SYSTEMS ARCHETYPES. Certain patterns of structure occur again and again: called ARCHETYPES

dokumen-dokumen yang mirip
SYSTEM DYNAMICS (Model Kualitatif) Archetypes: Tools for Managing Complexity

Tools for Managing Complexity

Ilmu Tanah dan Tanaman

PROPOSAL POTENSI, Tim Peneliti:

BAB 1 PENDAHULUAN. Perubahan tersebut tidak hanya bersifat evolusioner namun seringkali sifatnya

VI. ANALISIS DAYASAING DAN DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KOMODITAS BELIMBING DEWA DI KOTA DEPOK

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan energi. Kebutuhan energi saat ini

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor yang penting dalam pembangunan. Indonesia, yaitu sebagai dasar pembangunan sektor-sektor lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN. diperbaharui dalam perusahaan untuk dapat menjadi market leader didalam bisnis

I. PENDAHULUAN. substitusinya sebagaimana bahan bakar minyak. Selain itu, kekhawatiran global

VIII. ARAHAN PENGELOLAAN KEGIATAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT

I PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian

I. PENDAHULUAN. terpadu dan melanggar kaidah pelestarian lahan dan lingkungan. Eksploitasi lahan

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

ANALISIS PERTUMBUHAN PDB SEKTOR PERTANIAN TAHUN 2005

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. kesempatan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Sektor pertanian

Model System Dinamics

Lean Thinking dan Lean Manufacturing

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

BAB 4 LOGICAL VALIDATION MELALUI PEMBANDINGAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STRATEGI & PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Di

BAB I PENDAHULUAN. politik. Oleh karena itu, ketersediaan beras yang aman menjadi sangat penting. untuk mencapai ketahanan pangan yang stabil.

Corrective Action, Preventive Action and Continuous Improvement

Pengembangan Jagung Nasional Mengantisipasi Krisis Pangan, Pakan dan Energi Dunia: Prospek dan Tantangan

BAB I PENDAHULUAN. terletak dalam satu kawasan (Ayres dan Ayres,2002). Kawasan ini bertujuan

I. PENDAHULUAN. melaksanakan usaha-usaha yang paling baik untuk menghasilkan pangan tanpa

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian, khususnya tanaman pangan bertujuan untuk meningkatkan

Simulasi Dan Analisis Kebijakan

I. PENDAHULUAN. perubahan yang menakjubkan ketika pemerintah mendesak maju dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. simulasi komputer yang diawali dengan membuat model operasional sistem sesuai dengan

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. bahan pangan utama berupa beras. Selain itu, lahan sawah juga memiliki

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai sangat strategis. Dari beberapa jenis daging, hanya konsumsi

III KERANGKA PEMIKIRAN

3.3. PENGEMBANGAN MODEL

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu roda penggerak pembangunan

4. ANALISIS SISTEM 4.1 Kondisi Situasional

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA JAGUNG BERKELANJUTAN PADA 2014 DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS

VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS

V. PENDEKATAN SISTEM 5.1. Analisis Kebutuhan Pengguna 1.) Petani

INFORMASI IKLIM UNTUK PERTANIAN. Rommy Andhika Laksono

II. TINJAUAN PUSTAKA

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan salah satu Negara yang bergerak dibidang pertanian.

I. PENDAHULUAN. Tahun. Sumber : [18 Februari 2009]

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. RUMUSAN, BAHAN PERTIMBANGAN DAN ADVOKASI ARAH KEBIJAKAN PERTANIAN 3.3. PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN : ALTERNATIF PEMIKIRAN

Rahasia besar kesuksesan adalah menjalani hidup sebagai seseorang yang tidak pernah merasa kehabisan. Topik 6 Sistem Rantai Pasok (TIA 304) 2 SKS 1

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI DAN TINGKAT EFISIENSI PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI SAWAH

I. PENDAHULUAN. Amartya Sen, peraih Nobel Ekonomi tahun 1998, menyatakan bahwa. bersama akan maksimal, dengan demikian kemakmuran sebuah bangsa dapat

