Pusat Layanan Autisme Mansfield Australia

dokumen-dokumen yang mirip
Pendekatan Umum Menuju Pemulihan

Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kuesioner Penelitian KUESIONER. 1. Jenis Kelamin : 2. Usia : Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang

LAMPIRAN A. Cara Pengukuran Kecemasan

PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI

Cara Mengatasi Kecemasan

LAMPIRAN KUESIONER DATA UMUM RESPONDEN NOMOR PIN :

BAB II KONSEP DASAR. orang lain maupun lingkungan (Townsend, 1998). orang lain, dan lingkungan (Stuart dan Sundeen, 1998).

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua)

Kata Pengantar. Jawaban dari setiap pernyataan tidak menunjukkan benar atau salah, melainkan hanya pendapat dan persepsi saudara/i belaka.

ANXIETY. Joko Purwanto. Oleh : FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS)

AUTISME MASA KANAK-KANAK Autis berasal dari kata auto, yg berarti sendiri. Istilah autisme diperkenalkan oleh Leo Kanner, 1943 Pandangan lama: autisme

Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS)

BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut:

PROSES TERJADINYA MASALAH

LEMBAR PERSTUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN

BAB IV HASIL PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA

LETTER OF CONSENT. Dengan ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini

Lembar Persetujuan Responden

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS)

PERMOHONAN MENJADI PARTISIPAN. Dengan hormat, saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Yantri Nim :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lampiran 4. Lembar Permohonan Menjadi Responden

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS

STRESS DALAM PEKERJAAN. Armaidi Darmawan, dr, M.Epid Bagian Kedokteran Komunitas/Keluarga FKIK Unja

LEMBAR INFORMASI PENELITIAN. akan melakukan penelitian dengan judul Gambaran Tingkat Kecemasan Wanita

BAB I PENDAHULUAN. Hampir semua perasaan takut bermula dari masa kanak-kanak karena pada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORETIK. 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. a. Pengertian Kemampuan Pemecahan Masalah

SEKOLAH IDEAL. Oleh: Damar Kristianto

No : 12 / IV / SEMAKU / 2017 Yogyakarta, 17 April Dengan ini Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter SEMAKU mengucapkan terima kasih kepada:

LEMBAR PENGANTAR RESPONDEN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung

Cara Membaca Bahasa Tubuh

ITEM KECEMASAN WANITA MENGHADAPI MENOPAUSE

BAB V PEMBAHASAN. anak menilai bahwa perilaku tantrum adalah suatu perilaku yang masih

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN

BERDUKA DAN KEHILANGAN. Niken Andalasari

LAMPIRAN A : SKALA PENELITIAN A-1 Skala Kecemasan pada Penderita Diabetes Mellitus A-2 Skala Konsep Diri

Menjadi orang tua anak yang Hiperaktif (ADHD)

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAMPIRAN. Tabel Karakteristik ADHD dan gangguan Sensori Integrasi (SI) Karakteristik Permasalahan ADHD Gangguan SI Terlalu lelah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)

Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping. Anxiety (kecemasan)

KUESIONER TENTANG PENGETAHUAN IBU TENTANG PERSIAPAN MEMASUKI MASA MENOPAUSE DI DUSUN V DESA SAMBIREJO KECAMATAN BINJAI KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2007

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bila dihadapkan pada hal-hal yang baru maupun adanya sebuah konflik.

LAMPIRAN I INSTRUMEN PENELITIAN

Ciri akhir masa kanak-kanak

MASA KANAK-KANAK AKHIR

KMSJ Kartu Menuju Sehat Jiwa

LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN

Pedoman Identifikasi Anak Autis. Sukinah jurusan PLB FIP UNY

ASPEK PSIKOLOGI DALAM OLAHRAGA SENAM. Oleh Helmy Firmansyah

Lampiran 1 Lembar Permohonan Menjadi Responden

Konsep Kecemasa n. Oleh : Hapsah

8. Apakah Saudara merasa kesulitan dalam mengajar dan mendidik anak didik terkait dengan berbagai karakteristik khas yang dimiliki anak didik?

