SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

dokumen-dokumen yang mirip
SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK. : Tingkat Pemula dan Tingkat I (Tenaga Terampil) Kode Jabatan Kerja : Kode Pelatihan :

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Sipil / Bangunan Gedung

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Mekanikal / Bangunan Gedung

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

PELATIHAN AHLI TEKNIK LALU LINTAS (TRAFFIC ENGINEER)

STANDAR LATIHAN KERJA

STANDAR LATIHAN KERJA

Sebidang Atau Tidak Sebidang KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR merepresentasikan unit kompetensi

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Sipil / Pengairan. Kode Pelatihan :

Bahu Jalan Berdasarkan MKJI KATA PENGANTAR

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : PELAKSANA PEMASANGAN PINTU AIR

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL

MODUL STEBC 07 : PERMASALAHAN PELAKSANAAN JEMBATAN

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : MEKANIK KAPAL KERUK (DREDGER MECHANIC)

MODUL SIB 10 : PEMELIHARAAN JALAN DARURAT DAN PEMELIHARAAN LALU LINTAS

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Konstruksi Khusus. Kode Jabatan Kerja : F Kode Pelatihan :

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 PELAKSANA PRODUKSI CAMPURAN ASPAL PANAS

STANDAR LATIHAN KERJA (S L K)

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA AHLI MUDA PERENCANA BETON PRACETAK UNTUK STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.15, 2008 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA. Akreditasi. Diklat. Pedoman. Pencabutan

PELATIHAN SOIL MECHANICS OF ROAD CONSTRUCTION ENGINEER

Alternatif Pemecahan Masalah Transportasi Perkotaan

PEDOMAN AKREDITASI Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan. Nomor 4301); DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA. Akreditasi. Pelatihan. Swasta. Penyelenggaraan. Pedoman. Pencabutan.

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG

STANDAR LATIHAN KERJA (S L K)

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG

PELATIHAN AHLI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN (BRIDGE DESIGN ENGINEER)

Persyaratan Teknis jalan

BAB I STANDAR KOMPETENSI

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c periu ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peru

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Rekayasa Lalulintas Kode : CES 5353 Semester : V Waktu : 1 x 2 x 50 menit Pertemuan : 13 (Tiga belas)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kendaraan dengan pejalan kaki (Abubakar I, 1995).

ANALISIS INSTRUKSIONAL MATA KULIAH : REKAYASA LALU LINTAS SKS : 2

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

EVALUASI DAN PERENCANAAN LAMPU LALU LINTAS KATAMSO PAHLAWAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini Transportasi merupakan bagian terpenting dari kehidupan sehari-hari, namun masih mengalami berbagai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum memulai penelitian perlu dibuat langkah-langkah penelitian, dimana langkah- langkah penelitian tersebut adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan nomor KM 14 tahun 2006,

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT)

MODUL SIB 01 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Perencanaan Geometrik & Perkerasan Jalan PENDAHULUAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Rekayasa Lalulintas Kode : CES 5353 Semester : V Waktu : 1 x 2 x 50 menit Pertemuan : 9 (Sembilan)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Rekayasa Lalulintas Kode : CES 5353 Semester : V Waktu : 1 x 2 x 50 menit Pertemuan : 6 (Enam)

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PENGUJIAN MATERIAL FILLER

PEMBINAAN AHLI MUDA K3 KONSTRUKSI

PELATIHAN AHLI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN (BRIDGE DESIGN ENGINEER)

ABSTRAK. Kata kunci : Zebra cross, evaluasi

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

PERTEMUAN KE-8 UJIAN TENGAH SEMESTER

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM. Nomor : 11 /PRT/M/2010 TENTANG TATA CARA DAN PERSYARATAN LAIK FUNGSI JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

STUDI ARUS JENUH PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL JALAN ACEH JALAN BANDA BANDUNG

2016, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA MANAJER PELAKSANA KONSTRUKSI SISTEM PRODUKSI AIR MINUM

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.603/AJ 401/DRJD/2007 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : HK.205/1/1/DRJD/2006 TENTANG

PAKET PELATIHAN SELEKSI DAN EVALUASI AHLI MUDA K3 KONSTRUKSI

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) PERANCANGAN BANGUNAN TEKNIK SIPIL TRANSPORTASI OLEH: IR. DEWANTI, MS

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN

Kata kunci : Tingkat Kinerja, Manajemen Simpang Tak Bersinyal.