8 MODEL PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KABUPATEN KUPANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi pada dunia perekonomian dewasa ini menyebabkan

MODEL KELEMBAGAAN PERTANIAN DALAM RANGKA MENDUKUNG OPTIMASI PRODUKSI PADI

BAB I PENDAHULUAN. Dilihat dari Sumber Daya Alam (SDA) dan iklimnya, Indonesia memiliki

IV METODE PENELITIAN

1.1 Latar Belakang Hasalah

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN BAB XI PENGELOLAAN KEGIATAN

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. tanggap dalam mengantisipasi keadaan di masa mendatang. Ditambah dengan krisis

BAB I. PENDAHULUAN. Kedelai merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak memberi

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PERATURAN PEMERINTAH NO. 82/2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

17/12/2011. Manajemen Pengetahuan. tidak selalu penting Apa yang penting tidak selalu bisa diukur

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. mestinya sudah mengarah pada pertanian yang mempertahankan keseimbangan

I. PENDAHULUAN. melalui perluasan areal menghadapi tantangan besar pada masa akan datang.

Kriteria angka kelahian adalah sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu

VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, PERMINTAAN, IMPOR, DAN HARGA BAWANG MERAH DI INDONESIA

I. TINJAUAN PUSTAKA. A. Lahan Sawah. memberikan manfaat yang bersifat individual bagi pemiliknya, juga memberikan

II. TINJAUAN PUSTAKA

MODEL SIMULASI PENYEDIAAN KEBUTUHAN BERAS NASIONAL

Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai

Struktur memberikan bentuk pada sistem dan sekaligus memberi ciri yang mempengaruhi perilaku sistem (Struktur sistem menentukan perilaku sistem )

III KERANGKA PEMIKIRAN

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Komoditas tanaman pangan yang sangat penting dan strategis kedudukannya

10 REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KABUPATEN KUPANG

PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI. pertemuan kedua (matrikulasi) 1

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN. Kebijakan publik adalah keputusan pemerintah yang berpengaruh terhadap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

YTEM ARCHETYPE

YTEM ARCHETYPE Certain patterns of structure occur again and again: called ARCHETYPE Merupakan suatu pakem/pola perilaku dalam model alamiah template perilaku sistem Alat yang ampuh untuk mendiagnosa permasalahan, dan mengidentifikasi intervensi yang menjadikan perubahan yang mendasar pada sistem

YTEM ARCHETYPE 1. Fixes that Fail / Backfire (perbaikan yang gagal) 2. Drifting Goals (sasaran yang berubah) 3. Escalation (eskalasi/percepatan) 4. Limits to uccess (batas keberhasilan) 5. uccess to the uccessful 6. Growth and Underinvestment (kemajuan dan kekurangan modal) 7. hifting the Burden / Addiction (pemindahan beban) 8. Tragedy of the Commons (kesulitan bersama)

1.FIXE THAT FAIL / BACKFIRE (Perbaikan yang Gagal) + Gejala Masalah Perbaikan Behavior Over Time _ Delay + + Akibat yang tidak disengaja Time App: Problem-olving

1. FIXE THAT FAIL / BACKFIRE (Perbaikan yang Gagal) Terkait dengan perbaikan cepat pada suatu gejala, yang karena ketergesa-gesaan, tanpa disadari akan menimbulkan akibat lain (yang tidak disengaja, setelah penundaan waktu) yang akan memperburuk keadaan tersebut. Pada saat gejala semakin memburuk, diperlukan suatu tindakan perbaikan untuk mengatasi gejala tersebut

Kasus : Resistensi Hama karena pestisida Petani dengan lahan 2 Ha, ditanami padi varietas unggul tanpa pestisida Panen pertama (setelah 3 bulan) 5 ton/ha Panen kedua hanya 50% Pada musim tanam ke 3 digunakan pestisida panen seperti panen pertama Produksi selanjutnya menurun lagi Produksi selanjutnya ganti pestisida naik lagi Turun lagi dst

