IP Address dan Pengkabelan
|
|
|
- Handoko Atmadja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP Address dan Pengkabelan Disusun untuk memenuhi laporan Praktikum Mata Kuliah Jaringan Komputer Disusun Oleh : Baiq Syafira Noor Z Aditya Jantra Madana Muhtadi Hairi Oni Saputra Pratama Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2011
2 1. TUJUAN PRAKTIKUM a. Mampu melakukan konfiguasi IP Address di komputer jaringan b. Memahami konsep alokasi IP Publik dengan metode Classless Addressing (CIDR) c. Memahami konsep subnetting d. Memahami konsep teknik penggunaan subnet mask e. Dapat melakukan teknik subnetting menggunakan metode VLSM 2. SKENARIO PRAKTIKUM Uji coba teknik subnetting dengan konsep CIDR 3. DASAR TEORI Pengertian Subnetting Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Subneting kenapa hal tersebut harus dilakukan? Kita bisa menjawab hal tersebut dengan menganalogikan hal tersebut pada suatu Jalan Misalnya Jalan Gejayan, terdiri dari beberapa rumah dan rumah, sebanyak 1-10 rumah dengan ketua RT no 10 yang mempunyai tugas memberikan informasi pada masing masing rumah perkara itu informasi apapun digang Bayu Jalan Gejayan. Semakin banyaknya rumah disuatu jalan menimbulkan permasalahan keruwetan dan kemacetan bila kita ingin masuk kedalamnya. Maka dari pada itu kita harus membagi rumah rumah yang banyak tadi menjadi gang gang kecil yang terdiri dari beberapa rumah agar tidak terjadi keruwetan atau kemacetan dalam mengakses gang- gang tersebut sehingga terjadi pengaturan lagi, rumah rumah yang banyak tadi di beri nomor nomor baru dan setiap gang mempunyai ketua RT masing masing. Jadilah denah wilayah baru. Itu lah yang disebut konsep subneting secara analogi. Subneting adalah suatu metode yang digunakan untuk memperbanyak ID Network yang telah dimiliki atau dibuat. Jadi dari pengertian diatas kita dapat mengetahui fungsi subneting adalah memecah satu buah networ menjadi sub sub network kecil. Contoh bahwa kenapa subneting itu sangat diperlukan adalah sebagai berikut. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 2
3 Contoh kasus sebuah perusahaan besar mempunyai IP kelas C Dengan IP tersebut maka akan didapatkan 254 (28-2) IP address yang dapat kita pasang yang terhubung kejaringan diperusahaan tersebut. Terdapat suatu masalah pada perusahaan tersebut adalah bagaimana mengelola sebuah jaringan yang terdiri lebih dari 254 komputer. Tentunya tidak kita menempatkan komputer sebanyak itu pada satu tempat atau lokasi tertentu. Jika pada perusahaan tadi menggunakan 100 komputer maka akan tersisa 154 IP address tidak terpakai bagaimana agar IP address yang tidak terpakai tadi tidak sia maka hal tersebut dapat disiasati dengan konsep subneting tadi. Oleh karena itu konsep sangat berguna jika terjadi hal hal tersebut pada sebuh instansi yang terkait dengan kebutuhan jaringan komputer saat ini. Cara perhitungan subneting: Perhitungan IP address umumnya namun ada kalanya juga ditulis sebagai seperti contoh berikut /24. Kenapa bisa seperti itu? Itu apa artinya? Artinya bahwa IP address dengan subnet mask maksudnya /24 itu adalah perhitungan bahwa 24 bit diselubung biner 1. Atau dengan kata lain subnet masknya adalah Subnet mask yang biasa dipakai untuk subnetting. Subnet Mask Nilai CIDR / / / / / / / / / / /19 Subnet Mask Nilai CIDR / / / / / / / / / / /30 Contoh Subneting pada IP addres kelas C sebagai berikut: IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 3
4 Network Address /26? Analisa : /26 berarti kelas C dengan subnet mask/26 berarti ( ). Pada perhitungan ini kita akan fokus pada 4 hal yaitu : 1) Jumlah subnet 2) Jumlah host persubnet 3) Block subnet 4) Alamat host dan broadcast yang valid Jawaban : 1. Jumlah subnet Jumlah subnet = 2 x. x berarti bahwa banyaknya binari 1 pada pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B dan 3 oktet terakhir untuk kelas C) Jumlah subnet 2 2 = 4 subnet 2. Jumlah host persubnet Rumusnya adalah = 2 y 2 y disini berarti y adalah kebalikan dari x maksudnya banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host persubnetnya adalah : = 64 host 3. Block subnet Rumusnya = (nilai oktet terakhir pada subnet mask) = 64. Subnet berikutnya yaitu 64+64=128, =192 jadi jumlah lengkapnya adalah 0,128, Alamat host dan broadcast yang valid Agar menghitungnya dapat lebih mudah efesien kita dapat membuat tabel perhitunganya sebagai berikut : Sebagai catatan host pertama adalah 1 angka setelah subnet dan angka dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Subnet Host Pertama Host Terakhir IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 4
5 Broadcast Langkah diatas adalah bagaimana cara kita memahami bagaimana konsep perhitungan IP address kelas C. dan untuk menyelesaikan perhitungan Kelas B dan A dapat dilakukan dengan teknik yang sama. Teknik Penggunaan Subnet Mask Subnet Mask adalah istilah dalam teknik jaringan yang mengacu pada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukan letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau luar. Penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah address mask nilai 32 bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier didalam sebuah IP address. Semua bit yang akan dituju oleh network identifier diset ke nilai 1. Semua bit yang akan di tuju agar dapat digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0 Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk mempresentasikan subnet mask yaitu: Metode desimal bertitik Metode panjang prefix jaringan Metode Desimal bertitik Suatu metode yang menggunakan subnet mask yang biasanya diekspresikan didalam notasi desimal bertitik (doted deciamal notation). Setelah semua bit diset sebagai bagian dari network identifier dan host identifier, hasil nilai 32 bit tadi akan dikonversikan kenotasi desimal bertitik.catatan: meskipun dipresenetasikan dengan notasi bertitik perlu diketahui bahwa subnet mask bukanlah sebuah alamat IP. Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas kelas IP address dan digunakan didalam jaringan TCP/IP yang tidak lagi dibagi ke dalam beberapa subnet. Metode Panjang prefix jaringan IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 5
