PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

dokumen-dokumen yang mirip
EKONOMI KELEMBAGAAN RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI. Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T

BIAYA TRANSAKSI EFESIENSI EKONOMI

PENGERTIAN TRANSAKSI DAN BIAYA TRANSAKSI

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI KELEMBAGAAN

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

1 PENDAHULUAN. Tahun Manggis Pepaya Salak Nanas Mangga Jeruk Pisang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

PENGEMBANGAN MASYARAKAT (KPM 231)

STRUKTUR PASAR, KEGAGALAN PASAR, EKSTERNALITAS DAN PERAN KELEMBAGAAN

EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Perencanaan Strategis

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

SISTEM PENGENDALIAN KECURANGAN (FRAUD CONTROL SYSTEM) KEP DIREKSI NO: KEP/04/012015

TEORI MODAL SOSIAL (1)

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. nabati yang bermanfaat dan memiliki keunggulan dibanding minyak nabati

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan modern. Akuntansi dan auditing memainkan peran penting dalam

Presented by: M Anang Firmansyah

MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

I. PENDAHULUAN. peran yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Di sisi lain

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI IKA RUHANA

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

1. Pengertian Agency Theory

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara berkembang yang sedang membangun, membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunan.

Variabel, Masalah dan Kebijakan Ekonomi

BAB II LANDASAN TEORITIS. Pengertian pasar telah banyak didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi. Pasar

III KERANGKA PEMIKIRAN


BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan sistem pemerintahan dari yang semula terpusat menjadi

MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Teori keagenan (agency theory) merupakan landasan teori dalam penelitian

V. PENDEKATAN SISTEM 5.1. Analisis Kebutuhan Pengguna 1.) Petani

MEKANISME DISTRIBUSI PEMBAYARAN REDD : Studi Kasus Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan PUSLITSOSEK 2009

TEORI EKONOMI POLITIK (2)

I. PENDAHULUAN. Sub sektor perikanan menjadi salah satu sub sektor andalan dalam

Yang Terhormat: Sulawesi Tengah

I. PENDAHULUAN. Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan subsektor perkebunan

BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan

II. KERANGKA KAJIAN. a Industri skala mikro / rumah tangga adalah suatu perusahaan manufaktur yang mempekerjakan tenaga kerja 1-4 orang.

ADMINISTRASI BISNIS SEBAGAI FENOMENA SOSIAL

Analisis lingkuangan internal Pertemuan 3 MANAGEMEN STRATEGIK

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II. LANDASAN TEORI

LD NO.14 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL I. UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Meskipun Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pertanian yang

DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN

SISTEM LOGISTIK PAKAN BERBASIS KAWASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan dibahas tentang teori yang akan mendasari dari. mendalam untuk memecahkan permasalahan yang ada.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori keagenan adalah teori yang timbul dari adanya suatu hubungan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perdagangan internasional merupakan salah satu ciri dari era globalisasi yang

ORGANISASI PERUSAHAAN. Dua pertanyaan dalam kaitannya dengan operasi perusahaan, yaitu:

CV. Lubersky Computer Semarang: IT Consultant, Software dan Web Development

PERSAINGAN USAHA dan JASA KONSTRUKSI

PERAN PUSTAKAWAN DALAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM ERA GLOBALISASI INFORMASI

KAJIAN PENGEMBANGAN KONTRAK BERJANGKA CPO

TUGAS INDIVIDU Sistem Informasi Manajemen PERBANDINGAN IMPLEMENTASI OUT SOURCING, INSOURCING DAN CO- SOURCING DAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui efektivitas dampak kesejahteraan

Information and Decision

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambar 1. Luasan lahan perkebunan kakao dan jumlah yang menghasilkan (TM) tahun

KEMITRAAN BISNIS INTERNASIONAL. PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KE DELAPAN BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV.

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis

TEORI MODAL SOSIAL (2)

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Penelitian

PERENCANAAN DOSEN : DIANA MA RIFAH

Deskripsi: Dimensi Grand Design Sistem Informasi Kesehatan

INSTRUKSI PENGADAAN JASA KONSULTAN EVALUASI PELAKSANAAN DAN TATAKELOLA PROGRAM TFCA-SUMATERA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Bab 3 Faktor Pengendali Supply Chain

BAB I PENDAHULUAN. pendanaan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan di Indonesia dewasa ini mulai

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALI PENGIRIMAN TABUNG GAS

SOCIAL CAPITAL. The important thing is not what you know, but who you know

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pengauditan disebut dengan fraud akhir akhir ini menjadi berita utama dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemikiran mengenai corporate governance berkembang dengan bertumpu pada teori

BAB I PENDAHULUAN. mengalami pertumbuhan yang signifikan, sumber:

DASAR-DASAR MANAJEMEN RISIKO/ RUANG LINGKUP MANAJEMEN RISIKO

I. PENDAHULUAN. Usaha pertambangan adalah usaha mengolah sumber daya alam yang tidak

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. serta petunjuk arah yang terbuat dari neon sign maupun billboard.

