Pendekatan Umum Menuju Pemulihan
|
|
|
- Suparman Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pendekatan Umum Menuju Pemulihan P roses terjadinya gangguan jiwa berlangsung secara pelan pelan dan bertahap. Prosesnya bisa berlangsung berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Sering gejala awal dimulai ketika berumur 15 tahunan dan mulai memasuki fase akut ketika penderita berumur 20an tahun. Oleh karena itu, pemulihan gangguan jiwa juga merupakan suatu proses yang perlu dilaksanakan selangkah demi selangkah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penderita gangguan jiwa, dibantu keluarga, teman atau relawan jiwa perlu membuat jadwal kegiatan sehari hari yang berisi kegiatan kegiatan yang secara pelan akan mencegahnya dari kambuh, meningkatkan kesehatan jiwanya dan memperkuat daya tahannya terhadap tekanan atau stress. Tentunya, jumlah dan jenis kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi kesehatan jiwanya. Penderita yang selama ini masih menghabiskan waktunya dengan duduk melamun tanpa inisiatif atau prakarsa, maka kegiatannya bisa dimulai dengan suatu kegiatan yang ringan namun menyenangkan. Penderita yang sudah sangat baik kondisi kejiwaannya perlu mulai mengisi hari harinya dengan kegiatan yang lebih bermakna, yang lebih bisa memberikan imbalan secara osial maupun ekonomi. Kegiatan kegiatan pemulihan tersebut bisa dikelompokkan kedalam kegiatan yang akan mempertahankan kondisi kejiwaannya, kegiatan untuk mengurangi gejala, kegiatan untuk mencegah kambuh, kegiatan untuk meningkatkan daya tahan dan pengembangan potensi dirinya. Meskipun demikian, beberapa kegiatan bisa dimasukkan kedalam beberapa kelompok karena suatu kegiatan sering mempunyai beberapa manfaat. Misalnya, kegiatan berolah raga atau melakukan hobi, bisa dikelompokkan kedalam kegiatan yang mempertahankan kondisi kejiwaan maupun kedalam kelompok kegiatan yang meningkatkan daya tahan kejiwaannya. Menelpon saudara atau teman ketika mulai mengalami halusinasi suara bisa dikelompokkan kedalam kegiatan untuk mengurangi gejala, namun juga dalam jangka panjang, kegiatan yang memperkuat jaringan kekerabatan atau pertemanan akan meningkatkan daya tahan kejiwaannya juga. Dengan kata lain, pengelompokkan tersebut hanya untuk menekankan perlunya melakukan berbagai kegiatan yang secara keseluruhan nantinya akan membawa penderita gangguan jiwa menuju ke pemulihan. Pendekatan umum menuju pemulihan ini merupakan modifikasi atau penyederhaan dari sebuah model bernama Welness Recovery Action Plan (WRAP) yang dikembangkan oleh Dr. Mary Ellen Copeland, seorang ahli psikologi klinis dari Amerika Serikat. Dr. Mary Ellen Copeland berasal dari keluarga dengan riwayat gangguan jiwa bipolar. Dia sendiri, di waktu mudanya, juga pernah menderita bipolar. Dr Copeland bersama teman temannya sesama penderita gangguan jiwa mengidentifikasi hal hal yang selama ini telah mereka lakukan agar bisa pulih dr Gunawan Setiadi,MPH Page 29
2 dari gangguan jiwanya. Setelah melalui berbagai riset dan pertemuan, akhirnya tersususnlah sebuah metode pemulihan gangguan jiwa yang dikenal dengan Wellness Recovery Action Plan (WRAP). WRAP merupakan sebuah alat yang membantu penderita gangguan jiwa menyusun kegiatan sehari-hari sehingga mereka bisa pulih dari gangguan jiwanya dan terhindar dari kekambuhan penyakitnya. Kegiatan pemulihan gangguan jiwa bisa dikelompokkan kedalam : I. Kegiatan untuk mempertahankan kondisi kejiwaan Kegiatan sehari-hari yang membuat penderita merasa nyaman dan mengurangi gelisah, apabila diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, lama kelamaan akan membuat mereka membaik kondisi kesehatan jiwanya. Kegiatan tersebut berbeda antara satu orang dengan lainnya. Oleh karena itu, setiap penderita gangguan jiwa perlu mengenali kegiatan kegiatan atau suasana yang selama ini ditahuinya mampu membuat jiwanya tentram dan mengurangi kegelisahannya. Daftar kegiatan tersebut kemudian dibuatkan jadwalnya. Beberapa kegiatan perlu dilaksanakan sebagai kegiatan harian (seperti misalnya : tidur teratur, berangkat tidur jam 9 malam dan bangun jam 5 pagi, mandi air hangat, melakukan pekerjaan rumah, atau mengerjakan hobi), sebagian dilaksanakan sebagai kegiatan mingguan (misalnya : mengunjungi teman atau saudara yang tinggal disatu kota, pergi ke taman atau tempat rekreasi lainnya, mengikuti pengajian), kegiatan bulanan (misal : mengunjungi saudara atau teman yang berada di luar kota, mengunjungi panti