BAB V ANALISIS DATA. Gambar 5. 1 Kondisi Geometrik Simpang

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan transportasi. Akibatnya terjadilah peningkatan pengguna jaringan. hambatan bila tidak ditangani secara teknis.

BAB I STANDAR KOMPETENSI

KODE UNIT KOMPETENSI INA

BAB I PENDAHULUAN. bergerak bersamaan. Persimpangan pun menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN

Mudah, Cepat dan Menyenangkan ( Cukup 2 Hari Menguasai PLC )

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Rekayasa Lalulintas Kode : CES 5353 Semester : V Waktu : 1 x 2 x 50 menit Pertemuan : 7 (Tujuh)

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PELATIHAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA AHLI MUDA PERENCANA IRIGASI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dijabarkan dalam sebuah bagan diagram alir seperti gambar 3.1. Gambar 3.1. Diagram alir pelaksanaan studi

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MODUL SSLE 05 : INSTALASI DAYA

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1

PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (SITE INSPECTOR OF ROADS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) Judul Pelatihan : AHLI TEKNIK LALU LINTAS (TRAFFIC ENGINEER ) Kode Jabatan Kerja : INA.5211.113.07 Kode Pelatihan : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI 2007

A. PENDAHULUAN Standar Latih Kompetensi disusun mengacu SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang disyahkan oleh Menteri berdasarkan hasil Konvensi Nasional. Sedang konsep SKKNI disusun berdasarkan hasil analisis kompetensi jabatan kerja yang melibatkan para ahli yang mempunyai pengalaman kerja (pelaku langsung) dibidang pekerjaan yang dianalisis. Karena unit-unit kompetensi setiap bidang tugas sektor konstruksi sangat banyak, maka proses analisis kompetensi jabatan kerja difokuskan pada jabatan kerja yang diprioritaskan. Dalam penyusunan SKKNI telah dirumuskan : unit kompetensi, elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja yang merupakan transformasi dari hasil analisis kompetensi. Berdasarkan rumusan kriteria unjuk kerja, setiap elemen kompetensi dianalisis kompetensinya yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dipersyaratkan untuk dipergunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum dan silabus SLK (Standar Latih Kompetensi) seperti tertuang dalam lampiran tentang : Kerangka Acuan Penyusunan Kurikulum Pelatihan. B. TUJUAN PELATIHAN Perumusan tujuan pelatihan mengacu kepada pencapaian minimal kompetensi yang ditentukan, dan indikator kompetensi yaitu : Dalam kondisi (K), mampu dan mau melakukan (X), sebanyak (Y) dengan kualitas (Z) selesai dalam tempo (T). Tentang kondisi (K) yang diwarnai oleh variabel-variabel tingkat produktivitas tenaga kerja dan latar belakang/tingkat/mutu pendidikan formal serta pengalaman kerja, maka penetapan waktu / lama dan metodologi pelatihan dapat disesuaikan dengan kondisi peserta pelatihan dan tersedianya sarana pelaksanaan pelatihan. Namun paling penting tetap berpegang teguh kepada tercapainya tujuan pelatihan. 1. Tujuan Umum Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu : Melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk keperluan perencanaan umum (planning & programming) dan perencanaan teknis jalan dan jembatan 1

