BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan data yang telah disebar kepada wajib pajak orang pribadi yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Pekalongan yang berjumlah nasabah. Dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Hasil Jawaban Responden Atas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak. kerelaan nilai dalam membayar pajak sebagai berikut :

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta. Ruang lingkup

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. wilayah Semarang dan masih aktif sampai sekarang serta bersedia untuk mengisi

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ACE HARDWARE DI MARGO CITY DEPOK

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Objek dan Subjek Penelitian. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran umum (intitusi/ perusahaan/ responden)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN. buah. Dari 105 kuesioner yang dikirimkan kepada seluruh

BAB IV HASIL PENELITIAN. Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan. Ampel yang berlokasi di di Jl. A.Yani 117 Surabaya.

Angkatan/Stambuk : 2007 : Departemen Manajemen, Fakultas ekonomi, Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Lazada Indonesia merupakan top online retailer di Indonesia. Perusahaan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. transaksi untuk pembelian fashion muslim melalui e-commerce, maka akan. Tabel 4.1 Data responden berdasarkan gender

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. A. ANALISIS DATA 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV. Tabel 4.1. dan Pendapatan Bagi Hasil. Descriptive Statistics. Pembiayaan_Mudharabah E6 4.59E E E9

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Rincian Pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebon Jeruk Satu. mengoptimalkan penerimaan pajak.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. elektrik, appliance dan industri umum. PT Yamatogomu Indonesia berdiri

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dengan jumlah

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PEMBAHASAN. ditawarkan tidak hanya berasal dari produsen lokal saja, namun juga

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Data Deskriptif Keterangan Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, BI RATE DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA BANK BUMN

Bab IV. Analisis dan Hasil Pembahasan. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan ke 125 orang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

Transkripsi:

31 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian. Data demografi tersebut antara lain : jenis kelamin, usia, pendidikan, lama menekuni keahlian khusus (auditor), serta lamanya pengalaman kerja. Alat analisis data ini disajikan dengan mengundang table distribusi frekuensi yang memaparkan kisaran teoritis dan kisaran aktual. Dapat dilihat pada table karakteristik responden dibawah ini. B. Karakteristik Responden Proses pengumpulan data kuesioner dilakukan mulai tanggal 7 Maret 2013 sampai dengan tanggal 3 April 2013. Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada 78 auditor yang berada di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan dan hanya 51 kuesioner yang kembali. Seluruh kuesioner yang kembali tersebut akan dijadikan sampel dalam penelitian ini. 31

32 Tabel 4.1 Sampel dan Tingkat Pengembalian Kuesioner Keterangan Jumlah Penyebaran kuesioner 78 Kuesioner yang tidak kembali 27 Kuesioner yang bisa diolah 51 Sumber : Data yang diolah Gambar 4.1 Sampel dan pengembalian kuesioner 33% 17% 50% Penyebaran kuesioner Kuesioner yang tidak kembali Kuesioner yang bisa diolah Sebelum menganalisis jawaban-jawaban responden, terlebih dahulu akan dibahas gambaran umum tentang responden tersebut. Berikut merupakan beberapa tabel yang menunjukan profil responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini.

33 Tabel 4.2 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Presentase Laki Laki 34 66,7 % Perempuan 17 33,3 % Jumlah 51 100 Sumber : Hasil penelitian tahun 2013 (data diolah) Gambar 4.2 Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin Laki-laki Perempuan 33% 67% Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah sampel sebanyak 51 orang terdiri dari 34 orang laki-laki dengan presentase 67 % dan sisanya sebanyak 17 orang perempuan dengan presentase 33 %. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan rata-rata auditor yang bekerja di kantor akuntan publik Jakarta Selatan adalah laki-laki, dilihat dari banyaknya responden yang mengisi kuesioner.