6 Biasanya kita menemui kasus untuk memilih bit bit network identifier didalam sebuah bentuk yang berdekatan dari bit bit ordo tinggi, maka ada cara yang digunakan untuk mempresentasikan sebuah subnet mask yaitu dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi identifier sebagai sebuah network prefix. Notasi network prefix juga dikenal dengan sebutan notasi Classes inter Domain Routing(CIDR). Contoh: Network identifier kelas B dari yang memiliki subnet mask dapat notasikan kedalam prefix length /16.Karena semua host yang berada dalam jaringan sama sama menggunakkan network identifier yang sama, maka semua host didalam harus menggunakaan network identifier yang sama pula. Sebagai contoh permisalan notasi /16 tidak sama dengan notasi /24 dan kedua jaringan tersebut tidak sama alamat Ipnya. Sehingga kedua notasi tadi terkoneksi. Network identifier /16 memiliki range alamat IP valid dari hingga ; sedangkan network identifier /24; hanya memiliki range alamat IP valid mulai dari Virtual Length Subnet Mask Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lainsebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan Internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan Internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan Internet hanya mengenal IP Address berkelas. Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan Internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 6
7 informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcast-nya (routing protocol: RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing: CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus paket informasi. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihit ung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh: /20 Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat = /20 Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka Jumlah subnet = (2 x ) = 2 4 = 16 Maka blok tiap subnet-nya adalah : Blok subnet ke 1 = /20 Blok subnet ke 2 = /20 Blok subnet ke 3 = /20 Dst sampai dengan Blok subnet ke 16 = /20 Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu kemudian : Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16 Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat /24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu: Blok subnet VLSM 1-1= /24 Blok subnet VLSM 1= /24 Blok subnet VLSM 1-3= /24 Blok subnet VLSM 14= /24 Dst sampai dengan Blok subnet VLSM 1-16= /24 IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 7
8 Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32 sehingga didapat : B. subnet VLSM 2-1= /27 B. subnet VLSM 2-2= /27 B. subnet VLSM 2-3= /27 B. subnet VLSM 2-4= /27 B. s. VLSM 2-5= /27 B. s. VLSM 2-6= /27 B. s. VLSM 2-1= /27 B. s. VLSM 2-1= /27 Metode VLSM hampir serupa dengan CIDR hanya blok subnet hasil daro CIDR dapat kita bagi lagi menjadi sejumlah Blok subnet dan blok IP address yang lebih banyak dan lebih kecil lagi. Variable Length Subnet Mask (VLSM) juga dapat diartikan sebagai teknologi kunci pada jaringan skala besar. Mastering konsep VLSM tidak mudah, namun VLSM adalah sangat penting dan bermanfaat untuk merancang jaringan. Manfaat dari VLSM adalah Efisien menggunakan alamat IP: alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet. VLSM mendukung hirarkis menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization. Yang terakhir dapat berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets /24, /24 dan /24 semua akan dapat diringkas menjadi / ALAT DAN BAHAN a. Software simulasi jaringan Cisco Packet Tracer 5.3 IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 8
9 5. LANGKAH KERJA 1) Buatlah sebuah jaringan lokal minimal 10 buah komputer yang tersambung pada sebuah switch. Kemudian setting IP Address 5 buah komputer dengan network dan 5 buah komputer yang lain dengan network bagaimana hasilnya? Buatlah simulasi pada packet tracert dimana per subnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer! Perhitungan Subnetting : Jumlah Subnet : 2 1 = 2 Jumlah Host per-subnet : = 128 Blok Subnet : = 128 Alamat host dan broadcast yang valid : Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast Langkah Kerja : Jalankan aplikasi Cisco Packet Tracert 5.3 Pada pojok kiri bawah kita akan menemukan berbagai icon untuk membuat simulasi jaringan pada Packet Tracert, klik Icon End Device. Akan muncul beberapa pilihan devices yang dapat kita gunakan, klik icon PC-PT kemudian drag and drop pada lembar kerja. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 9
10 Buatlah sebanyak 10 buah PC dan pisahkan menjadi 2 kelompok yang masingmasing terdiri dari 5 buah PC. Disini kita akan membuat 2 buah kelompok network. Kemudian kita beralih kembali ke menu icon pada pojok kiri bawah dan pilihlah Switches untuk membuat sebuah switch yang nantinya berfungsi untuk menghubungkan tiap devices PC. Pilihlah model switch yang akan digunakan, disini kita akan memilih model switch Klik kemudian drag and drop ke lembar kerja. Hubungkan tiap PC dengan Switch agar masing-masing PC dapat saling terkoneksi dengan menggunakan kabel straight. Pada menu icon pilih Connections dan pilih kabel Copper Straight-Through. Pada saat akan menghubungkan gunakan port fastethernet pada PC dan Switch. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 10
11 Untuk mengkonfigurasi ip address, klik pada PC kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih IP Configuration Untuk mengkonfigurasi IP Address secara manual pilihlah Static kemudian inputkan IP address dan Subnet Mask sesuai dengan hasil perhitungan subnetting yang telah kita lakukan sebelumnya. Dimana untuk PC0 PC4 kita akan memberikan IP Address dengan rentang dengan subnet mask sedangkan IP address PC5 PC9 adalah dengan subnet mask Pengecekan Koneksi Jaringan : Pengecekan koneksi jaringan dengan perintah PING dari PC0 ke PC1 dalam subnetwork yang sama. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 11
