BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Siska Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Mangkuyudan No.2. Lokasi sekolah berada di jalan Samanhudi No.32 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Pemilihan SD Negeri Mangkuyudan No.2 sebagai tempat penelitian dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut: a) SD Mangkuyudan No.2 merupakan tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) peneliti sehingga peneliti mengetahui permasalahan yang terdapat pada SD tersebut, yaitu rendahnya keterampilan menulis puisi; b) Sekolah bersedia memberikan data yang diperlukan peneliti dan adanya keterbukaan dari pihak sekolah dalam pemberian informasi yang membantu lancarnya pelaksanaan penelitian; c) Sekolah tersebut belum pernah digunakan sebagai objek penelitian yang sejenis sehingga terhindar dari penelitian ulang. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan yang meliputi tahap persiapan penelitian, pelaksanaan sampai dengan penyusunan laporan serta ujian skripsi. Penelitian ini dimulai dari bulan November 2015 sampai dengan bulan Mei Adapun rincian waktu dan jenis penelitian dapat dilihat pada (lampiran 1 halaman 104). B. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sukmadinata (2013: 140) berpendapat bahwa penelitian tindakan kelas berkaitan erat dengan penelitian kualitatif, karena dalam pengumpulan datanya mengunakan kualitatif. Namun, tidak semua data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data kualitatif, karena dalam mengukur tingkat keterampilan menulis puisi siswa terjadi peningkatan atau tidak juga diperlukan data kuantitatif. Data kuantitatif 42
2 43 disajikan dalam bentuk angka dan persentase yang didapatkan dari perolehan nilai peserta didik ketika melaksanakan tes. Penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa inggris disebut Classroom Action Research (CAR) adalah penelitian yang dilakukan guru dengan tujuan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelasnya. Menurut Arikunto, Suhardjono, & Supardi (2015: 1) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penelitian tindakan kelas atau PTK adalah jenis penelitian yang memaparkan baik proses maupun hasil, untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Ciri khusus PTK adalah adanya tindakan. Tindakan tersebut dapat berupa penerapan model/strategi/cara mengajar baru yang diterapkan dalam siklus-siklus. Arikunto, Suhardjono, & Supardi (2015: 210) menjelaskan bahwa dalam penelitian tindakan kelas terdapat empat rangkaian kegiatan, yaitu planning, action, observation, dan reflection. Secara terperinci, keempat kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Perencanaan (Planning) Kegiatan ini dimulai dari identifikasi masalah, perumusan masalah dan analisis penyebab masalah, hingga pada pengembangan intervensi (action/solutioin) 2. Pelaksanaan (Action) Action dilaksanakan peneliti untuk memperbaiki masalah. Selama melakukan tindakan, guru mengacu pada program yang telah dipersiapkan dan disepakati bersama jika dilaksanakan secara kolaborasi. Untuk mengurangi kemungkinan terjadi kelemahan dalam pelaksanaan tindakan, maka dalam persiapan dan perancanaan perlu dilakukan secara maksimal. 3. Pengamatan (Observation) Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pada langkah ini, peneliti menguraikan jenis-jenis data yang dikumpulkan, cara pengumpulan
3 44 data, dan alat koleksi data (angket/wawancara/observasi) tentang fenomena kelas yang dibuat siswa dan guru merupakan informasi yang berharga. Untuk mendapatkan data yang akurat, perlu disusun instrumen yang valid dan reliabel. 4. Refleksi (Reflection) Reflection adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi (a) pada siswa, (b) suasana kelas, dan (c) guru. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, peneliti mencoba untuk mengatasi kekurangan/kelemhan yang terjadi akibat tindakan yang telah dilakukan. Siklus ini merupakan perbaikan dari siklus sebelumnya, tahapan dari setiap siklus perlu disusun rencana yang matang dengan memperhatikan hasil refleksi dari siklus sebelumnya. C. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Siswa kelas V berjumlah 28 siswa, terdiri dari 10 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Kondisi siswa dalam kelas tersebut memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Selain itu, guru juga menjadi subjek penelitian berkaitan dengan kegiatan guru saat mengajar. D. Data dan Sumber Data 1. Data Data adalah hasil pencatatan peneliti, baik yang berupa fakta ataupun angka (Arikunto, 2010: 161). Data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data dalam penelitian tindakan berfungsi sebagai landasan refleksi. Data atau informasi yang paling penting untuk dikumpulkan dan dikaji berupa informasi tentang proses pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis puisi, kemampuan siswa dalam pemahaman puisi, kemampuan guru dalam penguasaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. Data yang berupa angka dapat berupa angka-angka (nilai) tentang hasil belajar peserta didik.
