magnet yang ditunjukan oleh magnetometer pada suatu titik berjarak r merupakan resultan dari magnet yang dihasilkan kawat dengan medan magnet bumi.

Berikut gambar vektor medan magnet resultan Bk BR θ Bb Berdasarkan gambar vektor di atas dapat kita tentukan bahwa Bk tan θ = (2) Bb Bila persamaan (1) disubstitusi pad Persamaan (2) maka diperoleh hubungan µ i µ i sehingga Bb 2π rbb 2π r tanθ 0 0 tan θ =, = (3)

EKSPLORASI Alat dan Bahan Penjepit pendek Statip Kawat lurus Kompas Power Supply DC Kabel penghantar Rheostat Amperemeter 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 1 buah 1 buah

Prosedur percobaan: 1. Rangkailah alat-alat seperti pada gambar dibawah dengan posisi kawat lurus berarus sejajar dengan arah utara selatan magnet bumi. A Gambar rangkaian percobaan 1

2. Ukur dan catat jarak kompas terhadap kawat. 3. On-kan power supply, pilih jenis arus DC. Gunakan kuat arus sebesar 5 Ampere pada power supply. Atur kuat arus yang mengalir pada rangkaian dengan menggeser rheostat hingga menunjukan angka kuat arus yang dinginkan pada amperemeter. 5. Catat kuat arus dan penyimpangan jarum kompas yang terukur.

6. Lakukan prosedur 3-5 dengan menggunakan kuat arus yang berbedabeda, sebanyak 5 kali. Masukan semua data kedalam tabel dibawah ini. No. I (A) Θ ( ) tan θ 1. 2. 3. 4. 5.

Prediksi Berdasarkan pemahaman, Perkirakan grafik hubungan medan magnet bumi terhadap medan magnet di sekitar kawat lurus berarus? Perkirakan pula grafik hubungan antara kuat arus (I) terhadap tan θ?

Grafik hubungan medan magnet bumi (BB) terhadap medan magnet disekitar kawat lurus berarus (Bk). Bb Bk Grafik hubungan antara kuat arus (I) terhadap tan θ i Tan θ

Pengukuran hari/tanggal/jam : kamis/6-12-2007/14.40-18.00 Data Laboratorium : Data pengamatan r = 1,1 cm Sebelum eksperimen Setelah Eksperimen T ( 0 C) 26,5 +/- 0,025 26,5 +/- 0,025 P (cmhg) 68,5+/- 0,05 68,5+/- 0,05 No I (A) ± θ ( 0 ) Tan θ 1 0,5 16 0,29 2 1 25 0,47 3 1,5 33 0,65 4 2,1 39 0,81 5 2,6 43 0,93

GRAFIK Grafik hubungan antara kuat arus (i) terhadap tan θ

Berdasarkan grafik I=f(tan θ) tersebut dapat ditemukan persamaan Besar induksi magnet bumi adalah Sehingga i tan α = (4) tanθ B µ 0 b = tan α (5) 2π r Dari grafik i = f (tan θ) dapat diperoleh nilai 1, 65 1, 25 tan α 1 = = 2, 86 0, 70 0, 56 2, 05 1, 70 tan α 2 = = 2, 92 0, 80 0, 68 0, 25 2, 00 tan α 3 = = 2, 50 0, 94 0, 84 tan α = tan α = B b tan α = 0,21 = µ i 0 2π r tanθ tan α tan α + tan α tan α 1 2 1 3 2 2,86 2,92 + 2,86 2,50 2

Besar induksi medan magnet bumi r = 1,1 x 10-2 m, = 4π x 10-7 Wb/Am B B B b b b = = µ 0 µ 0 t a n α 2 π r 4 π x 1 0 π 7-2 2 (1, 1 x 1 0 ) = 5, 2 x 1 0 5 T 2, 8 6 Dengan Ketidakpastian µ tan α 2π r 7 4π x1 0 π 0 B b = B b = B b = -2 2 (1,1x 1 0 ) 0, 3 8 x1 0 5 T 0, 2 1