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hidup di zaman yang serba sulit masa kini. Pendidikan dapat dimulai dari

BAB III METODE PENELITIAN. dengan data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Pada

DETEKSI DINI STRES DI TEMPAT KERJA DAN PENANGGULANGANNYA

Pengembangan Perilaku Adaptif Bagi Anak Autis. M. Sugiarmin

BAB IV HASL PENELITIAN DAN PEMBAHASN. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan diperoleh gambaran kecemasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kepekaan, ketelitian, serta ketekunan. Pada pelaksanaan PBP

SINOPSIS FILM PREMONITION

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN RESIKO TINGGI KEKERASAN

Angket 1 No Pernyataan SS S TS STS

Anak Autistik dan Anak Kesulitan Belajar. Mohamad Sugiarmin Pos Indonesia Bandung, Senin 27 April 2009

Hesti Lestari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unsrat RSUP Prof dr R.D. Kandou Manado

ANALISA DATA Tabel 3.10 Analisa data NO TGL DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH. aorta Klien mengatakan mudah merasa lelah jika beraktivitas

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA?

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan, maka dapat diperoleh

Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM

BAB 4 KONSEP DESAIN Premise Penyesalan seorang anak atas apa yang telah dilakukannya terhadap ibunya.

KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUANGAN PERAWATAN BEDAH LANTAI 5 RUMAH

LAMPIRAN A. Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF

BAB II LANDASAN TEORITIS

HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN EKSTROVERT DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA FKIP PBSID UMS SKRIPSI

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENGELOLA STRESS DAN MENGENDALIKAN EMOSI. dr Gunawan Setiadi Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa

Gangguan Ansietas, Fobia, dan Obsesif kompulsif

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

LAMPIRAN. Universita Sumatera Utara

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS (CMHN)

PATI AGNI Antologi Kematian

BAB I PENDAHULUAN. kecemasan yang tidak terjamin atas prosedur perawatan. 2 Menurut penelitian, 1

Transkripsi:

Pusat Layanan Autisme Mansfield Australia

Merupakan kondisi kecemasan yg berlebihan, ketakutan, menarik diri sbg bentuk patologi psikologis Gelisah atau panik terjadi kapan saja dan dapat mempengaruhi secara psikologis & fisik, mengurangi kemampuan belajar, menyimak, duduk dg tenang. Beberapa gejalanya nampak jelas dan ada pula yg samar (Bellini, 2004)

Yg dialami atau dirasakan anak (Autism.org.uk.2010) Kehausan Gemetar Berdebar-debar Lemas Otot kaku Pening Sakit perut

Sering buang air kecil Sulit tidur Berkeringat Nafas tersengal-sengal Menggigil Kembung

Yg memunculkan perilaku (Bellini, 2004 & Anxiety Disorders of America) Tidak sabaran Sulit tidur Depresi Tidak bisa diam Ketakutan Sesak dada Merasa tersedak Menarik diri

Sulit ditenangkan Terikat rutinitas Selalu kuatir Sulit konsentrasi Terobsesi pada sesuatu Perfeksionis Tegang Menangis, tantrum Ingin kabur Agresif verbal atau fisik Menolak sekolah, bepergian

Penyandang autisme cenderung lebih mudah gelisah dibandingkan anak lain Gelisah muncul di lingkungan sekolah, keluarga dan sosial sebagai karakter khas autisme yg ditegakkan dg diagnosa DSM-IV Stres yg muncul karena hambatan yg dimiliki seperti kepekaan sensorik, kesulitan komunikasi dan sosial, jangan sampai diremehkan

Bahkan pada penyandang autisme dewasa yg pintar pun kegelisahan dapat menjadi masalah yg mengganggu sampai tidak bisa mengerjakan hal kecil yg mestinya mudah dilakukannya. www.autism.net

Pemicu stress di sekolah Jadual yg berubah: mobil jemputan, bising saat berangkat/pulang sekolah, pindah kelas, saat makan siang, jam olah raga Masalah akademik: memahami intruksi guru, urutan mengerjakan tugas, menulis, mengelola secara mandiri Masalah sosial Hal-hal baru Perubahan rutinitas

Pemicu stress di rumah Sensorik: makanan yg tdk disukai, harus potong rambut, ke dokter gigi, berganti pakaian, keramas Mengerjakan tugas rutin: bersiap ke sekolah, menyelesaikan PR, mengerjakan pekerjaan rumahtangga Kegiatan keluarga: menyesuaikan dg acara keluarga

Menu sarapan lain Cuaca beda Harus bersiap ke sekolah Ada yg ketinggalan Mobil jemputan terlambat Guru diganti Guru tidak peka Guru menyuruh merapikan baju

Ledakan emosi merupakan respon emosi/perilaku terhadap stress

Menolak melakukan kegiatan atau menghindari suatu situasi Meningkatnya ritual atau perilaku yg menunjukkan emosi tertentu, misalnya mengetuk meja terus menerus

5 4 4 3 3 2 Guru/ortu harus mengendalikan diri dlm mengatasi kegelisahan anak. Tetap tenang dan tidak terpancing 2 1 1

