Dr. Katharina Rustipa, M.Pd.

dokumen-dokumen yang mirip
Tim Pengembang Kurikulum DIKTI

yahoo.com

Endrotomo, tim DIKTI

21/04/2006 Draft MODUL TEACHING LEARNING

Pembelajaran.

MEMILIH METODE/BENTUK/MODEL PEMBELAJARAN

MATERI 2. copyright: dit.akademik.ditjen dikti

STRATEGI PEMBELAJARAN

Model pembelajaran dengan pendekatan SCL

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

: Indrayanti, S.Kep; Ns. : STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta : drg. Gilang Yubiliana

STRATEGI PEMBELAJARAN PENDEKATAN SCL

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

METODA PEMBELAJARAN STUDENT CENTRE LEARNING. yang relevan dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai dan media pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF DAN INOVATIF DALAM MATA PELAJARAN SAINS (IPA)

MATERI 3. copyright dit.akademik.ditjen.dikti

BAB 1 PENDAHULUAN. Slameto (2003) menyatakan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

PENGANTAR DAN PERKENALAN MATA KULIAH KAPITA SELEKTA KOMUNIKASI. By: Nur Atnan, S.IP., M.Sc.

Pembelajaran berbasis laboratorium. Nurul Widiastuti, PhD

METODE PEMBELAJARAN DAN ASSESSMENT

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2005

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEGIATAN DOSEN MAGANG DIKTI UNPAD

LOGO. Oleh: Alni Rahmawati

SISTEMATIKA KATALOG KURIKULUM PROGRAM STUDI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ridwan, 2013

Implementasi Kurikulum

METODE METODE PEMBELAJARAN. OLEH : LISA TRINA ARLYM, SST., M.Keb

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang merupakan

Capaian Pembelajaran. IAI - Makasar Tgl 4 September 2017

SUPLEMEN PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN : METODA DAN MEDIA PEMBELAJARAN

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER ADVERTISING PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS BUDDHI DHARMA 2016

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS

BAB I PENDAHULUAN. tinggi yang bersifat mendasar berupa perubahan dari pandangan kehidupan

Alasan Perubahan Kurikulum

KERANGKA ACUAN (Term of Reference) Student Centered Learning Internal Grant

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pasal 31 ayat 2 Undang-Undang

KERANGKA ACUAN (Term of Reference) Student Centered Learning Internal Grant. Hibah Internal Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Softskill, Kurikulum, Dosen, dan Mahasiswa. Bertalya Universitas Gunadarma

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan dalam pembelajaran yaitu: 1) kemampuan melakukan penalaran. 5) keterampilan komunikasi (Trisni dkk, 2012: 3).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Dikti (2007), materi pembelajaran pendidikan tinggi di Indonesia

Contoh Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah: Sikap Mental Etika Profesi

METODE PEMBELAJARAN. Prinsip pembelajaran menurut SN-Dikti : 1) interaktif, 2) holistik, 3) integratif, 4) saintifik, 5) kontekstual, 6) tematik,

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang SISDIKNAS No.


II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran karena dalam model pembelajaran terdapat langkah-langkah

PEDOMAN SINGKAT PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang merupakan

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) METODIK KHUSUS PEMBELAJARAN KEBIDANAN

KEWIRAUSAHAAN MODUL PEMBELAJARAN DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DITJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

VALIDASI MODEL KOMPETENSI DOSEN STUDENT CENTERED LEARNING. Wahyu Widhiarso. Disampaikan pada seminar hasil penelitian

PEMBELAJARAN ORANG DEWASA

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen,

Implementasi Permen No 44 tahun 2015

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

TAHAPAN PENYUSUNA N RENCANA PEMBELAJAR AN

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

BAB I PENDAHULUAN. Upaya peningkatan mutu pendidikan dalam ruang lingkup pendidikan

II. KERANGKA TEORETIS. 1. Pembelajaran berbasis masalah (Problem- Based Learning)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1.1 Defenisi Kurikulum Berbasis Kompetensi