ANALISIS GRAFIK Grafik I=f(Tan θ ) membentuk suatu garis lurus yang menunjukan adanya kesebandingan antara besar arus yang mengalir pada rangkaian dengan simpangan sudut jarum kompas. Garis lurus tersebut memotong tiga titik dari 5 titik hasil pengolahan data. Perpanjangan garis terhadap sumbu I tidak tepat memotong titik (0,0). Kekurangtepatan ini dapat dipengaruhi oleh kurang baiknya data hasil eksperimen yang disebabkan oleh beberpa faktor, diantaranya: 1. Kesalahan paralaks dalam mengukur sudut simpangan jarum kompas dan kuat arus yang mengalir pada rangkaian akibat seringnya jarum penunjuk amperemeter yang bergoyang serta. 2. Alat eksperimen yang kurang baik, diantaranya bentuk kawat yang tidak lagi benar-benar lurus

KESIMPULAN Dengan menggunakan prosedur eksperimen yang telah kami susun, ternyata besar induksi magnet bumi dapat ditentukan, dengan memperoleh hasil pengolahan data sebesar 5,2 x 10-5 T dan besar ketidakpastian sebesar 0,38 x 10-5 T. Literatur yang diperoleh menunjukan bahwa besar induksi magnet bumi adalah sebesar 5,7 x 10-5 T. Bila dibandingkan dengan literatur yang ada ternyata hasil eksperimen ini menunjukan adanya perbedaan. Ketidaktepatan ini dipengaruhi oleh data yang kurang baik sehingga menghasilkan bentuk grafik yang kurang tepat, dan mennyebabkan hasil pengolahan data yang tidak tepat. Besarnya presisi kesalahan dalam pengukuran adalah B/B x 100% = 0,38 x 10-5/5,2 x 10-5 (100%) = 7,3 % Besarnya akurasi dalam pengukuran adalah 100%-presisi = 100% - 7,3 % = 9,7 % Dengan besarnya akurasi dalam pengukuran dapat dinyatakan bahwa hasil pengukuran dalam eksperimen ini adalah mendekati benar

PROBLEM 2 Tujuan Menentukan jumlah lilitan (N) pada percobaan medan magnet di sekitar kawat Melingkar melaui grafik tan θ terhadap i

DASAR TEORI Sebuah kawat yang dialiri arus listrik akan menimbulkan medan magnet di sekitar kawat tersebut, begitu pula halnya dengan kawat melingkar yang dialiri arus listrik. Daerah di sekitar kawat melingkar tersebut baik di dalam kawat melingkar maupuan di luar kawat melingkar menimbulkan medan magnet yang besarnya tertentu. Besar medan magnet yang dihasilkan pada pusat kawat melingkar sebanding dengan µι 0 Β k = (6) 2 R Dengan Dengan Bk adalah medan magnet yang ditimbulkan oleh kawat melingkar, µ0 = 4 x 10-7 Wb/Am, R adalah jari-jari kawat melingakar (m), dan i adalah kuat arus yang mengalir pada kawat melingkar (A). Besar medan magnet yang dihasilkan oleh kawat melingkar berarus dengab sejumlah N lilitan, maka µι 0 N Β k = (7) 2R

Persamaan (2) menyatakan bahwa tan θ = Bk Bb Bila persamaan (7) disubstitusi terhadap persamaan 2, maka diperoleh µ 0iN Tan θ = 2RB b 2RB b sehingga N= tan θ (8) µ i 0

Alat dan Bahan : Power supply 1 buah Amperemeter 1 buah Rheostat 1 buah Kawat melingkar 1 buah Jarum kompas 1 buah Magnetometer 1 buah Kabel penghantar Secukupnya

Prosedur percobaan 1. Rangkailah alat-alat sesuai gambar dibawah dengan posisi diameter kawat melingkar searah utara selatan magnet bumi. A Gambar rangkaian percoabaan 2

2. Ukur dan catat panjang jari-jari kawat melingkar 3. On-kan power supply dan pilih jenis arus DC, Gunakan kuat arus sebesar 5 Ampere pada power supply. Atur kuat arus yang mengalir pada rangkaian dengan menggeser rheostat hingga menunjukan angka kuat arus yang dinginkan pada amperemeter. 5. Catat kuat arus dan penyimpangan jarum kompas yang terukur.

6. Lakukan prosedur 3-5 dengan menggunakan kuat arus yang berbeda-beda, sebanyak 5 kali. Masukan semua data kedalam tabel dibawah ini. No. I (A) Θ ( ) tan θ 1. 2. 3. 4. 5.