34 Tabel 4.3 Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Presentase < 25 tahun 28 54,9 % 25 tahun 35 tahun 23 45,1 % 36 tahun 40 tahun - - 46 tahun 55 tahun - - >55 tahun - - Jumlah 51 100 Sumber : Data yang diolah Gambar 4.3 Deskripsi Responden Berdasarkan Usia < 25 tahun 25-35 tahun 36-40 tahun 46-55 tahun > 55 tahun 0% 0% 0% 45% 55% Dari data diatas dapat diketahui responden yang berumur < 25 tahun sebanyak 28 orang dengan presentase 54,9 %, responden berumur 25-35 tahun sebanyak 23 orang dengan presentase 45,1 %, dan tidak

35 terdapat responden berusia 36-40 tahun, responden yang berusia 46-55 tahun dan responden yang diatas > 55 tahun. Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Frekuensi Presentase D3 6 11,8 % S1 44 86,2 % S2 1 2 % S3 - - Jumlah 51 100 Sumber : Data yang diolah Gambar 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan S2 2% D3 12% S3 0% S1 86% Dari tabel diatas dapat diketahui auditor yang berpendidikan D3 sebanyak 6 orang dengan presentase 11,8 %, pendidikan S1 sebanyak 44

36 orang dengan presentase 86,2 %, pendidikan S2 sebanyak 1 orang dengan presentase 2 % dan pendidikan S3 tidak terdapat atau tidak ada. Tabel 4.5 Deskripsi Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja Sebagai Auditor Lama Bekerja Frekuensi Presentase < 5 Tahun 41 80,4 % 5 Tahun 10 Tahun 10 19,6 % >10 Tahun - - Jumlah 51 100 Sumber : Data yang diolah Gambar 4.5 Lama Bekerja < 5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun 0% 20% 80%

37 Dari tabel diatas diketahui auditor yang bekerja < 5 tahun sebanyak 41 orang dengan presentase 80,4 %, 5 10 tahun sebanyak 10 orang dengan presentase 19,6 %, dan data diatas > 10 tahun tidak ada. C. Analisis Pengujian Data Setelah data dikumpulkan, maka tahap selanjutnya adalah pengujian terhadap data tersebut. Pengujian data yang akan penulis lakukan adalah pengujian validitas dan reliabilitas. Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana konsistensi alat ukur yang digunakan dalam item kuesioner. Sedangkan reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran dapat diandalkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan bantuan SPSS 20 untuk mengolah data. 1. Uji Validitas Uji validitas diukur dengan cara membandingkan nilai pearson correlation dengan r-tabel. Jika r hitung > dari r tabel, maka item pertanyaan dinyatakan valid dan jika r hitung < dari r tabel, maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid. Nilai r-tabel di dapat dari degree of freedom (df=n-2), dimana n adalah jumlah responden dengan α= 0,05. Dalam penelitian ini nilai r-tabel yang didapat adalah 0,276, nilai tersebut didapat dari (df=51-2=49) dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil uji validitas dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

38 Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel Independensi (X 1 ) ( dengan r tabel = 0,276 ) No. Indikator Nilai Korelasi (Pearson Corellation) Probabilitas Korelasi Sig. (2 tailed) Keterangan 1 Ind 1 0,722 0,000 VALID 2 Ind 2 0,099 0,488 TIDAK VALID 3 Ind 3 0,858 0,000 VALID 4 Ind 4 0,674 0,000 VALID 5 Ind 5 0,872 0,000 VALID 6 Ind 6 0,838 0,000 VALID 7 Ind 7 0,849 0,000 VALID 8 Ind 8 0,838 0,000 VALID 9 Ind 9 0,058 0,687 TIDAK VALID 10 Ind 10 0,526 0,000 VALID 11 Ind 11 0,734 0,000 VALID 12 Ind 12 0,472 0,000 VALID Sumber : Output SPSS

39 Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel Integritas (X 2 ) (dengan r tabel = 0,276) No. Indikator Nilai Korelasi (Pearson Corellation) Probabilitas Korelasi Sig. (2 tailed) Keterangan 1. Int 1 0,648 0,000 VALID 2. Int 2 0,838 0,000 VALID 3. Int 3 0,738 0,000 VALID 4. Int 4 0,755 0,000 VALID Sumber : Output SPSS Tabel 4.8 Hasil uji validitas variabel kualitas audit (Y) (r tabel = 0,276) No. Indikator Nilai Korelasi Probabilitas (Pearson Corellation) Korelasi Sig. (2 tailed) Keterangan 1 Ind 1 0,259 0,066 TIDAK VALID 2 Ind 2 0,614 0,000 VALID 3 Ind 3 0,416 0,002 VALID 4 Ind 4 0,659 0,000 VALID 5 Ind 5 0,595 0,000 VALID 6 Ind 6 0,600 0,000 VALID Sumber : Output SPSS Berdasarkan hasil olah data pada tabel diatas terlihat bahwa semua item pertanyaan memiliki nilai r hitung > dari r tabel yaitu 0,276, maka dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel independensi, integritas dan kualitas audit dinyatakan valid.