Resistensi Hama karena Pestisida - - Hasil Panen Laju Penyemprotan + erangan Hama - + Akumulasi Pestisida Resistensi Hama + imulasi

Fungsi yang Terlibat DELAY DELAYMTR (material) DELAYMTR(INPUT,DELAY_TIME,1, INITIAL ) GRAPH GRAPH(X,X 1,dx,Y(n)) X: var bebas, X 1 : nilai pertama X, dx: increment PULE step berkala PULE(Val,First_Pulse,Interval)

2. Drifting Goals (asaran yang Berubah) O Goal Pressure to Lower Goal Gap Goal O Actual Corrective Action Time Delay App: taying Focused

Drifting Goals (asaran yang Berubah) uatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara unjuk kerja yang ditargetkan dengan yang dicapai, yang selanjutnya dilakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan atau menurunkan target/sasaran Berawal dari terjadinya selisih antara target dengan capaian sesungguhnya. Untuk menghilangkan selisih tersebut perlu waktu, tenaga,dana, dsb. Tindakan koreksi tidak selalu berhasil Jika berhasilpun, pengaruhnya baru dirasakan setelah beberapa waktu

Kasus : Efisiensi Penggunaan Air Tanah di Industri uatu industri mengambil air tanah sebanyak 15.000 m3/bulan untuk keperluan produksi, sarana penunjang (utilities),dan keperluan umum. Peraturan tentang perijinan air tanah hanya mengijinkan industri mengambil air tanah sebesar 8.000 m3/bulan. Untuk memenuhi ketentuan perijinan tersebut, industri segera menetapkan sasaran penghematan air untuk menurunkan pengambilan air tanah. Penurunan penggunaan air dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan dan sumberdaya perusahaan, dengan acuan bahwa unjuk kerja penghematan air pada setiap waktu harus lebih baik dari waktu sebelumnya.

Efisiensi Penggunaan Air Tanah di Industri O Target Penggunaan Air O Gap Tekanan Penghematan air Asumsi : - umber air hanya dari air tanah - Pemborosan air berasal dari proses produksi, air terbuang,keperluan umum - etiap tindakan koreksi mengalami penundaan waktu Penghematan Air Tindakan Koreksi Penghematan Air imulasi Delay

3. Escalation (eskalasi/percepatan) Activity of A Result A Result B s Activity of B Relative Quality Of A Threat to A s Threat To B App: Competition

3. Escalation (eskalasi/percepatan) Dua pihak terlibat dalam suatu persaingan untuk saling mengungguli satu sama lain Pada saat pihak satu (A) menanggulangi ancaman yang muncul, tindakan ini dirasakan oleh pihak lain (B) sebagai ancaman karena menimbulkan ketidak seimbangan pada sistemnya. Pihak kedua (B) kemudian menanggapi keadaan tersebut dengan mengurangi kesenjangan, mengakibatkan ketidakseimbangan pada pihak A. Pihak A kembali bertindak untuk mengatasi keadaan ini..demikian seterusnya

Kasus : Pengolahan Air Limbah Industri Perekonomian yang memburuk menurunkan kemampuan perusahaan mengolah air limbah. Akibatnya timbul kecenderungan untuk melanggar baku mutu air limbah. PT A memotong biaya pengolahan limbah untuk meningkatkan keuntungan. Peningkatan keuntungan A membuat PT B merasa terancam, dan ikut melakukan pemotongan biaya pengolahan limbah. Atas tindakan B, A merasa terancam, melakukan pemotongan biaya lagi.. dst

Kasus : Pengolahan Air Limbah Industri Keuntungan A Pemotongan Biaya A Ancaman bagi A Keuntungan Relatif A terhadap B Ancaman bagi B Keuntungan B Pemotongan Biaya B imulasi