4 45 2. Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber (Sugiyono, 2013: 308). Sumber data dalam penelitian merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 2010: 171). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data atau peneliti, sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara siswa dan guru kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2, hasil observasi guru dan siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2, serta hasil belajar siswa. b. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data atau peneliti, sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari arsip dan dokumen, serta tempat berlangsungnya pembelajaran keterampilan menulis puisi. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono, 2013: 308). Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan, penelitian menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang tepat yaitu: 1. Wawancara Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara kepada narasumber dengan tujuan untuk memperoleh data yang diharapkan. Menurut Sugiyono (2013: 317), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.
5 46 Wawancara pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan terhadap guru puisi baik sebelum dan sesudah penggunaan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI). 2. Observasi Observasi adalah suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan dan beberapa siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 Laweyan, Surakarta yang bertujuan untuk menggali informasi dan memperoleh data yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dan keterampilan menulis mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung (Sukmadinata, 2013: 220). Observasi dalam rancangan penelitian ini digunakan untuk mengukur atau menilai aktivitas guru dan siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 Laweyan Surakarta serta penerapan strategi pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) saat pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan observasi, selain peneliti berperan sebagai observer dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru, peneliti juga berperan sebagai kolaborator. Jadi, dalam penelitian ini peneliti mengobservasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. Hasil observasi didiskusikan bersama dengan guru untuk diambil simpulan sebagai bahan tindak lanjut pada proses selanjutnya. 3. Tes Arikunto (2010: 193) menjelaskan bahwa tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensia, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Pemberian tes dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh siswa setelah kegiatan pemberian tindakan. Tes digunakan untuk mengumpulkan data pencapaian kompetensi pembelajaran keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 Laweyan, Surakarta. Peneliti melakukan penelitian melalui tes tertulis. Tes tertulis akan dilakukan setelah kegiatan inti dalam setiap pembelajaran menggunakan model pembelajaran Somatic Auditory
6 47 Visualization Intellectually (SAVI). Tes tertulis yang digunakan peneliti untuk mengukur pemahaman puisi dan keterampilan menulisnya yaitu bentuk uraian. 4. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik (Sukmadinata, 2013: 222). Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah. Peneliti melakukan dokumentasi dengan mengambil foto dan video pelaksanaan pembelajaran menulis puisi melalui model pembelajaran SAVI. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data atau dokumen dalam penelitian yang diperoleh dari arsip dan dokumen sekolah seperti silabus kelas V semester II, buku materi ajar Bahasa Indonesia, dan jadwal pelajaran Bahasa Indonesia dikelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2. F. Teknik Uji Validitas Data Informasi yang akan dijadikan data dalam penelitian harus diuji validitasnya agar dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya kebenarannya, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam penarikan simpulan. Validitas menurut Sugiyono (2013: 363) adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Teknik validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Teknik triangulasi, yakni suatu cara untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan menggunakan berbagai metode agar informasi itu dapat dipercaya kebenarannya sehingga peneliti tidak salah mengambil keputusan (Sanjaya, 2011: 112). Adapun teknik-teknik uji validitas yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: 1. Triangulasi Sumber Triangulasi sumber digunakan untuk menguji kebenaran data, yaitu dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber yang berbeda (Sugiyono, 2013: 373). Data atau informasi yang diperoleh lebih valid bila diuji dan dikomparasikan dengan data dari sumber yang berbeda. Kegiatan yang dilakukan dalam teknik tersebut adalah membandingkan data
