Bab IV Data dan Pembahasan Dalam bab ini akan disajikan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan pada bab III : Metodologi Penelitian, dan sekaligus hasil pengolahannya. IV.1 Pengujian Tactile dan Visual IV.1.1 Kriteria Perancangan Pada bab III telah dijelaskan bahwa kriteria perancangan interface produk telepon genggam berkaitan dengan : bentuk tombol, teks, tombol, warna, dan display. Untuk menentukan kriteria-kriteria manakah yang lebih penting, dibuatlah suatu tabel yang menghubungkan antara kriteria-kriteria tersebut dengan fungsi-fungsi pada telepon genggam. Dari tabel tersebut dapat dilihat kriteria apa sajakah yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu fungsi. Penggolongan kriteria ini didasarkan pada tingkat kebutuhan kriteria tersebut dalam menjalankan fungsi-fungsi dalam telepon genggam. Tanda menunjukkan bahwa kriteria tersebut diperlukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu namun dapat juga digantikan oleh kriteria lain. Tanda menunjukkan bahwa kriteria tersebut diperlukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan tidak dapat digantikan oleh kriteria lain. Tanda menunjukkan bahwa kriteria tersebut tidak dibutuhkan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. Pembuatan tabel IV.1 berdasarkan hasil wawancara awal dengan empat orang lansia. Dua orang pernah menggunakan telepon genggam dan dua yang lainnya belum pernah. Wawancara dilakukan dengan menanyakan kebutuhan mereka tentang produk telepon genggam 63
Tabel IV.1 Hubungan Kriteria dan Fungsi pada telepon genggam FUNGSI PRIMER SEKUNDER KRITERIA PERANCANGAN Bentuk Tombol Warna Display tombol Teks 1 Menjawab / menyambung pembicaraan 2 Memutuskan sambungan pembicaraan 3 Menelpon (numerik) 4 Mengetik pesan (huruf) 5 Navigasi 6 Mengunci tombol 7 Menjalankan fitur dan melakukan setting 8 Mematikan dan menyalakan telepon Dari tabel hubungan kriteria dan fungsi di atas ditentukan bahwa yang termasuk dalam kriteria primer untuk perancangan telepon genggam adalah bentuk tombol, teks, tombol, dan display. Sedangkan yang termasuk kriteria tersier adalah warna. Kriteria warna ternyata tidak banyak diperlukan dalam menjalankan suatu fungsi. Untuk fungsi-fungsi primer, pemberian warna pada tombol dapat membantu enduser untuk mengenali tombol. Namun jika semua fungsi dibedakan dengan warna, end-user justru tidak memperhatikan warna tombol pada telepon genggam karena membingungkan (Lee et.al., 2004). Maka dari itu, kriteria warna dianggap sebagai fitur komplemen. IV.1.2 Pelaksanaan Pengujian Uji tactile meliputi uji pengenalan bentuk yang sama (tactile form recognition, equal shapes) dan uji pengenalan bentuk yang berbeda (tactile form recognition, different shapes). Pada tiap percobaan, subjek diberikan sepasang bentuk. Subjek diminta untuk menentukan bentuk kedua form apakah sama atau berbeda tanpa melihat. Jumlah kesalahan dan waktu yang dibutuhkan untuk memberi keputusan dalam mengenali bentuk yang sama dan bentuk yang berbeda dicatat secara terpisah pada tabel yang telah disiapkan. Pengujian kedua dilakukan dengan 64