12 Klik pada PC0 kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih Command Prompt Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC4. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC4 telah saling terkoneksi dengan baik ditandai dengan hasil tampilan Reply. Setelah itu, kita akan melakukan pengecekan koneksi dari PC0 ke PC9 yaitu jaringan dalam subnetwork yang berbeda IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 12
13 Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC9. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC5 tidak saling terkoneksi yang ditandai dengan hasil tampilan RTO. 2) Jika pada point a subnet class C dibagi menjadi 2 subnetwork maka sekarang diskusikan jika subnet class C dibagi menjadi 32 subnetwok. Hitunglah berapa subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast id dari network berikut ini Buatlah simulasi pada packet tracert dimana per subnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer! Perhitungan Subnetting : Jumlah Subnet : 2 5 = 32 Jumlah Host per-subnet : = 6 Blok Subnet : = 8 Alamat host dan broadcast yang valid : Subnet Host Pertama Host Terakhir IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 13
14 Broadcast Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast Langkah Kerja : Jalankan aplikasi Cisco Packet Tracert 5.3 Pada pojok kiri bawah kita akan menemukan berbagai icon untuk membuat simulasi jaringan pada Packet Tracert, klik Icon End Device. Akan muncul beberapa pilihan devices yang dapat kita gunakan, klik icon PC-PT kemudian drag and drop pada lembar kerja. Buatlah sebanyak 20 buah PC dan pisahkan menjadi 4 kelompok yang masingmasing terdiri dari 5 buah PC. Disini kita akan membuat 4 buah kelompok network. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 14
15 Kemudian kita beralih kembali ke menu icon pada pojok kiri bawah dan pilihlah Switches untuk membuat sebuah switch yang nantinya berfungsi untuk menghubungkan tiap devices PC. Pilihlah model switch yang akan digunakan, disini kita akan memilih model switch Klik kemudian drag and drop ke lembar kerja. Hubungkan tiap PC dengan Switch agar masing-masing PC dapat saling terkoneksi dengan menggunakan kabel straight. Pada menu icon pilih Connections dan pilih kabel Copper Straight-Through. Pada saat akan menghubungkan gunakan port fastethernet pada PC dan Switch. Untuk mengkonfigurasi ip address, klik pada PC kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih IP Configuration IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 15
16 Untuk mengkonfigurasi IP Address secara manual pilihlah Static kemudian inputkan IP address dan Subnet Mask sesuai dengan hasil perhitungan subnetting yang telah kita lakukan sebelumnya. Dimana untuk PC0 PC4 kita akan memberikan IP Address dengan rentang dengan subnet mask , untuk PC5 PC9 adalah dengan subnet mask , untuk PC10 PC14 adalah subnet mask , dan kelompok terakhir PC15 - PC19 adalah subnet mask Pengecekan Koneksi Jaringan : Pengecekan koneksi jaringan dengan perintah PING dari PC0 ke PC1 dalam subnetwork yang sama. Klik pada PC0 kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih Command Prompt IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 16
17 Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC1. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC1 telah saling terkoneksi dengan baik ditandai dengan hasil tampilan Reply. Setelah itu, kita akan melakukan pengecekan koneksi dari PC0 ke PC5 yaitu jaringan dalam subnetwork yang berbeda Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC5. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC5 tidak saling terkoneksi yang ditandai dengan hasil tampilan RTO. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 17
18 3) Buatlah contoh teknik subnetting pada ip address class A dimana jumlah maksimum host-nya adalah 1022 dan subnetting pada ip address class B dimana maksimum hostnya adalah 510 host lengkap dengan perhitungan subnet, host perama, host terakhir, dan broadcast-id. Buatlah simulasi pada packet tracert dimana per subnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer! Perhitungan Subnetting : Kelas A dengan maksimum host 1022 Network : / 22 Subnet Mask : Jumlah Subnet : 2 14 = subnet Jumlah Host per-subnet : = 1022 hosts Blok Subnet : = 4 Alamat host dan broadcast yang valid Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 18
19 Kelas B dengan maksimum host 510 Network : / 23 Subnet Mask : Jumlah Subnet : 2 7 = 128 subnet Jumlah Host per-subnet : = 510 hosts Blok Subnet : = 2 Alamat host dan broadcast yang valid Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast Langkah Kerja : Jalankan aplikasi Cisco Packet Tracert 5.3 Pada pojok kiri bawah kita akan menemukan berbagai icon untuk membuat simulasi jaringan pada Packet Tracert, klik Icon End Device. Akan muncul beberapa pilihan devices yang dapat kita gunakan, klik icon PC-PT kemudian drag and drop pada lembar kerja. Buatlah sebanyak 10 buah PC dan pisahkan menjadi 2 kelompok yang masingmasing terdiri dari 5 buah PC. Disini kita akan membuat 2 buah kelompok IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 19
20 network.dengan kelompok pertama menggunakan ip kelas A dan kelompok 2 menggunakan ip kelas B. Kemudian kita beralih kembali ke menu icon pada pojok kiri bawah dan pilihlah Switches untuk membuat sebuah switch yang nantinya berfungsi untuk menghubungkan tiap devices PC. Pilihlah model switch yang akan digunakan, disini kita akan memilih model switch Klik kemudian drag and drop ke lembar kerja. Hubungkan tiap PC dengan Switch agar masing-masing PC dapat saling terkoneksi dengan menggunakan kabel straight. Pada menu icon pilih Connections dan pilih kabel Copper Straight-Through. Pada saat akan menghubungkan gunakan port fastethernet pada PC dan Switch. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 20
