BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wonoharjo, Kecamatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN 3 Waluyo yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

BAB III METODE PENELITIAN. bahasa Inggris sering disebut dengan istilah Classroom Action Research

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun alasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Hubungan keempat komponen. Bagan 2. Alur Pelaksanaan Tindakan Kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi tempat peneliti melaksanakan penelitian adalah SDN Orimalang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Subyek Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian classroom

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ledo yang beralamat di. Jalan Raya Ledo, Desa Ledo, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Action

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian. Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). Dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

43 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen yang beralamat di Jalan Pahlawan Nomor 207 Kebumen (sebelah barat daya Alun-alun Kebumen). Bangunan SD ini berdiri sejak tahun 1976 dan telah mengalami beberapa kali renovasi serta penambahan ruang. Secara geografis, letak sekolah ini sangat strategis dan mudah dijangkau, karena berada di tepi jalan. SD Negeri 7 Kutosari memiliki 6 kelas yang terdiri dari kelas I sampai kelas VI, 1 Ruang Kepala Sekolah, 1 Ruang Guru, 1 Ruang Tamu, 1 Mushola, 1 Perpustakaan, 1 UKS, 1 Ruang Musik, 1 Gudang Alat Olahraga, 1 Kantin, 1 Dapur dan 3 Kamar Mandi/WC. SD Negeri 7 Kutosari memiliki luas tanah 566,58 m 2. Halaman yang dimiliki sekolah ini cukup luas, sehingga dapat digunakan untuk upacara maupun kegiatan olahraga. Jumlah siswa dari kelas I sampai kelas VI pada tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 185 siswa. Tenaga pendidik dan tenaga administrasi yang ada di sekolah ini berjumlah 13 orang, terdiri dari satu kepala sekolah, enam guru kelas, satu guru penjaskes, satu guru bahasa Inggris, satu guru PAI, satu orang petugas perpustakaan, satu orang Tata Usaha, dan satu orang penjaga sekolah. Peneliti memilih melakukan penelitian di SD Negeri 7 Kutosari karena beberapa alasan, yaitu: (1) dari pihak sekolah, mudah untuk diajak berkomunikasi dan memberi kesempatan bagi peneliti untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, (2) peneliti ingin menunjukkan bahwa dengan penggunaan model Quantum Teaching dengan media model dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang Geometri siswa kelas IV SD Negeri 7 Kutosari tahun ajaran 2015/2016. 43

44 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2015/2016, tepatnya mulai bulan Januari 2015 sampai dengan Juni 2016. a. Persiapan Penelitian 1) Izin penelitian : 4 Januari 2016 2) Koordinasi peneliti dengan guru : 4 Januari 2016 3) Menyusun proposal : Januari 2016-Februari 2016 4) Menyiapkan instrumen : 10 Februari 2016 5) Seminar proposal : 17 Februari 2016 b. Pelaksanaan Tindakan 1) Siklus I a) Siklus I pertemuan 1 (1) Perencanaan : 1 Maret 2016 (2) Pelaksanaan : 4 Maret 2016 (3) Pengamatan : 4 Maret 2016 (4) Refleksi : 4 Maret 2016 b) Siklus I pertemuan 2 (1) Perencanaan : 14 Maret 2016 (2) Pelaksanaan : 18 Maret 2016 (3) Pengamatan : 18 Maret 2016 (4) Refleksi : 18 Maret 2016 2) Siklus II a) Siklus II pertemuan 1 (1) Perencanaan : 21 Maret 2016 (2) Pelaksanaan : 26 Maret 2016 (3) Pengamatan : 26 Maret 2016 (4) Refleksi : 26 Maret 2016 b) Siklus II pertemuan 2 (1) Perencanaan : 28 Maret 2016 (2) Pelaksanaan : 1 April 2016 (3) Pengamatan : 1 April 2016

45 (4) Refleksi : 1 April 2016 3) Siklus III a) Siklus III pertemuan 1 (1) Perencanaan : 3 April 2016 (2) Pelaksanaan : 8 April 2016 (3) Pengamatan : 8 April 2016 (4) Refleksi : 8 April 2016 b) Siklus III pertemuan 2 (1) Perencanaan : 10 April 2016 (2) Pelaksanaan : 16 April 2016 (3) Pengamatan : 16 April 2016 (4) Refleksi : 16 April 2016 c. Analisis Data dan Laporan 1) Analisis data hasil tindakan : Maret-April 2016 2) Menyusun laporan skripsi : Maret-Juni 2016 3) Ujian : Juni 2016 4) Revisi : Juni 2016 5) Penggandaan dan pengumpulan laporan : Juni 2016 B. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Arikunto (2013: 130) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas. Penelitian kolaborasi ini sangat disarankan kepada para peneliti yang belum pernah atau masih jarang melakukan penelitian. Meskipun dilakukan bersama, karena kelasnya berbeda, dan tentu saja peristiwanya berbeda, hasilnya pasti berbeda (Arikunto, dkk, 2011: 17). Penelitian ini telah dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru kelas. Penelitian tindakan kelas kolaboratif ini dilaksanakan oleh peneliti yang bekerja sama dengan guru. Guru bertugas untuk melaksanakan tindakan yang telah