menggunakan ukuran form yang lebih besar. Gambar IV.1 menampilkan contoh posisi respoden saat melaksanakan uji tactile. Gambar IV.1 Pengujian Tactile IV.1.3 Data Uji Tactile dan Visual Data hasil uji tactile dan visual dibuat berdasarkan rekapitulasi jumlah kesalahan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menebak bentuk form pengujian. yang telah dijelaskan pada Bab III. Contoh data jumlah kesalahan untuk responden usia 20 30 tahun dapat dilihat pada Tabel IV.2. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran E Tabel IV.2 Contoh Data Jumlah kesalahan uji tactile sampel 20 30 tahun Jumlah Kesalahan Sampel equal shapes different shapes ke- 5x5 10x10 5x5 10x10 1 0 0 1 0 2 0 1 0 0 3 0 0 1 1 4 0 0 0 0 5 2 1 0 0 6 0 0 0 1 7 0 1 1 2 8 0 0 0 0 9 1 0 0 0 10 1 1 0 1 11 0 0 1 0 12 0 1 0 2 13 0 0 0 0 14 0 1 0 1 15 0 0 1 0 65
Data hasil uji tactile dan visual diolah dengan menggunakan teknik statistika uji perbandingan antara dua nilai rata-rata dengan menggunakan asumsi tingkat kesalahan rata-rata sebesar 5%. Uji perbandingan dua nilai rata-rata ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara dua nilai rata-rata jumlah kesalahan pada hasil pengujian. Uji perbandingan ini dilakukan dengan teknik statistik non parametrik Sign Test for Paired Samples. Salah satu asumsi yang digunakan dalam pengujian ini adalah data berasal dari distribusi kontinyu, yang berarti secara sederhana data yang diolah juga harus kontinyu. Data rekapitulasi jumlah kesalahan hasil uji tactile dan visual berupa data diskrit, sehingga perlu diubah menjadi jenis data kontinyu, yaitu dengan membuat proporsi kesalahan seperti terlihat pada contoh di Tabel IV.3. Tabel IV.3. Contoh data proporsi kesalahan uji tactile sampel 20 30 tahun Proporsi Kesalahan Sampel equal shapes different shapes ke- 5x5 10x10 5x5 10x10 1 0 0 0.33 0 2 0 0.33 0 0 3 0 0 0.33 0.33 4 0 0 0 0 5 0.67 0.33 0 0 6 0 0 0 0.33 7 0 0.33 0.33 0.67 8 0 0 0 0 9 0.33 0 0 0 10 0.33 0.33 0 0.33 11 0 0 0.33 0 12 0 0.33 0 0.67 13 0 0 0 0 14 0 0.33 0 0.33 15 0 0 0.33 0 Dalam pengujian ini, hipotesis awal dan hipotesis tandingan yang digunakan adalah: H0 : μ1 μ2 = dan H A : μ1 μ2 Pengujian dilakukan pada tingkat kesalahan sebesar 5% (α = 5%). Jika nilai min (r +, r - ) yang diperoleh lebih besar daripada nilai r α, H 0 diterima, berarti tidak 66
terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua nilai rata-rata atau μ1 = μ2. Jika nilai min (r +, r - ) yang diperoleh lebih kecil daripada nilai r α, H 0 ditolak, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua nilai rata-rata atau μ μ. 1 2 IV.1.4 Hasil Pengolahan Data Pengujian Tactile Hasil pengujian perbandingan dua nilai rata-rata pada data jumlah kesalahan uji tactile dapat dilihat pada table IV.4. Tabel IV.4 Rekapitulasi Hasil Uji Perbandingan Dua Nilai Rata-Rata pada Data usia 20-30 usia 65-75 Jumlah Kesalahan Uji Tactile usia 20-30 usia 65-75 Equal Shapes Different Shapes Equal Shapes Different Shapes 5x5 10x10 5x5 10x10 5x5 10x10 5x5 10x10 Equal 5x5 Shapes 10x10 Different 5x5 Shapes 10x10 Equal 5x5 Shapes 10x10 Different 5x5 Shapes 10x10 Keterangan: = terdapat perbedaan signifikan antara kedua nilai rata-rata (< r* α =0.05 ) = tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua nilai rata-rata (> r* α =0.05 ) Dari hasil uji perbandingan dua rata-rata di atas diketahui bahwa: Performansi orang yang berusia 20-30 tahun pada hampir semua ukuran