40 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi jawaban responden atas seluruh bukti pertanyaan. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006:45). Suatu variabel dapat dikatakan reliabel apabila nilai cronbach s alpha dari variabel tersebut > 0,60. Hasil pengujian reliabilitas ditampilkan dalam tabel berikut ini : Variabel Tabel 4.9 Hasil uji reliabilitas Jumlah Butir Pertanyaan Cronbach alpha Independensi (X 1 ) 10 0,914 Integritas (X 2 ) 4 0,740 Kualitas Audit (Y) 6 0,686 Sumber : Output SPSS Berdasarkan tabel 4.10 menunjukan bahwa pada variabel Independensi nilai cronbach alpha 0,914, nilai cronbach alpha variabel Integritas 0,740, dan nilai cronbach alpha variabel kualitas audit 0,686. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen untuk setiap variabel penelitian adalah reliabel, karena nilai cronbach s alpha dari semua variabel yang di uji memiliki nilai > 0,60.

41 D. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik bertujuan agar mendapatkan model penelitian yang valid dan dapat digunakan dalam melakukan estimasi. Model regresi dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi asumsi normalitas data dan terbebas dari asumsi klasik statistik. Model regresi akan dapat dijadikan alat estimasi yang tidak bias jika telah memenuhi persyaratan tidak terdapat heteroskedasitas, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat autokolerasi. Pengujian terhadap penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan instrumen penguji dari uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Hal ini bertujuan bahwa variabel yang digunakan memenuhi syarat dalam melakukan analisis sehingga hasil penelitian tidak bias. 1. Uji Normalitas Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji one sample kolmogorov smirnov yang dapat dilihat pada signifikasi, apabila nilai sig > 0,05 maka data dikatakan terdistribusi dengan normal dan normal probability plot yang dapat dilihat pada penyebaran data yang berupa titik-titik pada sumbu diagonal dari grafik, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas dan sebaliknya, jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal maka model tersebut tidak berdistribusi secara normal.

42 Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 51 Normal Parameters a,b Mean.00 Std. Deviation 2.006 Most Extreme Differences Absolute.083 Positive.080 Negative -.083 Kolmogorov-Smirnov Z.591 Asymp. Sig. (2-tailed).877 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Dari tabel diatas diketahui nilai kolmogorov smirnov 0,591 dan signifikan pada 0,877 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi secara normal. 2. Uji Multikolinieritas Uji multikolonieritas ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel independen, yaitu : Independensi dan Integritas. Uji multikolinieritas dilakukan dengan cara melihat (1) nilai tolerance dan (2) variance inflation factor (VIF). Dibawah ini merupakan hasil pengiujian multikolinieritas :

43 Tabel 4.11 Hasil uji multikolonieritas Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Tolerance VIF (Constant) 13.436 2.656 X1.077.035.995 1.005 X2.465.138.995 1.005 a. Dependent Variable: Y Tabel diatas menunjukan bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel independen, yaitu Independensi (X1) sebesar 0,995 dan Integritas (X2) sebesar 0,995. Dari output diatas juga diketahui nilai variance inflation factor (VIF) masing-masing variabel independen, yaitu Independensi (X1) adalah 1,005 dan Integritas (X2) adalah 1,005. Kedua variabel independen tersebut memiliki nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen. 3. Uji Heteroskedasitas Uji heteroskedasitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedasitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Untuk menguji heteroskedastisitas digunakan uji Glejser.

44 Tabel 4.12 Uji Heteroskedastisitas Sumber : Output SPSS Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant).795 1.654.481.633 X1.001.022.005.035.972 X2.044.086.073.509.613 a. Dependent Variable: ABS_UT Pada Tabel 4.12 menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai absolute residual (AbsRes). Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5 persen. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. E. Analisis Regresi Berganda Setelah melakukan pengujian asumsi klasik dan telah terbukti bahwa data terbebas dari asumsi-asumsi klasik tersebut, maka data dalam penelitian ini telah memenuhi syarat untuk melakukan pengujian analisis regresi berganda. Uji regresi linear berganda yaitu untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh antara dua atau lebih variabel X sebagai variabel independen (bebas) dengan variabel Y sebagai variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, analisis regresi linear berganda dilakukan agar