dirancang oleh peneliti bersama guru. Peneliti bertugas melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan. 46 C. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 7 Kutosari tahun ajaran 2015/2016, yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Latar belakang sosial orang tua siswa kelas IV ini beragam, mulai dari yang berprofesi sebagai buruh, pedagang, wiraswasta, dan PNS. Dari berbagai macam latar belakang sosial tersebut menyebabkan siswa kelas IV memiliki karakteristik sosial yang berbeda-beda, termasuk tingkat kecerdasan dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. D. Data dan Sumber Data 1. Data Arikunto, Suhardjono, dan Supardi (2008: 127) menyatakan bahwa pada umumnya dalam penelitian tindakan kelas, data dimanfaatkan untuk menggambarkan perubahan pada kinerja guru, hasil prestasi siswa, perubahan kinerja siswa, perubahan suasana kelas. Arikunto, Suhardjono, dan Supardi (2008: 129) menyatakan, Data yang baik adalah data yang diambil dari sumber yang tepat dan akurat. Mahmud (2011: 146) menyatakan, Data merupakan fakta atau informasi atau keterangan yang dijadikan sebagai sumber atau bahan menemukan kesimpulan dan membuat keputusan. Jenis data yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa data nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi Geometri yang diambil dari evaluasi pada akhir kegiatan pembelajaran dan data kualitatif yang berasal dari informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran Matematika materi Geometri pada kelas IV dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model.

47 2. Sumber Data Arikunto (2010: 172) menjelaskan, Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data merupakan pihakpihak yang dapat memberikan keterangan yang diperlukan untuk melengkapi data yang akan dianalisis. Berdasarkan sumber pengambilannya, data dibedakan menjadi dua macam, yaitu data primer dan data sekunder (Mahmud, 2011: 146). Dari pendapat di atas, disimpulkan bahwa sumber data adalah subjek atau pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan yang diperlukan untuk melengkapi data yang akan dianalisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: a. Sumber Data Primer Mahmud (2011: 146) menyatakan Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan dari sumber asli oleh orang yang melakukan penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah: 1) Siswa kelas IV SD Penelitian ini mengambil sumber data dari siswa kelas IV SD Negeri 7 Kutosari yang berjumlah 35 siswa. Data yang dapat diperoleh dari siswa antara lain data nilai evaluasi pada mata pelajaran Matematika materi Geometri yang diperoleh siswa setelah ia melaksanakan evaluasi pada tiap akhir kegiatan pembelajaran, observasi dan wawancara terhadap siswa terkait respon siswa terhadap jalannya pembelajaran dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. Adapun alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari siswa antara lain lembar evaluasi, lembar observasi, dan pedoman wawancara. 2) Guru kelas IV SD Dalam penelitian ini, guru kelas IV bertindak sebagai pelaksana tindakan yakni penggunaan model Quantum Teaching dengan media model pada pembelajaran Matematika tentang Geometri siswa kelas IV.

48 Data yang diperoleh dari guru berupa data tentang pelaksanaan penggunaan model Quantum Teaching dengan media model pada pembelajaran Matematika tentang Geometri siswa kelas IV. Data tersebut diperoleh melalui lembar observasi dan pedoman wawancara. b. Sumber Data Sekunder Mahmud (2011: 146) menyatakan, Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen siswa kelas IV SD Negeri 7 Kutosari tahun ajaran 2015/2016 yang berupa daftar hadir siswa, daftar nilai hasil belajar siswa pada pelajaran matematika tentang geometri kelas IV, dan catatan lain yang mendukung penelitian ini. E. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Sugiyono (2011: 224) menyatakan, Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan penilitian adalah mendapatkan data. Dalam mengumpulkan data selama penelitian, peneliti menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Berikut ini adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti: a. Teknik Tes Padmono (2009: 5-6) menjelaskan, Tes adalah suatu cara untuk mengadakan pengukuran berupa tugas atau serangkaian kegiatan yang harus dilakukan subjek sehingga menghasilkan informasi tentang performan atau penampilan perilaku tertentu yang dapat dibandingkan dengan skor standar atau dengan kelompoknya. Sudjana (2011: 35) mengemukakan bahwa tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan, dalam bentuk tulisan, atau dalam bentuk perbuatan yang digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa.

49 Sedangkan Arikunto (2010: 193) berpendapat, Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tes merupakan suatu cara atau prosedur yang sistematis berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dan diukur melalui skala angka atau sistem kategori. Dalam penelitian ini teknik tes yang digunakan adalah tes tertulis yang menunjukkan hasil belajar Matematika tentang Geometri siswa kelas IV SD Negeri 7 Kutosari. b. Teknik Nontes 1) Observasi Padmono (2009: 20) menyatakan bahwa Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara teliti tentang aspek-aspek yang diamati. Arikunto (2010: 199) mengemukakan bahwa Observasi meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa observasi merupakan upaya untuk merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan berlangsung dengan atau tanpa alat. Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati langkahlangkah penggunaan model Quantum Teaching dengan media model dalam pembelajaran Matematika tentang Geometri yang dilakukan oleh guru kelas IV. Observasi dalam penelitian ini juga dilakukan untuk mengamati respon siswa dalam pembelajaran Matematika tentang Geometri dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. Observasi ini dilakukan oleh peneliti dan dua teman sejawat sebagai observer.