dan bentuk form memiliki perbedaan yang signifikan dengan performansi orang yang berusia 65-75 tahun. Performansi orang yang berusia 65-75 tahun paling baik pada pengenalan bentuk different shapes ukuran 10 x 10 mm. Dari hasil uji tactile diketahui bahwa ukuran tombol pada telepon genggam secara umum sekarang ini (4 x 5 mm dan 4 x 10 mm) belum tepat bagi para lansia. Ukuran tombol sekarang masih sulit untuk dikenali dengan indera peraba mereka. Hal ini terlihat dari performansi mereka pada uji tactile ukuran 5 x 5 mm yang 67
berada di bawah performansi (terdapat perbedaan signifikan) orang berusia 20-30 tahun pada uji tactile ukuran yang sama. Karena diinginkan performansi para lansia meningkat sehingga tidak berbeda secara signifikan dengan performansi orang berusia 20-30 tahun pada ukuran 5 x 5 mm, dicoba dilakukan perbesaran ukuran form menjadi 10 x 10 mm. Perbesaran ukuran menjadi 10 x 10 mm ini ternyata tidak dapat membuat performansi para lansia mengalami peningkatan seperti yang diharapkan. Performansi mereka tetap tidak dapat menyamai performansi orang berusia 20-30 tahun pada ukuran 5 x 5 mm. Walaupun demikian, ternyata hasil pengujian menunjukkan bahwa performansi mereka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan performansi mereka saat melakukan pengujian dengan ukuran form 5 x 5 mm. Peningkatan performansi mereka terutama terjadi saat diberi ukuran form 10 x 10 mm dengan different shapes. Jadi, berdasarkan hasil pengujian diatas, agar tombol lebih mudah dikenali secara tactual, ukuran tombol perlu diperbesar hingga minimal 10 x 10 mm dan bentuk tombol-tombol yang ada juga sebaiknya dibuat berbeda-beda. IV.1.5 Hasil Pengolahan Data Pengujian Visual Hasil pengujian perbandingan dua nilai rata-rata pada data jumlah kesalahan uji visual adalah sebagai berikut: Tabel IV.5 Rekapitulasi Hasil Uji Perbandingan Dua Nilai Rata-Rata pada Data Jumlah Kesalahan Uji Visual usia 20-30 usia 65-75 8 pt 10 pt 12 pt 8 pt 10 pt 12 pt 8 pt 10 pt usia 20-30 usia 65-75 12 pt 8 pt 10 pt 12 pt Keterangan: = terdapat perbedaan signifikan antara kedua nilai rata-rata (< r* α =0.05 ) = tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua nilai rata-rata (> r* α =0.05 ) Dari hasil uji perbandingan dua rata-rata di atas diketahui bahwa: 68
Performasi orang yang berusia 20-30 tahun pada ukuran 8 dan 10 pt berbeda secara signifikan dengan performansi orang yang berusia 65-75 tahun. Performansi orang yang berusia 65-75 tahun pada ukuran 8 pt tidak berbeda secara signifikan dengan performansi mereka pada ukuran 10 pt dan 12 pt. Performansi orang yang berusia 65-75 tahun pada pembacaan 10 pt sama dengan performansi mereka pada pembacaan 12 pt. Dari hasil uji visual diketahui bahwa ukuran teks yang ada saat ini belum tepat bagi para lansia. Hal ini dapat dilihat dari perfomansi para lansia saat melakukan pembacaan ukuran 8 pt. Performansi mereka berada di bawah performansi orang berusia 20-30 tahun pada saat melakukan pembacaan ukuran teks yang sama. Karena diinginkan performansi para lansia meningkat sehingga tidak berbeda secara signifikan dengan performansi orang berusia 20-30 tahun pada pembacaan ukuran 8 pt, dicoba dilakukan perbesaran ukuran teks menjadi 12 pt. Performansi para lansia mengalami