asuhan atau menengok orang sakit di kelas 3), kegiatan setahun sekali (misalnya : piknik ke daerah tujuan wisata). Jenis kegiatan tersebut juga perlu disesuaikan dengan nilai nilai kehidupan yang dipegangnya. Misalnya, jika seseorang menghargai hubungan sosial, maka perlu dibuat kegiatan yang sesuai dengan nilai nilai tersebut. Kegiatan yang mempunyai nilai tinggi dalam sosial seperti : menelpon anak, teman atau saudara, menulis , ngobrol lewat face book, dan lain lain. Seseorang yang menghargai spiritualitas dan keagamaan, maka perlu melakukan kegiatan kegiatan seperti : menghadiri pengajian, membaca Al Quran setiap hari, sholat berjamaah di masjid, bersedekah. Seseorang yang ingin hidupnya mempunyai penghasilan, maka mereka bisa memulai dengan kegiatan seperti berkebun, membuat makanan untuk dijual atau kegiatan kegiatan komersial lainnya. II. Kegiatan untuk menghilangkan atau mengurangi gejala. Kegiatan untuk mengurangi gejala berbeda tergantung dari gejala yang dipunyainya, tingkat berat ringannya gejala, jenis kegiatan yang disenanginya. Kebanyakan penderita gangguan jiwa sudah mengenal beberapa kegiatan tertentu yang bisa mengurangi gejala yang dideritanya. Misalnya : seorang yang mengalami halusinasi suara bisa berkurang gejalanya dengan mengajak seseorang mengobrol dengannya, mendengarkan musik atau bermain gitar, dr Gunawan Setiadi,MPH Page 30
3 menyibukkan diri dengan kegiatan ringan sehingga perhatiannya bisa dialihkan dari suara suara yang mengganggu yang didengarnya. Setiap penderita, bila perlu dibantu oleh keluarga atau teman, perlu mengidentifikasi semua kegiatan kegiatan yang bisa mengurangi gejala penyakitnya tersebut. Beberapa kegiatan untuk mengurangi gejala bisa dijadwalkan, namun sebagian kegiatan tidak bisa dijadwalkan. Penderita depresi dan skizofrenia yang mengalami rasa malas atau keengganan untuk melakukan sesuatu kegiatan, bisa menjadwalkan kegiatan yang akan mengurangi gejala penyakitnya. Beberapa kegiatan yang bisa mengurangi keengganan untuk bangun dari tempat tidur, antara lain : mandi air hangat, melakukan kegiatan rumah yang menyenangkan, memberi makan binatang piaraan. Kegiatan untuk mengatasi gejala halusinasi sebagian bisa dijadwalkan, namun sebagian lainnya tidak bisa dijadwalkan karena munculnya halusinasi sering tidak bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa kegiatan yang bisa dijadwalkan untuk mengatasi gejala halusinasi, misalnya : menyibukkan diri di siang hari dan berolah raga sehingga ketika berangkat ke tempat tidur, badan sudah terasa lelah. Hal ini akan mengurangi munculnya halusinasi yang sering timbul ketika penderita telah berada diatas tempat tidur (sebelum tidur). Bila halusinasi muncul ketika sedang berada sendirian dan menganggur, maka buat jadwal kegiatan untuk seharian penuh sehingga selama seharian tidak pernah duduk melamun sendirian. Kebanyakan penderita di Indonesia hanya mempunyai pengetahuan yang terbatas tentang cara mengatasi gejala gangguan jiwa. Mereka perlu belajar berbagai teknik untuk mengatasi gejala gejala gangguan jiwanya. Pembahasan secara lebih mendalam masing masing cara mengatasi gejala akan diuraikan dalam beberapa bab tersendiri. III. Kegiatan untuk mencegah kambuh. Kambuhnya penderita gangguan jiwa tidak muncul tiba tiba. Kebanyakan kambuh tersebut dipicu oleh suatu kejadian yang tidak mengenakkan hati atau perasaannya. Pada penderita gangguan jiwa bipolar, munculnya mania atau depresi sering terjadi 6 bulan atau setahun sekali. Kadang kambuhnya gangguan jiwa terjadi bersamaan dengan ulang tahun kejadian buruk, misalnya muncul setiap bulan januari karena pada bulan itu rumahnya terbakar dan keluarganya jatuh miskin, bulan ketika ditinggal mati orang tua atau saudara dekat lainnya. Pemicu kekambuhan gangguan jiwa sering berbeda antara satu orang lain dengan orang lainnya. Pemicu timbulnya gangguan jiwa juga bisa muncul dari berada bersama banyak orang, suasana yang kacau, rebut dan banyak tamu. Setiap penderita gangguan jiwa, dibantu keluarga atau teman, perlu mengenali hal hal yang menjadi pemicu kekambuhannya. Berikut ini beberapa contoh pemicu kambuhnya gangguan jiwa: dr Gunawan Setiadi,MPH Page 31