21 Untuk mengkonfigurasi ip address, klik pada PC kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih IP Configuration Untuk mengkonfigurasi IP Address secara manual pilihlah Static kemudian inputkan IP address dan Subnet Mask sesuai dengan hasil perhitungan subnetting yang telah kita lakukan sebelumnya. Dimana untuk PC0 PC4 kita akan memberikan IP Address kelas A dengan subnet mask sedangkan IP address PC5 PC9 menggunakan kelas B dengan subnet mask IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 21
22 Pengecekan Koneksi Jaringan : Pengecekan koneksi jaringan dengan perintah PING dari PC0 ke PC1 dalam network yang sama menggunakan kelas A. Klik pada PC0 kemudian pilih tab menu Desktop dan pilih Command Prompt Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC4. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC4 telah saling terkoneksi dengan baik ditandai dengan hasil tampilan Reply. Setelah itu, kita akan melakukan pengecekan koneksi dari PC5 ke PC9 yaitu dalam network yang sama dan menggunakan ip kelas B IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 22
23 Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC5. Terlihat bahwa antara PC5 dan PC9 telah saling terkoneksi dengan baik ditandai dengan hasil tampilan Reply. Setelah itu, kita akan melakukan pengecekan koneksi dari PC0 ke PC9 yaitu dalam jaringan dan kelas yang berbeda. IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 23
24 Kemudian lakukan perintah ping ke ip address PC9. Terlihat bahwa antara PC0 dan PC5 tidak saling terkoneksi yang ditandai dengan hasil tampilan RTO. 6. PERMASALAHAN DAN TROUBLESHOOTING Permasalahan : Pada percobaan pertama saat PC0 melakukan test koneksi dengan perintah PING ke PC4 yang dalam hal ini adalah satu subnetwork maka hasil yang ditampilkan adalah reply tetapi saat PC0 melakukan PING ke PC9 maka hasil yang didapat adalah RTO (Request Time Out), hal ini juga terjadi pada percobaan kedua dan ketiga dimana pada percobaan ketiga mengkoneksikan 2 kelas yang berbeda. Troubleshooting : Setiap host hanya dapat saling berkoneksi dalam subnetwork yang sama tetapi tidak dapat melakukan hubungan ke luar walaupun masih dalam network yang sama, hal itu dikarenakan untuk meningkatkan fungsi dari security agar subnetwork lain tidak akan bisa mengakses. Lalu bagaimana agar suatu subnetwork dapat terkoneksi dengan subnetwork atau bahkan netwok lain? Maka dibutuhkan sebuah router untuk menjembatani antar network atau subnetwork tersebut agar dapat saling terkoneksi karena fungsi dari router itu sendiri adalah menstranmisikan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain. 7. KESIMPULAN IP address dibuat untuk dapat mempermudah pengaturan dalam pengalamatan pada perangkat keras jaringan komputer sehingga dari pada itu dari praktek sebelumnya terdapat keterkaitan tentang pentingnya sebuah alamat IP. Subnet mask terdiri dari 3 kelas yaitu kelas A kelas B kelas C yang masing memiliki konfigurasi masing masing dalam pengguanaan teknik menghitung subnet masknya. Jadi dari ketiga kelas tersebut IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 24
25 kita dapat menentukan kelas yang mana yang akan kita gunakan jika kita dihadapkan pada permasalahan dalam efesiensi penggunaan IP address dengan memanfaatkan teknik subnet mask. Dan dari praktek ini juga kita dapat memahami bagaimana cara penghitungan dari ketiga kelas tersebut. Dalam trobelshootingnya kita dapat mengambil garis besar bahasa permasalahan tentang subneting berkisar pada jumlah subnet, jumlah host persubnet, block subnet dan alamat host broadcast. Yang terakhir dari praktek ini kita dapat memahami bahwa VLSM merupakan suatu methode pengembangan dalam memberikan suatu network address lebih dari satu subnet mask. 8. DAFTAR PUSTAKA IP Address dan Pengkabelan Tugas 3 25
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Pertemuan 2 & 3 Revisi : 01 Tgl : 5 Maret 2012 Hal 1 dari 12 1. Tujuan a. Mampu melakukan konfigurasi IP Address di komputer jaringan. b. Memahami konsep alokasi IP Public dengan metode Classless Addressing
IP Address dan Pengkabelan (2) Oleh : Tim Jarkom
IP Address dan Pengkabelan (2) Oleh : Tim Jarkom I. Tujuan Praktikum 1. Mampu melakukan konfigurasi IP Address di komputer jaringan. 2. Memahami konsep alokasi IP Public dengan metode Classless Addressing
IP Address, CIDR dan VLSM Oleh : Tim Jarkom
IP Address, CIDR dan VLSM Oleh : Tim Jarkom I. Tujuan Praktikum 1. Mampu melakukan konfigurasi IP Address di komputer jaringan. 2. Memahami konsep teknik subnetting menggunakan metode VLSM. 3. Memahami
NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI
NETWORK LAYER Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut : Pengalamatan
LAPORAN PRAKTIKUM IP
PEND. TEKNIK INFORMATIKA KELAS E1 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 LAPORAN PRAKTIKUM IP ADDRESS DAN PENGKABELAN Laporan ini guna memenuhi tugas mata kuliah Praktik Jaringan Komputer Disusun Oleh : Laporan
PENGANTAR SUBNETTING II
3 PENGANTAR SUBNETTING II LABORATORIUM LANJUT SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA PERTEMUAN III PENGANTAR SUBNETTING PART II I. Tujuan Praktikum : Memahami Konsep Dasar Subnetting
MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK
MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK TUJUAN PRAKTIKUM : 1. Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya. 2. Memahami Subnetting Classfull & Classless secara CIDR
Modul Praktikum Subnet dan Supernet
Modul Praktikum Subnet dan Supernet Modul Praktikum Authored by : Laboratorium Jaringan Komputer Program Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia 1. Subnetting Subnetting adalah teknik atau metode