2. Tujuan Khusus Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta mampu : 1. Menerapkan ketentuan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK) dan undangundang terkait. 2. Melakukan survai dan prakiraan volume untuk keperluan perencanaan umum (planning & programming) dan perencanaan teknis jalan. 3. Menerapkan prinsip-prinsip dasar Manual Kapasitas Jalan Indonesia untuk penetapan lebar jalur dan bahu jalan. 4. Menerapkan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang 5. Merencanakan penempatan alat pengendali (traffic control devices) untuk memberikan petunjuk bagi pengguna jalan. 6. Membuat laporan rekayasa (traffic engineering). C. PERSYARATAN PELATIHAN a. Pendidikan minimal : D-3 Teknik Sipil b. Pengalaman Kerja : - - - D-3, minimal 5 (lima) tahun berpengalaman di bidang perencanaan jalan S-1, minimal 2 (dua) tahun berpengalaman di bidang perencanaan jalan S-2, minimal 1 (satu) tahun berpengalaman di bidang perencanaan jalan c. Kesehatan : Sehat fisik dan mental, yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter. D. LAMA PELATIHAN Selama = 50 jam pelajaran @ 45 menit, terdiri dari materi pelatihan : 1. Mata Pelatihan umum = 6 jam pelajaran 2. Mata Pelatihan Inti = 38 jam pelajaran 3. Mata Pelatihan Pilihan / Khusus = 0 jam pelajaran 4. Praktek / Studi Kasus / Peninjauan Lapangan = 0 jam pelajaran 5. Evaluasi / Ujian = 6 jam pelajaran Catatan : 1 Jam Pelajaran (JP) = 45 menit 2

E. KURIKULUM PELATIHAN : TRAFFIC ENGINEER No. UNIT / ELEMEN KOMPETENSI KURIKULUM / SILABUS JAM PELAJARAN Teori Praktek Jumlah E. I KOMPETENSI UMUM 1. Menerapkan ketentuan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK) dan undang-undang terkait 1.1. Menerapkan ketentuan keteknikan untuk perencanaan 1.2. Menerapkan ketentuan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 1.3. Menerapkan ketentuan SML (Sistem Manajemen Lingkungan) 1. Judul Modul : Penerapan ketentuan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK) dan undang terkait 1.1. Penerapan ketentuan keteknikan untuk perencanaan 1.2. Penerapan ketentuan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 1.3. Penerapan ketentuan SML (Sistem Manajemen Lingkungan) 6 0 6 Jumlah Jam Pelajaran Umum 6 0 6 E. II KOMPETENSI INTI 1. Melakukan survai dan prakiraan volume lalu lintas untuk keperluan perencanaan umum (planning & programming) dan perencanaan teknis jalan 1.1. Melakukan survai, termasuk kondisi geometrik dan lingkungan 1.2. Melakukan prakiraan tingkat pertumbuhan dan volume lalu lintas 1.3. Melakukan prakiraan jumlah ekivalen beban sumbu standar 2. Menerapkan prinsip-prinsip dasar Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) untuk penetapan lebar jalur lalu lintas dan bahu jalan 2.1. Menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan luar kota 2.2. Menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan perkotaan 1. Judul Modul : Survai dan prakiraan volume lalu lintas 1.1. Survai 1.2. Prakiraan tingkat pertumbuhan dan volume 1.3. Prakiraan jumlah ekivalen beban sumbu standar 2. Judul Modul : Penetapan lebar jalur dan bahu jalan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 2.1. Penerapan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan luar kota 2.2. Penerapan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan perkotaan 8 0 8 8 0 8 3