4 Konflik atau bertengkar dengan seseorang Berhenti minum obat dengan mendadak dan tanpa persiapan Tidak tidur atau kurang tidur (misalnya karena ada pesta keluarga) Minum minuman keras atau memakai obat obatan terlarang Berada di pertokoan (mall) atau ditempat umum dengan banyak orang. Ada 3 strategi menghadapi faktor pemicu : a. Mencegah terjadinya pemicu. Beberapa pemicu bisa dicegah. Misalnya: bila pemicunya adalah stress karena pekerjaan di kantor yang menumpuk, maka buat jadwal pekerjaan sehingga tidak ada pekerjaan yang menumpuk. Bila setiap akhir tahun, pekerjaan meningkat, maka pekerjaan yang bisa dicicil agar dikerjakan jauh jauh hari sebelumnya. Menumpuknya jadwal belajar ketika mendekati ujian juga bisa dicegah dengan belajar sejak awal semester. Konflik atau pertengkaran juga bisa dicegah. b. Menghindari pemicu. Beberapa pemicu kekambuhan juga bisa dihindari, seperti minum minuman keras, obat terlarang, berada di tempat keramaian. Seseorang yang merasa gelisah ketika berada ditempat keramaian, seperti di mall atau di pesta, maka dia bisa selama beberapa saat menyendiri (misalnya menyepi di WC selama beberapa menit, pergi ke taman, dll). Seseorang yang sering menyebabkan stress, misalnya karena suka mencela dan mengkritik, bisa pula dihindari atau dijauhi. c. Memperkuat ketahanan diri. Penderita gangguan jiwa yang mulai merasa gelisah bisa melakukan kegiatan untuk menjadikannya lebih santai dan berkurang kegelisahannya, misalnya dengan: bernapas pelan, dalam dan panjang, melakukan relaksasi otot, memusatkan perhatiannya pada hal hal yang membuatnya tenang atau tentram. Berbagai teknik memperkuat ketahanan diri akan dibahas dalam bab tersendiri. Langkah berikutnya untuk mencegah kambuh adalah mengidentikasi gejala wal ketika akan kambuh. Tanda akan kambuh ini bisa dipakai sebagai tanda bahaya agar segera mengambil langkah langkah agar tidak terjadi kambuh. Gejala akan kambuh ini juga berbedabeda tergantung jenis gangguan jiwanya dan kondisi ketahanan jiwanya. Beberapa tanda bahaya (gejala awal) penderita skizofrenia, antara lain: Mulai merasa gelisah, sulit tidur Merasa tegang, khawatir berlebihan, tidak tenang Sulit berkonsentrasi Inginnya menyendiri, tidak ingin bertemu atau bergaul dengan orang lain. dr Gunawan Setiadi,MPH Page 32
5 Mudah tersinggung Merasa tidak punya tenaga, enggan atau sulit mengerjakan kegiatan meskipun kegiatan kecil dan sederhana Malas mandi, gosok gigi atau menata tempat tidur Berubah nafsu makan Merasa sedih atau depresi Merasa bingung Pada penderita gangguan jiwa bipolar, beberapa tanda bahaya tersebut antara lain : Perubahan pola tidur (tidak bisa tidur atau tidur terus) Perubahan pola makan (tidak mau makan atau makan terus) Banyak berbicara, bicara terus tanpa henti. Punya gagasan besar dan memikirkan gagasan tersebut terus menerus. Merasa sangat lelah, tidak bertenaga Merasa sedih atau depresi. Bila tanda bahaya tersebut muncul, maka harus dilakukan kegiatan atau upaya untuk mencegah timbulnya kambuh. Upaya untuk mencegah kambuh, setelah munculnya tanda bahaya, antara lain: minum obat, konsultasi ke dokter atau psikolog, beristirahat (mengurangi stress), mengobrol dengan saudara atau teman, mengerjakan hobi (bermain musik, menggambar, dll). IV. Kegiatan peningkatan daya tahan dan potensi diri Hampir semua gejala gangguan jiwa muncul ketika si penderita merasa gelisah. Oleh karena itu, semua kegiatan yang bisa mengurangi kegelisahan akan bisa memperbaiki kondisi kejiwaannya atau mengurangi gangguan akibat gejala yang dideritanya. Kegelisahan atau pikiran negatif sering muncul karena seseorang memikirkan kejadian masa lalu atau memikirkan keadaan masa depan. Kemampuan untuk mengendalikan pikiran, sehingga pikiran tidak selalu melayang kemana-mana, akan bisa mengurangi kegelisahan dan memperkuat daya tahan jiwanya. Kemampuan untuk mengendalikan pikiran sehingga perhatian dan pemikirannya tertuju kepada keadaan sekarang, pada kegiatan yang sedang dilakukannya, bisa dilatih dengan teknik mindfullness. Midfullness adalah keadaan dimana hati dan pikiran terpusat pada kondisi atau keadaan sekarang, tidak melayang ke masa lalu ataupun ke masa depan. Ketika kita naik sepeda dr Gunawan Setiadi,MPH Page 33