LAPORAN JOB 02 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS CLASSLESS ADDRESSING ( CIDR )
LAPORAN JOB 02 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS CLASSLESS ADDRESSING ( CIDR ) Asisten pengampu : Arwan Nur Ramadhan, S.Pd Disusun Oleh: 1. Raynaldi Agil H 10507131004 (B5.1) 2. Bunyani Marsus 10507131005
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Pertemuan 2 & 3 Revisi : 00 Tgl : 11 Maret 2012 Hal 1 dari 7 1. Tujuan a. Mampu melakukan konfigurasi IP Address di komputer jaringan. b. Memahami konsep teknik subnetting menggunakan metode VLSM. c. Memahami
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2013 A. TUJUAN
IP ADDRESS : Jenis-jenis IP Address terdiri dari :
IP ADDRESS : Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik software maupun
LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS, CIDR dan VLSM
LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS, CIDR dan VLSM (Laporan ini dapat di akses di jarkomblog.weebly.com) Dosen Pengampu: Dr. Eko Marpanaji Disusun oleh: Saras Mareta Ratri 11520241040 Panggih
9/27/2013. Elisabeth,S.Kom -FTI UAJM. Pertemuan 5. Subnetting
Pertemuan 5 Subnetting 1 Apabila suatu organisasi memiliki IP Address dengan Network ID 222.124.14.0 memerlukan lebih dari satu Netwok ID, maka organisasi tersebut harus mengajukan permohonan ke Internet
BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM
BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Dasar Subnetting Fungsi dari subnetting adalah: Mengurangi trafik jaringan Performa jaringan teroptimasi Management
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING [email protected] Why? Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri
MODUL 3 JARINGAN DAN APLIKASI
MODUL 3 JARINGAN DAN APLIKASI 1. Tujuan - Mahasiswa dapat mengenal Jaringan - Mahasiswa dapat mengenal Aplikasi dalam Jaringan 2. Teori Singkat a. Jaringan Jaringan komputer dapat diartikan sebagai dua
IP Address. Setiap angka binary 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binarinya, memiliki nilai decimal tertentu seperti table di bawah ini.
IP Address IP addres adalah alamat logika yang diberikan ke perangkat jaringan yang menggunakan pro-col TCP/IP dimana pro-col TCP/IP digunakan untuk meneruskan packet informasi (routing) dalam jaringan
Andi Dwi Riyanto, M.Kom
IP Address (Ipv4) terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk empat kelompok dan masingmasing kelompok terdiri dari delapan (oktat) bit yang dipisahkan oleh tanda titik 11000000.10101000.00000000.00000001
PEMANFAATAN DISTANCE VECTOR EIGRP DENGAN METODE VARIABLE- LENGTH SUBNET MASK (VLSM) PADA JARINGAN MAN
PEMANFAATAN DISTANCE VECTOR EIGRP DENGAN METODE VARIABLE- LENGTH SUBNET MASK (VLSM) PADA JARINGAN MAN Bobby Jandri 1, Herlina Harahap 2, Fera Damayanti 3 1,2,3 Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan Jl. HM
Modul 3. Praktikkum Subnetting. A. Tujuan
Modul 3 Praktikkum Subnetting A. Tujuan Setelah Praktikum ini mahasiswa di harapkan dapat : 1 ) Memahami Koneksi dan Implementasi Subnet berikut konsep IPV 4 dan kelasnya 2 ) Membangun Koneksi antar Subnet
PENGANTAR SUBNETTING
2 PENGANTAR SUBNETTING LABORATORIUM LANJUT SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA PERTEMUAN II PENGANTAR SUBNETTING PART I I. Tujuan Praktikum : Memahami Konsep Dasar Subnetting Memahami
KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING
Tugas I Jaringan Multimedia KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING Oleh : PUTU NOPA GUNAWAN NIM : D411 10 009 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin 2013 1 A. Pendahuluan Teknologi
TUGAS MAKALAH SUBNETTING
TUGAS MAKALAH SUBNETTING Disusun Oleh : PUTRI HARFINDRANI 095623247 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DIII MANAJEMEN INFORMATIKA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012 A. Pengertian Subnetting Subnetting
Subnetting. Contoh analogi :
Subnetting Contoh analogi : Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh
UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment
UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment I. Pendahuluan IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal
Pertemuan XII. Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)
Pertemuan XII Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C) Subnetting #1 IPv4 hanya terdiri atas 32 bit sehingga pengalamatannya sangat terbatas, dengan makin bertambahnya jumlah pengguna jaringan dibuatlah suatu
Penggunaan IP Address
SUBNETTING Penggunaan IP Address Host ID (Nilai IP yang menunjukan bagian alamat host) Net ID (Nilai IP yang menunjukan bagian alamat jaringan) Alamat Host (komputer, router), nilai IP (Net ID + Host
Subnetting. Analogi subnetting dalam bentuk jalan
Subnetting Analogi subnetting dalam bentuk jalan Analogi Subnetting Analogi Subnetting -2- NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS
Subnetting. Pertemuan XI. Contoh Subneting 1
Subnetting Pertemuan XI Apabila suatu organisasi memiliki IP Address dengan Network ID 222.124.14.0 memerlukan lebih dari satu Netwok ID, maka organisasi tersebut harus mengajukan permohonan ke Internet
JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4
JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4 IP Versi 4 IP Address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap tiap komputer dalam jaringan. Format IP Address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya
CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID April 18, 2014 Leave a comment
CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID April 18, 2014 Leave a comment Konsep Subnetting Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga
BAB IV INTERNET PROTOCOL
BAB IV INTERNET PROTOCOL IP adalah standard protokol dengan nomer STD 5. Standar ini juga termasuk untuk ICMP, dan IGMP. Spesifikasi untuk IP dapat dilihat di RFC 791, 950, 919, dan 992 dengan update pada
Konsep Subnetting, Siapa Takut?