METODOLOGI PEMBELAJARAN INOVATIF. blog: Pendidikan Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang No 20 tahun 2003 pasal 1 menegaskan bahwa pendidikan. dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

(LP3M) UNIVERSITAAS ANDALAS

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATAKULIAH TATA TEKNIK PENTAS JURUSAN/PRODI PENDIDIKAN TARI FAKULTAS BAHASA DAN SENI-UNY

II. KERANGKA TEORETIS. pembelajaran fisika masalah dipandang sebagai suatu kondisi yang sengaja

STRATEGI PEMBELAJARAN RICHE CYNTHIA

PANDUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) TENTANG METODE PEMBELAJARAN DAN STRATEGI PENILAIAN MAHASISWA TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, mengupayakan agar individu dewasa tersebut mampu menemukan

Batasan Pendekatan, Model, Strategi, Metode, Teknik, dan Taktik dalam pembelajaran

SILABUS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

BAB I PENDAHULUAN. kini, dan pendidikan berkualitas akan muncul ketika pendidikan di sekolah juga

Metode Metode Instruksional Dina Amelia/

SILABUS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

R P S ( RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER)

STANDAR PROSES PROGRAM S1 PGSD IKATAN DINAS BERASRAMA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

PENGELOLAAN METODE PEMBELAJARAN. R. Nety Rustikayanti

BAB II LANDASAN TEORI. Metode pembelajaran adalah suatu teknik penyajian yang dipilih dan

BAB II HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN MENGHITUNG LUAS PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah, dalam kaitannya dengan pendidikan sebaiknya dijadikan tempat

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

BAB I PENDAHULUAN. matematika kurang disukai oleh kebanyakan siswa. Menurut Wahyudin (1999),

BAB I PENDAHULUAN. tinggi diharapkan proses pemahaman akan menjadi lebih berkembang dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa,

Transkripsi:

Dr. Katharina Rustipa, M.Pd.

Capaian Pembelajaran: Peserta dapat: Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan capaian pembelajaran. Menjelaskan cara memilih metode pembelajaran Menjelaskan hubungan antara metode pembelajaran dan prinsip belajar.

mfile.narotama.ac.id/.../model-model%20pembelajaran%20scl.ppt 3

Perkuliahan AKTIF mfile.narotama.ac.id/.../model-model%20pembelajaran%20scl.ppt 4

OLAH HATI/KALBU CERDAS SPIRITUAL OLAH PIKIR CERDAS INTELEKTUAL CERDAS OLAH RASA CERDAS EMOSIONAL DAN SOSIAL OLAH RAGA CERDAS KINESTETIK mfile.narotama.ac.id/.../model-model%20pembelajaran%20scl.ppt 5

PERTANYAAN MENGAPA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DIPERLUKAN: MODEL, METODE, TEKNIK PEMBELAJARAN? 6

PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA DOSEN/ GURU PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA MAHASISWA

MENGAPA HARUS STUDENT CENTRED LEARNING (SCL)? Adanya pergeseran paradigma dalam pembelajaran Dunia kerja sangat membutuhkan softskills disamping hardskills Tidak semua hal bisa diajarkan, tapi semua hal bisa dipelajari..

Era global Mengapa Penting? Pendidikan perlu menyiapkan manusia yang mampu menjawab tantangan global mfile.narotama.ac.id/.../model-model%20pembelajaran%20scl.ppt 9

PERUBAHAN STRATEGI BENTUK KULIAH (CERAMAH) STUDENT CENTERED LEARNING TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM LEARNING OUTCOMES (CP) 10

Pembelajaran yang banyak dilakukan dahulu Berbentuk ceramah/ kuliah. Penilaian hasil belajar terpisah dari proses belajar dengan melalui ujian tulis. 11 TIM DIKTI 2011