7 48 terkait proses pembelajaran keterampilan menulis puisi mulai dari data yang diperoleh dari guru dan siswa. Hasil perbandingan dari sumber data yang berbeda tersebut kemudian disimpulkan. 2. Triangulasi Teknik Triangulasi teknik yaitu penggunaan teknik atau metode yang beragam untuk mengumpulkan data yang sama. Menguji kredibilitas data dengan triangulasi teknik yaitu mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda (Sugiyono, 2013: 373). Pada penelitian ini, peneliti bertujuan mendapatkan data tentang pembelajaran keterampilan menulis puisi. Peneliti membandingkan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, kemudian wawancara dengan guru dan siswa. Hasilnya ditindak lanjuti dengan melakukan tes unjuk kerja dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2. Data yang diperoleh dari beberapa teknik pengumpulan data yang berbeda tersebut hasilnya akan dibandingkan dan dapat ditarik kesimpulan sehingga data lebih kuat validitasnya. G. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2013: 335). Analisis data akan dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis data kualitatif adalah model analisis interaktif (Miles &Huberman dalam Sugiyono, 2013: 337). Model analisis ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verification). Penjelasan alur kegiatan analisis interaktif dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut:
8 49 Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Simpulan/Verifikasi Sumber: (Sugiyono, 2013: 338) Gambar 3.1 Model Analisis Data Interaktif Berdasarkan analisi data model interaktif gambar 3.1, maka langkahlangkah yang ditempuh dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah proses pengumpulan informasi dari berbagai macam sumber yang dikumpulkan menjadi sekumpulan data. Pengumpulan data ini dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. Pengumpulan data ini dilakukan melalui observasi dan wawancara guru dan siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 Laweyan Surakarta. 2. Reduksi Data Reduksi data yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Data yang diperoleh dari lapangan tentu banyak dan beragam, bahkan sangat rumit, untuk itu perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya serta membuang yang tidak perlu (Sugiyono, 2013: 338). Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah
9 50 peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Data yang direduksi dalam penelitian ini yaitu berupa hasil wawancara guru dan siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Informasi-informasi yang tidak memiliki kaitan dengan topik penelitian diseleksi dan tidak digunakan. Informasi yang sama mengenai suatu hal dari beberapa narasumber dipilih salah satu dan informasi yang lain disimpan. Sebagai contoh, dari beberapa siswa mengatakan pembelajaran menulis puisi dengan model SAVI menyenangkan dan lebih menarik, maka diambil salah satu sumber. 3. Penyajian Data Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data dimaksudkan untuk memudahkan peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data penelitian. Data yang telah direduksi kemudian dikelompokkan sesuai dengan jenisnya dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik. Melalui kegiatan pengelompokan tersebut, peneliti akan lebih mudah memahami dan membandingkan keadaan antara prasiklus, siklus I, dan siklus II. Sehingga akan lebih memudahkan pula dalam pengambilan simpulan dan pada saat kegiatan validitas data. 4. Penarikan Simpulan/Verifikasi Dalam proses penelitian menganalisis dan menginterpretasi data merupakan langkah yang sangat penting. Kegiatan ini dilakukan untuk memantapkan simpulan dari tampilan data agar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Penarikan simpulan merupakan proses peninjauan kembali pada benar atau tidaknya data yang diperoleh dalam penelitian. Setelah semua data disajikan, peneliti membandingkan rekapitulasi nilai hasil belajar Bahasa Indonesia materi keterampilan menulis puisi antara prasiklus dengan siklus I dan siklus II saat diterapkan model pembelajaran SAVI, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan terhadap data hasil penelitian yang merupakan jawaban dari hipotesis penelitian.