4. Limits to uccess (batas keberhasilan) tructure Behavior Over Time Energy Level O Hours Worked Employee Performance upervisor s upportive Behavior Perf. Level Positive Reinforcement Time Diminishing Returns Burnout App: Planning

4. Limits to uccess (batas keberhasilan) Kegiatan pertumbuhan pada awalnya membawa keberhasilan yang semakin meningkat Namun, dengan berjalannya waktu keberhasilan, menyebabkan sistem mencapai batas sehingga tingkat pertumbuhan mulai diperlambat. keberhasilan memicu munculnya mekanisme pembatasan, menyebabkan keberhasilan menurun kecenderungan yang ditunjukkan akan ditentukan oleh kegiatan pertumbuhan awal.

Limits to ales uccess Market ize Market Exposure to Potential Customers Potential Customers O ales

Kasus : Populasi Tikus Pada lahan seluas 11.000 m2 terdapat 2 pasang tikus. Makanan dan lahan sangat mencukupi, hewan pemangsa dan penyakit diabaikan Hanya ada perilaku tikus yang berpengaruh terhadap pertambahan jumlah tikus hingga terjadi kepadatan populasi tikus. Laju kematian tikus dewasa rendah, laju kematian anak tikus sangat tinggi Populasi tikus dewasa pada bulan ke 27 mencapai jumlah 150 ekor. Padahal, menurut perkiraan jumlah tikus yang ada pada bulan ke 27 adalah 5000 ekor.

Kasus : Populasi Tikus + _ Kelahiran Tikus _ + Populasi Tikus Kematian Tikus + + Kepadatan Tikus imulasi

5. uccess to the uccessful uccess of A o Allocation to A Instead of B uccess of B A Time Resources to A o Resources to B B Time App: Avoiding Competency Traps

5. uccess to the uccessful Merupakan keadaan yang menggambarkan dua atau lebih individu yang bersaing dalam meraih sukses (kemenangan) Bagi yang berhasil, ia cenderung untuk mengumpulkan sumberdaya yang lebih banyak daripada pihak lain. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan sukses yang berkelanjutan.

Produksi Perusahaan yang Ramah Lingkungan Dua perusahaan, A dan B, mendapatkan kredit awal dari bank untuk mengembangkan usahanya dalam jumlah yang sama. Untuk meraih peluang pasar yang lebih luas, perusahaan B mempunyai program yang lebih menitikberatkan pada proses produksi yang lebih ramah lingkungan (untuk mendapatkan ekolabel), sehingga keuntungan yang didapatkan sebagian besar diinvestasikan kembali untuk keperluan tersebut. edangkan perusahaan A lebih memilih jalan pintas untuk segera memperoleh keuntungan besar tanpa memikirkan pengembangan peluang pasar di masa depan. Dari laporan akhir tahun diperoleh informasi bahwa kebijakan yang ditempuh masing-masing perusahaan membawa dampak pada keuntungan yang berlipat ganda pada perusahaan B dan kerugian yang cukup besar pada perusahaan A.

Diagram impal Keuntungan B Keuntungan A Peluang Pasar o Modal B o Modal A imulasi

6. Growth and Underinvestment (kemajuan dan kekurangan modal) Upaya Pertumbuhan Kebutuhan o Dampak Faktor Pembatas o tandar Kinerja Pemenuhan Kebutuhan Modal Kapasitas Kapasitas Penanaman Modal App: Capital Planning

6. Growth and Underinvestment (kemajuan dan kekurangan modal) Keadaan keseimbangan antara peningkatan kebutuhan dengan kapasitas penambahan modal untuk memenuhi kebutuhan Dalam situasi kemajuan dan kekurangan modal, akan terjadi pertumbuhan yang mendekati batas yang dapat dieliminasi atau ditunda bila dibuat kapasitas penanaman modal yang memadai. Meskipun demikian, sebagai hasil dari kebijakan atau perlambatan di dalam sistem, permintaan yang menurun akan mebatasi pertumbuhan lebih lanjut.