PROSES PENGAJARAN DAN EVALUASINYA KULIAH PENILAIAN MAHASISWA BELAJAR HASIL BELAJAR TES / UJIAN LULUS mendengarkan, mencatat,. TIDAK LULUS endrop3ai@ its.ac.id

Perubahan paradigma dalam pembelajaran SERING DINAMAKAN PENGAJARAN (teaching) Dengan cara ini kemampuan apa yang didapat mahasiswa? Teacher Centered Learning Belajar bukan hanya menerima pengetahuan yang bersifat pasifreseptif 13 TIM DIKTI 2011

14 14

Ciri pembelajaran berpusat pada mahasiswa SEBAGAI FASILITATOR DAN MOTIVATOR DOSEN INTERAKSI TERANCANG DAN KONTEKTUAL MENITIK BERATKAN PADA METHOD OF INQUIRY & DISCOVERY SUMBER BELAJAR MULTI DEMENSI MAHASISWA MENUNJUKKAN KINERJA KREATIF (KOGNITIF,PSIKOMOTOR, AFEKTIF,YANG UTUH) endrop3ai@ its.ac.id

KEMAMPUAN AFEKTIF Taxonomi Bloom endrop3ai@ its.ac.id

MEMFASILITASI Buku, modul ajar, hand-out, journal, hasil penelitian, dan waktu MEMOTIVASI Dengan memberi perhatian pada mahasiswa Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan MEMBERI TUTORIAL Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran MEMBERI UMPAN BALIK Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran/hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya.

10% 20% 30% 50% 70% Reading Hearing words Looking at picture Watching video Looking at an exhibition Watching a demonstration Seeing it done on location Participating in a discussion Giving a talk Doing a Dramatic Presentation PASSIVE ACTIVE Verbal receiving Visual receiving Partici pating 90% Simullating the Real Experience Doing the Real Thing Doing TINGKAT MEMORISASI TINGKAT MODEL PEMBELAJARAN KETERLIBATAN Direkonstruksi dari Dr.Vernon A. Magnesen, 1983, dalam QUATUM TEACHING. 18

Apa Metode Pembelajaran? Cara menyajikan materi perkuliahan kepada mahasiswa untuk mencapai tujuan Permenristekdikti 44./2015, Pasal 1 (2) menjelaskan bahwa proses pembelajaran melalui kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Teknik Pembelajaran Level dibawah metode pembelajaran yaitu teknik pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang spesifik. Dengan demikian penggunaan metode yang sama pada siswa dengan kondisi yang berbeda akan memberikan teknik yang berbeda pula.

Taktik Pembelajaran Level dibawah teknik pembelajaran adalah taktik pembelajaran. Taktik pembelajaran adalah gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Taktik pembelajaran bersifat individual, sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan.

MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN Ceramah Demonstrasi Diskusi Simulasi Laboratorium Brainstorming Debat Seminar Bermain peran (role play) Studi kasus

MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN Discovery Learning Self Directed Learning Cooperative Learning Collaborative Learning Contextual Instruction Project-Based Learning Problem-Based Learning

Pengalaman & Kepribadian dosen Faktor yang dipertimbangkan dalam memilih metode Pengetahuan Awal mahasiswa 24

Alasan / nalar memilih metode pembelajaran metode ini sesuai dengan pokok bahasan, dalam makna lebih menjadi alat mencapai sasaran dan capaian pembelajaran. metode ini menjadi kegiatan mhs. dalam belajar ( kemandirian) dan meningkatkan. motivasi atau semangat belajar. metode ini memperjelas dasar, kerangka, isi dan tujuan dari pokok bahasan, sehingga pemahaman mhs. makin jelas

metode dipilih dosen dengan asas di atas berdasarkan pertimbangan praktis, rasional dikuatkan oleh kiat dan pengalaman dosen mengajar metode yang berdayaguna, belum tentu tunggal, jadi suatu metode dapat digunakan secara kombinasi (sintesis terpadu) dan dilengkapi dengan media tertentu, bahkan multi-media. Dasar pertimbangan ialah sasaran dan capaian pembelajaran.