50 2) Wawancara Padmono (2009: 20) menyatakan bahwa Wawancara adalah metode untuk memperoleh respon dengan cara mengajukan secara tanya jawab sepihak, artinya yang berkepentingan mengumpulkan data bertanya (interviuer) dan responden menjawab (intervie). Estenberg (Sugiyono, 2011: 231) menyatakan bahwa wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa wawancara merupakan suatu metode atau cara yang digunakan untuk memperoleh suatu keterangan atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada respondennya. Adapun bentuk wawancara yang dipakai pada penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Untuk itu, peneliti menyiapkan daftar pertanyaan sebelum pelaksanaan pembelajaran atau tindakan. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada guru kelas IV dan siswa kelas IV. Wawancara tersebut digunakan untuk menambah data dari hasil observasi tentang langkah-langkah penggunaan model Quantum Teaching dengan media model dalam pembelajaran Matematika tentang Geometri. 3) Dokumentasi Arikunto (2010: 201) menyatakan bahwa Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Dokumen merupakan catatan yang sudah berlalu. Dalam penelitian ini, dokumen yang digunakan untuk memperoleh data yaitu daftar nilai Pre Test pada pelajaran Matematika tentang Geometri kelas IV SD Negeri 7 Kutosari.

51 2. Alat Pengumpulan Data Pemilihan dan penggunaan alat pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini disesuaikan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan. Berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan, maka alat yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: a. Lembar Tes Teknik tes pada penelitian ini adalah tes tertulis. Tes tertulis untuk mengumpulkan data hasil belajar Matematika tentang Geometri pada kelas IV. Alat yang digunakan adalah lembar tes tertulis materi Geometri kelas IV. b. Lembar Observasi Alat pengumpulan data pada teknik observasi ini ada dua yaitu lembar observasi tentang penggunaan model Quantum Teaching dengan media model untuk mengamati guru dan lembar observasi proses pembelajaran untuk mengamati siswa. c. Pedoman wawancara Alat pengumpulan data pada teknik wawancara yaitu pedoman wawancara. Pedoman wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh peneliti kepada guru dan siswa kelas IV setelah pembelajaran selesai untuk mendapatkan data tentang proses kegiatan pembelajaran Matematika tentang Geometri dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. d. Dokumen Alat pengumpulan data berupa dokumen, pada penelitian ini adalah daftar nilai Pretest pada pelajaran Matematika tentang Geometri kelas IV SD Negeri 7 Kutosari.

52 3. Penyusunan Instrumen a. Instrumen Penggunaan Model Quantum Teaching dengan Media Model 1) Definisi Konseptual Penggunaan model Quantum Teaching dengan media model adalah program untuk mengajarkan geometri di kelas IV dengan cara belajar berkelompok secara heterogen dan didukung dengan media model. Model Quantum Teaching dengan media model yang dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) tanamkan yaitu penyampaian materi tentang geometri dengan media model, (b) alami yaitu pengamatan media model, (c) namai yaitu dengan pembentukan kelompok dan diskusi, (d) demonstrasikan yaitu mendemonstrasikan hasil diskusi, (e) ulangi yaitu pembahasan hasil diskusi dan kesimpulan, (f) rayakan yaitu dengam melakukan evaluasi dan penghargaan. 2) Definisi Operasional Penggunaan model Quantum Teaching dengan media model adalah akumulasi skor dan deskripsi yang menunjukkan langkah-langkah penggunaan model Quantum Teaching dengan media model. Skor dan deskripsi tersebut diperoleh melalui lembar observasi dan pedoman wawancara terhadap guru dan siswa yaitu meliputi kegiatan guru mengajar dengan menggunakan langkah-langkah model Quantum Teaching dengan media model. Model Quantum Teaching dengan media model terdiri atas enam langkah, yakni: (1) tanamkan yaitu guru menyampaikan apersepsi terkait materi yang akan dipelajari, dan mempersiapkan media serta penempatan media agar terlihat oleh semua siswa, (2) alami yaitu guru mengajak siswa untuk mengamati media model yang disediakan oleh guru, (3) namai yaitu guru membentuk siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa, setiap kelompok diminta untuk merumuskan suatu persoalan secara berkelompok dengan bantuan lembar diskusi, (4) demonstrasikan yaitu guru memberi kesempatan pada kelompok untuk ke depan kelas

