BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

Pertemuan XII. Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)

Andi Dwi Riyanto, M.Kom

PENGANTAR SUBNETTING II

Jaringan Komputer. Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4)

BAB IV INTERNET PROTOCOL

Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

IP Addressing. Oleh : Akhmad Mukhammad

Modul 3. Praktikkum Subnetting. A. Tujuan

Dasar Perhitungan. Basis Bilangan 2 (Biner) Badiyanto, S.Kom., M.Kom STMIK AKAKOM Yogyakarta Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1

IP Address. Setiap angka binary 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binarinya, memiliki nilai decimal tertentu seperti table di bawah ini.

Jaringan Komputer. CIDR (Classles Inter Domain Routing) Joko Christian, S.Kom

PENGANTAR SUBNETTING

Penggunaan IP Address

IP Address, CIDR dan VLSM Oleh : Tim Jarkom

IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1.

LAPORAN PRAKTIKUM IP

Basis Bilangan 2. Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1

JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4

Subnetting. Pertemuan XI. Contoh Subneting 1

IP Address dan Pengkabelan

CIDR & VLSM. Nyoman Suryadipta, ST, CCNP

JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5)

PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING

SUBNETTING IP ADDRESS

IP Address dan Pengkabelan (2) Oleh : Tim Jarkom

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

IP ADDRESS : Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING


- FREE EDITION - BUKU JAGO SUBNETTING MOHAMMAD AFDHAL JAUHARI

1. Mengetahui 3 tipe komunikasi TCP/IP 2. Mengetahui kelas IP Address 3. Menghitung subnetting (Classless Addressing)

TUGAS MAKALAH SUBNETTING

PENGHITUNGAN SUBNETTING

IP Address & Subnetting

MODUL 3 SUBNETTING DAN PENGATURAN IP PADA LINUX

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

Modul Praktikum Subnet dan Supernet

Jaringan Komputer: Ch. 3 Network Protocols and Communications

Subnetting. Contoh analogi :

9/27/2013. Elisabeth,S.Kom -FTI UAJM. Pertemuan 5. Subnetting

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 0 Tanggal Berlaku : September 2013

Figure 3.1 Format datagram IP

Skema IP Addressing. IP Address terdiri 32 bits. Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkid dan Bagian HostID, hal ini tergantung dari subnetmask

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

SUBNETTING. Gambar 1. Satu jaringan dengan IP Address

KONFIGURASI ROUTING PROTOCOL RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) MELALUI SIMULASI DENGAN PACKET TRACER 5.

Olivia Kembuan, M.Eng PTIK - UNIMA

IP (INTERNET PROTOCOL) ADDRESSING

Jaringan Komputer. IP Addressing (IPV4 dan IPV6) Adhitya Nugraha.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Why do we need Subnets

JARINGAN KOMPUTER. INTERNET PROTOKOL dan NETMASK. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

SILABUS PENGANTAR SISTEM OPERASI DAN JARINGAN KOMPUTER

VLSM (Variable Length Subnet Mask) Joko Christian,S.Kom

IP dan Netmask Muhammad Ze Muhammad Z n S n S. Hadi, ST ST. MSc. 1

DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam

Subnetting. Analogi subnetting dalam bentuk jalan

PEMANFAATAN DISTANCE VECTOR EIGRP DENGAN METODE VARIABLE- LENGTH SUBNET MASK (VLSM) PADA JARINGAN MAN

IP dan Netmask. Mohamad Irsan. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo 60111

Meski tidak bersifat wajib, umumnya ip untuk interface router ialah ip host pertama dari jaringan tersebut

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID April 18, 2014 Leave a comment

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

1. Mengetahui node IP Address versi 4

Memahami IP Address 17 th of November 2001

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer

Universitas Indraprasta PGRI / Teknik Informatika. CONTOH 1 : IP Address : Kelas C IP Address : Subnet Mask :

Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik. Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP,

Konsep Subnetting, Siapa Takut?

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan

LAPORAN JOB 02 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS CLASSLESS ADDRESSING ( CIDR )

Davit Kurniawan

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi jaringan memakai IP Subnetting

Subnetting. Dua alasan utama melakukan subnetting: 1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien.

IP Address dan Netmask

SUBNETTING. S. Indriani L., M.T

IP Address. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

Studi Kasus Subnetting dan Routing Static

APLIKASI UNTUK MENENTUKAN IP ADDRESS DAN SUBNETMASK HOST PADA SUATU JARINGAN

IP Address and Subnet Address

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

Muhamad Husni Lafif. Perhitungan Tentang Subnetting. Lisensi Dokumen:


Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.

IP Addressing. Ir. Risanuri Hidayat, M.Sc.