10 51 H. Indikator Kinerja Penelitian Untuk mengukur keberhasilan sebuah penelitian diperlukan indikator kinerja. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila penerapan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 70. Indikator kinerja yang ingin dicapai adalah 85% ( 24 siswa dari 28 siswa) mendapatkan nilai 70. Pada siklus I diharapkan 60% siswa mendapatkan nilai 70. Pada siklus II, keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri Mangkuyudan No.2 diharapkan dapat meningkat hingga 85% dari seluruh jumlah siswa kelas V mendapatkan nilai 70. I. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah sebuah rangkaian tahap penelitian dari awal hingga akhir. Prosedur penelitian tindakan kelas meliputi beberapa siklus, sesuai dengan tingkat permasalahan yang akan dipecahkan dan kondisi yang akan ditingkatkan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap sebagai berikut : 1) perencanaan; 2) pelaksanaan tindakan; 3) observasi; 4) refleksi tindakan (Arikunto, 2010:137). Adapun siklus-siklus tersebut digambarkan pada gambar 3.2 berikut: Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Perencanaan Siklus II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 3.2 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Sumber: Arikunto, 2010: 137)
11 52 Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan rincian tahapantahapan penelitian sebagai berikut: 1. Siklus I Pada siklus I pelaksanaan 2 pertemuan dengan alokasi waktu tiap pertemuan adalah 2x35 menit. Pada siklus I pembelajaran menggunakan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) dilaksanakan secara kelompok. Kegiatan pada siklus I dijelaskan sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk 2x pertemuan. 2) Menyiapkan lembar kerja siswa yang digunakan dalam proses pembelajaran. 3) Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. 4) Menyusun format evaluasi pembelajaran. b. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I menggunakan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) untuk menyampaikan materi pengertian puisi, unsur-unsur puisi, cara penyusunan puisi anak serta langkah-langkah penyusunan puisi. Model ini juga digunakan dalam proses pembelajaran secara berkelompok. Pada siklus I guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, inti, dan penutup. Kegiatan awal yang terdiri atas persiapan yaitu mengkondisikan kelas, berdoa, dan presensi, kemudian apersepsi yaitu dengan mengajak siswa bernyanyi bersama sambil bergerak, kemudian melakukan tanya jawab antara guru dengan siswa tentang siapa yang hobi membaca dan menulis puisi, kemudian orientasi atau penyampaian tujuan pembelajaran yaitu siswa diharapkan dapat menulis puisi dengan terampil, dan kegiatan selanjutnya
12 53 guru memberikan motivasi kepada siswa agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi yaitu guru menampilkan contoh puisi dan meminta salah satu siswa untuk membacakannya, guru bersama siswa melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur puisi, kemudian elaborasi yaitu siswa berdiskusi secara berpasangan mengerjakan LKS, yaitu menyusun kata-kata acak agar menjadi sebuah puisi dan menentukan tema, kemudian siswa mempresentasikan hasilnya, konfirmasi yaitu guru mengulang kembali materi tentang puisi dan memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi yang telah dilakukan siswa. Kegiatan penutup yaitu siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang hasil pembelajaran, siswa mengerjakan soal evaluasi tentang tes menulis puisi, dan guru menyampaikan perencanaan tindak lanjut yang berkaitan dengan pertemuan berikutnya. c. Tahap Pengamatan Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan pengamatan yang dimaksudkan untuk mengobservasi perilaku siswa (penilaian proses) siswa yaitu apakah antusias dalam proses pembelajaran atau tidak, mengamati keaktifan siswa dalam bertanya maupun berpendapat serta keikutsertaan siswa dalam penggunaan sumber belajar dan kinerja guru selama proses pembelajaran menulis puisi dengan model SAVI berlangsung. Dalam kegiatan pengamatan ini, peneliti berpedoman pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya dan dokumentasi. Hasil pengamatan ini digunakan sebagai acuan tindakan selanjutnya. d. Tahap Refleksi Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis dan refleksi terhadap hasil observasi dan hasil tes dari pembelajaran keterampilan menulis puisi. Hasil analisis ini digunakan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan dan ketercapaian tujuan pembelajaran setelah diterapkannya model pembelajaran SAVI. Hasil refleksi dari siklus I digunakan sebagai bahan pertimbangan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