6 atau berjalan kaki, sering pikiran kita melayang kemana-mana. Istilahnya ketika bersepeda atau berjalan secara otomatis (auto-piloting). Keadaan tersebut pikiran yang melayang-layang, tidak menaruh perhatian pada kegiatan yang sedang dilakukannya, ternyata kurang baik bagi kesehatan jiwa. Pikiran yang mengembara tersebut sering menimbulkan kegelisahan. Pelatihan untuk mengendalikan pikiran yang mengembara akan baik bagi peningkatan ketahanan jiwa. Gelisah juga sering terjadi karena seseorang tidak bisa mengatasi masalah yang dihadapinya. Latihan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah akan bisa mnghindarkannya dari kegelisahan dan akan memperkuat ketahanan jiwanya. Berbagai teknik peningkatan ketahanan jiwa akan dibahas dalam bab tersendiri. Menjalani pola hidup sehat, seperti : berolah raga secara teratur, tidur awal dan bangun pagi, makan makanan sehat, menghindari minuman keras, akan memperkuat daya tahan jiwa seseorang. Menurut penelitian, makanan yang banyak berserat dan banyak mengandung omega 3 akan meingkatkan kesehatan pikiran. Kesehatan jiwa juga bertambah kuat bila seseorang mempunyai banyak teman dan sahabat. Memperbanyak teman dan sahabat akan memperkuat ketahanan jiwa. Mempunyai kegiatan yang bermakna, seperti : mempunyai pekerjaan, bersekolah, mempunyai peranan di masyarakat juga akan bisa memperkuat ketahanan jiwa seseorang. dr Gunawan Setiadi,MPH Page 34
Halusinasi dan cara mengatasinya
Halusinasi dan cara mengatasinya K ita sering melihat penderita skizofrenia yang tertawa, menangis atau berbicara sendiri. Mereka melakukan itu bukannya tanpa sebab. Perilaku yang aneh tersebut timbul
Dasar Dasar Pelayanan Pemulihan Gangguan Jiwa
Dasar Dasar Pelayanan Pemulihan Gangguan Jiwa M enurut Substance Abuse and Mental Health Service Administration (SAMHSA), sebuah badan milik pemerintah Amerika Serikat, pengertian dari pemulihan adalah
Cara Mengatasi Kecemasan
Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,
Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Danperawat pendamping Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Oleh: TirtoJiwo,
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Rumah kost pemulihan jiwa Setelah keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ), sebagian besar penderita gangguan jiwa belum siap kembali hidup bermasyarakat secara normal. Kondisi kejiwaannya sering masih labil.
Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model Oleh:
MENGELOLA STRESS DAN MENGENDALIKAN EMOSI. dr Gunawan Setiadi Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa
MENGELOLA STRESS DAN MENGENDALIKAN EMOSI dr Gunawan Setiadi Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa STRESS Segala kejadian (masa lalu/ masa datang) yang menimbulkan perasaan tidak enak
Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa
2014 Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa dr. Gunawan Setiadi, MPH Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa Hak cipta pada penulis dan dilindungi oleh
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Rencana kerja studi D i halaman belakang gedung Tirto Jiwo, di dalam pondok kecil tanpa dinding, kulihat Pak Prianto sedang berdiskusi dengan 7 orang murid. Pak Susanto dan anaknya Marsudi, Bu Jamilah
BAB III TINJAUAN KASUS
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian I. Identitas Pasien Nama Umur Pendidikan Alamat Agama : Tn.G : 30 th : tamat SMA : Blora : Islam Tanggal masuk : 06/12/2009 Tgl pengkajian : 06/12/2009 No.cm : 06 80
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Gadis manis berkumis Siang hari itu, panas terik menyengat kota Purworejo. Di suasana tidak nyaman tersebut, aku sengaja pergi menemui Pak Prianto di toko swalayannya. Kuperkirakan, ditengah sengatan terik
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) Pilihlah salah satu pilihan yang sesuai dengan keadaan anda, beri tanda silang (X) pada kolom yang tersedia untuk setiap pertanyaan. 1. Keadaan perasaan sedih (sedih,
KMSJ Kartu Menuju Sehat Jiwa
KMSJ Kartu Menuju Sehat Jiwa JAWA TIMUR SEHAT JIWA NAMA : TTL : ALAMAT : POSYANDU : TGL PENDAFTARAN : BAWALAH KMSJ SETIAP KALI KE POSYANDU KESEHATAN JIWA Created by: Ns. Heni Dwi Windarwati.,M.Kep.,Sp.Kep.J
KESENDIRIAN & KESEPIAN DALAM MASA TUA Rohani, Februari 2013, hal Paul Suparno, S.J.
1 KESENDIRIAN & KESEPIAN DALAM MASA TUA Rohani, Februari 2013, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Pastor Lonelinus sejak temannya meninggal menjadi sangat kesepian. Di rumah orang tua, ia biasa berbicara, ngomong
Pusat Layanan Autisme Mansfield Australia
Pusat Layanan Autisme Mansfield Australia Merupakan kondisi kecemasan yg berlebihan, ketakutan, menarik diri sbg bentuk patologi psikologis Gelisah atau panik terjadi kapan saja dan dapat mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pariwisata.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan kota-kota besar di Indonesia, mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pariwisata.
