METODE PENELITIAN. Gambar 2Cara Penarikan Contoh

dokumen-dokumen yang mirip
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Waktu, Tempat, dan Desain Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE. PAUD Cikal Mandiri. PAUD Dukuh. Gambar 2 Kerangka pemilihan contoh. Kls B 1 :25. Kls A:20. Kls B 2 :30. Kls B:25. Kls A:11

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu, dan Tempat

METODE PENELITIAN. n = N 1+ N (d 2 ) keterangan : N = besar populasi n = besar sampel d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan

METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. n1 = = 35. n2 = = 32. n3 =

BAB III METODE PENELITIAN

Karakteristik Sampel: Usia Jenis Kelamin Berat Badan Tinggi Badan. Kebutuhan Energi dan Zat Gizi. Status Gizi

Gambar 3 Hubungan ketahanan pangan rumahtangga, kondisi lingkungan, morbidity, konsumsi pangan dan status gizi Balita

METODE PENELITIAN. Kelas Populasi (N) Contoh (n) Kelas Kelas Total 81 40

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian

METODE. n = Z 2 P (1- P)

Bagan Kerangka Pemikiran "##

Gambar 1. Kerangka pemikiran tingkat kecukupan energi zat gizi anak usia sekolah Keterangan : = Variabel yang diteliti = Hubungan yang diteliti

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Gambar 1 Hubungan pola asuh makan dan kesehatan dengan status gizi anak balita

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat dan Waktu

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Cara Pemilihan Contoh

METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh Jenis dan Cara Pengambilan Data

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Sistematika pengambilan contoh. Pemilihan SDN Kebon Kopi 2 Bogor. Purposive. siswa kelas 5 & 6. Siswa laki-laki (n=27)

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODOLOGI PENELITIAN

Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Perubahan konsumsi pangan sebelum dan sesudah mengikuti program pemberdayaan Tingkat Kecukupan energi dan zat gizi

METODOLOGI. n = (Z /2) 2 X σ 2. n = X n = 54 siswa

METODE PENELITIAN. n [(1.96) 2 x (0.188 x 0.812)] (0.1) 2. n 59 Keterangan: = jumlah contoh

METODE PENELITIAN. n = z 2 α/2.p(1-p) = (1,96) 2. 0,15 (1-0,15) = 48,9 49 d 2 0,1 2

METODE Desain, Tempat dan Waktu Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. n= z 2 1-α/2.p(1-p) d 2

METODE PENELITIAN. Yayasan Yasmina Bogor (Purposive) N= 65. Kabupaten Bogor (N = 54) Populasi sumber (N=50) Contoh penelitian (n= 30)

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. n = n/n(d) 2 + 1

Food Coping Strategy : Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Status Gizi Balita

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung yang berjudul

METODE PENELITIAN. penelitian. Kota Medan. 21 Kecamatan. 2 Kecamatan. Kec. Medan Kota Kelurahan Sitirejo (60 RT)

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

KERANGKA PEMIKIRAN. Karakteristik sosial ekonomi keluarga contoh: Karakteristik contoh: Pengetahuan gizi seimbang. Jenis kelamin Umur Uang saku

METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Konsumsi Pangan (makanan dan minuman) Intake energi. Persentase tingkat konsumsi cairan. Kecenderungan dehidrasi

METODE Disain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Subyek

METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. Sedep n = 93. Purbasari n = 90. Talun Santosa n = 69. Malabar n = 102. n = 87. Gambar 3 Teknik Penarikan Contoh

METODOLOGI. n = 2 (σ 2 ) (Zα + Zβ) δ 2

METODE PENELITIAN 1 N

METODE PENELITIAN. d 2. dimana n : Jumlah sampel Z 2 1-α/2 : derajat kepercayaan (1.96) D : presisi (0.10) P : proporsi ibu balita pada populasi (0.

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian = 51 orang. 21 orang keluar. Kriteria inklusi. 30 orang responden. Gambar 2 Cara penarikan contoh

rumus : n = (P 1 -P Ket : Z 1- - P 1 Kebiasaan makan..., Evi Heryanti, FKM UI, )²

III. METODE PENELITIAN. cross-sectional, yaitu peneliti mempelajari hubungan antara asupan energi,

METODE PENELITIAN. =(1.96) (0.9) (0.2) =77.8=78 (orang)

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

III. METODOLOGI PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Preferensi Pangan Anak Sekolah Dasar di Kota Bogor

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian n = (zα² PQ) / d²

METODE. Zα 2 x p x (1-p)

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. n =

METODE PENELITIAN. Desain Penelitan

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Sampel

METODE PENELITIAN Waktu, Tempat dan Desain Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengambilan Data