Transkripsi:

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224) KULIAH 10: RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

RASIONALITAS DAN OPPORTUNIS Biaya transaksi positif karena adanya rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan prilaku opportunis (Wiliamson, 1981) Wujud keduanya: menghindari kerugian, penyimpangan moral, penipuan, melalaikan kewajiban, dan priolaku sttrategis lainnya Bounded rationality: keterbatas kemampuan untuk memproses dan menggunakan informasi yang tersedia; tidak mungkin hubungan sebab akibat dapat dilihat dengan bersandarkan pada kejadian sebelumnya. Sehingga pelaku ekonomi pasti akan menghadapi informasi yang tidak lengkap atau ktidakpastian informasi. Prilaku opportunis: upaya untuk mendapat keuntungan dengan cara yang tidak jujur

RASIONALITAS DAN OPPORTUNIS (2) Untuk mengatasi Rasionalitas terbatas dan prilaku opportunis, ada tiga komponen biaya transaksi yang harus dikeluarkan: i. Mengukur atribut yang dapat dinilai sehingga proses pertukaran/tranksaksi terjadi. Banyak kasus batal transaksi karena ketidaklengkapan infortmasi/ atribut mengenai produk, terutama untuk produk pertanian yang heterogen. ii. Melindungi hak-hak atas barang dan jasa yang telah dipertukarkan iii. Meregulasi dan menegakan kesepakatan

BIAYA TRANSAKSI DAN EFISIENSI EKONOMI Dalam komunitas tradisional di pedesaan dimana modal sosial masih sangat kuat, biaya transaksi rendah. Ketika masyarakat semakin kompleks dan hubungan tidak lagi bersifat personal, biaya transaksi semakin mahal, menyebabkan transaksi ekonomi tidak efisien Untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, biaya trankasi harus turun Diperlukan kelembagaan yang mendukung ketersediaan informasi, pelindungan hak kepemilikan, kepastian hak kepemilikan, ketersediaan mekanisme konflik dan penegakan kesepakatan.

BIAYA TRANSAKSI DAN EFISIENSI EKONOMI Inefisiensi ekonomi dalam wujud kenaikan biaya transaksi bisa terjadi karena : Lemahnya atas jaminan hak kepemilikan Penyimpangan atas pengukuran atas tugas yang kompleks Penyimpangan intertemporal karena kontrak yang timpang, ketersembunyian informasi; penyalahgunaan strategis Penyimpangan karena kelemahan kelembagaan Kelemahan integritas Diperlukan biaya adaptasi yang meliput: Biaya akibat dari kontrak yang terjadi tidak optimal akibat perubahan situsi Biaya negosiasi untuk mendapatkan skema kontrak yang lebih baik Biaya arbitrasi di pengadilan jika terjadi sengkela

SKEMA TINGKATAN BIAYA TRANSAKSI Perubahan parameter Atribut prilaku Lingkungan Kelembagaan Tata Kelola/ Governance Individu Strategi Preferensi endogen Williamson, 1997

Penjelasan Skema Perusahaan, birokrasi, organisasi, dll merupakan entitas yang memiliki tata kelola (governance). Di dalamnya terjadi transaksi/interaksi antar individu/bagian, juga interaksi dengan pihak luar. Transaksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kelembagaan eksternal yang tingkatannya lebih tinggi. Perubahan lingkungan kelembagaan eksternal berpengaruh terhadap transaksi yang terjadi. Transaksi dalam suatu governance juga dipengaruhi oleh sifat individu yang cenderung opportunis, self interest, greedy, strategic dll. Contoh: Pemda merupakan sebuah governance. Transaksi yang terjadi dipengaruhi oleh kelembagaan internal dan lingkungan kelembagaan eksternal. Negara merupakan sebuah governance. Transaksi terjadi mengikuti kelembagaan internal tapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kelembagaan global. Semakin kompleks transaksi biayanya semakin mahal