53 mendemonstrasikan cara menggunakan media model dan menunjukkan hasil diskusinya, (5) ulangi yaitu guru dan siswa membahas hasil diskusi dengan membuat kesimpulan terkait materi yang telah dipelajari dengan menggunakan kalimat mereka sendiri, (6) rayakan yaitu guru melakukan evaluasi dan pemberian penghargaan dengan memberikan pujian. Kisi-kisi instrumen observasi dan wawancara penggunaan model Quantum Teaching dengan media model untuk guru dan siswa dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Observasi dan Wawancara Penggunaan Model Quantum Teaching dengan Media Model terhadap Guru dan Siswa No Indikator No. Instrumen Jumlah 1 Penyampaian materi dengan media 1,2 2 model (Tanamkan) 2 Pengamatan media model (Alami) 3,4 2 3 Pembentukan kelompok dan diskusi 5,6,7 3 (Namai) 4 Mendemonstrasikan hasil diskusi 8,9,10 3 kelompok dengan menggunakan media di depan kelas (Demonstrasikan) 5 Pembahasan hasil diskusi dan 11,12,13,14 4 kesimpulan (Ulangi) 6 Evaluasi dan penghargaan (Rayakan) 15,16,17,18 4 Jumlah 18 (Butir selengkapnya pada lampiran 4-9 halaman 169-181) b. Instrumen Hasil Belajar Matematika tentang Geometri 1) Definisi Konseptual Pembelajaran matematika adalah kegiatan yang berupa proses interaksi belajar antara guru, siswa, dan sumber belajar dalam rangka mempelajari materi pelajaran matematika tentang geometri melalui model, dan media yang tepat sehingga memperoleh hasi belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pembelajaran matematika tentang geometri pada siswa kelas IV SD adalah suatu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan proses

54 dan hasil pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran matematika tentang geometri yang meliputi sifat bangun ruang sederhana (Kubus, Balok, Tabung, Kerucut, dan Bola), jaring-jaring Kubus dan Balok, simetri lipat, dan pencerminan bangun datar pada siswa kelas IV SD yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir konkret dalam pembelajaran dengan menggunakan model Quantum Teaching yang dikombinasikan dengan media model sehingga memperoleh hasi belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2) Definisi Operasional Pembelajaran matematika tentang geometri adalah akumulasi skor dan deskripsi yang menunjukkan proses dan hasil pembelajaran matematika tentang geometri dengan penggunaan model Quantum Teaching dengan media model. Dalam pembelajaran matematika tentang geometri siswa kelas IV dapat diukur dengan penggunaan langkah Quantum Teaching dengan media model. Skor dan deskripsi tersebut diperoleh dengan lembar evaluasi yaitu hasil belajar siswa berupa tes dengan materi geometri mengenai sifat-sifat bangun ruang sederhana, jaring-jaring Kubus dan Balok, Simetri lipat, dan pencerminan bangun datar. Kisi-kisi evaluasi pembelajaran Matematika tentang Geometri siklus I, II, dan III diuraikan sebagai berikut: SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.1 Menentukan Sifat-sifat Bangun Ruang Sederhana

Tabel 3.2 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus I Pertemuan 1 dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang No. Bentuk 8.1.1 Menyebutkan sifat-sifat bangun Kubus 8.1.2 Menyebutkan sifat-sifat bangun Balok Menjelaskan pengertian bangun ruang kubus Menyebutkan minimal 3 contoh benda-benda di lingkungan sekitar yang menyerupai bangun ruang kubus Menunjukkan sisi pada Kubus Menyebutkan banyaknya sisi pada Kubus Menyebutkan sifatsifat bangun ruang Kubus Menjelaskan pengertian bangun ruang Balok Menyebutkan minimal 3 contoh benda-benda di lingkungan sekitar yang menyerupai bangun ruang Balok Menunjukkan rusuk pada Balok Menunjukkan titik sudut pada Balok Menyebutkan sifatsifat bangun ruang Balok Kognitif Soal Soal C2 1 PG C2 2 PG C3 3 PG C2 4 PG C2 1 Uraian C2 5 PG C2 6 PG C3 7 PG C3 8 PG C2 2 Uraian Jumlah 10 55

56 SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.1 Menentukan Sifat-sifat Bangun Ruang Sederhana Tabel 3.3 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus I Pertemuan 2 dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang No. Bentuk 8.1.3 Menyebut kan sifatsifat Tabung 8.1.4 Menyebutkan sifat-sifat Kerucut 8.1.5 Menyebutkan sifatsifat Bola Menjelaskan pengertian bangun ruang Tabung Menunjukkan rusuk pada bangun Tabung Menyebutkan minimal 3 benda yang menyerupai bangun Tabung Menyebutkan sifatsifat bangun Tabung Menjelaskan pengertian bangun ruang Kerucut Menunjukkan titik sudut pada abangun Kerucut Menyebutkan sifatsifat bangun Kerucut Menjelaskan pengertian bangun ruang Bola Menunjukkan sisi pada bangun Bola Menyebutkan sifatsifat Bola Kognitif Soal Soal C2 1 PG C2 2 PG C2 3 PG C2 1 Uraian C2 4 PG C2 5 PG C2 2 Uraian C2 6 PG C1 7 PG C2 8 PG Jumlah 10