peningkatan seperti yang diharapkan pada saat melakukan pembacaan teks 12 pt. Walaupun demikian, performansi mereka pada saat pembacaan teks ukuran 12 pt ini ternyata tidak berbeda secara signifikan dengan performansi mereka pada saat pembacaan teks ukuran 10 pt. Jadi, agar teks pada telepon genggam memiliki readability yang baik bagi para lansia, teks sebaiknya dibuat dengan ukuran minimal 12 pt atau dengan ketinggian karakter minimal 3 mm. Namun jika ukuran ini tidak memungkinkan untuk ditempatkan pada telepon genggam, ukuran teks dapat dibuat dengan ukuran 10 pt atau ketinggian karakter 2,5 mm. IV.2 Pengujian Kemampupakaian Uji kemampupakain hanya dilakukan kepada kelompok responden lanjut usia yang telah dipilih, dengan pertimbangan bahwa tujuan uji kemampukaian adalah untuk melihat kemampupakaian produk jika digunakan oleh user-nya, maka kelompok responden usia 20-30 tahun tidak termasuk dalam pengujian ini. Rekapitulasi data responden yang telah diambil untuk diikutkan dalam pengujian dapat dilihat pada tabel IV.6 dan tabel IV.7. 69
Tabel IV.6 Rekapitulasi Data Responden Responden ke- Range Karakteristik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Pria Jenis Kelamin Wanita Max SMP Tingkat SMA Pendidikan S1 0 1 kali seminggu Frekuensi 2-3 kali penggunaan semingu telepon > 3 kali seminggu Penggunaan Sering telepon Pernah genggam Tidak Tujuan Telepon penggunaan SMS telepon genggam Lainnya Tabel IV.7. Persentase Data Responden Uji Kemampupakaian Karakteristik Range Persentase Pria 53% Jenis Kelamin Wanita 47% Max SMP 33% SMA 40% Tingkat Pendidikan S1 27% 0 1 kali seminggu 53% 2-3 kali semingu 20% Frekuensi penggunaan telepon > 3 kali seminggu 20% Sering 27% Pernah 40% Penggunaan telepon genggam Tidak 33% Telepon 67% SMS 27% Tujuan penggunaan telepon genggam Lainnya 7% Disamping data tersebut diatas, juga didapatkan data tentang karakteristik penggunaan telepon genggam pada lansia. Karakteristik ini diperoleh lewat wawancara dengan 15 orang lansia tentang hal-hal yang mereka inginkan, telah, dan akan dilakukan dengan telepon genggam. Rekapitulasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel IV.8 70
Tabel IV.8 Rekapitulasi perilaku penggunaan telepon genggam oleh lansia No. Karakteristik Penggunaan Jumlah Persentase 1. Menelpon/sms untuk keperluan Kontak keluarga dan teman 15 100% Bisnis 4 27% Konsultasi (dokter, 11 pemimpin agama) 73% Lainnya (kuis, dll) 9 60% 2. Jumlah orang yang ingin/sering <10 3 20% dikontak 10 20 5 33% >20 7 47% 3. Penggunaan telepon genggam Reminder 14 93% selain untuk menelpon dan sms Menghitung 6 40% Game 2 13% Melihat tanggal dan 15 jam 100% Lainnya 8 53% 4. Kemungkinan akan mencari Ya 13 87% telepon genggam karena lupa Tidak 2 meletakkan 13% IV.2.1 Pelaksanaan Uji Kemampupakaian Untuk pengujian kemampupakaian, kelompok responden diwajibkan menyelesaikan enam tugas yang harus dilakukan secara berurutan. Tugas dibuat berdasarkan fungsi yang paling sering digunakan (dibutuhkan) oleh respoden pada sebuah telepon genggam. Dari hasil wawancara awal didapatkan bahwa sebagain besar responden (ingin dapat) menggunakan telepon genggam untuk menelpon dan sms, sedangkan fitur lain tidak dibutuhkan. Pada tabel IV.8 tercantum daftar tugas yang harus dilakukan. 71
