5 Permainan Motorik Halus

dokumen-dokumen yang mirip
Tulisan yang mempunyai pengait kata Alat Permainan edukatif APE kreatif ala TBIF

BAB I PENDAHULUAN. oleh pemerintah. Utamanya untuk Pendidikan anak Usia Dini. Menurut UU

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. mudah bosan, sulit memecahkan suatu masalah dan mengikuti pelajaran

Pengembangan Keterampilan Motorik Halus melalui Menjahit Untuk Anak Usia Dini *

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun anak anak. Sebagai contoh dalam memegang benda benda kecil

BUKU PANDUAN BAGI GURU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN

BAB V MENJAHIT UNTUK ANAK USIA DINI. bahan menjadi satu. Banyak teknik menjahit yang digunakan untuk

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN. OLEH Imam Subqi

Main engklek Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.

KOMPENSATORIS ANAK AUTIS

cbuah Potong Binatang Luncur

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia akan melalui tahap perkembangan dari masa bayi hingga

Panduan CINTA. AyahBunda. untuk. Puskesmas Kecamatan Cilincing. Puskesmas Kecamatan Cilincing

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah aktivitas motorik yang melibatkan aktivitas otot-otot kecil yang

MAZE MAGNET ANGKA X 19.8 X 1.3 cm. Anak menggerakkan pensil magnet untuk mengarahkan bulir besi ke tempat yang sesuai. Rp.

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. 31 ayat (1) menyebutkan bahwa Setiap warga Negara berhak mendapat

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBUTSIR DENGAN MENGGUNAKAN PLAYDOUGH DI PAUD KAMBOJA KOTA GORONTALO JURNAL OLEH

appropriateness). Orang dewasa tidak perlu melakukan bantuan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.dalam standar

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH DASAR LUAR BIASA TUNA DAKSA SEDANG (SDLB D1)

PUSAT ALAT PERMAINAN EDUKATIF. No Gambar Nama Manfaat dan Cara Bermain Harga (Rp) MAINAN KAYU

BAB II LANDASAN TEORI. manusia yaitu kebutuhan untuk berdiri sendiri (need for autonomy) dan. kebutuhan untuk bergantung (needs for deference).

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Rumusan masalah 1.3 Tujuan

BAB I1 LANDASAN TEORI

Membangun Kreatifitas dengan Mainan Edukatif 'Building Block'

PUSAT ALAT PERMAINAN EDUKATIF. No Gambar Nama Manfaat dan Cara Bermain Usia Harga (Rp) MAINAN KAYU

CARA PRODUKSI PANGAN Jejaring Promosi Keamanan Pangan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu Nasional SIAP SAJI YANG BAIK

Tinjauan Mata Kuliah Masa TK : perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung sangat cepat. Perkembangan Motorik Perkembangan motorik identik denga

STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK MENCAPAI TUMBUH KEMBANG YANG OPTIMAL

KREATIF LEWAT MENGGUNTING DAN MENEMPEL

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina

I. PENDAHULUAN. dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pengertian Keterampilan Motorik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap anak akan melewati tahap tumbuh kembang secara fleksibel dan

BAB I PENDAHULUAN. ditujukan untuk anak usia 0-6 tahun. Aspek yang dikembangkan dalam

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB Latar Belakang

DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK. Nur Faizah R

LINDUNGILAH KELUARGA ANDA DARI PENULARAN BATUK DAN FLU DENGAN ETIKA BATUK YANG BAIK DAN BENAR

3-4. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

B AB II TINJAUAN PUSTAKA

Buat kue penuh kelezatan butter dengan

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS

BAB II KAJIAN PUSTAKA. anak-anak telah semakin meningkat dan menjadi lebih tepat dan pada usia 5 tahun

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. Gerakan yang menggunakan yaitu otot-otot halus atau sebagian anggota

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Neuneu Nur Alam, 2014

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. bagi seorang anak bermain sambil belajar adalah suatu kegiatan di mana

BAB I PENDAHULUAN. dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat di zaman modren saat. Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. dan melakukan berbagai kegiatan fisik lainnya. Bermain dapat membebaskan

CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN UNTUK KELOMPOK USIA 4-5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kewaspadaan universal (Universal Precaution) adalah suatu tindakan

BAB I DEFINISI. APD adalah Alat Pelindung Diri.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERAWATAN JENAZAH

4-5. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 4-5 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

SERI BACAAN ORANG TUA

BAB I PENDAHULUAN. pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kegiatan manusia.

