30/03/2015 DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING OPERATIONAL RESEARCH II

dokumen-dokumen yang mirip
PROGRAMA DINAMIS. Dalam Kehidupan nyata sering dijumpai masalah pengambilan keputusan yang meliputi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

PROGRAMA DINAMIS 10/31/2012 1

Program Dinamik (Dynamic Programming) Riset Operasi TIP FTP UB

Penelitian Operasional II Programma Dinamik 9. S2 : Musim gugur S3 : Musim dingin S4 : Musim semi

Riset Operasional. Tahun Ajaran 2014/2015 ~ 1 ~ STIE WIDYA PRAJA TANA PASER

Program Dinamis (dynamic programming):

Program Dinamis (Dynamic Programming)

Program Dinamis. Oleh: Fitri Yulianti

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

Penerapan Pemrograman Dinamis dalam Perencanaan Produksi

BAB 2 LANDASAN TEORI

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #10 Ganjil 2015/2016 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

LAPORAN RESMI MODUL II DYNAMIC PROGRAMMING

PENERAPAN PROGRAM DINAMIS PROBABILISTIK PADA PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 09

Program Dinamik Deterministik Rekursif Mundur Pada Perusahaan Distribusi Deterministic Dynamic Program Recursive of backwards On Distribution Company

Program Dinamis (Dynamic Programming)

PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN DYNAMIC PROGRAMMING DI PTPN IV UNIT USAHA SAWIT LANGKAT

SISTEM PENJADWALAN BAGI TEKNISI PEMELIHARAAN JARINGAN LISTRIK DISTRIBUSI UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA

BIAYA MINIMUM PADA PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UD. HAMING MAKASSAR DENGAN PROGRAM DINAMIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

Penerapan Program Dinamis dalam Menentukan Rute Terbaik Transportasi Umum

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK SUATU GRAF BERBOBOT DENGAN PENDEKATAN PEMROGRAMAN DINAMIS. Oleh Novia Suhraeni 1, Asrul Sani 2, Mukhsar 3 ABSTRACT

Pengantar Riset Operasi. Riset Operasi Minggu 1 (pertemuan 1) ARDANESWARI D.P.C., STP, MP

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

Rina Tinarty Sihombing, Henry Rani Sitepu, Rosman Siregar

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

PROGRAM DINAMIS UNTUK PENENTUAN LINTASAN TERPENDEK DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL

MODUL I PROGRAM DINAMIS

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Program Dinamik

Penelitian Operasional II Programa Dinamik 1 1. PROGRAM DINAMIK

Mata Kuliah Penelitian Operasional II OPERATIONS RESEARCH AN INTRODUCTION SEVENTH EDITION BY HAMDY A. TAHA BAB 6.

BAB III ALGORITMA GREEDY DAN PROGRAM DINAMIS

MODEL OPTIMISASI LOT PRODUKSI DENGAN PERTIMBANGAN BIAYA KUALITAS PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE

Model Arus Jaringan. Rudi Susanto

Program Dinamis Sebagai Algoritma Dalam Link State Routing Protocol

PENGANTAR PENELITIAN OPERATIONAL

Dynamic Programming. Pemrograman Dinamis

DESKRIPSI MATA KULIAH

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pada perkembangannya ternyata model transportasi ini dapat juga digambarkan dan diselesaikan dalam suatu bentuk jaringan

Penentuan Lintasan Terbaik Dengan Algoritma Dynamic Programming Pada Fitur Get Driving Directions Google Maps

OPTIMIZATION THE NUMBER OF GENTRY FILLING OIL (BBM) USING A LINEAR PROGRAMMING APPROACH TO FULFILL THE DEMAND (Case Study : PT.

The Use of a Dynamic Programming Approach in Inventory Control of Clove in the Production of Cigarette: A Case Study at PT. Gandum, Malang.