Tabel IV.9 Daftar Tugas Tugas Ke- 1 2 Deskripsi Tugas Menelepon nomor yang belum tercantum dalam daftar kontak Menelpon nomor yang sudah tercantum dalam daftar kontak 3 Mengirim sms 4 5 6 Menambahkan nomor baru di daftar kontak Melakukan penguncian tombol Mematikan dan menyalakan telepon Req's : SCC : MTC : Req's : SCC : MTC : Req's : SCC : MTC : Req's : SCC : MTC : Req's : SCC : MTC : Req's : SCC: MTC: Detil Tugas Memasukkan nomor, melakukan panggilan, dan menghentikan panggilan Memasukkan nomor tertentu Menekan tombol telepon untuk panggilan Menekan tombol telepon untuk menghentikan panggilan 30 detik Mencari nomor telepon yang dimaksud, melakukan panggilan, dan menghentikan panggilan Tekan tombol untuk ke Tekan tombol panah untuk mencari kontak Cari Masukkan inisial nama (m) yang akan dikontak Tekan tombol untuk panggilan Tekan tombol untuk menghentikan panggilan 1 menit Membuka menu sms, mengetikkan pesan, mengirim pesan, dan kembali ke menu utama Tekan tombol untuk menu Pesan Pesan teks Tulis pesan teks Edit pesan Ketik teks Pilihan Kirim Kembali ke menu utama 4 menit Mengetik nomor telepon baru dan menyimpan dalam telepon genggam Tekan tombol untuk ke Pilih kontak dengan tombol navigasi Pilih tambah baru Masukkan nama kontak Ketik nomor telepon > Ok Selesai 3 menit Mengunci tombol Tekan tombol untuk menu Tekan tombol bintang dengan cepat 5 detik Menekan tombol untuk mematikan dan menyalakan telepon Menekan tombol on-off dengan kuat untuk mematikan dan menyalakan 5 detik Keterangan : Req s : yang dibutuhkan dalam tugas. SCC : kriteria penyelesaian berhasil. MTC : waktu penyelesaian maksimum 72
Waktu penyelesaian maksimum ditetapkan secara subjektif berdasarkan simulasi percobaan yang dilakukan beberapa pihak, termasuk seorang lansia yang pernah menggunakan telepon genggam Nokia 6585, sekaligus mempertimbangkan tugastugas yang ada, fungsi yang digunakan, dan tingkat pembelajaran yang dialami responden seiring dengan pelaksanaan tugas-tugas, dan informasi buku petunjuk yang perlu dipelajari berkaitan dengan tugas yang dilakukan. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengujian ini adalah, hampir semua responden mengoperasikan telepon genggam dengan dua tangan (seperti terlihat pada gambar IV.2), dengan alasan bahwa tombol teleponnya terlalu kecil, sehingga sering terjadi kesalahan menekan tombol jika hanya menggunakan satu tangan. Gambar IV.2 Pelaksanaan uji kemampupakaian Setelah uji kemampupakaian selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan wawancara setelah pengujian. Berbeda dengan tahapan wawancara yang biasa dilakukan pada pengujian kemampupakaian, dimana wawancara setelah pengujian dilakukan untuk mendapatkan kesan-kesan umum dari responden, maka wawancara dalam penelitian ini dilakukan sekaligus untuk mendapatkan konfirmasi apakah produk yang diuji sesuai dengan pronsip-prinsip Universal Design. Oleh karenanya, daftar pertanyaan yang digunakan dalam wawancara ini dibuat berdasarkan The Universal Design Performance Measure for Product Designer (CUD dalam Story dan Mueller, 2004), yang pada akhirnya hasil wawancara ini dipakai untuk mengisi tabel yang disarankan tersebut. Hasil pengisian kriteria Universal Design tersebut dapat dilihat pada Lampiran F.. Hasil wawancara dari seluruh responden 73