Konsep Subnetting, Siapa Takut? Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan
SUBNETTING. Gambar 1. Satu jaringan dengan IP Address
SUBNETTING adalah cara membagi satu jaringan menjadi beberapa sub jaringan. Beberapa bit dari bagian Host ID dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian NetID. Cara ini menciptakan sejumlah NetID tambahan
Materi Praktikum Studi Kasus Penyelesaian Subnetting dan Routing Static
Materi Praktikum Studi Kasus Penyelesaian Subnetting dan Routing Static Pengantar M. Agung Nugroho Jurusan Sistem Informasi, STMIK AMIKOM YOGYAKARTA [email protected] Subnetting adalah termasuk materi
BAB IV CISCO PACKET TRACER
BAB IV CISCO PACKET TRACER 4.1 Pendahuluan 4.1.1 Cisco Packet Tracer Cisco Packet Tracer merupakan sebuah alat pembantu atau bisa disebut simulator untuk alat alat jaringan Cisco. Cisco Packet Tracer biasanya
Jaringan Komputer. Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4)
Jaringan Komputer Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4) Objectives Memahami struktur IP address dan mampu melakukan konversi angka biner 8-bit dan angka desimal. Mampu mengklasifikasikan
IP Address & Subnetting
IP Address dan Subnetting 1 IP Address & Subnetting Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address
CIDR & VLSM. Nyoman Suryadipta, ST, CCNP
CIDR & VLSM Nyoman Suryadipta, ST, CCNP CIDR pada dasarnya adalah metode yang digunakan ISP (Internet Service Provider) untuk mengalokasikan sejumlah alamat dalam ukuran blok (block size) tertentu kepada
Studi Kasus Subnetting dan Routing Static
Studi Kasus Subnetting dan Routing Static Soal Suatu ketika anda di minta untuk membuat sebuah jaringan dengan topologi sebagai berikut : Jaringan diatas masih belum sempurna, sempurnakan dengan beberapa
PERANCANGAN DAN SIMULASI JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) MENGGUNAKAN SUBNETTING CLASSLESS INTERNET DOMAIN ROUTING (CIDR)
PERANCANGAN DAN SIMULASI JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) MENGGUNAKAN SUBNETTING CLASSLESS INTERNET DOMAIN ROUTING (CIDR) Firdaus 1, Samsudin 2,Nenna Irsa Syahputri 3 Program Studi Teknik informatika
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING Pertemuan 05-0606 Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA Jl. Kolonel Wahid Udin Lk. I Kel. Kayuara, Sekayu 30711 web:www.polsky.ac.id mail: [email protected]
IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom
IP ADDRESSING & SUBNETTING M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom PENGALAMATAN IP Setiap perangkat memiliki 2 pengalamatan: MAC address phisik IP Address logika o IP address pengalamatan
SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 0 Tanggal Berlaku : September 2013
SILABUS MATAKULIAH Revisi : 0 Tanggal Berlaku : September 2013 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A22.53110/ Pengantar Sistem Operasi dan Jaringan Komputer 2. Program Studi : Teknik Informatika-D3 3. Fakultas
TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5
TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5 I. Pengantar Cisco Packet Tracer merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Cisco Company, bertujuan untuk melakukan simulasi jaringan komputer dan untuk melakukan monitoring
VLSM (Variable Length Subnet Mask) Joko Christian,S.Kom
VLSM (Variable Length Subnet Mask) Joko Christian,S.Kom Sejarah Subnetting tradisional memungkinkan pembuatan subnet hingga 1 tingkat, namun masih memiliki beberapa kekurangan, diantaranya : 1. Setiap
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING
JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING [email protected] Why? Apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Why? Problem Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, Apakah
PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING
4 PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING Modul ini membahas tentang pengalamatan IP dan melakukan subnetting untuk membuat collision domain yang baru. Subnetting dilakukan dengan membagi alamat IP dari sebuah
CISCO PACKET TRACER & SIMULASINYA
CISCO PACKET TRACER & SIMULASINYA Packet Tracer Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device
Universitas Indraprasta PGRI / Teknik Informatika. CONTOH 1 : IP Address : Kelas C IP Address : Subnet Mask :
CONTOH 1 : IP Address : Kelas C IP Address : 222.124.14.0 Subnet Mask : 255.255.255.0 1 IP Address & Subnet Mask ditulis dalam bentuk angka biner : Cara membuat Subnet-Subnet baru dari IP Address yang
Figure 3.1 Format datagram IP
3.1 Tujuan Mengetahui bagaimana TCP/IP mengidentifikasi jaringan Mengetahui bagaimana netmask menentukan range IP address Mengetahui fungsi kerja subnetting 3.2 Teori Dasar Dalam melakukan pengiriman data
Modul Cisco Packet Tracer
Modul Cisco Packet Tracer A. Tujuan Percobaan 1. Praktikan dapat mengetahui fitur-fitur yang ada di Packet Tracer. 2. Praktikan dapat mengetahui macam-macam perangkat jaringan. 3. Praktikan dapat mengetahui
Praktikum Jaringan Komputer, lumayan nyambung lah, plus, kuliah S1 banyak teorinya, pas nemu mata kuliah praktek, seger banget rasanya.