45 mengetahui koefisien regresi atau besarnya pengaruh variabel dependennya yaitu kualitas audit (Y), sedangkan variabel independennya yaitu Independensi (X 1 ) dan Integritas (X 3 ). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda karena memiliki variabel independen lebih dari satu. Tabel 4.13 Uji regresi linier berganda Unstandardized Coefficients Coefficientsa Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) 13.436 2.656 5.059.000 X1.077.035.276 2.187.034.995 1.005 X2.465.138.426 3.376.001.995 1.005 a. Dependent Variable: Y Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui persamaan regresinya, yaitu : y = α + β 1 x 1 + β 2 x 2 + e Y = 12,023 + 0,114 X 1 + 0,492 X 2 + Keterangan: : Kualitas Audit : Nilai Konstanta β 1-2 : Koefisien Determinasi : Independensi : Integritas

46 F. Analisis Uji Hipotesis 1. Uji Koefisien Determinasi Tabel 4.14 Hasil uji koefisien determinasi Model Summary b Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1.490 a.240.209 2.048 a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y Sumber : Output SPSS Dari tabel diatas dapat dilihat Adjusted square pada penelitian ini adalah nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,240 (24%). Koefisien determinasi ini menunjukka bahwa 24% kualitas audit dapat dijelaskan atau dipengaruhi oleh Independensi dan Integritas. Sedangkan sisa (100% - 24% = oleh variabel 76%) kualitas audit dipengaruhi lain diluar model.

47 2. Uji Regresi Secara Simultan (uji F) Uji-F (uji bersama-sama) digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel depeneden. Pengujiannya dilakukan dengan membandingkan F Hitung dengan F tabel dengan tingkat kepercayaan 0,05 atau 5%. Tabel 4.15 Hasil uji F statistic ANOVA a Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 63.680 2 31.840 7.592.001 b Residual 201.300 48 4.194 Total 264.980 50 a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X2, X1 H 01 ditolak dan H a1 diterima. Dari tabel diatas diketahui nilai F hitung sebesar 7,592 dengan probabilitas 0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Independensi dan Integritas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas audit, karena probabilitas p value 0,000 yang artinya < 0,05, dan F hitung (7,592) > F tabel (3,19).

48 3. Uji Regresi Secara Parsial (uji t) Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu antara Independensi dan Integritas terhadap kualitas audit. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari masingmasing variabel dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas (pvalue) dengan tingkat signifikasi yang digunakan sebesar 0,05, jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel-variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji regresi secara parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.16 Hasil uji t statistik Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 13.436 2.656 5.059.000 X1.077.035.276 2.187.034 X2.465.138.426 3.376.001 a. Dependent Variable: Y Sumber : Output SPSS Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. H 02 ditolak dan H a2 diterima Variabel Independensi memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,034. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga

49 dapat disimpulkan bahwa Independensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. b. H 03 ditolak dan H a3 diterima Variabel Integritas memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,001. Nilai ini jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Integritas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. G. Pembahasan Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Pengaruh Independensi terhadap kualitas audit Variabel independensi memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,002. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa independensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. hal ini mengindikasikan bahwa auditor dalam mempertimbangkan fakta tidak memihak dan adanya pertimbangan yang objektif dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya, Sikap independensi auditor dapat menghindarkan hubungan yang mungkin mengganggu obyektivitas auditor. Penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan Harvita Yulian Ayuningtyas dan Sugeng Pamudji (2012) yang menyatakan independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

50 2. Pengaruh Integritas terhadap kualitas audit Variabel Integritas memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,001. Nilai ini jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, Sehingga dapat disimpulkan bahwa Integritas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. hal ini mengindikasikan bahwa auditor tidak mempertimbangkan keadaan pribadi seseorang / sekelompok orang atau suatu organisasi untuk membenarkan perbuatan melanggar ketentuan atau perundang-undangan yang berlaku, serta bila obyek pemeriksaan melakukan kesalahan maka auditor bersikap tegas dan membenarkan. Penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan Ika Sukriah, dkk (2009) yang menyatakan bahwa integritas tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil Pemeriksaan. 3. Pengaruh Independensi dan Integritas Auditor Terhadap Kualitas Audit Dari tabel diketahui nilai F hitung sebesar 11,240 dengan probabilitas 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa independensi dan integritas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas audit, karena probabilitas p value 0,000 yang artinya < 0,05, dan F hitung (11,240) > F tabel (3,19).