ditampilkan dalam skala penilaian 1 sampai dengan 5 untuk sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju dengan kriteria perancangan universal, seperti yang terlihat pada Tabel IV.10. Tabel IV.10 Hasil Penilaian Produk Berdasarkan Kriteria Universal Design KRITERIA UNIVERSAL DESIGN SCORE RATA-RATA I. Kewajaran Penggunaan (Equitable Use) 1. Produk ini mampu pakai untuk saya dan juga semua 2 orang 2. Menggunakan produk ini tidak membuat saya merasa 2 2 putus asa (tidak setuju) 3. Produk ini dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 2 4. Desain produk ini cocok untuk saya 1 II. Fleksibilitas (Flexibility in Use) 1. Apapun cara saya dalam mengoperasikan produk ini, 2 saya dapat menggunakan produk secara efektif 2. Saya dapat mengoperasikan produk dengan hanya 1 3 menggunakan salah satu tangan (kiri atau kanan) (netral) 3. Saya dapat menggunakan produk tanpa membutuhkan akurasi dan kepresisian tertentu 5 4. Saya dapat menggunakan produk ini dengan cara apapun yang saya inginkan (cepat atau lambat) 4 III. Sederhana (Simple and Intuitive Use) 1. Produk ini dapat saya gunakan secara sederhana dan 2 langsung sebagaimana mestinya 2. Saya dapat menggunakan produk secara langsung tanpa 1 3. instruksi tertentu Saya dapat mengerti bahasa instruksi yang digunakan 2 2 (tidak setuju) dalam produk 4. Fitur produk dapat saya mengerti dengan jelas 2 5. Produk memberitahu saya, bahwa saya telah menggunakan produk ini dengan benar 3 74
Tabel IV.10 Hasil Penilaian Produk Berdasarkan Kriteria Universal Design (lanjutan) IV. Informasi dapat diterima (Perceptable Information) 1. Saya dapat menggunakan produk ini tanpa perlu 1 mendengarkan 2. Saya dapat menggunakan produk ini tanpa perlu melihat 1 2 3. Saya dapat dengan mudah menggunakan produk ini 2 (tidak setuju) hanya dengan menggunakan manualnya 4. Saya dapat menggunakan produk ini dengan alat bantu yang melekat pada keseharian saya 3 V. Toleransi Kesalahan (Tolerance for Error) 1. Saya dapat menggunakan semua fitur produk dengan 3 mudah 2. Produk ini melindungi saya dari potensi bahaya 3 4 3. Jika saya melakukan kesalahan dalam menggunakan 5 (setuju) produk ini, maka itu tidak akan melukainya 4. Produk ini memberikan respon saat saya dalam keadaan kritis 3 VI. Usaha Fisik Rendah (Low Physical Low) 1. Saya dapat menggunakan produk ini dengan nyaman 5 (tanpa membutuhkan gerakan atau postur yang tidak nyaman) 2. Saya dapat menggunakan produk dalam keadaan lelah 3 3 atau lemah (netral) 3. Produk dapat saya gunakan tanpa gerakan-gerakan 2 yang dapat menyebabkan kelelahan atau cedera 4. Produk dapat saya gunakan tanpa perlu melakukan istirahat 3 VII. Ukuran dan Jarak (Size and Space for Approach and Use) 1. Mudah bagi saya untuk melihat semua elemen penting 3 produk dari setiap posisi 2. Mudah bagi saya untuk menjangkau semua elemen 4 3 produk dari setiap posisi (netral) 3. Produk ini cocok dengan ukuran tangan saya 1 4. Terdapat area yang cukup bagi saya untuk menggunakan produk tanpa alat bantu tertentu (misal: kursi roda, tabung oksigen, dsb) 5 Rata-rata 3 75