2.3. Menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan bebas hambatan 3. Menerapkan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang 3.1. Menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan tidak bersinyal 3.2. Menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan bersinyal 3.3. Melakukan rekayasa pada on off ramp persimpangan tidak sebidang 4. Merencanakan penempatan alat pengendali (traffic control devices) untuk memberikan petunjuk bagi pengguna jalan 4.1. Merencanakan pemasangan marka jalan dan penempatan rambu-rambu 4.2. Merencanakan penempatan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 4.3. Merencanakan pengaturan arus dalam pelaksanaan pekerjaan jalan 2.3. Penerapan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan bebas hambatan 3. Judul Modul : Penerapan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang 3.1. Penerapan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan tidak bersinyal 3.2. Penerapan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan bersinyal 3.3. Rekayasa pada on off ramp persimpangan tidak sebidang 4. Judul Modul : Perencanaan penempatan alat pengendali (traffic control devices) 4.1. Perencanaan pemasangan marka jalan dan penempatan rambu-rambu 4.2. Perencanaan penempatan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 4.3. Perencanaan pengaturan arus dalam pelaksanaan pekerjaan jalan 8 0 8 8 0 8 5. Membuat laporan rekayasa (traffic engineering) 5. Judul Modul : Penyiapan laporan rekayasa lalu lintas (traffic engineering) 5.1. Penyiapan laporan survai 5.2. Penyiapan laporan 6 0 6 5.1. Membuat laporan survai lalu lintas 5.2. Membuat laporan perhitungan kapasitas jalan perhitungan kapasitas jalan 5.3. Membuat laporan 5.3. Penyiapan laporan perencanaan penempatan alat perencanaan penempatan pengendali (traffic alat pengendali control devices) (traffic control devices) Jumlah Jam Pelajaran Inti 38 0 38 E. III KOMPETENSI PILIHAN / atau KHUSUS 4

--- --- --- --- --- Jumlah Jam Pelajaran Kompetensi Pilihan / Khusus --- --- --- E. IV STUDI KASUS / PENINJAUAN LAPANGAN --- --- --- --- --- Jumlah Jam Studi Kasus / Peninjauan Lapangan --- --- --- E. V Evaluasi / Ujian Evaluasi / Ujian 6 0 6 TOTAL JAM PELAJARAN 50 0 50 F. HASIL BELAJAR 1. Mata Pelatihan Umum (Kompetensi Umum) 1.1 Judul Materi / Modul : Penerapan ketentuan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK) dan undang-undang terkait merepresentasikan unit kompetensi menerapkan ketentuan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK) dan undang-undang terkait. Tujuan Pembelajaran Peserta mampu menerapkan ketentuan UUJK untuk keperluan perencanaan Kriteria Penilaian 1. Kemampuan menerapkan ketentuan keteknikan untuk perencanaan 2. Kemampuan menerapkan ketentuan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 3. Kemampuan menerapkan ketentuan SML (Sistem Manajemen Lingkungan) 2. Mata Pelatihan Inti (Kompetensi Inti) 2.1. Judul Materi / Modul : Survai dan prakiraan volume merepresentasikan unit kompetensi melakukan survai dan prakiraan volume untuk keperluan perencanaan umum (planning & programming) dan perencanaan teknis jalan 5

Tujuan Pembelajaran Peserta mampu melakukan survai dan prakiraan volume untuk perencanaan umum (planning & programming) dan perencanaan teknis jalan Kriteria Penilaian 1. Kemampuan melakukan survai, termasuk kondisi geometrik dan lingkungan 2. Kemampuan melakukan prakiraan tingkat pertumbuhan dan volume 3. Kemampuan melakukan prakiraan jumlah ekivalen beban sumbu standar 2.2. Judul Materi / Modul : Penetapan lebar jalur dan bahu jalan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) merepresentasikan unit kompetensi menerapkan prinsip-prinsip dasar Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) untuk penetapan lebar jalur dan bahu jalan Tujuan Pembelajaran Peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Manual Kapasitas Jalan Indonesia untuk penetapan lebar jalur dan bahu jalan Kriteria Penilaian 1. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan luar kota 2. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan perkotaan 3. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas ruas jalan bebas hambatan 2.3. Judul Materi / Modul : Penerapan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang merepresentasikan unit kompetensi menerapkan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang 6