BAB 2 LANDASAN TEORI

TRANSPORTATION PROBLEM

MENENTUKAN PERSEDIAAN OPTIMAL DENGAN METODE EOQ DAN STOCHASTIC DI PT. SUKA SUKSES SEJATI

PENERAPAN DINAMIK PROGRAMMING (DP) dalam INDUSTRI & BISNIS

Penentuan Menu Makan dengan Pemrograman Dinamis

BAB I PENDAHULUAN. hingga ke luar pulau Jawa. Outlet-outlet inilah yang menjadi channel distribusi

Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN : X

Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) METODE STOKASTIK OLEH : KHAMALUDIN, S.T., M.T.

PENYELESAIAN ROBUST KNAPSACK PROBLEM (RKP) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIK

Penentuan Solusi Optimal MUHLIS TAHIR

MATERI 8 MODEL ARUS JARINGAN

PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE MULTIPLIERS DENGAN METODE STEPPING STONE DALAM MEMECAHKAN MASALAH TRANSPORTASI

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

OPTIMASI PRODUKSI DENGAN PROGRAM DINAMIS PADA PABRIK FRACTINATION AND REFINERY FACTORY (FRF) PT. SOCFINDO KEBUN TANAH GAMBUS

Pemanfaatan Algoritma Program Dinamis dalam Pendistribusian Barang

TUGAS RESUME MATERI KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA STRATEGI ALGORITMA : H

Program Dinamik Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D. Jurusan Teknik Sipil FT UGM

OPTIMALISASI PEMESANAN BAHAN BAKU DI PT XYZ UNTUK MEREDUKSI BIAYA PERSEDIAAN DENGAN METODE PROGRAM DINAMIS

BAB VIII PEMROGRAMAN DINAMIS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERMASALAHAN OPTIMASI 0-1 KNAPSACK DAN PERBANDINGAN BEBERAPA ALGORITMA PEMECAHANNYA

BAB VI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SDA

MATA KULIAH MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 2 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]

TEKNIK INFORMATIKA. Teori Dasar Graf

Pengenalan Matakuliah RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-1. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

Langkah-langkah studi OR: 1. Definisikan situasi/kondisi permasalahan 2. Memformulasikan permasalahan 3. Dapatkan solusi dari model tersebut

Model Arus Jaringan. Riset Operasi TIP FTP UB Mas ud Effendi

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-1. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Kosep Dasar Riset Operasional

INTEGRASI DYNAMIC PROGRAMMING DAN DECISION SUPPORT SYSTEM PENJADWALAN PRODUKSI

RISET OPERASIONAL. Kosep Dasar Riset Operasional. Disusun oleh: Destianto Anggoro

Kontrak Perkuliahan. Pertemuan Ke-1. Riani Lubis JurusanTeknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

TEKNIK RISET OPERASI (TRO) OPERATIONS RESEARCH (OR) Mbayak Ginting TRO

PERANCANGAN STRUKTUR DATA YANG EFISIEN UNTUK PEMROGRAMAN ANALISIS JARINGAN

PENGGUNAAN METODE MAXIMUM SUPPLY WITH MINIMUM COST UNTUK MENDAPATKAN SOLUSI LAYAK AWAL MASALAH TRANSPORTASI

EKONOMI TEKNIK. Konsep Biaya dan Lingkup Ekonomi. Pertemuan 2 KHAMALUDIN, S.T, M.T

Analisa Keputusan Manajemen dengan Pemrograman Dinamis

OPTIMASI (Pemrograman Non Linear)

BAB 2 LANDASAN TEORI

PROGRAMA INTEGER. Model Programa Linier : Maks. z = c 1 x 1 + c 2 x c n x n

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Optimisasi Kebutuhan Terminal Loading Point di PT X *

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

OPTIMASI JUMLAH KEBUTUHAN FASILITAS DAN AREA LAPANGAN PENUMPUKAN TERMINAL PETI KEMAS KALIBARU (NEW TANJUNG PRIOK)

MEMBUAT PERSAMAAN DARI PERSOALAN. Oleh : Zuriman Anthony, ST., MT

Transkripsi:

0/0/0 OPERTONL RESER gustina Eunike, ST., MT., M. ndustrial Engineering University o rawijaya Pemrograman inamis (dynamic programing / P) Prosedur matematis yang dirancang untuk memperbaiki eisiensi perhitungan masalah pemrograman matematis tertentu dengan menguraikannya menjadi bagian-bagian masalah yang lebih kecil. Penyederhanaan perhitungan. Menjawab masalah dalam tahap tahap (stages), dengan setiap tahap meliputi satu variabel optimasi. Perhitungan di tahap yang berbeda dihubungkan melalui perhitungan rekursi, untuk menjamin bahwa pemecahan layak untuk tiap tahap juga layak untuk keseluruhan masalah. ontoh P pada Shortest Route: ontoh P pada Shortest Route: Pemecahan menjadi tahap-tahap (stages): Tahap (stage ) ontoh P pada Shortest Route: Pemecahan menjadi tahap-tahap (stages): Tahap (stage ) ontoh P pada Shortest Route: Pemecahan menjadi tahap-tahap (stages): Tahap (stage )

0/0/0 Prinsip dasar pada perhitungan P:. Masalah dapat dibagi menjadi tahap-tahap (stages), dengan keputusan kebijakan yang dibuat pada tiap tahap.. Tiap tahap mempunyai state yang berhubungan dengan kondisi awal tahap. State merupakan inormasi yang diperlukan pada tahapan (stage) untuk membuat keputusan optimal.. Eek keputusan kebijakan pada setiap tahap menggambarkan perubahan state saat ini menjadi state lain pada awal tahap berikutnya.. Prosedur penyelesaian dirancang untuk menemukan kebijakan optimal dari keseluruhan masalah, yang menunjukkan keputusan kebijakan mana yang optimal pada setiap tahap untuk setiap state yang mungkin.. Pada state saat ini, kebijakan optimal untuk langkah selanjutnya independen terhadap pilihan states (keadaan-keadaan) sebelumnya. al di atas disebut sebagai principle o optimality. Rumus Rekursi Maju (orward Recursive): i s i = min c all easible i, i + i i, (,, n ) i =,,, n Rumus Rekursi Mundur (ackward Recursive): i s i = min c all easible i, i+ + i+ i+, (,, n ) i =,,, n Keterangan: n = jumlah stages i = label untuk stage saat ini (i =,,,..., n) s i = state saat ini pada stage i i = varibel keputusan pada stage i i s i = kontribusi stage,,..., i- (untuk orward), atau i, i+,..., n (untuk backward). ontoh ackward Recursive pada Shortest Route (di atas): Stage : ontoh ackward Recursive pada Shortest Route (di atas): Stage : ontoh ackward Recursive pada Shortest Route (di atas): Stage :

0/0/0 ontoh : Rute Terpendek lternati keputusan yang apat diambil pada Setiap Tahap n= n= E G n= n= E G Tahap(n), State(S n ), X n (lternati Keputusan) Pada tahap ke- (n = ) o Terdapat tiga state(s n ) yaitu, dan, orang yang melakukan perjalanan tersebut mungkin sedang berada di kota, ataupun. o ketika sedang berada di kota (S = ) orang tersebut bisa memilih untuk meneruskan perjalanan melalui E atau atau G. o E, dan G merupakan X alternati keputusan yang dapat diambil ketika berada pada state tertentu Pemecahan Masalah Pendekatan jangka pendek yaitu memilih rute(jalur) dengan biaya termurah pada setiap tahap tidak menjamin diperolehnya biaya yang minimal secara keseluruhan. ---- iaya total engan programa dinamis bisa diperoleh solusi optimal dengan biaya total = Pencarian solusi optimal harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh biaya. n= tahap terakhir Ketika berada di kota atau S =, hanya terdapat satu pilihan yaitu menuju ke kota tujuan akhir yaitu kota (X =). iaya menuju ke kota adalah. n= Ketika berada di kota E atau S =E, terdapat dua pilihan (alternati keputusan) yaitu menuju ke kota atau ke kota X = atau X =. ika memilih menuju ke kota biayanya adalah. ika memilih menuju ke kota biayanya adalah 8. iaya ini dihitung pada tahap sebelumnya n=. Sehingga jika sedang berada pada kota E maka yang harus dipilih adalah menuju ke kota s (S) ( s, ) c ( ) s E 8 9 G s