MAKALAH KPSP DAN KPAP

SPESIFIKASI MAINAN EDUKATIF PAUD TK TAHUN

Lembar Kuesioner Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Siomay di Jl. Dr. Mansyur. Padang Bulan Di Kota Medan Tahun Nama : No.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usia dini (0 6 tahun) merupakan usia peka dimana pada usia ini anak memiliki

Oatmeal Cheese Cookies

AKTIVITAS PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS

ELMI SUSRIANTI NIM / 10127

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini (early childhood education) merupakan suatu

Lembar Observasi. Hygiene dan Sanitasi Pedagang Minuman Teh Susu Telur (TST) yang Dijual di Kecamatan Medan Area di Kota Medan Tahun 2012

BAB I PENDAHULUAN. halus). Oleh karena itu untuk menciptakan generasi yang berkualitas, dini disebut juga dengan The Golden Age ( Usia Emas ).

BAB I PENDAHULUAN. masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala. kemampuan anak sedang berkembang cepat.

Pemberlakuan UU No. 20 Tahun 2003 berpengaruh terhadap sistem. pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar,

Alat Permainan Edukatif Alat Peraga untuk Membantu Pendidikan Tumbuh Kembang Anak

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Anak Tunagrahita Sedang

Dalam pengembangan kegiatan pembelajaran perlu dibuat sebuah perencanaan yang disebut silabus.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

Tim Dosen Pengembangan Interaksi dan Komunikasi Anak Autis

Naskah berikut ini disusun oleh Departemen Kesehatan NSW.

DIRJEN PMPTK DEPDIKNAS.R.I YAYASAN PENGEMBANGAN PEREMPUAN DAN ANAK AMRIHSAE

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini pada hakikatnya adalah anak yang berusia 0-6 tahun yang

pengukuran berat q ayah dan anak berboncengan

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak usia dini pada hakikatnya merupakan anak yang berusia 0-6 tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan dari anak-anak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya anak usia dini sudah mulai belajar untuk mandiri.

BUKU AKTIVITAS. Mari Bermain Bersama Kumbi

PENANGANAN DAGING KURBAN

Transkripsi:

5 Permainan Motorik Halus Tak hanya motorik kasar, motorik halus pun perlu distimulasi. Supaya menyenangkan, lakukan sambil bermain. Mengisi, Menuang, dan Mencetak Bermain pasir bisa digunakan untuk menstimulasi motorik halus anak. Lakukan di pantai atau sediakan pasir bersih di sepetak bidang di halaman rumah. Jangan takut kotor, kenakan saja pakaian rumah yang tidak sayang untuk dikotori. Manfaat: Melatih kekuatan/keluwesan pergelangan tangan serta presisi. Alat yang dibutuhkan: Pasir bersih, sekop, ember, corong, aneka wadah. * Biarkan anak mengisi embernya dengan pasir sampai penuh kemudian menuangnya dengan cara membalikkan ember. Lakukan sambil berseru, Isi, isi embernya lalu tuang * Dengan pasir yang tersedia biarkan anak mencetak bentuk atau membentuk sendiri imajinasinya. Apakah itu gunung, benteng, dan sebagainya. * Sambil mencetak, orangtua bisa menjelaskan pada anak nama-nama bentuk yang sedang dicetak, misalnya kura-kura, kotak, bunga dan sebagainya. Latihan ini sekaligus untuk menambah perbendaharaan katanya. * Pastikan kebersihan pasir. Serangga kecil, kotoran binatang atau benda-benda tajam seperti pecahan kaca bisa membahayakan anak. * Ingatkan anak untuk tidak mengelap tangannya yang penuh pasir ke mulut, hidung atau mata. Karena dikhawatirkan pasir akan masuk ke bagian-bagian tersebut. * Setelah selesai bermain, cuci tangan hingga bersih dengan sabun, atau lebih baik lagi kalau langsung mandi sehingga badan lebih segar. * Selama tak digunakan, pasir di rumah harus ditutup agar tidak menjadi tempat kucing, anjing, atau ayam membuang kotoran. Memakai dan Melepas Pakaian