Nama : Eko Darma Satrio. Nim : : Sistem Informasi
Nama : Eko Darma Satrio Nim : 14121024 Prodi : Sistem Informasi 1. Jelaskan pengertian Perilaku Individu dalam organisasi? Perilaku individu dalam organisasi adalah bentuk interaksi antara karakteristik
o Ketika hasil pekerjaan saya yang saya harapkan tidak tercapai, saya malas untuk berusaha lebih keras lagi
Skala 1 Skala Kecerdasan Emosional 1. UNFAVORABLE Kesadaran Diri o Saya merasa tidak mengerti perasaan saya sendiri o Saya kurang tahu penyebab kekecewaan yang saya rasakan o Saya malas bergaul dengan
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tahap dewasa merupakan tahap tubuh mencapai titik perkembangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahap dewasa merupakan tahap tubuh mencapai titik perkembangan yang maksimal. Setelah itu tubuh manusia menyusut dikarenakan berkurangnya jumlah sel-sel yang ada dalam
HAMILTON DEPRESSION RATING SCALE (HDRS)
HAMILTON DEPRESSION RATING SCALE (HDRS) Tanggal Pemeriksaan : Pemeriksa : Nama Pasien : Umur : Jenis Kelamin : Pekerjaan : Pendidikan Terakhir : Status Perkawinan : Agama : Suku Bangsa : Lamanya di dalam
Mengapa anakku? Mengapa Mas Hanafi dikirim kesini?, aku dengar Pak Hardi bertanya kepada Hanafi.
Mengapa anakku? D i sebuah bangku dibawah pohon nangka yang rindang, kulihat Pak Hardi sedang mengobrol dengan Hanafi dan ayahnya, Pak Basuki. Kemarin sore Hanafi diantar ayahnya datang ke Tirto Jiwo.
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua)
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua) Petunjuk: Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tidak tahu kehidupan macam apa yang akan dihadapi nanti (Rini, 2008). Masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan
Lampiran 1 SURAT PERSETUJUAN SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN ( INFORMED CONCENT) Bapak/Ibu diundang untuk berpartisipasi dalam studi hubungan dukungan
Lampiran 1 SURAT PERSETUJUAN SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN ( INFORMED CONCENT) HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN STATUS KESEHATAN DENGAN GEJALA DEPRESI PADA USIA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL WILAYAH
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2017 hingga 5 Maret 2017 di Panti Wreda Pengayoman Semarang. Adapun rincian pelaksanaan
Kata Pengantar. Jawaban dari setiap pernyataan tidak menunjukkan benar atau salah, melainkan hanya pendapat dan persepsi saudara/i belaka.
LAMPIRAN Kata Pengantar Melalui kuesioner ini, kami dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai Derajat kecemasan pada siswa kelas XI SMA Santa
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. Niken Andalasari
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks, tidak stress, menganggur,.. Namun tidak berarti
BAB I PENDAHULUAN. pelayanan promotif dan preventif baik sehat maupun sakit.
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, manfaat penelitian. A. Latar Belakang Pelayanan kesehatan masyarakat merupakan upaya
BAB V PEMBAHASAN. A. Rangkuman Hasil Penelitian. Subjek NA, ARW, dan ITM adalah beberapa dari mahasiswa
BAB V PEMBAHASAN A. Rangkuman Hasil Penelitian Subjek NA, ARW, dan ITM adalah beberapa dari mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata yang sedang menghadapi tugas akhir. Karena kesibukan
MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE
Lampiran 8 MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE 2009.33.032 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN JIWA. PADA Sdr.W DENGAN HARGA DIRI RENDAH. DI RUANG X ( KRESNO ) RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG. 1. Inisial : Sdr.
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Sdr.W DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG X ( KRESNO ) RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG A. Identitas Pasien 1. Inisial : Sdr. W 2. Umur : 26 tahun 3. No.CM : 064601
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Halusinasi adalah gangguan terganggunya persepsi sensori seseorang,dimana tidak terdapat stimulus. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Pasien merasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku yang aneh dan terganggu. Penyakit ini
STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor
Lampiran 1 STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA Nama klien : Ny. M Ruangan : Nakula No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien
LAMPIRAN DATA PASIEN. 2. Jenis kelamin : laki-laki perempuan. 3. Berapa lama anda menderita batuk sesak:
LAMPIRAN Lampiran 1 DATA PASIEN 1. Usia : 2. Jenis kelamin : laki-laki perempuan 3. Berapa lama anda menderita batuk sesak: Kurang dari 5 tahun 6-10 tahun 11-15 tahun 16-20 tahun Lebih dari 20 tahun 4.
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Terapi keluarga Pagi itu aku sudah punya rencana mengunjungi rumah Pak Hasan yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Di Purworejo, sebuah ibukota kabupaten kecil, tidak ada jarak yang jauh. Tidak
Kebutuhan Belajar. Pak Bambang, Anita tidak merasa kalau dirinya sakit. Dia tidak mau kalau saya ajak ke dokter atau ke psikolog.
Kebutuhan Belajar Pagi itu di Tirto Jiwo suasana terlihat tenteram. Tidak ada kegaduhan atau teriakan yang bisa membuat stress orang yang mendengarnya. Udara di lereng bukit Menoreh pagi itu terasa sejuk.