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

Gambar 1 Bagan kerangka pemikiran analisis kontribusi konsumsi ikan terhadap kecukupan zat gizi ibu hamil

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Kabupaten Sukabumi. Puskesmas Kadudampit Puskesmas Cikidang Puskesmas Citarik. Peserta program pemberian makanan biskuit fungsional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan waktu Jumlah dan Cara penarikan Contoh

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu dan Tempat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study dan

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu, dan Tempat

Transkripsi:

16 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian ini menggunakan metode survey dengan desain cross sectional study dimana pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk menggambarkan karakteristik sampel. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Ciriung III Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dan di SDN Tanjung Pasir Tanggerang.Penentuan sekolah dijadikan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan sekolah terletak di lingkungan strategis, dan mudah di jangkau. SDN Ciriung III mewakili karakteristik wilayah non pantai dan SDN Tanjung Pasir mewakili karakteristik wilayah pesisir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2011 dengan cara membagikan kuisioner dan wawancara kepada siswa maupun pihak sekolah. Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh Populasi penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar kelas IV di SDN Ciriung III Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dan di SDN Tanjung Pasir Tanggerang. Menurut penelitian Domel, et al (1994) siswa kelas IV dan kelas V dapat dijadikan sampel penelitian. Pertimbangan memilih siswa kelas IV adalah bahwa siswa yang bersangkutan memiliki tingkat perkembangan dan kemampuan anak untuk berfikir secara logis terhadap hal konkrit sudah baik sehingga dapat menjawab pertanyaan. Pengambilan contoh dilakukan secara acak sederhana. Jumlah contoh dari penelitian ini adalah sebanyak 60 anak yang terdiri dari 30 anak SDN Ciriung III dan 30 anak SDN Tanjung Pasir. Teknik pengambilan contoh disajiakan pada gambar 2. Sekolah Dasar Daerah Pegunungan Daerah Pantai SDN Ciriung III SDN Tanjung Pasir 30 Anak 30 Anak Gambar 2Cara Penarikan Contoh

17 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data sosial ekonomi keluarga (pengeluaran pangan dan non pangan, tingkat pendidikan orang tua dan besar keluarga), dan data konsumsi ikan diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan recall konsumsi siswa 2x24 jam. Data primer dikumpulkan dengan alat bantu kuisioner dan observasi langsung. Data lain yang dikumpulkan meliputi karakteristik siswa (usia dan jenis kelamin). Data berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) diperoleh dari pengukuran langsung dengan menggunakan timbangan injak dan mikrotoise. Data hasil penimbangan berat badan siswa dihitung dengan menggunakan rumus z-score. Data status gizi diperoleh dengan menggunakan rumus indekstinggi badan menurut umur (TB/U), dan Indeks Masa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Gambaran umum lokasi penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan dari website daerah tersebut, lalu data hasil prestasi belajar menggunakan data sekunder yang diperoleh dari guru kelas. Data hasil prestasi belajar diperoleh dari nilai rapor pada semester I dan II kelas I sampai kelas III. Nilai yang diperoleh adalah dari mata pelajaran yang umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. Jenis dan cara pengumpulandata dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 variabel, jenis data, dan cara pengumpulan data No Variabel dan Data Jenis Data Cara Pengambilan Data 1. Karakteristik siswa Usia Jenis Kelamin Berat badan (BB) Tinggi badan (TB) Primer pengukuran langsung (BB,TB) 2. Karakteristik keluarga siswa Besar keluarga Pendidikan orang tua Pekerjaan orang tua Pendapatan Keluarga Primer 3. Konsumsi ikan Primer 4. 5. Gambaran umum lokasi: Letak geografis Jumlah penduduk Prestasi belajar siswa: Nilai rapor kelas I-III Sekunder Sekunder wawancara wawancara Website lokasi Data dari guru kelas