13 54 2. Siklus II Siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I. Pada siklus II ini pembelajaran akan dilakukan sebanyak 2x pertemuan dengan alokasi waktu 1 kali pertemuan adalah 2x35 menit. Adapun rincian kegiatan pada siklus I adalah sebagai beriku: a. Tahap Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus II ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus dengan memperhatikan kekurangan yang ada di siklus I. Peneliti merencanakan tindakan yang meliputi: 1) penyusunan kembali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model SAVI; 2) menyiapkan sarana pendukung seperti ruang kelas, materi, dan media pembelajaran; 3) membuat skenario pembelajaran; LKS, dan alat evaluasi; 4) menyusun instrumen tes keterampilan menulis puisi; 5) menyiapkan lembar observasi guru dan siswa. b. Tahap Pelaksanaan Peneliti atau guru melaksanakan perbaikan pada kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model SAVI yang berdasarkan pada temuan dari siklus I. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan siklus I, peneliti atau guru memfokuskan pembelajaran pada hal yang belum dipahami siswa dan kesulitan yang dialami siswa. Pelaksanakan pembelajaran dengan model SAVI dilakukan kembali dengan mengaktifkan seluruh komponen pada model tersebut, seperti penggunaan seluruh indera dan gerakan tubuh. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, meliputi: kegiatan awal, inti, dan penutup. Kegiatan awal yang terdiri dari persiapan yaitu mengkondisikan kelas, berdoa, dan presensi, kemudian apersepsi yaitu dengan melakukan tanya jawab antara guru dengan siswa tentang puisi, kemudian orientasi atau penyampaian tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu membuat puisi bebas, kemudian guru memotivasi siswa agar bersemangat dalam belajar dengan mengajak siswa menyanyikan lagu sambil bergerak
14 55 Kegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi yaitu guru meminta siswa membacakan puisi berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi sebelumnya, kemudian elaborasi yaitu siswa berdiskusi secara kelompok mengerjakan LKS berdasarkan video pembelajaran yang ditampilkan dan mempresentasikannya. Konfirmasi yaitu guru mengulang kembali materi menulis puisi yang telah disampaikan dan memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi yang telah dilakukan siswa. Kegiatan penutup yaitu siswa bersama guru menarik kesimpulan tentang hasil pembelajaran, siswa mengerjakan soal evaluasi tentang menulis puisi secara individu, dan terakhir guru mengajak siswa berdoa serta memberikan salam penutup. Perbedaan kegiatan pembelajaran pada siklus I dan II yaitu terletak pada pembagian kelompok. Pembagian kelompok pada siklus I dilakukan secara acak, namun pada siklus II dibentuk dengan kemampuan yang heterogen. Setidaknya dalam satu kelompok tersebut ada satu orang lebih mumpuni dalam menulis puisi. Secara tidak langsung siswa yang memiliki kemampuan tersebut dapat menularkan ilmunya pada saat melakukan diskusi dengan model pembelajaran SAVI. Selain itu pada siklus I guru mengajak siswa melakukan pengamatan terhadap media (tidak langsung), sedangkan pada siklus II guru mengajak siswa melakukan pengamatan secara langsung terhadap lingkunga sekitar. c. Tahap Pengamatan Peneliti dalam kegiatan pengamatan pada siklus II ini memiliki tugas yang sama seperti pada siklus I, yaitu mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran SAVI. Pengamatan difokuskan pada poin-poin dalam pedoman yang telah disiapkan oleh peneliti. Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan pengamatan yang bertujuan untuk mengobservasi perilaku siswa (penilaian proses) siswa yaitu apakah antusias dalam proses pembelajaran atau tidak, mengamati keaktifan siswa dalam bertanya maupun berpendapat serta
15 56 keikutsertaan siswa dalam penggunaan sumber belajar. Selain itu peneliti juga mengamati aktivitas guru dalam mengelola kelas dan ketepatan guru dalam menerapkan model pembelajaran SAVI. d. Refleksi Setelah peneliti melakukan tahap pengamatan, selanjutnya peneliti melakukan tahap refleksi. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil observasi dan hasil tes dari pembelajaran keterampilan menulis puisi. Hasil dari refleksi pada siklus II, digunakan sebagai pembanding dari hasil siklus I dengan siklus II. Refleksi ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis puisi dan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran SAVI.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini telah dilaksanakan di SD Negeri Pucangan 03, Sukoharjo yang berlokasi di Jalan Sumantri No. 57
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bangsalan 1, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Posisi Kecamatan Teras di sebelah
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/ 2016. Lokasi sekolah berada di Kecamatan Karanganyar,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Jenengan 3 Sawit Boyolali. Penelitian ini dilaksanakan khususnya di kelas IV SD N Jenengan 3 Sawit
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sondakan No. 11 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 yang beralamatkan di Jl.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian mencakup kondisi sekolah dan kondisi kelas secara khusus yang digunakan sebagai tempat penelitian, sedangkan waktu penelitian
BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Setono No.95 Kecamatan Laweyan Kota Surakarta pada kelas II tahun ajaran 2015/2016 dengan