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS DAN MENYUSUI ISTIRAHAT
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS DAN MENYUSUI ISTIRAHAT OLEH : KELOMPOK 5 I Gusti Agung Ayu Cahyaningrum Ananta P07124214 017 Kadek Devi Ary Suta P07124214 022 Ni Putu Ayu Sinta Puji Rahayu P07124214
5. KESIMPULAN, DISKUSI, SARAN
5. KESIMPULAN, DISKUSI, SARAN 5.1. Kesimpulan Bab ini berusaha menjawab permasalahan penelitian yang telah disebutkan di bab pendahuluan yaitu melihat gambaran faktor-faktor yang mendukung pemulihan pada
dengan dunianya? Mereka saling menonjolkan
Sudah seharian Kenthus merenung di depan beranda rumahnya. Tak tahu apa yang harus dilakukannya. Wajahnya tampak putus asa. Hatinya resah. Ia berfikir bahwa semua lingkungan di sekitarnya tidak ada yang
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Gerakan Pemulihan Gangguan Jiwa Sebagai sebuah sekolah pemulihan gangguan jiwa, banyak hal yang sudah dikerjakan Tirto Jiwo. Namun, hasilnya masih sangat jauh dibandingkan dengan jumlah penderita gangguan
BAB IV ANALISIS DATA. A. Faktor-Faktor Penyebab Anak Terkena Epilepsi di Gubeng
BAB IV ANALISIS DATA A. Faktor-Faktor Penyebab Anak Terkena Epilepsi di Gubeng Klingsingan Surabaya Faktor penyebab klien terkena epilepsi terjadi karena faktor eksternal. Yaitu faktor yang terjadi bukan
Mata: sklera ikterik -/- konjungtiva anemis -/- cor: BJ I-II reguler, murmur (-) gallop (-) Pulmo: suara napas vesikuler +/+ ronki -/- wheezing -/-
PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum: baik Kesadaran: compos mentis Tanda vital: TD: 120/80 mmhg Nadi: 84 x/menit Pernapasan: 20 x/menit Suhu: 36,5 0 C Tinggi Badan: 175 cm Berat Badan: 72 kg Status Generalis:
Rekam Medis Penghuni Panti Sosial. Nama : Tn. B Umur : 47 tahun. Jenis kelamin : Laki-laki Status pernikahan : Menikah
Rekam Medis Penghuni Panti Sosial Nama : Tn. B Umur : 47 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Status pernikahan : Menikah Pekerjaan : Tukang Bangunan Agama : Islam Alamat : Bengkulu Selatan Suku bangsa : Indonesia
Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS)
Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS) Nomor Responden : Nama Responden : Tanggal Pemeriksaan : Skor : 0 = tidak ada 1 = ringan 2 = sedang 3 = berat
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Pendidikan pada hakikatnya adalah suatu interaksi atau hubungan timbal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan dasar utama dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pendidikan pada hakikatnya adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik dalam
LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS
LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA No. Pernyataan SS S N TS STS 1 2 Saya tidak mendaftar sidang skripsi pada periode ini karena merasa belum siap. Saya tersinggung
52 Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN 52 53 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A - 1 Skala Harga Diri Remaja Panti Asuhan A - 2 Skala Persepsi Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Privasi 54 A - 1 Harga Diri Remaja Panti Asuhan 55 PETUNJUK PENGISIAN
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang. mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA II.1. Kedaruratan Psikiatri Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang membutuhkan intervensi terapeutik
Naskah berikut ini disusun oleh Departemen Kesehatan NSW.
Disusun oleh A Indonesian [BHC-7220] Bermain itu semata-mata belajar : Pedoman bermain bagi yang anaknya 2½ - 5 tahun - A guide to play for parents of children 2½ - 5 years Naskah berikut ini disusun oleh
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Masalah : Isolasi sosial Pertemuan : I (satu)
CONTOH KASUS Setiap lansia pada akhirnya akan mengalami penurunan fungsi organ, Hal ini timbul karena penyebab organik ataupun emosional (fungsional) dan yang menunjukkan gangguan kemampuan berpikir, bereakasi
Rekam Medis Penghuni Panti Sosial. Tanggal masuk panti: 25 Mei 2015 Tanggal wawancara: 29 Mei 2015
Rekam Medis Penghuni Panti Sosial Nama: Ny. SI Jenis kelamin: P Pekerjaan: Cleaning service Alamat: Kota Umur: 19 tahun Status pernikahan: Belum Menikah Agama: Islam Suku bangsa: Sunda Tanggal masuk panti:
Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan
LAMPIRAN 61 Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan gejala stres No. Variabel Cronbach s Alpha N
Rekam Medis Penghuni Panti Sosial
Nama : Tn JT Umur : 19 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Status pernikahan : Belum Menikah Pekerjaan : Presiden Agama : Islam Alamat : Jln Jelambar Suku bangsa : Sunda Tanggal masuk panti: 21 April 2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA. Sub Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pada Lansia