57 SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.2 Menentukan Jaring-jaring Balok dan Kubus Tabel 3.4 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus II Pertemuan I dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang No. Bentuk 8.2.1 Menyebutkan contoh benda bangun Kubus 8.2.2 Menjelaskan pengertian jaringjaring Kubus. 8.2.3 Menunjukkan jaringjaring Kubus dan bukan jaringjaring Kubus. Menyebutkan 3 contoh benda yang menyerupai bangun Kubus. Menentukan contoh benda bangun Kubus dan bukan bangun Kubus Menentukan bangun datar yang dapat membentuk Kubus Menunjukkan sisi yang saling berhadapan pada bangun Kubus Menjelaskan pengertian jaringjaring Kubus Menunjukkan sisisisi bangun Kubus Menentukan jumlah bangun datar yang membentuk Kubus Mengelompokkan gambar jaring-jaring Kubus dan bukan jaring-jaring Kubus Menunjukkan jaringjaring yang membentuk Kubus Menunjukkan jaringjaring yang tidak membentuk Kubus Kognitif Soal Soal C2 1 PG C2 2 PG C3 3 PG C3 4 PG C2 1 Uraian C2 2 Uraian C3 5 PG C2 6 PG C3 7 PG C3 8 PG Jumlah 10

58 SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.2 Menentukan Jaring-jaring Balok dan Kubus Tabel 3.5 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus II Pertemuan 2 dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang No. Bentuk 8.2.4 Menyebutkan contoh benda bangun Balok 8.2.5 Menjelaskan pengertian jaringjaring Balok. 8.2.6 Menunjukkan jaringjaring Balok dan bukan jaringjaring Balok. Menyebutkan tiga contoh benda di lingkungan sekitar yang menyerupai bangun Balok. Menentukan contoh benda bangun Balok dan bukan bangun Balok Menentukan bangun datar yang dapat membentuk Balok Menunjukkan sisi yang saling berhadapan pada bangun Balok Menjelaskan pengertian jaring-jaring Balok Menunjukkan sisi-sisi bangun Balok Menentukan jumlah bangun datar yang dapat membentuk Balok Mengelompokan gambar yang termasuk jaring-jaring Balok dan bukan jaring-jaring Balok Menunjukkan jaringjaring yang membentuk Balok Menunjukkan jaringjaring yang tidak membentuk Balok Kognitif Soal soal C2 1 PG C3 2 PG C3 3 PG C3 4 PG C2 1 Uraian C2 2 Uraian C3 5 PG C2 6 PG C3 7 PG C3 8 PG Jumlah 10

59 SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.3 Mengidentifikasi Benda-benda dan Bangun Datar Simetris Tabel 3.6 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus III Pertemuan 1 dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang Kognitif No. Soal Bentuk soal 8.3.1 Menentukan ciri-ciri Mendeskripsikan ciriciri bangun simetris C2 1 PG bangun Menyebutkan 3 C2 2 PG datar yang contoh benda di simetris sekitar yang simetris Menyebutkan 3 C2 3 PG contoh benda di sekitar yang tidak simetris 8.3.2 Menentukan sumbu simetri Menjelaskan pengertian sumbu simetri C2 1 Uraian suatu Menentukan sumbu C3 4 PG bangun simetri dari bangun datar datar simetris Menentukan sumbu C3 5 PG simetri dari benda simetris 8.3.3 Mengelompokkan Menjelaskan pengertian simetris C2 6 PG contoh Menjelaskan C2 7 PG bangun pengertian asimetris datar yang Membedakan bangun C2 8 PG simetris dan datar simetris dan tidak tidak simetris simetris Mengelompokkan C2 2 Uraian contoh bangun datar yang simetris dan tidak simetris Jumlah 10

60 SK : 8 Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar KD : 8.4 Menentukan Hasil Pencerminan Suatu Bangun Datar Tabel 3.7 Kisi-kisi Evaluasi Pembelajaran Matematika tentang Geometri Siklus III Pertemuan 2 dalam Bentuk Pilihan Ganda (8) dan Uraian (2) Indikator Tujuan Jenjang No. Bentuk 8.4.1 Menjelaskan pengertian pencerminan Menjelasakan pengertian pencerminan Kognitif Soal Soal C2 1 PG Menyebutkan peristiwa C2 2 PG pencerminan pada kehidupan sehari-hari Menunjukkan hasil C3 3 PG percerminan suatu benda Menentukan bentuk dan C3 4 PG ukuran benda hasil pencerminan 8.4.2 Menyebut- Menyebutkan sifat-sifat C2 5 PG kan sifatsifat pencerminan pencerminan bangun datar sesuai dengan gambar hasil pencerminan yang terbentuk Menunjukkan sifat C3 6 PG pencerminan benda Menyebutkan 3 sifat C2 1 Uraian bayangan benda yang dibentuk oleh cermin 8.4.3 Menggambar hasil pencermin- Menunjukkan hasil pencerminan suatu bangun datar C3 7 PG an bangun Menunjukkan bayangan C3 8 PG datar benda pada cermin sederhana Menggambar hasil C5 2 Uraian pencerminan dari suatu bangun datar Jumlah 10