Bagaimana Metode PembelajaranYang Baik? Sesuai Prinsip-prinsip Belajar

Motivasi Kecepatan belajar PRINSIP PRINSIP BELAJAR Keaktifan Belajar mahasiswa Umpan balik & Penguatan 28

Ceramah merupakan metode pembelajaran yang memberikan informasi pada sejumlah siswa pada suatu kesempatan. Keunggulan q q q cepat menyampaikan informasi banyak informasi yang disampaikan dalam waktu singkat menjangkau banyak audiens Kelemahan q komunikasi satu arah q sukar memenuhi kebutuhan individu q proses belajar mengajar berpusat pada dosen

Demonstrasi merupakan pembelajaran seorang dosen yang memperlihatkan suatu proses. Konsep yang diajarkan menjadi lebih nyata Kesamaan pengertian terhadap suatu konsep Cocok untuk mengajar keterampilan Pelaksanaan: Ada prosedur tertulis untuk mahasiswa Pelaksana demonstrasi siap dan terampil

Diskusi merupakan ajang bertukar pikiran diantara sejumlah orang dalam membahas masalah tertentu yang dilaksanakan secara teratur, dan bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama. Keunggulan q ada interaksi antara dosen-mahasiswa, mahasiswamahasiswa q dapat menilai penguasaan konsep mahasiswa q dapat melihat reaksi mahasiswa terhadap ide-ide baru Kelemahan q tidak efektif bila mahasiswa belum menguasai konsep dasar q menyita banyak waktu

Langkah Mengelola Diskusi Persiapan Pelaksanaan Penutup Rumuskan tujuan Tentukan topik Karakteristik mhs Kerangka diskusi Fasilitas Kemukakan tujuan Komunikasikan topik Jelaskan prosedur Bagi kelompok Bimbing diskusi Laporan kelompok Tanggapan kelompok Umpan balik dan penguatan Kesimpulan 32

Simulasi merupakan metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menirukan suatu kegiatan atau pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Memotivasi mahasiswa untuk: q Memahami perasaan orang lain q Memecahkan masalah bersama q Mengambil keputusan q Mengembangkan kreativitas

Bentuk Simulasi Peer Teaching Games Role Playing

Sumbang saran/ brainstorming digunakan dalam pemecahan masalah, setiap anggota kelompok mengusulkan dengan cepat kemungkinan pemecahan yang terpikirkan.

Sumbang Saran Memotivasi mahasiswa untuk: Berpartisipasi aktif memberikan pendapat Menghargai pendapat orang lain 36

Debat Merupakan metode pembelajaran yang memilih dan menyusun materi ajar menjadi suatu paket pro dan kontra. Kekuatan : dapat mengembangkan kemampuan akademik siswa dan merangsang kemampuan siswa untuk mengeluarkan pendapat sesuai dengan posisinya dalam kelompok debat. Kelemahan : tidak semua siswa dapat terlibat langsung, kurang efektif.

Seminar Metode belajar mengajar yang melibatkan sekelompok orang yang mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang suatu hal. Kekuatan : melatih menumbuhkan sikap positif siswa, memperkaya pengetahuan siswa serta memberi kesempatan siswa untuk saling berinteraksi. Kelemahan : memakan waktu lama dan bila siswa belum kondusif maka seminar tidak berjalan efektif.

Studi Kasus Metode ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan konsep dan teknik analisis dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Kekuatan : dapat memberikan wawasan yang luas, pertukaran pendapat, membuka kesiapan mental serta menemukan beberapa alternatif. Kelemahan : sulit mengukur sikap dan perilaku, hambatan waktu, dapat menimbulkan frustasi bagi siswa yang tidak punya ide pemecahan masalah.

Laboratorium / Praktek Metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan konsep pelajaran yang telah diterima. Kekuatan : dapat mengembangkan kreativitas siswa, menimbulkan interaksi antar siswa, serta menumbuhkan cara berpikir kritis. Kelemahan : membutuhkan waktu lama, tidak semua hal dapat dipraktekkan.