Kasus: Perkembangan Populasi Manusia dan Produksi Pangan Dunia Robert Maltus (1798) meramalkan bahwa perkembangan populasi manusia dapat digambarkan seperti deret ukur, sedang perkembangan produksi pangan dunia seperti deret hitung ramalan tersebut benar adanya. Diumpakan, pada jaman Maltus, penduduk dunia 1 M, dan produksi pangan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan pertumbuhan rata-rata 0.7% per tahun telah diupayakan penambahan produksi pangan tiap tahun melalui penanaman modal. Penanaman modal diupayakan berdasarkan dampak keterbatasan produksi terhadap standar kinerja yang telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga kapasitas produksi tiap tahun meningkat dua kali. Daya upaya telah dilakukan namun modal yang ditanam hanya bisa dilakukan hingga tahun ke 120 karena setelah itu modal terpaksa dikurangi 0.01 dari modal dalamkapasitas yang ditanam.

Kasus: Perkembangan Populasi Manusia dan Produksi Pangan Dunia tandar Kinerja Produksi X 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 Y 10 7.7 6.1 5.0 4.1 3.3 2.6 2.0 1.5 1.1 0.8 X: waktu; Y:standar kinerja

Asumsi Hanya terjadi pertumbuhan penduduk, tanpa pernah terjadi pengurangan baik karena kematian secara alamiah, peperangan atau bencana. Tidak pernah dilakukan program pengendalian penduduk dunia, misalnya lewat program KB Hanya terjadi penambahan persediaan pangan dunia tanpa terjadi pengurangan

Diagram impal Laju Pertumbuhan Penduduk Dunia o Dampak Keterbatasan Produksi o tandar Kinerja Kebutuhan Modal Nyata imulasi Produksi Pangan Dunia Modal Produksi

7. hifting the Burden / Addiction (pemindahan beban) Pemecahan Gejala Masalah o Gejala Masalah Efek amping o Pemecahan Masalah Mendasar o App: Breaking Organizational Gridlock

7. hifting the Burden / Addiction (pemindahan beban) Tindakan pemecahan gejala masalah secara cepat (sementara) yang tanpa disadari akan menimbulkan efek samping yang justru memperburuk gejala masalah tersebut. etiapkali diterapkan pemecahan gejala masalah, efek samping semakin menguat, kemampuan untuk pemecahan masalah mendasar semakin menurun.

7. hifting the Burden / Addiction (pemindahan beban) Merupakan perluasan dari model baku perbaikan yang gagal Dimulai dari keseimbangan dinamis, dimana suatu gejala masalah mencapai suatu tingkat yang tidak dapat ditolelir dan mendorong kita untuk melakukan perbaikan cepat untuk menyelesaikan gejala masalah. Perbaikan gejala masalah secara cepat seringkali menimbulkan efek samping yang sulit terdeteksi dan mengurangi upaya-upaya untuk menerapkan pemecahan masalah yang mendasar.

Kasus:Pengolahan Air Limbah Pabrik Amonia membuang amonia dengan debit 100 m 3 /hari ementara itu dengan teknik produksi bersih bisa mengurangi limbah sebesar 20% ementara itu untuk pemenuhan baku mutu limbah cair, dioperasikan UPL yang mampu menurunkan beban limbah cair 30% dari beban awal Adanya UPL menyebabkan karyawan tidak dilatih lagi tentang pentingnya pengurangan limbah kepedulian terhadap teknik produksi bersih menurun limbah cair meningkat Ketergantungan pada UPL meningkat

7. hifting the Burden / Addiction (pemindahan beban) Pengolahan Di UPL o o Air Limbah Ketidak pedulian karyawan Produksi Bersih o imulasi

8. Tragedy of the Commons A s Activity Net Gains for A Resource Limit A B s Activity Total Activity O Gain per Individual Activity B Time Net Gains for B Time Resource Allocation

8. Tragedy of the Commons uatu kejadian yang melibatkan dua pihak atau lebih yang bersama-sama menggunakan sumberdaya (alam) yang terbatas dan mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya, berakhir dengan kesulitan bersama. Model kesulitan bersama didasarkan atas struktur dasar batas keberhasilan. Jika eksploitasi tidak pernah mencapai nilai batas, maka kesulitan bersama tidak akan pernah terjadi.