IV.2.2 Data Hasil Uji Kemampupakaian Setelah seluruh pengujian selesai dilakukan kemudian data-data dikumpulkan dan dilakukan rekapitulasi data hasil pengujian untuk masing-masing kelompok responden. Data yang diambil sebagai ukuran untuk menentukan tingkat kemampupakaian telepon genggam Nokia 6585 mencakup data waktu penyelesaian tugas masing-masing responden dan data kesalahan yang terjadi ketika melakukan tugas menggunakan produk. Rekapitulasi waktu penyelesaian tugas seluruh kelompok responden dapat dilihat pada Tabel IV.11. Tabel IV.11 Rekapitulasi Waktu Penyelesaian Tugas Seluruh Responden Responden ke- Tugas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 00:30:44 00:19:51 00:23:47 00:43:22 00:28:52 00:18:50 00:49:18 00:23:37 00:34:23 2 01:10:26 00:54:36 00:25:34 00:44:40 01:47:61 00:30:16 01:55:01 00:59:09 00:48:24 3 03:41:14 05:38:31 02:51:30 07:22:05 06:31:38 03:56:45 04:04:31 05:29:09 05:46:19 4 03:31:12 05:00:15 02:26:42 02:18:05 08:29:49 01:11:35 02:36:28 05:01:20 02:58:04 5 00:04:08 00:03:56 00:02:46 00:05:13 00:03:04 00:03:13 00:05:39 00:02:38 00:05:40 6 00:04:56 00:01:23 00:03:45 00:02:10 00:03:15 00:01:12 00:03:35 00:04:27 00:02:37 Responden ke- Ratarata Tugas 10 11 12 13 14 15 MTC 1 00:34:17 00:27:48 00:45:39 00:15:02 00:29:39 00:39:08 00:29:30 00:30:00 2 00:54:07 02:03:18 01:06:12 00:45:24 00:31:17 01:09:34 00:54:24 01:00:00 3 08:18:23 04:24:53 06:37:08 02:37:25 04:02:15 09:07:38 04:59:25 04:00:00 4 02:43:40 02:47:40 02:03:47 03:16:32 03:18:35 02:59:04 03:26:27 03:00:00 5 00:03:58 00:03:41 00:03:24 00:04:58 00:03:49 00:04:33 00:03:35 00:05:00 6 00:04:59 00:07:43 00:05:51 00:02:58 00:06:38 00:04:29 00:03:36 00:05:00 Rekapitulasi keberhasilan penyelesaian tugas seluruh responden dapat dilihat melalui tabel IV.12. 76
Tabel IV.12 Rekapitulasi Keberhasilan Penyelesaian Tugas Responden Ke- Tugas 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 % Responden yang menyelesaikan Tugas dengan Baik 60 60 26,7 60 80 86,7 Keterangan: = tugas diselesaikan dengan baik = tugas tidak diselesaikan dengan baik Tugas dikatakan tidak dapat diselesaikan dengan baik jika waktu penyelesaikan melebihi MTC atau urutan tugas tidak dilakukan dengan benar. Setelah mengetahui waktu pengerjaan dan tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas maka langkah selanjutnya adalah merekapitulasi seluruh masalah kemampupakaian yang ada pada telepon genggam berdasarkan pengujian yang dilakukan pada kelima belas responden. Masalah-masalah yang ada diidentifikasi berdasarkan kesulitan responden memakai produk maupun dari kesalahan yang dibuat responden. Berikut adalah masalah-masalah kemampupakaian telepon genggam yang diperoleh dari kesulitan dan kesalahan yang terjadi: o Masalah 1 : responden bingung dengan tombol untuk mengaktifkan dan memutuskan panggilan. Hal ini terlihat dari kegiatan saat melakukan tugas 1, banyak responden yang menekan tombol yang lain. 77