0/0/0 n= E n= ( s, ) c s ( ) E atau 9 0 E 8 8 8 E atau G Kota merupakan kota yang terdekat dengan kota tujuan awal(kota ), akan tetapi memilih kota yang terdekat TK selalu menghasilkan solusi yang terbaik jika tidak memperhatikan masalah secara keseluruhan. Pada kasus ini memilih kota yang terdekat justru memberikan solusi yang paling buruk. ( s, ) c s ( ) atau 8 Penentuan Solusi Pada tahap diperoleh hasil bahwa kalau dari kota harus menuju ke kota atau dan jangan ke kota Setelah sampai di kota dan kemudian kemana? erdasarkan hasil tahap kalau dari kota maka harus ke kota E dan kalau dari kota maka harus ke kota E atau. ( s, ) c s ( ) atau ( s, ) c s ( ) E atau 9 0 E 8 8 8 E atau ( s, ) c s ( ) Penentuan Solusi E atau 9 0 E 8 8 8 E atau ( s, ) c ( ) s E 8 9 erdasarkan hasil tahap : dari kota E harus dilanjutkan menuju kota dan dari kota harus menuju kota. G Penentuan Solusi erdasarkan hasil tahap : o jika sudah sampai di kota E maka perjalanan harus dilanjutkan menuju ke kota. o jika sudah sampai di kota maka perjalanan harus dilanjutkan menuju ke kota. Penentuan Solusi erdasarkan hasil tahap : o jika sudah sampai di kota maka perjalanan harus dilanjutkan menuju ke kota. o jika sudah sampai di kota maka perjalanan harus dilanjutkan menuju ke kota. (S) ( s, ) s c ( ) s ( ) s E 8 9 s (S) G

0/0/0 Solusi Solusi ( s, ) c s ( ) atau (S) ( s, ) s c ( ) s ( ) s ( s, ) c s ( ) E atau 9 0 E 8 8 8 E atau E 8 9 G E G Solusi Solusi E E G G Soal Latihan Sebuah perusahaan menghasilkan dua macam barang. Waktu kerja yang tersedia adalah 0 menit. arang memerlukan waktu menit per unit dan barang memerlukan waktu menit per unit. Tidak terdapat pembatasan jumlah barang yang dapat diproduksi akan tetapi untuk barang terbatas sampai 0 unit. Keuntungan barang adalah Rp. 0000 per unit dan barang adalah Rp. 0000 per unit. arilah penyelesaian optimalnya dengan menggunakan Programa dinamis. Soal Latihan Sebuah perusahaan ingin menentukan kebijaksanaan penggantian yang optimal dari peralatan yang saat ini berumur tahun untuk keperluan pemakaian tahun yang akan datang ( n = ) yaitu sampai awal tahun ke. Tabel berikut adalah data dari persoalan. Perusahaan menentukan peralatan yang berumur tahun harus diganti. arga peralatan baru adalah $ 00.000. Selesaikan permasalahan ini dengan programa dinamis!