Praktikum Jaringan Komputer Praktikum Jaringan Komputer, lumayan nyambung lah, plus, kuliah S1 banyak teorinya, pas nemu mata kuliah praktek, seger banget rasanya. Hehehehehe Nah, langsung aja dah, pengertian
KONFIGURASI ROUTING PROTOCOL RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) MELALUI SIMULASI DENGAN PACKET TRACER 5.
KONFIGURASI ROUTING PROTOCOL RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) MELALUI SIMULASI DENGAN PACKET TRACER 5.0 O L E H ERISA MIRANDA SINAGA NIM : 050402050 DEPARTEMEN TEKNIK
Cara menghitung IP Address, Subnet mask dan Net ID
Cara menghitung IP Address, Subnet mask dan Net ID by webmaster - Friday, April 18, 2014 http://johans.student.akademitelkom.ac.id/index.php/2014/04/18/cara-menghitung-ip-address-subnetmask-dan-net-id/
PENGHITUNGAN SUBNETTING
PENGHITUNGAN SUBNETTING Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting
1. Mengetahui 3 tipe komunikasi TCP/IP 2. Mengetahui kelas IP Address 3. Menghitung subnetting (Classless Addressing)
1. Mengetahui 3 tipe komunikasi TCP/IP 2. Mengetahui kelas IP Address 3. Menghitung subnetting (Classless Addressing) Dalam TCP/IP dikenal 3 tipe komunikasi : Unicast Broadcast Multicast Pada komunikasi
Tutorial Cisco Packet Tracer: Konfigurasi VLAN Pada Switch
Tutorial Cisco Packet Tracer: Konfigurasi VLAN Pada Switch Kepanjangan dari VLAN adalah Virtual LAN. Konsep VLAN itu sendiri adalah membuat jaringan di dalam sebuah jaringan, dengan kata lain VLAN dapat
Cisco Packet Tracer 5.3.2
MATERI JARINGAN KOMPUTER (JARKOM) Cisco Packet Tracer 5.3.2 Disusun oleh : Aririk Japik, S.Kom Untuk Jurusan : Informatika Komputer Materi Networking With Packet Tracer (Aririk Japik, S.Kom) 1 Praktikum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, kebutuhan akan pemanfaatan teknologi jaringan komputer merupakan hal yang telah umum dan sangat penting. Meningkatnya kebutuhan jaringan komputer
KONFIGURASI CISCO ROUTER
KONFIGURASI CISCO ROUTER Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah yang mengatur mekanisme
Modul 1. Topologi Jaringan
Modul 1 Topologi Jaringan 1. Tujuan - Praktikan dapat memahami konsep topologi jaringan. - Praktikan mampu membuat simulasi topologi jaringan dengan menggunakan packet tracer. 2. Alat yang Dibutuhkan -
SUBNETTING IP ADDRESS
SUBNETTING IP ADDRESS 1 Menghitung Subnetting IP Address Berikut ini kita akan membahas tentang perhitungan subnetting, perhitungan subnetting bias dilakukan dengan dua cara, yaitu cara binary yang relative
JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5)
JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5) Joko Christian,S.kom CONTENT 1. Refresh konversi biner ke desimal 2. Pemahaman struktur IP address versi 4 3. Memahami Network prefix 4. Alokasi IP address
Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer
Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer Ferry Ardian [email protected] http://a Dasar Teori. Routing merupakan suatu metode penjaluran suatu data, jalur mana saja yang akan dilewati oleh
SILABUS PENGANTAR SISTEM OPERASI DAN JARINGAN KOMPUTER
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : A22.53110 / Pengantar Sistem Operasi dan Jaringan Komputer Revisi ke : 0 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : Agustus
LEBIH MENGENAL PROSES SUBNNETING
LEBIH MENGENAL PROSES SUBNNETING Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Semakin banyak nya pengguna perangkat computer dan smarphone yang menggunakan Ip address, membuat jumlah Ip semakin lama
AKHMAD FAJRI YUDIHARTO( ) Tugas 3. Vlan Menggunakan 2 Switch
Tugas 3 Vlan Menggunakan 2 Switch Pada topologi di atas menggunakan 2 vlan, dimana vlan 10 pada jaringan 192.168.10.0/24 dan vlan 90 pada jaringan 192.168.90.0/24. Konfigurasi pada switch0 Switch>enable
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan
IP Addressing. Oleh : Akhmad Mukhammad
IP Addressing Oleh : Akhmad Mukhammad Objektif Memahami struktur IP address dan mampu melakukan konversi angka biner 8-bit dan angka desimal. Mampu mengklasifikasikan tipe IP address dan mengetahui penggunaannya
Muhamad Husni Lafif. Perhitungan Tentang Subnetting. Lisensi Dokumen:
Muhamad Husni Lafif [email protected] http://royalclaas.blogspot.com Perhitungan Tentang Subnetting Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat
Praktikum Jaringan Komputer
Praktikum Jaringan Komputer Pengenalan IP dan Subnetting LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2014 Daftar Isi Daftar Isi... i Internet Protocol ( IP )... 1 Sejarah IP Address...
IP address IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik(.) atau dot di setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini untuk selanjutnya disebut dengan oktet. Bentuk biner adalah sebagai
TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL)
TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL) SEMESTER GENAP 2011/2012 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Installasi Perangkat Jaringan Lokal
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Installasi Perangkat Jaringan Lokal Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
MODUL PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO 2015 A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL I PENGKABELAN : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu)
Subnetting. Dua alasan utama melakukan subnetting: 1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien.