o Masalah 2 : kesulitan dan kesalahan dalam pengetikan nomor dan pesan, hal ini diidentifikasi dari lamanya responden dalam menekan nomor atau teks yang seharusnya. Responden harus mendekatkan telepon genggam ke mata. o Masalah 3 : kesulitan dalam menemukan menu pesan teks dan kontak. Identifikasi masalah ini muncul dari perilaku responden saat pengujian yang berkali-kali menekan tombol navigasi tetapi tidak menemukan menu yang dicari. o Masalah 4 : responden tidak dapat kembali ke menu awal. Hal ini terlihat dari dibiarkannya tampilan telepon genggam pada posisi terakhir pelaksanaan tugas atau diperlukan bantuan untuk melakukan tugas kembali ke menu awal. o Masalah 5 : kesulitan dalam menekan tombol penguncian (menu > * ) dengan cepat o Masalah 6 : kesulitan dalam menekan tombol on-off dengan kuat o Masalah 7 : kesulitan untuk menulis pesan o Masalah 8 : kesalahan memasukan nomor tujuan o Masalah 9 : kesulitan memilih pesan teks Disamping masalah-masalah kemampupakaian, juga dapat diidentifikasikan kebutuhan responden terhadap telepon genggam Nokia 6585 yang telah diujikan sebagai berikut: o Ukuran telepon genggam perlu dibuat yang lebih besar o Kemudahan navigasi dalam mencari menu-menu tertentu seperti daftar kontak. o Telepon genggam dapat berfungsi sebagai senter. o Volume telepon genggam dapat dibuat lebih jelas dari yang volume maksimal sekarang. o Dapat digunakan untuk menelpon tanpa harus memegang teleponnya. o Baterai telepon genggam tidak perlu di-charge karena kesulitan untuk menghubungkan kabel dengan sumber arus. 78
IV.3 Data Antropometri Dalam penelitian ini, data antropometri yang digunakan untuk perancangan adalah data sekunder dari Yuliani et.al (2004). Data antropometri yang relevan dengan penggunaan telepon genggam adalah: 1. Thumb crotch length (TCL) Pemakaian data antropometri thumb crotch length (TCL) adalah untuk mengetahui lebar optimum yang memberikan kenyamanan dan kekuatan penggenggaman maksimal bagi pengguna. Lebar telepon genggam optimum adalah 2 cm di bawah TCL (Kroemer, 2001) Cara mengukur TCL adalah dengan mengukur jarak antara titik tengah ruas kedua jari tengah dengan titik tengah ruas pertama pada ibu jari. Pengukuran dilakukan dengan posisi tangan terbuka, semua jari merapat, dan tangan diletakkan pada permukaan datar (lihat Gambar IV.3). Gambar IV.3 Thumb Crotch Length (TCL) 2. Jarak antara ruas kedua dan ketiga jari tengah Data jarak antara ruas kedua dan ketiga jari tengah diperlukan untuk mengetahui tebal telepon genggam yang memberikan kenyamanan optimum bagi pengguna. Pengukuran dilakukan dengan menghitung jarak antara titik tengah ruas kedua dan titik tengah ruas ketiga jari tengah (lihat Gambar IV.4). 79
Gambar IV.4 Jarak Antara Ruas Kedua dan Ketiga Jari Tengah Berikut pada tabel IV.12 dan IV.13 adalah data antropometri untuk kedua dimesi tubuh diatas: Tabel IV.12 Data Thumb Crotch Length (cm) Data ke- x Data ke- x Data ke- x Data ke- x 1 8,41 11 9,42 21 7,85 31 9,64 2 7,64 12 8,13 22 8,80 32 8,34 3 10,01 13 8,23 23 9,71 33 7,60 4 9,81 14 9,97 24 8,94 34 8,46 5 9,05 15 8,30 25 8,73 35 8,60 6 8,68 16 8,88 26 9,41 36 7,81 7 8,12 17 7,64 27 7,78 37 7,89 8 9,82 18 9,78 28 9,45 38 8,33 9 9,97 19 10,00 29 9,58 39 7,94 10 8,00 20 9,96 30 7,72 40 9,77 Total 352,18 X 8,805 S 0,832 80
Tabel IV.13 Data Jarak Antara Ruas Kedua dan Ketiga Jari Tengah (cm) Data ke- x Data ke- x Data ke- x Data ke- x 1 2,02 11 2,87 21 2,12 31 2,79 2 2,85 12 2,13 22 2,50 32 2,09 3 1,95 13 2,48 23 1,97 33 2,81 4 2,69 14 2,05 24 1,95 34 2,12 5 2,15 15 3,05 25 2,99 35 2,59 6 2,23 16 2,73 26 2,25 36 1,98 7 2,05 17 3,01 27 2,67 37 2,43 8 2,64 18 2,32 28 3,00 38 2,98 9 2,31 19 3,05 29 2,93 39 2,78 10 2,38 20 2,45 30 3,04 40 2,99 Total 100,392 X 2,510 S 0,382 81