Tanpa belajar pun sepertinya semua orang pada akhirnya bisa memakai/melepas pakaiannya sendiri. Meski demikian bukan berarti orangtua tak perlu melatih keterampilan ini. Selain mengasah motorik halus, memakai/melepas pakaian sendiri merupakan salah satu bentuk kemandirian anak. Manfaat: Melatih kemampuan jari-jemari, koordinasi mata dan tangan. Alat yang dibutuhkan: Baju berkancing besar, rok/celana karet, sepatu berperekat velcro, boneka dan pakaian perlengkapannya. * Setelah mandi, biarkan anak mencoba memakai pakaiannya sendiri. Mulai dengan yang paling mudah seperti menaikkan/menurunkan celana/rok dengan ban karet. * Setelah itu biarkan ia mencoba mengancingkan sendiri pakaiannya. Mulai dengan kancing yang besar-besar kemudian makin kecil. * Bila kemampuan memakai pakaian sendiri sudah dikuasai, lanjutkan dengan memakai sepatu sendiri. Mulai dengan sepatu berperekat velcro. * Latihan ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan boneka besar yang pakaian/perlengkapannya bisa dilepas-pasang. Biarkan anak coba memakai dan melepaskannya. Untuk mudahnya berikan contoh terlebih dahulu bagaimana melakukannya. * Sebagai latihan awal berikan pakaian yang mudah dipakai/dilepas, seperti kaos longgar, celana/rok dengan ban karet. * Di usia ini memakai/melepas pakaian sendiri termasuk belajar tahap awal. Jadi jangan terlalu memaksa anak, kalaupun belum bisa, biarkan ia terus mencoba. Menyusun dan Menyortir Kegiatan menyusun dan menyortir selain melatih kemampuan motorik halus anak juga mengasah kepekaan dan fokus perhatian pada satu hal. Manfaat: Mengembangkan imajinasi, melatih kecerdasan logis-matematis, melatih presisi, melatih kemampuan mengelompokkan. Alat yang dibutuhkan: Balok kayu warna-warni dan bermacam bentuk.

* Minta anak menyusun balok berbentuk kubus ke atas, dari dari dua susun, lalu tiga susun dan seterusnya. * Selanjutnya minta anak memasangkan balok berbentuk segitiga atau setengah lingkaran di bagian paling atas. Kalau masih berantakan dan balok yang disusun jatuh lagi, tetap semangati supaya mau terus mencoba. * Setelah kemampuannya makin bertambah, biarkan anak berimajinasi membangun gedung, rumah, jembatan dan sebagainya. * Minta anak menyortir/memisahkan balok berdasarkan bentuknya, misalnya kubus dengan kubus, segitiga dengan segitiga, dan seterusnya. * Minta anak memisahkan/menyortir balok berdasarkan kelompok warna. * Kegiatan menyortir juga bisa dilakukan dengan memberikan berbagai macam benda, seperti kancing baju, sendok, kayu, tutup gelas dan sebagainya. Ajari anak untuk mengelompokkannya/menyortir berdasar kriteria tertentu. Di usia ini kemampuan berjalan anak belum sempurna, untuk itu orangtua/pengasuh harus terus memantaunya. Jangan sampai anak menginjak/terpeleset salah satu balok yang sedang digunakan untuk bermain hingga jatuh. Meronce Meronce merupakan salah satu stimulasi untuk mengasah kemampuan motorik halus anak. Manfaat: Melatih kemampuan jari-jemari. Latihan ini sekaligus bermanfaat sebagai dasar kemampuan memegang pensil. Alat yang dibutuhkan: Mainan ronce, tali sepatu/tali yang agak besar, roll bekas tisu. * Kalau di rumah tersedia mainan ronce, ajari anak bagaimana cara memainkannya. * Kalau tidak ada mainan ronce, gunakan tali sepatu/tali yang agak besar lalu masukkan ke dalam rol bekas gulungan tisu yang sudah dipotong-potong menggunakan cutter. Ronce sampai beberapa rol tersambung. Ikat kedua ujung tali, kalungkan di leher anak.

* Supaya menarik, gambari/cat warna-warni rol bekas tisu. * Setelah berhasil meronce rol bekas tisu yang besar, lanjutkan dengan meronce benda-benda yang lebih kecil. Memulung dan Menjumput Anak pasti senang, saat orangtuanya memasak kue, ia ikut membantu menaburkan meises, kacang atau hiasan lainnya. Manfaat: Melatih kemampuan/kekuatan mengambil sesuatu hanya dengan dua jari. Alat yang dibutuhkan: Adonan kue, kismis, meises, kacang atau hiasan lainnya. * Berikan sedikit sisa adonan kue untuk anak. Biarkan ia memulungnya dengan dua tangan. * Setelah adonan dipulung, ajarkan menjumput kismis, meises, gula halus atau hiasan lainnya dan menaburkannya ke atas adonan. * Kalau hiasan kue agak besar, seperti potongan kacang almond/mede, anak sekaligus bisa diajarkan berhitung dengan meletakkan masing-masing dua buah kacang pada tiap adonan. * Setelah selesai, panggang kue hasil kreasinya dan biarkan anak menikmati. * Supaya mudah membersihkannya, alasi dengan plastik arena yang digunakan anak untuk memulung dan menghias kue. * Kenakan celemek yang agak besar supaya bajunya tidak kotor. * Pastikan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi anak-anak.

Please download full document at www.docfoc.com Thanks