Tiga pola perilaku terhadap waktu Mewakili variabel aktivitas total, merupakan jumlah dari aktivitas dan hasil kegiatan manusia Mewakili variabel sumberdaya alam, menunjukkan jumlah sumber daya alam Mewakili variabel pendapatan per aktivitas, menunjukkan pendapatan per aktivitas setiap orang yang menggunakan sumber daya alam tersebut.

Tiga fase pembentukan perilaku model Fase stabil : peningkatan aktivitas tidak menyebabkan penurunan sumberdaya alam dan pendapatan sehingga pelaku tidak sadar akan adanya keterbatasan. Fase penurunan sedikit secara bertahap: konsumsi semakin besar sehingga jumlah sumberdaya alam semakin menurun; Turunnya sumberdaya alam ini menimbulkan kepanikan sehingga konsumsi meningkat dengan pesat Fase penurunan jumlah sumberdaya alam secara cepat

Kasus: Eksploitasi Minyak Bumi Dua perusahaan pengeboran minyak bumi beroperasi di Kaltim. eiring berjalannya waktu, minyak bumi yang ada semakin berkurang ketersediaannya. Untuk mengantisipasi sumber daya alam, pemerintah hanya mengutamakan satu perusahaan saja. Kompetisi terjadi di antara keduanya untuk mengeksploitasi minyak bumi dari dalam tanah.

Asumsi : Tidak ada pesaing (perusahaan lain) yang berusaha untuk memperoleh ijin dari pemerintah untuk melakukan pengeboran Tidak ada gangguan atau bencana alam ketika melakukan pengeboran Luas lahan pengeboran terbatas umber daya alam yang tersedia sangat terbatas.

Diagram simpal Keuntungan A Pengeboran A Minyak Bumi Total Kegiatan O Keuntungan Per individu Pengeboran B Keuntungan B imulasi

Validasi dan Pengujian Model (1) 1. Boundary Adequacy konsep yang penting bersifat endogenous; perilaku sistem berubah jika boundary berubah 2. tructure Assessment struktur model sesuai dengan deskripsi model 3. Dimensional Consistency setiap persamaan konsisten dalam dimensi 4. Parameter Assessment nilai parameter sesuai dengan deskripsi/pengetahuan/keadaan nyata 5. Extreme Conditions setiap persamaan tetap make sense ketika dimasukkan kondisi ekstrim 6. Integration Error hasil simulasi sensitif dengan time step dan metoda integrasi

Validasi dan Pengujian Model (2) 7. Behavior Reproduction model menunjukkan perilaku yang diamati 8. Family Member perilaku yang diamati sesuai dengan perilaku pada sistem sejenis (yang mirip) 9. Behavior Anomaly apakah ada anomali perilaku jika asumsi diubah/dihilangkan 10. urprise Behavior apakah model menghasilkan perilaku yang tak terduga 11. ensitivity Analysis numerical, behavioral, policy 12. ystem Improvement perbaikan/perubahan yang mungkin untuk perbaikansistem

Tugas Paper Pilih dan nyatakan dengan tegas satu archetype yang akan anda jadikan kajian Temukan persoalan yang sesuai dengan archetype pilihan anda tersebut Buat CLD, flow diagram, dan simulasikan dengan Powersim Rekomendasikan intervensi yang mungkin untuk mengatasi persoalan tersebut

truktur Laporan Latar Belakang definisi masalah Tujuan pemodelan CLD Flow Diagram imulasi Hasil dan Pembahasan Rekomendasi

Due-Date : 26 Desember 2012

Reff : Pertiwi, etyo. 2009. Teknik Agrosistem. Institut Pertanian Bogor