BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. Hos Cokroaminoto Ruko Grogol C2, Pekalongan. Alasan dipilihnya toko

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. beralamat di Jalan Balam No. 13 Sukajadi Pekanbaru. Wika Pekanbaru, data-data tersebut menyangkut : 1.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 19 september 2014 sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian explanatory research. Jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi pada PT.Telkom Pekanbaru yang terletak di jalan

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting

Bab III. Metodologi penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton

BAB III. Metodologi. a. Jenis penelitian: asosiatif, yaitu suatu pertanyaan penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Universitas Mercu Buana Jakarta, hal tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. obyek penelitian adalah para pengguna software akuntansi pada perusahaanperusahaan

BAB III METODE PENELITIAN. Pahlawan Seribu ITC BSD No. 33A&35 Serpong, Tangerang Selatan. Penelitian

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tiket pesawat secara online. Pada proses ini dibutuhkan waktu penelitian sejak

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. gejala atau peristiwa tertentu. Peristiwa atau kejadian yang diteliti adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT.Hexindo Adiperkasa Tbk Pekanbaru yang

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu: yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner (angket) yang

BAB 3 METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto,

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota

BAB III METODE PENELITIAN. kausal. Sugiyono (2010, hal.13) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III Metode Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian dilaksanakan melalui

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif. Penelitian

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

sementara terhadap rumusan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Motivasi Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Produktivitas Kerja

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT Astra International Tbk Auto2000 Daan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dan verifikatif. Sugiyono (2009:206) menyatakan bahwa

BAB III METODELOGI PENELITIAN. memperkuat landasan dalam variabel, penyusunan metode dalam

III. METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penyusunan metode dalam pengumpulan data, penyusunan instrumen, hingga

III. METODE PENELITIAN. diteliti dapat diklasifikasikan sebagai penelitian yang menggunakan hipotesis.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. beralamat di jalan Soekarno Hatta No. 103 Pekanbaru.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Selatpanjang yang terletak di JL.Diponegoro, No. 85 A B Selatpanjang Kab.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi. Variabel

III. METODE PENELITIAN. verifikatif. Sugiyono (2012:206) menyatakan bahwa Statistik deskriptif adalah

III. METODE PENELITIAN. metode penelitian yang menggambarkan dua variabel yang diteliti, yaitu variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sumbernya diamati dan dicatat pertama kalinya oleh peneliti. 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian bulan Maret sampai bulan April 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sampel auditor internal pada perusahaan perusahaan tersebut. Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan desain atau suatu proses yang memberikan arahan atau petunjuk secara sistematis kepada peneliti dalam melakukan proses penelitian. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif, dimana penelitian bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis untuk membantu analisa data dan pembuktian hipotesis, dengan memberikan hasil berupa angkaangka numerik (Sugiyono,2013 : 12). Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2013 : 53) lebih spesifik mengatakan bahwa, Penelitian deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan jenis penelitian asosiatif hubungan kausal, menurut Sugiyono (2013 : 18) asosiatif hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Penelitian kasualitas merupakan penelitian yang disusun untuk meneliti adanya hubungan sebab-akibat antara variabel. Menurut Sugiyono (2013 : 56) lebih spesifik mengatakan bahwa, Desain penelitian kasual pada umumnya adalah hubungan yang bersifat sebab-akibat, adanya variabel independen dan dependen. Dalam hubungan kausal terdapat variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (varibel yang dipengaruhi). Dari variabel tersebut tahap selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variable independen terhadap variabel dependen. Penelitian deskriptif dan hubungan kasual akan digunakan dalam mengukur pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Desain penelitian ini dapat dilihat dari tabel 3.1 berikut dimana keterangan dari tabel 3.1 adalah sebagai berikut: 21

22 Tabel 3.1 Desain Penelitian Desain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Metode Penelitian Unit Analisis Motivasi karyawan T-1 Deskriptif Kuesioner Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center Kinerja karyawan T-2 Deskriptif Kuesioner Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center Pengaruh motivasi T-3 terhadap kinerja Asosiatif- Kuesioner karyawan Exhibition di Kasualitas Balai Sidang Jakarta Convention Center Sumber : Penulis, 2014 Time Horizon Cross Sectional Cross Sectional Cross Sectional Keterangan : T.1 : Untuk mengetahui indikator yang memotivasi kinerja karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center. T.2 : Untuk mengetahui kinerja karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center. T.3 : Untuk mengetahui terdapat atau tidak pengaruh antara motivasi dan kinerja karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center. 3.2 Jenis dan Sumber Data Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai maka jenis dan sumber data yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif, dimana unit analisis pada perusahaan yaitu karyawan. Sumber data yang digunakan adalah:

23 1) Sumber Primer Menurut Sugiyono (2013 : 193), sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. 2) Sumber Sekunder Menurut Sugiyono (2013 : 193), sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya hasil studi pustaka. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data diperlukan teknik atau cara dalam mendapatkan informasi yang akan diolah. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Observasi (Pengamatan) Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap kinerja yang dilakukan karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center. b. Kuesioner (Angket) Menurut Sugiyono (2013 : 199) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Peneliti akan membagikan kuesioner kepada semua karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center untuk diisi dan kemudian dijadikan sumber data dalam penelitian. c. Studi Pustaka Peneliti melakukan studi pustaka dengan membaca referensi, seperti buku catatan selama perkuliahan, buku cetak, jurnal dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian ini. 3.4 Teknik Analisa Data Menurut Sugiyono (2013 : 206), lebih spesifik mengatakan bahwa, Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan

24 perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik analisi data penelitian kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. 3.4.1 Statistik Deskriptif Menurut Sugiyono (2013 : 206-207), menjelaskan bahwa Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Termasuk dalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pectogram, perhitungan modus, median, mean. Dalam statistik deskriptif juga dapat dilakukan untuk mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui analisis korelasi, melakukan prediksi dengan analisis regresi, dan membuat perbandingan dengan membandingkan rata-rata data sampel atau populasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis rata-rata (mean). Menurut Sugiyono (2013) mean adalah teknik penjelasin kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Keterangan : n : Rata rata dari data yang ada : Jumlah data yang akan dihitung : Banyak data yang ada Dalam penelitian ini akan dicari mean atau rata-rata dari semua variabel yang ada. Untuk menentukan klasifikasi penilaian terhadap variabel-variabel penelitian, baik ditinjau dari indikator pengukuran maupun sample penelitian. 3.4.2 Analisis Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara variabel indepedent (variabel yang mempengaruhi) terhadap variabel dependen (variabel yang dipengaruhi) menggunakan penelitian asosiatif hubungan kausal dikarenakan hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat maka akan dipakai regresi linier sederhana. Menurut Sugiyono(2013 : 270) lebih spesifik

25 mengatakan, bahwa Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal suatu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah : Y = a - bx Keterangan : Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan A = Kinerja Karyawan Y bila X = 0 (Motivasi Konstan ) B =Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan. X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. 3.4.3 Analisis Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R 2 yang kecil berarti kemampuan variabel bebas (disiplin kerja) dalam menjelaskan variabel terikat (kinerja karyawan) amat terbatas. Begitu pula sebaliknya, nilai yang mendekati satu berarti variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat 3.4.4 Skala Likert Menurut Sugiyono (2013 : 132), Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Untuk mengukur pernyataan mengenai motivasi terhadap kinerja karyawan, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan skala pengukuran yang berupa skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian

26 indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item pernyataan kuesioner. Jawaban setiap kuesioner yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai negatif. Maka setiap jawaban kuesioner diberi nilai (skor), dimana dalam pemberian nilau digunakan skala likert sebagai berikut : Tabel 3.2 Bobot dan Kategori Pengukuran Data Keterangan penilaian Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Netral (N) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Penulis (2014) 3.4.5 Alat Bantu Statistik Dalam penelitian ini penulis akan menganalisa dan memperhitungkan statistik dengan menggunakan software pengolahan data SPSS 21( Software statistical Product and Service Solution ). 3.5 Populasi dan Sampel Pengertian populasi menurut Sugiyono (2013 : 115) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Sugiyono (2013 : 116) lebih spesifik mengatakan bahwa, Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. 3.6 Teknik Pengambilan Sampling Teknik pengambilan sampel adalah pengambilan sampel dari jumlah populasi yang tersedia. Maka teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling nonpeluang (nonprobability sampling), yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2013 :

27 120). Cara pengambilan sampel secara tidak acak yang digunakan adalah sampling jenuh. Menurut Sugiyono (2013 : 122) lebih spesifik mengatakan bahwa, Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, yaitu kurang dari 30 orang, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center yang berjumlah 15 orang dimana semua karyawan merupakan karyawan tetap Exhibition di Balai Sidang Jakarta Convention Center. 3.7 Operasionalisasi Variabel Variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel independen atau variabel bebas (X) dan variabel dependen atau variabel terikat (Y). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independennya adalah Motivasi (X), sedangkan yang menjadi variabel dependennya adalah Kinerja Karyawan (Y). Penulis menjabarkan setiap variabel menjadi dimensi dan menjabarkan setiap dimensi menjadi indikator.