0/0/0 Soal Latihan Sebuah kontraktor memperkirakan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan untuk minggu yang akan datang berturut-turut sebanyak,, 8,, dan orang. Kelebihan tenaga kerja memberikan biaya sebesar $ 00 per orang per minggu sedangkan untuk menambah tenaga kerja diperlukan biaya tetap sebesar $ 00 dan biaya variabel sebesar $ 00 per orang per minggu. Selesaikan permasalahan ini dengan programa dinamis! Soal Latihan Kapal dengan kapasitas angkut ton akan dimuati unit atau lebih dari tiga macam barang. Pada tabel di bawah ini diberikan berat per unit (w ton) dan nilai per unit (r ribu $) dari barang i. erapa jumlah setiap barang akan dimuat ke dalam kapal yang memberikan pendapatan total yang maksimal? Soal Latihan PT. Y memproduksi transormator besar untuk keperluan jaringan listrik. Permintaan yang harus dipenuhi untuk bulan-bulan mendatang pada tabel berikut : Transormator harus dikirim pada akhir bulan. Misalnya permintaan 0 unit transormator untuk bulan Mei harus dikirim pada akhir bulan Mei. iaya produksi transormator tergantung pada jumlah unit yang diproduksi seperti digambarkan pada tabel Soal Latihan Seseorang akan melakukan perjalanan dengan kereta kuda dari kota menuju kota 0 melalui beberapa kota dari kota sampai kota 9, melewati daerah berbahaya seperti pada gambar. ia dapat memilih beberapa rute, misalnya melalui kota ---8-0 atau --- 9-0. Setiap penggal jalan mempunyai bahaya yang diukur sebagai besar asuransi jiwa r (,d) dari kota ke kota d. ahaya dari rute tertentu dari kota ke kota 0 diukur dengan besarnya asuransi yang dibayar sepanjang rute tersebut. iaya asuransi yang harus dibayar dicantumkan pada penggal garis pada gambar. Kapasitas gudang untuk menyimpan transormator adalah 0 unit. Transormator yang tidak dikirim dalam bulan yang sama dapat disimpan dalam gudang dengan biaya $ 00 per unit per bulan. Persediaan pada awal bulan Mei adalah 0 unit dan persediaan pada awal bulan September ditetapkan sebesar 0 unit. Untuk praktisnya transormator hanya dapat diproduksi, dikirm dan disimpan dalam jumlah kelipatan 0 unit. Soal Latihan PT. X memutuskan untuk menambah enam orang tenaga penjualan pada bagian penjualannya. Tenaga kerja yang baru akan ditempatkan pada keempat daerah pemasarannya. Tabel berikut menunjukan kenaikan penjualan yang diharapkan (dalam $ 000 ) dari setiap daerah pemasaran, tergantung dari jumlah tenaga kerja yang ditugaskan pada daerah tersebut. Tentukan alokasi optimal dari keenam tenaga penjualan baru di keempat daerah pemasaran tersebut. Kesimpulan Model programa dinamis menggambarkan proses pengambilan keputusan proses bertahap. Masalah programa dinamis menghasilkan model matematis yang berbeda antara kasus yang satu dengan yang lain. Untuk memormulasikan masalah programa dinamis harus mengerti dengan baik mengenai konsep dari status, tahap, alternati keputusan, keputusan yang optimal, dan alasan penggunaan ungsi rekursi.

0/0/0 Review Question Kapankah metode programa dinamis bisa digunakan untuk menentukan solusi suatu permasalahan? pakah yang dimaksud dengan: State Tahap Variabel Keputusan ungsi Rekursi Kenapa dalam metode programa dinamis tidak mempunyai struktur model matematis yang pasti sehingga untuk masalah yang beda akan menghasilkan struktur model yang berbeda juga? ETERMNST ETERMNST P State pada stage berikutnya ditentukan oleh state dan kebijakan keputusan pada stage saat ini. Pengkategorian: ungsi tujuan Minimasi atau Maksimasi Set o states Variabel iskrit Variabel Kontinyu Vektor Struktur dasar: ETERMNST P PROLST P PROLST State pada stage berikutnya mengikuti suatu distribusi peluang. istribusi peluang ditentukan oleh stage saat ini. Untuk permasalahan yang sederhana dapat digambarkan menggunakan decision tree Lebih kompleks dibandingkan deterministic P.

0/0/0 PROLST P Reerences Struktur dasar: rederick illier and Gerald.Lieberman, ntroduction to Operations Research, olden ay Ltd, San ransisco, 99. Taha, amdy, Operation Research : n ntroduction, Macmillan Publishing ompany., New York, 99. 8