61 Teknik Penskoran Nilai = (Jumlah benar PG x 1) + (Jumlah benar Uaraian x 3) 14 X 100 F. Teknik Validitas Data Sugiyono (2011: 267) menyatakan bahwa Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dalam upaya mendapatkan data atau informasi yang valid, validitas data dalam penelitian sangat diperlukan. Untuk memperoleh data yang valid, dalam penelitian ini digunakan Teknik triangulasi. Sugiyono (2011: 241) menjelaskan bahwa triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Data yang diperoleh merupakan penggabungan dari data yang diperoleh melalui beberapa sumber, misalnya guru, siswa dan pengamat, serta melalui beberapa Teknik pengumpulan data, misalnya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan pendapat yang diuraikan di atas tentang teknik triangulasi, dapat disimpulkan bahwa triangulasi adalah teknik yang digunakan dalam upaya memeriksa atau mengecek kebenaran data yang diperoleh melalui penggabungan atau perbandingan data dari sumber data maupun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tersebut. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan menggunakan tiga sumber data atau sudut pandang untuk memperoleh satu data tentang pengguanaan model Quantum Teaching dengan media model pada pembelajaran Matematika tentang Geometri, serta respon siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan. Data yang akan dianalisis bersumber dari siswa, observer dan peneliti. Setiap sudut pandang mempunyai peran yang penting dalam pengumpulan dan perolehan data mengenai penggunaan model Quantum Teaching dengan media model pada saat pembelajaran berlangsung.

62 Sedangkan triangulasi teknik pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik observasi, dokumen, dan wawancara. Observasi dilakukan saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Dokumen dalam penelitian ini berupa data nilai siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan tindakan. Dan wawancara merupakan data penguat yang dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan terkait pelaksanaan pembelajaran terhadap guru dan siswa setelah kegiatan pembelajaran selesai. Peneliti sebagai perancang jalannya kegiatan pembelajaran memiliki peran penting untuk mengamati jalannya kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru kelas karena dengan peneliti mengamati jalannya kegiatan belajar mengajar, maka peneliti akan menyadari apakah jalannya kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perencanaan semula atau tidak. Siswa berperan untuk merespon dan mengikuti pembelajaran dengan aktif dan antusias. Sedangkan observer yang meliputi dua rekan sejawat mahasiswa mempunyai peran penting dalam mengumpulkan data melalui observasi dari interaksi antara guru dan siswa saat pembelajaran berlangsung. G. Teknik Analisis Data Sugiyono (2011: 244) menyatakan bahwa analisis data adalah mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis deskriptif komparatif untuk menganalisis data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar yang diperoleh siswa dengan hasil belajar pada evaluasi siklus sebelumnya. Selain dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, penelitian ini juga akan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis penggunaan

63 model Quantum Teaching dengan media model dalam pembelajaran Geometri dengan menganalisis data hasil observasi dan wawancara. Analisis data kualitatif meliputi 3 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan dan terus menerus selama dan setelah pengumpulan data. Miles dan Huberman (Sugiyono, 2011: 246) menyebutkan ada tiga langkah pengolahan data kualitatif, yaitu: 1. Reduksi Data Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data. Memberikan gambaran yang lebih jelas, mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya, dan mencarinya saat diperlukan. Proses reduksi data dilakukan dengan mengumpulkan data dari sumber data, menelaah data yang ada. Selanjutnya data tersebut kemudian dirangkum, memilah hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. 2. Penyajian Data Penyajian data diartikan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dengan penyajian data, peneliti akan dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan berdasarkan pemahaman tentang penyajian data. Penyajian data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan ringkasan 3. Penarikan Kesimpulan Tahap akhir dari analisis data yakni melakukan penarikan kesimpulan dari tahap reduksi dan penyajian data. Penarikan kesimpulan dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada. Kesimpulan ini juga diverifikasi selama penelitian berlangsung dengan maksud-maksud menguji kebenaran, kekokohan dan kecocokannya yang merupakan validitasnya.

64 H. Indikator Kinerja Penelitian Keberhasilan penelitian ini dapat diukur dengan tiga indikator yang hendak dicapai. Ketiga indikator tersebut meliputi guru dalam mengajar, siswa dalam belajar dan data nilai hasil belajar siswa. Dengan tercapainya ketiga indikator capaian penelitian tersebut maka kegiatan penelitian dapat dihentikan. Adapun indikator capaian penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut: Tabel 3.8 Indikator Kinerja Penelitian Persentase yang Aspek yang diukur ditargetkan Guru menggunakan model Quantum Teaching dengan media model dalam pembelajaran matematika tentang geometri dengan langkah-langkah yang tepat Proses belajar siswa terhadap penggunaan model Quantum Teaching dengan media model Peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika tentang geometri dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. Cara Mengukur 85% Melalui lembar observasi guru dan pedoman wawancara guru tentang penggunaan model Quantum Teaching dengan media model. 85% Melalui lembar observasi siswa dan pedoman wawancara siswa tentang penggunaan model Quantum Teaching dengan media model. 85% Melalui lembar tes tertulis dan dihitung 85% dari jumlah siswa yang dapat mencapai KKM=70. I. Prosedur Penelitian Bentuk penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Peranan guru pada penelitian tersebut sebagai pelaksana tindakan. Tujuan utama penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar di kelas yang melibatkan guru secara langsung dalam keseluruhan tindakan. Menurut Arikunto (2010: 137) secara garis besar model penelitian tindakan kelas ini meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi.