Tujuan Pembelajaran Peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar persimpangan sebidang atau tidak sebidang Kriteria Penilaian 1. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan tidak bersinyal 2. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar perhitungan kapasitas persimpangan bersinyal 3. Kemampuan melakukan rekayasa pada on off ramp persimpangan tidak sebidang 2.4. Judul Materi / Modul : Perencanaan penempatan alat pengendali lalu lintas (traffic control devices) merepresentasikan unit kompetensi merencanakan penempatan alat pengendali (traffic control devices) untuk memberikan petunjuk bagi pengguna jalan Tujuan Pembelajaran Peserta mampu merencanakan penempatan alat pengendali (traffic control devices) Kriteria Penilaian 1. Kemampuan merencanakan pemasangan marka jalan dan penempatan rambu-rambu 2. Kemampuan merencanakan penempatan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 3. Kemampuan merencanakan pengaturan arus dalam pelaksanaan pekerjaan jalan dan jembatan 2.5. Judul Materi / Modul : Penyiapan laporan rekayasa (traffic engineering) merepresentasikan unit kompetensi membuat laporan rekayasa (traffic engineering) 7

Tujuan Pembelajaran Peserta mampu membuat laporan rekayasa (traffic engineering) Kriteria Penilaian 1. Kemampuan membuat laporan survai 2. Kemampuan membuat laporan perhitungan Kapasitas Jalan 3. Kemampuan membuat laporan perencanaan penempatan alat pengendali (traffic control devices) G. STRATEGI PEMBELAJARAN 1. Strategi Pembelajaran (teori) : Strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pelatihan harus sesuai, baik menurut teori. Proses pembelajaran teori disesuaikan dengan urutan materi pelatihan dengan : a. Metodologi : 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Peragaan / Demonstrasi 4. Pertanyaan 5. Widyawisata dan lain-lain b. Media/ Bahan : 1. OHT + OHP atau LCD + Laptop 2. Papan tulis lengkap dengan flipchart dan alat tulis 3. Bahan ajaran / materi serahan 4. Ruang kelas (teori) 2. Strategi Pelaksanaan Praktek : Strategi pelaksanaan praktek dilakukan dengan praktek langsung di lapangan atau tempat kerja (OJT / OJE = On The ob Training / On The Job Experience), baik pada operasional perencanaan pelaksanaan dan pengawasan serta pemeliharaan pekerjaan konstruksi maupun yang disediakan oleh Lembaga Diklat atau simulasi atau dengan peragaan yang didukung : a. Peralatan dan perlengkapan : Peralatan survei lengkap b. Bahan / material : Formulir standar c. Area lapangan praktek : Jaringan jalan yang disurvei d. Waktu : Sesuai kebutuhan, bisa dalam beberapa hari atau beberapa bulan 8

3. Instruktur/Fasilitator : Konsisten mengacu SKKNI dan SLK Pembelajaran modul-modulnya disertai dengan inovasi dan improvisasi yang relevan, dengan metodologi yang tepat Instruktur harus mampu mengajar, dibuktikan misalnya dengan sertifikat TOT (Training of Trainer) atau sejenisnya (surat keterangan mengajar dalam berbagai pelatihan. 4. Penyelenggara Konsisten dan disiplin dalam pencapaian tujuan pelatihan yang ditentukan (minimal kompetensi yang harus dicapai) 5. Referensi : SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Register Kode / Nama Jabatan Kerja : Structure Engineer of Bridge Construction Standard Operation Procedure (SOP) terkait dan relevan. Modul-modul pelatihan H. PENILAIAN HASIL PELATIHAN 1. Peserta latih mendapatkan sertifikat kompetensi bila hasil penilaian tingkat kompetensi telah mencapai minimal kompetensi yang ditentukan. 2. Evaluasi dilakukan setelah peserta sertifikasi mengikuti uji kompetensi dengan menggunakan MUK (Materi Uji Kompetensi) selama 7 (tujuh) jam pelajaran untuk 7 (tujuh) modul, masing-masing modul diujikan dengan alokasi waktu 1 (satu) jam pelajaran. I. LEMBAGA PELAKSANA PELATIHAN 1. Asosiasi profesi terakreditasi 2. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan terakreditasi 9