KARAKTERISTIK TRANSAKSI Karakteristik transaksi mempengaruhi besaran biaya transaksi. Menurut Williamson (1981) ada tiga karaktristik transaksi yang penting, yaitu: 1. Ketidakpastian (uncertainty), terutama terkait dengan produksi, supply, demand, fluktuasi harga, iklim, kondisi lapangan, dll. 2. Frekuensi, tergantung pada keadaan dan kemampuan produksi. Produk pertanian, perikanan, sangat tergantung pada musim. Transaksi pada msuim panen atau musim ikan melimpah berbeda dengan transaksi pada musim paceklik 3. Spesifitas, yang meliputi site specifity, physical asset speficifity, human asset specifity. Asset yang spesifik membatasi kegiatan tertentu yang memiliki transaksi yang terbatas. Ketiga karakteristik ini terkait dengan assymetries information membuat kondisi assymetries menjadi symmetris memerlukan biaya yang mahal

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA TRANSAKSI Zhang (2000) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya transaksi, sebagai berikut: 1) Karakterisrtik benda dan hak atas benda tersebut (terkait dengan informasi mengenai benda dan status orang atas benda tersebut). 2) Identitas aktor yang terlibat dalam transaksi tersebut, berkenaan dengan sifat manusia yang rasional terbatas, yaitu keterbatasan manusia mencari, menerima, menyimpan, mengolah informasi; kekurangan ketersediaan informasi. 3) Situasi teknis dan sosial penataan pertukaran dan bagaimana pertukaran tersebut dikelola. Apakah pertukaran tersebut hanya karena kekuatan pasar atau ada intervensi kelembagaan yang turut menata pertukaran tersebut.

DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI Atribut prilaku dari aktor Rasionalitas terbatas Opportunis Struktur tata kelola: Pasar, hierarki, hybrid Regulasi, birokrasi Biaya Transaksi Lingkungan kelembagaan: Hak milik, kontrak, Agreemen, dll Budaya Atribut transaksi: Ketidakpastian Spesifikasi asset Frekuensi Beckman, 2000

PENJELASAN SKEMA DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI Berdasarkan penjelasan tentang definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi bearan biaya transaksi, Beckman (2000) memformulasi empat determinan biaya transaksi: 1) Atribut aktor/pelaku yang melekat (rasionalitas terbatas dan oportunisme) menentukan besaran transaksi 2) Sifat/atribut transaksi (spesifitas asset, ketidakpastian, frekuensi) 3) Dipengaruhi hal-hal yang berkaitan dengan struktur tata kelola (market, hierarki, hybrid, regulasi, dll) 4) Dipengaruhi oleh faktor yang berdekatan aspek lingkungan kelembagaan Dari keempat determinan tersebut dapat diturunkan lagi menjadi variable yang lebih rinci dan terukur

FAKTOR-FAKTOR YANFG MEMPENGARUHI BIAYA TRANSAKSI (Zhang, 2000) 1) What : Mengenai seikat hak yang memeiliki banyak atribut yang beragam meliputi nilai, pengukuran, kebijakan, pemaksaan beragam untuk setiap kasus 2) Who : identity of agent involved in transactions terkait dengan karakteristik aktor yang bounded rational, opportunis dan asymmetrical information 3) How : the institutions, technical and social, governing the exchange and how to organize the exchange bagaimana kelembagaan secara teknis, sosial, menata dan mengelola pertukaran

KLASIFIKASI BIAYA TRANSAKSI (1) Menurut UNDP: 1. Biaya administrasi, meliputi semua pengeluaran terkait dengan administrasi 2. Biaya tidak langsung, biaya yang muncul sebagai dampak dari upaya mencapai tujuan 3. Biaya oportunitas, keuntungan yang hilang akibat dari pilihan-pilihan transaksi

KLASIFIKASI BIAYA TRANSAKSI (2) Menurut Strassman (2002), biaya transaksi pada level mikro/perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai beriku: 1. Biaya organisasi tenaga kerja 2. Biaya mengolah informasi 3. Biaya koordinasi 4. Biaya memotivasi pelayan 5. Biaya mengelola distributor

KLASIFIKASI BIAYA TRANSAKSI (3) Menurut Collin dan Fabozzi (1991), Formulasi biaya transaksi adalah sebagai berikut: Biaya Tansaksi = Biaya Tetap + biaya variabel Biaya Tetap = komisi + transfer fee + pajak Biaya variabel = biaya eksekusi + biaya opportunitas Biaya eksekusi = price impact + market timing cost Biaya oportunitas = hasil yang diinginkan pendapatan aktual biaya eksekusi biaya tetap

SEKIAN TERIMA KASIH