1 2 3 4 5 Posisi positif, keterampilan sosial berhasil diterapkan pada situasi yg menantang Tanda stres perlu dikenali supaya tidak meningkat Jika mungkin hindari situasi pemicu gelisah Contohkan strategi menenangkan diri Bisa muncul perilaku memukul, melempar, menggigit, mengumpat dan menangis

5 4 3 2 1 Puncak gelisah. Bukan waktunya mengajak bicara Ajak untuk lebih santai Hibur dengan kalimat yg mendukung. Jika mungkin jangan membahas kejadian tadi Arahkan lagi agar kembali tenang Kembali pada sikap positif

Beberapa strategi dapat digunakan untuk mengurangi stres, meliputi: Alat bantu visual Memahami masalah pemrosesan sensorik Penyesuaian kurikulum dan program individu

Contoh alat bantu visual: Jadual dan kalender Papan pilihan Komunikasi tidak Pengelola tugas

Perhatikan apa yg membuat anak gelisah dan bagaimana cara yg paling efektif membantu mengatasinya Diari/catatan/tabel ABC Rencana mencegah gelisah/emosi Kegiatan fisik Relaksasi

Tanggal Tempat Perasaan Seberapa gelisah (1-10) 10/9/2013 Supermarket Takut 7

ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE FUNCTION Pemicu (Apa yg terjadi, kapan, dimana, dgn siapa) Perilaku (Sebutkan perilaku yg semestinya) Konsekuensi (Apa yg harus dilakukan ut membantu) Fungsi (Apa maksud yg disampaikan)

ANTECEDENT BEHAVIOR Miliknya diambil Berpindah tempat Disuruh mengerjakan sesuatu Didekati seseorang Perubahan kebiasaan Memukul Menyakiti diri Mengumpat Mengamuk Melempar Berteriak Lari CONSEQUENCE FUNCTION Diarahkan lagi Diacuhkan Diistirahatkan Dialihkan perhatiannya Ditunjukkan gambar Menghindar Mencari perhatian Ingin dipahami

Penyandang autisme perlu diajari keterampilan mengatur dirinya dalam menghadapi situasi menantang Dengan menggunakan alat pengatur diri Sunyi Volume Bising Aku tidak suka anak-anak ramai Aku mau ke perpustakaan dan V membaca buku Aku bisa memakai headset dan mendengarkan lagu kesukaanku

Ketika ramai aku bisa: Mengikuti alur: TARIK NAPAS TAHAN LEPAS TAHAN

Ketika ramai aku bisa: Mendengarkan musik

Ketika ramai aku bisa: Meminta time-out Bolehkah saya keluar kelas selama 2 menit?

Menggambarkan situasi di masyarakat dan menunjukkan kaidah sosial (apa yg mestinya dikatakan, dilakukan) Menjelaskan maksud mengapa perilaku itu lebih baik dilakukan (terkait perasaan orang lain)

Namaku Santi, sekolahku di SD Dinoyo. Kadang-kadang aku mau bicara tapi orangnya sedang ngobrol. Aku akan menunggu dan berhitung dalam hati sampai 5 sebelum bilang permisi. Kalau aku sopan semua senang.

Memberi imbalan yg bervariasi (makanan, camilan, kegiatan yg disukai, liburan, cinderamata dll.) Diberikan segera dan konsisten Lontarkan pujian Evalusi keberhasilannya

Nama: DIAN. Skala takut/ngeri/gemetar-ku Nilai Perasaanku Aku bisa 5 Aku ingin menjerit, menangis, lari 4 3 2 1 Aku kebingungan Takut Biasa tapi aneh rasanya Normal biasa saja

Untuk melepaskan energi emosi Bergerak (berjalan, lari, bersepada, berenang, menari) Olah raga (basket, bulutangkis, voli) Membantu pekerjaan rumahan (berkebun, bersih-bersih) Aktivitas fisik lebih baik daripada terapi perilaku atau pengobatan

Cara melepaskan energi emosi secara perlahan Latihan pernafasan Musik Pijat Bermain ayunan Tidur Yoga Mandi/berendam

Menghabiskan waktu dg keluarga atau bersama teman Bermain dg binatang piaraan Menikmati saat sendirian

Untuk kesenangan/relaksasi/menambah pengetahuan Mengusir jenuh Mengalihkan perhatian saat emosi

Untuk mendukung indera, beri atau singkirkan Suara: headset, earphone Cahaya: kaca mata, topi Aroma: deodoran, parfum Rabaan: pakaian, jenis kain tertentu