Pe P rhit i u t ngan IP I P Ad A dress ICT Center Majene

PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN VLSM DAN CIDR BERBASIS WEB

Fungsi Network Layer. Pengalamatan Routing

PROTOKOL ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

Pengalamatan Jaringan Menggunakan IPv4

! Sebenarnya subnetting itu apa? Kenapa harus. ! Hasil: hierarki 3-layer. ! Lalu:

Transkripsi:

BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S

Dasar Subnetting Fungsi dari subnetting adalah: Mengurangi trafik jaringan Performa jaringan teroptimasi Management jaringan semakin sederhana Dapat memfasilitasi untuk ruang lingkup jaringan yang lebih besar

Cara Membuat Subnet Berikut adalah step-step nya: Menentukan berdasarkan jumlah Network Untuk setiap subnet Untuk koneksi ke WAN Menentukan berdasarkan Jumlah Host Untuk setiap host per subnet Untuk setiap interface di router Berdasarkan syarat diatas, maka yang dibutuhkan dapat di kelompokkan menjadi: Subnet untuk semua jaringan Subnet untuk setiap segment fisik Rentang jumlah host untuk setiap subnet

Review Biner ke Desimal Dibawah ini adalah contoh konversi biner ke desimal Coba cari berapa hexadesimal dari bilangan biner tersebut? 128 64 32 16 8 4 2 1 Desimal 0 0 0 0 0 0 0 0 = 0 0 0 0 0 1 1 1 1 = 15 0 1 0 1 0 1 0 1 = 85 1 0 0 0 0 0 1 1 = 131 0 0 0 1 0 1 1 0 = 22 1 1 1 1 1 1 1 1 = 255

Review Biner ke Desimal Konversi Biner ke Desimal Biner 10000000 11000000 11100000 11110000 11111000 11111100 11111110 11111111 Desimal 128 192 224 240 248 252 254 255 BINARY 128 64 32 16 8 4 2 1 DECIMAL 10000100 1 0 0 0 0 1 0 0 132 11010010 1 1 0 1 0 0 1 0 210 10111000 1 0 1 1 1 0 0 0 184 10100110 1 0 1 0 0 1 1 0 166

Review Biner ke Hexadesimal Berapakah nilai Hexadesimal dari bilangan biner berikut 10111011 Pertama pisahkan bit tersebut menjadi dua bagian 1011 & 1011 Kemudian konversi kedalam bilangan desimal 11 & 11 Kemudian konversi bilangan desimal tersebut ke bilangan hexadesimal BB

Pemahaman Subnet Mask Subnetmask digunakan untuk mendefinisikan bagian mana dari Alamat Host yang digunakan sebagai Alamat Subnet/Network Subnetmask terdiri dari 32 bit yang memungkinkan penerima paket dapat membedakan porsi Alamat identitas jaringan (Network ID) dari sebuah IP address sebuah host

Default Subnet Mask Class Format Default Subnet Mask A network.node.node.node 255.0.0.0 B network.network.node.node 255.255.0.0 C network.network.network.node 255.255.255.0

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) Digunakan untuk mengalokasikan jumlah Alamat IP (IP Address) pada sebuah entitas (misalnya: perusaahan, rumah, kampus, dll) Contoh: sebuah kelas B dengan subnet mask default 255.255.0.0 dengan nilai /16 dimana 16 adalah banyaknya jumlah bit 1 jika subnet mask tersebut di konversi kedalam bilangan biner 11111111.11111111.00000000.00000000 Notasi (/) mengartikan berapa banyak jumlah bit 1 pada subnet mas, bisa juga digunakan untuk penyingkatan.

Nilai CIDR Subnet Mask CIDR Value 255.0.0.0 /8 255.128.0.0 /9 255.192.0.0 /10 255.224.0.0 /11 255.240.0.0 /12 255.248.0.0 /13 255.252.0.0 /14 255.254.0.0 /15 255.255.0.0 /16 255.255.128.0 /17 255.255.192.0 /18 255.255.224.0 /19 255.255.240.0 /20 Subnet Mask CIDR Value 255.255.248.0 /21 255.255.252.0 /22 255.255.254.0 /23 255.255.255.0 /24 255.255.255.128 /25 255.255.255.192 /26 255.255.255.224 /27 255.255.255.240 /28 255.255.255.248 /29 255.255.255.252 /30

Contoh #1 Subnetting Kelas C Pada kelas C, hanya memiliki 8 bit yang bisa digunakan untuk mendefinisikan jumlah Host. INGAT: jika ingin melakukan subnet, bit subnet yang dipinjam mulai dari kiri ke kanan tanpa ada bit terlewat (skipping) Dibawah ini adalah subnet yang mungkin terjadi di kelas C: Binary Decimal CIDR 00000000 0 /24 10000000 128 /25 11000000 192 /26 11100000 224 /27 11110000 240 /28 11111000 248 /29 11111100 252 /30

Contoh #1 Subnetting Kelas C /26 Misal diberikan Alamat Network 192.168.10.0/24 Coba cari berapa subnet yang terbentuk jika dilakukan subnet ke /26 /24 dalam Biner: 11111111.11111111.11111111.00 000000 /26 dalam Biner: 11111111.11111111.11111111.11 000000 Maka terjadi peminjaman sebanyak 2 bit untuk digunakan sebagai subnet. Kemungkinan Subnet yang ada (dalam biner) adalah 00, 01, 10, 11 Maka sisa bit yang digunakan sebagai porsi host sebanyak 6 bit.