SATUAN ACARA PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat Sub Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pada Lansia Penyuluh : Mahasiswi Gizi Poltekkes Hari/Tanggal
BAB 1 PSIKIATRI KLINIK
Panduan Belajar Ilmu Kedokteran Jiwa - 2009 BAB 1 PSIKIATRI KLINIK A. Pertanyaan untuk persiapan dokter muda 1. Seorang pasien sering mengeluh tidak bisa tidur, sehingga pada pagi hari mengantuk tetapi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena dari tahun ke tahun, jumlah penduduk Indonesia
SINOPSIS. Universitas Darma Persada
SINOPSIS Watanabe Toru adalah seorang pria berusia 37 tahun yang sedang menaiki pesawat Boeing 737 menuju ke bandara Hamburg, Jerman. Sesampainya di bandara, dia mendengar suara lantunan instrumentalia
63 Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN 63 SKALA KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE Usia : Mulai Menopause umur : Masih Bersuami : ya / tidak Alamat : NO PERNYATAAN SS S TS STS 1. Saya menghadapi masa-masa menopause ini dengan biasa seperti
Bab 5. Ringkasan. Dalam bab pertama yang berisi latar belakang penulisan skripsi ini, saya menjabarkan
Bab 5 Ringkasan 5.1 Ringkasan Dalam bab pertama yang berisi latar belakang penulisan skripsi ini, saya menjabarkan tentang teori psikologi penyakit skizofrenia yang akan saya gunakan untuk membuat analisis
Angket 1 No Pernyataan SS S TS STS
Identitas Diri Subyek : Nama : Usia : Berat Badan : Isilah dengan memberi tanda [ ] pada pernyataan yang sesuai dengan jawaban anda. Beri Tanda [ ] bila : SS : Menunjukkan bahwa pernyataan tersebut Sangat
LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN
LAMPIRAN KUESIONER KEMANDIRIAN Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan dengan berbagai kemungkinan jawaban. Saudara diminta untuk memilih salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan
PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI
PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI Pedoman Wawancara 1. Latar belakang berkaitan dengan timbulnya kecemasan - Kapan anda mulai mendaftar skripsi? - Bagaimana perasaan anda ketika pertama kali mendaftar skripsi?
Mengatur Berat Badan. Mengatur Berat Badan
Mengatur Berat Badan Pengaturan berat badan adalah suatu proses menghilangkan atau menghindari timbunan lemak di dalam tubuh. Hal ini tergantung pada hubungan antara jumlah makanan yang dikonsumsi dengan
BAB I PENDAHULUAN. kualitas yang melayani, sehingga masalah-masalah yang terkait dengan sumber
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Fungsi utama Rumah Sakit yakni melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin majunya teknologi kedokteran,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Ruang ICU merupakan ruang rawat di Rumah sakit yang dilengkapi dengan staf dan peralatan khusus untuk merawat dan mengobati pasien
Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.
Hikayat Cabe Rawit Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami-isteri di sebuah kampung yang jauh dari kota. Keadaan suami-isteri tersebut sangatlah miskin. Rumah mereka beratap anyaman daun rumbia,
No : 12 / IV / SEMAKU / 2017 Yogyakarta, 17 April Dengan ini Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter SEMAKU mengucapkan terima kasih kepada:
No : 12 / IV / SEMAKU / 2017 Yogyakarta, 17 April 2017 Hal : Ucapan Terima Kasih Lamp : - Assalamualaikum wr wb Dengan ini Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter SEMAKU mengucapkan terima kasih kepada: Nama
BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Kecemasan 1. Defenisi Kecemasan adalah keadaan yang menggambarkan suatu pengalaman subyektif mengenai ketegangan mental kesukaran dan tekanan yang menyertai suatu konflik atau
LAPORAN KASUS SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
LAPORAN KASUS SKIZOFRENIA HEBEFRENIK Oleh: Frentya Maya Anggi W, S.Ked NIM. 042010101005 Pembimbing: dr. Justina Evy Tyaswati Sp. KJ FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2009 1 LAPORAN KASUS PSIKIATRI
1. Mengapa bermeditasi?
CARA BERMEDITASI 1. Mengapa bermeditasi? Oleh: Venerable Piyananda Alih bahasa: Jinapiya Thera Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari
BAB 6 HASIL PENELITIAN
BAB 6 HASIL PENELITIAN 6.1 Karakteristik Responden Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pengemudi travel X-Trans Jakarta dengan trayek Jakarta-Bandung yang berjumlah 60 orang. Namun seiring dengan
8. Apakah Saudara merasa kesulitan dalam mengajar dan mendidik anak didik terkait dengan berbagai karakteristik khas yang dimiliki anak didik?