65 Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Pelaksanaan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan Perencanaan Refleksi SIKLUS III Pengamatan Pelaksanaan Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas (Modifikasi Arikunto 2010: 137) Sebelum dilaksanaknnya tindakan ke SD penelitian, peneliti dan observer bersama guru kelas melakukan pertemuan terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi mengenai variabel penelitian yang akan dilaksanakan agar terjadi kesamaan pemikiran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, sehingga peneliti harus bekerja sama dengan guru kelas untuk melaksanakan tindakan. Penelitian tindakan kelas kolaboratif ini terdiri dari 3 siklus dengan 2 kali pertemuan pada tiap siklusnya. Setiap proses dalam satu siklus mencakup empat tahap yang saling berhubungan dan berkelanjutan. Uraian keempat tahap dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi menurut Arikunto (2010: 138-140) sebagai berikut: 1. Perencanaan Pada perencanaan menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Langkah pada tahap

66 perencanaan meliputi: (a) membuat skenario pembelajaran, (b) membuat instrumen, (c) mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung, (d) mempersiapkan cara merekam, menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan. 2. Pelaksanaan Tahap kedua dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan mengenai tindakan di kelas. Dalam tahap ini pelaksana/ guru harus menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, berlaku wajar, dan tidak dibuat-buat. Langkah yang ditempuh dalam tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan model Quantum Teaching dengan media model. 3. Pengamatan Tahap observasi merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan pengamat terhadap pelaksanaan tindakan. Kegiatan pengamatan/ observasi dalam penelitian ini dilakukan oleh observer. Observer mengamati guru/ pelaksana dalam menerapkan model Quantum Teaching dengan media model. 4. Refleksi Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilaksanakan. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang terkumpul dan melakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya. Refleksi dalam penelitian tindakan kelas mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan, untuk tindakan selanjutnya. Kegiatan ini diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru, menyusun perencanaan baru, mengimplementasikan tindakan baru, atau sekedar menjelaskan implementasi tindakan perbaikan. Dengan melakukan refleksi, guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai dari PTK yang telah dilakukannya, apa yang belum dicapai dan apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. Di dalam penelitian ini, peneliti mengadakan analisis data, pemaknaan dan penyimpulan terhadap tindakan yang telah dilakukan. Pada tahapan ini juga,

67 peneliti membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I. Hasil refleksi pada siklus I, merupakan tahapan awal dari siklus II. Hasil refleksi siklus II merupakan tahap awal dari siklus III. Dari gambar 3.2 terlihat bahwa peneliti melaksanakan penelitian dalam tiga siklus yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Tahapan dalam setiap siklus terdapat empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berikut ini uraian dari tahap penelitian yang direncanakan oleh peneliti: 1. Siklus I a. Perencanaan Berikut rencana penelitian yang dibuat oleh peneliti pada tahap perencanaan siklus I: (1) mengurus perizinan, (2) observasi lapangan sebelum pemberian tindakan, (3) menentukan kolaborator, (4) menyusun skenario pembelajaran siklus I, (5) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi sifat-sifat bangun kubus, balok, tabung, kerucut, dan bola (6) menyiapkan lembar observasi guru dan siswa, (7) menyiapkan lembar wawancara guru dan siswa, (8) menyiapkan lembar tes, (9) menyiapkan media model, (10) sosialisasi dengan guru kelas IV, (11) menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran. b. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP mata pelajaran Matematika tentang Geometri dengan standar kompetensi memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar dan kompetensi dasar menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. Adapun rincian materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan di siklus I yaitu: 1) Pertemuan I yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret tahun 2016, materinya tentang sifat-sifat bangun ruang Kubus dan Balok.