PREDIKSI : Berdasarkan pemahaman, perkirakan grafik hubungan medan magnet bumi terhadap medan magnet di sekitar kawat Melingkar? Perkirakan pula grafik Hubungan antara tan θ Terhadapkuat arus (I)?

Grafik hubungan medan magnet bumi (BB) terhadap medan magnet disekitar kawat lurus berarus (Bl). Bb Bk Grafik hubungan antara kuat arus (I) terhadap tan θ Tan θ i

Pengukuran hari/tanggal/jam : kamis/6-12-2007/14.40-18.00 Data Laboratorium : Data pengamatan r = 15,1 cm Sebelum eksperimen Setelah Eksperimen T ( 0 C) 26,5 +/- 0,025 26,0 +/- 0,025 P (cmhg) 68,5+/- 0,05 68,5+/- 0,05 No I (A) ± θ ( 0 ) Tan θ 1 0,5 15 0,27 2 1 27 0,51 3 1,5 38 0,78 4 2,0 45 1,00 5 2,5 51 1,23

GRAFIK DATA EKSPERIMEN Grafik tan θ = f (i)

Berdasarkan grafik tan θ =f(i) dapat ditemukan persamaan tanθ tan α = (9) i Sedangkan persamaan (8) menyatakan bahwa banyaknya lilitan adalah 2 RBb 2RBb N = tan θ sehingga N = tan α (10) µ i µ 0 0 Dari grafik tan θ =f(i) dapat diperoleh nilai 0, 60 0, 39 tan θ1 = = 4, 94 0,1175 0, 075 0, 38 0, 24 tan θ 2 = = 5,1 0, 075 0, 05 1, 08 0, 86 tan θ 3 = = 4, 4 0, 225 0,175 tan θ = tan θ = tan θ = 0,35 tan θ tan θ + tan θ tan θ 1 2 1 3 2 4,94 4,40 + 4,94 5,10 2

Jumlah lilitan kawat melingkar yang digunakan dalam eksperimen dapat dihitung melalui persamaan N = Dengan µ0 = 4 x 10-7 Wb/Am, R = 15,1 x 10-2 m, dan Bb = 5,2 x 10-5 T, sehingga -5-2 2(5, 2 x 10 )(15,1 x 10 ) 2 R B N= 4, 94-7 4 µ x 10 N=61,75 atau 62 lilitan (pembulatan) Dengan ketidakpastian pengukuran: N 2RB = b tan α µ N = 0 µ -5-2 2(5, 2 x 10 )(15,1 x 10 ) -7 0,35 4 µ x 10 N = 4, 375 atau 4 lilitan(pembulatan) 0 b t a n α

ANALISIS GRAFIK Grafik tan θ = f(i) pada percobaan ke dua ini membentuk suatu garis lurus dengan memotong 4 buah titik dari lima buah titik yang terbrntuk dari data hasil pengamatan. Garis lurus ini menunjukan kesebandingan antara arus yang mengalir pada rangkaian terhadap besar simpangnan sudut yamg terbentuk pada jarum kompas, sehingga akan memenuhi persamaan linear. Perpanjangan garis lurus terhadap sumbu tan θ tidak memotong titik (0,0). Hasil pengolahan data ini kurang sessuai dengan prediksi semula, yang memperhitungkan bahwa grafik akan memotong titik (0,0). Ketidaksesuaian ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pengukuran yang kurang baik, karena kesalahan paralaks baik dalam mengukkur sushu yang mengalir pada rangkaian, menentukan jari-jari kawat melingkar, maupun dalam menetukan besaranya simpamngan sudut yang terbentuk oleh jarum kompas.

KESIMPULAN Berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran pada eksperimen ke-2, dapat ditemukan bahwa banyaknya lilitan yang digunakan pada eksperimen adalah sebanyak 62 lilitan dengan ketidak pastian hasil pengukuran sebesar +/- 4 lilitan. Dengan presisi 4/63 (100%)=6,4 %. Dan akurasina adalah sebesra 100%-6,4%=93,6 %. Artinya hasil pengukuran yang dilakukan memiliki cukup akurat. Kawat melingkar yang digunakan pada eksperimen ini merupakan sebuah solenoida karena kawat melingkar ini tersusun atas sederetan kawat melingka berdampingan secralurus lurus sejajar dengan sumbu pusat kawat melingkar.

TERIMA KASIH