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SD Negeri Kebumen yang beralamat di Jalan Kaswari nomer 2 Kelurahan Kebumen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Candiwulan, UPT Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, tepatnya di jalan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 02 Papahan, pada kelas IV. Lokasi penelitian tersebut berada di Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN 4 Tamanwinangun Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. SDN $ Tamanwinangun
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dan waktu penelitian mencakup kondisi sekolah dan kondisi kelas secara khusus yang digunakan untuk penelitian serta jangka waktu pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SD N Ampih yang beralamat di Jalan HM Sarbini, kilometer 4,5, Dukuh Krajan, Desa Ampih, RT: 01 RW:
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan classroom action research atau sering disebut
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan classroom action research atau sering disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau CAR (Classroom Action Research) yaitu penelitian yang pada hakikatnya merupakan rangkaian
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar dari adanya
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Tamanwinangun, Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen, Kabupaten
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Purwotomo No.97 yang terletak di Jl. Sidoasih Barat, Kelurahan Purwosari, ± 1 km dari
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). PTK merupakan penelitian berupa tindakan yang dilakukan guru di dalam kelas
BAB III METODE PENELITIAN
52 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Kutosari yang terletak di tengah pusat Kota Kebumen, tepatnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Meskipun SD ini SD inti, tetapi
BAB III METODE PENELITIAN
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kedungwinangun. Lokasi sekolah dasar tersebut terletak di Desa
BAB III METODE PENELITIAN
1. Tempat Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kedungwaru yang beralamat di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung,
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang bersifat reflektif, dilakukan
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian penelitian tindakan kelas (PTK) yang pada hakikatnya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian. Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian 3.1.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun alasan
37 BAB III METODE PENELITIAN A Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN Gunungkuning Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun
BAB III METODE PENELITIAN. bahasa Inggris sering disebut dengan istilah Classroom Action Research
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan istilah Classroom Action Research (CAR). Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen yang beralamat
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 04 Ngringo. SD Negeri 04 Ngringo ini berlokasi di jalan Cempaka
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Tamanwinangun Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Sarana dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 7 Surakarta, yang terdiri dari 30 kelas, yakni kelas X MIPA berjumlah 5 dan X IPS berjumlah 5 kelas, kelas XI
BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian classroom
A. Metode Penelitian BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN Metode penelitian merupakan prosedur bagaimana penelitian dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian classroom action research atau
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Miri, dengan subyek penerima tindakan kelas adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wonoharjo, Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Sekolah ini terdiri dari enam
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Mangkubumen Kidul No. 16 Surakarta dengan pertimbangan mudahnya akses untuk mengadakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 1 Pandanharum Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Tahun
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkapura ini menggunakan model cooperative learning Tipe TSTS dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian mengenai pembelajaran matematika di kelas IV A SDN 2 Langkapura ini menggunakan model cooperative learning Tipe TSTS dengan media grafis. Melalui penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. pelajaran 2013/2014 selama 3 (tiga) bulan mulai dari bulan Juli sampai
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Waktu dan tempat penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 selama 3 (tiga) bulan mulai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di TK Tadika Puri yang beralamatkan di Jl. Kota Surakarta, Jawa Tengah, Tempat penelitian dipilih
BAB III METODE PENELITIAN
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif-kuantitatif, artinya dalam proses sampai akhir pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengertian metodologi penelitian menurut Sukardi (2004: 19) adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pengertian metodologi penelitian menurut Sukardi (2004: 19) adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan guna menjawab