18 Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program Microsoft Excel2010dan program SPSS (Statistical Program for Social Science) versi 16.0. Proses pengolahan data meliputi coding, entry, editing, cleaning, dan analisis. Hasil pengolahan data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan statistik. Analisis statistik perbandingandigunakan untuk membandingkan konsumsi ikan, status gizi, tinggi badan dan prestasi belajar antara dua kelompok sampel data menggunakan independent-sample T Test, uji kolerasi chi-square dan uji kolerasi spearman. Karakteristik siswa meliputi usia dan jenis kelamin. Data konsumsi ikan dikelompokkan berdasarkan jumlah ikan yang dikonsumsi setiap harinya. Data konsumsi ikan diperoleh dengan cara pengisian food frequency quetioners (FFQ), sedangkan data konsumsi siswa diperoleh darifood recall2x24 jam konsumsi kemudian dikonversikan ke dalam energi dan zat gizi dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Kecukupan energicontoh diacu berdasarkan formula dari WKNPG tahun 2004 (Hardinsyah & Tambunan 2004). Formula yang digunakan yaitu: AKE = (88.5 61.9 U) + (26.7 x BB x AkF) + 903 TB + 25 AKE = Angka Kecukupan Energi (Kal) U = Usia (tahun) BB = Berat Badan (kg) AkF = Angka Kegiatan Fisik (sangat aktif bagi anak laki-laki usia 9-18 tahun yaitu 1.42dan perempuan 1.31) TB = Tinggi Badan (meter) Menurut Hardinsyah et al. (2002) kecukupan protein contoh diacu berdasarkan formula sebagai berikut: AKP = (Ba/Bs) x AKGi AKP = Angka kecukupan protein (g) Ba = Berat badan aktual (Kg) Bs = Berat badan rujukan (Kg) AKGi = Angka kecukupan protein yang dianjurkan Perhitungan tingkat kecukupan zat gizi khusus untuk energi dan protein memperhitungkan berat badan aktual siswa yang dibandingkan dengan berat badan anak sekolah dasar standar yang terdapat dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG). Nilai standar yang menyatakan apakah siswa tersebut telah

19 mengkonsumsi gizi yang cukup, kurang atau lebih yaitu defisit tingkat berat (<70%), defisit tingkat sedang (70-79%), defisit tingkat ringan (80-89%), normal (90-119%) dan kelebihan (>120%). Tingkat konsumsi zat gizi siswa dihitung dengan rumus: Keterangan: TKGi = Tingkat kecukupan zat gizi i Ki = Konsumsi zat gizi i AKGi = Kecukupan zat gizi i yang dianjurkan Data status gizi diperoleh dengan menggunakan rumus indeks berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Data hasil penimbangan berat badan dihitung menggunakan simpang baku z-score (Riyadi 2001). Penilaian status gizi berdasarkan nilai z-score dan dibandingkan dengan baku rujukan WHO/NHCS dengan perhitungan untuk tiap indeks adalah: Nilai z-score yang telah diperoleh kemudian dikategorikan seperti yang disajikan pada Tabel 3. Tabel 3 Interpretasi z-score menurut indeks pengukuran antropometri z-score Kategori BB/U TB/U BB/TB z< -2 SD Underweight/lightness Sunted/shortness Wasted/thinness -2 SD <z<+2 SD Normal Normal Normal z > 2 SD Overweight/heaviness Normal-tallness Overweight/heaviness Sumber: WHO/NCHS (2007) Data prestasi belajar diperoleh dari nilai rapor kelas I sampai kelas III. Nilai rapor kelas IV meliputi beberapa mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. Untuk mengukur prestasi belajar siswa maka dilakukan penjumlahan nilai kemudian dibagi dengan jumlah mata pelajaran sehingga diperoleh nilai rata-rata rapor siswa. Analisis perbedaan konsumsi ikan, status gizi dan prestasi belajar siswa menggunakan uji beda t untuk melihat perbedaan variabel-variabel tersebut di daerah pantai dan daerah pegunungan.

20 Definisi Operasional Anak usia sekolah dasar adalah usia awal dimana anak mulai berkembang dan bertanggung jawab dengan kegiatan yang dijalaninya. Konsumsi ikan adalah jumlah dan jenis ikan yang biasa contoh konsumsi. Karakteristik siswa adalah data atau informasi mengenai siswa meliputi usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktifitas fisik. Status gizi adalah keadaan fisik siswa yang diukur dengan antropometri dengan indek BB/U, TB/U dan BB/TB. Tinggi badan adalah pengukuran tinggi dalam posisi tegal sempurna menempel ke dinding dan menghadap ke depan. Berat badan adalah masa tubuh yang meliputi lemak, otot, tulang, cairan tubuh, dan lain-lain dalam satuan kilogram. Prestasi belajar adalah hasil pembelajaran siswa dalam bentuk angka atau nilai yang ditulis dalam rapor dari kelas I sampai kelas III mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA yang kemudian dikategorikan menjadi: kurang (<6,0); cukup (6,0-6,9); baik (7,0-7,9); dan sangat baik (>8,0). Besar keluarga menyatakan jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Pendidikan terakhir orang tua merupakan pendidikan formal yang terakhir kali di ikuti. Pendapatan orang tua adakah besar penghasilan yang diterima oleh orang tua dalam sebulan dan dinyatakan dalam satuan rupiah. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada nilai prestasi belajar yang digunakan adalah nilai rapor siswa, sebaiknya jika ingin melihat hasil prestasi belajar siswa dapat dilihat pada nilai ulangan harian atau nilai hasil ulangan semester.