28 Tabel 3.3 Operasionalisasi Variabel Variabel Dimensi Indikator Skala Motivasi Kebutuhan - Pemenuhan kebutuhan pokok Likert (X) fisiologis (sandang dan pangan) Kebutuhan rasa aman Kebutuhan hubungan sosial - Pemenuhan akan tempat tinggal - Rasa aman dalam bekerja - Perlindungan terhadap keselamatan kerja - Senang bekerja dilingkungan perusahaan Likert Likert Kinerja Karyawan (Y) Kebutuhan penghargaan Kebutuhan aktualisasi diri Faktor individu Faktor kepimpinan Faktor kelompok Faktor sistem - Diterima baik oleh lingkungan kerja Likert - Penghargaan atas prestasi kerja - Diperhatikan oleh lingkungan dalam bekerja - Bekerja atas kesadaran dan Likert keinginan diri sendiri tanpa paksaan orang lain - Keterampilan yang dimiliki Likert karyawan - Motivasi karyawan dalam bekerja - Pola kepimpinan kerja Likert - Hubungan dengan atasan - Hubungan dengan rekan sekerja Likert - Fasiltas yang ada dilingkungan kerja - Penggunaan teknologi yang efektif Faktor situasi - Kondisi lingkungan kerja Likert Sumber : Penulis, 2014

29 3.8 Uji Validitas Menurut Ghozali (2013), Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam hal ini digunakan beberapa butir pertanyaan yang dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur tersebut. Dalam mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Dalam hal ini hipotesis yang diajukan adalah: Ho: Skor butir pertanyaan berkorelasi positif dengan total skor konstruk. Ha: Skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total skor konstruk. Menurut Gozhali (2013:53) uji validitas dilakuan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Jika rhitung lebih besar dari rtabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid, demikian sebaliknya bila rhitung lebih kecil dari rtabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan tidak valid. Rumus yang digunakan dalam uji validitas konstruk adalah teknik korelasi product moment: Rumus : Keterangan : r = koefisien korelasi X = tanggapan responden setiap pernyataan Y = total tanggapan responden seluruh pernyataan n = jumlah responden Kriteria valid tidaknya suatu item dalam instrumen ditentukan dengan jika nilai signifikansi korelasi 5%, maka pernyataan dinyatakan valid dan jika nilai signifikansi korelasi 5%, maka pernyataan dinyatakan tidak valid. 3.9 Uji Realibilitas Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan

30 reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu Ghozali (2013:48). Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS. Formula yang digunakan untuk menguji realibilitas instrumen dalam penelitian ini adalah koefisien α cronbach s yang perumusannya sebagai berikut : Keterangan : r = realibilitas instrumen/koefisien alfa k = banyaknya jumlah pertanyaan = jumlah varians = varians total Suatu instrumen dapat dikatakan reliable bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih. Koefisien korelasi yang nilai signifikansinya lebih besar dari 0,6 (level of significance) menunjukkan bahwa item-item tersebut sudah sahih sebagai pembentuk indikator (Ghozali, 2013). 3.10 Rancangan Uji Hipotesis Menurut Sugiyono (2013 : 93) lebih spesifik mengatakan bahwa, Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam kalimat pertanyaan. Hipotesis dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevanm belum didasarkan pada faka-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sampel sehingga hipotesis statistik diperlukan untuk menguji apakah hipotesis penelitian yang diuji dengan data sampel dapat diberlakukan untuk populasi atau tidak sehingga dalam pembuktian terdapat signifikansi.

31 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pengujian hipotesis uji signifikasi pengaruh parsial (uji t). 3.10.1 Uji Signifikasi Parameter Individual (Uji Statistik t) Menurut Ghozali (2013:98) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh signifikansi satu variabel independen (X) secara individual (motivasi) dalam menerangkan variabel dependen (Y) (kinerja karyawan). Juga menambahkan bahwa dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi 5% (0,05) yaitu: a. Apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. b. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

32