BAB III METODE PENELITIAN. mendorong guru untuk menemukan teori baru yang dibuat sendiri sesuai
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki
SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN POKOK PIKIRAN SEBUAH PARAGRAF MELALUI METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN KEBONHARJO
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitan tindakan dilakukan membentuk spiral yang dimulai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode dan Prosedur Penelitian A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan mengunakan penelitian tindakan kelas ini adalh kualitatif, atau dalam istilah bahasa inggrisnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) kolaborasi. Kasihani Kasbolah E. S (1998: 15) menyatakan bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Hopkins dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitan tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. yang cukup besar, dilakukan pengambilan sampel secara random,
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada dasarnya jenis penelitian terdiri dari penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan filsafat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas (Wardhani, 2007:1.3).
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas yang berjudul Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Strategi Directed Reading Thinking
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Al-Islam 1 Surakarta semester genap Tahun Ajaran 2015/ 2016. SMA Al-Islam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan di kelas 6 SD Negeri 1 Buayan, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen pada semester 2 Tahun
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan menyajikan dan mendeskripsikan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk menumbuhkan keterampilan menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 4 Sukoharjo, Jl. Raya Baki, Jetis, BAKI, KAB. SUKOHARJO 57556 Telp. (0271)7891015
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Seting dan Subjek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan variabel bebas media gambar seri (X), dan sebagai variabel
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 MANTINGAN TAHUN AJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI Diajukan
BAB III METODE PENELITIAN. dengan classroom action research. Dalam penelitian tindakan kelas terdapat
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau sering disebut dengan classroom action research. Dalam penelitian tindakan kelas terdapat empat
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK) yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Classroom Actions
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Classroom Actions
BAB III METODE PENELITIAN. Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau biasa disingkat PTK. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan (action research)
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pelaksanaan penelitian ini adalah di SDNegeri Cimanggu yaitu
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pelaksanaan penelitian ini adalah di SDNegeri Cimanggu yaitu terletak di jalan patrol cimanggu Kelurahan Cimanggu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas X IPA Semester II SMA Negeri di Surakarta. SMA ini terletak di Jalan Muhamad Yamin
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan Kelas atau Classroom Action Research (CAR). Menurut Arikunto
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research (CAR). Menurut Arikunto
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom. bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas atau yang dikenal dengan
57 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas atau yang dikenal dengan Classroom Action
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Seting Penelitian 1. Tempat Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri 3 Jatibaru Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan setting penelitian 1. jenis penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian tindakan kelas adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas atau yang dikenal dengan Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2011-2012, antara bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2012 di SDN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini bertempat di kelas III a MIN Punggung Lading Pariaman Selatan. Pemilihan lokasi ini berdasarkan pada pertimbangan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Karangsari yang beralamat di Jalan Cincin Kota No. 15 Karangsari
III. METODE PENELITIAN. empat komponen, yaitu perencanaan (plan), tindakan (action), observasi, terkait. Siklus PTK dapat digambarkan sebagai berikut;
III. METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Dan Prosedur Penelitian. Dalam penelitian ini akan digunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggart yang terdiri