68 2) Pertemuan II pada minggu kedua bulan Maret tahun 2016, materinya tentang sifat-sifat bangun ruang Tabung, Kerucut, dan Bola. c. Pengamatan Kegiatan pengamatan dilakukan oleh observer selama pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi. Observer dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dua teman sejawat mahasiswa. Sumber data dalam pengamatan ini juga didukung oleh dokumentasi jalannya kegiatan pembelajaran yaitu berupa foto dan video kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. Kegiatan observasi ini mengamati proses tindakan yang dilakukan melalui aktivitas pembelajaran, dampak atau pengaruh dari tindakan yang dilakukan (hasil belajar siswa), dan kendala yang muncul di dalam pelaksanaan tindakan di siklus I d. Refleksi Pada tahap refleksi ini, peneliti memproses data observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil belajar siswa yang didapatkan. Data yang diperoleh kemudian diinterpretasi, dicari kelemahan dan kekurangannya, dan dianalisis sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan awal yang dapat digunakan dalam merencanakan tindakan pada siklus II. 2. Siklus II a. Perencanaan Berikut rencana penelitian yang dibuat oleh peneliti pada tahap perencanaan siklus II: (1) Peneliti melakukan koordinasi dengan guru kelas tentang perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sesuai dengan hasil refleksi siklus I sehingga kekurangan dan kendala yang muncul pada siklus I akan dibenahi, (2) menentukan kolaborator, (3) menyusun skenario pembelajaran siklus II, (4) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi jaring-jaring kubus dan balok (5) menyiapkan lembar observasi guru dan siswa, (6) menyiapkan lembar wawancara guru dan siswa, (7) menyiapkan lembar evaluasi, (8)

69 menyiapkan media model, (9) sosialisasi dengan guru kelas IV, (10) menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran. b. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP mata pelajaran Matematika tentang Geometri dengan kompetensi dasar menentukan jaring-jaring balok dan kubus. Adapun rincian materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan di siklus II yaitu: 1) Pertemuan I yang dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Maret tahun 2016, materinya tentang jaring-jaring Kubus. 2) Pertemuan II pada minggu keempat bulan Maret tahun 2016, materinya tentang jaring-jaring Balok c. Pengamatan Kegiatan pengamatan dilakukan oleh observer selama pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi. Observer dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dua teman sejawat mahasiswa. Sumber data dalam pengamatan ini juga didukung oleh dokumentasi jalannya kegiatan pembelajaran yaitu berupa foto dan video kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan media model. Kegiatan observasi ini mengamati proses tindakan yang dilakukan melalui aktivitas pembelajaran, dampak atau pengaruh dari tindakan yang dilakukan (hasil belajar siswa), dan kendala yang muncul di dalam pelaksanaan tindakan di siklus II. d. Refleksi Pada tahap refleksi ini, peneliti memproses data observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil belajar siswa yang didapatkan. Data yang diperoleh kemudian diinterpretasi, dicari kelemahan dan kekurangannya, dan dianalisis sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan awal yang dapat digunakan dalam merencanakan tindakan pada siklus III.

70 4. Siklus III a. Perencanaan Siklus III merupakan siklus terakhir yang direncanakan oleh peneliti pada penelitian ini. Sehingga diharapkan pada siklus III sudah terlihat peningkatan hasil belajar siswa yaitu 85% dari jumlah siswa keseluruhan telah mencapai KKM (70). Untuk mencapai nilai tersebut, maka peneliti harus mengatur rencana yang matang dengan berdasar pada refleksi siklus I dan siklus II. Sehingga pada siklus ini semua kendala dan kekurangan yang muncul akan dibenahi. Adapun rencana yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus III antara lain: (1) peneliti melakukan koordinasi dengan guru kelas tentang perencanaan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan hasil refleksi siklus I dan siklus II sehingga kekurangan dan kendala yang muncul pada siklus I dan siklus II akan dibenahi, (2) peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus III dengan materi simerti lipat bangun datar, dan hasil pencerminan bangun datar, (3) koordinasi dengan guru kelas tentang pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun oleh peneliti, (4) mempersiapkan media dan sarana pendukung lainnya yang diperlukan selama pembelajaran berlangsung, (5) mempersiapkan instrumen yang diperlukan dalam penelitian berupa lembar evaluasi siswa, lembar observasi dan pedoman wawancara. b. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP mata pelajaran Matematika tentang Geometri dengan kompetensi dasar mengidentifikasi benda-benda dan bangun datar simetris. Adapun rincian materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan di siklus III yaitu: 1) Pertemuan I yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan April tahun 2016, materinya tentang bangun datar simetris. 2) Pertemuan II pada minggu kedua bulan April tahun 2016, materinya tentang pencerminan bangun datar.

71 c. Pengamatan Kegiatan pengamatan dilakukan oleh observer selama pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi. Kegiatan observasi ini mengamati proses tindakan yang dilakukan melalui aktivitas pembelajaran, dampak atau pengaruh dari tindakan yang dilakukan (hasil belajar siswa), dan kendala yang muncul di dalam pelaksanaan tindakan di siklus III. Selain mendapatkan informasi dari observer, peneliti juga mencari informasi pendukung tentang jalannya kegiatan pembelajaran dengan melakukan wawancara dengan observer dengan berpedoman pada pedoman wawancara setelah kegiatan pembelajaran berlangsung. d. Refleksi Pada tahap refleksi siklus III, diharapkan akan diperoleh pembelajaran yang lebih baik dan maksimal serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I, II dan III sehingga kriteria keberhasilan dalam penelitian ini dapat tercapai.