Contoh #1 Subnetting Kelas C /26 Subnet Host IP Keterangan 00 000000 192.168.10.0/26 Alamat Network 00 000001 192.168.10.1/26 Alamat Host Valid ke-1 00 111110 192.168.10.62/26 Alamat Host Valid terakhir 00 111111 192.168.10.63/26 Alamat Broadcast 01 000000 192.168.10.64/26 Alamat Network 01 000001 192.168.10.65/26 Alamat Host Valid ke-1 01 111110 192.168.10.126/26 Alamat Host Valid terakhir 01 111111 192.168.10.127/26 Alamat Broadcast 10 000000 192.168.10.128/26 Alamat Network 10 000001 192.168.10.129/26 Alamat Host Valid ke-1 10 111110 192.168.10.190/26 Alamat Host Valid terakhir 10 111111 192.168.10.191/26 Alamat Broadcast

Contoh #1 Subnetting Kelas C /26 Subnet Host IP Keterangan 11 000000 192.168.10.192/26 Alamat Network 11 000001 192.168.10.193/26 Alamat Host Valid ke-1 11 111110 192.168.10.254/26 Alamat Host Valid terakhir 11 111111 192.168.10.255/26 Alamat Broadcast

Subnetting Cara Cepat Berikut lima (5) jenis pertanyaan yang biasa ingin diketahui: Berapa banyak jumlah subnet yang dibutuhkan? Berapa banyak jumlah valid host yang dibutuhkan persubnet? Mana saja subnet yang valid? Apa Alamat Broadcast setiap subnet? Apa Alamat valid host setiap subnet?

Subnetting Cara Cepat Berapa banyak jumlah subnet? Menggunakan rumus 2 x = jumlah subnet X adalah jumlah bit 1 yang dipinjam untuk subnet Sebagai contoh: 11000000, maka banyaknya subnet yang bisa dibentuk adalah 2 2 = 4 Berapa banyak jumlah host per-subnet? Menggunakan rumus 2 y -2 = jumlah host per-subnet Y adalah banyaknya bit 0 yang baru terbentuk Sebagai contoh: 11000000, maka banyaknya host yang bisa dibentuk adalah 2 6-2 = 62

Subnetting Cara Cepat Menentukan Valid Subnet secara cepat dengan menggunakan rumus 256 Subnetmask = block size Sebagai Contoh: 256 192 = 64 64 adalah subnet pertama Subnet berikutnya adalah penambahan subnet pertama itu sendiri, dan seterusnya dan seterusnya Subnet ke-2: 64+64 = 128 Subnet ke-3: 128+64 = 192

Subnetting Cara Cepat Menentukan Alamat Network Dengan membuat semua bit Host menjadi bernilai 0 (biner) Angka berikutnya adalah alamat valid Host pertama Menentukan Alamat Broadcast Dengan membuat semua bit Host menjadi bernilai 1 (biner) Angka berikutnya adalah alamat subnet berikutnya Alamat Valid Host adalah alamat yang berada di antara Alamat Network dan Alamat Broadcast

Variable Length Subnet Mask (VLSM) Memudahkan dalam membuat subnet dengan panjang prefix yang berbeda-beda di berbagai tipe design jaringan Jika anda menggunakan VLSM dalam perencanaan IP, maka beberapa protokol jaringan yang mendukungnya seperti RIPv2, EIGRP, OSPF, IS-IS Akan menghemat banyak IP Kita dapat memiliki subnet mask yang berbedabeda untuk setiap interface Router

Subnetting Tanpa VLSM

Subnetting dengan VLSM

Subnetting Tanpa VLSM Memiliki Mask 255.255.255.240 (/28)

Subnetting dengan VLSM

Contoh #1 VLSM

Contoh #2 VLSM

Summarization Disebut juga Route Aggregation (pengumpulan rute) Memungkinkan Protokol Routing mengiklankan (advertise) banyak alamat jaringan sebagai satu alamat saja Fungsinya untuk mengurangi kapasitas tabel routing (routing table) dari Router yang tersimpan di Memory Menyederhanakan dan memudahkan anda, karena anda tidak perlu tau secara detai semua alamat subnet yang ada di jaringan anda.

Contoh Summary

TERIMA KASIH