Bermain Peran (Role Play) Merupakan metode yang menetapkan seseorang pada situasi tertentu, seolah-olah menggambarkan situasi sebenarnya melalui penokohan, pengekspresian sikap, dan tindakan-tindakan. Kekuatan : dapat mendorong keterlibatan lebih mendalam dan memusatkan perhatian pada aspek yang dikehendaki. Kelemahan : keengganan melakukan peran, tidak menghayati, kurang realistis, dianggap dialog biasa.

Discovery Learning (DL) Discovery Learning adalah metode belajar yang difokuskan pada pemanfaatan informasi yang tersedia, baik yang diberikan dosen maupun yang dicari sendiri oleh mahasiswa, untuk membangun pengetahuan dengan cara belajar mandiri (Dikti, 2014).

Self Directed Learning (SDL) Self Directed Learning (SDL) adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa sendiri. Dalam hal ini, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu yang bersangkutan. Sementara dosen hanya bertindak sebagai fasilitator, yang memberi arahan, bimbingan, dan konfirmasi terhadap kemajuan belajar yang telah dilakukan individu mahasiswa tersebut (Dikti, 2014).

Cooperative Learning (CL) Cooperative Learning (CL) adalah metode belajar berkelompok yang dirancang oleh dosen untuk memecahkan suatu masalah/kasus atau mengerjakan suatu tugas. Kelompok ini terdiri atas beberapa orang mahasiswa, yang memiliki kemampuan akademik yang beragam. Metode ini sangat terstruktur, karena pembentukan kelompok, materi yang dibahas, langkah- langkah diskusi serta produk akhir yang harus dihasilkan, semuanya ditentukan dan dikontrol oleh dosen.

Collaborative Learning(CbL) Collaborative Learning(CbL) adalah metode belajar yang menitik beratkan pada kerjasama antar mahasiswa yang didasarkan pada konsensus yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok. Masalah/tugas/kasus memang berasal dari dosen dan bersifat open ended, tetapi pembentukan kelompok yang didasarkan pada minat, prosedur kerja kelompok, penentuan waktu dan tempat diskusi/kerja kelompok, sampai dengan bagaimana hasil diskusi/kerja kelompok ingin dinilai oleh dosen, semuanya ditentukan melalui konsensus bersama antar anggota kelompok (Dikti, 2014)

Contextual Instruction (CI) Contextual Instruction (CI) adalah konsep belajar yang membantu dosen mengaitkan isi matakuliah dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan memotivasi mahasiswa untuk membuat keterhubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat, pelaku kerja profesional atau manajerial, dll.

Project Based Learning (PjBL) Project Based Learning (PjBL) adalah metode belajar yang sistematis, yang melibatkan mahasiswa dalam belajar pengetahuan dan keterampilan melalui proses pencarian/ penggalian (inquiry) yang panjang dan terstruktur terhadap pertanyaan yang otentik dan kompleks serta tugas dan produk yang dirancang dengan sangat hati-hati.

Problem Based Learning PBL/ adalah belajar dengan memanfaatkan masalah dan mahasiswa harus melakukan pencarian/penggalian informasi (inquiry) untuk dapat memecahkan masalah tersebut.

MEMILIH METODE/ BENTUK/ MODEL PEMBELAJARAN RUMUSAN KOMPETENSI (contoh) CERAMAH SEMINAR / DISKUSI METODE/ MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PROBLEM BASE LEARNING PROJECT BASE LEARNING COLLABORATIVE LEARNING SIMULASI. Kemampuan komunikasi Penguasaan rumus Mampu Berenang endrotomoits@ yahoo.com

TUGAS Identitas Mata kuliah:... Kemampuan Akhir yang Diharapkah:... Pokok Bahasan:... Materi:... Metode:... Media:... Langkah-langkah pembelajaran:...... 50

Terimakasih