RAHASIA Lampiran 1 DATA PRIBADI 1. Usia : 2. Jenis kelamin : L / P 3. Latar belakang pendidikan : 4. Status marital : menikah/ belum menikah 5. Lokasi kerja : 6. Lama menjabat sebagai Guru SLB/C : 7. Tugas-tugas
Lampiran 1. Uji validitas dan reliabilitas. Hasil try out Penyesuaian diri
Lampiran 1 Uji validitas dan reliabilitas Hasil try out Penyesuaian diri No Uji Validitas Keterangan 1 0.382 Diterima 2 0.362 Diterima 3 0.232 Ditolak 4 0.411 Diterima 5 0.317 Diterima 6 0.324 Diterima
GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA
GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Keperawatan Disusun
BAB VII CARA MENGHADAPI MASALAH WORK FAMILY CONFLICT. Walaupun berbagai dampak yang muncul akibat dari masalah work family
BAB VII CARA MENGHADAPI MASALAH WORK FAMILY CONFLICT 7.1 Pendahuluan Walaupun berbagai dampak yang muncul akibat dari masalah work family conflict dirasakan oleh narasumber akibat bentroknya dua kebutuhan
Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18. secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014 adalah kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual,
BAB II BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB II BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Letak Geografis Kecamatan Anjir Muara merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kecamatan ini terletak pada posisi
I. PENDAHULUAN. hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. Indonesia menurut survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir atau usia tua. Periode ini merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang,
DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya
Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari, dia pun memberanikan diri untuk mengintip. Terlihat seorang bocah lelaki
BAB 1 PENDAHULUAN. serta perhatian dari seluruh masyarakat. Beban penyakit atau burden of disease
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa mendapatkan teman baru selain teman di rumahnya. Anak juga dapat bermain dan berinteraksi
SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007
SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan
PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)
1 PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE) A. Identitas Klien Inisial Klien Usia Agama Pendidikan : Ny. F : 42 Tahun : Islam : SMA Nomor Register : 02. 14. 77 Masuk RSJSH : 27/03/2012 Nama Keluarga Alamat
RITA ROGAYAH DEPT.PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FKUI
RITA ROGAYAH DEPT.PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FKUI TIDUR Tidur suatu periode istirahat bagi tubuh dan jiwa Tidur dibagi menjadi 2 fase : 1. Active sleep / rapid eye movement (REM) 2. Quid
ALAT UKUR. Pengantar
LAMPIRAN Lampiran ALAT UKUR Pengantar Salam Damai Kristus, Saya mahasiswa psikologi Universitas Kristen maranatha yang sedang menyusun skripsi meminta kesediaan saudara untuk mengisi kuesioner dengan tujuan
LAMPIRAN. Lampiran 1 Surat Keputusan Komisi Etik Penelitian
LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keputusan Komisi Etik Penelitian 46 47 Email: ethic_fkukmrsi@ med.maranatha. edu KOMISI ETIK PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UK MARANATHA - R.S. IMMANUEL BANDUNG Judul: Formulir
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, bukan
0 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, bukan hanya berkembang dalam sisi psikologis tetapi juga fisik. Bahkan perubahanperubahan fisik
Telah dijelaskan tentang tahap dari penelitian yang berjudul Hubungan Antara. Kepatuhan Minum Obat Dengan Fungsi Sosial Pasien, dan diyakinkan bahwa
1 LAMPIRAN 1 LEMBAR PERSETUJUAN UNTUK MENJADI RESPONDEN HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN OBAT DENGAN FUNGSI SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama pasien : Nama anggota keluarga : Telah
Sutradara Wim Umboh sehat kembali tapi masih berobat jalan
Hasil ketik ulang dari dokumen asli (dokumen asli terlampir di bawah) SUMBER : SUARA KARYA, 22 Januari 1979 Sutradara Wim Umboh sehat kembali tapi masih berobat jalan Wim Umboh, sutradara film terkenal
Perawan / Menikah / Janda Cerai / Janda Meninggal * Jumlah Anak : Orang * Coret yang tidak perlu C A R A P E N G E R J AAN
Usia : Tahun Status Marital Perawan / Menikah / Janda Cerai / Janda : Meninggal * Jumlah Anak : Orang * Coret yang tidak perlu C A R A P E N G E R J AAN 1. Pada skala ini tidak ada jawaban yang salah atau
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA SKRIPSI
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Keperawatan Oleh:
SELAMAT MENGERJAKAN TERIMA KASIH ATAS BANTUAN DAN KERJASAMANYA.
PETUNJUK PENGISIAN Dengan hormat, Dalam rangka penyusunan tugas akhir demi meraih gelar kesarjanaan di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, penulis memohon kesediaan Saudara untuk meluangkan
ANAMNESIS. I. Identitas. 1. Nama : Ny. Bandi. 3. Jenis Kelamin : Perempuan. 4. Alamat : Jalan Taman S.Parman II no. 5 Rt. 09/ Rw.
ANAMNESIS I. Identitas 1. Nama : Ny. Bandi 2. Umur : 55 tahun 3. Jenis Kelamin : Perempuan 4. Alamat : Jalan Taman S.Parman II no. 5 Rt. 09/ Rw.08, Jakarta Barat 5. Status Pernikahan : Sudah menikah 6.
PERAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENANGANAN PENDERITA SKIZOFRENIA
PERAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENANGANAN PENDERITA SKIZOFRENIA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan Oleh : ESTI PERDANA PUSPITASARI F 100 050 253 FAKULTAS
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ANSIETAS
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ANSIETAS A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien Klien sudah beberapa hari mengalami gelisah, sulit tidur, tidak nafsu makan. Klien selalu memikirkan