Subnetting Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan
IP ADDRESS DAN SUBNETTING
IP ADDRESS DAN SUBNETTING IP ADDRESS dan SUBNETTING IP ADDRESS IP address atau alamat IP ibarat sebuah tanda pengenal bagi pc yang sedang berhubungan dengan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP.
IP ADDRESS dan SUBNETTING
IP ADDRESS dan SUBNETTING IP ADDRESS IP address atau alamat IP ibarat sebuah tanda pengenal bagi pc yang sedang berhubungan dengan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP address terdiri dari 32
Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1
Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1 Subnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari
Jaringan Komputer: Ch. 3 Network Protocols and Communications
1 Ch. 3 Network Protocols and Communications Jaringan Komputer: IPv4 Addresses and IP Address v4.0 The Subnet Mask 2 Hardware Addressing. Hardware addressing (pengalamatan perangkat keras) digunakan untuk
IP Address. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya
IP Address Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya 1 Pendahuluan Salah satu aturan yang ada pada jaringan TCP/IP adalah pengalamatan, setiap komputer yang terkoneksi
Jaringan Komputer. CIDR (Classles Inter Domain Routing) Joko Christian, S.Kom
Jaringan Komputer CIDR (Classles Inter Domain Routing) Joko Christian, S.Kom Latar Belakang Classless Inter Domain Routing diadopsi untuk membantu mengurangi beban pada router backbone (misalnya pada router
fm_iqbal
Cisco Packet Tracer : Simulasi LAN Sederhana fm_iqbal [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan
Percobaan VLAN. Konfigurasi VLAN
Percobaan VLAN Digunakan 2 switch pada jaringan VLAN. Untuk jaringan 192.168.10.0/24 menggunakan VLAN10 dan 192.168.30.0/24 menggunakan VLAN30. Konfigurasi VLAN Buat VLAN baru, VLAN 10 dan VLAN 30. Lakukan
IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1.
Setiap perangkat jaringan baik komputer, router, ataupun yang lain harus memiliki identitas yang unik. Pada layer network, paket-paket komunikasi data memerlukan alamat pengirim dan alamat penerima dari
Sip, sekarang coba designkan saya sebuah jaringan Komputer seperti dibawah ini. Gambar 1 : Jaringan Komputer Lab A
Jaringan Router Wah guys, ini ne yang sedikit sulit tapi asyik sekarang kita akan mencoba menghubungkan sebuah jaringan computer dengan subnet / gang yang berbeda dan studi kasusnya akan kita coba untuk
Dasar Perhitungan. Basis Bilangan 2 (Biner) Badiyanto, S.Kom., M.Kom STMIK AKAKOM Yogyakarta Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1
Badiyanto, S.Kom., M.Kom STMIK AKAKOM Yogyakarta Dasar Perhitungan Basis Bilangan (Biner) Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1 DESIMAL BINER DESIMAL BINER 0 0 11 1011 1 1 1 1100 10 13 1101 3 11 14
DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam
DASAR JARINGAN Jaringan komputer merupakan fungsi / proses pengiriman data antara satu komputer menuju komputer lainnya. dalam jaringan komputer kita sering mendengar istilah tentang TCP/IP. Lalu apakah
LAPORAN PRAKTIKUM IV MANAGEMENT INTERNETWORKING & ROUTER ROUTING ROUTING DINAMIS. Disusun oleh: Oktavia Indriani IK 3B
LAPORAN PRAKTIKUM IV MANAGEMENT INTERNETWORKING & ROUTER ROUTING ROUTING DINAMIS Disusun oleh: Oktavia Indriani IK 3B 3.34.13.1.13 PROGAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI
Memahami IP Address 17 th of November 2001
Memahami IP Address 17 th of November 2001 [email protected] IP atau Internet Protocol mendefinisikan bagaimana informasi dilewatkan antar sistem di Internet. IP Address atau Alamat IP adalah suatu deretan
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN WAN MENGGUNAKAN METODE VLSM DAN ROUTING
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN WAN MENGGUNAKAN METODE VLSM DAN ROUTING OSPF PADA PT. GRAMEDIA MEDAN Hardiansyah Putra 1, Husni Ilyas 2, Imran Lubis 3 1 Jurusan Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknik
Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC
WORKSHOP INTERNET PROTOCOL (IP) 1. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Switch 1 buah 2. Kabel cross-over (2 meter) 1 buah 3. Kabel straight-through @ 2 meter 3 buah 4. Komputer
Konsep Subnetting, Siapa Takut?
Konsep Subnetting, Siapa Takut? Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan
VARIASI & TEKNIK PERHITUNGAN IP ADDRESS A) SOAL SUBNETMASK DENGAN PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET
VARIASI & TEKNIK PERHITUNGAN IP ADDRESS A) SOAL SUBNETMASK DENGAN PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET Soal dengan pertanyaan subnetmask apa yang sebaiknya digunakan dengan batasan jumlah host atau subnet
subnetting Subnetting berarti memecah jaringan menjadi beberapa jaringan kecil. Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, di
SUBNETTING subnetting Subnetting berarti memecah jaringan menjadi beberapa jaringan kecil. Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk
MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan
MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan PERSIAPAN Persiapan simulasi server HTTP dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 1 buah workstation dan 1 server yang terhubung langsung dengan kabel --tipe
JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA
Sudah Mengumpulkan Jurnal? http://goo.gl/hhsqum JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA Group Jarkom SI Amikom https://www.facebook.com/groups/jarkom.amikom/ Pertemuan 8 Router Protocol Routing TCP/IP
Jaringan Komputer. IP Addressing (IPV4 dan IPV6) Adhitya Nugraha.
Jaringan Komputer IP Addressing (IPV4 dan IPV6) Adhitya Nugraha [email protected] Fasilkom 1/20/2015 Objectives Memahami struktur IP address dan mampu melakukan konversi angka biner 8-bit dan angka
